Chapter sebelum'nya :
.
Diluar Gua.
" AAAAAARRRRRKKKKHHH! "
Teman- teman Pengembara yang mendengar suara teman mereka berteriakpun ketakutan akan apa yang terjadi pada teman mereka.
Sring! Sring!
Lalu dari dalam gua itu keluar 11 rantai lansung melesat ke arah para pengembara itu.
Jrak! Jrak! Sring! Sring!
Setelah mendapatkan kesebelas pengembara itu Rantai itupun membawa kesebelas pengembara itu ke dalam gua dengan kasar sementara kesebelas pengembara itu hanya bisa berteriak ketakutan.
" Khuhuhuhu sekarang waktunya masa kegelapan bangkit, aku akan bertemu denganmu lagi Yasaka Hime, HahahahahaHAHAHAHAHA! " ucap suara di dalam gua, dengan tawa menyeramkannya.
.
.
.
.
.
.
.
Disclaimer :
Naruto milik Masashi Kisimoto
High School DxD milik Ichiei Ishibumi
( Mahouka Koukou No Rettousei, Charlotte, dan Bakemonogatari )
Summary : Uzumaki Naruto dan Hyuga Hinata, dua orang yang telah mati pada saat Perang Dunia Shinobi ke 4 bertemu dengan Shinigami dan memberikan mereka kesempatan kedua untuk hidup. Tapi mereka di berikan misi oleh Shinigami untuk mendamaikan Dimensi yang terjadi peperangan, bisakah Naruto dan Hinata melakukannya.
The Protect
Pair : Naruto x Harem
Genre : Adventure, Fantasy Dll.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan dan lain-lain
" Naruto " berbicara
' Naruto ' batin
[" Naruto "] Biju/Sacred Gear berbicara
[' Naruto '] Batin Biju/Sacred Gear.
Note : Yo! Bagaimana saya kembali dengan cerita geje ini!
Baiklah saya akan menjelaskan tentang kekuatan Naruto, disini Naruto Sudah memiliki Sharingan dan Rinenggan ini hampir mirip dengan kekuatan yang ada di Power Of Kami Shinobi tapi ini bukan Sequel, Senjata dan juga jurus-jurusnya aku juga ambil dari Fanfic saya.
Untuk apa Kokabiel membalaskan dendam'nya. Pada saat pertarung Naruto bersama ketiga Fraksi pada saat kedatangan mereka, Kokabiel sempat juga melawan Naruto namun Kokabiel kalah dengan sangat mudah'nya dan itu membuat Kokabiel tidak terima. Maka dari itu dia mencari tempat Naruto berasal dan menghancurkan'nya untuk membalaskan kekalahan'nya.
Howaa! #Merinding, aku tidak menyangka ternyata Hitagi dalam Anime Bakemonogatari menakutkan atau bisa di bilang sangat mengerikan, namun di sini saya akan coba membuatnya tidak terlalu mudah marah terhadap Naruto jika saya bisa.
Baiklah tanpa menunggu ayo kita mulai membaca
.
Open Fanfic : Lisa - Rising Hope
Nigitta messeeji that's rising hope
( layar memperlihatkan Naruto yang mengunakan jubah tudung'nya sambil memegang topeng yang diwajah )
Hey, welcome to recessed reality, Can you please standby?
( Perlahan gambar berubah sampai di lubang mata topeng itu dan Naruto menaikan topengnya )
Here we go!
( Naruto'pun membuka matanya dan memperlihatkan Mata biru Shaphire'nya )
( Setelah itu Gambarpun berubah menjadi tulisan judul The Protect )
Yuruganai sekai hijou na genjou tsudzuku kabe wa nan juusou?
( Gambar kembali berubah memperlihatkan Naruto dari kiri sambil memandang langit )
Imeeji doori nanka ja nai shizuka ni sawagidashita honnou
( Gambar kembali berubah sampai kepala Naruto yang masih menatap langit lalu Naruto menutup matanya )
Meiro mitai ikidomari nanda mou shikou wa disutooshon
( gambar kembali menjadi lebih dekat hingga semata Naruto dan Naruto kembali membuka matanya dan memperlihatkan mata Blue Shapirenya )
Youshanai ne itsunomani miushinatta ruuto, abaredasu
( Lalu Gambar kembali berubah menjadi gambar lingkaran dengan di tengah lingkaran itu terlihat gambar berbentuk Prisai dengan pedang menyilang berwarna biru dan gambar itu menyala terang )
Pay attention! Hey what is it?
( Gambar kembali berubah memperlihatkan Naruto Peerage di depan sekolah yang terdiri dari Asia, Miyuki, Hitagi, Tomori, Hinata, Asuna dan Ayumi )
Watch your step now! Joushiki nanka iranai
( Gambar kembali berubah memperlihatkan Sona Peerage di lorong sekolah )
Are you serious!? No no no, don't worry 1, 2, 3
( Gambar kembali berubah dan memperlihatkan Rias Peerage di ruang penelitian ilmu gaib )
Fukikaesu shinzou no rizumu
( Gambar kembali berubah memperlihatkan Empat golongan Maou )
Shikai mada kuranderu soredemo ikanakucha
( Gambar kembali berubah memperlihat'kan punggung Naruto di ruang hampa dan kamera bergerak kedepan Naruto dan memperlihatkan Naruto dari depan Lalu Naruto di tengah wajah Naruto keluar sebuah api )
Kimi ga shinjiteru
( lalu Naruto membuka matanya dan memperlihatkan Mata merah menyala dan menebaskan sebuah pedang api secara diagonal hingga merobek layar )
boku wo uragiru wake ni ikanai
( Gambar kembali berubah menjadi di sebuah Gua yang gelap dan didalam'nya terdapat sosok gelap duduk di singgasana )
Tsuyoku kurakushon ga naru
( Gambar kembali berubah memperlihatkan seringai Sosok itu )
Kodoku na mama toki ga tattatte nigeru koto oboeta tte
Atarashii kyou ga kichau kedo
Kono negai tatoe mahou ga naku tatte kanaenakya, chikatta
Boku wa kimi to mada mitai mirai aru'n da yo
( Gambar kembali berubah dengan robekan silang dan gambar memperlihatkan Naruto beserta Peerage'nya terus berlari kedepan di Rumput yang luas dengan Naruto yang memegang pedang Api di tangan kirinya sementara Kamera terus memutari Naruto hingga kamera mendekat dan masuk kedalam pupil Hitam di mata biru Naruto )
Naki sou demo
( Gambar kembali berubah memperlihatkan Naruto dari depan sedang bejalan ke depan Kamera dengan Jubah Bertudung hingga menutupi matanya )
kuyashikute mo tomatte irarenai
( Lalu layar kembali berubah digantikan dengan Sosok yang juga bertudung dari depan berjalan memuju depan kamera )
Nigitta messeeji that's rising hope
( Lalu Layar berubah digantikan Naruto melewati Sosok itu begitu juga sosok itu, baru satu langkah mereka lewat )
( lalu layar berubah menjadi terbagi dua Naruto di kiri dan Sosok itu di kanan, lalu mereka'pun menoleh kebelakang bersamaan dan memperlihatkan Naruto menatap sosok itu dengan mata biru dan Sosok itu memperhatikan Naruto dengan Mata merah menyala )
.
Chapter 7 : Declaration of love Asuna
.
Minggu, 8 Nov 20xx
10.00 AM
Traning Ground
.
Terlihat Di Traning Ground Yang luas terlihat Naruto tengah terbaring di pangkuan Hinata karena habis berlatih dari jam 5 pagi. Dan jika kalian bertanya latihan apa yang di lakukan Naruto.
Naruto berlatih Sage Mode, Mode Kyubi Rikudo, Rasengan, Rasenshuriken dan lain-lain'nya dan Hasilnya Traning Ground yang luasnya bisa seAfrika itu terdapat banyak Kawah dari ukuran Kecil, Sedang hingga besar. Bahkan Ayumi yang sedari tadi melihat latihan Kakaknya hanya terbengong dengan mulut terbuka hingga sekarang layaknya patung.
Namun untuk Hinata, dirinya Sweatdrop melihat Hasil Latihan Naruto yang dia cap ' M-E-N-G-E-R-I-K-A-N '. " sepertinya kau terlalu berlebihan Naru-kun " ucap Hinata sambil mengelus rambut Naruto
" Hah.. Hah.. Hah Hehehe " balas Naruto sambil cengegesan.
Deg!
Seketika Naruto tersentak begitu merasakan sebuah firasat yang sangat buruk, Naruto'pun bangun dari terbaringnya dan itu membuat Hinata dan Ayumi yang baru sadar melihat Naruto binggung.
[" Naruto aku merasakan firasat buruk terjadi di dunia kita "] ucap Kurama juga merasakan'nya.
" iya " balas Naruto sambil memejam'kan matanya, ' benar juga, aku belum mencoba Kuchiyose No Jutsu, aku akan mencoba mengkuchiyose Fukasaku-sensei, mungkin dia bisa memberitahu'ku tentang ini ' batin Naruto membuka matanya dan merapal segelnya.
" Kuchiyose No Jutsu " ucap Naruto sambil menghentak'kan tangan'nya di tanah.
Boft!
Setelah itu muncul kumpulan asap di depan Naruto dan memperlihatkan seekor katak kecil berwarna Hijau dengan jenggot di dagu'nya.
" Na-Naruto-chan " gagap Katak itu.
" Lama tidak bertemu Fukasaku-Jiji " balas Naruto.
" E-Eh! Ka-katak bi-bisa berbicara! " teriak Ayumi sambil menunjuk-nujuk katak yang tak lain Fukasaku.
" Ja-Jadi kau masih Hidup " gagap Fukasaku
" err, sebenarnya aku memang mati tapi aku di berikan kesempatan kedua di dunia ini " ucap Naruto menjelaskan.
" Na-Naruto-chan Desa Konoha te-telah... " jeda Fukasaku sambil menunduk dan itu membuat semua binggung
" Hancur menjadi abu "
Deg!
Seketika Naruto dan Hinata tersentak mendengar hal itu.
" Apa maksud jiji? " tanya Naruto.
Fukasaku'pun menceritakan bagaimana Konoha bisa hancur dan memberi tahu'kan tentang Kokabiel yang menghancurkan Konoha.
" Jadi begitu " gumam Naruto sambil menunduk " Kokabiel " geram Naruto sambil mengepalkan tangan'nya, sementara Hinata menangis diam tapi di dalam Hatinya dia akan membunuh Kokabiel.
Boft!
Tiba-tiba Fukasaku menghilang menjadi kumpulan asap meninggalkan Naruto dan Hinata yang berusaha menahan emosi mereka sementara Ayumi yang sembunyi di belakang pohon karena ketakutan.
" Ni-Nii-chan, Ne-Nee-chan " panggil Ayumi ketakutan, Naruto dan Hinata yang mendengar itu'pun tersadar, mereka'pun menurunkan emosi mereka dan menatap Ayumi lembut.
" Gomen Ayumi-chan " ucap Naruto meminta maaf sambil menunduk tidak berani melihat wajah adik'nya
Grep!
Namun Ayumi berlari ke arah Naruto dan memeluk Naruto erat, Hinata'pun juga mendekati Naruto dan menangis di pundak Naruto, Sementara Naruto hanya bisa menenangkan mereka
' Kokabiel aku akan membunuh'mu aku berjanji ' batin Naruto sambil mengaktifkan mata mengerikan miliknya yang telah lama tertidur dari kuburnya.
.
15.00 PM
Halaman belakang
.
Sekarang terlihat di halaman belakang kediaman Naruto, terdapat Naruto yang tengah duduk di teras belakang rumah sambil melihat Hinata dan Ayumi yang sedang bermain air. Karena bosan, Naruto'pun pergi ke kamarnya dan mengambil Gitar miliknya.
Setelah itu Naruto'pun kembali ke tempatnya tadi dan dia melihat Hinata dan Ayumi masih bermain air, setelah itu Naruto'pun memandang Gitarnya lalu dipetiknya senar gitarnya hingga dia memainkan sebuah lagu.
" Just the thought of another day
How did we end up this way
What did we do wrong?
God
Narutopun memainkan Gitarnya sambil menyanyi
Even though the days go on
So far, so far away from
It seems so close
Always weighing on my shoulder
A time like no other
It all changed on that day
Sadness and so much pain
You can touch the sorrow here
I don't know what to blame
I just watch and watch again
O…
Even though the days go on
So far, so far away from
It seems so close
Even though the days go on
So far, so far away from
It seems so close
What did it leave behind?
What did it take from us and wash away?
It may be long
But with our hearts start a new
And keep it up and not give up
With our heads held high
You have seen hell and made it back again
How to forget? We can't forget
The lives that were lost along the way
And then you realize that wherever you go
There you are
Time won't stop
So we keep moving on
Yesterday's night turns to light
Tomorrow's night returns to light
O… Be the light
Narutopun memainkan Gitarnya dengan bagus sampai-sampai dia menutup matanya.
" Always weighing on my shoulder
time like no other
It all changed on that day
Sadness and so much pain
Anyone can close their eyes
Pretend that nothing is wrong
Open your eyes
And look for light
O…
What did it leave behind?
What did it take from us and wash away?
It may be long
But with our hearts start a new
And keep it up and not give up
With our heads held high
Yeah, yeah…
You have seen hell and made it back again
How to forget? We can't forget
The lives that were lost along the way
And then you realize that wherever you go
There you are
Time won't stop
So we keep moving on
Yesterday's night turns to light
Tomorrow's night returns to light
O… Be the light "
" Some days just pass by and
Some days are unforgettable
We can't choose the reason why
But we can choose what to do from the day after
So with that hope, with that determination
Let's make tomorrow a brighter and better day " ucap Naruto membaca narasi
O…
Yeah…
O…
Yeah… Yeah…
Uh Ooo…
Narutopun berhenti memainkan Gitarnya dan perlahan membuka matanya dan pada saat itu juga dia mendengar suara tepuk tangan, Narutopun menatap kesamping kiri dan kanannya sudah ada Hinata dan Ayumi yang memberinya tepuk tangan.
" Waha! Sugoi Ne Nii-chan lagu Nii-chan mainkan sungguh enak di dengar " Puji Ayumi sambil tersenyum.
" Hehehe " balas Naruto tertawa senang " Ne Hime sekarang sudah Jam berapa? " tanya Naruto
" Um... Sekarang Jam 15.30 Naru-kun " jawab Hinata sambil memandang Jam yang ada di dalam.
" Jadi sudah waktu'nya ya " gumam Naruto sambil menaruh Gitar'nya di samping dan memakai Jubah Tudung dan Topeng Devilenya tapi wajahnya belum di tutup
" Baiklah sudah waktunya aku bergerak, aku berangkat " ucap Naruto sambil ingin menutup wajah'nya namun di hentikan oleh Tangan Hinata.
Cup!
Tiba-tiba Hinata langsung mencium bibir Naruto cukup lama sementara Naruto hanya terbengong akan hal itu, untuk Ayumi jangan di tanya wajah'nya telah memerah.
" Itu untuk keselamatan'mu Naru-kun " ucap Hinata merona setelah melepaskan Ciuman'nya itu
" Terima kasih, Hime " ucap Naruto terseyum lalu menutup wajah'nya mengunakan topeng tengkorak'nya.
Bziiiit!
Naruto'pun menghilang dengan Hiraishin'nya meninggalkan Hinata dan Ayumi di rumah.
.
14.00 PM
Taman
.
Bziiiit!
Terlihat di sebuah pohon dekat taman terjadi pergerakan karena munculnya Devile atau Naruto dengan Hiraishin di cabang pohon, sebenarnya Naruto telah meletakan segel Hiraishin di sana jadi dirinya bisa cepat sampai sana, dan kenapa Naruto tahu bakal di taman, karena instingnya mengatakan disana.
" Nee, Issei-kun ini adalah hari yang terbaik " ucap gadis berbut hitam yang waktu itu Naruto lihat berjalan di samping Issei, tanpa mereka sadari terlihat Naruto di balik pohon mengawasi pergerakan Gadis itu.
" Iya Sama-sama Yuuma-chan " balas Issei sambil mengaruk belakang kepalanya dan ternyata Gadis itu bernama Yuuma.
' Jadi sudah dimulai ' batin Devile sambil menyiapkan kedua pedangnya.
" Issei aku mau meminta sesuatu kepadamu, apa kau mau mengabulkannya? " pinta Yuuma kepada Issei.
" Kalau aku bisa lakukan aku akan melakukannya " jawab Issei yakin.
" Issei apa kau mau mati untukku? "
" Hah! Apa kau bilang? " tanya Issei memastikan.
" Apakah kau mau mati untukku? " tanya Yuuma sekali lagi.
" M-Maaf mungkin aku salah dengar " ucap Issei sambil mengorek kupingnya dengan keras.
" Hahahahaha! " tawa Yuuma keras
Blaaaast!
Tubuh Yuumapun berubah menjadi ( ya kalian pasti taulah ).
" Fufufufu Halo, Issei-kun " sapa Yuuma dengan seringainya.
" Y-Yuuma-Chan " gagap Issei ketakutan.
" Hyoudo Issei, pengguna Sacred Gear " gumam Yuuma.
" Sacred Gear apa! D-dan siapa kau! " ucap Issei tidak mengerti.
" Namaku Raynare, aku adalah Malaikat jatuh, jadi ucapkan selamat tinggal Issei-kun " jelas Yuuma yang memiliki Nama Raynare sambil membuat Light Spear.
Wush!
Jraaaaaash!
Tombak itu'pun mengenai dada Issei, sementara Issei diam membatu dengan mulut menganga.
" Cough! " batuk Issei mengeluarkan darah segar ' Mu-Mungki i-ini.. A-ak-akhir bagiku ' batin Issei lalu jatuh tak sadarkan diri.
" Hihihihahahahaha " tawa Raynare senang " menyenangkan sekali " gumamnya setelah selesai tertawa.
Bziiiit!
" Harusnya kau tidak melakukan itu Da-tenshi " ucap Devile muncul di belakang Raynare secara tiba-tiba dan itu membuat Raynare melebarkan matanya.
Duak! Blaar!
Devile'pun menendang Raynare kebawah hingga membuat Raynare menabrak air pancur yang ada di taman hingga hancur.
Tap!
Devile mendatar tidak jauh dari Raynare, terlihat dari lubang topeng itu terlihat mata biru menyala dalam kegelapan menatap Raynare tajam.
" Uggghhh! Siapa kau Hah! " teriak Raynare bangun tempatnya menabrak dan menatap Devile tajam.
" Siapa aku itu tidak penting " jawab Devile sambil menyabut kedua pedangnya dan memutar-mutarnya.
" Heh! Hanya manusia rendahan... Tapi tidak masalah bukan kalau kau'ku bunuh? " ucap Raynare merendahkan Devile dan menyeringai begitu dia melihat boneka di depan'nya, Raynare'pun membuat Light Spearnya dan siap untuk membunuh Devile.
" Coba saja kalau kau bisa Gagak betina " jawab Devile sambil mengejek Raynare.
" Grrrr, matilah kau! " teriak Raynare geram lalu melempar Light Spearnya ke arah Devile.
Pyaaaaaar!
Light Spear Raynare'pun hancur menjafi serpihan cahaya begitu Devile menebaskan pedangnya ke arah Light Spear itu.
" Ti-Tidak mungkin! Bagaimana manusia seperti'mu bisa menghancurkan Light Spear'ku " ucap Raynare tidak percaya.
" Itu Bisa saja, Baka " balas Devile sambil menyiapkan posisi bertarung'nya " Ne, apa kau takut melawan diriku? " tanya Devile mengejek.
" Grrrr, aku tidak takut dengan'mu! " balas Raynare sambil membuat banyak Light Spear
" Heh! Gampang emosi " gumam Devile menyeringai.
Pyaar! Pyaar! Pyaar!
Devile'pun menebas-nebas pedang'nya dan menghancurkan Light Spear Raynare dengan mudah'nya, sementara Raynare terus melempar Light Spearnya ke arah Devile.
Jrash!
Wush!
Namun satu Light Spear berhasil melukai Devile pada bahu kiri Devile, Devile yang terkena'pun melompat menjaga jarak sedikit.
" Hahahaha ada apa Manusia rendahan apakah sakit? " tanya Raynare sambil tertawa. Devile yang mendengar itu hanya diam.
Tap! Tap!
Devile yang tadinya berlutut kembali berdiri dengan tegap hal itu membuat Raynare menyerigai.
" Ho, masih kuat ya " gumam Raynare.
' akan lebih baik aku menyelesai'kan'nya saja dengan satu Genjutsu ' batin Devile.
Syut!
Secara tiba-tiba Devile melempar sebuah Kunai ke arah Raynare, Raynare yang melihat serangan itu tersenyum mengejek.
Bziiit! Bziiit!
Namun secara tiba-tiba Devile menghilang dari tempatnya dan sudah berada di depan Raynare, Raynare yang melihat kecepatan Devile terkejut bukan main.
' Ce-Cepat sekali ' batin Raynare.
" Sharingan " gumam Devile sambil melihat mata Raynare dengan Mata merah berisi tiga Tomoe berputar pelan.
Deg!
.
.
Dunia Genjutsu
.
Terlihat di sebuah tempat yang gelap terdapat Raynare tengah terikat di sebuah tiang berbentuk ' T ' Raynare yang melihat dimana sekarang terlihat panik untuk keluar dari sana.
" Disini Aku adalah Dewa, kau akan merasakan Rasa Sakit dari dalam maupun luar dan kau juga harus menyiapkan mentalmu " ucap Devile didepan Raynare lalu menghilang kembali.
" Waktu Hukuman'mu 1 Menit di dunia Nyata sama dengan 100 jam di Sini " ucap Devile dalam berukuran raksasa di depan Raynare.
Ctik!
" Selamat menikmati " ucap Devile kembali menghilang.
Wush! Wush! Wush!
Lalu dari atas Raynare muncul banyak Meteor berukuran raksasa jatuh ke arahnya, bukan hanya meteor tapi ada pedang api, ratusan panah dan lain-lain'nya jatuh ke arahnya.
Blaaaaaaaaaar!
.
.
Dunia Nyata
.
" Agghhrrr " gumam Raynare dengan tubuh membatu dan terlihat matanya tengah melotot ke atas dengan darah mengalir dari sudut bibirnya.
Tap! Tap!
Devile yang melihat tugas'nya sudah memasukan Raynare ke dalam Genjutsu langsung mendekati tubuh Raynare dan menyiapkan tekniknya untuk merubah Raynare.
" Dengan begini tidak ada pertumpahan darah " ucap Devile sambil menyentuh pipi Raynare.
" Koto Atmasukami " gumam Devile.
Deg!
Seketika Raynare tersentak lalu Raynare pingsan di pelukan Devile.
Tap! Tap!
" tidakku sangka bahwa Raynare dengan mudah di kalahkan " ucap seseorang berjalan mendekat ke arah Devile, sementara Devile menatap orang itu dengan mata merahnya dengan pandangan intimidasi.
" Heh! Sepertinya aku harus membunuhmu dulu disini Manusia " ucap orang itu.
" Hn, Siapa Kau? " tanya Devile tapi Devile sebenarnya sudah mengetahui siapa sosok di depan'nya.
" Namaku Dohnassek, tujuanku adalah untuk melenyapkanmu " jelas Dohnassek sambil menatap tajam sosok Devile.
" Maaf saja aku lagi bosan bertarung melawan'mu jadi aku akan menyelesaikan ini dengan cepat " ucap Devile menghadap Dohnassek lalu merapal beberapa segel.
" Heh! Manusia rendahan seperti'mu tidak akan bisa mengalahkan'ku " ucap Dohnassek sambil membuat Light Spear.
" Aku pegang kata-kata'mu " balas Devile menyelesaikan segelnya, " Doton : Ryuuheki No Jutsu " ucap Devile.
Blaar! Blaar! Blaar!
Lalu dari bawah Devile keluar lima Naga tanah bebentuk sedang dengan kulit berduri terbuat dari tanah menatap Dohnassek tajam layaknya mangsa menembukan makanan.
Sementara Dohnassek bergetar melihat kelima Naga itu, perlahan Dohnassek berjalan mundur dengan kaki gemetar, Namun pada saat Dia mundur, kelima Naga itu mengikuti'nya dengan pelan.
Klak!
Devile'pun mengangkat topeng'nya sedikit sebatas mulutnya, lalu kembali merapal segel'nya " Maju! " perintah Devile.
Wush! Wush! Wush!
Kelima Naga itu'pun bergerak dengan sangat cepat ke arah Dohnassek, sementara Dohnassek berusaha lari namun kelima Naga itu telah melilit tubuhnya dengan sangat kencang hingga dirinya susah bernafas.
" Ucapkan selamat tinggal " ucap Devile sambil menghirup nafas dalam-dalam " Katon : Goukka Mekyakku! " ucap Naruto sambil menyemburkan Api berskala besarnya ke arah Dohnassek, Sementara Dohnassek hanya pasrah.
Wuuuuuussshhh!
Api itupun membakar Dohnassek hingga menjadi abu sementara kelima Naga tanah itu masih berdiri kokoh pada saat terkena api, setelah api mereda, terlihat kelima Naga yang melilit Dohnassek telah menjadi hitam dan tubuh Dohnassek sudah tidak ada di sana.
Blaar! Blaar! Blaar!
Kelima Naga itu'pun hancur menjadi abu setelah itu, setelah itu Devile membalik'kan badan'nya dan mengendong Raynare membaringkan'nya di samping Issei. Setelah itu muncul lingkaran sihir berwarna merah di belakang Devile. Devile yang menyadari itu hanya diam.
" tunggu siapa kau? " tanya Rias kepada Devile.
" Kau pasti juga sudah tahu bukan? Gremory-san " ucap Devile sambil membalik'kan badan'nya menghadap Rias.
" Apa yang kau lakukan disini? " tanya Rias
" Kau lihat sendiri, aku berusaha menyelamatkan pemuda ini tapi tidak sempat, dan perempuan ini, aku ingin merubah takdirnya " ucap Devile sambil memegang topeng'nya tapi lubang kedua mata topengnya tidak tertutup dan memperlihatkan Sharingan'nya.
' Ma-mata macam apa itu ' batin Rias.
" Aku tahu kau datang kesini ingin menolong Hyoudo-san tapi kau terlambat. Dan aku juga tahu bahwa kau akan merenkarnasikan pemuda ini menjadi iblis, jika begitu maka renkarnasikan perempuan itu juga " ucap Devile tersenyum begitu melihat reaksi Rias yang terkejut " Akan aku jelaskan kenapa aku ingin kau merenkarnasikan'nya. Karena aku tidak ingin pemuda itu menderita ketika kehilangan cinta'nya " jelas Devile sambil membalik'kan badan'nya berniat pergi.
" Tunggu! " cegat Rias dan itu berhasil membuat Devile berhenti ' setidak'nya aku harus mencoba'nya ' batin Rias.
" Jika kau ingin menjadikan'ku peerage'mu maka lebih baik kau urung'kan " ucap Devile dan itu membuat Rias terkejut karena Devile tahu maunya " karena jika itu terjadi maka aku tidak segan-segan melukai'mu walau'pun kau adik dari Maou Lucifer " lanjut Devile sambil menatap Rias dengan mangenkyou Sharingan'nya.
Bziiiit!
Setelah itu Devile'pun menghilang dengan Hiraishin'nya meninggal'kan Rias sendirian " Hah~ ternyata tidak mudah membujuk Orang seperti Devile-san, tapi dari mana di tahu aku adik dari Maou iblis " gumam Rias kecewa dan penasaran. Setelah itu Rias'pun mulai merenkarnasikan Issei menjadi iblis dengan bidak 4 pion dan Raynare 2 pion, Lalu Rias'pun memindahkan Issei dan Raynare kerumah Issei sementara Rias kembali ke tempat'nya.
.
.
Time Skip
.
Senin, 9 Nov 20xx
05.30 AM
Kediaman Naruto
.
Seperti biasa kegiatan di Rumah Naruto dan Hinata berjalan seperti biasa, untuk para Chi Bunshin, mereka telah berangkat pagi sekali karena sebuah panggilan di tempat kerja
Maklum, karena mereka adalah Staff terpenting di Cafe mereka bekerja. Soal kekuatan Hinata untuk Sihir Es'nya sudah agak mending setelah Dua tahun berlatih bersama Naruto pada saat mereka sampai di dunai ini, namun Hinata jarang menggunakan kekuatan yang di berikan oleh Shinigami karena baginya kekuatan sendirinya'lah yang bisa membuatnya menjadi kuat.
Untuk kekuatan Naruto, Naruto masih memiliki ke kuatan Rikudo dan lima element, namun dalam kekutan Naruto mendominasi Element Api dan Angin.
Kembali ke cerita, sekarang terlihat di ruang makan, seperti biasa Ayumi dan Hinata yang memasak dan Naruto yang memakan, ya seperti itulah perumpamaan'nya.
" Ne Naru-kun bagaimana kemarin? " tanya Hinata, sebenarnya Hinata juga memiliki tugas, tapi semenjak ada Ayumi, jadi Hinata Cuti untuk menjaga adik angkat kekasih'nya itu.
" Un, aku sudah menyelesai'kan'nya. Sekarang aku tinggal memasuki tahap terakhir " jawab Naruto setelah selesai memakan makanan yang di buat oleh Ayumi dan Hinata.
" Nii-Chan, kalian sedang membicarakan apa? " tanya Ayumi penasaran.
" Um? Oh ini hanya masalah tugas Nii-chan yang kemarin " jawab Naruto sambil menoleh ke arah adik'nya " Ne, Ayo kita berangkat nanti kita terlambat " ucap Naruto di ikuti oleh Hinata dan Ayumi
.
Kediaman Issei
.
Terlihat di sebuah kasur terdapat dua orang berbeda gender tengah tertidur atau bisa di bilang pingsan.
" Eghhh " setelah itu orang yang bergender laki-laki'pun bangun dari pingsan'nya, pemuda itu'pun mengerjap'kan matanya berkali-kali, pemuda itu'pun berusaha bangun dari tidurnya hingga tangan'nya tidak sengaja memegang sesuatu yang kenyal.
" Ahh~ "
Pemuda itu'pun melebarkan matanya lalu di toleh'nya ke samping terlihat seorang perempuan tertidur di sampingnya dengan tubuh polos tampa baju atau apa'pun dan tangan pemuda itu ternyata menyentuh Dada perempuan itu.
Crooot!
" Wa-aa-aa! Yu-Yu-Yu-Yuuma-chan! " pekik Pemuda itu ketika menyadari siapa yang tidur di sampingnya dan terlihat hidung pemua itu mengeluarkan darah segar.
" Eghhh~ " lenguh sang perempuan atau Yuuma bangun dari pingsan'nya begitu dia mendengar terikan dari pemuda yang tak lain adalah Hyoudo Issei, perempuan itu'pun bangun dari pingsan'nya dan melihat ke arah Issei.
" Hooaam~ Ohayo Issei-kun " sapa Yuuma atau Raynare.
" Yu-Yuuma-chan kenapa kau ada disini? dan kenapa kau be-bertelanjang? " ucap tanya Issei dengan muka memerah.
Kriiieeet
Pintu kamar itu'pun terbuka dan memperlihat'kan Gadis berambut merah dan memiliki mata berwarna Green-blue
" Ri-Rias-Senpai! " pekik Issei ketika melihat primadona dari sekolah datang kerumah'nya.
" Halo Issei-kun, Raynare-chan " sapa Rias
" Halo " balas Raynare ramah
" E-Eh? Raynare? " tanya Issei bingung.
" Hah~ baiklah lebih baik aku jelaskan masalah ini disini " gumam Rias menghela nafas.
Rias'pun mulai menceritakan tentang kejadian semalam dengan berbohong dan mengatakan bahwa Raynare menolong Issei dari kecelakaan dan itu membuat Issei hanya mengangguk-ngangguk untuk Raynare dia hanya dia sesekali memiringkan kepala'nya tanda binggung memang dia pernah melakukan itu. Dan juga Rias langsung menjelaskan tentang identitas Issei yang sekarang menjadi iblis dan begitu juga Raynare, awalnya Issei tidak percaya namun karena sudah terjadi mau bagaimana lagi.
Untuk Rias dia hanya menatap Raynare penasaran hingga dia sadar bahwa Raynare sepertinya kehilangan ingatan akibat dari Orang atau Sosok bernama Devile itu.
' seperti'nya Devile-san telah menghilang'kan ingatan Raynare hingga dia tidak bisa mengingat bahwa dirinya adalah iblis atau harus aku bilang setengah iblis dan setengah manusi. Ternyata kemampuan Devile-san bukan main-main ' batin Rias. Setelah itu Rias'pun menyuruh Issei dan Raynare mandi karena mereka akan bersekolah, dan ternyata Rias telah memasukan Raynare ke sekolah.
.
Time Skip
07.15 AM
Kouh Gakuen ( Claas XI-B )
.
Terlihat sekarang di kelas Naruto dan Hinata tempati, terlihat di bangku Naruto, terdapat sekarang Naruto tengah mengambar sesuatu di sebuah kertas manila yang di beli tadi, sekarang terlihat di gambar itu terdapat rancangan berbentuk jam namun jam itu tidak bulat melainkan berbentuk persegi, setelah itu Naruto'pun menambah'kan rancangan-rancangan yang dia ketahui ketika dirinya berada di dunia ini.
Selama dua tahun, Naruto mengirim 100 bunshin'nya untuk menyelidiki tentang Dunia ini dan Naruto menemukan hal-hal menarik di dunia yang dia tempati.
" Yosh, sekarang tinggal menyuruh Pak tua itu saja " gumam Naruto sambil mengulung kertas di depan'nya dan memasukan'nya ke dalam tas
Kreeeet
Pintu kelas itu'pun terbuka dan memperlihat'kan Issei yang tengah senyum-senyum tak jelas. Naruto yang mengetahui senyuman itu hanya geleng-geleng kepala'nya, setelah Issei duduk di bangku'nya Naruto'pun menghampiri Issei
" Ohayo, Hyoudo-san " sapa Naruto, Issei yang mendengar itu'pun tersadar dan menoleh ke arah Naruto.
" Ah, Ohayo Uzumaki-san " sapa Issei ramah.
" Ne, boleh'kah aku berkenalan dengan'mu? " tanya Naruto sambil mengambil satu kursi dan duduk di samping Issei.
" Un tentu " jawab Issei tersenyum
" Namaku Uzumaki Naruto " ucap Naruto mengulurkan tangan'nya
" Namaku Hyoudo Issei, salam kenal Uzumaki-san " balas Issei menjabat tangan Issei.
" Tolong jangan panggil aku dengan nama marga'ku, panggil saja aku dengan nama kecil'ku " ucap Naruto kepada Issei karena dirinya tidak menyukai ke formal'lan.
" kalau begitu kau juga jangan memanggil'ku dengan marga'ku " balas Issei
" Baiklah " balas Naruto " Ne, Issei kenapa kau senyam-senyum sendiri tadi? " tanya Naruto.
" Hehehe soal itu, akhirnya aku bisa menyentuh surga dunia " ucap Issei dengan senyum mesum'nya
" Surga Dunia? " tanya Naruto ' Pasti itu adalah ' itu ' dari perempuan yang aku tolong kemarin ' tebak Naruto
" Hohoho masa kau tidak mengetahui'nya, semua laki-laki tahu apa itu surga dunia? " ucap Issei sambil merangkul leher Naruto.
" em? Memang'nya apa? " tanya Naruto dengan wajah yang di buat polos
" Hehe surga dunia itu adalah tubuh Wanita yang tanpa sehelai benang atau apa'pun dan aku menyentuh Oppai dari kekasih'ku! " teriak Issei semangat tidak sadar bahwa semua bisa mendengar itu karena semua ada di kelas kecuali sang guru.
' Hah~ sesuai dugaan'ku ' batin Naruto sweatdrop.
" hey dengar, katanya orang mesum itu menyentuh oppai kekasih'nya "
" Dan apa Naruto-kun juga akan begitu mengingat Naruto-kun baru saja berteman dengan salah satu Trio mesum disini "
" Kyaa! Jika itu terjadi maka akan aku biarkan Naruto-kun menyentuh dada'ku sepuasnya! "
" Kyaa! Aku juga mau! "
" aku juga mau! "
Sementara itu Issei yang mendengar ejekan tadi langsung terpuruk dan merutuki mulutnya, sementara Naruto menatap honor kepada para gadis yang sepertinya juga tertular mesum.
Kreeet
Pintu itu kelas itu'pun kembali terbuka dan memperlihat'kan sang Sensei, semua'nya'pun kembali kebangku mereka, sementara sang Sensei menatap binggung dua murid'nya yang sepertinya aneh itu.
" Uzumaki-san, Hyoudo-san kalian kenapa? " tanya sang Sensei.
" Tidak Sensei hanya masalah pribadi " balas Issei dan Naruto kompak.
" Baiklah sekarang kita kedatangan murid baru, Raynare-san silahkan masuk "
Lalu dari pintu masuklah gadis berambut Hitam dengan mata berwarna sama dengan rambutnya masuk ke kelas, Issei yang melihat itu tersenyum mesum sementara Naruto hanya tersenyum ketika Gadis yang dia tolong sekelas dengan'nya dan Issei jadi dia bisa mengorek sedikit info tentang bos'nya.
" baiklah perkenalkan diri'mu "
" Perkenal'kan namaku Raynare, dan aku tinggal bersama Issei-kun, salam kenal " ucap Raynare memperkenal'kan diri'nya
" NANI! " teriak semua disana kecuali Naruto, Hinata dan Sang Guru, semua'nya'pun menoleh ke arah Issei kecuali tiga orang tadi ke arah Issei dengan aura membunuh yang dilayang'kan ke
Gleeek!
Sementara Issei hanya meneguk ludah'nya karena hal itu
" Sudah! Sekarang Raynare-san silah'kan kau duduk di belakang Senjiku, Senjiku-san tolong angkat tangan'mu "
Sreet
" Hah~ baiklah sekarang pergilah ke bangkumu" setelah itu Raynare'pun pergi kebangku'nya tak lupa sambil menyapa Issei " kalau begitu sekarang kita mulai pelajaran'nya " ucap Sang sensei dan memulai pelajaran'nya.
.
.
Time Skip
10.30 AM
Breaktime
.
Seperti biasa Naruto, Hinata, Asuna dan Ayumi, berada di tempat mereka biasa istirahat, dan seperti biasa, Asuna dan Hinata saling menyuapi Naruto dengan bekal buatan mereka, dan juga mereka tak pernah lupa saling menatap tajam, dan hal itu membuat Ayumi duduk di belakang Naruto sambil memakan bekal'nya. Sementara Naruto sesekali dirinya memetik senar-senar gitar yang dia bawa dari rumah'nya untuk hiburan jika bosan di sekolah.
Dan begitu juga Rias, dia tidak pernah melewatkan untuk memata-matai Naruto, setelah kejadian di pabrik waktu itu, dia tidak pernah mendapatkan informasi dari Usagi sang Topeng Kelinci dan itu membuat'nya binggung.
Sekarang terlihat Naruto tengah mengunyah makanan yang ada di mulutnya karena suapan Hinata dan Asuna, lalu matanya secara tidak sengaja kembali melihat Issei kembali mengintip para Club Kendo yang sedang berganti baju hal itu membuat Naruto hanya menatap bosan Issei.
Lalu matanya menatap Asuna dan Hinata yang masih saling melempar Glager mereka kepada rival mereka.
' Hah~ mereka ini kenapa sih ' batin Naruto binggung.
" Hey, kalian berdua hentikan hal itu, atau aku akan pergi, kalian itu seperti istri yang memperebutkan Suami tahu " oceh Naruto, dan tentu saja Sekarang Hinata dan Asuna mulai memerah wajah'nya begitu mendengar kata istri
" Lebih baik aku memainkan lagu saja dari pada bosan seperti ini " gumam Naruto sambil memainkan gitar'nya.
" Hm? Lagu? Naruto-kun bisa menyanyi? " tanya Asuna kepada Naruto.
" Uwooh! Makan bekal sambil mendengar lagu Nii-chan! Ayu senang sekali! " ucap Ayumi sambil menatap Naruto membinar dengan love-love, Naruto yang mendengar itu hanya terkekeh, lalu Naruto'pun mulai memainkan lagu'nya.
" Aikawarazu ano koro ni hanashita
Yume wo boku wa oi tsuzukete ru yo
Mou kotoshi kara isogashiku naru yona ?
Demo kawarazu kono basho wa aru kara
Naruto'pun mulai memainkan lagunya dan entah kenapa angin tiba-tiba berhembus dengan lembut dan menerbang'kan daun-daun yang ada di pohon, Asuna, Hinata, Ayumi dan Rias terpaku begitu mendengar nyanyian Naruto namun setelah itu mereka'pun mengikuti irama lagu Naruto
" So everybody - ever be buddies
Days we grew up are days we will treasure(show)
Everybody show is begining curtain has risen
Make your own storyline
Dream as if you will live forever
And live as if you'll die today
Fuzake ai tawaimonai
Kudaranai hanashi wo shite wa
Nakiwarai nagusame ai
So owaranai uta ima utau yo
Dream as if you will live forever
And live as if you'll die today
Waru-sa ya baka mo shita ne yoku okorareta ne
Tada tanoshikute sonna hibi ga zutto
Tsuzuku to omotteta
Kedo kizukeba otona ni nattete
Sore to tomoni yume mo dekaku natte itte
Sorezore ga eranda michi e
We have to carry on
Our lives are going on
Demo kawarazu ano bashou wa aru kara
So everybody - ever be buddies
Days we grew up are days We will treasure(show)
Everybody show is begining curtain has risen
Make your own storyline
Dream as if you will live forever
And live as if you'll die today
Fuzake ai tawaimonai
Kudaranai hanashi wo shite wa
Nakiwarai nagusame ai
So owaranai uta ima utau yo
Dream as if you will live forever
And live as if you'll die today
We all, we all
Have unforgettable and precious treasure
It lost forever, it's lost forever
Toki ga tachi oite itte mo
Kakegae no nai takaromo no wa
Me ni mienu katachi janai
Taisetsuna memory
Kore kara saki mo zutto isshou zutto...
So everybody - ever be buddies
Days we grew up are days we will treasure(show)
Everybody show is begining curtain has risen
Make your own storyline
Dream as if you will live forever
And live as if you'll die today
Fuzake ai tawaimonai
Kudaranai hanashi wo shite wa
Nakiwarai nagusame ai
So owaranai uta ima utau yo
Dream (Oh yeah) as if you will live forever (Will live forever)
And live as if you'll die today
Uuuu...
Treeeng~
Naruto'pun membuka matanya yang sempat di tutup untuk meresap ke dalam lagu setelah itu Angin yang tadi'nya berhembus'pun berhenti bersamaan setelah lagu itu berhenti.
Asuna, Hinata dan Ayumi yang juga sempat menutup matanya karena mereka menikmati hembusan angin'pun membuka mata mereka dan melihat Naruto yang sekarang tengah membaringkan badan'nya.
Sementara Rias dia hanya terpaku begitu mendengar lagu yang di mainkan Oleh Naruto ' aku tidak menyangka bahwa Uzumaki-san bisa memainkan lagu sebagus itu ' batin Rias.
" Waah! Naruto-kun lagu yang kau mainkan bagus sekali " puji Asuna dengan wajah merona " Bahkan alam juga menikmati lagu'mu " lanjut Asuna sambil melihat daun-daun yang masih memutari mereka.
" Haha kau ada saja Asuna-san " balas Naruto sambil bangun dari tidurnya lalu menangkap satu daun di hadapan'nya " Aku hanya mengikuti perasaan'ku " lanjut Naruto
" Perasaan'mu? " tanya Asuna
" Um, perasaan yang tenang seperti air yang tenang " jawab Naruto sambil melepaskan daun di tangan'nya membiarkan Daun itu mengikuti teman-teman'nya yang sudah terbang jauh.
" Ne, Ayo sudah saat'nya kita masuk ke kelas, sebentar lagi pasti sudah masuk " ucap Naruto bangun dari duduk'nya dan membawa gitar'nya, sementara Asuna, Hinata dan Ayumi hanya bisa mengikuti.
Tap! Tap!
Terlihat sekarang Naruto, Hinata dan Asuna berjalan di koridor dalam keheningan tidak ada yang memulai pembicara sampai.
Bruk!
Secara tidak sengaja seorang gadis menabrak tubuh Naruto hingga Naruto mundur beberapa langkah, Naruto, Hinata dan Asuna'pun menoleh ke arah sang Gadis dan mereka melihat seorang Gadis berambut Hitam dengan mata violet tengah duduk di lantai akibat dirinya terjatuh pada saat dirinya menabrak Naruto.
" Akeno-Senpai " ucap Asuna mengenal gadis itu
" Kau mengenal'nya Asuna-san? " tanya Hinata
" Un, dia adalah Senpai kita, Akeno Himejima, Siswi kelas XII-A sama seperti Rias-Senpai " jelas Asuna, Sementara Naruto mendekati Akeno dan membantu'nya berdiri.
" Kau tidak apa? " tanya Naruto.
" Hm, Arigato Uzumaki-kun " ucap Akeno sambil tersenyum palsu " Ara-Ara, apa yang kalian lakukan disini? " tanya Akeno
" Hm, kami baru saja habis dari halaman sekolah, sekarang kami ingin ke kelas Senpai " jawab Naruto
" Ara-Ara jadi begitu "
" Hey lihat Naruto-kun tengah mendekati Akeno-Senpai "
" padahal Naruto-Kun sudah memiliki Hinata-san tapi dia mencari gadis lain "
" Apa mungkin Naruto-kun membuat Harem? "
" Kyaa! Jika itu terjadi maka aku mau "
" Kyaa! Aku juga! "
Sementara Hinata dan Asuna yang mendengar pembicaran itu hanya Sweatdrop, sementara Naruto alisnya berkedut-kedut entah kenapa.
" Ara-Ara kenapa denganmu? " tanya Akeno
" Ah, tidak, tidak apa-apa " jawab Naruto " Nah kalau begitu kami permisi dulu Akeno-senpai kami harus ke kelas kami " ucap Naruto permisi kepada Akeno dan pergi ke kelas'nya di ikuti Asuna dan Hinata. Sementara Akeno hanya menatap Naruto diam ' Ara-Ara ternyata jika dari dekat Uzumaki-kun tampan juga ' batin Akeno lalu Akeno'pun kembali jalan untuk ke kelas'nya karena bel sudah berbunyi
.
.
Class XI-B
.
Kreeeet
Pintu kelas XI-B itu'pun terbuka dan memperlihat'kan Naruto yang membawa gitar di tangan'nya dan Hinata yang ada di belakang Naruto, mereka'pun pergi ke bangku mereka sesekali menyapa teman sekelas mereka.
Issei yang melihat Naruto membawa Gitar'pun menatap Naruto membinar. " Naruto! Tolong mainkan satu lagu buat kami! " teriak Issei dan itu membuat semua menoleh ke arah Issei dan setelah itu menoleh ke arah Naruto.
Kreeeet
Namun seperti'nya permohonan itu tidak terjadi karena sang Guru telah masuk " Baiklah kita lanjutkan pelajaran Minggu lalu " sang Guru memulai pelajaran.
.
.
Skip Time
.
15.00 PM
Taman
.
Terlihat di sebuah taman yang luas dan dimana dulunya tempat terjadi'nya terbunuh'nya Issei dan merubah'nya menjadi iblis. Terdapat Sekarang Naruto tengah tiduran dengan nafas terengah-engah di rerumputan setelah melakukan pemanasan di Taman setelah pulang dari sekolah.
" Ini " ucap seseorang di atas Naruto sambil menyodor'kan sebuah botol air, Naruto yang melihat itu'pun menoleh keatas dan melihat Asuna yang memberikan'nya botol itu
" Oh, kau Asuna-san " balas Naruto sambil bangun dari tiduran'nya dan duduk menghadap ke arah Asuna yang masih berdiri.
" Um, kau sedang apa disini Naruto-kun? " tanya Asuna sambil duduk di depan Naruto.
" Um? Tentu saja aku berlatih disini jika aku ada waktu " Jawab Naruto.
" Berlatih? "
" Um, aku ingin meningkatkan fisik'ku agar aku bisa menjadi kuat "
" Uunn, Naruto-kun mau air? " tawar Asuna
" Apa itu tidak merepot'kan? " tanya Naruto tidak enak.
" Un tidak apa kok " jawab Asuna meyakinkan Naruto
" Um, baiklah jika kau bilang begitu " ucap Naruto mengambil Air itu dan meneguk'nya beberapa teguk " terima kasih Asuna-san kau memang teman terbaik'ku " ucap Naruto sambil tersenyum
" Sebenarnya aku ingin hubungan kita lebih dari teman atau sahabat, Naruto-kun " gumam Asuna sambil merona karena ucapan Naruto
" Um? Kau mengatakan sesuatu? " tanya Naruto
" Ah! Ti-tidak! Tidak ada " balas Asuna cepat
" Hey Asuna-san kenapa kau ada disini? "
" Sebenarnya setiap hari aku sering berolahraga disini ketika waktu sore, dan aku baru saja selesai latihan dan berniat pulang, namun aku sempat melihat'mu sangat kelelahan jadi aku hampiri " jawab Asuna
" Hmm, Ne Asuna-san apa kau ada acara nanti sore? " tanya Naruto sambil mengaruk belakang kepala'nya, Asuna yang mendengar perkataan Naruto'pun tersentak dan tiba-tiba wajah'nya merona
' A-apa Naruto-kun mengajak'ku kencan? ' batin Asuna
" Tidak mau Ya? " tanya Naruto agak kecewa sedikit karena Naruto tidak bisa mengajak teman'nya jalan-jalan sebenarnya Naruto mengajak Hinata dan Ayumi ke Wahana Pertunjukan, namun'kan tidak asik kalau ramai-ramai.
" Eh! Ak-Aku mau Naruto-kun, A-Aku juga tidak ada acara hari ini " jawab Asuna cepat.
" Hm? Beneran? "
" Iya "
" Kamu menerimanya?" dijawab dengan anggukan oleh Asuna "Baiklah, kalau begitu. Sebaiknya aku pulang untuk membersihkan diri dan mengganti baju. Apa kamu mau ikut kerumahku, Asuna-san?" tanya Naruto pada Asuna.
"Hm... aku mau Naruto-kun" katanya sambil mengangguk.
Naruto hanya tersenyum senang saat melihat jawaban dari Asuna "Ayo, Asuna-san" Naruto berdiri sambil mengulurkan tangannya kearah Asuna.
Dengan senang hati Asuna menerima uluran tangan Naruto, akhirnya mereka pergi dari taman itu dengan bergandengan tangan. Mereka menghiraukan pandangan dan tanggapan orang-orang terhadap mereka berdua, mereka terus berjalan menuju tempat dimana Naruto tinggal.
Sebuah hubungan telah hadir diantara mereka seperti sebuah benang takdir yang tidak akan pernah bisa memisahkan mereka berdua dengan cara apapun kecuali Kami-sama sendiri yang melakukannya...
.
.
19.00 PM
Taman Hiburan ( Bagian belakang )
.
Matahari sudah condong kearah barat bahkan sekarang sudah setengahnya akan tenggelam, kanvas biru sudah tergantikan dengan warna jingga yang menghiasi langit. Taman bermain yang dibuka dikota Kuoh ini memang masih ramai bahkan akan ramai sampai malam tiba.
Banyak sekali orang yang berlalu-lalang di taman bermain tersebut, pengunjung yang datang kebanyakan di dominasi oleh anak-anak dan remaja.
Salah satunya seperti sepasang Remaja di bawah Pohon beringin dengan Remaja atau pemuda berambut Kuning di tengah dengan di apit Dua perempuan yang memeluk pinggang sang pemuda, dan menyandarkan kepala mereka di pundak sang pemuda sementara sang Pemuda hanya bisa mengelus rambut mereka dengan lembut, Perempuan pertama yang ada di kanan memiliki rambut berwarna Indigo sementara di kiri memiliki rambut berwarna Cokelat, sementara itu juga di depan mereka terlihat seorang gadis kecil berambut hitam tengah bermain di taman yang luas dan sepi itu.
"Hmm... Naruto-kun, terima kasih kamu sudah mengajakku kesini" kata Asuna masih menyandarkan kepalanya dipundak Naruto, ya walaupun di hatinya sedikit kecewa karena Naruto mengajak Hinata dan adiknya, tapi karena ada'nya mereka suasana menjadi sedikit lebih ramai dan menyenang'kan dan itu membuat Asuna senang, tidak rugi Asuna mengenal mereka.
" Hm, aku juga berterima kasih kepadamu Naru-kun karena telah mengajak kami kesini " ucap Hinata juga berterima kasih
"Ya, sama-sama Hime, Asuna-san. Tapi saat Kalian mengajakku ke rumah hantu itu, aku sedikit takut" tangan Naruto masih mengelus rambut Asuna dan Hinata sambil membayangkan dirinya yang berusaha menolak untuk masuk kedalam rumah hantu tersebut.
"Hihihi... seharusnya aku memfoto ekspresi ketakutanmu itu, Naruto-kun, benarkan Hinata-san " Asuna hanya tertawa geli mengingat hal itu dan meminta pendapat Hinata.
" Hihihi... Kau benar Asuna-san seandainya kita memfotonya " ucap Hinata sambil tertawa kecil dan membenarkan ucapan Asuna
"Kalian tahukan, kalau aku ini takut dengan hantu" Naruto memasang ekspresi kesal karena Asuna dan Hinata tetap saja memaksanya untuk masuk kedalam rumah hantu itu tadi.
"Jangan cemberut, Naruto-kun. Hantu itu sebenarnya tidak ada" kata Asuna menghibur Naruto, matanya bertemu dengan mata biru menenangkan milik Naruto.
Naruto hanya tersenyum menanggapi perkataan Asuna tadi "Ya, aku tidak akan cemberut lagi kok" kata Naruto.
Asuna pun ikut tersenyum lalu sedetik kemudian dia menundukan kepalanya "N-naruto-kun, bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?" tanya Asuna sedikit malu-malu.
"Katakan saja, Asuna-san. Tak perlu malu seperti itu" kata Naruto tertawa kecil.
' Sepertinya Asuna-san akan memulai'nya ' batin Hinata tersenyum
"Em... apa kamu sudah memiliki kekasih? Maksudku apa kamu punya orang yang kamu sukai?" tanya Asuna yang masih menundukan kepalanya.
" Hm, untuk kekasih sebenar'nya aku sudah memiliki'nya dan itu adalah Hime " jawab Naruto sambil menunjuk ke arah Hinata yang sekarang berpindah ke samping Asuna.
Deg!
" Begitu Ya " gumam Asuna sedikit kecewa begitu mendengar perkataan Naruto.
Puk!
Asuna yang merasakan sebuah tepuk'kan di bahu kirinya'pun menoleh dan melihat ke arah Hinata yang tersenyum
" Dengar Asuna-san, jangan kau pendam perasaan'mu, jika kau memendam'nya itu akan menyakitkan hatimu. Keluarkan perasaan'mu jangan takut dia menolak atau menerima, jika kau sudah mengatakan'nya maka hatimu akan tenang " ucap Hinata sambil tersenyum manis, Asuna yang mengerti arti kata Hinata'pun melebarkan matanya.
" Ta-tapi ka-Kau'kan "
Grep!
Perkataan Asuna'pun terhenti begitu Hinata memeluk'nya erat " Tidak apa, aku rela membagi Cinta'ku pada'mu, dan sepertinya begitu juga dia " bisik Hinata di telinga Asuna dan itu membuat Asuna merona.
" Terima Kasih Hinata-san " balas Asuna sambil memeluk Hinata, sementara Hinata tersenyum dirinya dan Asuna bisa berteman baik dari Rival.
Hinata dan Asuna'pun melepaskan pelukan mereka dan saling menatap dan melempar senyum mereka tidak memperhatikan Naruto yang dari tadi terbengong.
" Heh~ jadi kalian sudah berteman? " tanya Naruto dan dibalas angukan oleh mereka " Oh, itu lebih baik. Tapi kenapa kamu menanyakan hal itu, Asuna-san?" tanya Naruto penasaran.
" A-Ah! E-Em... Se-Se-Sebenarnya aku... Aku... " dia sedikit tak yakin dengan apa yang ingin dia ucapkan sekarang dirinya melirik Ke arah Hinata dan dia melihat Hinata mengangguk'kan kepala'nya "Sebenarnya aku menyukaimu, Naruto-kun" kata Asuna menundukan wajahnya kembali dengan rona merah menghiasi kedua pipinya.
Naruto sedikit tersentak dengan apa yang dikatakan oleh Asuna "Kamu? Menyukaiku?" Asuna menganggukan kepalanya kecil. "Tapi Kami memiliki sebuah rahasia yang mungkin tidak akan bisa diterima olehmu, Asuna-san?" kata Naruto, bukannya ingin menakuti tapi ingin melihat keyakinan yang ada didalam diri Asuna.
"Aku akan menerima apapun rahasiamu dan Hinata-san yang menurutmu tidak akan diterima olehku, aku akan menerima apapun yang terjadi Naruto-kun" jawab Asuna dengan nada yang sangat yakin.
"Hm... baiklah, dan untuk rahasia itu akan kami beritahu jika memang sudah waktunya" Naruto mengelus kepala Asuna dengan lembut.
"J-jadi, kamu menerimaku Naruto-kun?" tanya Asuna tak percaya dan diperkuat dengan anggukan yang diberikan oleh Naruto.
Asuna'pun langsung memeluk erat Naruto " Terima Kasih Naruto-kun. Kamu sudah mau menjadi kekasihku" ucap Asuna sambil mengeratkan pelukannya.
Naruto hanya tersenyum dan membalas pelukan Asuna, lalu Naruto menoleh ke arah Hinata, dan dia melihat Hinata yang tersenyum sambil mengacungkan jari'nya yang membentuk V ke arah Naruto.
' Hah~ seperti'nya Hinata sudah memulai'nya Ne~ ' batin Naruto geleng-geleng, lalu mengulurkan satu tangan'nya ke arah Hinata untuk bergabung besama mereka.
Hinata'pun menerima uluran Naruto dan bergabung bersama Naruto dan Asuna. Mereka'pun berpelukan bertiga tidak memperdulikan Ayumi yang memperhatikan mereka dari tadi.
" Ne Asuna-san, apa aku boleh tahu apa alasannya kamu menyukaiku?" tanya Naruto penasaran.
" E-Eto... karena saat berada dekat denganmu, entah kenapa aku selalu merasakan perasaan nyaman. Dan juga Kamu Baik, Penyayang dan lembut, jadi aku mana mungkin menyia-nyiakan laki-laki sepertimu " jawab Asuna panjang lebar.
" Hm, perkataan'mu masuk akal juga Asuna-chan " balas Naruto sambil mempererat pelukan'nya ' Aku akan menjaga kalian apapun yang terjadi, itu janji seumur hidupku ' batin Naruto
" Nah sekarang Asuna-chan, sekarang kita bukan Rival, jadi sekarang Kita adalah... " ucap Hinata sambil melepaskan pelukan'nya terhadap Naruto dan menghadap ke arah Asuna.
" Sahabat " lanjut Asuna juga melepaskan pelukan'nya terhadap Naruto dan saling berpelukan bersama Hinata.
Naruto yang melihat itu hanya tersenyum melihat Rival yang berubah menjadi sahabat, itu mengingatkan'nya pada persahabatan dan Rival'nya dulu di Konoha No Sato.
" Nii-chan, Nee-chan, Asuna-Senpai kalian dari tadi ngapain sih? " tanya Ayumi mendekati mereka dan duduk di pangkuan Naruto.
" Untuk itu kau belum boleh tahu karema umur'mu masih kecil " jawab Naruto sambil menarik-narik pipi adiknya dari belakang.
" Mou~ lewpas'kwan Nwii-Chan, Swakti Twahu " ucap Ayumi dengan muka ngambek dan terlihat di telingan'nya telah keluar asap.
Hinata, Asuna dan Naruto yang melihat itu hanya tertawa melihat lucunya Ayumi dan pada saat itulah Rival menjadi sahabat dan sahabt berubah menjadi cinta.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Note : Yosh! Akhirnya Chapter 7 selesai!
Nah! Sekarang akhirnya Asuna telah menyatakan perasaan'nya kepada Naruto dan menjadi kekasih kedua Naruto.
Yap akhirnya Naruto dan Hinata telah mengetahui bahwa konoha telah hancur dari Fukasaku dan mereka akan membalaskan dendam mereka terhadap Kokabiel.
Baiklah dengan begini saya nyatakan Chapter 7 selesai dan kita akan bertemu lagi di Chapter 8!
Baiklah saya Dedek undur diri! Sampai ketemu lagi
