`Who Is M?

Disclameir : Semua cast milik orangtua masing-masing.

Pair : Kyuwook, Sibum dll.

Rated : T aja deh.

Genre : Romance/ Hurt/ Tragedy.

Warning : BL, aneh, rada pasaran, alur gak jelas, typo dll.

Mengandung sedikit unsur kekerasan, yang nggak suka Yesungnya saya bikin antagonis lebih baik jangan dibaca ya.

Tidak suka jangan di paksakan membaca, KLIK BACK aja deh...warning berlaku jadi No Bash.

Previous Chapter

"Di-dia.. tidak mungkin..." Kibum mengucek kedua matanya ingin memastikan penglihatannya, namun ternyata tetap sama.

Chapter 7

Suasana di kota Soul sangat ramai saat ini, orang-orang berlalu lalang di pinggir jalan ada juga yang keluar masuk pusat belanjaan untuk berbelanja keperluan masing-masing, tak jauh dari keramaian tersebut dua orang namja yang merupakan sepasang kekasih kini tengah duduk di sebuah bangku taman di tengah kota keduanya asik bercengkrama dan juga bercanda.

"Chagiya, kalau kita sudah lulus aku akan langsung mendatangi Appa dan Umma-mu." Kata Kyuhyun, Ryeowook memandang tidak mengerti pada Kyuhyun.

"Untuk apa?"

"Untuk melamarmu chagie, lalu setelah itu kita akan menikah dan berbulan madu." Jawabnya, Ryeowook melebarkan bola matanya tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya, Kyuhyun akan melamarnya haruskah ia bahagia.

"Kyu, bukankah kau bilang akan kuliah dulu dan selanjutnya meneruskan perusahaan Appamu." Ucap Ryeowook, dulu Kyuhyun memang pernah mengatakan keinginannya sebelum menikahi Ryeowook.

"Ne tapi walaupun sudah menikah aku tetap bisa kuliah dan bekerja." Katanya enteng.

"Lalu bagaimana denganku? Aku juga ingin kuliah dan bekerja."

"Andwae, kau cukup tinggal di rumah dan menungguku pulang, lalu menyiapkan masakan dan kita makan bersama-sama." Ryeowook menatap tak percaya pada Kyuhyun, apa-apaan maksudnya itu, apa Kyuhyun bermaksud mengurungnya di rumah sementara namja di depannya bebas berkeliaran –walau sedang bekerja- enak saja, pikir Ryeowook.

"Sirheo, pokoknya aku akan tetap bekerja walau kau melarangku." Tolak Ryeowook dengan ketus.

"No, no, no, aku akan mengurungmu seharian sampai aku pulang." Kyuhyun bersikukuh dengan keinginannya, ck ck apa mereka tidak sadar jika yang di perdebatkan itu belum terlaksana dan mungkin masih jauh.

.

.

Kibum menatap tak percaya apa yang dilihatnya di album photo yang kini tergeletak di lantai itu, di ambilnya kembali album itu lalu membaca data sang murid.

"Marcus Cho, kelas X A." Gumamnya menyebutkan nama murid dari buku album di tangannya, di amatinya baik-baik wajah siswa bernama Marcus Cho itu.

"Kau sedang apa Bummie?" tanya Siwon. Kibum menoleh kearah Siwon lalu berjalan mendekatinya.

"Wonnie, apa kau kenal dengan murid yang bernama Marcus?" Kibum bertanya balik, Siwon mengerutkan keningnya sekilas lalu mengangguk.

"Ne, dia itu murid terpandai di sekolah, dan dia juga kekasih Nathan." Kedua mata Kibum membola dan terkejut luar biasa, namun pernyataan itu malah membuatnya semakin penasaran dan rasa keingintahuannya semakin besar.

"A-apa dia masih hidup?" Kibum bertanya agak gugup dan sedikit hati-hati takut jika ia salah bicara.

"Dia sudah meninggal akibat terjatuh dari lantai 3, kalau tidak salah dia terkunci di lab fisika sekolah." Jelas Siwon.

"Apa kau merasa ada yang aneh."

"Haa.. maksudmu?"

"Wajahnya, apa kau tidak merasa jika wajah Marcus mirip dengan Kyuhyun." Siwon menoleh cepat kearah Kibum, di ambilnya buku di tangan Kibum.

"Kau benar Marcus memang mirip dengan Kyuhyun, kenapa selama ini aku tidak menyadarinya, pantas saja aku merasa familiar dengan wajahnya saat tak mengunakan kacamata." Ujarnya, memang Siwon bukan orang yang mudah mengingat wajah seseorang apalagi orang itu kini sudah tidak ada, kecuali untuk mantan kekasihnya Kim Heechul.

"Lalu bagaimana dengan Nathan, apa kau tak merasa juga kalau dia dan Ryeowook juga mirip." Siwon tersentak.

"Aku tidak mengerti kenapa kau memiliki pemikiran sampai sejauh itu, Nathan dan Ryeowook jelaslah orang yang berbeda." Ujarnya, Kibum menghela nafas ia sudah menduga jawaban Siwon akan seperti itu.

"Kau tahu, Ryeowook pernah berkata padaku jika ia memiliki dua saudara yang satu Hyung kandungnya yang bernama Kim Heechul dan yang satunya lagi Noona sepupunya yang bernama Tiffany Kim, dan mereka juga sudah meninggal." Ucap Kibum.

"Mwo? Jadi menurutmu Nathan dan Ryeowook itu sama?" Kibum mengangguk sedangkan Siwon menatap tak percaya dengan mulut terbuka.

"Coba kau pikirkan, di antara 5 orang anggota genk clouds hanya Sungmin dan Changmin yang tidak di incar sampai sekarang, dan dalam kasus Nathan bukankah Cuma 3 orang itu yang terlibat dengannya dan juga kedua saudaranya, dan kalau di pikir kembali kematian Donghae terjadi tepat sehari setelah pemukulan terhadap Kyuhyun." Terangnya panjang lebar.

"Kau benar, tapi aku tetap masih tidak percaya, kalau Ryeowook dia..."

"Dan aku sangat yakin target kali ini adalah..."

.

.

Ryeowook pov.

Aku tidak mengerti kenapa aku berjalan di sebuah gang yang aneh dan sempit, tidak ini bukan jalan kerumah ku lalu ini di mana, aku bingung, aku takut siapapun tolong aku, samar-samar aku melihat seseorang dia seorang namja jangkung, ah aku bisa melihatnya dengan jelas karena aku sudah hampir dekat dengannya.

Ku amati dia dari jauh sebelum benar-benar mendekat, tunggu aku kenal dia, Kyu ya benar dia kekasihku eh tunggu tidak itu bukan Kyuhyun rambutnya berwarna hitam dan lurus, hah dia Marcus.

"Chagiya." Ucapnya memanggilku dia tersenyum kearahku ya dia adalah Marcus kekasihku yang dulu jika kalian ada bertanya kenapa aku sempat memanggilnnya Kyuhyun itu karena wajah mereka mirip.

"Mar..cus." dia mengulurkan tangannya padaku dan aku pun melakukan hal yang sama tapi saan jemari kami hampir bersentuhan tiba-tiba saja jemari milik Marcus berlumuran darah membuatku tidak jadi menyentuhnya dan pandanganku pun berubah horor kala melihat wajah dan tubuh Marcus juga belumuran darah mengingatkanku pada kejadian itu, kejadian yang bahkan tidakakan pernah kulupakan seumur hidupku, kejadian dimana ia jatuh dari lantai 3 tepat di atas kelas kami yang merenggut nyawanya.

Flasback

Siang itu udara di dalam kelas sangat panas, aku bahkan tidak bisa berkonsentrasi untuk mendengarkan penjelasan Park seongsaengnim yang tengah mengajar di depan kelas.

Kulirik bangku kekasihku Marcus tidak ada yang menepati di sana, entahlah pergi kemana dia sedari tadi, sejak jam istirahat usai dia tidak masuk lagi.

Deg

Apa ini kenapa jantungku berdetajk tak karuan dan perasaanku juga tidak enak, aku sungguh gelisah bahkan lebih gelisah daripada sebelumnya, apa ini apa yang sebenarnya akan terjadi.

Brakk

Prang

"Kyaaa!" murid-murid perempuan di kelasku sontak menjerit kala melihat sosok berseragam sama dengan murid di sekolah kami terjatuh dari lantai atas, tunggu aku seperti mengenalnya dan entah hanya perasaanku saja atau apa sosok itu sempat menatapku lalu tersenyum sebelum tubuhnya menghantam tanah di bawahnya.

"ANDWAE!" jeritku saat aku tahu siapa sosok itu, ya dia adalah Marcus kekasihku.

Tanpa mempedulikan apapun aku langsung keluar dari dalam kelas menuju bagian sisi gedung sekolah tempat di mana kekasihku terjatuh.

"Marcus, kyaa andwae siapa yang melakukan ini padamu." Aku menangis, meraung sejadinya, memeluk erat tubuhnya, arah mataku tertuju pada lantai di mana kekasihku terjatuh, itu bukankah ruang lab fisika, ruang itu mengeluarkan asap lewat jendela yang pecah jadi bunyi tadi itu adalah kaca jendela yang pecah karena Marcus berusaha menyelamatkan dirinya, siapa? Siapa orang yang tega berbuat jahat pada kekasihku? Jeritku dalam hati.

"Chagie.. jangan menangis..aku..baik-baik saja...maaf aku tidak bisa berada di sisi mu lagi.."

"Jangan bicara sperti itu, kau harus kuat." Aku melarangnya untuk berbicara, jujur saja aku benar-benar takut dengan kalimatnya yang seolah-olah akan meninggalkanku.

"Saranghae chagie... tetaplah tersenyum.." ku lihat Marcus memejamkan matanya, andwae ini tidak boleh terjadi, Marcus harus selamat dia tidak boleh pergi.

"Marcus...hiks jangan pergi hiks..." aku mengguncang-guncangkan tubuhnya tapi tidak ada reaksi, murid-murid dan para guru yang mengerumuni kami langsung memisahkan kami, aku berontak tidak terima di pisahkan dengan kekasihku, sampai aku tiba-tiba merasakan seseorang memelukku dengan erat, ya dia Heechul hyung.

"Magnae tenangkan dirimu, Marcus sudah tenang sekarang biarkan dia pergi, jika kau seperti ini Marcus akan sedih dan terluka di sana, apa kau ingin melihatnya bersedih." Kata Heechul hyung, entah kenapa dia jarang memanggilku Nathan nama asliku dan lebih senang memanggilku magnae tapi kadang dia juga memanggil namaku.

Di ujung sana samar aku juga melihat 3 orang yang sangat kukenal sedang tersenyum yang ku yakin sebuah senyum kemenangan, apa jangan-jangan ini ulah mereka, jika benar kalian akan merasakan hal yang sama suatu saat.

Flashback off

"Chagiya, saranghaeyo, jangan pernah sia-siakan hidupmu, jebal." Pintanya seperti memohon, aku tahu apa yang di maksudnya, tapi aku tidak bisa sebelum dia juga merasakan hal yang sama, kenapa? Kenapa setiap kau menemuiku selalu saja itu yang kau katakan.

"Sirheo, aku tidak bisa.. aku.."

"Chagie, jebal jika kau ingin bahagia, jangan lakukan lagi, aku senang jika kau bahagia." Aku menggeleng kuat.

"Tidak bisa, aku tiba berhenti sebelum.." aku tidak melanjutkan kembali kalimatku saat melihat tubuh Marcus memudar seperti sebelumnya ketika dia akan pergi setelah membicarakan itu denganku.

"Ku mohon..." hanya itu yang terakhir ku dengar dari bibirnya karena setelahnya tubuhnya benar-benar menghilang.

Ryeowook pov end.

Ryeowook tersentak dan terbangun dari tidurnya di perhatikannya sekilingnya, langit adalah yang pertama kali di lihatnya, ia meraba di sekitarnya dan yang terasa di tangannya adalah rumput hijau dan bisa di simpulkan jika ia kini tengah tidur di atas rumput.

"Sudah bangun chagie?" tanya sebuah suara halus di telinganya, Ryeowook menoleh dan mendapati wajah kekasihnya di sisi wajahnya.

"Ne, apa aku tertidur sangat lama?" tanya Ryeowook.

"Ne, kau tidur pulas sekali, dan kau sukses membuatku cemburu." Jawabnya, Ryeowook menatap aneh Kyuhyun, cemburu? Apa maksudnya.

"Kau cemburu pada siapa?"

"Marcus, apa maksudmu menyebut-nyebut nama kembaranku?" tanya Kyuhyun tajam, Ryeowook tak mampu berkata apa-apa untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun lidahnya terasa kelu, Kyuhyun dan Marcus kembar? tanyannya dalam hati.

Tbc

Fiuh selesai juga chap ini... di tengah kegalauan dan WB tingkat akut yang membuatku pingin banget hiatus 30 tahun #lha... TT^TT..

Tapi setelah melihat2 review para reader semangat ku kembali walau sedikit karena kegalauan ini tidak mau hilang juga... T^T

Jadi harap di maklum*kalimat monoton* jika ffnya kurang memuaskan atau makin amburadul saja.. T.T..

Oke buat semua para reader dan reviewer juga silent reader kimi ucapkan banyak2 terima kasih karena sudah mau membaca ff jelek buatan kimi ini.. mian juga jika kimi tidak bisa membalas reviewannya.. dan buat shinra review-mu selalu masuk kok..

Oh ya satu lagi.. mungkin ff ini tinggal 3 chap lagi kalau gag nambah chap.. ff ini bakal tamat di chap 10.. oke sekali lagi makasih semuanya... pai pai

Review...