Disclaimer : Digimon © Akiyoshi Hongo
Sesampainya dirumah, Kouichi yang masih menggenggam tangan Hikari dengan sangat kencang menariknya keruang TV.
"kak..sakiit," rintih Hikari yang diabaikan rintihannya oleh Kouichi "kak Koui.."
"DIAM!, KAMU TAHU APA YANG KAMU LAKUKAN TADI HAH? AKU SUDAH BILANG PADAMU SEBELUMNYA, AKU TIDAK SUKA KAMU BERGAUL DENGAN TAKERU! APA KAMU TULI!" bentak Kouichi yang membuat Hikari langsung menangis.
"ma..maafkan a…" Hikari tidak diberi kesempatan untuk meminta maaf, Kouichi langsung memotong kalimatnya.
"SUDAHLAH! CEPAT MASUK KE KAMAR!" bentak Kouichi
Hikari yang menahan tangisnya langsung berlari menuju kamarnya, meninggalkan yang lainnya diruang TV.
"Kouichi kau keterlaluan." Kata Izumi.
"apa? Aku keterlaluan? Bagaimana denganmu? Seharusnya kau menjaganya sampai perjalanan pulang tadi! Kalau kau tidak membiarkannya! Dia pasti tidak akan bertemu dengan Takeru! Bodoh!" maki Kouichi, melihat kouichi yang kurang ajar seperti itu, Kouji langsung mencengkram bajunya.
"jaga mulutmu" kata Kouji dengan tenang tapi bernada marah
"kak…kau tahu akibatnya kalau sampai ingatannya kembali kan.." kata Kouichi yang mulai mereda.
"pertama, minta maaf pada Izumi, kedua tenangkan pikiranmu, lalu kunjungi Hikari..minta maaf padanya, dia terlihat sangat terpukul karena kau membentaknya" kata Kouji dengan tenang.
Kouichi yang diam sejenak menenangkan pikirannya lalu mulai berbicara.
"Izumi..maafkan aku" kata Kouichi yang sudah mulai tenang.
"sudahlah, kau juga kan sedang emosi, sekarang kau temui saja dulu putrimu, pasti dia sedang menangis sendirian dikasur." Kata Izumi sambil mengedipkan sebelah matanya.
Kouichi hanya tersenyum lemah dan meninggalkan mereka berdua menuju kearah kamar Hikari, sesampai didepan kamar Hikari, Kouichi mengetuk pintunya, tapi tidak ada respon dari Hikari, dengan inisiatif Kouichi langsung membuka pintu itu. Terlihat Hikari yang sedang berbaring ditempat tidurnya dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya sambil menangis terhisak-hisak. Kouichi menghampirinya dan duduk disamping Hikari yang sedang berbaring.
"Sachi…" panggil kouichi dengan lembut sambil mencoba membuka selimut itu, hanya terlihat kepala belakang Hikari "heii.." panggil Kouichi sekali lagi, kali ini dengan membelai rambutnya dengan lembut "Sachi.. bangunlah…tatap aku.."
Hikari menurut apa kata Kouichi karena dia tidak mau terkena omelan lagi, tapi dia hanya menunduk sambil menahan tangisnya sambil mencoba bicara.
"ma..ma…maafkan .k..kak…a..a..aku..aku.." kata Hikari yang terhisak.
"sshhh…iyaa..aku memaafkanmu…maafkan aku juga yah, maaf aku sudah membentakmu seperti itu" kata Kouichi yang memeluk Hikari.
"huhuaaaa…kakaaaak..maafkan aku..huhuhuhuuuu" kata Hikari yang makin kecang menangis.
"heii heii..hahaha..aku sudah memafkanmu..berhenti menangis..lihat tampangmu..jadi tidak cantik lagi kalau menangis seperti ini" kata Kouichi yang memegang wajah Hikari
"huaa...kakak seram sekalii..huaaa…aku tidak mau lagii dimarahi seperti itu" kata Hikari yang langsung memeluk Kouichi lagi.
"hehehehe..iyaa..aku janji tidak akan marah padamu lagi, asal kau janji satu hal padaku" kata Kouichi, Hikari langsung melihat kearah wajah Kouichi "jangan pernah lagi berhubungan dengan Takeru, janji." Kata Kouichi.
Hikari menganggukan kepalanya "ng..aku janji" dan memeluknya kembali.
"heii..sepertinya kau suka sekali memelukku" kata kouichi dengan nada bercanda
"habis..aku suka…wangi kakak..ha...rum…,..ha…nga..t" kata Hikari yang jatuh tertidur.
Kouichi yang melihatnya ingin tertawa tapi dia tahan karena tidak mau membangunkannya, lalu Kouichi membaringkan Hikari ke posisi yang benar dan menyelimutinya, lalu dia memandangi wajah Hikari yang sedang tertidur dengan senyum tapi dengan masih ada sisa air mata di matanya, dihapuslah air mata itu oleh kouichi.
"maaf aku membuatmu menangis" kata Kouichi, dan perlahan Kouichi ingin sekali menicum bibir Hikari, sampai beberapa centimeter lagi Kouichi menghentikan tindakannya dan beralih kearah kening Hikari "mimpi indah" lalu Kouichi pergi meninggalkan Hikari yang tertidur.
Ketika Kouichi keluar, disitu masih ada Izumi dan Kouji.
"bagaimana?" tanya Kouji
"yaaah…hhh..dia tertidur setelah kami berbicara sedikit" jelas Kouichi singkat.
"kalau begitu, aku pulang dulu yah, sudah malam" kata Izumi yang bangkit dari duduknya.
"aku akan mengantarmu" kata Kouji yang bersiap memanggil supirnya.
"Kouichi" panggil Izumi.
"yah?" jawab Kouichi
"setelah kejadian ini, aku mohon jangan kekang Hikari, kasihan dia" kata Izumi dengan lembut.
"iya..aku mengerti…aku juga tadi keterlaluan, tidak bisa mengontrol emosi" kata Kouichi yang menggaruk belakang kepalanya.
Izumi tersenyum dan berkata " oh iya, tadi aku mendapatkan informasi yang sangat penting dari Hikari"
"hah? apa itu?" tanya Kouichi penasaran.
"rahasia" kata Izumi sambil mengedipkan sebelah matanya
"heiii…jangan buat aku penasaraaan..ayolaaah Izumi" bujuk Kouichi.
"hahaha..aku akan beri tahu asal kau memberiku kalung berlian saat ulang tahunku" kata izumi dengan bercanda.
"kau ini, sudah kaya masih aja matre, aku bisa saja memberimu, tapi daripada aku memberikannya padamu lebih baik kuberikan pada Hikari, kamu minta saja sana sama Kouji" kata Kouichi jengkel.
"kalau begitu negosiasi batal" kata Izumi membalikan badannya.
"dasar wanita penyihir" kata Kouichi pelan.
"apa? Sepertinya aku mendengar sesuatu" kata Izumi yang menoleh ke Kouichi.
"ah..hahahhaaa..tidaaak…Cuma perasaanmu saja…ah itu Kouji." Kata Kouichi yang menunjuk kearah Kouji "kau pulang hati-hati yah kakak ipar" kata Kouichi yang mencium pipi Izumi dan langsung kabur.
"heiii…tadi kamu pasti ngatain aku yah" sewot Izumi "dasar"
"ayo kita berangkat." ajak Kouji.
Didalam perjalanan dalam mobil.
"Kouji" panggil Izumi.
Kouji menoleh kearah Izumi dan melihat wajah izumi yang cemas.
"semua akan baik-baik saja" kata Kouji yang memegang kepala Izumi "tentang Kouichi dan Hikari, aku juga sangat cemas, tapi aku akan mendukung hubungan mereka berdua..sampai saat sang putri akan kembali ingatannya, disitulah kita harus siaga"
"apa reaksi Hikari yah kalau dia tahu kita membohonginya sejauh ini?" tanya Izumi "dia sudah seperti adikku sendiri aku tidak sabar untuk belanja bareng dia"
Kouji tersenyum mendengar perkataan Izumi.
"apa kau perlu credit cardku lagi?" tanya Kouji meledek.
"ahahhaa..tidak usah, lebih seru kalau aku menggunakan credit cardmu kalau kau tidak tahu" kata Izumi yang cengengesan.
"dasar" kata Kouji yang menggenggam tangan Izumi.
"ng…Kouji" panggil izumi lagi.
"ng?"
"dipesta dansa ulang tahunku nanti…ayahku akan…mengundang keluarga Kanbara" kata Izumi pelan.
Kouji kaget mendengar berita ini "apa? Kenapa kau tidak bilang?".
"ini aku sudah bilang" kata Izumi.
Kouji yang tambah cemas menyenderkan kepalanya di kursi mobil, cemas karena Hikari dan kouichi, sekarang ditambah lagi rivalnya akan datang. Keluarga Kanbara adalah teman dari keluarga Orimoto, dan dulu Izumi sempat mau dijodohkan oleh anaknya, tapi berhasil dihalangi oleh Kouji.
"aku juga mengundang semua orang yang ada disekolah" kata Izumi
"itu berarti…" kata Kouji "astaga Izumi…kau bermain api"
"undangan itu kusebar sebelum aku bertemu Hikari, mana bisa aku membatalkannya" jelas Izumi.
Mereka sampai pada rumah Izumi, dan sebelum dia keluar dari mobil, dia mencium Kouji di bibirnya. "sampai besok" kata Izumi dan langsung masuk kerumahnya.
Diluar sana, segerombolan yang tadi mengejar Hikari berkumpul disuatu tempat.
"sialan si Takeru itu!" teriak Daisuke "sudah seenaknya saja keluar meninggalkan kita, padahal dia yang membentung geng ini, terus memasukan salah satu dari kita kepenjara, dan sekarang dia enak-enakan kencan dengan cewek"
"emm bos..kan tadi katanya itu bukan cewenya" kata salah satu anak buahnya.
"kau bodoh ya! Memangnya kau pernah melihat Takeru berduaan sama cewe sebelumnya? Tersenyum pula! Pasti cewek itu special buat dia" kata Daisuke kesal.
"bos..apa kita kerjain saja cewek itu, Takeru sudah bikin salah satu dari kita masuk penjara, sekarang giliran kita" kata anak buahnya yang lain.
Daisuke terdiam mendengar ucapannya seperti itu.
"hahahahahaa…baguuss! Ide bagus! Tumben kau pintar.." kata Daisuke yang tiba-tiba terdiam "tapi kita tidak tahu nama cewek itu"
"kalau masalah informasi serahkan saja pada orang itu, sijenius itu" usul anak buah yang lainnya.
"hhmmm…kalau aku memanggil dia..apa dia mau membantuku…setelah Takeru keluar dia sudah jarang menggunakan otaknya" kata Daisuke berfikir "tapi aku coba saja dulu."
"kalau kau ingin tahu namanya saja aku bisa membantu mu…tapi didunia ini tidak ada yang gratis, bagaimana kalau kita memakai sistem take and give?" kata seseorang diluar ruangan.
"siapa itu? Tunjukan dirimu" teriak Daisuke
Sosok itupun datang menghampiri Daisuke.
"aku sedikit tahu tentang dia, tapi kalau aku memberitahumu, apa kau mau mengabulkan permintaanku?" kata sosok itu.
"hhmm..menarik..apa permintaanmu?" kata daisuke
"culik dia dan bikin hancur sekelilingnya" kata dia dengan tersenyum.
Daisuke kaget mendengar itu dan tersenyum.
"menarik, aku akan mengabulkannya, lalu apa informasi itu?" tanya Daisuke yang langsung berdiri.
Lalu sosok itu memberikan foto pada Daisuke.
"namanya Sachi Minamoto dia tinggal dikediaman Minamoto bersaudara" jelas ssok itu.
"waaw..pasti anak ini sangat kaya, aku tidak pernah tahu kalau Minamoto punya adik perempuan.
"tentu saja tidak tahu, dia bukan adiknya" jelas sosok itu.
"maksudmu?" tanya Daisuke penasaran.
"anak ini dipungut oleh Minamoto bersaudara dan hilang ingatan, dan kau tahu siapa nama asli anak ini?" jelas sosok itu sambil tertawa " Hikari Yagami"
"hhmm…kalau dilihat-lihat, sepertinya aku pernah bertemu dengannya" pikir Daisuke "ah sudahlah, baiklah kami akan menculiknya."
"jangan terburu-buru, kita tidak mungkin menculiknya dijalan, karena semenjak kejadian tadi Hikari pasti tidak akan dibiarkan keluar sendirian, kita biarkan saja dulu beberapa hari…kita akan menerobos masuk kerumahnya" jelas sosok itu.
"tapi bagaimana cara memasuki rumah Minamoto itu, pasti banyak penjaganya, rumahnya kan besar" kata salah satu anak buahnya.
"kalian kan punya kenalan teman yang jenius itu, manfaatkanlah…minta sama orang itu untuk menganalisa rumah Minamoto" kata sosok itu "baiklah negosiasi selesai, senang bekerja sama dengan kalian"
"siapa sebenarnya orang itu?" tanya salah satu anak buahnya.
"tidak tahu, yang pasti orang itu pasti sangat membenci Hikari" kata daisuke. 'kita lihat apa reasksimu kalau tuan putrimu diganggu..Takeru Takaishi'
Rumput hijau yang bergoyang tertiup angin, dan dua anak kecil yang sedang berlarian, ditemani oleh dua anak yang lebih tua dari mereka, yang satu berambut coklat dan yang satu lagi berambut pirang.
'siapa?'
"ahahahaa..heii hati-hati nanti kalian jatuh" kata anak yang berambut coklat.
'dia..'
"ahahaa..kakaaak..terima kasih yaah sudah membawa kami kemariii" teriak sang gadis kecil sambil melambaikan tangannya.
"heii heii ini untukmu" kata anak cowok yang kecil memberikan bunga yang sudah dibentuk seperti cincin kepada sang gadis kecil itu dan dipasang dijari manisnya.
'siapa itu, aku tidak bisa melihat wajahnya'
"waaahh..indahnyaaa" kata sang gadis kecil kagum.
"hehehee…itu buat kamu, karena kamu sudah memakai cincin dariku, itu artinya kamu harus menikah denganku" kata anak cowok kecil itu.
"hei hei hei..kalian masih kecil, belum bisa menikah" kata cowok yang lebih tua dari mereka yang berambut pirang.
"kalau begitu, bagaimana kalau kita sudah dewasa nanti kita menikah ditempat ini, ditaman yang luaaas" kata anak kecil cowok dengan riang.
"hihihihii..iyaa aku mau" jawab gadis kecil itu.
"kalau begitu kita berjanji yaaah" kata anak cowok kecil itu sambil menunjukan kelingkingnya.
"iya..aku janji" jawab sang gadis yang melingkarkan kelingkingnya di kelingking anak cowok, tiba-tiba pemandangan itu menjadi samar-samar.
'heii..tunggu..kalian siapa?'
Tiba-tiba keadaan berubah ditempat yang gelap dan hujan.
'dimana ini?'
"tidaaaak…toloong…jangaan..aku mohoon" teriak seorang gadis.
'siapa? Siapa itu yang meminta tolong?'
"jangan sakiti akuu..aku mohoon" rintih sang gadis.
'siapa? Kamu dimana?'
Sampailah pada sang gadis yang sedang diserang oleh 3 pemuda.
'si..siapa kalian?'
Ketiga pemuda itu menengok dan tertawa seperti setan.
"KYAAAAAAAAA!" teriak Hikari yang tidak bangun dari tidurnya, teriakannya sangat kencang sehingga membangunkan Kouichi dan Kouji yang langsung lari dari kamarnya dan menghampirinya.
"ada apa! Sachi kamu kenapa?" tanya Kouichi khawatir.
"tidaak..kakaaak..tolong akuuu.. singkirkan mereka darikuuu…" teriak Hikari yang sepertinya belum sadar.
"mimpi buruk?" kata Kouji terheran-heran melihat Hikari yang bergetar dan memberontak.
"tolong aku..kaaak..toloong" rintih Hikari yang masih teriak tapi menutup matanya.
Kouichi langsung memeluknya dengan erat agar Hikari tidak memberontak.
"kami disini Sachi…ada aku dan kak Kouji…tenaang" kata Kouichi yang mulai panik.
"tidaakk..tolong a..aku..ka…kak T..Tai…chi" kata Hikari yang lama-lama kembali tidur.
Mendengar Hikari menyebut nama Taichi, Kouichi dan Kouji saling tukar pandang. Ini tidak seperti yang diharapkan.
"mengigau?" tanya Kouji.
"sepertinya" kata Kouichi "tapi, mimpi apa dia, sampai-sampai dia menyebut nama kakaknya"
Kouichi yang mengembalikan Hikari ke posisi semula, menyelimutinya dan mengajak Kouji keluar.
"bagaimana ini kak" kata Kouichi.
"ini diluar bayanganku, sepertinya hati dan otak Hikari tidak bekerja sama dengan baik" kata Kouji.
"maksudmu?" tanya Kouichi yang heran.
"otaknya mungkin sudah lupa akan semua hal, tapi mungkin hatinya ingin mengingat semua" jelas Kouji.
"lalu kita akan bagaimana kak?" tanya kouichi.
"Kouichi, aku akan jujur padamu, memang aku menyayangi Sachi seperti adikku sendiri, tapi untuk hal menyembunyikan identitasnya, aku rasa itu bukan hal yang tepat" kata kouji
"apa maksudmu!" kata Kouichi marah.
"dia berhak untuk tahu masa lalunya, maksudku, kita jangan lihat apa yang menimpanya, cobalah kita lihat sekelilingnya, seperti kakaknya" jelas Kouji
"tapi bagaimana kalau dia sampai tahu apa yang terjadi padanya? Bayangkan kak, seorang gadis berumur 13 tahun telah diperkosa oleh lebih dari 1 orang, akan bagaimana reaksinya kalau dia mengingatnyaa!" jelas kouichi yang makin marah.
"kau mengkhawatirkan hal itu, atau takut akan kenyataan kalau Sachi..maksudku Hikari tidak akan memilihmu dibanding Takeru?" tanya Kouji dengan tenang.
Kouichi terdiam dengan pertanyaan Kouji dan dia tidak bisa menjawabnya.
"aku pernah bilang padamu, kau harus berbuat sesuatu agar Hikari benar-benar cinta padamu, itu mudah, karena Hikari sudah mulai suka padamu, sekarang bagaimana kamu menjaga perasaannya itu agar berkembang menjadi cinta" jelas Kouji.
"da..darimana kau tahu itu?" tanya Kouichi yang kaget kalau ternyata Hikari suka padanya.
"siapa lagi selain izumi" kata Kouji yang sedikit tertawa "sekarang kita istirahat dulu, besok kau temani saja Hikari dan izumi berbelanja" kata Kouji yang berjalan menuju kamarnya.
'Hikari suka padaku? Tidak mungkin..aku tidak percaya perasaanku terbalas' kata Kouichi dalam hati.
Keesokan paginya, Kouichi dan Kouji sudah bangun dan sarapan diruang makan, tiba-tiba Hikari datang dengan wajah ceria.
"selamat pagiii" sapa Hikari. Kouji dan Kouichi sempat bingung, bisa-bisanya dia ceria padahal tadi malam dia bikin mereka berdua panik
"pagii" jawab kedua cowok itu.
Lalu Hikari duduk disamping Kouichi dan diam sebentar melihat suasana mereka lalu mulai berbicara.
"ng…kak" kata Hikari yang memulai pembicaraan "tadi malam aku bermimpi"
Kouji dan Kouichi langsung kaget dan saling tukar pandang "mimpi apa?" tanya Kouji
"entahlah, aku kurang jelas, itu samar-samar, seperti… aku sedang berlarian di taman yang saaangat luas bersama seseorang..yang satu seumuranku dan yang 2 lagi seperti lebih tua dariku" jelas Hikari.
"lalu?" tanya Kouichi dengan rasa khawatir.
"aku lupa..sepertinya aku membuat janji pada anak itu, tapi aku lupa..janji apa itu…" kata Hikari yang berhenti berbicara dan melanjutkannya kembali "kak..apa mungkin itu ingatanku sebelumnya…?" tanya Hikari tiba-tiba.
"uhuuk uhuuk" Kouichi yang sedang minum air tersedak mendengar Hikari berbicara seperti itu.
"Sachi… kamu adalah Sachi..adik sepupu kami tersayang, bukan yang lain" kata Kouichi menggenggam tangan hikari yang langsung membuat wajah Hikari memerah.
Kouji tidak tahu harus bagaimana hanya bisa menghela nafas dan mengalihkan pembicaraan.
"Sachi, nanti jadi belanja bersama Izumi?" tanya Kouji
"iya…jadi kak" jawab Hikari.
"nanti sepulang sekolah aku jemput yah kita naik mobil belanjanya" kata Kouichi.
"heeee? Kakak mau mengantarku?" tanya Hikari kaget.
"tentu, mungkin saja kalian butuh seseorang untuk membawakan belanjaan kalian" kata Kouichi tersenyum.
"tahap pertama ternyata jadi babu yah" kata Kouji pelan tapi terdengar oleh Kouichi, Kouichi menendang tulang kering Kouji dari bawah meja makan dan itu lumayan sakit membuat Kouji merintih.
"aarrgghh" rintih Kouji
"hah..kakak kenapa?" tanya Hikari
"tidak apa-apa…mungkin dia terkena hukuman dari tuhan" kata Kouichi jengkel.
'sial kau' gerutu Kouji dari dalam hati.
Mereka pun berangkat kesekolah, sesampainya Hikari disekolah, dia mencari sosok Takeru tapi tidak ditemui dimana-mana, memang Hikari sudah membuat janji pada Kouichi untuk tidak berhubungan dengan Takeru tapi entah kenapa, tubuhnya dengan sendirinya mencari sosok Takeru. Dan akhirnya Hikari menemukannya diatap sekolah.
"aahh..ternyata kau disini" kata Hikari.
"sedang apa kau disini?" tanya Takeru.
"kenapa kau bolos dan malah tidur disini?" tanya Hikari.
"tidak baik bertanya pada seseorang yang bertanya padamu terlebih dahulu" kata Takeru dingin dan membalikkan badannya.
"aku mencarimu" jawab Hikari
Takeru membalikkan kembali tubuhnya kehadapan Hikari.
"ada apa?" tanya Takeru.
"tidak tahu… aku hanya ingin…" kata Hikari yang wajahnya memerah, dia ingin mengucapkan ingin melihat wajahnya "mengucapkan maaf soal kejadian tadi malam"
"ah..tidak usah dipikirkan" kata Takeru
Hikari tetap berdiri disamping Takeru yang sedang tidur dan memandangi wajah takeru.
'kenapa…rasanya aku rindu sekali dengan wajah ini' resah Hikari sambil berlutut dihadapan Takeru dan hampir memegang wajah Takeru dan tiba-tiba tangannya diraih oleh Takeru yang tiba-tiba bangun dan beranjak dari tidurnya, keadaan posisi mereka sekarang saling berhadapan.
"kau…" kata Takeru "mirip sekali dengan wanita yang sangat kucintai"
Hikari langsung memerah wajahnya, sehingga dia melepaskan genggaman Takeru dan berlari meninggalkan Takeru.
"sialan! Siapa dia sebenarnya" kata Takeru sambil menundukan kepalanya di lututnya "kalau memang kau adalah Hikari…tolong…ingatlah aku"
Sementara itu, Hikari yang telah berlari kebawah merasa sangat berdebar-debar saat Takeru mengucapkan dia mirip dengan wanita yang dicintainya itu. Debaran itu tidak berhenti… lebih kencang dibanding saat dia bersama Kouichi.
pernah merasakan tulang kering kalian ditendang atau kepentok? itu sangat sakit looh...hahahhaaa...
c u in next chap...
