New Family

By

Malfoy1409

Naruto Belong to Masashi K

Standar Warning

Happy reading

Dedicated to Kak Hana yang baru saja melahirkan bayi perempuan pada pukul 08.20 WIB 25/10/13

-o0o-

Sebelum membaca cerita ini, ada baiknya bagi yang belum tahu, untuk mencari tahu apa itu Apoteker dan Asisten Apoteker.

.

Uchiha Sasuke memutuskan untuk pulang lebih cepat dari biasanya. Kemarin, istri tercintanya melahirkan anak pertama mereka. Sasuke ingin menjenguk istri dan anaknya yang masih berada di rumah sakit. Kalau saja, pekerjaan tadi tidak begitu mendesak ia tak akan masuk kantor hari ini.

Sasuke terus saja dibayangi wajah istri dan anaknya. Sepertinya baru sebentar ia meninggalkan mereka, tapi Sasuke merasakan rasa rindu pada mereka.

"Moshi-moshi Sasuke-kun"

"Kau sudah makan?"

"Baru saja. Tadi Kaasan membawakanku masakan buatan Kaasan"

"Aku akan segera tiba"

"Eh? Sasuke-kun sudah pulang?"

"Hn"

"Jangan kabur dari kantor, Sasuke-kun"

"Itu kantor milik ayahku. Sampai jumpa, Hinata" belum sempat Hinata menjawab, Sasuke sudah menutup sambungan telepon. Disana, Hinata hanya bisa geleng-geleng kepala.

-o-

..

.

.

Saat tiba di kamar rawat istrinya, Sasuke melihat Hinata yang sedang menggendong anak mereka di dalam dekapannya yang setengah terduduk. Sepertinya Hinata baru saja selesai memberinya ASI.

Dapat dilihat juga jika Hinata tidaklah sendirian. Ada Kaasan Mikoto disana menemani Hinata.

Sasuke berjalan ke tempat dimana Hinata dan anaknya berada. Hinata tersenyum melihat kedatangan Sasuke. Sasuke mengecup dahi Hinata dan setelahnya ia berniat untuk menyentuh anaknya, tapi Hinata justru menghalanginya.

"Cuci tangan dulu, Sasuke-kun" Sasuke memasang wajah memelas, Hinata menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.

"Hinata benar. Ayo, Cuci tanganmu dulu!" Kaasan Mikoto ikut serta dalam usaha Hinata menjaga kebersihan Uchiha Sai yang merupakan cucu keduanya.

"Baiklah"

Setelah mencuci tangan, Sasuke kembali menuju tempat dimana seharusnya ia berada. Ia mengelus-ngelus pipi Sai yang memerah. Sampai saat ini rasanya ia belum cukup percaya jika ia telah menjadi seorang ayah.

Tak selang berapa lama, Mikoto pamit pulang untuk memasak makan malam untuk Fugaku. Nanti malam, ia akan datang lagi bersama Fukagu.

"Lusa aku sudah boleh pulang"

"Aku akan urus semuanya nanti malam" Hinata terkikik melihat Sasuke yang tak ingin jauh dulu dari Sai.

"Dari siapa?" Sasuke bertanya saat melihat satu bingkisan kado dan satu karangan bunga yang terletak tak jauh dari ranjang Hinata.

"Itu dari Sakura-chan, Ino-chan, Matsuri-chan dan Shion-chan" Sasuke hanya menganggukan kepalanya. Yang tadi disebutkan Hinata adalah para Asisten Apoteker di Apotek yang Hinata miliki. Hinata juga sekaligus Apoteker di Apotek tersebut.

"Nanti malam, Hanabi akan menginap disini, karena besok hari minggu jadi Tousan mengijinkan"

"Dia akan berangkat sendiri?" Sasuke bertanya seraya melihat arloji di tangannya. Ini sudah pukul setengah tujuh, apakah tidak terlalu malam untuk Hanabi pergi sendirian?

"Eh? Aku lupa bertanya hehe" Sasuke menyentil dahi Hinata pelan, membuat Hinata cemberut untuk beberapa saat.

"Tolong ambilkan Handphone-ku, Sasuke-kun" Hinata berkata dengan Puppy eyes yang mengiringinya.

Sementara Hinata menelpon Hanabi, Sasuke menggendong Sai dalam gendongannya. Awalnya ia memang terlihat ragu dan takut salah, tapi lama kelamaan ia mulai menikmatinya.

"Dia akan kemari bersama Tousan dan Kaasan setelah Apotek tutup" Sementara Hinata di rumah Sakit. Tousan Hiashi yang mengurus segala keperluan Apotek dengan terkadang di temani Hanabi.

Sasuke masih asyik menggendong Sai. Saat Hinata meminta Sai dikembalikan padanya, Sasuke menolak. Hinata cemberut karena Sasuke tidak mau memberikan Sai padanya.

Sasuke kalau sudah maunya memang seperti ini. Hinata jadi ingat saat dulu pertama kali bertemu Sasuke di depan gerbang sekolahnya, Sasuke memaksanya memberikan alamat e-mail-nya pada Sasuke.

Sasuke sudah naksir Hinata sejak lama. Rambut indigo yang mengalihkan dunianya. Saat pertama kali melihat Hinata, Sasuke langsung jatuh cinta tanpa alasan padanya.

-o-

.

..

.

Beberapa saat lalu, Fugaku dan Mikoto juga menjenguk Hinata lagi. Sekaligus menyampaikan salam Itachi dan Hana yang baru bisa pulang dari Swiss dua hari lagi. Tak lama mereka berada disana, mereka pamit pulang. Mikoto takut Fugaku mengantuk saat menyetir.

Pukul sepuluh malam, Hanabi, Kaasan Hikari dan Tousan Hiashi sampai di kamar rawat Hinata. Tapi sayang, Sai sudah tertidur di box bayi yang ada tak jauh dari ranjang Hinata.

"Yaaaah, aku tidak bisa bermain dengan Sai-chan" Hanabi mengeluh dengan wajah yang terlihat kecewa.

"Kau bisa bermain dengan Sai besok Hanabi" Kaasan Hikari mencoba menghibur putri bungsunya.

"Kau harus jadi ibu yang baik ya" Kaasan Hikari menghampiri Hinata yang masih terduduk di tempat tidurnya. Ia mengelus puncak kepala putri nya tersebut dengan penuh sayang.

"Kaasan" Hinata memeluk ibunya. Dari ekor matanya, Hinata dapat melihat Sasuke sedang berbincang di sofa kamar rawatnya. Mungkin Sasuke sedang diberikan sedikit nasehat.

"Neesan, besok aku boleh bermain dengan Sai-chan kan?" Hanabi masih terlihat berdiri disamping box bayi Sai.

"Boleh" Hinata tersenyum.

"Sasu.." Suara Hinata membuat Sasuke yang sedang duduk di sofa bersama Hiashi menolehkan kepalanya. Hinata memberikan isyarat agar Sasuke menghampirinya. Sasuke menghampiri Hinata yang saat ini masih ada dalam pelukan Kaasan Hikari.

"Ada apa, hm?" Sasuke berujar lembut. Bukannya menjawab, Hinata justru melepaskan pelukannya dari Kaasan Hikari dan memeluk Sasuke.

"Ngantuk.." Kaasan Hikari hanya tersenyum melihat perilaku putrinya.

"Kaasan dan Tousan baru saja tiba" Sasuke berujar. Namun, Hinata justru menenggelamkan kepalanya lebih dalam lagi ke dada bidang Sasuke.

"Tidak apa-apa. Kami akan pulang. Hanabi, jangan nakal ya" Hanabi hanya menganggukan kepala dan memberikan jempolnya pada Kaasan dan Tousannya.

"Hinata, Kaasan dan Tousan pulang dulu" Hinata memeluk ibunya sekali lagi dan Tousannya juga. Hinata dan Sasuke mengucapkan terima kasih karena menengok mereka lagi.

"Hati-hati Kaasan dan Tousan" Hinata berkata seraya tersenyum.

Sasuke mengantar Kaasan Hikari dan Tousan Hiashi sampai ke pintu.

"Terima kasih, Kaasan dan Tousan sudah mengunjungi kami lagi" Sasuke membungkukan badannya.

"Sudah jadi kewajiban kami. Jaga Hinata ya, dia memang kadang suka manja"

"Baik, Kaasan"

-o-

.

.

Setelah mengantar Kaasan Hikari dan Tousan Hiashi, Sasuke kembali kedalam. Dilihatnya Hinata sedang mengobrol bersama Hanabi. Sasuke berjalan ke box bayi untuk melihat keadaan Said an memastikan Sai baik-baik saja.

"Sasu.." Suara Hinata terdengar

"Ngantuk?" Sasuke memeluk Hinata yang masih dalam keadaan terduduk. Hinata menganggukan kepalanya dalam pelukan Sasuke.

"Tidurlah" Hinata merebahkan dirinya dengan Sasuke yang terduduk di pinggir ranjang dan mengelus rambutnya.

"Kalian membuatku iri" Hanabi merengut. Ia memutuskan untuk kembali ke box bayi Sai dan menelpon Konohamaru.

-o-

.

.

Hari ini, Hinata sudah boleh pulang. Sasuke dan yang lainnya sibuk menyiapkan segala yang Hinata dan Sai perlukan. Entah karena gugup atau apa, Sasuke sampai tidak bisa tidur dengan nyenyak karena memikirkan segala hal seperti apakah ada yang kurang dengan keperluan Sai? Apakah air di rumahnya akan cocok untuk Sai? Dan berbagai pertanyaan lainnya.

Keluarga berkumpu lengkap di kediaman Sasuke dan Hinata. Itachi dan Hana juga datang. Neji dan Tenten belum dapat hadir karena bayi kembar mereka yang baru saja lahir beberapa minggu lalu belum dapat di ajak berpergian jauh. Mungkin minggu depan mereka baru akan menjenguk Sasuke dan Hinata serta anggota keluarga baru mereka.

Sasuke dan Hinata sangat menikmati peran baru mereka sebagai orang tua. Meskipun terkadang ia akan menelpon Kaasan Mikoto atau Kaasan Hikari untuk menanyakan sesuatu.

Seperti pagi ini, Sai sedang berada di gendongan Sasuke yang hendak berangkat kerja. Sementara Hinata menyiapkan sarapan untuk Sasuke.

-o-

.

.

.

Saat ini, usia Sai sudah sembilan bulan. Hinata sedang menyiapkan buah yang sudah dihaluskan untuk Sai makan dan seperti biasa, Sasuke yang menjaga Sai selama Hinata sibuk di dapur.

"Buahnya sudah siap, Sai-chan" Hinata datang dari arah dapur dengan membawa hasil karyanya.

"Demi Tuhan, Hinata. Anak kita itu laki-laki" Hinata berusaha mengabaikan Sasuke. Memangnya kenapa? Sai kan memang imut.

"Ayo katakan 'Aaaaaaaa' " Hinata mulai menyuapi Sai dengan Sasuke yang sesekali ikut membantunya.

-o-

.

.

.

"Sasuke-kun, pulangnya jangan malam-malam ya" Sasuke mengecup pipi Sasuke. Efeknya langsung terasa, pipi Hinata memerah seketika. Sasuke membalasnya dengan mengacak pelan rambut Hinata.

"Ayo, dada sama Tousan" Hinata membimbing tangan Sai untuk memberikan isyarat 'dada' untuk Sasuke.

"Jangan terlalu lelah di Apotek. Jangan lupa makan. Aku pergi dulu" Hinata tersenyum saat Sasuke kembali masuk ke mobil setelah mengantar Hinata dan Sai ke Apotek.

-o-

.

.

Mungkin, awalnya memang terasa canggung untuk mendapatkan peran baru dalam suatu kehidupan yang belum pernah kau masuki sebelumnya.

Coba nikmatilah dan kau akan tahu dimana sisi indahnya

,

,

END

Hari ini, APoteker di Apotek saya melahirkan bayi perempuan yang saya yakini pasti unyu hehehe

Ini fic penutup saya untuk SHDL tahun ini

Terima kasih karena sudah mau mengikuti

See youuuu

Thanks for reading

:D

.

.

Malfoy1409