FAST UPDATEEE YUHUUU!
.
.
Seharian ini chanyeol terlihat lebih protective kepada baekhyun. Selama disekolah chanyeol terus mengikuti kemanapun baekhyun pergi. Hal tersebut membuat baekhyun menjadi sulit untuk berduaan dengan kris.
Seperti sekarang mereka bertiga sedang makan bersama dikantin.
"YA! Yoda! Kenapa kau mengikutiku terus?" bisik baekhyun kepada chanyeol yang sedang menyantap makanannya dengan lahap disebelah baekhyun. Kris hanya menatap tajam kepada chanyeol tentunya tanpa sepengetahuan baekhyun.
Setiap kali kris akan memulai percakapan dengan baekhyun dengan cepat chanyeol akan langsung memotongnya.
"Chan-
"Baek aku sudah selesai makan temani aku keperpustakaan sekarang" chanyeol langsung memotong kalimat baekhyun yang sedang protes terhadap prilakunya sedari tadi.
Namja itu berdiri dan menarik tangan baekhyun untuk mengikutinya menuju perpustakaan. Belum sempat pergi meninggalkan tempat itu kris sudah menarik tangan baekhyun yang terbebas dari genggaman chanyeol.
"Lepaskan" ucap kris dingin. Chanyeol hanya tersenyum sinis melihat kris yang sedang memasang wajah kesalnya.
Melihat senyum chanyeol kris langsung berdiri dan menarik baekhyun agar menjauh dari chanyeol. Dasar kekuatan chanyeol yang besar. Baekhyun bahkan tidak bergerak dari tempatnya sama sekali.
Kedua namja itu terus mengenggam tangan baekhyun tanpa menyadari bahwa yeoja mungil itu sedang menahan rasa perih ditangannya.
"Kubilang lepaskan tangannya sekarang juga"geram kris lagi. Baekhyun yang menyadari suasana yang sudah mulai memburuk berusaha untuk melepaskan tangannya dari genggaman tangan kokoh kedua namja itu.
Kris dan chanyeol yang melihat baekhyun sepertinya sedang menahan rasa sakit langsung melepaskan genggaman mereka secara bersamaan.
Mata chanyeol membulat saat melihat pergelangan tangan baekhyun yang memerah.
"Baek, maafkan aku. Aku tidak sengaja melakukan ini. Apo?" tanya chanyeol khawatir. Kris yang melihat wajah khawatir chanyeol langsung tersenyum licik.
'Mungkin rencanaku akan berhasil. Park chanyeol tunggulah' batin kris. Entah apa yang dia rencana yang terpenting. Wajah tampan yang selalu terlihat ramah itu mendadak menjadi menyeramkan.
"Baek ayo aku bawa kau ke UKS sekarang" ucap kris sambil merangkul baekhyun. Tidak ada perlawanan apapun dari baekhyun. Yeoja itu mengikuti kris menuju UKS dan meninggalkan chanyeol yang memasang wajah geramnya.
Chanyeol tidak dapat melakukan apapun untuk menghalangi kris untuk membawa baekhyun. Dia hanya tidak ingin menyakiti baekhyun untuk kedua kalinya.
.
.
Baekhyun terus menatap tangannya yang sedang berada digenggaman kris. Dia tidak mengerti tentang situasi yang sedang terjadi sekarang. Ada apa dengan kris dan chanyeol? Kenapa mereka berdua terlihat seperti sangat tidak bersahabat sekali?
Berbagai pertanyaan terus berputar-putar di kepala baekhyun.
"Kita sudah sampai ayo masuk" suara kris membuat baekhyun kembali kealam sadarnya. Kris melihat baekhyun yang sepertinya masih terkejut dengan apa yang baru terjadi langsung mendekati yeoja itu dan menyentuh wajah baekhyun dengan lembut berusaha menenangkan baekhyun.
"Maafkan aku. Aku tidak bisa menjagamu dari chanyeol" baekhyun mengadahkan kepalanya menatap kris yang sedang menyentuh wajahnya. Adegan ini seperti adegan yang dia lakukan dengan chanyeol tadi pagi. Entah kenapa mendadak baekhyun merindukan pria tinggi dan bertelinga besar itu.
Tidak bisa baekhyun pungkiri. Akhir-akhir ini dia sudah begitu terbiasa dengan kehadiran chanyeol disampingnya. Mendadak dengan tidak adanya chanyeol disisinya baekhyun merasa dirinya begitu kosong dan hampa. Bahkan, dengan adanya kris namja yang dicintainya dia tidak dapat mengganti rasa hampanya.
"Ayo masuk" kris mengajak baekhyun untuk memasuki UKS. Didalam tidak ada siapapun. Bahkan, guru yang mengawas UKS tidak ada ditempat. Ruangan ini hanya terdapat kris dan baekhyun. Jika bisa jujur baekhyun merasa begitu canggung berada diruangan hanya bersama kris saja. Walau status mereka sudah merupakan seorang kekasih sekarang.
Beda dengan saat dia bersama chanyeol. Dia tidak pernah merasakan rasa canggung ataupun takut.
"Tanganmu sudah merasa baikkan baek?" tanya kris sambil mengoleskan obat pereda sakit untuk tangan baekhyun yang memar.
Baekhyun hanya mengangguk. Setidaknya kris tidak melakukan hal yang tidak-tidak kepada baekhyun. Dan baekhyun dapat merasa tenang. "chaa~~ sudah selesai" kris tersenyum saat melihat polesan obat ditangan baekhyun yang sudah merata.
"Kau mau tetap disini atau pergi kekelas baek?" tanya kris saat didengarnya suara lonceng berbunyi. Baekhyun belum siap untuk bertemu dengan chanyeol sekarang. "Aku disini saja sunbae" kris mengusap lembut kepala baekhyun. "Kita sudah menjadi sepasang kekasih. Jangan memanggilku dengan panggilan itu. Panggillah namaku baek"
Baekhyun menatap kris dan mencoba untuk melakukan apa yang kris minta. "Ne, kris" gumam baekhyun pelan.
Kris tersenyum dan berjalan keluar dari ruangan meninggalkan baekhyun sendirian. Sepeninggalan kris baekhyu memilih untuk membaringkan tubuhnya diranjang yang tersedia.
Dia mencoba menenangkan pikirannya dari kejadian tadi di kantin dan semua sikap aneh chanyeol dalam satu hari ini.
Chanyeol terlihat aneh. Sikap marahnya tadi pagi, sikap lembutnya yang tiba-tiba saja datang dan sikap protectivenya tadi dikantin. Chanyeol terlihat berubah-ubah dalam waktu yang sama.
Kritt~~
Baekhyun mendengar suara pintu uks yang terbuka. Langkah kaki seseorang terdengar begitu lambat. Bahkan baekhyun dapat menghitung setiap langkah kaki orang tersebut.
Suara langkah kaki tersebut terdengar semakin mendekati tempat tidur baekhyun. Baekhyun tidak dapat melihat siapa orang tersebut karena pandangannya tertutup oleh tirai penghubung.
Sreett~~
Baekhyun membulatkan matanya. Dia dapat melihat siapa yang baru saja menyibakkan tirainya.
"Kau?" baekhyun mengenal siapa orang tersebut. Dia adalah yeoja yang baekhyun temui semalam diatas atap sekolah.
"Senang kita dapat bertemu lagi baekhyun-ssi" baekhyun tidak dapat mengatakan apapun karena yeoja didepannya ini memasang wajah yang sangat mengerikan menurut baekhyun.
"Tao-ssi?"
.
.
Setelah kris membawa baekhyun menuju UKS chanyeol lebih memilih memasuki kelas untuk melanjutkan pelajaran.
Sejujurnya chanyeol merasa khawatir membiarkan kris membawa baekhyun begitu saja. Dia takut namja yang lebih tinggi darinya itu akan membahayakan baekhyun.
Namun, chanyeol percaya kris tidak akan melakukan hal itu begitu cepat.
Bisa saja sedari tadi chanyeol mengikuti mereka berdua. Tapi, chanyeol tidak ingin rencananya menjaga baekhyun secara diam-diam akan ketahuan.
Didalam kelas chanyeol berusaha sebaik mungkin untuk mendengar apa yang sedang dijelaskan. Walau sudah tentu tanpa mendengar apapun yang diajarkan chanyeol sudah memahami apa yang sedang dibahas dan dia dapat mengerjakan dengan mudah semua soal matematika dipapan tulis dengan lancar.
Mengingat baekhyun yang tidak berada dikelas. Chanyeol mengambil buku catatan baekhyun dan mencatat semua hal yang penting menurutnya dibuku baekhyun.
Saat sedang mencatat tanpa sengaja chanyeol melihat tao yang sedang berjalan tergesa-gesa dari jendela kelas. Dari wajah yeoja itu terlihat seperti dia sedang menahan amarah.
Tiba-tiba chanyeol merasakan perasaan yang tidak enak. Dia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi kepada baekhyun. Dengan segera chanyeol langsung meminta izin kepada kyuhyun dengan alasan mengerjakan tugas osis.
Chen yang berada dikelas hanya memandang chanyeol aneh. Dia adalah salah satu anggota osis. Merasa ada yang tidak beres dan mengingat wajah chanyeol yang seperti sedang dilanda ketakutan dan kekhawatiran chen juga meminta izin kepada kyuhyun.
Pria berwajah kotak itu ikut berlari saat melihat chanyeol yang sudah jauh dari pandangannya.
"Chanyeol!" teriak chen. Namun namja tinggi itu sama sekali tidak dapat mendengar panggilan chen. Dipikirannya hanya ada baekhyun dan keadaan baekhyun.
"Kenapa dia melalui jalan ini? ini bukan jalan menuju kantor OSIS ini kan jalan menuju UKS" walau bingung chen tetap mengikuti chanyeol.
Walau tidak sering berinteraksi dengan chanyeol chen menyadari ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu. Akhir-akhir ini chanyeol terlihat tidak baik-baik saja. Mungkin ada sesuatu yang menganggu chanyeol. Dia harus mengetahui apa yang terjadi kepada namja tinggi itu.
Chanyeol terlihat berhenti dan berdiri didepan pintu uks. Dia terlihat ragu antara masuk atau tidak. Chen berjalan mendekati chanyeol dan menyentuh bahu chanyeol pelan.
"Chen?! Kenapa kau ada disini?" tanya chanyeol bingung.
"Aku mengikutimu karena tadi kau bilang ada rapat osis. Tapi kenapa kau ada disini?" chanyeol menutup matanya rapat. Dia tidak tau harus menjawab apa kepada chen. Dia tidak mungkin menceritakan semuanya kepada chen. Mengingat chen merupakan sahabat terdekat kris.
"Aku hanya ingin melihat baekhyun saja" chen menganggukkan kepalanya pelan dan membuka pintu uks. Chanyeol nampak terkejut. Dia masih belum siap untuk bertemu baekhyun walau dia begitu khawatir apa mungkin tao menyakiti baekhyun atau tidak.
Setelah pintu uks terbuka chen memilih untuk masuk terlebih dahulu dan melihat isi ruangan.
"Dia tidak ada disini chanyeol-ah" chanyeol membulatkan matanya. Ingin memastikan chanyeol memasuki ruangan dan melihat keseluruh permukaan dan ruangan diruangan ini. nihil, dia tidak melihat keberadaan baekhyun.
"Eo? Haksaeng apa yang kalian lakukan disini?" seorang guru cantik yang merupakan guru yang bertugas di UKS memasuki ruangan dan menatap bingung chen dan chanyeol berada diruangannya.
"Yixing sonsaeng apa tadi ada yeohaksaeng disini?" tanya chanyeol. Yixing hanya menggelengkan kepalanya.
"Sonsaeng baru kembali dari kantor guru" chanyeol terlihat semakin gelagapan. Dia merasa khawatir apa yang akan terjadi dengan baekhyun.
"Chan gwaenchana?" chen benar-benar khawatir melihat chanyeol. Wajah temannya itu kini terlihat begitu pucat.
Tanpa menjawab pertanyaan chen. Chanyeol langsung keluar ruangan bermaksud mencari kris dan tao.
"Aishh," keluh chen yang sepertinya harus kembali berlari mengikuti langkah panjang chanyeol.
Sepanjang perjalanan chanyeol terus memasang wajah sangarnya. Setiap orang yang dilaluinya hanya dapat menatap ngeri wajah chanyeol. Sedangkan chen terlihat masih berlari. Dia tidak bisa meninggalkan chanyeol sendiri dalam situasi seperti ini. Dia harus mengikuti chanyeol kemanapun pria tinggi itu pergi.
.Brakkk!
Dengan menghilangkan rasa hormat kepada guru yang mengajar chanyeol langsung membuka pintu kelas kris yang merupakan ruangan kakak kelasnya dengan kasar. Chanyeol langsung berjalan menuju tempat kris tanpa mendengar teguran guru yang sedang mengajar.
BUGH!
Diberikannya satu bogem kewajah kris. Membuat kris langsung terjatuh dari kursinya.
"Apa yang kau lakukan hah?!" teriak kris tidak mengerti.
"Kau tidak usah berpura-pura! Dimana baekhyun?!" tanya chanyeol to the point. Kris hanya menatap chanyeol bingung dan kemudian mengganti tatapannya kepada tao saat dia mengerti apa yang chanyeol katakan.
"Aku hanya membawanya ke UKS dan setelah itu aku kembali kekelas aku tidak tahu apapun" jelas kris dingin.
Chanyeol terlihat semakin berang saat melihat sikap dingin kris yang seperti tidak peduli. Chanyeol langsung mencengkram kerah baju kris dengan kasar.
"Ingat kris! Urusanmu hanya denganku jangan pernah membawa baekhyun dalam urusan kita" bisik chanyeol dan kemudian melepaskan cengkramannya dengan kasar. Setelah selesai berurusan dengan kris chanyeol berjalan menuju tao yang sedang memasang wajah yang tidak jauh berbeda dengan kris.
"Dimana baekhyun?" tanya chanyeol sambil mengertakkan giginya menahan amarah.
"Dia sedang berada ditempat yang sungguh indah dan nyaman. Mungkin dia akan menyukai tempat barunya" mendengar apa yang tao katakan wajah chanyeol semakin memerah. Amarahnya benar-benar sudah memuncak sampai keubun-ubun. Jika dia tidak mengingat bahwa tao adalah seorang wanita mungkin dia sudah memberikan sebuah tumbukan diwajah angkuh itu.
"Katakan dimana?" tanya chanyeol.
"Aku tidak akan memberi tahumu. Cari tahu sendiri"
"Jawab aku jika aku sedang berusaha bersikap baik padamu"
Brak!
"SUDAH KUKATAKAN AKU TIDAK AKAN MEMBERITAHUMU!"
PLAK!
Kesabaran chanyeol sudah hilang. Langsung diberikannya satu tamparan diwajah tao. Seluruh murid dikelas nampak terkejut melihat sikap chanyeol. Begitupula kris. Dia ingin sekali melindungi tao. Namun, dia tidak ingin semua orang tau tentang hubungan rahasianya dengan tao terbongkar.
"KATAKAN PADAKU SEKARANG JUGA!" tao tetap membungkam mulutnya.
"Baiklah jika kau ingin tau. Tapi dengan satu hal. Kau harus berlutut kepada kris sama seperti dulu saat kau membuatnya terlihat seperti seorang budak dan menjilati sepatunya persis seperti yang kau perintahkan kepadanya"pinta tao angkuh.
Chanyeol membulatkan matanya. Dia ingat dia pernah memerintahkan kris melakukan hal keji tersebut. Mungkin hal inilah yang membuat kris begitu membencinya.
Semua siswa tidak ada yang berani menganggu percakapan sengit ketiganya begitupula dengan chen mereka semua hanya menatap dengan rasa taut namun penasaran.
Chanyeol menutup matanya berusaha berpikir. Dia harus melakukan ini walau harga dirilah taruhannya. Dia tidak ingin membahayakan baekhyun lebih jauh. Dia harus menyelamatkan baekhyun yang sedang dalam bahaya.
Chanyeol berjalan menuju kris yang sedang berdiri dengan menyilangkan kedua tangannya dan menatap chanyeol dengan tatapan penuh kemenangan.
"Kau harus merasakan apa yang kurasakan dulu" chanyeol berusaha menepis semua penghinaan ini dan terus mencoba untuk melakukan perintah mereka berdua.
Dengan cepat chanyeol berlutut didepan kris dan menundukkan tubuhnya. Chen benar-benar tidak sanggup melihat pemandangan tersebut. Dia sudah pernah melihat salah satu sahabatnya melakukan hal ini. dan sekarang dia harus melihatnya kembali untuk kedua kalinya.
Chanyeol mendekatkan wajahnya dan menjulurkan lidahnya untuk melakukan apa yang tao katakan. Chanyeol menutup matanya untuk tetap menahan amarah yang benar-benar sudah memuncak.
TBC
