Disclaimer : I'm not own them

Warning : misstypo

.

SeoKyu

(Story seven)

-Subway Destiny-


Tak seperti biasanya, Cho Kyuhyun agak sedikit merasa berbeda saat ia berada dalam kereta saat ini. Entah karena apa, tapi ia merasa sangat senang. Kyuhyun tersenyum, kemudian kembali menyamankan dirinya di kursi yang ia duduki. Ia melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.

'Sebentar lagi sampai,' pikirnya. Dan beberapa menit setelahnya, kereta yang ia naiki sampai di Seoul. Kyuhyun merapatkan mantel coklat tuanya dan berjalan keluar kereta. Dengan agak susah payah akhirnya ia bisa keluar dari padatnya peron saat itu.

Dan tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang basah di mantelnya. Dan ia melihat gadis brunette panjang dengan ekspresi terkejutnya menatap dirinya.

"Astaga, maaf!" Gadis itu terburu-buru mengambil saputangan dan membersihkan noda kopi yang ia tumpahkan di mantel Kyuhyun.

Gadis itu tak bisa sepenuhnya disalahkan. Salahkan keramaian stasuin kereta bawah tanah hari ini. Padahal hari minggu pagi seperti ini harusnya sedikit sepi, tidak seperti sekarang, ramai dan penuh sesak, seperti hari kerja.

"Maaf!"

Entah sudah yang keberapa kali gadis itu mengulang kata yang sama.

"Tidak masalah, ini bisa dicuci."

Kyuhyun mencoba kembali menenangkan gadis di depannya. Toh, sebenarnya ia tak terlalu peduli dengan noda yang kasat mata itu, warna kopinya hampir sama dengan warna mantelnya —coklat tua.

"Tapi—"

"—tenanglah. Ini bukan hal besar."

Kyuhyun tersenyum, mencoba membuat gadis itu tidak merasa bersalah untuk hal kecil seperti ini.

Akhirnya gadis itu tersenyum, ia kembali mengucapkan kata maaf dan membungkuk sebelum ia menghilang di tengah keramaian.

Sedikit merutuk diri sendiri —karena tidak menanyakan nama gadis itu. Jujur saja, ia sedikit tertarik padanya.

Cho kyuhyun kembali berjalan keluar dari stasiun, ia bahkan sudah lupa dengan noda kopi yang dibuat oleh gadis itu sebelumnya, karena terlalu sibuk merutuk kebodohannya sendiri.

.

.

Dua pasang iris kecoklatan itu saling bertatapan intens. Jarak yang terbilang jauh dan pencahayaan yang minim tidak mengganggu keduanya sedikitpun.

Salah satu tersenyum, membuat yang seorang lagi tersenyum, —tanda ia mengerti arti senyuman itu.

'Lagu yang kunyanyikan untukmu.'

Gadis berambut brunette panjang itu menyenderkan tubuhnya ke sofa empuk berwarna merah maroon yang ia duduki —sama seperti ratusan orang lainnya di hall concert malam ini.

Ia memejamkan matanya yang dihiasi shades. Menikmati suara yang sangat ia sukai.

"Nothing better, nothing better than you~"

Lelaki dengan sweater merah itu tersenyum. Tatapannya lurus, tertuju pada seorang gadis bermantel coklat muda yang berada beberapa meter dari tempatnya berdiri saat ini. Gadis manis yang lebih muda 3 tahun darinya itu ikut tersenyum. Pencahayaan yang masih minim di tengah lagu. Tapi ia yakin ia melihat gadisnya mengatakan sesuatu.

"Jarhasseo."

Kalau saja bisa, ia ingin berterima kasih pada kopi yang ditumpahkan gadis itu —kalau ia bisa.

Atau mungkin, ia juga ingin berterima kasih dengan padatnya stasiun kereta saat itu, juga pada orang yang tak sengaja menubruk gadisnya, dan membuat kopi yang dibawa gadisnya itu tumpah mengenai mantel miliknya.

Andai saja ia terlambat satu detik saat itu, dapat dipastikan kalau ia tidak akan bertemu dengan Seo Joohyun.

Kyuhyun percaya, kalau gadis itu adalah gadis yang ditakdirkan untuknya. Gadis yang pertama kali ia temui di stasiun kereta bawah tanah. Tempat yang sejak dulu, ia percaya sebagai tempat dimana ia akan menemukan seseorang yang ditakdirkan untuknya.

Dan itu terjadi.

When you believe in something, someday it will become true.

"Kamsahamnida," ucap Kyuhyun seraya membungkuk pada penonton di hall concert malam itu, kemudian ia kembali tersenyum.

'Seo Joohyun.'


A/N : Uhm annyeong~~ masih ada yang menunggu /halah/ fic ini? :3

Uhm, aku minta maaf udah telat /banget/ update fic ini, dan sekalinya update, mungkin ini last update, karena aku berencana gak lanjutin fic ini ;; dan alesannya, aku lagi gak ada feel seokyu sama sekali, dan aku gak mau lanjut lagi karena takut di ficnya gak bakal dapet feeling seokyunya. /?/

Buat yang suka fic ini, yang suka baca, dan sampai ngasih komen, aku bener-bener berterima kasih ㅠㅅㅠ /throws hearts to all of you/

dan yang buat nanyain wp ku... hehe aku sendiri lupa namanya apa ._. /slapped/

But still mind to give comment for this one? :3

Thank You! 3