Akatsuki vs IIS
Genre: Humor, Parody
Rating: T
Disclaimare: Sumpah! Bukan saya yang bikin Naruto ama Persona 4!
Warning: Lebay, GaJe, OOC, Ancur, bahasa ngaco dll
Summary: Silahkan baca di Chap atu
A/N: Maaf~ Apdetnya kelamaan! Soalnya Author sibuk dengan tugas sekolah (bukannya nyari doujin). Dan juga, karena udah puasa. Tolong maafin Author tidak berguna ini jika ada salah ya~ *masang muka melas* Anyway RnR please
XxXxXx
Chap 7: Origami Master
Vs
The Detective Prince
XxXxXx
Dua orang gadis berambut biru pendek saling berhadapan. Mereka berdua memegang sesuatu di tangan mereka, sesuatu yang terbuat dari kertas. Mereka berdua pun saling memperlihatkan kertas yang mereka pegang.
"Lihat nih! Pein lebih keren daripada leader elo itu!" Teriak salah satunya yang menggunakan hiasan dari bunga kertas, Konan.
"Lu buta ya? Jelas aja Senpai lebih keren dan lebih cakep dari pada tumpukkan besi bekas (baca: Pein) itu!" Bentak si gadis yang bertopi, Naoto.
"Elu yang buta! Mangkok berjalan (baca: Souji) aja lu bilang keren!" Sahut Konan yang kesel Leader tertampannya *Author langsung muntah-muntah* di bilang besi bekas
"UAAPAAA?" Teriak si Naoto dengan kelebayan stadium empat
Ternyata, oh, ternyata. Kertas yang dari tadi mereka pegang adalah fotonya si tumpukkan besi tua dan mangkok berjalan *Author langsung dihajar Pein dan Souji*
"Memang iya kan? Leader lu tuh kayak mangkok berjalan!" Kata si Konan dengan maksud menghina Souji.
"Dari pada leader elo! Udah besi berjalan, kere, wajahnya mesum lagi tuh!" Naoto yang sakit jantung karena senpainya tercintrong dibilang mangkok berjalan. Langsung saja balas menghina Pein.
"APPPAAA?" Teriak Konan lebay 'Kok dia bisa tau kalo si Pein itu kere ya?' Pikir si Konan dalam hati.
"Apa maksud loe bilang kalo yayank Pein itu kere?" Tanya si Konan menyelidik, walaupun kenyataannya si Pein emang kere sih.
"Jelas aja gue tau!" Jawab si Naoto dengan (sangat) bangga. "Nih lihat!" Kata si Naoto sambil menunjukkan selembaran kertas ke Konan (bukan foto si mangk- Souji).
"A, apa" Konan langsung saja shock ngeliat kertas yang dipegang oleh Naoto.
"Itu adalah bukti bahwa Leader yang kamu banggakan itu kere" Jawab si Naoto sambil tersenyum simpul.
"Gak, gak mungkin! Elu dapet ini dari mana!" Tanya si Konan (masih) dalam ekspresi shock.
"Ku fu fu fu (Mukuro numpang lewat? *Author dihajar*) Minta dari bendahara kalian(?)" Jawab Naoto JSP (Jelas, Singkat & Padat).
"A, apa? Gak mungkin! Gak mungkin si bendaharam itu bakalan memberika ini kepada elu!" Tampaknya Konan tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Naoto.
"Jelas aja dia mau ngasih! Orang gue ngebayar 1juta kok!" Jawab Naoto dengan wajah seakan mengatakan 'Elu lupa ya, kalo bendahara lu itu mata duitan?'
"Ternyata elu pake cara licik kayak begitu!" Sahut si Konan dengan wajah mengatakan 'Mana mungkin gue lupa! Orang gara-gara dia listrik nunggak 6 bulan!'
"Apapun boleh kita lakukan untuk menang!" Jawab Naoto dengan wajah 'Kalo tau dia itu mata duitan, pelit & kikir kenapa dijadiin bendahara?'
"Sialan lu! Licik juga ada batasnya!" Bentak si Konan dengan wajah 'Sebenarnya dia itu cleaning service. Cuman gara-gara bendahara saat itu menghilang, dia kami angkat jadi bendahara'
"Dimana-mana kalo orang licik itu kagak ada batasannya" Jawab Naoto dengan senyum licik.
Sebenarnya kertas apa sih yang dikasih oleh Naoto? Ooh, ternyata itu cuman bon utangnya si Pein aja toh. Gitu aja kok shock si Nan?
"Tapi jangan bawa-bawa utang orang dong!" Sahut Konan dengan kesal.
"Kalo gitu, kenapa utangnya gak lu bayar?" Tanya si Nao dengan muka agak prihatin.
"Sebenarnya, utang-utang itu mau gue bayar. Tapi gara-gara si bendahara sialan dan leader mesum itu, duit gue diambil semua!" Jawab Konan dengan sangat kesal, ngamuk, murka dan marah.
"Heeh? Duit lu diambil semua? Kenapa lu gak lapor ke KPK(?) aja?" Tanya Naoto yang sekarang udah benar-benar prihatin.
"Habisnya, si leader sialan itu bilang mau ngehamilin(?) gue kalau gue lapor" Jawab Konan. Kaliini dia masang muka melas.
"UAAAPAAA! Itu namanya pelecehan! Mana si leader mesum itu? Biar gue bawa dia ke penjara" Teriak Naoto esmosi tingkat tinggi.
"Ta, tapi, walaupun dia itu mesum, sinting, stress, tampang preman dan gak modal. Gue masih cinta sama akang Pein" Jawab si Konan masih dengan tampang melasnya.
Mendengar apa yang dikatakan Konan, Naoto pun merasa iba karena pangeran *Author langsung merinding* yang disukain si Konan punya kelakuan bejat *Author langsung di Rinegan Pein*
"Kalau begitu, kita temui leader elu. Dan kita minta penjelasan dari dia. Gimana? Setuju gak?" Tanya Naoto yang prihatin.
"Iya, gue setuju. Ayo kita cari leader-leader kita" Jawab Konan.
"Yosh! Ayo kita pergi!" Teriak Naoto semangat kemerdekaan.
Mereka berdua pun pergi mencari si tumpukkan besi bekas dan mangkok berjalan *Author langsung saja di hajar habis-habisan sama si Pein dan Souji*
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
?
