Chapter 7 datang! Ternyata ada perubahan rencana. Chapter ini ga jadi flashback tentang Naruto selama di Oto. Kenapa ga jadi? Karena flashbacknya mau saya taruh di chapter belakang-belakang (mungkin).. Yah, maklum, namanya juga buat fict yang kaga diplanning terlebih dahulu... DX
Pikiran/POV suatu char
"Omongan"
'Kyuubi'
Warning on This Chapter
Yaoi ??xNaru Lemon BDSM (Bondage Dominance Sadistic Masochist)
Naruto © Kishimoto Masashi
The Last Hope © Yonchan the Yaoi Hunter
Chapter 7
Tak adakah rasa belas kasih di dalam dirimu, wahai Sang Pemburu?
XxXxXxX
7 hari sejak kejadian itu. Uchiha Sasuke terdiam di salah satu kamar rumah sakit. Matanya menatap satu titik di balik jendela, namun pikirannya melayang entah ke mana. Otaknya terus-menerus memutar memori di mana dia bertarung dengan Yakushi Kabuto... Dan memperoleh informasi bahwa Uzumaki Naruto masih hidup, dan saat ini berada di Oto.
Dalam hatinya, dia sendiri masih sangsi, apakah memang benar Naruto masih hidup? Kalau begitu siapakah orang yang terbujut kaku di bawah gundukan tanah--yang diatasnya terdapat nisan bertuliskan nama Uzumaki Naruto? Kenapa Naruto tidak meminta pertolongan? Kenapa dia tidak melawan?
Kabuto--dia menginginkan chakra Kyuubi untuk menghidupkan kembali Orochimaru. Sebenarnya jika Orochimaru hidup kembali, bukan menjadi masalah baginya karena saat ini dia sudah lebih kuat daripada saat dia membunuh Orochimaru dulu. Yang jadi masalah adalah Kyuubi--yang tersegel dalam tubuh Naruto. Jika bijuu dikeluarkan dari tubuh jinchuuriki, maka jinchuuriki tersebut akan mati.
Dan Sasuke tidak ingin hal itu terjadi pada Naruto.
xoxoxox
"Bangunlah, wahai jinchuuriki cantik. Sudah waktunya."
Diam. Sunyi. Tak ada reaksi dari tubuh yang meringkuk di pojok sana.
"Ayolah, apakah aku harus memasang rantai ini di lehermu, lalu menarikmu dengan paksa agar kau keluar?"
Masih bergeming.
"Aku tak akan menyakitimu. Sekarang bangunlah."
"..."
"Apa? Aku tidak dapat mendengarmu."
"... Pergi."
Suara itu terdengar parau. Menyedihkan.
"Pergi?"
"Tinggalkan aku... Aku lelah..."
"Sayangnya tidak bisa."
Yang bersangkutan masuk ke dalam sel, mendekati sosok di pojok ruangan.
"Pergi..."
"Ini pekerjaanku--dan tugasku. Aku tak bisa pergi begitu saja, jika aku memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaanku. Sekarang bangunlah."
"... Bunuh saja aku..."
"Tidak akan. Aku tak akan membunuhmu... Karena tugasku belum selesai."
Tubuh yang meringkuk itu menolak untuk dipindahkan dari tempatnya sekarang. Pria yang mencoba menariknya keluar pun berhenti menariknya. Kemudian dia tersenyum kecil.
"Kau itu... Memang anak pemberang. Kau pantas mendapat hukuman." Jeda. Senyum berubah menjadi seringai licik. "Karena kau tak mau keluar... Bagaimana kalau hukumanmu aku melakukannya di sini saja? Tempat ini juga sepi... Dan tertutup."
Sang Tahanan tercekat. Dia ingin lari, namun tidak bisa. Tangan sang penghukum memeganginya.
"Hentikan!"
"Tenang saja, aku tak akan berlaku kasar padamu, jika kau tidak melawan..."
xoxoxox
"Kau sudah diperbolehkan pulang, Sasuke-kun. Tinggal menunggu hujan ini reda saja."
Sakura memasukan barang-barang milik Sasuke ke dalam tas. Sasuke masih diam di atas tempat tidur rumah sakit, masih memandang hujan yang turun dengan deras di luar.
"Sakura."
"Ya?"
"...Sekarang musim hujan ya?"
"Entahlah, Sasuke-kun. Akhir-akhir ini hujan turun tidak menentu."
"..."
"Jangan bilang kalau kau berniat pergi lagi."
"...Bukan urusanmu."
xoxoxox
"Ah!"
"Jangan berontak. Kau hanya melukai dirimu sendiri."
Tangan dikekang dengan borgol. Mata ditutup dengan kain. Gigitan yang cukup kuat menyebabkan darah segar mengalir dari leher. Lidah dan jari menari-nari di atas kulit yang memiliki bekas luka. Si pemilik kulit tersebut hanya bisa merintih dan memohon agar bebas dari tarian Sang Pemilik Jari. Namun dia tetap melanjutkan aktivitasnya, tidak mempedulikan permohonan korbannya.
Erangan. Desahan. Rintihan. Makian. Tendangan.
Sang Korban tetap tidak bisa lepas dari Sang Pemburu.
Yang kuat akan mendominasi.
Itulah hukum alam.
"Kakimu tidak bisa diam ya..." Orang itu memegangi kaki Naruto. "Apa perlu aku lakukan sesuatu untuk menghentikan kakimu yang bergerak terlalu berlebihan ini?"
Dentingan besi terdengar dari belakangnya. Perlahan tapi pasti, Sang Pemburu mengeluarkan senjatanya dan mendekatkannya pada kaki Sang Korban-
"ARGH!!"
-yang diakhiri dengan jeritan saat besi milik Sang Pemburu menembus jaringan kulitnya. Tidak dalam, namun cukup untuk mengeluarkan darah.
Perlahan, besi yang menembus kulit itu berjalan dari batas lutut hingga selangkangan. Darah segar pun mengalir lancar tanpa hambatan. Erangan kesakitan tak digubrisnya.
Tangan kirinya menahan lutut Naruto, sedangkan tangan kanan mengusap luka itu, mengumpulkan cairan merah di ujung-ujung jari. Jari yang dilumuri darah itu mulai melumuri organ vital miliknya sendiri, kemudian mencari-cari lorong sempit milik buruannya. Dia mengusap lubang itu, kemudian 'pedang'nya menyeruak masuk, membuat Naruto meringis kesakitan.
Keluar. Masuk. Keluar. Masuk. Tak berhenti, justru semakin cepat dan kuat. Rintihan dan desahan adalah faktor penyebabnya.
"H-hentikan..."
Merah dan putih mulai bertemu di lorong yang sempit, membuat Sang Pemilik lorong berteriak tertahan.
"S-stop..! Berhenti--Ahh!!"
"Aku tak akan berhenti... Sampai aku puas."
Sang pemburu sudah mencapai puncaknya. Cairan putih dan merah yang tercampur menetes dari lubang yang seharusnya tidak dimasuki itu. Butir air menetes dari ujung mata kiri sang pemilik lubang, membasahi kain yang menutupnya. Sedangkan Sang Pemburu menyeringai senang, lalu memakai kembali pakaiannya dan melepas kain yang menutupi mata.
"Besok." bisiknya pada Naruto. "Aku akan melepas borgol itu besok untuk melihat seberapa banyak chakra Kyuubi yang dapat diambil darimu."
xoxoxox
"Maaf Sasuke-kun, aku hanya bisa mengantarmu sampai sini. Aku masih banyak pekerjaan di sini."
Hujan sudah reda. Sasuke--yang tidak ingin berlama-lama di atas ranjang rumah sakit--bergegas keluar dari gedung itu--ditemani Sakura. Namun Sakura hanya mengantarnya sampai gerbang.
"Hati-hati, Sasuke-kun..."
"..."
"Dan jangan berpikir untuk melakukan hal yang aneh-aneh. Tubuhmu masih belum pulih benar."
"... Hn."
Uchiha Sasuke, 16 tahun, lahir di Konoha, 23 Juli. Seorang shinobi yang pernah menjadi missing-nin demi ambisinya untuk membalas dendam--membunuh kakaknya, Uchiha Itachi, yang telah membantai habis seluruh klannya. Namun ambisi itu hanyalah menyiksa dirinya sendiri dengan kesedihan dan penyesalan mendalam.
Saat ini Sasuke hanya bisa termenung selama perjalannya ke rumah. Pikirannya sudah melayang ke mana-mana. Yang pasti dia sedang memikirkan sesosok sahabat terdekatnya yang divonis meninggal oleh Sang Hokage-
-Uzumaki Naruto.
xoxoxox
'Naruto.'
'Kyuu--'
'Jangan banyak bergerak. Aku sedang menyembuhkan lukamu.'
'Tapi borgol ini menyerap chakramu, kau harus bekerja dua kali lipat untuk menyembuhkan tubuhku.'
'Lebih baik kerja dua kali lipat atau mati kehabisan darah?'
'...'
'Hei.'
'Apa?'
'Kenapa kau tidak memberikan kekuatanmu pada mereka? Padahal dengan begitu, mereka akan membebaskan kita, kan?'
'Kau memang bodoh. Apa kau pikir setelah ambisi mereka tercapai, kita akan dibebaskan begitu saja? Tidak, mereka akan menghapus kita dari dunia ini--tanpa jejak sedikitpun. Bila kita dibiarkan hidup dan menceritakan pada shinobi-shinobi di luar sana, mereka akan melakukan penelitian mengenai diriku dan menemukan kelemahan para tikus Oto ini. Dan hal itu akan menghambat ambisi bodoh mereka.'
'...'
'...'
'Lagipula aku belum mau mati.'
'...Begitu juga aku.'
'Sudahlah, lebih baik kau tidur agar aku lebih leluasa menyembuhkan tubuhmu. Dan bedoalah agar yang dikatakan Kabuto benar--bahwa Uchiha itu akan datang untuk menyelamatkan kita.'
'Ya... Semoga...'
XxXxXxX
LEMONNYA GAJE!! Erotis banget ga sih? Dan apakah itu termasuk kategori BDSM? Kalau nggak, warningnya bakal gw ganti jadi hardcore yaoi Lemon. DX
Review, plz?
