;w; kalian tau~ Review kalian di Chapter 6 banyak sekali yang membuat saya 'Jleb' Walau terkesan benar semua... Setiap chapter itu sedikit... Tapi kan TwT Yaah~ *pasrah* ya sudahlah~ itu yang dikatakan Bondan Prakoso. XD Saya usahankan untuk buat yang ini panjang... :) Jangan kecewa lagi ya, Readers~. Dan ada yang bilang kalau ceritanya rada gak nyambung dan Alur secepat kilat XDDD jujur saya ngakak... Mwahahaha... XDD

Warning: Maybe OOC, Typo, Mis Typo, Alur kecepetan Dll

Disclaimer: Masashi Kishimoto

DON'T LIKE DON'T READ

I DON'T NEED A FLAMER.


Chapter 7: Hurt and Happines

Sasuke memejamkan matanya, Ino memperhatikan pria raven itu dengan tatapan aneh,"Err..." Dan tiba-tiba saja seseorang muncul di belakang Ino. Seorang pria tak lain dan tak bukan adalah Shikamaru, suaminya Ino. Pria berambut nanas itu pun memperhatikan istrinya yang tengah menatap seorang pria raven yang dulunya juga pernah menjadi sahabatnya.

"Hei... kau Sasuke kan?" Ujar Shikamaru. Pria raven yang tengah memejamkan matanya tadi pun kini membuka matanya kembali dan menemui pria berambut nanas didepannya.

"Shikamaru..." Sasuke pun menjabat tangan pria nanas itu.

"Kemana saja kau?" Tanya Shikamaru. Sasuke hanya tersenyum tipis,"Aku dari london. Sekitar tadi pagi aku telah sampai di Jepang." Jawab Sasuke. Kini Shikamaru menepuk pundak Sasuke,"Apa kau tau bahwa Sakura telah menikah?" Tanya Shikamaru. Sasuke pun menghela nafas panjang, Jantungnya berdenyut. Sakit.

"Hm. Ya... Aku sudah tau dari istrimu, Ino." Ujar Sasuke, Pria nanas itu pun mengelus-elus pundak Sasuke.

"Aku tidak tau apa ini benar, tapi pasti kau merasa sangat sakit kan?" Tanya Shikamaru, Sasuke tak bisa berbohong ia benar-benar merasa sakit sekarang, matanya memerah karena menahan air mata. Akhirnya pria raven itu pun mengangguk pelan.

"Apa kau mau masuk, Sasuke?" Tawar Ino, ia tampak meletakkan selang air yang ia gunakan untuk menyiram bunga tadi. Sasuke hanya menggeleng pelan,"Aku masih harus ke suatu tempat. Maaf Ino." Tolak Sasuke lembut.

"Ah, tidak apa-apa." Ujar Ino, Ino pun memeluk lengan Shikamaru.

"Mmm... Kami masuk kedalam ya, Sasuke." Shikamaru pun melambaikan tangannya pada Sasuke. Pria raven itu tersenyum tipis pada keduanya,"Mereka bahagia... Aku tidak... Ssshh..." Sasuke memengangu dadanya yang merasa sakit. Ia meringis tertahan. Lalu ia pun membalikkan badan dan meninggalkan Mansion itu sambil menyeret kopernya. Sambil memengangi dadanya yang sakit ia pun akhirnya menginjak luar dari halaman keluarga Yamanaka dan Nara itu.

Ia berjalan dengan langkah yang gontai, Hatinya begitu sakit. Ya sangat sakit... Sakit sekali. Belum pernah ia merasa sesakit ini seumur hidupnya. Tampaknya ia sangat menyukai gadis berambut pink itu, Walau terkadang sifatnya sedikit angkuh ataupun cuek kepada gadis pink itu.

"Haaah," Ia pun menghela nafas panjang. Lalu ia pun memberhentikan taksi,"Ke Hotel didaerah Konoha timur." Ucap Sasuke, Supir itu pun mengangguk lalu melajukan mobilnya.

XXX

Sedangkan dikediaman Sepasang suami istri kita, Naruto dan Sakura tampak anteng-anteng saja. Sakura tengah sibuk mengelus-elus perutnya yang sudah besar itu, Naruto hanya melihat istrinya yang tengah mengelus-elus perutnya itu,"Boleh elus?" Tanya Naruto. Sakura mengangguk, Pria itu pun mengelus-elus perut istrinya lalu menaruh kepalanya di perut istrinya.

"Hei! Dia menendangku, Sakura-chan!" Seru Naruto,"Jangan berisik!" Sakura memejamkan matanya karena kegelian merasakan nafas Naruto yang menjalari perutnya dan sampai kewajahnya itu.

"Semuanya akan baik-baik saja!" Seru Naruto, Anak yang didalam perut Sakura pun terus menendang."Hei! Sepertinya dia ingin jadi petarung." Oceh Naruto. Sakura pun menjewer telinga Naruto,"Ittai!"

"Sudah kubilang jangan berisik, Baka!" Ucap Sakura. Naruto pun menyipitkan matanya kesal, Lalu kembali merasakan tendangan dari anak yang didalam perut Sakura.

.

.

.

"Sakura-chan!" Seru Naruto. Ia sedang membawa makanan ke kamar mereka, Wanita itu pun menoleh dan menemui suaminya yang bertingkah seperti seorang Butler.Ia pun menyipitkan matanya,"Ada apa lagi, Naruto-Baka!"

"Ehehe..." Naruto terkekeh pelan, Lalu memberhentikan geraknya dan menaruh nampan diatas meja."Aku ingin menyuapi, Sakura-chan lagi..." Ujar pria itu. Sakura pun memutar bola matanya lalu mengangguk pelan.

"Baiklah... Jika kau memaksa." Ucap Sakura, dengan semangat Naruto mengambil nasi lalu menyuapi Sakura. Dengan kemarahan yang ditahan karena pria ini seperti menganggapnya anak kecil.

"Aku ingin sekali memberinya adik, Sakura-chan!" Ujar Naruto di sela-sela acara menyuapi Sakura,"Adik?" Tanya Sakura.

Naruto mengangguk,"Ya... Adik. Untuk anak kita yang didalam perutmu." Jawab Naruto, Sakura pun menatap Naruto horror, Anak yang didalam perutnya sekarang saja belum keluar bagaimana mau memberi adik."Nanti kalau yang sekarang sudah keluar, Baka!" Ketus Sakura. Pria itu pun terkekeh.

"Aku hanya bercanda, Sakura-chan." Ucap Naruto, Wanita itu hanya memutar bola matanya.

XXX

Pria raven itu pun mengambil kopernya dibagasi lalu melihat Hotel yang ia targetkan untuk menjadi tempat penginapannya. Dia pun berjalan sambil menyeret koper berodanya itu. Ia melihat sekeliling dan melihat para gadis-gadis yang tampak menggodanya dengan mengedipkan mata mereka dan membuat bibir mereka tampak sebegitu Sexy tapi sayang sekali pria raven kita tidak tertarik sama sekali.

Ia pun memasuki hotel itu lalu memesan kamar,"Terserah kamar berapa saja... Yang penting kosong." Ujar Sasuke, sang pelayan kunci hotel itu melongo sesaat lalu memberikan kunci kepada Sasuke,"Kamar anda nomor 124, Tuan." Ucap pelayan itu. Dengan tampang seperti orang stress Sasuke pun naik ke lantai 124 dengan menggunakan Lift.

Setelah sampai, ia pun membuka kamar tersebut lalu mencampakkan kopernya lalu mengunci pintu kamarnya tersebut. Karena kamar ini adalah tempat yang dapat meredam suara jadi mereka yang diluar takkan bisa mendengar dentuman-dentuman barang yang dilempar oleh Uchiha satu ini. Dia menggertakkan giginya karena ia sangat marah dan jantungnya berdenyut dan itu sakit sekali rasanya seakan-akan ia ingin mengambil pisau dan memotong urat nadinya. Tapi ia takkan melakukan itu, ia masih ingin melihat anaknya besar dan suatu hari nanti ia ingin bersama-sama dengan anaknya itu.

Ia pun melepaskan bajunya lalu tiduran diatas kasur dengan bagian atas yang tak mengenakan busana. Ia sedang menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong sambil merenung dan melamun. Kalau saja ia saat itu tidak perduli pada keluarganya pasti ia akan menolak mentah-mentah keinginan orang tuanya untuk menjodohkan dirinya dengan gadis itu. Gadis yang dipilihkan oleh Ayah dan Ibunya. Dan ia sebenarnya ingin menolak tapi tatapan penuh arti dari kakaknya, Itachi. Yang sangat memelas dan meminta agar ia menerima gadis itu tak bisa ia elakkan. Ia sangat menyayangi kakaknya. Walau ia harus mengorbakan perasaannya sendiri. Ia lebih sayang kepada kakaknya daripada Orang tuanya. Dia akan melakukan apapun untuk kakaknya jika itu membuat kakaknya senang.

Tapi kini sang kakak telah pergi, pergi dari dunia ini. Dan ia tak bisa memenuhi permintaan kakaknya untuk terakhir kali. Pria keriput yang bernama Itachi Uchiha, kakaknya meninggal karena kecelakaan mobil. Ia pun merenung memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Lalu seketika matanya pun terpejam dan ia tak sadarkan diri.

XXX

Kedua pasangan suami istri, yaitu Naruto dan Sakura kini tertidur dengan nyenyak di kasur mereka berdua. Naruto tidur telentang dengan suara dengkuran yang cukup keras, sedangkan Sakura tidur layaknya Sleeping Beauty. Ohoho... Malam itu hening. Tidak ada suara orang yang sedang beraktivitas hanya suara dengkuran seorang pria berambut pirang. Bulan memancar dengan indahnya kini menyinari kamar mereka dan itu membuat kamar menjadi tampak indah.

Sang pria berambut pirang tiba-tib tertawa tidak jelas didalam tidurnya, tampaknya ia sedang bermimpi. Hm... Ayo kita lihat mimpi si pria pirang.

IN NARUTO DREAMS...

Tampak seorang pria kecil tengah duduk dipinggir danau, ia melempari batu ke sungai itu. Lalu tiba-tiba datanglah seorang gadis kecil membuat dirinya terkejut,"S-Sakura-chan! Kau membuatku terkejut, hampir saja aku jatuh." Ucap pria pirang kesal.

"Hihihi... Maaf, Naruto-baka! Tapi liat deh... aku ada yang berbeda kan?" Tanya gadis pink itu.

"Mmmm..." Naruto tampak memperhatikan gadis pink kecil dari atas sampai bawah,"Tidak ada. Tapi Sakura-chan tetap cantik kok." Ujar pria pirang itu, gadis pink pun mendengus kesal.

"Aku baru dibelikan baju baru tauuuu..." Ujar gadis pink setengah berteriak.

"Oh..." hanya itu yang direspon oleh pria pirang, gadis pink pun langsung menaikkan lengan bajunya keatas.

"BAKAAA!" Gadis pink itu pun memukulnya kuat hingga pria pirang terjatuh ke dalam danau. Pria pirang itu pun terlihat seperti tenggelam,"Aaa... Tolong!" Pria kuning kelelepan... Dia tidak bisa berenang. Gadis pink pun membekap mulutnya,"Aaa... Naruto! Maafkan akuuu." Gadis pink pun langsung masuk kedalam danau lalu membantu pria pirang itu naik kedarat. Pria pirang telah tidak sadarkan diri, gadis pink pun meletakkannya di tanah. Ia pun memompa-mompa dada pria pirang itu. Namun pria itu tetap tidak sadarkan diri.

"N-Naruto!" Teriak gadis pink itu tampaknya sangat khawatir. Lalu ia pun memakai cara darurat yaitu memberi nafas buatan. Lalu ia membuka mulut pria pirang itu, ia pun memberikan nafasnya pada pria itu. Sang pria pirang pun mulai membuka matanya tampak rona merah dipipinya. Gadis pink pun mengakhiri pemberian nafas buatannya. Pria pirang pun terbangun dengan wajah yang merah padam tampaknya ia merasakan bahwa ada air liur yang masuk kedalam mulutnya, ia menoleh kesamping dan melihat gadis pink kecil yang wajahnya juga merah seperti dirinya.

BUGH!

Pria pirang kembali pingsan.

END NARUTO DREAMS...

"Oohh... Sakura-chaan." Desah pria itu didalam tidurnya, seorang wanita yang sedang tertidur layaknya Sleeping Beauty kini terbangun karena mendengar suara desahan itu, ia pun mendengus kesal.

"Hei... Naruto!" Ucap wanita itu setengah tertidur sambil mengoyang-goyangkan tubuh suaminya itu.

"Mmmh..." Gumam pria pirang yang tengah tertidur, ia pun membuka matanya perlahan,"S-Sakura-chaan." Gumam pria itu. Wanita itu pun menatapnya dengan mata yang menyipit,"Jangan berisik." Ujar wanita itu lalu ambruk tidur lagi. Naruto pun menggaruk-garuk pipinya,"Ia menyuruhku bangun dan membuyarkan mimpi indahku hanya karena itu." Naruto pun pingsan.

XXX

Hari ini salju turun dari langit namun salju belum terlalu banyak dan juga bumi belum dipenuhi oleh salju, sang pria uchiha menatap ke langit sambil meminum kopinya,"Hari ini ulang tahunku... Kalau saja Sakura berada disampingku pasti ia akan mengucapkan selamat ulang tahun padaku lalu menciumku." Gumam pria itu tampak berkhayal,"Tapi pasti itu takkan terjadi lagi." Sambungnya.

Ia lalu meletakkan kopi dimeja lalu mengambil jaketnya untuk keluar dari hotel untuk mencari hiburan. Sambil memasukkan tangannya ke saku celana ia memperhatikan orang-orang yang sedang main lempar-lemparan salju, mereka tampak bahagia. Ia melihat seorang anak dan orang tuanya sedang bermain salju, Anak itu tampak bahagia bersama orangtuanya. Dia tertawa bahagia.

Keningnya mengkerut seketika ia pun menghela nafas karena iri. Lalu ia terus berjalan kedepan... Dan langkahnya terhenti saat melihat kedua manusia yang tampaknya sedang tertawa senang dan bagi Sasuke itu adalah hal yang sangat menyakitkan namun sedikit membahagiakan. Dia melihat seorang gadis berambut pink yang tengah mengandung sedang bermain dihalaman dengan pria berambut kuning pirang. Itulah yang dilihat oleh Sasuke, namun dengan rambut bewarna pink itu saja, Sasuke telah yakin bahwa itu adalah Sakura, Kekasihnya dulu.

"Ia bahagia..." Air mata mengalir dan membasahi pipinya dan terjatuh ke bumi,"Tapi ia masih sudi merawat anak itu..." Sambungnya sambil tersenyum.

"Dengan pria lain..." Lanjutnya lagi. Pandangan itu kini menjadi tajam dan datar. Ingin ia mendatangi pria pirang itu lalu menonjoknya dan membawa pergi seorang wanita yang berada disana. Tapi... Hei, pria pirang itu adalah suaminya dan ia tidak punya hak. tidak punya. Ia ingin menampakkan batang hidungnya didepan wanita pink itu. Tapi ia takut wanita itu akan menamparnya karena telah meninggalkannya dan datang dengan seenaknya.

Ia pun membalikkan badan tak ingin lagi melihat pemandangan itu yang akan membuat hatinya hancur berkeping-keping,"Sakura... Aku ingin melihat anak kita nanti. Kabarkan aku jika anak itu telah lahir..." Gumamnya. Entah bicara dengan siapa tapi ia tetap mengucapkannya, dia kini seperti orang gila. Uchiha yang malang.

BUGH!

Sang uchiha itu terjatuh diatas bumi yang dilapisi salju itu, ia tak sadarkan diri. Orang-orang pun berdatangan... Sepasang suami istri yang tengah bermain melihat pria yang pingsan diatas salju tersebut. Mereka takkan tega melihat seseorang kedinginan tapi pria itu telah dikeremununi oleh banyak orang, Ambulance juga telah datang dan mengangkat pria yang pingsan tersebut kedalam mobil lalu pergi. Sepasang suami istri itu pun bertanya kepada orang setempat,"Kenapa dia pingsan, Paman?" Tanya pria pirang.

"Entahlah... Nak. Tapi tiba-tiba ia terjatuh dan sudah tidak sadarkan diri." Jawab pria tua itu lalu meninggalkan pria pirang dan istrinya si rambut pink.

"Sudahlah... Naruto. Dia sudah dibawa pergi, ayo masuk kerumah. Aku kedinginan." Ujar wanita berambut pink.

"Baik... Ayo, Sakura-chan." Naruto pun merangkul leher istrinya untuk masuk kerumah mereka.

Tampaknya si wanita pink selamat, pria raven yang pingsan tadi telah dibawa pergi terlebih dahulu. Kalau sempat ia melihat, entah apa yang akan terjadi. Mungkin ia akan Shock atau yang lain. Tak mungkin seorang wanita tidak Shock melihat orang yang telah menghilang dari hidupnya dan tiba-tiba sudah didepan matanya. Apalagi pria itu adalah mantan kekasihmu.

XXX

Seorang uchiha yang tadi pingsan dijalan itu, Kini tengah terbaring di rumah sakit. Kondisinya lemah... tampaknya pria itu sakit. Ya memang sakit. Ia sedang sakit demam. Dokter memberitaunya, saat ia tersadar dan tidak sadar kembali. Mungkin karena ia terlalu banyak pikiran.

Tes... Tes!

Bunyi jatuhnya air terdengar di dalam kamar itu. Sang uchiha mengkerutkan keningnya lalu membuka matanya perlahan, wajahnya begitu pucat.

"Tuan Sasuke, anda telah sadar?" Tanya dokter yang baru saja masuk kedalam ruangan pria raven, Namun pria raven tak menjawab. Namun sang dokter tau bahwa pasiennya telah sadar. Pria berambut perak panjang itu kini membawa selembar kertas.

"Tadi saya sempat mengecek darah anda, Tuan. Dan setelah saya teliti... Anda terserang penyakit... Kurang darah, Tuan. Atau bisa disebut Animea... jadi anda memerlukan bantuan donor darah." Ujar dokter itu. Sasuke tetap tidak mengubris ia hanya diam dan mengalihkan pandangannya. Air matanya kembali mengalir, ia tak perduli penyakit kurang darah atau mungkin jantung. Tapi jangan ambil nyawanya sebelum ia melihat anaknya tumbuh besar.

TBC

Anooouu?~~ Apa masih pendek? ;w; Saya udah usahain... TwT Gomen~ Kalo masih pendek... dan maaf kalo alur kecepetan kalau saya buat alur lambat mungkin sampe chapter 10 anaknya gak keluar-keluar dan lemon NaruSaku bakal lama~~ Jadi mungkin chapter 8 atau 9 anak itu udah lahir~~ Menurut kalian seperti apa anak nya Sakura nanti? XD

^^ Saya udah update kilat kan?

Review Please~ ^^