Naruto berjalan menuju parkiran sambil memainkan kunci mobilnya. Ia sedikit melonggarkan dasinya lalu mengacak-acak rambut pirangnya. Direktur muda Uzumaki Corp itu tengah penat dengan beberapa rapat hari ini. Tapi untungnya, tak ada gangguan sama sekali dalam rapat. Ya, kecuali perdebatan sengitnya dengan kakaknya yang keras kepala sekali dalam menempatkan beberapa anak cabang perusahaan.

Naruto mendapati mobilnya. Saat ia hendak membuka pintu mobil, tiba-tiba saja ada sesuatu yang terbang di atas kepalanya. Dengan cekatan Naruto menangkap secarik kertas kecil di atasnya. Ia membalik kertasnya dan memaku pandangannya pada sederet angka tertulis disana.

"Nomor telepon?"

Naruto mengeryit. Tapi ia tak membuangnya.

Ia lalu segera masuk ke dalam mobilnya, dan menyamankan duduknya. Ia kemudian memandangi nomor telepon di tangannya lalu mengambil ponselnya.

"Kupikir tidak ada salahnya aku mencoba..." ucap Naruto seraya mengetik angka-angka dalam ponselnya.

Naruto menyentuh tombol 'Call' dan ia menggunakan headset untuk mendengarkan suara dari pemilik nomor ini.

"Anda sedang menelepon dengan sambungan internasional, silahkan tunggu beberapa saat untuk segera tersambung." bunyi dari operator ponsel Naruto.

Naruto mendesis, bagaimana bisa nomor luar negeri ini bisa terbang sampai kesini. Nomor negara mana ini?

Klik!

"Good Afternoon. Here Sasuke... with whom I'm speaking?"

Naruto menyeringai, ternyata nomor pribadi ya... Sepertinya ini sangat menyenangkan.

For the Seventh Fragmen

|| All Around ||

By: Akira veronica lianis (アキラ)

Rate: T for this fic

Main Genre: Drama

Words: 1k

Pair: Naruto U. & Sasuke U.

Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto

Summary: Mereka juga memiliki jadwal tersendiri untuk mengobrol mengingat ruang dan waktu yang menyulitkan mereka berdua untuk saling berhubungan. Tapi hal ini bukanlah hal yang begitu berarti untuk menghalangi mereka berinteraksi.

Warning: Sho-ai, Miss Typo, Absurd, Ambigu, Abal, AU, ga jelas, bahasa inggrisnya amburadul, pokoknya ini gak layak banget dibaca #plak

Dedicated for NaruSasu Day on 23rd October...

Saya ambil prompt ruang dan waktu

All Hail SasuNaru Long Live NaruSasu

Selamat membaca... Semoga menghibur...

Don't Like – Don't Read

Sudah 10 hari ini 2 manusia berbeda negara itu berhubungan lewat sambungan internasional. Mereka saling memperkenalkan diri dan saling berbicara. Meski obrolan mereka di dominasi oleh pertengkaran, mereka masih tetap berhubungan.

Seperti malam ini. Naruto menyelimuti dirinya dengan tebal sambil mengenakan headsetnya. Ia terus mengejek seseorang yang ada di dalam ponselnya yang mengatakan kalau saat ini ia sedang kebingungan memakai kemeja apa untuk berangkat kerja.

Ya. Orang bernama Sasuke itu akan berangkat kerja saat ini.

Tidak-tidak... Dia tidak bekerja di larut malam. Karena waktu di negara Sasuke saat ini adalah pagi hari. Dan saat ini ia tengah meminta pendapat Naruto untuk memilihkan beberapa warna kemeja yang di sebutkan oleh Sasuke.

'black, grey, blue jeans, dark blue, blue black, dark purple, da-'

"Wait a sec! You freak? Why are all dark colored shirt?"

'So what?'

"No. I think your life is very grim."

'Grim? Che...'

"Yeah. Ah, you don't have light shirt?"

'I dislike light colour.'

"Hahaha. Yeah, whatever. So, i think you can wear your grey shirt today."

'Really? 'kay. Thanks for your idea.'

"Huh, it doesn't idea. Just suggestion."

'Huh. The same.'

"What's the same."

'Nope, moron.'

"WHAT? What's your say bastard?!"

Tuutt... Tuut... Tuut...

Naruto mendecih lalu melepas headsetnya. Ia kemudian tertawa senang dan melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 malam. Sudah sangat larut dan cukup membuat Naruto mengantuk. Tapi ia tak menyesal telah menelpon Sasuke larut-larut seperti ini.

Naruto meraih bantalnya dan menutupi wajahnya. Pikirannya kembali pada saat pertama kali ia menelpon Sasuke. Waktu itu Naruto memaki-maki Sasuke dengan sebutan 'useless'. Naruto berkata bahwa yang ditelponnya adalah klien paling tidak berguna yang merugikan perusahaannya. Awalnya, Naruto mengira bahwa ia akan di maki balik oleh orang yang di telponnya. Tapi ternyata tidak. Sasuke terdiam lalu menutup telponnya begitu saja. Tak lama kemudian Sasuke mengirim sebuah pesan ke nomor Naruto dan mengatakan bahwa Naruto salah sambung.

Naruto terkekeh lalu mulai menelpon lagi. Ia meminta maaf karena sudah salah sambung. Dan pria bersuara berat itu hanya menggumam tidak jelas di telinga Naruto. Lalu, mulailah Naruto melancarkan aksinya untuk bertanya lebih lanjut mengenai Sasuke. Mulai dari nama Sasuke yang seperti nama orang jepang sampai ke hal-hal yang sangat pribadi.

Naruto agak heran, mengapa Sasuke begitu mudahnya membeberkan profilnya ke orang asing. Tapi Naruto cukup senang mengenal Sasuke.

Dari informasi yang di dengar Naruto. Sasuke adalah seorang warga Los Angeles yang memiliki seorang Ayah dan ibu yang merupakan orang Jepang. Sasuke sempat tinggal di jepang selama ia masih sekolah dasar. Sasuke lebih menyukai berbicara dengan bahasa inggris dibanding bahasa ibunya. Sasuke suka makan tomat dan onigiri buatan ibunya.

Dan masih banyak lagi yang di ceritakan Sasuke padanya. Naruto sendiri juga bercerita banyak pada Sasuke. Seperti kebiasaan Naruto yang lebih suka membuang bajunya ke lantai seusai mandi maupun usai ganti baju dibanding memasukkannya ke keranjang pakaian. Naruto yang menggilai ramen. Naruto yang hobi sekali main game. Dan masih banyak lagi.

Mereka tertawa bersama sesekali, dan terdiam begitu lama sesekali.

Mereka juga memiliki jadwal tersendiri untuk mengobrol mengingat ruang dan waktu yang menyulitkan mereka berdua untuk saling berhubungan. Tapi hal ini bukanlah hal yang begitu berarti untuk menghalangi mereka berinteraksi. Mereka seperti 2 orang yang sudah lama kenal tapi terpisah oleh sesuatu.

Entahlah, Naruto tak terlalu memikirkan terlalu dalam hal itu saat matanya mulai mengabur dan pendengarannya berangsur-angsur senyap.

|| -kira Vero- Lian- ||

"Kau daritadi senyam-senyum sendiri Sasuke. Ada apa?" tanya Itachi, kakak Sasuke yang kini tengah duduk di ruangan Sasuke kerja.

Sasuke tersenyum sepintas lalu menatap lurus kakaknya.

"Aniki... Kau melakukan tugasmu dengan baik." ujar Sasuke, memuji kakaknya.

Itachi mengerutkan dahinya lalu menatap Sasuke yang mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan sesuatu disana. Itachi langsung tanggap dan tersenyum.

"Tentu saja. bukankah kau yang menyuruhku untuk menerbangkan nomor ponselmu di dekat mobil Naruto."

Sasuke mengangguk lalu mengalihkan pandangannya ke arah kakaknya.

"Tapi... bagaimana kau bisa membuat kejadian ini seperti sebuah kebetulan?" tanya Sasuke masih tak mengerti dengan cara kerja kakaknya yang selalu misterius.

"Sudahlah..." Itachi berdiri lalu menepuk-nepuk pantatnya, "Fokuslah dengan Naruto yang kau kejar-kejar sejak kau masih TK itu..."

Sasuke menyipitkan matanya.

"Jangan sampai rubah kecil itu lolos dari genggamanmu." kata Itachi sambil tersenyum miring.

FIN

Oke, Ini memang ngaco. Saya nggak ngerti sedang membuat NaruSasu atau SasuNaru. Tapi setidaknya inilah kemampuan saya.

Forgive me,,,

And now, you can review this bad fic.

Thanks

- Akira -