Akhirnya aku mengapdet juga yang satu ini.
Karena kemaren ada yang bilang horrornya gak ada. OK saya bigin horror
Naruto (c)∶ Mashashi Kishimoto
Story (c)∶ Me
Uji Nyali
Sekilas INFO
(Dari awal yang bertanda '' adalah Sai)
'Selamat pagi, siang, sore, dan malam para pemirsa. Berjumpa lagi dengan kita di Sekilas Info! Saya Sai yang akan menemani anda di pagi, siang, sore, dan malam ini. Karena Yamato-san sedang tidak ada jadi saya yang menggantikan. Itung-itung uang setoran buat saya. Hahahaha! Ehem. Baik kita ke berita pertama. Berita tentang first kiss Yamato-san dengan Kakashi-san yang me-nge-jut-kan.'Kata Sai ala pembawa acara gosip Si***et.
Dan kemudian monitor menampakan Yamato yang terkejut ketika bibir mereka bersentuhan. Dan juga ada gambar Sai lagi pasang muka seyum cheese di belakang mereka.
'Hem... saya ganteng ya...' Ucap Sai oon. 'Tapi maaf karena mereka ada urusan jadi mari kita lupakan saja!' Kemudian Sai melipat kertasnya dan membuang monitor tersebut.
"Apakah dengan mudahnya kau membuang kenangan indah itu?" Tanya author.
'Ya'
'Kita lanjutkan ke Konoha High School yang lagi ada masalah teknis. Kita lihat mereka yang sedang belajar di dalam ruang kelas yang sudah direnovasi layaknya kuburan bintang 5. Wow sepertinya ada pembicaraan yang menarik di sana. Mari kita mendekat. Kakuzu!'
Berahli ke Kakuzu.
"Saya di sini akan membantu anda mendengar pembicaraan mereka bila anda mentransfer uang pajak 70 miliar ke rekeninng saya... Dan untuk itu saya persembahkan anda lagu. Andai aku Gayus Tambunan yang bisa perg ke Bali... Yang bisa... ah lupa!"
'Stop! Ayo kerja! Uang bulananmu entar gw naikin!'
"Ok Bos! Baiklah saya menyamar menjadi lalat!" Berubahlah Kakuzu jadi lalat. Ngung~ Ngung~ (Suara lalat)
"Ah~ bosan~" Kata Ino merengek.
"Bosan kenapa?" Tanya Shikamaru.
"Ya... bosan bosan bosan bosan bosan bosan bosan bosan!" Kata Ino lagi. "Baiklah aku sudah puas."
"Hah?" Shikamaru cengok. "Jadi apanya yang bosan?"
"Cuma mau bilang doank," Jawab Ino sok manis. Shikamaru langsung muntah.
"Ngung~ ngung, ngung ngung (Kayaknya bukan ini dah)" Kata Kakuzu lalat. Lalu beralih ke Sakura, Sasuke, Naruto, dan kebetulan juga Karin ada di sana.
"Katanya setelah Kakashi-sensei meninggal, di sekolah kita ada penampakan," Kata Sakura berbisik-bisik.
"Ah kalau penampakan di kelas kita juga ada," Timbal Karin.
"Oh iya-iya. Si kolor ijo-kan?" Kata Naruto kemudian mereka berempat berahlih ke Gai-sensei dan Lee yang lagi mempraktekkan cara menyanyi yang benar.
"Cinta akan kuberikan bagi dirimu yang permai... Cintaku gejolak asmara dan seterusnya." Dan bangunan kelas kembali retak.
"Ngung Ngung (Ni orang suaranya jadi lebih menyeramkan dari parasnya... Bisa nandingin Yamato-sama tidak ya?)" Kata Kakuzu masih menjadi lalat.
"Kalau aku sih tidak percaya ada hantu," Kata Sasuke.
"Kyaa Sasuke keren!" Teriak Sakura dan Karin.
"Ah! Kita buktikan saja! Nanti malam gi mana?" Tanya Naruto dengan seyum licik.
"Ok! Paling kamu yang takut Naruto!" Kata Sakura. Naruto menjadi berkeringat dingin dan berwajah pucat. Kemakan sama kata-katanya sendiri sih. Lalu datanglah Pak Ustad dari SKETSA.
"Tuh kan Den Naruto. Kamu jangan asal mengucapkan kata. Jadinya kemakan 'kan sama kata-katanya sendiri. Jangan kamu sampai kemakan kata-katamu sendiri. Tapi makanlah kata-kata orang lain," Kata Pak Ustad.
"Oo jadi saya harus memakan kata-kata orang lain..." Kata Naruto.
"Iya"
"Ok" Lalu Naruto mengangkat kardus berisikan magnet berbentuk huruf dan mau di makan kalau Pak Ustad tidak mencegah.
"Bukan itu maksud saya..." Kata Pak Ustad.
"Katanya harus makan kata-kata orang lain. Inikan punya Sasuke," Kata Naruto mau makan lagi.
"Naruto itu huruf bukan kata!" Teriak Karin.
"Oh iya-iya..."
"Naruto! Sakura! Sasuke! Karin! Kalian saya hukum karena tidak mendengarkan saya bernyanyi! Cepat siram tanaman di luar!" Teriak Gai murka.
"Tapi di luarkan hujan Gai-sensei!" Bantah Naruto yang sudah berhenti makan.
"Ya pakai payung donk! Jangan bego-bego amat kayak gak pernah sekolah!" Kata Gai lagi.
Kakuzu akhirnya bertransportasi menjadi hantu berwujud manusia. Lalu ia berbicara pada Sai yang ada di tsudio. "Sepetinya guru di sini gak pinter" Jelas Kakuzu pada Sai. Sai melihat Kakuzu dari monitor barunya.
'Terima kasih Kakuzu, sekarang kita mendapat kabar bahwa Kakashi berhasil keluar dari rumah sakit berkat Yamato-san yang mengeluarkan wajah teror terbarunya yang berhasil membuat seluruh dokter dan suster ke alam baka. Ini dia monitornya'
Keluarlah monito dengan wajah Yamato yang berbinar-binar matanya, ada buletan merah di kedua pipinya, dan berjingkrak-jingkrak dengan girangnya. 'Semua hantu menganggap ini seram sekali. Bahkan suster tanpa tubuhpun terkapar setelah melihat apa yang terjadi... Waaa menyeramkan! Ini merusak image keren Yamato-san!'
'Lagi pula aku mendapat berita bahwa... tunggu dulu... Kakuzu (Kakuzu nongol di monitor) Tadi ada anak yang bilang akan beruji nyali'kan?'
"Yep"
'... Kita mendapat pekerjaan!' Lalu Sai berlari pergi meninggalkan studio. Tapi balik lagi sambil membungkuk.
'Terima Kasih sudah menyaksikan!' Dan kembali pergi.
END OF IKLAN
"Yamato-san kita mendapat pekerjaan!" Teriak Sai membuka pintu ruang kelas yang gelap tersebut. Semua yang ada di dalam menjadi menoleh terhadap Sai. Sekejab kemudian aura di tubuh mereka berubah secara drastis. Aura ungu mulai keluar masing-masing dari tubuh mereka kecuali Kakashi yang bingung.
"Akhirnya..." Kata Kurenai yang sempat menunduk tadi mengangkat kepalanya seutuhnya sehingga terlihat di lehernya terdapat bekas sobekan yang penuh darah keluar, matanya berwarna merah semua dan wajahnya pucat. Kakashi terlonjak terkejut melihat hal itu. Kemudian ia menatap kearah yang lain.
Hinata menjadi memiliki wajah yang penuh dengan pecahan kaca menempel di mata dan sekitar hidungnya. Orochimaru yang terkenal narsis abis berubah bentuk jadi setengah ular badannya. Dan lehernya kadang bisa memanjang. Sai memiliki wajah hitam sebelah dan kuas yang berisikan cat hitam berubah menjadi darah dan mengalir perlahan dari tempat cat itu.
"Kakashi..." Panggil Yamato lembut dan mendekatinya. "Kau tak perlu ikut dengan kami dengan penampilan seperti itu... Kau tunggu di sini saja... " Lalu semuanya menghilang dari pandangan Kakashi. Lalu perlahan Kakashi menatap dirinya di cermin kusam yang ada di sana. Betapa terkejutnya Kakashi ketika melihat dirinya sendiri.
Ayeshadow biru, lipstik merah, ada pemerah pipi segala, rambut di pita pink dan sepertinya pemerah pipi itu spidol. Kakashi berbalik dan menatap horor ke seluruh ruangan. Tapi Kakashi terlihat manis sekali... untuk golongan banci tentunya. "Pasti ulah Kurenai... Dasar! Mau serem mau narsis sama aja!" teriak Kakashi stres. "HAAAAAA!"
Sementara itu Kurenai yang berada di koridor sekolah lantai 2 yang berjalan bersama Hinata masih dengan tampang seramnya itu sama sekali tidak mendengar teriakan Kakashi. "Sepertinya ia akan sangat marah bila aku lakukan itu saat ia tidur di rumah sakit," Kata Kurenai kemudian mereka berhenti di depan perpustakaan tempat Hinata.
"Ya..." Jawab Hinata kemudian menembus pintu ruangan itu. Kurenai kembali berjalan menyusuri koridor tersebut dan kemudian menghilang dalam sekejab mata. Entah apa yang mereka lakukan tapi kini seluruh sekolah menjadi jauh lebih menyeramkan dari sekolah manapun.
Sementara itu Sasuke dan Sakura serta Naruto dan Karin sudah ada di depan sekolah. Sebenarnya mereka jauh dari pagar sekolah dan berbisik-bisik pelan sehingga tidak terlalu kedengaran.
"Pssst pssst..." Kata Sasuke.
"Psst pssst," Naruto membalas.
"Pssst psst psst," Balas Karin.
"Pada ngomong apa sih?" Tanya Sakura bingung.
"Kita lagi membahas soal pembagian urutan," Kata Karin.
"Tapi 'kan dari tadi kalian cuma bilang psst psst-doank," Kata Sakura menluruskan apa yang terjadi.
"Itu artinya kau harus belajar bahasa orang gak normal sakura-chan," Sahut Naruto.
"Gak 'ah, entar aku lagi yang jadi up normal. Udah, sekarang kita akan melewati keanehan yang pertama. Yaitu gerbang sekolah," Kata Sakura lagi. Semua mengangguk gak ngerti. "Nah... Sasuke kau duluan!"
"Kenapa aku?"
"Karena ku dengar hantu di sini suka makan ayam. Jadi kamu duluan."
"Hah?" Sasuke nampak tidk percaya.
Sementara itu orochimaru bersin saat berada di ruang lab. "Kayaknya ada yang bilang tikus nih. Tau aja aku suka makan tikus got," Katanya sambil mengusap hidungnya yang sedikit gatal. Lalu bersin lagi. "Kayaknya ada yang ngomongin aku nih. Biasa 'lah. Orang beken dan keren kayak saya ini memang sering dibicarakan." Lalu Oro bersin lagi. Kemudian dengan marah ia berbalik dan meneriaki si tukang make-upnya. "Wow! lama amat make up-nya! Cepetan! Udah tau eke gak tahan bedak tabur!... Ha... Hachi!"
Dan kembali ke Sasuke yang di dorong-dorong oleh mereka bertiga ke arah pagar. Ternyata Sasuke penakut juga ya. Capek deh!
"Ayolah Sasuke-kun! Kau itu jantan bukan?" Kata Karin.
"Iya! Teme! Kau ayam jantan!" Kata Naruto. Sasuke akhirnya kesal dan berdiri menatap teman-temannya yang hanya cengir lebar kayak semangka.
"Ok! Ok!" Kata Sasuke lalu Sasuke diikuti teman-temannya dari belakang mendekati pagar yang tak bergerak itu. Perlahan Sasuke berniat menyentuh pagar itu dan akan membukanya. Saat akan menyentuh, Sasuke dan teman-temannya tiba-tiba berteriak karena ada sosok yang muncul.
"WAAAAA!"
TBC
OMAKE
Bila manusia bertemu hantu di rumah sakit, bahkan saat akan mencenguk pasien.
"Huaaa!" Manusialah yang pingsan.
Bila hantu bertemu hantu di rumah sakit.
"Woy! apa kabar sob!" Kata hantu pertama sambil tos dengan hantu kedua. Sok keren and gaul.
Bila Hantu ketemu hantu aneh di rumah sakit.
"Maaf, saya akan melihat... Waaaa!" Hantu suster dengan wajah dijait pingsan setelah melihat Yamato melompat ke arahnya dengan mata berbinar-binar, jingkrak-jingkrak. Dan juga cat eyes. Dan semua ini berlangsung di UKHD di sana. Semua hantu telah terkirim ke alam baka dengan tenang karena Yamato.
XXX
Sorry for lama up date.
Sorry bila humor saya kurangi.
Karena saya sudah mau ulum tentunya.
Bersedia mereview?
