Title : Beside You
Disclaimer : Hah? Naruto punya Kishimoto-sama? Bukannya punya saya? –dibakar Kishimoto-sama— yaap! Naruto punya Masashi Kisimoto beserta seluruh chara. Raisa cuma memperkerjakan para charanya saja.. –all chara : kerja tanpa bayaran tapi—
Summary : Sakura manarik nafas panjang. Ia tersenyum riang. "Kita sampai! Hokkaido!"
Pairing : Sasuke U. dan Sakura H. slight many pairing hahaha
Warning : OOC, Gaje, Garing. Sasuke lebih banyak menyerang ketimbang cuek dan berkata 'Hn'aja. Hehe. Gaara juga sama saja :D
Author Notes :
Chapter 7 dataaaaaaaaaaaaaaang! Hahaaa dararamdaraaaaaaaaaaaam :D
Maaf telat Update! Gomen-nasai! *nyembah-nyembah*
Masih adakah yang mau baca dan review Beside You punya rey? masih adakah yang baik hati? –readers :Tidak. Ceritanya garing— Hiyaaaaaaaaaaaaaaaaaa gomeeeen-neee…
Banyak misstypo pulaaaa… huaaaaaaa —pundung dipojokan—
Terima kasih pada yang sudah mereview.. Terus review yaaa…
Bikin chap ini dimalam hujaaan, ditemani lagu-lagu mellow, dan suasana hati author juga kacau (baca : patah hati) hah dasar cowok baka! Kenapa dingin banget nyoo? (readers : curhat?)
Maaf kalo ceritanya tambah garing dan gaje *readers bermunculan sweatdrop*
Sudah gitu, demi mengikuti keinginan Shiroi Yuri-chan, saya sampai stress 4 hari. (jujur)
Yang penting bacalah Chapter 7 ini, kupersembahkan untuk kalian, special untuk para Senpai dan Readers! Semoga kalian puas! Yeaaaaaaaaaaah!
***000***
Gaara melirik Sakura dengan ekor matanya. Ia menghela nafas berat. "Aku tidak tau sama sekali. Itu tidak bisa masuk kedalam logika. Kau mengenalku—mengingatku, tapi kau tidak mengingat Sasuke. Aku sendiri tidak mengerti."
"Bodoh sekali.. aku mencintai Saku-chan.. aku merawatnya, menyayanginya, menjaganya lebih dari menjaga diriku sendiri. Mencintainya menyakitkan. Aku yakin Saku-chan akan bahagia bersamaku. Bukan bersama Sasuke.. tapi kenapa Saku-chan memilihnya? Lihatlah aku Saku-chan.."
Sakura diam. Ia termakan ucapannya sendiri. Sakura berdiri. Dengan cepat ia meninggalkan teman-temannya dikantin. Berlari mencari seseorang. Untuk mengajaknya pergi ke Hokkaido, mengikuti saran Gaara.
BESIDE YOU
Chapter 7 : Hokkaido
Hos! Hos!
"Tenten, kau lihat Sasuke-kun?"
"Tidak.. tapi—eh hey! Tunggu dulu!"
"Gomen! Aku kehabisan waktu!"
Drap! Drap! Drap!
"Eh Karin! Kau lihat Sasuke-kun?"
"Iya, dia ada diatap.. memangnya Sakura-senpai—eh tunggu dulu, senpai!"
"Gomen! Nanti kita bicara lagi oke?"
Drap! Drap! Drap!
Gadis berambut merah muda itu berkeringat. Nafasnya memburu. Langkah kakinya menjadi cepat. Ia menaiki anak tangga terakhir menuju atap sekolahnya. Ia membuka pintu atap sekolah itu. Seseorang berdiri jauh membelakangi Sakura. Siluet yang dikenal Sakura. "Sasuke.."
Sasuke menoleh, menatap Sakura dengan tatapan, 'ada-apa-eh?'. Sakura segera menghampiri Sasuke, lalu berdiri disampingnya. "Ng, sedang apa?"
"Mencari udara?" Sasuke melirik dengan Sakura dengan sudut matanya. Plus senyuman jahil tersungging di bibirnya.
Sakura menarik nafas. "Ikutlah ke Hokkaido."
"Hah?" Sasuke langsung menoleh kearah Sakura. Sakura diam. Tetap memandang awan dilangit.
"Aku, ingin menemukan ingatan yang aku lupakan di Hokkaido. Kuharap kau mau ikut.." ucap Sakura, masih menengadah menatap awan, mencoba tidak terpengaruh akan tatapan Sasuke.
"Sabtu dan minggu kan libur. Jadi dua hari itu bisa kita manfaatkan. Mau?" tanya Sasuke, tersenyum, mengalah.
"Oke." Sakura langsung menoleh kearah Sasuke. "Kita pergi sama-sama!"
Senyuman manis diluncurkan untuk Sasuke, dari si gadis berambut merah muda itu. Semburat merah muncul di pipi Sasuke. Sasuke balas tersenyum. Tetap mempertahankan gesture coolnya yang hampir hancur berantakan gara-gara senyum Sakura.
Rambut merah muda Sakura terayun melambai tertiup angin. Menjadikan Sakura terlihat sangat cantik dimata Sasuke. Tiba-tiba terbesit dipikirannya. "Gaara.."
"Hah? Kau mengucapkan sesuatu, Sasuke-kun?" tanya Sakura, mencoba menyisipkan rambutnya yang menutupi telinganya, kebelakang telinga.
"Gaara. Sabaku no Gaara. Bagaimana kabarnya?" tanya Sasuke, kini menengadah menatap awan lagi. Mencoba agar tidak bisa 'dibacain' oleh Sakura.
"Baik," Sakura tersenyum, menatap pemandangan kota yang tersaji dihadapannya. "Dia tinggal dibelakang rumahku.."
"Wah asik yaa.." ucap Sasuke tiba-tiba.
Sakura melirik Sasuke bingung. "Asik kenapa?"
"Yaa asik saja. Setiap hari bisa melihat dirimu.." ucap Sasuke, polos, tanpa nada merayu atau menggombal.
"Hahaa.." Sakura hanya bisa tertawa. Ia bingung harus menjawab apa.
"Eh, anak kelas satu yang berambut merah, berkacamata itu, namanya Karin ya?" tanya Sasuke tiba-tiba.
"Iya. Kau tahu dia?" tanya Sakura, bingung, penasaran.
"Iya. Dia anak teman ibuku. Dia baru pindah kesebelah rumahku. Dan jadi sering main kerumahku.." ucap Sasuke, tersenyum—senyum yang aneh.
"Oh.." mendadak perasaan Sakura menjadi tidak enak.
"Menurutmu dia gadis yang bagaimana?" tanya Sasuke, ini hampir membuat Sakura terdiam, terpaku, dan membuat nyalinya ciut.
"Dia gadis yang sopan, baik, dan perhatian.. menurutku.. memang kenapa, Sasuke-kun?" tanya Sakura, bingung.
"Dia cantik yaa.." ucap Sasuke pelan.
Hati Sakura mencelos mendengarnya. Ia lalu mencoba tertawa. "Hahaa.. iyaa. Dia cantik.."
***
Gaara menyalakan laptopnya. Lalu segera mengklik account yahoo messenger di dekstopnya. Keluar sebuah layar baru. Gaara mengisi kotak kosongnya, dengan account yahoo dan passwordnya. sabakunogaara.
Terlihat tulisan 'sign in as sabakunogaara' pada layar web nya. Tidak lama setelah itu, layar baru keluar. Muncul beberapa deretan id yahoo messenger di layar tersebut. Kursor di layar tersebut menurun kebawah, mencari id yang ternyata terpampang dengan status offline.
Gaara mengklik dua kali pada id itu, menunggu agar si gadis berambut merah muda itu 'online'.
Tiba-tiba tertulis dilayar kanan bawah ; kawai_matsuri is now online.
Gaara melengos. Ia kira id sakuraharuno lah yang berstatus online. Gaara hanya diam, ia masih memperhatikan layar laptop putihnya. Tiba-tiba sebuah chat room muncul.
kawai_matsuri : konbanwa, senpai! :)
Gaara terdiam. Kouhainya yang satu ini memang anggota osis yang paling rajin. Bahkan sudah seperti asisten pribadinya saja. Jika Gaara butuh sesuatu, Matsuri pasti sudah mempersiapkannya. Semuanya ada dalam kendali Matsuri. Gaara yakin, Matsuri dapat menjadi ketua osis di Suna Gakuen, menggantikan posisinya tahun depan. Gaara segera mengetik balasan chat untuk sang kouhainya yang paling rajin.
sabakunogaara : konbanwa, matsuri-chan
sabakunogaara : sudah malam eh, belum tidur?
Gaara tersenyum. Yah setidaknya ada yang menemaninya chatting malam ini.
kawai_matsuri : belum :D
kawai_matsuri : kalau matsuri sudah tidur, yang menyapa senpai malam ini, siapa dong? :-ss
Gaara tersenyum membacanya. Ia lalu geleng-geleng kepala sambil membalas chatnya Matsuri.
sabakunogaara : ahahahah ada-ada saja Matsuri-chan :)
sabakunogaara : cepat tidur, sudah malam, Matsuri-chan..
kawai_matsuri : hahaha.
kawai_matsuri : matsuri akan tidur kalau senpai sudah tidur :p
sabakunogaara : hahaha
sabakunogaara : tidurlah duluan.
sabakunogaara : nanti kalau matamu ada lingkaran hitam seperti pandanya,
sabakunogaara : aku jamin Temari-neesan akan mengusirmu dari ruangan OSIS =))
kawai_matsuri : hah?
kawai_matsuri : jangan doong :(
sabakunogaara : makanya cepatlah tidur :)
kawai_matsuri : iya matsuri akan tidur, tapi setelah senpai offline..
sabakunogaara : jangan pikirkan aku. Tidurlah. Aku masih ada urusan. Oke?
Lama Matsuri tidak membalas chat dari Gaara. Dan tiba-tiba, muncul sebuah tanda lagi di layar kanan bawah laptop Gaara.
sakuraharuno : is now online.
Hampir saja Gaara berteriak saking senangnya. Padahal jika mau, Gaara hanya harus berteriak kea rah jendela kamarnya, agar si gadis Haruno berambut merah muda itu mengaktifkan id yahoonya. Gaara kembali keroom chat awalnya, meminimize-kan room chatnya dengan Matsuri.
sabakunogaara : bidadari lavender :)
sakuraharuno : pangeran lavender :)
sabakunogaara : sejak kapan sebutanku menjadi pangeran lavender?
sakuraharuno : sejak aku menginginkannya =))
sakuraharuno : kau tidak suka hem? :
Gaara tersenyum. Senang sekali. Ia segera mengetik cepat, agar Sakura tidak buru-buru merubah pikirannya.
sabakunogaara : suka sekali :)
sakuraharuno : bagus hahahah
sakuraharuno : belum tidur?
sabakunogaara : belum.
sabakunogaara : kau sendiri?
sabakunogaara : kenapa belum tidur?
sakuraharuno : sebenarnya aku dari tadi menunggu pesan darimu :p
sakuraharuno : jangan ge'er :p
sabakunogaara : oh maaf kalau begitu.
sakuraharuno : dimaafkan..
sakuraharuno : sasuke-kun jadi ikut, kita jadi kan besok ke Hokkaido?
Sebenarnya Gaara tidak suka ide yang keluar dari mulutnya sendiri, untuk mengajak Sasuke ikut bagian dalam mengingatkan kembali Sakura akan Hokkaido. Ia lalu dengan cepat membalas.
sabakunogaara : tentu :)
sakuraharuno : yeah! :)
sabakunogaara : sepertinya senang sekali.. kenapa?
sakuraharuno : lumayan, liburan kecil :p
sabakunogaara : hahaha
sabakunogaara : ya sudah, kau tidur sana!
sabakunogaara : jangan salahkan aku bila acara hari sabtu kita gagal gara-gara kau yang sakit.
sakuraharuno : baik, pak ketua :p
sabakunogaara : SAKURA HARUNO :
sakuraharuno : baik, baik, mari kita offline bersama.
sabakunogaara : selamat tidur, bidadari lavenderku..
sakuraharuno : :" selamat tidur juga, pangeran lavenderku :)
sabakunogaara : mimpi indah, em ya, mimpiin pangeran lavendermu hahaha
sakuraharuno : hahahah dasar :p
sakuraharuno : mimpi indah juga ya :)
sakuraharuno is now offline
Gaara tersenyum. Senang. Ia lalu mengclose room chatnya dengan Sakura. Lalu muncul layar baru. Room chatnya dengan Matsuri. Banyak sekali pesan dari Matsuri sebelum dia offline.
kawai_matsuri : urusan apa senpai?
kawai_matsuri : bolehkan Matsuri tau?
kawai_matsuri : senpai?
kawai_matsuri : BUZZ!!!
kawai_matsuri : BUZZ!!!
kawai_matsuri : sibuk ya?
kawai_matsuri : ya sudah deh.
kawai_matsuri : mimpi indah ya senpai
kawai_matsuri : selamat tidur :)
kawai_matsuri : sampai ketemu disekolah hari senin, senpai
kawai_matsuri : matsuri tidak sabar menunggu hari senin untuk bertemu senpai :D
kawai_matsuri : ah yaa, matsuri offline duluan, dadah senpai :)
kawai_matsuri is now offline
Gaara tersenyum, lalu mengetik balasan melalui offline message.
sabakunogaara : selamat tidur Matsuri-chan, mimpi indah juga
sabakunogaara : sampai bertemu disekolah hari senin :) dadah Matsuri.
Gaara segera mengklik tombol sign off yang terletak di option. Ia segera mengclose softwarenya, lalu mematikan laptop putihnya.
Ia lalu menutup laptopnya, lalu beranjak ke kasurnya yang didominasi warna merah. Beberapa menit kemudian, pemuda berkulit pucat dengan kanji 'ai' didahinya itu, sudah terlelap, terbuai mimpi.
***
Sakura berdiri distasiun kereta, untuk menunggu kedua cowok yang punya janji dengannya itu. Sakura menggunakan hotpans krem, dipadu dengan kaus merah berlengan pendek, menggunakan jaket berwarna putih, dan sepatu kets berwarna putih. Rambut merah mudanya yang biasanya terurai, kini diikat kuncir kuda. Ia membawa sebuah tas ransel mini yang cukup menampung dompet, ponsel, tissue, bekal makan siang, serta ipod merah mini miliknya. Seperti mau piknik.
Tidak lamakemudian, muncul dua orang pemuda berambut hitam dan merah. Keduanya tampak sangat keren. Gaara hanya memakai kaus berwarna merah, dipadu jaket berwarna biru dongker, dengan celana panjang yang terlihat oversize, sebuah sepatu kets berwarna putih, lalu sebuah kalung hitam bertengger dilehernya. Menjadikannya begitu keren dimata Sakura.
Sementara Sasuke menggunakan kaos berwarna hitam, dipadu dengan kemeja kotak-kotak berwarna merah, dengan celana hitam, lalu sepatu kets berwarna hitam. Keduanya sampai disaat yang bersamaan dihadapan Sakura. "Hei, Saku-chan.."
Tawa Sakura hampir meledak mendengar kekompakan Sasuke dan Gaara. Keduanya saling menatap, aneh, heran. (yah entahlah. Author bingung mendeskripsikan wajah konyol mereka)
"Nande?" ucap Gaara, merasa Sasuke memperhatikannya dengan tatapan 'bagus-apanya-orang-ini-aku-pasti-lebih-baik'.
"Ie," ucap Sasuke dingin, sambil buang muka.
"Jangan bertengkar! Kalian kan sahabat!" ucap Sakura menengahi.
"Hn," jawab mereka berdua bersamaan. Sakura menahan tawa. Ia tidak menyangka kalau Gaara dan Sasuke bisa sekompak ini. Sasuke dan Gaara saling menatap. "Berhenti menuruti semua ucapanku!"
Wajah Gaara dan Sasuke kembali menampakan wajah bingung dan heran. Sakura geleng-geleng kepala. 'Yare-yare..'
***
Sakura manarik nafas panjang. Ia tersenyum riang. "Kita sampai! Hokkaido!"
Setelah menempuh perjalanan, (entah makan waktu berapa jam, author kurang tau :p –readers : dasar author abal) Sakura, Sasuke dan Gaara akhirnya sampai di Hokkaido. Mereka langsung menuju rumah mereka yang ada di Hokkaido, yang kosong, tak ada yang menempati, tapi tetap ada yang merawatnya. Sakura tersenyum. rumah besarnya di Hokkaido, bersebelahan dengan rumah Gaara. Sakura duduk di halamannya, yang berisikan rumput hijau segar.
"Senangnya dapat kembali kesini.." ucap Sakura tanpa sadar.
Gaara tersenyum. Senang acaranya bisa membuat Sakura tersenyum. Tapi hanya satu yang mengganggu Gaara kali ini.
Sasuke Uchiha.
Yah lagi-lagi dalam hati Gaara melafalkan nama itu dengan penuh amarah. Gaara sangat membenci pemuda yang mengaku 'amat sangat mencintai' gadis Haruno ini. Sasuke yang merasa diperhatikan oleh Gaara, lalu meliriknya dengan tatapan 'apa-lihat-lihat' khas Uchiha. Gaara tak memperdulikannya. Ia mendekat kearah Sakura. "Saku-chan.."
"Ada apa?" Sakura tersenyum kearah Gaara.
"Ada yang ingin kutunjukan padamu.." ucap Gaara, lalu tersenyum--senyum palsu.
"Oke," Sakura berdiri, lalu mengikuti arah Gaara pergi. Sasuke ngekor dibelakang Sakura. Sejak tadi moodnya jelek gara-gara seorang Sabaku no Gaara.
Sakura terus mengikuti Gaara, yang mulai memasuki hutan lebat. Sakura kesulitan. Sakura, anehnya, tidak ingat apapun tentang jalan ini. Sasuke dengan tenang mengikuti mereka berdua, dengan kedua tangan terkunci disaku celananya. Sakura masih kebingungan menebak-nebak mereka akan pergi kemana. Gaara masih terus berjalan, tanpa menoleh kebelakang lagi.
"Kita mau kemana?" tanya Sakura, masih tetap berjalan mengikuti bocah berambut merah itu.
Gaara tiba-tiba melepas jaket biru dongkernya. "Nanti kau akan tau. Ikuti saja.."
'Nanti kau akan tau. Ikuti saja..'
"Ano?" Sakura berhenti berjalan. Dilihatnya Gaara semakin jauh dari pandangannya. Sekilas, tadi ia melihat sesosok pemuda kecil berambut merah dengan kaos hijau berdiri dibelakang Gaara, dan mengucapkan kata-kata yang sama dengan Gaara.
"Kau kenapa, Saku-chan?" tanya Sasuke, sambil menatap aneh pada diri Sakura. Sasuke malah berjalan mendahului Sakura. "Heem.. sepertinya aku mengerti sesuatu. Kau hanya pura-pura ingat kan ketika kita sedang diatap itu?"
Sakura terhenyak. Ia hanya bisa cepat otaknya kemudian menyuruhnya berjalan lagi. Secercah Cahaya diujung jalan menelan Gaara, begitu pula dengan Sasuke. 'Itu jalan keluar!'
Saat kaki Sakura melangkah masuk kedalam cahaya tersebut, pemandangan yang tersaji diluar harapan Sakura. Sebuah padang Lavender yang sangat luas, disebelah kirinya terbentang sungai yang sangat panjang. Sakura tercengang. Gaara kembali kebelakang, kemudian menarik Sakura agar berjalan ketempat yang ia inginkan. Sasuke berdiri diatas jembatan yang terletak diatas sungai. Sungai dengan air yang sangat jernih. Sasuke menggenggam pegangan pada jembatan itu.
"Ingatkah kau Sakura?" tanya Sasuke, masih memandang air jernih yang mengalir disungai tersebut. "Kali ini kuharap kau jujur."
Sakura terdiam. Mendadak kilasan-kilasan masa lalu muncul diotaknya. Wajahnya menjadi pucat seketika. " Tenggelam.. tolong.."
Sakura melepaskan tangannya yang digenggam Gaara. Lalu ia berbalik dan berlari sekuat tenaga. Gaara mengejarnya segera. Sasuke diam ditempat. "Rupanya itu alasanmu melupakan aku.."
TO BE CONTINUED
Hiyaaaaaaaaaaaaaah selesai juga Chapter 7 ini ^^
Sempat WB sih. Maafkaaaan nyoooo
Mau balas review boleh?
Haruchi NIgiyama :
Waaah kenapa Gaara?
Kenapa tidak Sasuke saja?
Hahaha ini sudah Update nyooo
Review lagi yaa :)
Furu-pyon :
Sepertinya iya hahaha
Sudah update nih :D
Review lagi ya! :)
Naru-mania :
Sudah update nih!
Review lagi yaa :)
Ritsukika Sakuishi :
Milih siapa ya? Milih siapa?
Tanya authornya deh –lu kan authornya! Oh iya maaf lupa—
Sudah update nih. Review lagi yaa
Salam kenal juga :D
Sagara Ryuki :
Hiyaaaah arigatou sudah diripiu lagi kika-senpai! :D
Hah? Gaaranya kan buat aku. Mending sasuke yang buat sakura hahah
Iya kayaknya -,- (author ngga bertanggung jawab *digaplok Gaara*)
Sudah Update! Review lagi yaa
KuroShiro6yh :
Sudah dibalas di PM yaa.
Arigatou revewnya!
Shiroi Yuri :
Kepengen hahaha
Wah sepertinya hanya Wiwin dan Saya yang tidak terkena. Soalnya saya sudah lupa tuh cerita 'Winter in Tokyo' itu bagaimana hahaha (digorok Illana Tan)
Ini sudah panjang kan? Sudah kan? (stress 4 hari gara-gara mikirin ide buat bikin chapter yang panjang seperti keinginanmu, Nanad..)
Review lagi yaaa :))
PS : INI SUDAH LEBIH DARI 1500. NYARIS 1800 DAN OTAK SAYA NGEBUL GARA-GARA INI. HAHAHA (chapslock mode on)
ai_l0ver :
hahahah entahlah, authornya masih bingung nyooo
pengennya sama Gaara, tapi pairing udah ditentuin SasuSaku hahaha
heem.. mungkin chapter 8 nanti adalah final chapnya heheh
ini sudah Update. Review lagi yaa
Nakamura Kumiko-chan :
Heemm ini sudah update :D
Review lagi yaaa :))
Akane Higabana :
Oh yaaaa? Hahahaha terima kasih sahabatku sayaang muah muah :D
Oh yaa? Hahaha hanya pikiranmu saja kali (enggan mengakui) hahaha
Ini sudah update. Review lagi yaaa *puppy eyes*
Sekian bales reviewnyaaaa
Terima kasih untuk semua yang sudah mereview dan menjadikan fic dari author abal ini fav. hahaha
Woaaaaa
Gomen kalau masih ada miss typo
Gomeeeeeeen :D
Sasuke, Sakura, dan Gaara jadi OOC disini, gomeeeen :D
Gomeeen juga kalau jadi Garing dan Gaje. Garing kah? Gaje kah? Atau apa? gomeeen
Yasudah, kebanyakan gomen. Sekarang review yaaaa
Pencetlah ijo-ijo dibawaaaaah. Raisa tunggu Reviewnyaaaaa :D
