Pairing : Choi Siwon – Cho Kyuhyun
Disclaimer : They belong each other.
Other Casts : Choi Seung Hyun (TOP), Choi Minho, others will be introduced later on
Warning : Lime/Lemon (Rated M for a reason)
Would be glad to present a nice piece of my wild imagination in Bahasa.
"Kau.. kau ingin melupakanku, Kyuhyun?"
"Sudah sepantasnya aku melupakanmu, Siwon. Aku sudah bertunangan, kau ingat? Dan Kau sendiri yang membuatku begitu. Aku dan kamu.. semuanya itu masa lalu.."
Siwon menggeram. Tidak, dia jelas tidak mau Kyuhyun melupakannya.. Sebut dia bangsat, bajingan sekalipun, tapi dia tidak mau Kyuhyun menghilangkannya dari hatinya. Meski Kyuhyun telah bertunangan dengan kakaknya sekalipun.
"Aku.. akan… membuatmu.. tidak mampu.. melupakanku dari benakmu..dari hatimu.. juga dari tubuhmu.. Kyuhyunna.." desis Siwon tajam, membuat Kyuhyun membelalakkan matanya.
"Kau gila, Siwon! Lepas! " teriak Kyuhyun, kedua iris karamelnya berkilat, entah karena air mata atau amarah, atau mungkin juga keduanya.
"Maaf. Aku tidak bisa melepasmu, tidak untuk kali ini Kyu…"
Kyuhyun mendelik, "Aku sudah bersama dengan Seunghyun hyung. Aku miliknya, Siwon, bukan milikmu. Dan kamu tidak berhak untuk menyentuhku seperti ini." Kyuhyun member jeda pada kata-katanya. " Seunhyun benar-benar mencintaiku.." Kyuhyun bergumam, dia menunduk, tidak , Kyuhyun seakan mengumpulkan keberanian untuk melihat seperti apa reaksi Siwon.
"Seunghyun benar-benar mencintaiku dengan tulus dan segenap hatinya, aku bisa merasakan itu…Aku… aku ingin belajar menerima Seunghyun hyung…"
"Hentikan!" Hardik Siwon tiba-tiba. Dia sudah tidak tahan mendengar Kyuhyun terus menyebut nama Seunghyun, Siwon benci setiap kali nama Seunghyun keluar dari mulut Kyu. "Panggil aku, Kyu! Sebut namaku! Bukan nama hyungku!"
"Aku tidak mau kamu menjadi salah satu dari mereka, yang selalu membandingkanku dengan Seunghyun hyung! Aku tidak mau kamu juga akhirnya memilihnya, Kyu! Aku salah. Tapi aku tidak bisa menyerahkanmu untuknya!"
Kyuhyun mengernyit sesaat, tapi kemudian kembali pada emosi sebelumnya, kecewa. "So, you are fed up not because you love me, or you are afraid of losing me, but because you don't want to lose to Seunghyun hyung. I am. Not. Your. Property. Siwon.… Ha-Have you ever loved me, Choi Siwon?" (Jadi, kau marah bukan karena kau mencintaiku atau takut kehilanganku, tapi karena kau tidak mau terkalahkan oleh Seunghyun hyung..Aku. bukan. Sebuah. Benda, Siwon. Pe-Pernahkah kamu mencintaiku, Choi Siwon?"
Tersentak dengan kata-kata Kyuhyun, Siwon sedikit melonggarkan kedua lengannya "Kyu…," panggil Siwon rendah. Entah kenapa dadanya terasa nyeri mendapat tuduhan itu, terlepas tuduhan itu benar atau tidak.
"…" Kyuhyun tak menjawab, dia bahkan tak memandang Siwon sama sekali. Matanya terasa memanas, sungguh, Kyuhyun hampir terisak. Kyuhyunpun menarik nafas dalam-dalam sambil memejamkan matanya, mencoba menahan rasa sakit menyesakkan, air matanya tak dapat lagi dicegah untuk tak menetes, membasahi lantai dingin di bawahnya.
"Aku memang brengsek.. Tapi, aku tidak bisa melepasmu, Kyu… Entah itu untuk Seunghyun hyung ataupun untuk orang lain…. Kumohon, aku tidak bisa…." Siwon berkata lirih, hancur sudah semua topengnya kini. Meski dia belum tahu nama perasaan yang bercampur baur, iri kah kepada Seunghyun? Rasa possessive kah terhadap Kyu? atau memang dia ternyata sangat mencintai Kyuhyun? Entah, Siwon tidak mengerti, hanya dia merasa sakit, tidak sanggup melihat Kyuhyun bersama dengan orang lain, apalagi hyungnya sendiri.
"Kamu cemburu? Kamu pernah mencintaiku, Siwon? Meski hanya sedikit?" Harap Kyuhyun. Tidak apa meski Siwon berbohong dan bilang bahwa dia pernah mencintainya, asal Siwon berkata seperti itu.
"…" Siwon tak menjawab, hanya tangannya yang bergerak meraih tangan Kyuhyun dan menyesap aromanya pelan.
Kyuhyun menyandarkan kepalanya dibahu Siwon, Seakan terlalu lelah untuk menghadapi dunia. Seunghyun hyung yang begitu baik, Siwon yang sedari dulu dicintainya. "Siwon…" lirihnya.
"Siwon…please…. Say something.. (katakan sesuatu..)"
"Aku tidak tahu Kyu… I don't understand… (Aku tidak mengerti..) Aku tidak mengerti semuanya, kamu, Seunghyun hyung bahkan diriku sendiri.."
"Seunghyun hyung… Aku tidak bisa… melakukan ini padanya.. Aku tidak mau mengkhianatinya.. He is kind to me, Siwon.. He … (Dia baik padaku Siwon…. Dia…" pemuda berkulit pucat dengan iris mata karamel itu terisak.
Perlahan, Siwon melepas tangannya yang memerangkap tubuh Kyuhyun, ditatapnya lelehan caramel yang basah dan memancarkan penderitaan. "Jangan, jangan sebut nama Seunghyun hyung..Jangan sebut namanya sekarang… Jangan …" ucapnya rendah, dan kemudian mulai merendahkan tubuhnya sendiri untuk meraih bibir merah Kyuhyun yang ikut basah oleh air mata.
Tak ada kata lagi yang keluar dari bibir itu, Siwon mengunci bibir itu dengan sempurna, melumatnya . Dengan perlahan pula pemuda itu memutar tubuh keduanya dan menyandarkan Kyuhyun pada dinding bercat putih tanpa noda.
"Let me have you… (Biarkan aku memilikimu..) Let me caress you.. (Biarkan aku menyentuhmu…)" gumam Siwon pelan disela ciumannya yang perlahan semakin liar, Siwon melumat bibir bawah dan atas Kyuhyun bergantian dengan rakus. Menjilat, menekan, menghisap penuh-penuh. Satu tangan kekar Siwon meraih rahang Kyuhyun, mengarahkannya agar dia lebih leluasa.
"Emmph…" satu desahan mulai meluncur saat Siwon mengigit bibir Kyuhyun, mencari celah diantara bibir yang terkatup rapat. "Emmph…" satu gigitan lagi, namun desahan yang muncul kali ini disertai dengan celah yang melebar membuka kesempatan bagi laki-laki berlesung pipit itu.
Hasrat dan keinginan memilikilah yang mengendalikan nafsunya. Dia baru melepaskan lidah Kyuhyun saat Kyuhyun benar-benar kehabisan nafas hingga membuat wajahnya memucat dan tubuhnya mendingin kekurangan oksigen.
"Siwon….ARRGHHH!" Kyuhyun mengerang saat Siwon mengigit lehernya keras, tangan Siwonpun telah turun meremas dada Kyuhyun yang semakin gemuk dengan ganas. Kyuhyun merasakan suhu tubuhnya memanas terutama ditempat yang telah disentuh oleh Siwon.
Sekali lagi, pemuda itu mengigit leher Kyuhyun dan kali ini lebih keras hingga membuat cairan merah merembes perlahan yang langsung dihisap dan dijilatnya rakus. Tangan Siwon juga bergerak membuka kancing kemeja atas Kyu.
"S-Siwon…"
Siwon menatap iris mata Kyuhyun dalam. Sementara satu tangan bekerja membuka kemeja Kyu, tangan yang lain mengusap bibir penuh milik Kyuhyun, bibir yang telah merah bengkak namun semakin menggoda. "Don't stand still Kyu… Touch me too.. I want to feel your touch… (Jangan diam saja Kyu.. Sentuh aku.. Aku ingin merasakan sentuhanmu…," gumamnya sebelum kembali meraup bibir Kyuhyun. Tergoda, Kyuhyun mulai bergerak, meraba dada bidang Siwon yang masih tertutupi kemeja Armani-nya, membuka kancing satu persatu. Jemari lentik itu menelusuri dada Siwon dengan sentuhan yang menggoda, membuat sang empunya mengerang tertahan terhadap godaan yang ditimbulkan Kyuhyun.
Siwon mulai bergerak cepat, tangannya tak dia biarkan menganggur dengan kembali berurusan dengan pakaian Kyuhyun, kali ini celana yang membungkus paha indah itu mulai dijamahnya, melepas satu persatu hingga akhirnya tubuh itu polos, Siwon semakin mendesak Kyuhyun kedinding, dan tanpa persiapan apapun dia menggenggam junior Kyuhyun. Terang Kyuhyun mengerang, penisnya belum basah dan terasa perih saat tiba-tiba digenggam dan diremas kasar oleh SIwon.
Siwon melepas bibir Kyuhyun, dan bibir joker it uterus menyapu ujung bibir sampai leher jenjang kemudian mengarah ke tonjolan coklat muda di dada Kyuhyun, menjilat dan menggigitnya kecil sebelum akhirnya menghisapnya. Lidah Siwon masih sibuk menyapu nipple kecoklatan yang kerap menonjol saat Kyuhyun mengenakkan kaus V-neck itu. Kyuhyun sendiri, dia telah kehilangan kendali akan tubuhnya sendiri.
"Si-siwon.. Siwonn… pelan… pelan Arghh… ARRRHH!" Siwon terus mempercepat gerakan tangannya di penis Kyuhyun, membuat ujung penis Kyuhyun mulai mengeluarkan pre-cum nya"Siwon..…. ku… moh… Arghhh… pel-pelaaaan…. ARGHH…" nafas Kyuhyun berat dan terputus-putus, tubuhnya lemas, dia hanya mampu mengerang dibawah kendali Siwon.
"ARGHHH!" Kyuhyun menjerit saat klimaks pertamanya datang.
Siwon melepas pemuda berkulit pucat yang berkeringat, membuat permukaan kulitnya berkilat seperti ada lapisan berlian, indah, menyandarkan Kyuhyun di dinding dan memandang wajah yang menunduk dengan nafas yang tersengal.
"Kyuhyun…," Siwon memanggil pelan, satu jari tangan kanannya mengangkat dagu Kyuhyun agar pemuda itu menengadah memandangnya. "Touch me… (Sentuh aku…)" katanya menatap dalam Kyuhyun yang masih tidak terlalu fokus.
Kyuhyun mengangguk, nafasnya masih tersengal, dan dia kembali bergerak melepas pakaian Siwon yang baru terlepas lapisan terluarnya. Tangannya gemetar saat melepas shirt Siwon sepenuhnya, membiarkan baju seharga ribuan dollar itu tergeletak di lantai, menampilkan perut six-pack, dada bidang, lengan berotot yang terangkat keatas, leher hingga rambut hitam legam Siwon. Kyuhyun menenguk ludah, nafasnya tiba-tiba saja bertambah memburu. Kyuhyun segera melepaskan hasrat untuk menyentuh tubuh itu, dia mengusapnya pelan, merasakan hangat di sentuhan kulitnya dan debar jantung yang berdentam-dentam di balik dada itu.
"Tugasmu belum selesai Kyuhyun," gumam Siwon, suaranya terdengar berat. Pemuda itu sedang berusaha menahan desahannya.
Kyuhyun mengerti maksud Siwon, tangan Kyuhyun bergerak melepas celana Siwon. Mengusap kejantanan Siwon yang juga sudah tegang sempurna.
"Kiss me.." Ucap Siwon perlahan, mendekatkan wajahnya ke arah Kyuhyun, tanpa ragu Kyuhyun melumat bibir Siwon. Siwon membiarkan dirinya didominasi oleh Kyuhyun, mengalah dalam ciuman panas dan basah mereka. Sehingga tanpa Kyuhyn sadari sepenuhnya, Siwon meraih kedua paha Kyuhyun, sedikit mengangkat dan menggendongnya ala koala,
"ARGHHH!" erang Kyuhyun tiba-tiba, sesuatu yang besar dan keras menerobos masuk rektumnya tanpa aba-aba. Pemuda itu melepas ciumannya hendak memprotes, namun dengan sigap Siwon kembali meraih bibir Kyuhyun. kembali melumat dan menyatukan saliva yang kali ini bercampur dengan rasa darah yang merembes keluar dari luka kecil di bibir pemuda itu. Siwon mengerang tertahan, rectum sempit, dan hangat itu seakan memijat penisnya tanpa ampun, memberikan kenikmatan tersendiri. Dinding rectum yang mengejang, semakin meremas penis Siwon, membuat si empunya menggeram di sela pertarungan lidah antara dia dan Kyu.
"Ahh… Ngghhh…" desah Kyuhyun tertahan, entahlah… tapi Siwon yakin itu adalah tanda bahwa Kyuhyun juga mulai menikmati, Dengan sedikit menahan diri, Siwon menarik penisnya perlahan, menyisakan kepala penisnya dan melesakkannya kembali, menikmati sensasi gesekan kulit penisnya dengan dinding rectum Kyuhyun.
"Nghhh…" Kyuhyun mengerang setengah mendesah dalam tahanan bibir Siwon.
Masih dengan posisi Kyuhyun yang punggungnya bersandar di dinding dan Siwon yang setia menggendongnya ala koala, Siwon kembali bergerak, menarik dan menusuk dengan kecepatan yang meningkat perlahan. Kyuhyun mengerang, melenguh dan mendesah tanpa kendali. Sedangkan Siwon? Dia terus menghentak-hentakkan pinggulnya naik turun, mengabaikan cengkraman kuku-kuku Kyuhyun yang semakin menghujam kulitnya.
"ARRGGGHHH… MMppphhhhhh… !" Siwon melepas kuncian bibirnya yang sedari tadi melumat bibir penuh Kyuhyun dan erangan langsung terdengar seru dari bibir Kyuhyun. "SIWON-AHH Ahhh…AKU….. Akku…" Kyuhyun kualahan, Siwon terus bergerak. Mata Kyuhyun terpejam erat menikmati sensasi penuh gairah yang semakin memuncak. "ARRGGHHHH!" rasa panas yang menyebar tiba-tiba, dinding rektum yang mencengkram kuat penis Siwon serta tubuh pemuda itu yang menegang kemudian limbung, Siwon tahu pemuda itu baru saja mencapai klimaksnya. Tapi Siwon belum berhenti, dia belum mencapainya, dia masih terus… masih… masih…
"Gghhh…!" Siwon menggeram di ceruk leher Kyu. Siwon mencapainya setelah Kyuhyun.
Keduanya terengah, bersandar pada dinding kamar , berpelukan dengan saling menghembuskan nafas di kulit pasangannya dengan berat dan tersengal.
Siwon melepas penisnya perlahan, dengan hati-hati pemuda itu membalikkan tubuh Kyuhyun, menghadapkan pemuda itu pada dinding dan menyandarkan punggung pemuda itu pada dadanya. Siwon meraih kedua tangan Kyuhyun dan mengalungkannya kebelakang lehernya sendiri.
"Berpegang yang kuat Kyuhyun," bisik Siwon ke telinga Kyu, setelah dia mencuri satu ciuman lagi dari bibir Kyu yang tidak pernah membuatnya bosan.
Kyuhyun yang masih terengah hanya mengangguk pelan, namun segera menyesali persetujuannya saat tangan Siwon memeluk perutnya dari belakang, naik keatas dan meremas dadanya dengan keras di saat yang bersamaan penis Siwon kembali melesak masuk kedalam rectum Kyuhyun…
"ARGhhh.. Siwon!" Kyuhyun kembali memekik.
Siwon menghentikan pergerakannya, pemuda itu pun mengecup tengkuk Kyuhyun lembut, membuat Kyuhyun melenguh pelan. "Feel it, Kyuhyun….."
Serangan kedua pun dimulai, Kyuhyun mendesah, memekik, dan mengerang disaat bersamaan ketika tiga titik sensitifnya diserang bersamaan. Hentakan-hentakan yang semakin dalam di rektumnya, membabi buta mencari titik prostat si pemuda berkulit pucat itu, remasan-remasan yang semakin kuat di dadanya disertai cubitan di nipplenya dan hisapan yang semakin liar di tengkuk hingga punggungnya.
"Ahhh.."
"Aggghhh…."
"S-siwon…."
Siwon tak bergeming, pemuda itu terus memacu kecepatannya mendesak, menyentuh dan meraih titik kenikmatan Kyuhyun penuh-penuh, terus, terus dan terus…
"ARGGGHHH!" keduanya mengerang bersamaan, klimaks kedua untuk Siwon dan ketiga untuk Kyuhyun. Pemuda itu ambruk di dada Siwon.
Lelah. Itu pasti karna permainan Siwon yang liar kali ini membuat pemuda itu tak berkutik sedikit pun. Setelah mengatur nafas sejenak Siwon mengangkat tubuh itu ala bridal, beranjak ketempat tidur dan membaringkan Kyuhyun ditengah-tengah. Siwon tersenyum tipis melihat cairan putih yang merembes pelan dari rektum Kyuhyun.
Mengecup dahi Kyuhyun yang masih basah oleh keringat, kedua kelopak mata yang menghiasi mata almond itu tertutup, hanya desah nafas halus yang terdengar dari Kyu.
Siwon masih menatap Kyuhyun, seakan jiwanya ikut tersedot disetiap tarikan nafas pemuda itu. Kyuhyun sungguh indah, Jemari Siwon mengusap bibir Kyu, turun ke leher dan dadanya.
"Perasaan apa ini Kyu? What you've done to me..? (Apa yang sudah kau lakukan padaku…?)Bolehkah aku mencintaimu, hmm? Bisakah aku memilikimu kembali..?"
Kyuhyun bergerak pelan dalam tidurnya, membuat Siwon tersadar, "Tapi… kau sudah dimiliki Seunghyun hyung.. What should I do Kyu..? (Apa yang seharusnya kulakukan..?) Siwon tersenyum miris. Untuk kali ini biarkan dia meratapi penyeselan.
Menyesal karena telah melepaskan Kyu.
Menyesal karena telah membiarkan Kyu bertunangan dengan hyungnya sendiri..
Menyesal karena tidak bisa jujur dengan perasaannya sendiri…
Menyesal karena mengkhianati hyungnya…
.
.
.
.
.
Kyuhyun menggeliat perlahan, badannya terasa remuk dan tidak bertenaga. Masih belum membuka mata, tangan Kyu terulur kesamping tempat tidurnya.
Kosong.
Tidak ada Siwon disitu. Kyuhyun membuaka matanya, meringis pelan saat dirasa bagian bawahnya terasa ngilu dan perih, yah itulah konsekuensi tindakannya semalam. Menoleh kesamping, benar-benar kosong, dia tidak mendapati Siwon disana. Meski Kyuhyun sudah menduganya, tetap saja hatinya terasa sakit.
Tanpa bisa ditahan, air mata mulai menetes di kedua pipi chubby nya, menyesalkah? Tentu, dia telah tidur dengan Siwon untuk yang kedua kalinya tanpa tahu perasaan laki-laki itu entah Siwon masih mencintainya, atau hanya terbawa suasana dan nafsu sehingga mereka melewatkan malam panas untuk kedua kalinya dengan tanpa status. Ah, lebih tepatnya dengan status Kyuhyun sebagai tunangan kakaknya, Seunghyun.
Mianhae.. mianhae… mianhae…' Kyuhyun terus berkata lirih disela tangisnya, sungguh dia merasa telah melukai hati Seunghyun. Menginjak-injak kepercayaan dan ketulusan laki-laki itu.
Drrrrrrrrrrrrrrrttttttttt dddddrrrrrrrrrrrrrrrrrtttttttt
Mobile phone Kyuhyun bergetar diatas nakas, selintas diliriknya caller ID yang terpampang di layar.
'Seunghyun hyung is calling'
Kyuhyun sedikit tersentak, ah, iya, dia lupa, setiap pagi, Seunghyun selalu meneleponnya, sekedar mengucapkan, 'Good morning beautiful..' dan menanyakan jam berapa dia ingin dijemput atau hal-hal sepele lainnya yang sangat berarti bagi orang lain, hal-hal yang menunjukkan seberapa pedulinya orang itu terhadap orang lain.
Tangan gemetar Kyu meraih mobile phone nya, sedikit ragu sampai akhirnya dia memutuskan untuk me-reject panggilan itu dan segera mengetik pesan singkat agar Seunghyun tidak salah paham.
"Mianhae hyung, suaraku sangat serak, jadi tidak bisa mengangkat telfonmu. Mianhaeyo…"
Sent
"Baby, kamu sakit? Bagaimana kalau tidak usah ke kampus saja, aku akan menjemputmu dan kita langsung ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaanmu? Aku akan sampai disana kurang dari satu jam. Be fine and safe, Kyuhyunnie.."
Kau tahu bagaimana rasanya ketika perasaan bersalah yang teramat besar menggerogoti hatimu, mencabik-cabik jantungmu? Perasaan bersalah yang seakan hampir menelan Kyuhyun bulat-bulat. Laki-laki itu menggenggam erat mobile nya, mendekap erat di dadanya, dia menangis sekali lagi.
"Tidak usah hyung, hanya gejala flu biasa. Cukup minum air hangat dan tidur nanti juga hilang sendiri. Tidak perlu khawatir, ne?"
Sent
.
.
.
Siang harinya.
Seunghyun menarik nafas dalam-dalam. Dia harus tampil presentable, setidaknya sampai dia berada di ruangannya sendiri.
TING
Pintu lift terbuka, nampaklah seorang laki-laki separuh baya yang telah siap berdiri menjemput Seunghyun dengan setumpukan dokumen penting yang bahkan tidak dilirik oleh Seunghyun barang sekilas.
"Sekertaris Kim, cancel any meetings and tell everyone not to disturb me under any circumstances. No exceptions. (batalkan semua rapat dan beritahu semua orang untuk tidak menggangguku dalam keadaan apapun)" Ucap Seunghyun dengan nada tajam dan dingin. Pandangan matanya seperti mampu membuat siapapun yang tidak sengaja menatapnya membeku. Tidak ada ampun, tidak ada maaf, gelap, kelam, sulit untuk didefinisikan.
Laki-laki paruh baya itu mengangguk, mengerti. Sesaat setelah Seunghyun memasuki ruangan pribadinya, sekertaris Kim menutup pintu dengan perlahan, memberikan ruang untuk bernafas kepada sang direktur.
Seunghyun berjalan tegap, meski pandangan matanya mulai kosong, berdiri disamping kaca besar yang menampilkan pemandangan Seoul. Sebelumnya diraihnya gelas kosong dan diisi dengan whisky yang memang tersedia di ruangannya. Diteguknya whisky itu tanpa mengecap cita rasa minuman tersebut. Gelas kristal yang kosong itu kembali diisinya sampai setengah penuh.
Sekali teguk, dan tandas lah isi gelas itu, lagi.
Mulai merasa gerah meskipun air conditioner bekerja maksimal seperti biasa, salah satu tangannya dengan kasar meraih dasi Hugo Boss berwarna perak glossy yang dikenakannya dan langsung ditarik, dihempaskan di lantai marmer. Penat, ya dia sungguh penat.
Emosi seorang Seunghyun yang jarang muncul dipermukaan mulai tergelitik saat dia mengingat kejadian hari ini.
.
.
.
Flashback
"Baby….hey… kenapa kau bangun? Bukankah aku menyuruhmu istirahat saja, ehm?" Tegur Seunghyun ketika dia mendapati Kyuhyun, sang kekasih berdiri di dapur, berkutat dengan coffee maker.
Kyuhyun berbalik, mendapati Seunghyun sudah berdiri lima langkah dihadapannya, lucu sebenarnya, ketika kau melihat the almighty Choi Seunghyun lengkap dengan business suit nya, kemeja dan sepatu Armani, dasi dan cuff links dari Hugo Boss, bahkan dia mencium sekilas wangi Hugo Boss perfume-nya ternyata satu tangan Seunghun sibuk menenteng kantong plastic berisi bubur seafood.
Kyuhyun hampir terkikik geli melihat pemandangan langka tersebut namun ditahannya, dia tersenyum lembut.
"Aku bawakan bubur seafood, kudengar dari Minho, bubur seafood bisa membuat kita lebih baik saat tidak punya nafsu makan. Dan, jangan memandangku begitu, karena aku tahu, kamu pasti sudah menyiapkan seribu alasan untuk tidak makan kan?" Seunghyun menarik Kyuhyun tentu saja tidak dengan kekerasan, justru dengan penuh kelembutan dan mendudukkannya di kursi yang ada di dapur merangkap ruang makan itu. Seunghyun menggulung lengan bajunya dan mulai menyiapkan bubur untuk dimakan Kyu.
Menaruhnya didepan Kyuhyun. "Aku suapi?" tawar Seunghyun, membuat Kyu merona.
"Tidak perlu, hyung, aku bisa sendiri.." Tolaknya halus, sungguh dia tidak sanggup jika Seunghyun memperlakukannya sedemikian lembut.
Kyuhyun mulai menyendok buburnya, "Hati-hati panas.." Seunghyun mengingatkan. Perhatiannya teralih ke arah coffee maker. Kyuhyun yang mengetahui ini bergumam pelan, "Aku tadi sedang menyeduh kopi untukmu, hyung…"
'Seperti yang selalu aku lakukan untuk Siwon. Kalian memang bersaudara Choi sejati, bahkan minuman kesukaan kalianpun sama, segelas Americano di pagi hari.' Imbuh Kyuhyun dalam hati.
Seunghyun tersenyum, Kyuhyun memperhatikannya, itu merupakan hal yang menggembirakan. Setidaknya dia membuat sedikit kemajuan secara bertahap untuk memenangkan hati pemuda ber-iris mata caramel itu. Seunghyun menatap Kyuhyun seksama. Kyuhyun terlihat sangat menawan dimatanya, dengan rambut yang masih sedikit basah, piyama putih yang dikenakannya, membuat Kyuhyun terlihat seperti sesosok malaikat.
Selesai menyesap kopi paginya dan puas melihat Kyuhyun yang sudah makan dan meminum vitamin, Seunghyun beranjak, oh dan sebelumnya dia telah sukses membujuk Kyuhyun untuk beristirahat saja dirumah ketika dilihat raut muka Kyu yang masih terlihat pucat.
"Kyunnie… Aku berangkat dulu, istirahat dirumah dan kalau ada apa-apa segera hubungi aku, mengerti?" Seunghyun berkata sembari mengusap rambut Kyu.
Disisi lain Kyuhyun terdiam. Sungguh dia merasa tidak pantas diperlakukan bak ratu oleh Seunghyun. Tanpa ia sadari tangannya sudah terulur, seakan meminta sebuah pelukan dari Seunghyun.
"Hug me, hyung…" lirih Kyu. Dia menggigit bibirnya yang mulai gemetar. Kyuhyun tidak menangis. Hatinya yang menangis pilu. Apalagi ketika Seunghyun bergerak mendekat dan memeluknya erat. "Mianhae…" Ucap Kyuhyun dalam hati.
Dibohongi itu menyakitkan. Tetapi membohongi orang yang juga berarti dalam kehidupan kita, lebih menyakitkan, seperti merajam nurani sendiri.
Meskipun sedikit bingung dengan tingkah laku Kyuhyun, namun Seunghyun dengan senang hati memeluknya, memberikan kenyamanan dan ketenangan.
Direngkuhnya tubuh Kyuhyun yang pas dipelukannya, halus, lembut bahkan terkesan sedikit ringkih, membuat Seunghyun ingin terus memeluknya, mendekapnya dan menyembunyikan Kyu dari dunia yang kejam dan kadang tidak berperi kemanusiaan. Selamanya melindunginya dari segala bentuk kesedihan dan kesengsaraan. Cho Kyuhyun… malaikatnya, penyelamat jiwa seorang Choi Seunghyun…
Itulah yang dipikirkan Seunghyun sebelum tanpa sengaja matanya melihat sebentuk bercak kemerahan di belakang telinga Kyu. Bercak kemerahan yang dengan jelas berarti sebentuk pengkhianatan.
AH, apakah bisa disebut pengkhianatan kalau Seunghyun juga sadar bahwa dia belum memliki hati Kyuhyun? Seunghyun menggertakkan giginya kuat-kuat. Tidak, dia tidak boleh menampakkan emosinya, tidak didepan Kyuhyun. Teruatama ketika dia masih belum tahu kebenarannya.
Perlahan dia melepaskan pelukannya, tersenyum lembut terhadap Kyuhyun sebelum akhirnya berkata "Aku pergi, beautiful. I love you…" Beranajak meninggalkan apartment Kyu sembari mengepalkan tangannya erat-erat hingga kuku jarinya melesak ked aging tangannya.
Flashback ends.
Mata Seunghyun nyalang memandang refleksi cahaya yang dihasilkan oleh gelas Kristal yang dia mainkan ddi tangannya.
Rahangnya mengeras, giginya menggemeretak,
KRAKKK
Kristal-kristal kecil berjatuhan dari tangan Seunghyun, bersamaan dengan tetesan merah pekat, darah. Tangan Seunghyun yang tadinya menggenggam gelas Kristal itu terlalu erat menyebabkan gelas itu hancur berkeping-keping, seperti perasaannya kali ini. Bunuh diri? Tentu tidak, Seunghyun tidak sepicik itu, hanya saat ini, dia tidak sadar melukai dirinya sendiri. Dia hanya terlalu lepas kontrol akan emosinya sehingga tangannya etrluka. Tidak dalam, bahkan dia sendiri tidak merasakannya, karena pedih yang bersarang di dadanya lebih menyakitkan ketimbang pecahan kristal yang menusuk telapak tangan Seunghyun.
Bukan rasa sakit berasumsi kalau Kyuhyun mungkin menghabiskan malam dengan laki-laki lain. Bukan. Tetapi ketakutan terbesar Seunghyun adalah kalau Kyuhyun meninggalkannya sendiri. Sungguh, dia berpikir dia tidak akan bisa jika Kyuhyun berjalan pergi. Dia tidak sanggup.
Diacuhkannya darah yang menetes perlahan.
"Kyuhyun.. please… I beg you.. don't leave me… don't walk away from me…I can't without you… No matter if I have to wait for you forever, no matter if this will forever be unrequited love, just stay with me…" (kumohon, jangan tinggalkan aku.. jangan pergi dariku…. Aku tidak bisa tanpamu… Tidak masalah meski aku harus menunggumu selamanya, tidak masalah meski ini akan menjadi cinta sepihak selamanya.. asal kau tetap tinggal disisiku…" racau Seunghyun sembari menatap kosong `lantai yang mulai dihiasi butiran Kristal dan tetesan merah pekat.
.
.
.
.
.
.
TBC
A/N
Hullo, dear readers just recognized ternyata so many of you yang pity TOP ya? Saya juga sebenarnya. LOL. Mungkin sampai chapter ini sedikit bisa dibayangkan kalau Siwon's love to Kyu is more like "Eros" and TOP is "Fillial" one, yes? But, belum yakin juga sih, because the plot is still going somewhere. LMAO.
Ah, my uname in Asianfanfic is not Shixiel, for those who want to know it, you can PM me Dan tulisannya juga berbeda sih dari yang di sini.
Ah, special for Choismine on twitter yang sudah bisa nebak siapa saya, lol, congratulation dear, asal sayanya jangan di hantui update-an ya.. :3
Last, thanks for all the nice comments, and do ask your apologize tidak saya balas satu-satu. Soalnya bingung membalasnya,
The last, typos are my bestie so please bear with that! ^^
