Chapter 5: The game continued (Line part)

Semua anggota tim Jepang pun pergi ke kamar mereka dengan perasaan tidak enak. Begitu sampai di kamar, memang seperti yang dikatakan Hiruma, terdapat amplop berwarna cokelat. Mereka mengambil amplop itu dan melihat isinya. Begitu melihat isinya mereka langsung memandang satu sama lain dalam kebingungan.

Petunjuk ini berlaku untuk semua tim sialan. Dari sana baru kalian berpisah ke tempat kalian masing-masing.

Petunjuk pertama

Aku terkubur di antara debu

Di antara barang-barang yang punya nilai dan harta

Aku adalah suatu waktu dari momen yang membeku selamanya…

Cepat temukan aku, cairkan waktuku dan bawa aku keluar dari endapan debu.

"Hmmm…aku tak mengerti" Kata Ootawara sambil tertawa keras.

"Aku juga…" kata Kurita (Kalau di komik-komik di kepala Kurita saat itu pasti udah ada sesuatu yang berputar-putar saking nggak ngertinya dia…hehehe…^_^)

"FUGO! Sulit" kata Komusubi ikut-ikutan.

Musashi dan Shin cuma diam saja, tapi dari ekspresinya mereka yang datar-datar aja (bukannya dari dulu juga ekspresi wajah mereka stoic melulu ya…-_-) jelas mereka mengerti. Tapi…mereka cuek karena mereka nggak mau repot-repot membanggakan diri. (Halah…padahal apa yang mau dibanggakan. Bukan hal baru menemukan fakta bahwa para pemain di ES 21 itu tidak pintar alias bego selain beberapa orang…pendek kata, lebih banyak yang bodoh daripada yang pintar ^_^ *Dihajar habis-habisan oleh para penggemar ES 21* eh, tunggu, author kan juga penggemar ES, berarti author menghajar diri sendiri dong ^v^)

"Hmmm" kata Yukimitsu yang memandangi kertas dengan seksama. (Kalian tanya kenapa dia ada di sini padahal dia WR bukan Line? Habis, Yukimitsu kan tidur sekamar sama Musashi, jadi wajar dong kalau dia ikut di sini)

"Menurut pendapatku, dilihat dari petunjuk ini…" kata Yukimitsu (lagaknya kayak professor yang mau memaparkan teorinya gitu…harap reader bayangkan sendiri bagaimana…^_^) "Tempat yang dimaksud di sini adalah…"

Semua pemain line memandangnya tegang

"Adalah…"

Masih memandangi Yukimitsu, sekarang malah semakin tegang.

"MUSEUM!"

(GUBRAK! Para reader berjatuhan, Cuma mau memberitahu begituan aja pakai acara tegang-tegang segala! Apaan yang musti membuat tegang?- para reader protes-) n_n hehehe…biar ada sensasinya gitu…)

"OHHH" Kurita dan Komusubi terpukau kagum.

"Museum di sini…ada di tengah kota, ayo lebih baik kita pergi" kata Musashi yang sedang memandangi peta yang dia pegang.

"Benar…sekalian latihan" kata Shin (dasar maniak latihan ^^).

"Ohh, benar, baiklah!" kata Ootawara sambil tertawa lagi.

"FUGO!" kata Komusubi.

Kelima pemain itupun meninggalkan kamar mereka dan berjalan keluar dari villa.

Di kamar para QB…

"Kekeke…kupikir orang-orang bego ini akan sulit untuk mendapatkan petunjukku, ternyata tidak ya?" kata Hiruma sambil memainkan laptopnya.

"Di sana ada Shin" Kata Takami.

"Mereka sudah mendapatkan petunjukmu, tapi apa kau mengerti tempat yang kau tunjukkan berikutnya?" kata Kid.

"Lihat saja tanggal mainnya" kata Hiruma sambil menatap kelima remaja yang berdiri di depan museum itu.

Di museum…

"Selanjutnya kita harus ke mana?" kata Kurita. "Masa kita harus mengobrak-abrik seluruh museum?"

"Hmmm…" kata Musashi dan Yukimitsu yang mengamati kertas itu lagi.

"Pasti…di bagian lukisan!" kata Yukimitsu.

"Kenapa?" tanya Ootawara dan Kurita dengan raut wajah bingung.

"Karena…momen yang membeku itu berarti momen yang diabadikan. Dalam hal ini berarti lukisan" kata Yukimitsu.

Seperti para WR tadi, mereka pergi ke lantai tiga, menemukan lukisan yang dimaksud, melihat di baliknya, dan mengambil amplop yanh tertempel di sana dengan tulisan 'kepada pemain line sialan'

Mereka membukanya dan segera disambut dengan petunjuk lain yang menurut Kurita, Komusubi, dan Ootawara semakin sulit, tapi buat Yukimitsu, Shin, dan Musashi nggak bertambah sulit (hebat kan yang bego banding yang pintar pas 3 : 3 ^_^)

Kekeke…kalian hebat, padahal kupikir kalian cuma hebat otot , bukan otak.

Petunjuk kedua kalian…

Di sini terkubur berbagai informasi berharga.

Informasi memenuhi tempat ini di rak-rak dan meja.

Kalian bisa mengunjungi tempat ini kapanpun juga.

Tapi ingat, selama berada di sini, jangan ribut orang-orang sialan, atau kalian akan diusir.