Unforgiven Hero

Remake

gyumingracle present

Cast; Kyuhyun, Sungmin, Victoria, etc.

Pair; Kyumin.

Rate; M

Genre; Romance, Drama.

Disclaimer; Semua alur milik cerita ini adalah milik Shanty Agatha. Saya hanya mengubah nama tokoh.

Summary; Awalnya rasa ini adalah rasa tanggung jawab, namun semakin lama rasa ini malah menjadi rasa obsesi.

Warning; Genderswitch. Typo(s). D l l.

...

...

...

DLDR. RNR.

...

WARNING! NC!

Gaun pengantin itu tiba-tiba saja sudah ada di sana, bersama Victoria yang menunggunya. Dan kemudian dia sudah didandani dengan begitu cantiknya, sehingga hampir tidak mengenali dirinya sendiri di depan cermin.

"Aku senang kita bertemu lagi akhirnya." Victoria tersenyum ramah pada Sungmin. "Tetapi sekarang keadaannya berbeda, kau akan menjadi kakakku."

Sungmin tersenyum dan menelan ludahnya dengan gugup. "Kau tahu ini mungkin terlalu cepat untukku.. Aku.. Aku merasa mual" Sungmin benar-benar merasa gugup. Pernikahannya akan berlangsung sebentar lagi, dan perasaannya kacau balau, campur aduk.

Ini pernikahan? Ya ampun. Dan dia akan melangsungkannya dengan orang yang bahkan tidak dia kenal dekat. Apakah dia sudah gila? Tetapi harus bagaimana lagi? Insiden di malam pesta itu membuat segalanya berbeda. Dan seperti kata Kyuhyun, Sungmin sudah tidak bisa mundur lagi.

"Kau tidak apa-apa, Sungmin?" Victoria menyentuh pundak Sungmin lembut, menyadarkan Sungmin dari lamunannya. Sungmin tampak begitu pucat sehingga membuat Victoria cemas.

"Aku tidak apa-apa. Mungkin pernikahan ini membuatku sedikit gugup." Jawab Sungmin pelan.

Victoria tersenyum memaklumi, siapa yang tidak gugup kalau baru tahu bahwa akan menikah sehari sebelumnya? Oppanya memang keterlaluan, Victoria tidak bisa menyalahkan Sungmin, kalau dia jadi Sungmin mungkin dia sudah pingsan di tempat.

"Kyuhyun orang yang baik. Percayalah, ketika dia memutuskan akan menikahimu, maka dia akan menjagamu." Victoria tersenyum menenangkan dan menggandeng tangan Sungmin. "Ayo, aku akan mengantarmu kepadanya."

-oOo-

Mereka sudah menikah. Sungmin termenung, tiba-tiba saja mereka sudah sah sebagai suami istri. Seperti mimpi rasanya. Terjadi begitu saja. Lalu sekarang apa?

Sungmin melirik ke arah Kyuhyun yang sedang duduk di sebelahnya, mereka sedang makan malam sederhana bersama saksi pernikahan dan beberapa teman. Lelaki yang duduk di sebelahnya ini, Kyuhyun.. Sekarang adalah suaminya.

Suaminya… Sungmin melafalkan kata-kata itu berulang-ulang dalam hati. Mencoba membuat hatinya terbiasa. Tetapi rasanya terlalu cepat untuk membuat sesuatu yang berlangsung begitu tiba-tiba menjadi terbiasa untuk hatinya.

"Kau akan senang berada di sana, Sungmin."

Suara Victoria mengagetkan Sungmin dari pengamatan tersembunyinya pada Kyuhyun. Dia sedikit terbatuk dan berusaha kembali ke dalam percakapan.

Mereka sedang membicarakan apa?

"Pulau itu, pulau pribadi milik Kyuhyun tempat kalian akan berbulan madu nanti, adalah pulau kecil yang sangat indah, dengan fasilitas yang lengkap tentunya. Kyuhyun punya rumah yang indah di sana lengkap dengan para pelayannya, ada desa kecil di bawah bukit yang hanya berisi 50 kepala keluarga, kebanyakan bekerja untuk Kyuhyun. Pulau itu surga kecil yang indah, aku yakin kau akan senang di sana." Victoria menyambung perkataannya dan tersenyum kepada Sungmin, membuat Sungmin bingung harus menanggapi apa.

Mereka akan pergi ke pulau? Jadi mereka tidak akan pulang ke kota mereka? Sungmin harus menanyakan rencana Kyuhyun, kalau tidak dia akan disibukkan dengan kejutan-kejutan yang tidak akan disangkanya.

"Kami akan berangkat nanti, setelah menghabiskan beberapa hari di sini. Aku ingin membuat Sungmin terbiasa denganku dulu." Kyuhyun setengah bergumam kepada Victoria, lalu dia menyentuh lembut jemari Sungmin, yang kali ini sudah mengenakan cincin pernikahan darinya, dengan berlian yang lebih besar dan lebih indah dari cincin pertunangannya. "Kau akan menyukai pulauku, Sungmin. Kita akan tinggal di sana untuk sementara."

Sungmin tercenung. Entahlah... Dari kata-kata Victoria, pulau itu terisolasi atau memiliki akses terbatas dengan dunia luar. Sungmin benar-benar merasa diculik sekarang.

-oOo-

"Sekarang kita sudah bisa tidur seranjang." Kyuhyun melepas dasinya dan menyampirkannya di kursi, dan menatap Sungmin yang gugup dengan senyuman lembut. "Kalau kau tidak keberatan."

Kyuhyun sungguh baik mengatakan itu. Mungkin lelaki lain akan langsung memaksakan mereka tidur seranjang. Karena mereka sudah suami istri, dan Sungmin tidak akan bisa membantah. Tetapi Kyuhyun masih menanyakan keberatan Sungmin. Itu berarti dia menghargai pendapat Sungmin sebagai seorang istri.

Melihat Sungmin diam saja, Kyuhyun berdiri ragu dan menawarkan. "Mungkin aku akan tidur di sofa lagi saja, kalau kau belum siap." Lelaki itu hendak melangkah pergi, tetapi Sungmin menahannya dengan menarik lengan kemejanya.

"Tunggu, Kyuhyun."

Kyuhyun berhenti seketika, melirik ke arah jemari gemetar Sungmin yang mencengkeram lengan bajunya, membuat Sungmin langsung melepaskan pegangannya dengan gugup. Dia mundur selangkah dan menatap Kyuhyun dengan malu.

"Aku tidak akan mengusirmu dari ranjangmu lagi."

"Jadi kau yang akan tidur di sofa?"

Sungmin mengerutkan alisnya dan menatap Kyuhyun, kemudian menyadari bahwa lelaki itu sedang bercanda. Kyuhyun terkekeh, kemudian dengan gerakan lembut menghela Sungmin agar masuk ke dalam pelukannya. Lelaki itu memeluknya lembut, mengecup puncak kepalanya dan meletakkan dagunya di sana.

"Kau istriku, Sungmin." Suara Kyuhyun berubah serak. "Aku tidak akan menyakitimu. Jangan merasa takut ataupun gugup kepadaku. Pernikahan ini memang terlalu cepat, kuakui aku terlalu tergesa-gesa menyeretmu dalam hal ini. Aku minta maaf."

Kyuhyun melakukannya demi adiknya, Victoria. Sungmin memejamkan matanya dan menempelkan pipinya di dada Kyuhyun, merasakan kemeja lembut Kyuhyun menyentuh lembut pipinya, mengalirkan panas dari kulit putih pucat di balik kemeja itu. Dan dia melihat Victoria sangat bahagia setelah pernikahan tadi. Sungguh lelaki ini adalah lelaki yang sangat menyayangi adiknya.

"Aku berkesimpulan kau tidak menolak, kalau kita sama-sama tidur di ranjang itu."

Sungmin mendongakkan kepalanya, langsung berhadapan dengan mata Kyuhyun yang tajam, menatapnya dengan lembut.

"Ya." Akhirnya Sungmin berani memutuskan. Pernikahan ini memang tak terduga dan tak terencanakan olehnya. Tetapi seperti kata Victoria sebelum pernikahan tadi, dia beruntung menikahi Kyuhyun, karena lelaki ini akan menjaga istrinya. Dan Sungmin memutuskan, dia akan mencoba menjadi istri Kyuhyun, sepenuhnya.

"Kalau kita sama-sama tidur di ranjang itu, kita tidak akan hanya tidur."

"Ya. Kyuhyun."

"Aku akan menyentuhmu. Mungkin aku sudah pernah melakukannya malam itu, kita sama-sama tidak ingat. Tapi, kalau ternyata ini yang pertama untukmu, aku berjanji akan bersikap lembut."

"Ya, Kyuhyun."

"Sungmin."

Kyuhyun mengerang menahan perasaannya, lalu disentuhnya dagu Sungmin lembut untuk mendongakkan kepalanya, kemudian dikecupnya bibir Sungmin lembut, mengenalkan dirinya pelan-pelan. Lidahnya mendesak masuk, terasa panas dan menggoda, tanpa permisi menjelajahi seluruh bagian mulut Sungmin, mencecapnya dan menggodanya, lidah itu lalu menemukan lidah Sungmin yang lembut dan berjalinan di sana. Mulut Kyuhyun melumat seluruh bagian bibir Sungmin, seakan ingin menyerap semua rasanya. Pelukannya mengencang, jemarinya menelusuri permukaan kedua lengan Sungmin, bergerak naik turun dengan menggoda.

"Eungh. Ahh."

Ketika ciuman itu terlepas, napas mereka berdua sama-sama terengah-engah. Kyuhyun lalu mengecup lembut bibir Sungmin, beralih ke pipinya, diberinya hadiah kecupan-kecupan kecil, kemudian ke telinganya, menghembus lembut di sana membuat Sungmin memekik kegelian.

"Eunghhh."

Kyuhyun tersenyum. "Di sana titik sensitif perempuan biasanya." Lelaki itu lalu mengecup lembut telinga Sungmin dan lidahnya dengan nakal mencicipi di sana. "Sungmin, aku sangat menginginkanmu."

Dengan lembut diangkatnya Sungmin dan dibaringkannya ke atas ranjang. Kyuhyun melumat bibir Sungmin lagi dan tubuhnya bergerak dengan lembut di atas Sungmin. Jemarinya menyentuh pelan, menyentuh lembut bagian depan gaun Sungmin, membuat perempuan itu terkesiap. Lalu dengan lembut tetapi cekatan, Kyuhyun membuka kancing demi kancing gaun putih Sungmin, begitu pelan gerakannya, seolah ingin menyiksa dirinya sendiri, seperti seorang lelaki yang membuka hadiahnya dengan penuh antisipasi dan kemudian mengintip dengan hati-hati.

Kulit Sungmin yang lembut terlihat sedikit demi sedikit, Kyuhyun membuka seluruh kancing gaun Sungmin, sampai ke pinggangnya dan menatap istrinya dengan penuh gairah. Sungmin begitu menggairahkan, perempuan mungil itu kini terbaring dengan baju terbuka, menampakkan kulitnya dan begitu menggoda. Kyuhyun membantu Sungmin menurunkan gaunnya hingga sepinggang, kemudian sambil menciumi leher Sungmin dan menjilatnya lembut, lelaki itu melepaskan kaitan bra Sungmin, membuat gadis itu telanjang dada di depannya.

"Ahh."

Napas Sungmin makin terengah ketika Kyuhyun menyentuh payudaranya sambil mengusap putingnya dengan gerakan seolah tak sengaja, sehingga membuat puting itu mengeras, seakan ingin disentuh lagi. Sungmin mengerang merasakan sensasi panas yang membakarnya di payudaranya. Kyuhyun masih menciumi lehernya, lalu bibir yang membara itu naik, melumat bibir Sungmin dan berbisik di sana.

"Di mana kau ingin aku menyentuhmu, sayang? Katakan padaku." Suaranya menjadi serak dan sensual.

"Kyuhhh." Sungmin mengerang, lalu memejamkan mata ketika Kyuhyun menunduk dan mengecup bagian atas payudaranya, kemudian, bibir Kyuhyun menghembuskan napas panasnya di atas payudaranya, membuat putingnya mengencang dengan kerasnya. "Ohh. Kyuhh." Suara Sungmin makin keras ketika Kyuhyun mengulangi perbuatannya berkali-kali. Lelaki itu mengecupi seluruh bagian payudaranya tetapi mengabaikan putingnya yang mendamba. Yang dilakukan Kyuhyun hanyalah menghembuskan napasnya, menggoda Sungmin, menyiksa Sungmin.

"Kau ingin aku menyentuhmu di situ, sayang?" Kyuhyun berbisik di sela-sela kecupannya. Menikmati ketika jemari Sungmin tanpa sadar menyentuh rambutnya, mencoba mengarahkan puting Kyuhyun ke bibirnya.

"N-neh, Kyuhh. Ohh." Sungmin mengerang seolah kesulitan bernapas. Puting payudaranya begitu tegak dan panas, karena godaan-godaan Kyuhyun. Dia ingin lebih... Dia ingin bibir Kyuhyun yang panas melumat putingnya, menghisapnya dengan lembut... Dia ingin.

Dan Kyuhyun melakukannya. Bibirnya dengan lembut mengatup di puting payudara Sungmin, lalu lidahnya bergerak menggoda di dalam, begitu panas dan basah, memainkan puting Sungmin dengan usapan-usapan lembut di dalam mulutnya. Sensasi rasanya membuat tubuh Sungmin lemas, kedua jemarinya mencengkeram rambut Kyuhyun, membuatnya acak-acakan, lelaki itu sekarang sudah menindih Sungmin sepenuhnya, tubuhnya yang tinggi melingkupi tubuh mungil Sungmin. Rafael bertumpu pada kedua siku dan lututnya, dan menenggelamkan kepalanya di keindahan payudara Sungmin yang ranum, lelaki itu memuja payudara Sungmin, mencumbunya dengan lidahnya, dan menghisap putingnya perlahan, membuat Sungmin mengeluarkan erangan-erangan gelisah atas sensasi yang baru pertama kali dirasakannya.

Setelah puas. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan mengecup ujung hidung Sungmin yang terengah-engah. Napas mereka berkabut oleh gairah yang pekat. Ketika Kyuhyun menggeserkan tubuhnya, Sungmin merasakan kejantanan Kyuhyun sudah mengeras di sana, menggesek selangkangannya, begitu keras dan siap.

Jemari Kyuhyun menurunkan gaun Sungmin, membantu Sungmin mengangkat tubuhnya sehingga gaun itu akhirnya lepas seluruhnya, terlempar ke lantai, membuat Sungmin terbaring telanjang di bawah tubuh Kyuhyun yang masih berpakaian lengkap, hanya dengan celana dalam sutra warna putih membungkus kewanitaannya.

"Kau indah, Sungmin." Bibir Kyuhyun turun ke leher Sungmin, mengecup lehernya dengan penuh gairah, lalu turun menelusuri dada Sungmin, memberi hadiah kecupan lembut di kedua putingnya. Lelaki itu membungkuk dan mengecupi perut Sungmin, membuat Sungmin merasakan sensasi panas menjalari perutnya, menuju kewanitaannya.

Kemudian lelaki itu menarik celana dalam Sungmin turun, refleks Sungmin langsung merapatkan kakinya, mencoba menutupi dirinya. Tetapi Kyuhyun menahannya dengan jemarinya, mendongakkan kepalanya dan menatap Sungmin dengan matanya yang berkilau penuh gairah.

"Jangan tutup dirimu dari suamimu." Suaranya berat, penuh dominasi. "Aku ingin melihat seluruh tubuh istriku, aku ingin mencicipi seluruh tubuh istriku."

Kata-kata Kyuhyun membuat Sungmin gemetar penuh gairah, dan terus gemetar ketika Kyuhyun menurunkan celana dalam itu, melalui sebelah pahanya dan melepaskan dari kakinya. Membiarkan celana dalam itu masih menggulung di pahanya yang lain. Kyuhyun menggerakkan jemarinya dengan lembut, dan dengan gerakan sensual menurunkan celana dalam sutra itu pelan-pelan dari paha Sungmin, sambil membiarkan jemarinya meraba paha Sungmin, mengirimkan sinyal-sinyal gairah yang bagaikan sengatan listrik di sana. Ketika sampai di kaki Sungmin, Kyuhyun melepaskan celana dalam itu dari tubuh Sungmin, lalu menatap keseluruhan tubuh Sungmin yang telanjang bulat. Istrinya... Telanjang bulat di bawahnya, dan siap dimiliki olehnya.

Kepala Kyuhyun pening oleh gairah dan antisipasi ketika dia menggerakkan jemarinya lagi, pelan mengalun dari lutut Sungmin, dan naik ke pahanya. Sampai kemudian menyentuh kewanitaan Sungmin. Hanya sepersekian detik, menyentuh di sana. Dan tubuh Sungmin terkesiap, berjingkat kaget oleh sengatan aneh yang menyengatnya seketika.

Kyuhyun tersenyum. Sungmin sangat sensitif dan siap olehnya. Jemarinya menyentuh kewanitaan Sungmin, memainkannya lembut dengan usapan ahli, membuat Sungmin setengah bangun, bingung atas sensasi yang mengalir deras di tubuhnya, sekaligus takut.

"Kyuhh.. O-ohh jangan. Ahh. Disituhhh."

"Shh. Tenanglah, sayang." Kyuhyun menghela Sungmin agar terbaring lagi, menikmati. "Aku akan memberimu kenikmatan dari seluruh tubuhku, dari jemariku, dari bibirku." Lelaki itu mendunduk, lalu mengecup kewanitaan Sungmin lembut. Membuat Sungmin menggeliat, mencoba merapatkan pahanya. Kaget atas keintiman luar biasa yang ditunjukkan Kyuhyun kepadanya.

"Kyuhh. Astagahh. Jangan disituhh. Ohh. Ahh."

"Nanti, aku akan mengajarkanmu menyentuhku juga, sayang. Dengan jemarimu, dengan bibirmu." Napas Kyuhyun bagaikan uap panas di kewanitaan Sungmin, membuatnya gemetar.

"Sekarang, biarkan aku memberimu kenikmatan." Lidah Kyuhyun menelusup, menemukan titik paling sensitif di kewanitaannya, dan memainkannya dengan ahli. Lidah Kyuhyun sepanas bibirnya yang melumat dengan ahli, dengan penuh pemujaan.

"Nghh. Ahh."

Sungmin terbaring di sana dengan mata berkabut, dengan napas terengah dan terasa melayang akibat sensasi luar biasa nikmat yang menyelimuti tubuhnya, bersumber pada kewanitaannya. Gerakan bibir dan lidah Kyuhyun begitu ahli, membuat Sungmin berkali-kali mengerang ketika Kyuhyun dengan sengaja menggerakkan lidahnya memutar, menggoda titik sensitifnya. Sungmin seakan dibawa ke sebuah tepi pencapaian yang tidak diketahuinya. Sungmin memejamkan matanya. Dia sudah hampir sampai ke tepi itu. Digigitnya bibirnya, merasakan sensasi panas melandanya dan menggetarkannya. Hendak membawanya ke suatu tempat yang tidak dia ketahui sebelumnya. Napasnya tersengal, jantungnya berdetak cepat, matanya terpejam menyerap kenikmatan itu. Tetapi kemudian, Kyuhyun berhenti.

Lelaki itu menghentikan cumbuannya di kewanitaan Sungmin, membuat Sungmin membuka matanya setengah memprotes. Tetapi senyum Kyuhyun begitu sensual dan penuh rahasia, membuat Sungmin bergetar karena gairah yang ditularkan Kyuhyun.

"Jangan. Kau harus menungguku. Kita akan mencapai puncak kenikmatan itu bersama-sama."

Lelaki itu menegakkan tubuh dan bertumpu pada lututnya yang mengangkang di atas tubuh telanjang Sungmin dan membuka kemejanya, memamerkan dada bidang telanjang dengan kulit putih pucatnya. Membuat Sungmin merasakan dorongan luar biasa untuk menyentuhnya.

Lelaki itu lalu setengah berdiri dan melepaskan celananya. Seluruh pakaiannya akhirnya terlempar ke lantai. Dan sekarang Sungmin menatap seorang lelaki yang berlutut telanjang di atasnya, dengan tubuh yang luar biasa indahnya, dan kejantanan yang telah mengeras dan siap untuknya. Kyuhyun begitu indah dalam ketelanjangannya. Dan lelaki itu suaminya.

Ingatan akan kenyataan itu membuat benak Sungmin dibanjiri oleh pemikiran sensual, pemikiran yang selama ini tidak pernah berani dipikirkannya. Kyuhyun tersenyum lembut, lalu meraih jemari Sungmin dan mengecupnya dalam kecupan basah dan sensual.

"Maukah kau menyentuhku?"

Sungmin menganggukkan kepalanya, dan lelaki itu membawa jemari Sungmin ke kejantanannya yang keras dan siap untuknya. Sungmin menyentuh kekerasan yang sehalus sutra itu dan membelainya. Membuat Kyuhyun mengeluarkan erangan sedikit keras. Mendengar erangan itu, Sungmin hendak menarik jemarinya, tetapi Kyuhyun menahannya.

"Janganhh." Gumam Rafael tertahan. "Teruskan, sayang. Kenali aku."

Jemari mungil Sungmin membelai kembali kejantanan Kyuhyun, membuat Kyuhyun harus menggertakkan giginya, menahan erangannya. Sungmin begitu kagum, karena ternyata apa yang tampak begitu keras bisa terasa begitu halus dan lembut. Dengan penuh ingin tahu, dia mengeksplorasi tubuh Kyuhyun, mempelajarinya, mengenalinya. Sampai kemudian Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin dan menahan jemarinya.

"Cukup. Kurasa aku akan meledak kalau kau meneruskannya." Dengan penuh gairah lelaki itu kembali menindih Sungmin, posisi mereka sungguh pas. Sang lelaki berpadu dengan perempuannya. "Buka pahamu, sayang." Kyuhyun setengah membantu Sungmin membuka pahanya dan membiarkan kejantanan Kyuhyun mendesak di antara paha Sungmin, mendesak kewanitaannya. Lelaki itu menggesekkan tubuhnya lembut, mengirimkan getaran listrik yang membuat tubuh Sungmin membara.

"Kau sudah basah dan siap untukku." Kyuhyun menyentuh Sungmin dengan kejantanannya, merasakan betapa Sungmin sudah begitu panas dan basah di bawahnya. "Izinkan aku memilikimu, sayang."

Lelaki itu bertumpu kepada kedua sikunya, mendorongkan pinggulnya. Menekan tubuh Sungmin dengan begitu ahli. Tetapi halangan itu cukup kuat, sehingga Kyuhyun harus menekan beberapa kali, mencari jalan untuk menyatukan tubuhnya ke dalam tubuh Sungmin, menuntaskan kenikmatan ini. Dengan lembut, lelaki itu menggesek-gesekkan tubuhnya di ujung bibir kewanitaan Sungmin, mempersiapkan perempuan itu. Pelan dan pasti mencoba masuk sedikit demi sedikit, dan kemudian, ketika menemukan titik itu Kyuhyun mendorong tanpa peringatan, menekan kuat dan memasuki tubuh Sungmin.

Yang dirasakan Sungmin kemudian adalah rasa sakit yang luar biasa. Kejantanan Kyuhyun mendorongnya masuk ke dalam tubuhnya, dan dia terkejut akan kekuatan besar yang mencoba menyatukan diri dengannya. Sungmin mengerang, mencoba mendorong tubuh Kyuhyun menjauh karena kesakitan yang dirasakannya.

"Ahh! K-kyuhh."

"Jangan dorong aku, sayang. Rilekslah, terima aku." Kyuhyun berbisik pelan di telinga Sungmin, tubuhnya mendorong lagi, dan ketika akhirnya dia berhasil menembus penghalang itu dia menekankan dirinya dalam-dalam dan menahan dirinya untuk tidak langsung bergerak, mengangkat kepalanya dan mengecup pipi Sungmin lembut. Perempuan itu kesakitan selama proses itu, dan Kyuhyun tidak bisa membantunya. Sekarang lelaki itu mengecupi Sungmin lembut, membantunya supaya rileks dan menikmati, membantunya supaya lepas dari kesakitan di kewanitaannya.

"Apakah masih terasa sakit?" Kyuhyun mengusap air mata di sudut mata Sungmin. "Kau ingin aku berhenti dulu?"

Sungmin tersentuh atas kelembutan Kyuhyun. Dia menggelengkan kepalanya, membiarkan lelaki itu mengecupinya.

Dengan lembut Kyuhyun mulai menggerakkan tubuhnya, agak sakit bagi Sungmin pada awalnya, merasakan sesuatu yang asing menggesek bagian tubuhnya yang begitu peka. Tetapi kemudian ritmenya mulai terasa. Setiap Kyuhyun bergerak, Sungmin mulai bisa menikmati gelenyar sensual yang terkirim dari kewanitaannya ke sekujur tubuhnya. Membuatnya mengerang, sambil berpegangan pada tubuh Kyuhyun.

Tubuh mereka berdua berkeringat, di atas ranjang berseprei putih yang sekarang sudah acak-acakan itu. Kyuhyun menggerakkan tubuhnya di dalam tubuh Sungmin, semula lembut dan hati-hati. Tetapi ketika merasakan tubuh Sungmin mulai merespon dengan napas terangah dan erangan pelan, Kyuhyun bergerak dengan penuh gairah, membawa mereka menuju puncak gairah masing-masing.

Ketika puncak itu hampir tiba, Kyuhyun membimbing Sungmin, membawanya lebih dulu mencapai orgasme yang luar biasa itu. Dan ketika erangan Sungmin dalam pencapaiannya menandai orgasmenya, Kyuhyun merasakan tubuh Sungmin mencengkeram kejantanannya dengan kuat di dalam, membuatnya tak tahan lagi, hingga kemudian meledak di dalam tubuh Sungmin.

"Ahhhh."

Kenikmatan itu begitu intens dan luar biasa, sehingga membuat tubuh mereka lemas. Kyuhyun berbaring menindih tubuh Sungmin, menahan dengan siku dan lututnya supaya tidak membebankan beratnya di tubuh istrinya, kepalanya berbaring di bantal di samping kepala isterinya. Napas mereka berdua terengah-engah. Kepalanya masih dipenuhi kabut kenikmatan itu. Luar biasa rasanya bercinta dengan orang yang dicintai. Orgasmenya sungguh tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kyuhyun membuka matanya dan mengecup telinga mungil Sungmin yang ada di depannya.

"Apakah aku memuaskanmu?"

Sungmin masih berusaha menormalkan napasnya. Apakah Kyuhyun memuaskannya? Tentu saja. Kalau benar ledakan luar biasa yang dirasakan tubuhnya dan menerbangkannya ke tingkat ke tujuh adalah sesuatu yang orang-orang sebut sebagai orgasme, berarti Kyuhyun telah memberikan orgasme yang paling nikmat kepadanya. Sungmin memang tidak punya perbandingan. Tetapi tubuhnya yang begitu terpuaskan tahu.

"Ya, Kyuhyun."

Lelaki itu tersenyum mesra dan mengecup Sungmin lagi. Lalu mengangkat kepalanya, dan menarik tubuhnya yang masih tenggelam di dalam tubuh Sungmin dengan hati-hati.

"Ohh."

Sungmin mengerang ketika merasakan rasa tidak nyaman yang menyakitinya di tubuhnya. Rasa sakit itu terasa, dan ketika orgasme mereka selesai mulai terasa sedikit nyeri. Kyuhyun melepaskan dirinya, lalu membaringkan tubuhnya di sebelah Sungmin, dia menoleh dan menatap Sungmin dengan senyuman bersalah.

"Maaf. Sakit ya."

Sungmin hanya menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba merasa malu. Mereka telah melakukan hal yang paling intim yang bisa dilakukan oleh sepasang suami istri, dan sekarang mereka telanjang bersama di atas ranjang. Tetapi tampaknya hal itu tidak mengganggu Kyuhyun, lelaki itu termenung, memikirkan sesuatu.

"Aku belum pernah bercinta dengan perawan sebelumnya." Kyuhyun bergumam pelan. "Kau adalah perawan pertamaku."

Dan kau adalah lelaki pertamaku.

Sungmin menjawab dalam hati. Tiba-tiba rasa kantuk yang luar biasa menyerangnya.

-oOo-

Victoria baru sampai dari penerbangannya menghadiri pernikahan Kyuhyun dan Sungmin. Dia langsung menuju ke kantor. Kakaknya itu menyerahkan seluruh kendali perusahaan di tangannya selama dia pergi. Ya, Kyuhyun mendirikan perusahaan ini dari awal, dengan kerja keras dan kejeniusannya sehingga perusahaan ini menjadi begitu besar dan menjadi tempat bergantung ratusan pegawainya. Semuanya untuk mendapatkan Sungmin, dan sekarang lelaki itu sudah mendapatkan Sungmin. Kyuhyun berhak mendapatkan libur dan menikmati kebersamaannya dengan Sungmin. Victoria tidak keberatan menggantikan tugas-tugas Kyuhyun sementara waktu.

Ponsel di dalam tasnya berdering ketika dia hendak melangkah menuju ruangan kerja Kyuhyun, dia berhenti di lorong dan mengangkat ponselnya. Eommanya yang menelepon dari China.

"Jadi?" Sang Eomma langsung menembak, tanpa basa-basi. "Kakakmu ahkirnya menikahi Sungmin?"

"Ya." Victoria mendesah. "Maafkan aku, Eomma. Aku sudah membujuknya untuk memberitahu Eomma. Tetapi dia menolak karena takut Eomma akan bergegas datang lalu menghadiri pernikahannya, lalu merusak semuanya karna Sungmin mengenali Eomma."

"Aku memang sangat ingin datang di pernikahan Kyuhyun, tetapi aku cukup mengerti untuk tidak merusak rencananya." Suara Cho Heechul, wanita China yang menjadi ibu Kyuhyun dan Victoria itu melembut. "Apakah dia bahagia?"

"Dia jatuh cinta pada Sungmin. Dia bahagia." Victoria tersenyum. "Semoga saja peristiwa kecelakaan di masa lalu itu tidak merusak kebahagiaan mereka" Victoria merenung. "Kalau kita bisa menyimpan kebenaran tentang kecelakaan itu agar tidak sampai di telinga Sungmin, aku pikir mereka akan menjadi pasangan yang sangat cocok."

"Eomma setuju. Karena gadis bernama Sungmin itu, dialah yang mengubah Kyuhyun kita menjadi lebih baik." Sang Eomma mendesah. "Yah. Mungkin Eomma harus bersabar dan menunggu waktu yang tepat untuk berterimakasih kepada Sungmin."

"Pasti akan ada waktunya, Eomma. Aku berharap Sungmin tidak ingat kalau dia pernah bertemu Eomma setelah kejadian kecelakaan itu."

-oOo-

Di sudut lain lorong itu, Jungmo berdiri dalam kegelapan. Dia tadi hendak berjalan menuju lift ketika suara Victoria, adik Kyuhyun bercakap-cakap di telepon menarik perhatiannya. Jungmo langsung berdiri di sudut lorong, di sebelah pot tanaman berukuran besar yang cukup menutupinya sehingga tidak terlihat oleh Victoria.

Dia mendengar percakapan itu dengan cukup jelas. Kyuhyun dan Sungmin dikabarkan pergi ke Pulau Dewata untuk pertemuan bisnis. Tetapi Jungmo curiga ada sesuatu yang lebih, dan ternyata kecurigaannya terbukti. Dari percakapan telepon Victoria itu dia bisa menyimpulkan bahwa Kyuhyun dan Sungmin telah menikah.

Dadanya serasa diremas. Penuh oleh sakit hati. Dia benar-benar mencintai Sungmin. Gadis itu begitu polos dan mengembalikan apa yang dulu tidak dipercayainya. Cinta. Jungmo dulu tidak percaya cinta dan menghabiskan hidupnya sebagai playboy yang suka berganti-ganti wanita, berhubungan seks tanpa ikatan. Lagipula dia lelaki yang cukup tampan dengan penghasilan lumayan sehingga banyak wanita yang takluk kepadanya. Tetapi baginya Sungmin berbeda, kepolosan perempuan itu membuatnya merasa disadarkan. Tetapi, baru saja dia ingin ke jalan yang baik, mencintai Sungmin sepenuh hati. Semuanya dihancurkan begitu saja oleh sesuatu yang licik, sesuatu yang menjebaknya dan menghancurkan nama baiknya di depan Sungmin.

Jungmo akan membuat nama baiknya kembali. Dia bertekad. Tadi dia mendengar sesuatu tentang "Kecelakaan Masa Lalu" yang disebut-sebut dalam percakapan Victoria. Apapun peristiwa kecelakaan itu, sepertinya merupakan hal penting, dan mereka sepertinya ketakutan kalau Sungmin tahu sesuatu. Jungmo akan mencari tahu. Kalau itu bisa mengembalikan lagi Sungmin kepadanya. Dia akan berusaha.

...

...

...

TBC

Update cepet, nih. Hehehe.

Maaf NC nya alot. Gak hot. Gak bakat soalnya(?)

Numpang apdet di rumah temen. Jadi maaf, ya, ga bisa terlalu banyak cit cat._.

Pengennya sih balesin review di chap ini, tp keadaan ga memungkinkan(?)

Aku Cuma inget satu pertanyaan.

FF ini sampai chap berapa?

FF ini bakal sampai lebih dari 15 chapter. Ditunggu saja, ya.

Oke. Terimakasih untuk yang sudah reviewed, followed, or favorited fanfict ini.

Maaf ga bisa nulis nama-nama yg nge review. Mepet bgt. Maaf, ya.

Last, review, please?