Chapter 7
Silhouette
Aku berjalan berdampingan dengan Changmin di sekolah bahkan... kami berdua berpegangan tangan. Banyak beberapa yeoja yang menatap ku geram mungkin karena mereka menyukai Changmin atau mungkin sebaliknya. Akhir nya kami berdua sampai di depan kelas ku yaitu kelas A. Aku menatap ke arah tangan ku yang berpegangan dengan tangan Changmin dan kembali menatap mata Changmin.
"Kita akan bertemu lagi kan?" tanya ku ragu seakan aku akan kehilangan Changmin. Ku lihat Changmin tersenyum.
"Tentu. Bagaimana kalau nanti kita bertemu di kantin?" tanya nya dan aku mengangguk bersemangat malah terlalu bersemangat.
Lalu Changmin berpamitan dengan ku dan menuju ke kelas nya. Aku masuk ke kelas dan langsung duduk di kursi ku. Sebentar aku menatap ke arah kursi Siwon yang masih kosong tanpa penunggu nya. Lagi-lagi aku harus menghalau pikiran ku agar tidak memikirkan Siwon lagi. Aku harus memulai lembaran baru tanpa Siwon. Aku menghela nafas ku sebentar dan mengambi buku pelajaran saat Hangeng seonsaengnim memasuki kelas. Dan di mulai lah pelajaran yang membuat ku sangat mengantuk.
OoO
Aku sedikit berlari menuju kantin saat sudah waktu nya istirahat karena entah kenapa... aku ingin bertemu Changmin. Sebenar nya Sungmin dan Kibum sudah mengajak ku untuk ke kantin tapi mana mungkin kan aku melupakan janji ku dengan Changmin. Saat aku memasuki pintu kantin, senyum ku langsung mengembang saat melihat Changmin yang sedang memakan sebuah apel di temani dengan teman-teman nya. Aku pun menghampiri mereka.
"Hai Kyuhyun..." sapa Minho ramah dan menyuruh ku untuk duduk di samping nya tapi aku malah duduk di samping Changmin. Aku melirik sebentar ke arah Yunho. Seperti nya dia terganggu dengan kedatangan ku.
"Ekhem... Yunho bukan nya tadi kau ingin mengatakan sesuatu kepada Kyuhyun" ucap Zhou Mi sambil meneguk minuman nya dan Zhou Mi akhirnya mendapatkan tatapan sinis dari Yunho. Aku mengernyit sebentar... ada yang ingin Yunho bicarakan?
"Soal yang kemarin aku minta maaf. Aku sungguh tidak bermaksud" ucap Yunho sepertinya meminta maaf kepada ku tapi aku merasa kalau itu bukanlah sebuah perminta maafan yang sopan terkesan dingin.
"Aku juga salah jadi maafkan aku juga" jawab ku dengan tersenyum.
Aku melihat ke sekitar kantin sekolah tapi aku tidak menemukan mereka. Donghae,Ryeowook, Eunhyuk dan Yesung... mereka tidak ada di kantin. Biasa nya jam segini mereka sudah berkumpul dan tertawa tapi mereka tidak ada di sini. Apa jangan-jangan... mereka juga menghilang seperti Siwon? Akh! Apa yang kau pikirkan Cho Kyuhyun! Jangan berpikir yang macam-macam!
"Apa ada masalah?" tanya Changmin melihat raut wajah ku yang bingung. Aku hanya menggeleng pelan. "Kau mau?" lalu tangan nya memperlihat kan sebuah apel yang sangat lezat. Aku mengangguk mantap dan mengambil nya tapi saat aku berniat menggigit nya...
"Wah wah wah... lihat siapa yang sedang bergaul dengan makhluk-makhluk berbulu ini."
Ucap seseorang dengan di ikuti beberapa teman-teman nya di belakang. Aku langsung melihat ke arah nya dan dapat ku rasakan aura membunuh yang sangat besar terhadap ku. Changmin langsung berdiri dan menghadang mereka di ikuti dengan Zhou Mi, Yunho, Minho dan JongHyun yang berdiri di samping Changmin. Aku kemudian ikut berdiri di belakang mereka.
"Kau tidak perlu ikut campur urusan ku!" bentak Yoona sambil menarik Changmin tapi Changmin malah menepis tangan Yoona.
"Sudah berapa kali ku peringkat kan kau Yoona, jangan mencari masalah di sini" bentak Changmin tak mau kalah dengan Yoona. Yoona hanya mendengus kesal mendengar nya.
"Dan sudah berapa kali ku bilang untuk tidak ikut campur urusanku!" bentak Yoona sekali lagi dan kesabaran ku habis karena harus melihat di belakang. Akhirnya aku maju mendekati Yoona. Changmin kaget saat aku mendekati Yoona.
"Apa lagi hah? Apakah ini menyangkut Siwon lagi?" ucap ku dengan nada lantang. Sekarang seluruh isi kantin sedang menatap ke arah kami.
"Heh... tentu saja ini menyangkut dia memang nya siapa lagi" ucap Yoona dengan suara yang sangat keras dan sekarang semua orang sudah pergi meninggalkan kantin, mereka tidak ingin terlibat pasti nya. "Gara-gara kau... Siwon oppa menjadi menghilang! Kau benar-benar membawa kesialan di klan vampire!" ucap Yoona berapi-api.
"Oh... dan kau... hanya bisa terus mengejar-ngejar cinta Siwon padahal Siwon sama sekali tidak mencintai mu. Sadarlah Yoona, kesempatan mu untuk mendapat kan cinta Siwon itu sangat sedikit kalau di banding kan dengan aku ya pasti nya dia memilih aku" ucap ku dingin sambil menatap Yoona.
"Kata siapa aku tidak bisa mendapatkan cinta Siwon?!"
"Pernahkah kau di cium nya?" tanya ku sambil menyeringai. Yoona tersentak kaget karena pertanyaan ku barusan. Dia bingung ingin menjawab apa.
"Cih... ayo kita pergi" ucap Yoona sambil membawa teman-teman nya pergi dari kantin. Aku masih menyeringai ke arah Yoona yang sepeti nya dia akan terus menerus berniat ingin membunuh ku.
PROKPROKPROK
Tiba-tiba aku mendengar suara tepukan tangan dan aku membalikan badan ku. Aku lihat—Changmin, Zhou Mi, JongHyun dan Minho—bertepuk tangan tanpa Yunho yang hanya tersenyum dengan dingin nya. Tiba-tiba saja Minho datang ke arah ku.
"Wah... mulut mu pedas juga ya" ucap nya sambil merangkul ku. Aku tersenyum getir mendengar nya dan tiba-tiba saja mata ku terasa panas seperti nya... akan ada sesuatu yang jatuh. Aku langsung melepaskan rangkulan Minho dan meninggalkan mereka. Lalu Changmin berlari menghampiri ku yang sedang berjalan ke luar.
"Ada apa?" tanya Changmin saat sudah berada di sampingku. Aku hanya menggeleng pelan dan berusaha meninggalkan Changmin tapi dengan gesit dia langsung memegang tangan ku yang otomatis menghentikan langkah ku.
"Kumohon... aku ingin sendiri dulu..." ucap ku dan tiba-tiba saja satu tetes air mata ku jatuh. Changmin terkejut saat melihat aku menetaskan air mata itu tapi dia akhirnya melepaskan tangan ku.
Aku langsung berlari pelan menuju atap sekolah. Dan akhirnya aku sudah berada di atap sekolah... tempat pertama yang kudatangi saat aku depresi di sekolah karena mendengar tentang vampire. Aku langsung jatuh terduduk dan menenggelamkan kepala ku di antara kedua lutut ku. Kalian ingin tau kenapa aku begini? Aku juga tidak tau... mungkin karena aku menyebut nama Siwon saat bertengkar dengan Yoona... entah kenapa saat itu juga dada ku terasa sakit.
Tiba-tiba aku terisak kecil karena tangisan ku. Mungkin Changmin benar... aku tidak bisa melupakan Siwon tapi aku ingin... Siwon... kenapa kau buat aku begini?! Lalu bunyi bel tanda pelajaran di mulai pun terdengar. Aku sedang tidak mood untuk belajar saat ini. Jadi aku memutuskan untuk diam di atap sekolah ini sampai pulang sekolah. Lalu mata ku terasa berat karena terus menangis... dan akhirnya aku jatuh tertidur.
OoO
I'm tired of waking up in tears
Cause I can't put to bed these phobias and fears
Dingin... kurasakan semilir angin yang menerpa tubuh ku... Aku menggigil sekarang. Aku pun membuka mata ku dan melihat langit yang sudah sore. Aku mengusap sebentar mata ku yang penuh akan air mata ku lalu berjalan menuju kelasku kembali. Terkadang aku bosan terbangun dengan ada nya air mata.
Saat aku berjalan menuju kelas ku... kulihat sekolah sudah sepi. Tentu saja karena ini sudah waktu nya pulang. Lalu aku berdiri di depan pintu kelas ku sambil menghela nafas lalu membuka pintu nya. Aku sempat kaget karena melihat dia sedang duduk sambil memainkan handphone nya di tempat yang biasa nya dia duduki... Siwon... lalu dia menatap ke arah ku dan tersenyum. Senyum itu... betapa aku merindukan nya! Saat aku ingin mengucapkan nama nya tiba-tiba saja...
"Hei Kyu!" sapa seseorang sambil menepuk pundak ku dan reflek aku langsung melihat ke arah orang yang menyapa ku barusan. Changmin. Aku malah menghiraukan sapaan nya dan kembali melihat ke arah kursi Siwon... yang ternyata sudah kosong.
I'm new to this grief, I can't explain
But I'm no stranger to, the heartache and the pain
Degdeg...
Lagi-lagi dada ku terasa sakit dan aku langsung memegangi dada ku. Ku lihat Changmin sangat panik karena melihat ku.
"Kyu, kau tak apa-apa?" tanya Changmin panik. Dan lagi aku hanya menghiraukan nya dan mengambil tas ku kemudian berjalan pergi meninggalkan nya. Changmin lagi-lagi memegang tangan ku untuk menghentikan ku. "Apa kau teringat Siwon lagi?" tanya nya.
"Kenapa kau begitu peduli?" tanya ku dingin dan berusaha melepaskan pegangan Changmin tapi Changmin malah semakin mengeratkan pegangan tangan nya. Cengkraman seorang werewolf tidak kalah kuat nya dengan cengkraman vampire.
"Aku juga tak tau hanya saja... aku peduli dengan mu" ucap Changmin dengan nada lirih tapi aku malah menatap nya dengan dingin.
The fire I began is burning me alive
But I know better than to leave and let it die
Entah kenapa tiba-tiba emosi ku semakin naik bukan nya turun mendengar perkataan Changmin barusan padahal dia sudah berusaha bersikap lembut pada ku tapi aku malah membalas nya seperti ini...
"Kalau begitu jangan peduli!" bentak ku pada nya. Aku berusah melepaskan pegangan tangan nya tapi dia masih belum mau melepaskan nya.
"Tapi aku ingin! Bisakah kau melupakan Siwon? Kau malah akan semakin terpuruk jika kau terus memikirkan nya! Berusahalah untuk melupakan nya!" ucap Changmin dengan lantang. Apa kata nya tadi... melupakan Siwon? Aku merasa kalau aku sekarang mulai seperti terbakar api karena mendengar ucapan Changmin barusan. Tidak semudah itu melupakan dia.
"Bisakah kau diam dan tidak mengurusi urusan ku dengan Siwon?!"
"Kau tidak di anggap oleh nya Kyu!"
JLEB...
Kata-kata Changmin barusan berhasil memecah hati ku menjadi berkeping-keping. Aku akhirnya memukul tangan Changmin kuat dan berhasil melepaskan pegangan tangan nya kemudian aku menatap nya nyalang.
I'm a silhouette, asking every now and then
Is it over yet? Will I ever feel again?
"Ya mungkin kau ada benar nya..." ucap ku dingin. "Mungkin aku hanya dianggap sebuah siluet oleh nya tapi kau tidak tau perasaan ku yang sebenar nya... setiap hari aku bertanya.. apakah ini semua akan berakhir? Apakah aku masih memiliki sesuatu yang di sebut perasaan setelah dia pergi? Bisakah kau menjawab nya? Hah!" ucap ku panjang lebar dan mendengus. Changmin melotot sebentar mendengar ucapan ku barusan. Dia sedikit memutar mata nya untuk berpikir... jadi dia benar-benar ingin menjawab pertanyaan ku barusan.
I'm a silhouette, chasing rainbows on my own
But the more I try to move on, the more I feel alone
"Kau bukanlah sebuah siluet bagi nya. Kau bisa kan untuk menghilangkan tentang dirinya di dalam otak mu dan mengganti nya dengan seseorang? Kau pasti bisa Kyu... aku percaya kau bisa melupakan nya" ucap nya berbeda dengan apa yang kutanyakan.
"Entahlah... semakin aku berusaha untuk melupakan nya aku malah merasa... semakin sendirian di dunia ini" ucap ku lelah dengan pertengkaran ini. Kenapa tiba-tiba kami bisa jadi bertengkar seperti ini ya?
"Kau tidak sendirian..." ucap Changmin sambil mengelus rambut ku pelan. "Ada aku di sini" lanjut nya sambil tersenyum tulus ke arah ku. Aku sedikit merasa tenang saat melihat senyum nya kemudian aku menjauhkan tangan nya yang masih mengelus rambut ku.
"Kalau begitu aku pamit pulang dulu."
"Mau ku antar?" tawar Changmin.
"Tidak usah, aku ingin sedikit berolah raga" jawab ku kemudian berpamitan dengan Changmin.
So I watch the summer stars to lead me home
I'm sick of the past I can't erase
A jumble of footprints, and hasty steps I can't retrace
Aku melenggang keluar sekolahan dengan sedikit gontai. Aku melihat tidak ada kendaraan di halaman sekolah hanya ada motor milik Changmin. Kemudian aku berjalan menuju ke rumah ku. Mungkin saat sampai di rumah nanti kaki ku bisa saja copot. Aku terus melihat sinar matahari yang sebentar lagi akan hilang. Aku menjadikan sinar matahari itu sebagai pengarah ku menuju rumah.
Selama perjalanan menuju rumah ku... aku terus-terusan menyindir diri ku sendiri di dalam hati... aku muak dengan diri ku sendiri. Aku muak dengan diri ku sendiri karena aku tidak bisa menghapus masa lalu. Aku terus menelusuri jalan menuju rumah ku dengan langkah yang tergesa-gesa. Sempat beberapa kali aku akan terjatuh karena tersandung kaki ku sendiri.
The mountain of things I still regret
Is a vile reminder that I would rather just forget
No matter where I go
Ku rasa tumpukan rasa menyesal ku semakin bertumpuk dan kurasa sudah membuat sebuah gunung di dalam lubuk hati ku. Kenapa aku ini? Apakah aku ini bersikap keji karena aku lebih suka melupakan sesuatu? Tapi kurasa tidak... kemana pun aku pergi... aku tidak bisa dengan mudah melupakan sesuatu. Arghhhh! Kenapa otak ku pusing sekali!
Setelah sekitar satu jam aku berjalan dari sekolah menuju ke rumah ku—jarak rumah ku dengan sekolah dapat di bilang jauh—aku langsung menuju ke dapur dan mengisi gelas ku dengan air putih lalu meneguk nya. Kaki ku sangat lemas. Lalu aku berjalan menuju kamar ku kemudian mengunci pintu kamar ku dan menidurkan diri ku di kasur. Aku sedang tak ingin di ganggu. Lagipula kurasa Leeteuk hyung sedang tidak berada di rumah.
I'm a silhouette, asking every now and then
Is it over yet? Will I ever smile again?
Tiba-tiba aku teringat denga kata-kata ku sendiri saat tadi bertengkar dengan Changmin. Apakah memang aku hanya di anggap sebuah siluet oleh Siwon? Aku berusaha untuk melupakan nya dalam pikiran ku tapi semakin ingin kulupakan... semakin dia ingin menetap dalam pikiran ku. Aku mengacak rambut ku frustasi.
Tiba-tiba saja saat aku melihat ke langit-langit kamar ku... ada bayangan wajah Siwon yang sedang tersenyum ke arah ku... lesung pipi nya benar-benar lucu. Aku berusaha untuk membalas senyum nya tapi entah kenapa rasa nya susah sekali. Apakah aku masih bisa tersenyum? Kapan semua ini akan berakhir? Dan lagi air mata ku terjatuh...
"Hiksss... Siwon..."
Aku memeluk lutut ku dan mulai menangisi Siwon. Aku juga tidak tau kenapa aku menangisi nya tapi... Argh...! Aku tak tau! Sakit... dada ku kembali sakit saat mengingat Siwon. Kenapa harus sesakit ini?
I'm a silhouette, chasing rainbows on my own
But the more I try to move on, the more I feel alone
So I watch the summer stars to lead me home
Cause I walk alone
Jangan menangis lagi...
Tiba-tiba aku merasakan seseorang membelai pelan kepala ku. Aku mematung saat mendengar suara itu tadi. Aku salah dengar seperti nya tapi saat aku membuka mata ku... Betapa terkejut nya aku... ini memang dia... Siwon! Kembali air mata ku mengalir saat melihat senyum nya...
Aku disini... Jangan menangis lagi...
Aku langsung berdiri dan ingin memeluk nya tapi saat aku ingin memeluk nya... aku malah menembus tubuh nya. Nafasku langsung berderu dengan cepat dan aku membulatkan mata ku. Aku ingin menyentuh nya tapi... kenapa tak bisa? Apakah ini hanya halusinasi ku lagi?
"Dimana kau?" tanya ku menyeka air mata ku. Aku harus terlihat kuat di depan nya walaupun di dalam... hati ku hancur berkeping-keping.
Di suatu tempat yang pernah kau datangi...
Jawab Siwon sambil menatap ku. Aku bingung mendengar nya. Tempat yang pernah ku datangi? Eum... aku baru datang ke sedikit tempat di kota Forks ini jadi mudah bagi ku untuk menemukan nya tapi dimana? Sekolah? Tidak mungkin. Di kota? Bisa saja. Rumah Changmin? Kau pasti bercanda yang pasti bukan rumah Changmin.
"Kumohon... dimana Siwon? Apakah di kota ini?" ucap ku memohon. Dia menggeleng kepala sebentar dan menatap ku kembali.
Bukan di sini... di suatu tempat yang bahkan kau tidak sadari kau pernah berada di tempat itu...
Jawab nya lagi dan aku malah semakin binung. Suatu tempat yang pernah ku datangi... tapi aku tidak pernah menyadari keberadaan ku di sana... tempat macam apa itu? Aku ingin sekali bertanya tapi tiba-tiba saja...
"Kyu, kau biacara dengan siapa?" tanya Leeteuk hyung sambil membuka pintu kamar ku. Jadi dari tadi dia memperhatikan ku. Sebentar aku melirik ke arah Siwon kemudian kembali melihat ke arah Leeteuk hyung.
"Kau tidak bisa melihat nya?" tanya ku kepada Leeteuk hyung sambil menunjuk ke arah Siwon. Leeteuk hyung mengernyit pelan mendengar pertanyaan ku barusan. "Tidak bisakah kau melihat nya? Lihat lah hyung! Siwon ada disini!" ucap ku bersemangat dengan wajah berseri tapi wajah Siwon benar-benar terlihat sendu. Kemudian Leeteuk hyung mendekati ku dan memegang kening ku.
"Tidak panas" ucap Leeteuk hyung yang ternyata mengukur suhu badan ku. Hey aku sedang tidak sakit hyung! Dia memang ada di sini! Aku langsung menangkis tangan Leeteuk hyung dengan kasar dan menatap nya dengan tidak percaya. Mana mungkin hanya aku yang bisa melihat Siwon...
"SIWON DI SINI!"
Ucap ku dengan suara keras dan Leeteuk hyung langsung menutup telinga nya karena volume suara ku. Kemudian dia menidurkan ku dan menutupi tubuh ku dengan selimut sebatas dada. Entah ada apa dengan tatapan nya kepada ku... dia menatap ku iba dan mulai mengelus kepala ku pelan.
"Bisakah kau mencoba lembaran baru tanpa dia?" tanya Leeteuk hyung melihat ke arah aku menunjuk Siwon dan seperti nya dia memang tidak bisa melihat nya.
"Tanpa Siwon?" tanya ku tidak percaya dan menatap ke arah Siwon yang masih setia di sana... berdiri mematung di depan jendela. Hati ku kembali sakit. Setelah tadi Changmin yang menyuruh ku untuk melupakan Siwon dan sekarang... malah Leeteuk hyung juga menyuruh ku untuk melupakan dia?
"Hanya... cobalah" ucap nya lembut dan mencium kening ku pelan. Lalu Leeteuk hyung pergi dari kamar ku dan mematikan lampu nya.
Aku langsung terdiam. Tidak tertidur tapi malah terus melihat ke arah Siwon yang masih diam di depan jendela kamar ku. Dia terus menatap ku... tapi kenapa aku tidak bisa menyentuh nya dan bahkan kenapa hanya aku yang dapat melihat nya! Apa jangan-jangan... dia sudah tidak ada? Apa yang baru saja kau pikirkan Cho Kyuhyun! Itu tidak mungkin terjadi! Siwon itu namja yang kuat!
"Bisakah kau membawa ku... ke tempat yang tak pernah ku sadari?"
Tanya ku tiba-tiba dan Siwon langsung melangkah menuju samping ranjang ku. Aku langsung berbalik menghadap nya. Sekarang dia sedah membelai pelan rambut ku... tapi... aku tak dapat merasakan apapun. Dan tanpa terasa air mata ku kembali jatuh. Ternyata aku sangat merindukan sentuhan nya.
Mungkin aku bisa mencoba nya... tapi janganlah menangis lagi oke...
Aku tersenyum miris mendengar nya. Berhenti menangis? Cobalah kau ada di posisi ku saat ini... apakah kau juga bisa berhenti menangis... Siwon?
Sekarang pejamkan lah mata mu Miss Cho...
Aku mengangguk mendengar perintah nya barusan dan dengan sekuat tenaga aku memejamkan mata ku yang sangat sulit ku tutup. Mungkin karena aku masih ingin terus melihat wajah Siwon walaupun tak dapat ku sentuh. Lalu akhirnya aku dapat memejamkan mata ku saat ku rasa... sentuhan tangan yang mengelus pipi ku pelan... ku harap itu... sentuhan mu...
OoO
Apa ini? Kenapa seperti nya ada gempa? Atau memang sedang terjadi gempa? Dengan sangat terpaksa aku membuka mata ku dan...
Aaaaaaa!
Aku langsung meloncat ke samping saat ku lihat beberapa meter di depan ku ternyata ada sepasang kuda berwarna putih yang sedang menarik kereta kerajaan di belakang nya. Setelah berhasil menghindar aku langsung menggerutu pelan... memang nya mereka tidak lihat ya kalau aku sedang tidur... di jalanan?!
Aku baru sadar ternyata aku sedang tidak berada di kamar ku melainkan suatu tempat yang errr... pernah ku datangi ku rasa... kenapa aku bisa berada di sini ya? Kemudian otak ku kembali memproses saat aku meminta Siwon untuk membawa ku ke tempat yang tak pernah ku sadari ini dan ternyata ini tempat nya... tempat yang selalu muncul di mimpi ku tapi... terasa nyata.
Siwon! Siwon!
Tapi seperti biasa... tidak ada yang menjawab ya mungkin karena ini sudah malam dan tidak terlihat seorang pun di jalanan. Aku mencari ke sekeliling dan tidak menemukan satu orang pun bahkan aku tidak menemukan Siwon... di mana dia? Saat aku melihat ke arah kanan ku, aku melihat sebuah rumah model Yunani kuno yang sangat familiar di otak ku. Aku langsung berjalan mendekati rumah itu yang ternyata salah satu jendela nya terbuka dan saat aku melihat nya... betapa terkejut nya aku saat melihat ke dalam jendela itu... terlihat seorang anak yang sedang tertidur dengan pulas nya dan aku melihat ke arah jam kecil yang berada di samping anak kecil itu yang tidak dapat ku mengerti. Satu kesimpulan yang dapat ku ambil... aku mengingat tempat ini.
Aku langsung menjauh dari jendela itu dan memejamkan mata ku sebentar. Kira-kira kemana aku pergi setelah ini... dan tanpa menunggu jawaban dari otak ku, aku langsung berjalan lagi lurus tanpa tau arah sampai langkah ku di hentikan oleh aroma roti yang baru di angkat dari panggangan nya. Tunggu... aku seperti nya mengenal aroma roti ini. Aku langsung berlari ke tempat aroma roti ini berasal dan benar saja dugaan ku... tempat roti sama yang pernah ku datangi... ku rasa. Untuk memastikan nya aku harus masuk ke dalam dan saat aku masuk ke dalam ya.. ternyata memang tempat ini... terlihat dari sang penjual roti yang terdiam mematung tengah meresapi satu persatu roti yang telah di buat nya. Karena sudah merasa cukup jelas, aku langsung ke luar dari tempat itu.
Lagi aku melihat ke sekeliling ku. Karena masih tak tau arah aku langsung berjalan lurus lagi semoga saja tempat yang ku ingat itu memang benar berada di sana. Aku terus melangkahkan kaki ku... terus dan terus... sampai akhirnya aku sampai di depan tempat ini. Bangunan besar yang terlihat sangat megah. Ya memang aku pernah datang ke tempat ini.. lebih spesifik nya datang di depan tempat ini belum masuk tapi kenapa seperti aku pernah masuk ke dalam ya. Yang kurang hanyalah seorang namja tampan yang seharus nya sedang duduk sambil menopang dagu di tangga yang menuju pintu masuk ini. Pikiran ku menyuruh ku untuk masuk ke dalam tempat itu tapi itu kan tidak sopan... tapi ya akhirnya aku masuk juga ke dalam gedung itu.
Aku sempat bingung saat masuk ke dalam sana... hanya ada lorong luas yang bercat kan warna putih... semua nya putih! Karena tak mau ambil pusing aku langsung berjalan makin masuk ke dalam. Aku tak melihat seorang pun di lorong ini sampai mata ku membulat saat melihat sebuah labirin besar yang berada di tengah bangunan ini... labirin yang pernah ku masuki saat pertama kali datang ke sini. Apakah yang di maksud Siwon tempat yang tak pernah ku sadari adalah tempat ini? Ya memang aku tak menyadari nya...
Kau harus bersiap-siap...
Telinga ku mendengar suara seorang laki-laki yang sangat berat. Aku melihat ke samping kanan ku dan di sana terlihat sebuah pintu besar yang bercat kan emas. Merasa tertarik, aku langsung mendekati pintu itu... mencoba untuk mendengarkan apa yang sedang orang-orang di dalam bicarakan...
Aku mengerti... Waktu nya tinggal sebentar lagi...
Ucap seorang namja lagi dari dalam dan suara namja itu sangat familiar di telinga ku. Suara yang selalu terdengar merdu di telinga ku. Siapa lagi kalau bukan suara nya Siwon! Aku langsung membuka pintu itu dengan keras.
BRAKKKK
Bukan nya merasa terkejut karena kehadiran ku... mereka malah sibuk melihat-lihat lembaran yang berada di depan meja mereka masing-masing. Apa mereka tidak menyadari kehadiran ku? Aku melihat dia... Siwon... dia mengenakan baju hitam setengah lengan... sedang duduk di atas kursi yang berada di tengah-tengah ruangan ini. Dengan di kelilingi oleh beberapa orang yang tidak ku kenal. Mereka semua mengenakan jubah hitam dan menutupi wajah nya.
Aku pun mendekat ke arah Siwon yang masih terdiam melihat ke arah depan nya dengan tatapan kosong kemudian ku lihat dia terperanjat sedikit saat melihat ku yang berada di samping nya. Dia menggelengkan kepala nya pelan ke arah ku. Berarti dia dapat melihat ku... tapi kenapa yang lain tidak? Ku lihat salah satu orang berjubah hitam itu melemparkan kertas nya ke sembarang arah dan mendekati Siwon.
Apa kau benar-benar ingin lenyap dari dunia ini, Choi Siwon?
Tanya orang berjubah hitam itu dan sukses membuat ku membulatkan mata ku. Aku langsung melihat ke arah Siwon dengan tatapan tidak percaya. Ada apa dengan mu? Pikir ku. Dia melirik sebentar ke arah ku dan dapat ku lihat kilatan kesedihan dalam mata nya. Aku langsung teringat perkataan ku sebelum Siwon pergi dari hadapan ku.
"Jangan pernah muncul lagi di hadapan ku..."
Kata-kata itu terus terngiang di kepala ku sampai akhirnya jawaban Siwon memecah lamunan ku dan berhasil membuat ku kembali menatap nya dengan tatapan yang sangat... sangat tidak percaya dengan apa yang baru saja di ucapkan nya.
Lenyapkan aku dari dunia ini!
Mulut ku terbuka lebar saat mendengar jawaban nya dengan cepat aku langsung menutup mulut ku yang terbuka lebar itu dan berusaha untuk memukul-mukul Siwon tapi pukulan ku kembali menembus tubuh nya.
Kenapa Siwon? Kenapa? Apa karena perkataan ku yang menyakitkan mu? Aku hanya bercanda... kumohon...
Ucap ku lirih dan kaki ku tidak kuat lagi menopang berat tubuh ku. Akhirnya aku terjatuh sambil terisak pelan dan memejamkan mata ku. Semoga ini mimpi... ini mimpi... tapi saat aku membuka mata ku kembali... ini bukanlah mimpi... aku masih dapat melihat Siwon yang duduk di kursi nya tapi orang-orang berjubah itu sudah menghilang.
Apakah aku tidak bisa berharap lagi?
Ucap ku kembali menangis sambil melihat ke arah Siwon. Dia menatap ku tapi... dengan tatapan dingin nya yang membuat jantung ku seperti ingin berhenti bekerja. Tatapan nya terlalu dingin... dimana tatapan hangat nya dulu kepada ku?
Teruslah berharap... Miss Cho...
Ucap nya berdiri dari kursi nya kemudian menghampiri ku. Dia mensejajarkan tubuh nya dengan tubuh ku kemudian mengangkat dagu ku. Dia mengeliminasi jarak di antara kami dan akhirnya bibir kami bertemu. Aku bersyukur aku dapat merasakan ciuman nya yang satu ini... Ku rasakan dia sedikit melumat bibir ku. Kemudian tangan ku beralih ke belakang kepala nya dan menakan nya supaya ciuman kami semakin dalam. Lama kami berciuman sampai akhirnya kami harus mengambil oksigen lagi untuk bernapas dan akhirnya kami melepas ciuman kami dan...
Sampai jumpa lagi... Miss Cho...
Ucap nya dan tatapan mata ku langsung mengabur. Semua nya berubah menjadi gelap... sampai akhirnya aku bisa membuka mata ku kembali dan ternyata aku sudah berbaring di tempat tidur ku yang empuk ini.
I'm a silhouette, asking every now and then
Is it over yet? Will I ever love again?
Aku memegang bibir ku... aku dapat merasakan bekas ciuman Siwon di sana tapi... apakah ini hanya mimpi lagi? Atau memang terjadi di suatu tempat? Aku melihat ke arah jendela ku, mentari sudah terbit rupa nya. Aku mengambil handphone ku dan melihat jam yang tertera di sana. Masih jam 7 pagi. Aku beranjak dari tempat tidur ku dan menuju kamar mandi ku. Aku melihat pantulan wajah ku di cermin kamar mandi ku dan terlihat kantung mata ku.
Akhir nya setelah aku mandi, aku langsung keluar kamar mandi yang pasti nya menggenakan handuk dan memilih-milih pakaian dan akhirnya yang terpilih hanya pakaian sederhana saja. Setelah membereskan buku pelajaran hari ini, aku langsung berjalan menuju ruang makan dan terlihat Leeteuk hyung yang sudah menunggu ku. Aku langsung duduk di samping Leeteuk hyung yang akan bersiap memakan sarapan nya.
"Ada apa dengan mu, Kyu?" tanya Leeteuk hyung sambil menatap bingung ke arah ku.
"Memang nya ada apa dengan ku?" tanya ku balik sambil menyuapkan satu sendok sarapan ke dalam mulut ku.
"Entah lah hanya saja... kau terlihat pucat hari ini. Apa kau-"
"Aku tidak berubah jadi vampire hyung. Tenanglah" jawab ku cepat sudah tau arah pertanyaan Leeteuk hyung dan dia pun hanya mengangguk dan meneruskan kembali acara sarapan kami.
Akhirnya sarapan ku selesai dan aku beranjak dari tempat duduk ku untuk mengambil kunci truk ku sebelum langkah ku di instrupsi oleh suara Leeteuk hyung...
"Kyu?" tanya nya sambil membereskan beberapa piring kotor bekas sarapan kami.
"Hmmmm?"
"Bisakah kau langsung pulang cepat hari ini?"
Aku yang hampir memegang kunci itu berhenti sebentar hanya untuk melihat raut wajah Leeteuk hyung yang errr... terlihat sangat-sangat mengkhawatirkan ku. Aku kemudian tersenyum dan mengangguk mantap. Kemudian aku kembali mengambil kunci truk itu dan berjalan menuju truk ku pasti nya. Lalu berjalan masuk ke dalam truk ku dan menghidupkan mesin nya.
Tangan ku sedikit bergetar saat memegang stir truk ini. Mungkin gugup seperti nya tapi hey untuk apa aku gugup? Lalu aku menjalan kan truk ini menuju ke sekolahan. Selama perjalanan menuju sekolah seperti nya beberapa kali konsentrasi ku buyar. Kalian ingin tau kenapa? Karena ada satu nama yang terus mengusik otak ku. Siapa lagi kalau bukan Siwon.
Sampai sekarang aku bisa merasakan bekas ciuman Siwon saat tadi malam dalam... mimpi ku? Atau nyata? Entahlah aku tidak terlalu memikirkan nya. EH tunggu... aku TERLALU memikirkan nya! Setelah sekitar 45 menit di perjalanan akhirnya aku sampai di sekolahan ku dan memarkirkan truk ku ini. Aku langsung keluar dari truk ku dan kemudian berjalan... menuju ke atap sekolah. Maaf saja tapi mood ku hari ini sangat tidak bagus jadi aku lebih memilih bolos dari pada belajar tapi tidak masuk ke otak lagipula aku kan sudah pintar. Bukan bermaksud menyombongkan diri oke.
Aku membuka pintu atap sekolah dan sepi di sini bahkan tidak ada orang sama sekali. Aku langsung menutup pintu itu kembali saat terdengar bunyi bel masuk. Semoga tidak ada yang menemukan ku sedang bolos di sini. Kemudian aku mendudukan diri ku dan menatap ke langit yang sangat biru ini. Aku suka sekali warna biru. Semilir angin mulai menerpaku dan tanpa terasa aku memejamkan mata ku merasakan semilir angin itu.
"Membolos?"
Ucap seseorang yang berhasil membuat ku terkejut. Aku membuka mata ku dan melihat seseorang yang baru saja menutup pintu. Dan kemudian dia duduk di samping ku dan ikut memejamkan mata nya. Ada-ada saja dia ini.
"Lalu kau sebut diri mu ini sedang apa? Kau kan juga sedang membolos" ucap ku malas dan kembali melihat ke arah langit-langit. Dia sedikit mengintip ke arah ku kemudian memejamkan mata nya kembali.
"Ayolah... jangan bersikap dingin lagi seperti itu Kyu. Lupakan saja pertengkaran kita yang kemarin oke?" ucap nya kemudian dia merebahkan tubuh nya masih sambil memejamkan mata nya. Mudah sekali seperti nya dia mengucapkan kata itu barusan. Melupakan pertengkaran kemarin yang menyangkut Siwon... kurasa aku butuh 2 abad untuk melupakan pertengkaran itu. Aku masih diam tidak ingin menjawab sampai akhirnya dia melanjut kan berbicara. "Bagaimana kalau aku menceritakan tentang werwolf, bagaimana?" ucap nya semangat.
"Tidak tertarik" jawab ku cepat dan malas.
"Sebenar nya aku juga tidak tau ingin menceritakan apa. Bagaimana kalau kau yang bertanya dan aku akan menjawab nya" ucap nya lalu beranjak ke posisi duduk nya kembali. Aku menghela nafas panjang melihat tingkah nya yang sangat kekanak-kanakan ini.
"Oke... siapa nama mu?" tanya ku malas.
"Ayolah maksud ku pertanyaan-pertanyaan tentang werewolf" ucap nya dengan nada sedikit membentak.
"Jawab dulu pertanyaan ku itu."
"Kau kan sudah-"
"Jawab!" ucap ku memotong perkataan nya. Dia sedikit terlonjak mendengar volume suara ku yang membesar.
"Aish... Shim Changmin" ucap nya malas dan aku hanya tersenyum karena berhasil mengerjainya.
"Nama klan werewolf mu?" Changmin sedikit tersenyum saat mendengar pertanyaan ku yang menanyakan nya tentang werewolf.
"The Quileute Tribe" ucap nya cepat dan bersemangat. Aku memikirkan sebentar pertanyaan apa lagi yang akan kutanyakan pada Changmin tentang werewolf tapi tidak ada ide yang terlintas sama sekali di otak ku.
"Engh... kapan kau bisa berubah jadi werewolf?" tanya ku asal karena tidak ada pertanyaan yang terlintas di otak ku.
"Umur 9 tahun saat ayah ku mengalami kecelakaan tragis" ucap nya lirih. Aku melirik nya sebentar dan terlihat kilatan kesedihan di mata nya. Kemudian aku memeluk Changmin, berniat untuk menenangkan nya lalu kembali melepaskan pelukan ku berniat untuk menanyakan hal yang tidak akan membuat Changmin sedih.
"Kenapa werewolf dan vampire selalu bermusuhan?"
"Kami tidak selalu bermusuhan malah kami kadang saling membantu. Mungkin kami dianggap bermusuhan karena werewolf selalu memburu vampire tapi kami werewolf hanya memburu vampire yang berniat mencelakai manusia seperti menghisap darah nya. Itu sudah kewajiban kami" ucap nya menjelaskan. Aku hanya mengangguk-angguk kecil mendengar penjelasan nya. Kemudian dia melihat ke arah awan di atas sana yang terlihat mendung. Ini masih pagi tapi sudah semendung ini. Aku melihat ke arah raut wajah Changmin yang tidak bisa ku artikan.
"Ada apa?" tanya ku bingung karena raut wajah nya.
"Entahlah hanya saja... ada yang aneh dengan awan-awan itu" ucap Changmin masih melihat ke arah awan. Tiba-tiba saja bunyi bel tanda istirahat pun berbunyi. Memang nya sudah berapa lama kami berbicara? Seperti nya kami berbicara hanya sebentar. Kemudian Changmin berdiri dan memegang kenop pintu. "Awan-awan aku bisa mengatasinya. Tapi aku tidak bisa melawan gerhana."
Ucap Changmin lalu menutup pintu itu. Aku ikut berdiri berniat untuk pergi ke kantin karena rasa nya perut ku sudah sangat keroncongan. Apa maksud Changmin tadi. Kenapa dia memberitahu kan pada ku bahwa dia tidak bisa melawan gerhana? Lagipula aku tidak mengerti! Argh... Kemudian aku berjalan menuju kantin dan setelah sampai di kantin aku hanya memesan Bubble Tea lalu kemudian duduk di salah satu bangku yang kosong di kantin itu.
"Kyuhyun-ah! Apa kabar?" sapa seseorang dan kemudian duduk di samping ku sambil menyungingkan senyum nya yang terlalu lebar itu.
"Baik. Bagaimana dengan mu Donghae hyung?" tanya ku ramah.
"Sangat baik!"
Kemudian ku lihat Eunhyuk, Yesung dan Ryewook mendekati ku dan duduk di samping kursi ku yang kosong. Tak ada Siwon. Tiba-tiba saja kepala ku mendadak pusing. Sangat pusing sampai kepala ku terasa berputar-putar.
"Arghhh..." pekik ku sambil memegangi kepala ku yang mulai berdenyut-denyut.
"Kyu, kau tak apa-apa?" tanya Donghae panik melihat ku yang tiba-tiba bersikap aneh.
"Aku baik hanya saj- AKHHHHHH!" teriak ku karena rasa pusing ku yang semakin terasa di kepala ku. Kemudian... entah apa yang terjadi dengan ku... aku membalikan meja kantin ini yang hampir mengenai Yesung tapi untung nya dengan cepat dia menghilang. Ada yang salah dengan ku... kenapa aku jadi begini...
.
.
.
Berjalanlah menuju sinar matahari itu sebagai permulaan untuk melenyapkan mu...
Tiba-tiba saja dalam otak ku terdapat sebuah gambar... tidak halusinasi... ku rasa. Ku lihat Siwon yang hanya memakai celana jeans tanpa baju yang memperlihat kan tubuh nya yang benar-benar berotot itu dan bisa di bilang sempurna. Dia berjalan menuju ke arah sinar matahari yang terlihat aneh di pandangan ku. Sinar itu terlalu terang. Sangat terang.
"Jangan lakukan itu Siwon! Jangan!" teriak ku dan kembali memegangi kepala ku yang terus berdenyut. Ku lihat Siwon menghentikan langkah nya... tapi dia kembali berjalan menuju sinar matahari itu dan akhirnya aku berteriak sangat kencang sampai-sampai rasa nya pita suara ku akan putus. "JANGAN!"
Dan tiba-tiba saja tubuh ku langsung ambruk terjatuh dan di saat yang bersamaan Siwon ikut terjatuh... lalu pandangan ku tentang Siwon menghilang dan kembali membawa ku ke alam sadar. Ternyata aku masih berada di kantin tapi dalam keadaan meringkuk. Beberapa orang di kantin ini menatap ku aneh. Ku lihat Ryewook, Donghae, Eunhyuk dan Yesung mengelilingi ku. Kemudian Eunhyuk membantu ku berdiri. Setelah di bantu Eunhyuk berdiri aku langsung berlari sekuat tenaga menuju ke atap lagi sambil menahan malu.
"Hiks... hiks... hiks..."
Saat aku sudah sampai di atap, aku menutup muka ku yang mulai mengalirkan air mata kembali. Kenapa tiba-tiba saja penglihatan ku terhadap Siwon muncul kembali dan... kenapa Siwon juga ikut terjatuh saat aku terjatuh? Apa yang terjadi dengan nya? Kemudian aku berjalan ke depan dan rasa nya tubuh ku tidak kuat lagi menopang ku dan kemudian aku kembali terjatuh mengenai lantai yang sangat dingin ini.
BRAKKKKK
Ku lihat pintu itu terbuka dan memperlihat kan teman-teman vampire ku yang menghampiri ku dengan sangat panik dan khawatir.
"Apa yang terjadi?" tanya Ryeowook sambil membantu ku duduk.
"Si... Siwon..." ucap ku tergagap. Mereka semua berpandangan kemudian menatap ku kembali.
"Ada apa dengan Siwon?" tanya Eunhyuk mengintronspeksi ku.
"Di...dia..." ucap ku terputus karena tidak kuat lagi untuk berbicara. Mereka semua makin menatapku aneh dan beralih menatap Donghae.
"Apa?" tanya Donghae bingung mendapati teman-teman nya sedang menatap nya.
"Cobalah..." ucap Eunhyuk sambil menunjuk ku dengan gerakan kepala nya.
"Kau yakin?" tanya Donghae sambil mendekati ku yang masih terisak tak bisa bicara.
"Sangat yakin."
Ucap Eunhyuk kemudian mereka bertiga- Eunhyuk, Ryeowook dan Yesung- berjalan mundur menjauh membiarkan Donghae berjalan mendekati ku. Lalu dia mensejajarkan tubuh nya dengan tubuh ku. Aku menatap matanya yang seperti sedang menerawang ke arah ku.
"Tutup mata mu."
Ucap Donghae dan aku hanya menuruti nya saja. Aku pun menutup mata ku dan dapat merasakan tangan Donghae di atas kepala ku. Lama dia terdiam sambil terus memegangi kepala ku sampai akhirnya dia sedikit terlonjak kaget dan mundur ke belakang sedikit. Spontan karena kaget juga aku langsung membuka mata ku dan menatap Donghae yang sedang tidak percaya.
"Ada apa?" tanya Yesung bingung melihat raut wajah Donghae.
"Kyuhyun... dia telah terikat dengan Siwon" ucap Donghae sedikit mengambil nafas dan membuang nya kembali. Aku mengernyit bingung tanda tak mengerti.
"Terikat?" tanya ku masih bingung. Ku lihat Donghae menghela nafas kembali sebelum menjawab.
"Lebih spesifik nya... Siwon telah memindahkan separuh diri nya pada mu Kyu..."
Bersambung...
Hai readers saya balik bawa chap 7
Maaf ya lama update nya... udah lama update nya jelek lagi ya soalnya saya ngetik nya ga ada ide dan karena faktor harus terus belajar jadi tangan saya tidak bisa menjamah laptop(?)
Maaf banget klo chap ini kurang memuaskan ya =(
Dan sekali lagi maaf klo saya ga bisa balas review satu persatu karena faktor sibuk lagi...
Oh iya author mau promote cerita author yang lain ;
The Hunger Games WonKyu Ver
Baca ya baca :O
Terima kasih sudah membaca fic saya ini.
MIND TO REVIEW? =)
