.:It's My Life:.
"Yo, Tatsu! Bagaimana kabarmu?"
"Souji... Kau benar Souji?"
"Ya iyalah! Oh iya, akhirnya... lu masuk Gekkoukan?"
"Seperti yang lu lihat. Lu sendiri? Sejak kapan lu masuk Yasogami?"
"Tahun lalu. Ibuku menitipkanku di rumah Dojima-san. Ya, sampai sekarang."
"Oh—" "Tatsuyaaa!"
Aku menengokkan kepalaku kebelakang, sepertinya Souji juga. Ada Maya dan yang lainnya berlari kearahku. "Siapa mereka?" Tanya Souji padaku.
"Teman-temanku." Jawabku sambil tersenyum. Maya mendekat kearahku. Dia terlihat seperti seorang ibu yang kehilangan anaknya. "Kau ini bagaimana sih? Tadi kan aku udah bilang, jangan sampai kita terpisah!"
Aku tertawa kecil. "Iya, iya! Maaf ketua!"
Jun menepuk pundakku. "Tatsu-kun, dia siapa?" Mendengar pertanyaan Jun, Souji tersenyum dan melepas kacamatanya. "Kenalkan, namaku Souji Seta, sepupu Tatsuya."
Lisa langsung terpana melihat 'kekerenan' Souji. Eikichi tampak sebal. "Kalau begitu, kenalkan, aku Jun Kurosu. Dia, Maya Amano. Dan mereka yang-berantem-terus-dari-tadi itu, Eikichi Mishina dan Lisa Silverman!"
Eikichi dan Lisa menatap Jun tajam. Maya tertawa kecil. Souji ikut tertawa. Aku juga malah ikut-ikutan. Kami ngobrol lumayan lama, sampai ada teman Souji yang memanggilnya. Dia bilang, "... cepat! Nanti bisa-bisa aku ditendang Chie lagi! Ini soal Teddie!" Ya, kira-kira seperti itulah.
.
.
Kami pulang ke penginapan. Tapi selama di bus, aku mendapat e-mail dari Souji. Isinya seperti ini,
Hei, kau menginap di Amagi Inn, kan? Titip salamku ke pacarku ya!
Aku memperlihatkan pesan ini ke Maya, tapi dia malah menggeleng-gelengkan kepala. "Coba balas!" usulnya.
Pacarmu? Yang mana?
"Dia balas apa? Apa?" Tanya Maya yang duduk didepanku. Aku menunjukkan layar handphone-ku padanya. Dan dia terkejut melihat e-mail balasan Souji.
Kau tidak tahu? Dia wanita yang sangat berusaha... sebagai calon manajer penginapan yang baru.
"Jangan-jangan..." Maya melirik padaku. "Ya, mungkin saja dia."
.
.
"Amagi-san?" Maya memberanikan diri bertanya pada Amagi-san yang terlihat sedang tidak sibuk. Amagi-san menoleh padanya, "Ah, panggil saja aku Yukiko... Apa ada yang bisa kubantu untuk kalian berdua?"
Maya menatapku, "Sebenarnya ada yang ingin kita tanyakan." Oh, god, aku tahu kalau pasti aku yang harus menanyakan hal sepele seperti ini. "Pertanyaan seperti apa?"
Aku menghela nafas panjang, "Kau kenal anak yang bernama Souji Seta, kan?" Seketika wajahnya memerah. "Me-memangnya, kenapa?" Tanyanya gugup.
"Dia—" "Sepupunya Tatsuya-kun, dan dia titip salam padamu!" Serobot Maya. Ampun, anak ini. Yukiko-san tertawa kecil.
"Ampun... Kita kan' sering bertemu, untuk apa dia titip salam?" Maya menatapku dengan pandangan benar-kan-dia-orangnya. Tapi yang terbesit dipikiranku adalah 'Sialan kau Souji, sudah mendahuluiku!'.
"Yukiko, ada telepon dari Rise-chan!" Yukiko-san sedikit tersentak mendengar suara... Ibunya mungkin? "Iya, tunggu sebentar! Maaf ya, aku pergi dulu. Selamat beristirahat!" Ucapnya kemudian berlalu.
Setelah itu, aku dan Maya memutuskan untuk kembali ke kamar masing-masing. Niatnya sih, aku mau istirahat. Itu sebelum Jun...
"Kita berendam di kolam air panas yuk!"
.
.
Nyamannya... Apalagi tempatnya luas begini. "Akhirnya~ Ini baru namanya liburan..." Ujar Eikichi sambil menenggelamkan kepalanya. Jujur saja, Eikichi tanpa make up dan tanpa rambut yang spiky, sudah cukup keren sebagai anak band. Aku menatap Jun. "Jun, memangnya kenapa kita berendam jam segini?"
Jun tidak merespon pertanyaanku tadi. Dia tampak sangat serius memperhatikan sesuatu dibalik batu besar itu. Aku mengajak Eikichi, dan kami mendekati Jun dengan perlahan. "Sst! Jangan berisik!" Bisik Jun pada kami berdua.
"Apaan sih?" Eikichi menaikkan sebelah alisnya, dan ikut-ikutan melihat sesuatu lewat salah satu celah di batu tersebut. Tiba-tiba dia menarikku untuk melihat juga. "What the?"
Sialan... Mereka berdua membuatku melihat hal laknat seperti ini.
"Seharusnya jam segini sepi, tapi kenapa mereka bisa disini?"
.
.
"Ayo Maya-san! Airnya hangat nih!" Lisa dengan rambut yang diurai, serta handuk merah jambu yang membelit dibadannya, melangkah masuk ke pemandian, dan menenggelamkan kakinya diair.
"Tapi, rasanya aneh berendam jam segini..." Dibelakangnya, datang Maya dengan handuk putih yang menutupi badannya. Lisa menggeleng-gelengkan kepala. "Tidak kok~ Justru jam segini sepi, jadi kita bisa bebas!"
Akhirnya mereka berdua menenggelamkan badan masing-masing di kolam air yang hangat dan nyaman itu. Tenang, tapi tidak berangsur lama. Maya kembali membuka mulut untuk memulai kembali pembicaraan.
"Lisa... Lusa kemarin—" Lisa sedikit kaget mendengar apa yang dikatakan Maya, tapi dia kembali tenang dan tersenyum. "Ah, itu kan cuma masalah sepele! Ga' apa-apa kok!" Ujarnya sambil menenggelamkan kepalanya di air.
Maya menghela napas panjang, "Kamu suka dia 'kan? Kenapa ga' bilang aja?" Lisa terdiam mendengar ucapan Maya.
"Memang sih anaknya agak high temper sama sembrono, tapi—" "Ya, aku menyukainya, tapi tidak mungkin." Maya membelalakkan kedua matanya, dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidak ada yang tidak mungkin, Lisa. Kenapa ngga' kamu pastiin ke orangnya? Kalau dia juga suka kamu gimana?" Lisa menundukkan kepalanya. "Udahan yuk, kita istirahat di dalam!"
Mereka keluar dari pemandian, meninggalkan tiga orang aneh dengan muka yang terasa panas dibalik batu besar pembatas kolam laki-laki dan perempuan.
"Kita keluar juga yuk!" Ajak salah satu dari mereka bertiga.
.
.
Di kamar (cuma bertiga)...
"Woi, Tatsu." Sahut Eikichi seraya mengeringkan rambutnya. Aku menoleh sambil menguyah animal crackerku. "Aphua?"
"Kau tau ga', siapa cowok yang Ginko maksud tadi?"
Aduh, rasanya mau tersedak aku. "Erhm! Ohok!" Melihat diriku yang tersedak, Jun langsung panik sendiri. "Tatsu! Pelan-pelan kalau makan!" Aku kaget tau! Eikichi tuh kelewat polos ato apa ya, masa' gitu aja ga' nyadar.
Akhirnya bisa kutelan biskuit gajah itu. Fuuh... "Begini ya, 'Michael', dia itu suka sama-" Tiba-tiba tangan Jun menutupi mulutku. "Pst! Itu rahasia Tatsu-kun! Nanti malah seru!" Iya, iya! Masa' begitu saja aku tidak tahu.
Eikichi mulai kelihatan curiga. "... Kalian ini... Jangan-jangan cowok itu..." Aku dan Jun kaget. "S-siapa?" Jun menjawab agak gagap. Mungkin kebanyakan nonton acaranya Azis Gagap.
Eikichi menyipitkan matanya. Jantungku berdegup kencang. Jun mulai berkeringat. Apa dia tahu kalau orang itu adalah dirinya?
To Be Continued
Note: Maaf sekali, kalau chapter ini agak garing, otakku agak error. Review?
