A Dusk Becomes A Dawn Chapter 7
.
.
.
By:Rizky Nugraha
.
.
.
Disclaimer:Naruto bukan punya saya tapi punya om Masashi
.
.
.
Warning:AU,Typo bertebaran,OOC,Jelek,Abal,dll..
.
.
.
Don't Like Don't Read
Hallo minna-san… Sebelumnya terimakasih atas Review kalian pada fict ku yg gk sempurna ini… Rizky sempetin buat update chapter 7 karena rizky gk yakin kalau nanti bisa, karena sebentar lagi rizky mau UN… Yo dari pada basa basi lebih baik capsus baca chapter 7
.
.
.
Waktu sudah menunjukan pukul setengah Sembilan malam namun Naruto masih tidak bisa tidur karena memikirkan kata-kata Sakura. Sepintas terlintas di pikirannya kata-kata Sakura yg memintanya untuk menyerahkan Kasumi. Saat ingin memjam kan mata tib-tiba.
Drrt. Drrt. Drrt.
Ponsel Naurto bergetar di samping meja tempat ia tidur. Segera ia ambil ponselnya, saat melihat ada 1 pesan dari seseorang yg sedari tadi ia pikirkan."Sakura," pikirnya. Setelah itu ia langsung membuka dan membaca pesan tersebut.
To Naruto:aku ingin bertemu denganmu di café tempat kita kemarin bertemu,apa kau bisa dating sebentar..?
From Sakura.
Naruto sangat ragu harus membalasnya bagaimana. Tapi entah kenapa perasaannya mengatakan bahwa dia harus menemui Sakura, dia pun membalas pesan Sakura.
To Sakura:baik aku akan menemuimu,kau tunggu sebentar..
From Naruto.
Naruto bergegas bangun dari tempat tidurnya. Dia berjalan menuju kamar Kasumi untuk melihat apa Kasumi sudah tidur atau belum. Naruto membuka pintu kamar Kasumi dengan hati-hati takut jika Kasumi sudah tidur akan terbangun.
Ckrek, pintu kamar Kasumi tebuka dan Naruto melihat sang anak sedang tertidur dengan lelapnya. Naruto pun mendekati Kasumi.
"maafkan ayah nak, ayah belum bisa menjadi ayah yang terbaik untukmu," ucap Naruto lirih sambil mengusap rambut kuning Kasumi. Naruto menyelimuti tubuh kasumi kemudian mengucapkan "ayah janji akan menjadi ayah yg terbaik untukmu, ayah janji." Setelah itu pun Naruto keluar dari kamar Kasumi dan segera pergi menuju tempat pertemuannya dengan Sakura.
.
.
.
Di sisi lain
Sakura terlihat gelisah menunggu kedatangan Naruto. Dia dari tadi terus berfikir apa yang harus ia katakana pada Naruto. Dia terus berfikir dan berfikir apa yang harus dia katakan. Tak lama kemudian pun Naruto datang. Naruto langsung duduk di sebrang meja tempat Sakura duduk.
"baiklah sakura, apa yang ingin kau katakana padaku?" Tanya Naruto dengan nada serius.
"i-ini i-itu bagaimana aku me-mengatakannya," ucap Sakura tergagap.
"katakana saja," ucap Naruto dingin.
"ini masih mengenai Kasumi," ucap Sakura takut membuat Naruto marah
"hmm, jangan bercanda denganku Sakura. Sampai kapan pun aku tidak akan menyerahkan Kasumi padamu," kata-kata Naruto sungguh membuat Sakura ingin menangis saat ini, tapi Sakura mecoba untuk menahan tangisnya.
"Kumohon Naruto izinkan aku mengurus Kasumi," Sakura kembali mengatakan hal sedemikian untuk mengurus Kasumi namun hanya di jawab gelengan kepala Naruto.
"tidak, maaf Sakura aku tidak bisa menyerahkan Kasumi padamu," Ucap Naruto yang membuat perasaan Sakura semakin campur aduk.
"Tapi aku ini adalah-"
"ya kau adalah ibunya," Potong Naruto kemudian melanjutkan, "tapi apa seorang sepertimu pantas di panggil dengan sebutan ibu?" Tanya Naruto yang semakin membuat Sakura merasa bersalah
"aku tahu aku salah, oleh karena itu izinkan aku untuk memperbaiki kesalahanku di masa lampau," Jawab Sakura sambil menangis sejadinya.
Naruto hanya menggeleng mendengarkan jawaban Sakura. "maaf Sakura aku tidak bisa menyerahkan Kasumi padamu," ucap Naruto sambil mengepal tangannya di atas meja.
"kau tidak tahu rasa sakit yang aku dan Kasumi alami saat kau meninggalkan kami," ucap Naruto yang berusaha menahan tangis.
"Naruto, aku tahu aku salah di masa lampau. Oleh karena itu aku ingin memperbaikinya," Ucap Sakura yang membuat Naruto menghentikan tangisnya sesaat.
Di sisi lain.
Terlihat Kasumi sedang tidur. Tapi entah mengapa di tidurnya Kasumi tampak tidak tenang. Rupanya Kasumi sedang bermimpi buruk di alam tidurnya.
"Ayah!" teriak Kasumi yang baru saja bangun dari tidurnya. Terlihat keringat di dahi dan di leher mengalir deras.
"hah, hah, hah. Mimpi apa aku tadi, kenapa ayah di tembak oleh dua orang itu?" Tanya Kasumi pada dirinya sendiri.
Kasumi pun bergegas mencari sang ayah. Kasumi berjalan menuju kamar sang ayah, tapi saat dia masuk ke dalam kamar sang ayah tidak ada di dalam dan dia pun bingung, apa mimpinya itu ada hubungannya dengan sang ayah.
"Ayah kemana?" batin Kasumi khawatir.
Kembali ke sisi Naruto.
"Maaf Sakura, aku tidak bisa menyerahkan Kasumi padamu," Ucap Naruto berusaha menyudahi pembicaraannya.
"Naruto ku mohon, hanya kali ini saja." Sakura terus meminta untuk kesekian kalinya supaya Naruto menyerahkan Kasumi padanya.
"Ingat kau bisa memilih salah satu dari dua pilihan yang kuberikan padamu waktu itu," Ucap Naruto dengan nada dingin.
"Ta-tapi aku-aku.."
"aku tidak butuh jawaban mu sekarang, atau biar waktu yang akan memberikan jawabannya," Setelah mengucapkan itu Naruto segera beranjak pergi.
Di sisi Kasumi.
"aduh, ayah kau kemana? Aku takut mimpi yang ku alami terjadi padamu," Kasumi terus mengoceh pada dirinya sambil memutari seluru isi rumah untuk mencari sang ayah.
Setelah sudah cape memutari seluruh isi rumah, Kasumi memutuskan untuk mencarinya keluar rumah. Dia pun menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya setelah itu baru dia pergi keluar untuk mencari sang ayah.
Saat Kasumi sudah keluar dan berjalan, terlihat dua orang dengan baju motiv awan merah mengawasi Kasumi.
"Kakuzu, lihat bocah itu sudah bergerak," ucap hidan begitu melihat Kasumi sudah pergi.
Duaghh. Satu bogem mentah di dapat oleh hidan.
"ittai, kenapa kau memukul ku sialan," Tanya hidan kesal.
"Bodoh, kenapa kau baru bilang," jawab Kakuzu karena kesal. Padahal seharusnya kakuzu lah yang salah karena dia tidak mengawasi.
"sudahlah lupakan, ayo kita jalankan tugas kita untuk menghabisi bocah itu," ucap hidan setelah itu berjalan mengikuti Kasumi bersama kakuzu.
Kakuzu dan Hidan terus mengikuti Kasumi tanpa disadari. Setelah sampai keramaian Hidan dan Kakuzu berjalan di belakang Kasumi. Kasumi yang merasa ada yang mengikutinya pun menoleh ke belakang, saat menoleh ia hanya melihat dua orang yang menggunakan baju motiv awan merah.
Kasumi tidak memperdulikannya dia terus berjalan mencari ayahnya. Pada saat di tengah taman Hidan menghalangi jalannya.
"paman siapa?" Tanya Kasumi heran melihat kehadiran hidan.
"Uzumaki Kasumi?" Tanya balik hidan.
"iya itu aku," Jawab Kasumi dengan nada bingung.
"tuan Namikaze Minato meminta kami untuk menjemputmu," Ucap hidan yang dan membuat kasumi mengkerutkan keningnya.
"kakek, untuk apa kakek meminta ke dua paman ini menjemputku" batin Kasumi.
"baik, aku akan menemui kakekku!?" jawab Kasumi.
"tunggu, jangan bawa pergi anakku. Ayahku tak mempunyai bawahan seperti kalian,"
Tiba-tiba saja saat ingin pergi Naruto datang untuk menghentikan Kakuzu dan Hidan untuk membawa pergi Kasumi
~To Be Continued~
Yo minna. Bagaimana chapter 7, pasti masih ada typonya ya..? O.o
Bwahahahaah… rizky updatenya buru-buru jadi gk sempet ngecek lagi. Lagi pula rizky juga udah usahain buat update jadi tolong donk hargain usaha rizky #plakkkk
Ahahaha… ywdh RnR please.
Klay asther: makasih kaasan udah dukung aku buat bikin fict ini.
Fumiko miki Nasa: Nasa nee-chan juga makasih ya udah dukung aku.
Meika NaruSaku: meika makasih ya udah support fict gaje ku ini.
