Title : All Stars Entertaintment (Full Apartment)

Author : VD_Cho

Cast : WonKyu, YunJae, HaeBum, All EXO Official Couple, and All Shinee Official Couple

Genre : Friendship, Romance, Drama

Warning : It's a GS fanfict. DLDR, happy reading yeorobeun…..

Chapter 6

"kemana semua orang? Kenapa rumah sepi sekali?" kata Luhan saat dia tiba di dormnya. Tentu saja dorm-nya sepi. Kibum dan Tao sedang di luar dengan urusan mereka masing-masing, sedangkan Taemin sedang menjalani pemotretan di Taiwan.

"apa yang harus kulakukan kalau begini? Sehun oppa juga sedang berada di Taiwan… apa aku menyusulnya saja, ya?"

Luhan lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Heechul.

"yeoboseyo, eonni…"

"…"

"aniya. Aku hanya ingin menanyakan, apa aku ada jadwal untuk besok?"

"…"

"jadi aku kosong sampai dua hari kedepan?"

"…"

"arraseo. Aku ingin ke Taiwan untuk menemui Sehunnie oppa. eonni dimana sekarang?"

"…"

"Kyuhyun eonni kenapa?"

"…"

"ya sudah kalau begitu. Gomawo eonni. Dan aku titip salam untuk Kyu eonni, semoga dia cepat sembuh. Nanti akan kubawakan oleh-oleh."

"…"

"nde…"

PIIP. Luhan memutuskan sambungan dan kembali menelepon seseorang, Sehun. Cukup lama sampai akhirnya Sehun menjawab panggilannya.

"kenapa lama sekali mengangkatnya?"

"…"

"kumaafkan. Aku akan ke Taiwan hari ini, bisa nanti oppa menjemputku?"

"…"

"belum tahu. Aku akan berangkat dengan penerbangan tercepat yang bisa kudapatkan."

"…"

"wo ye ai ni, oppa."

Setelah selesai melapor pada Sehun, Luhan segera mengepak keperluannya, setelah itu dia langsung memanggil taksi untuk mengantarkannya ke bandara.

Sesampainya di bandara, Luhan langsung mencari penerbangan Seoul-Taiwan tercepat yang bisa di dapatkannya. Dia mendapatkan pesawat yang baru akan tiba sekitar 2 jam lagi. Dia kembali menelpon Sehun untuk mengabari keberangkatannya. Setelahnya, Luhan memutuskan ke toilet untuk membenarkan penyamarannya. Tapi di tengah perjalanan, tiba-tiba seorang pria menyeretnya dan membekap mulutnya.

Keadaan ruang tunggu yang cukup sepi saat itu menjadikan usaha Luhan untuk memberontak sia-sia karena tak ada yang bisa membantunya. Beberapa detik kemudian, Luhan sudah tak sadarkan diri.

"aku mendapatkan seorang rusa cantik…"

-0-0-0-0-0-0-0-

Setelah menemui Zizi, Kris dan Tao kemudian pergi ke sebuah kafe. Tak ada satupun pembicaraan diantara mereka. Kris sibuk dengan pikirannya sendiri begitupun Tao. Kris sendiri terlalu shock karena perkataan Tao saat mereka berada di makam Zizi beberapa saat yang lalu.

Flashback…

"alasanku membencimu, sebenarnya tidak pernah ada. Tapi aku terlalu marah dan sedih saat itu dan menjadikan kehilanganku atas Zizi sebagai alasanku untuk membencimu. Aku tidak pernah menyalahkanmu yang tidak mengetahui keberadaan Zizi sebelumnya, karena itu juga salahku yang tidak segera memberitahumu kalau kita memiliki Zizi."

"bagaimana bisa kau tidak memberitahukannya padaku?"

"maafkan aku. Aku tidak tahu kalau akan terjadi hal seperti itu sebelumnya. Semuanya diluar dugaan. Aku berencana akan memberitahumu di hari ulang tahunmu, tapi tepat sehari sebelumnya, aku kehilangan Zizi."

"dan permintaanmu untuk bercerai adalah hadiah yang sangat mengejutkan untukku."

"aku butuh waktu untuk sendiri. Aku tahu, aku egois."

End Of Flashback…

"sudah sampai, tuan, nona." Teguran dari sang supir taksi membuyarkan lamunan Kris dan Tao.

Setelah membayar biaya taksi, Kris langsung menarik Tao untuk masuk kedalam kafe, membawa Tao naik hingga kelantai 3 kafe tersebut dan masuk ke dalam sebuah ruang VIP yang ada disana. Tao hanya diam mengikuti setiap langkah Kris. Sesampainya di dalam ruangan, Kris langsung mengunci pintunya dan memojokkan Tao ke dinding.

"Tao, lihat aku…"

Tao yang tadinya menunduk, kini mendongak untuk menatap Kris. Sudah lama sekali rasanya, dia tidak pernah menatap Kris dari jarak sedekat ini. Setelah perceraiannya dengan Kris, Tao langsung menjauhi Kris, tetapi tetap berusaha untuk membangun rasa keakraban dengan keluarga Kris. Tao tidak ingin meninggalkan kesan buruk walaupun dirinya sudah berpisah dengan Kris.

"sudah lama sekali…" gumam Tao. "aku tidak melihatmu dalam jarak sedekat ini." Lanjutnya.

"aku ingin membicarakan sesuatu denganmu." Kata Kris.

"begini, Kris. Bukan hal mudah untukku membongkar semuanya tentang Zizi padamu walaupun kau adalah ayahnya. tapi untuk saat ini –dengar, " celoteh Tao. Kris semakin mendekatkan wajahnya ke Tao.

"aku sedang tidak ingin membahas apapun saat ini. Aku ingin beristirahat dan libur. Memanfaatkan waktu liburku yang terakhir ini dengan baik. Terutama, aku ingin libur bicara." Sambung Tao tegas.

"baiklah," Kris mengangkat tangan dan merengkuh wajah Tao dengan kedua tangannya.

"kita tidak perlu bicara."

Dan saat itulah, Kris mencium Tao. Di bibir.

-0-0-0-0-0-0-0-

Kyuhyun saat ini tengah terbaring lemah diatas tempat tidur rumah sakit.

Saat sedang berada di mall untuk mencari keperluan pernikahannya yang lain bersama dengan Kibum, Jaejoong dan Heechul, Kyuhyun sempat mendapat telepon dari Siwon, hanya saja, karena ponselnya dia matikan, Kyuhyun tak tahu kalau Siwon meneleponnya.

Sampai mereka berempat tiba di dekat foodcourt, Kyuhyun baru menyalakan kembali ponselnya, dia hendak menelepon Siwon kembali. Tapi, setelah tersambung denganSiwon, tiba-tiba saja dia jatuh tak sadarkan diri. Jadi, Heechul-lah yang memegang ponselnya dan memberitahu Siwon.

Siwon sendiri mengatakan kalau dia baru akan tiba sekitar satu setengah jam lagi. Setelah menerima kabar dari Heechul, Siwon langsung panik dan mencari penerbangan menuju Seoul saat itu juga. Dipikirannya saat ini hanya ada satu orang yaitu Kyuhyun.

Dua jam berlalu, Kyuhyun masih tetap belum sadar. Heechul kini hanya tinggal berdua dengan Kibum karena Jaejoong ada urusan dengan Yunho. Gurat kekhawatiran terpancar jelas dari wajah keduanya. Tak lama berselang, pintu kamar rawat Kyuhyun terbuka, menampakkan sosok Siwon disana yang memasang wajah tak kalah khawatir dari Heechul dan Kibum. Siwon bergegas menuju ranjang Kyuhyun.

"bagaimana keadaannya?" tanya Siwon. Kibum menggeleng, "kami belum menerima hasil cek-nya dari dokter." Ujarnya.

Tepat setelah itu, mata Kyuhyun perlahan terbuka. Dan kata pertama yang diucapakannya adalah 'Siwon.'

"aku disini, Kyunnie…"

"bisa kita bicara? Berdua saja." Lirih Kyuhyun. Siwon menatap bergantian Heechul dan Kibum yang langsung mengerti arti tatapan Siwon. Mereka berdua mohon diri dan segera keluar dari ruangan. Meninggalkan Siwon dan Kyuhyun berdua.

"perlu kupanggilkan dokter?" tanya Siwon. Kyuhyun menggeleng lemah dan mengeratkan genggamannya pada tangan Siwon yang juga tengah menggenggam tangannya.

"kurasa aku sudah tidak menahannya lagi…" ujar Kyuhyun.

"tidak, Kyunnie, kau kuat. Bertahanlah!"

Kyuhyun memejamkan matanya sejenak untuk meredam rasa sakit yang kembali menyerang dadanya.

"kau bisa menemukan yang lebih baik dariku, Wonnie…"

"tidak ada yang lebih baik darimu. Jadi, berhentilah mengatakan hal seperti itu. kau tidak akan kemana-mana, kau akan selalu berada disisiku, Kyunnie."

Kyuhyun tersenyum samar. "aku juga ingin seperti itu, tapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, bisa jadi besok aku sudah tia-"

"jangan mengucapkannya." Potong Siwon dengan nada tak suka.

"kau tahu bahwa aku tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi."

"kau bisa. Pasti bisa, Kyunnie…"

"Won…" panggil Kyuhyun saat merasakan bahwa rasa sakit di kepalanya semakin menjadi.

"iya?"

"kita… batalkan saja pernikahannya…"

Setelah berkata demikian, mata Kyuhyun perlahan kembali tertutup.

-0-0-0-0-0-0-0-

Sore ini sepertinya bukanlah salah satu sore terbaik Jaejoong. Yunho menangkap raut wajah muram milik Jaejoong sejak awal Jaejoong datang menemuinya.

"Jae, ada apa?"

"tidak ada. Hanya saja, kalau dilihaat-lihat, belakangan ini banyak sekali staff kita yang yang masuk rumah sakit, mulai dari Kris, Donghae, sampai Kyuhyun."

"Kyuhyun?"

"ne. dia tiba-tiba saja pingsan saat kami sedang berada dimall dan sepertinya dia bukan pingsan karena kelelahan. Kau sudah lebih dulu bekerja dengan Kyuhyun, apa kau tahu sesuatu, Yun?"

"tentang?"

"Kyuhyun tentu saja. Tadi aku pergi duluan karena ingin bertemu denganmu. Jadi aku tidak tahu."

"Kyuhyun, dulu pernah mengatakan padaku kalau dia memang memiliki penyakit bawaan dari kecil…"

"apa itu?"

"entahlah, aku juga tidak terlalu ingat, tapi yang pasti, dia mengidap kelainan jantung…"

-0-0-0-0-0-0-0-

Sehun terlihat sedang mondar-mandir di bandara. Seharusnya Luhannya sudah tiba sejak setengah jam yang lalu. Tidak ada pengumuman delay dari pihak bandara, jadi dia yakin pesawat Luhan tidak mungkin terlambat tiba di China.

Sehun juga sudah mencoba untuk menghubungi Luhan beberapa kali, tapi ponsel Luhan tidak aktif.

"maaf, aku ingin menanyakan informasi tentang penerbangan xxx dari Korea ke China." Kata Sehun pada seorang petugas bandara dengan bahasa mandarin yang fasih.

"harap tunggu sebentar, tuan…"

"pesawatnya sudah tiba setengah jam yang lalu. Ada lagi yang bisa saya bantu, Tuan?"

"apakah ada penumpang bernama Xi Luhan yang menaiki pesawat itu?"

"nona Xi Luhan memang terdaftar sebagai penumpang pesawat xxx, tapi sepertinya dia tidak jadi menaiki pesawatnya."

"baiklah, terimakasih."

Dugaannya benar, pasti terjadi sesuatu di Luhan. Sehun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

"temukan keberadaan Luhan sekarang."

Setelah itu dia pun kembali ke hotel. Dia tidak bisa meninggalkan Phantom begitu saja. Cukup Siwon yang mengacaukan jadwal, Sehun tidak perlu ikut-ikutan dengan menghilang tiba-tiba dan membuat member Phantom yang berada di China kesulitan karena tidak memiliki manajer.

Anak buahnya di Korea sudah mengurus semuanya untuk sementara ini.

"Moonkyu, kau sudah mengibarkan bendera perang padaku, jangan salahkan aku jika aku menghancurkanmu nantinya…" geram Sehun.

-0-0-0-0-0-0-0-

Di Seoul, tepatnya di salah satu ruang studio stasiun televisi SBS, tampak Kai dan Kyungsoo yang tengah di make-up oleh beberapa make-up artist. Hari ini adalah syuting perdana acara mereka, Sign of Love.

Kai dan Kyungsoo tampak antusias dengan kegiatan baru mereka ini. Di sudut ruangan, Onew dan Zhaolin duduk diam dan sibuk dengan ponsel mereka masing-masing. Oh ya, Zhaolin diminta untuk menjadi manajer sementara Kai sampai nanti mereka berdua debut sebagai duo.

"Kai-ssi dan Kyungsoo-ssi, harap segera bersiap-siap. 10 menit lagi kita akan mulai." Kata salah seorang kru.

"nee…" koor keduanya.

"noona. Semangat!"

Kyungsoo menmabalas ucapan Kai dengan senyuman cerianya. "kau juga, Kai…"

"oke, kita akan mulai dalam 3, 2, 1!"

"selamat siang para pemirsa sekalian…" sapa Kai-Soo bersamaan dengan sedikit membungkuk hormat.

Mereka saat ini tengah berdiri di tengah sebuah panggung yang di tata sedemikian rupa sehingga memiliki dua sisi yang berbeda. Sisi sebelah kanan panggung di hiasi oleh nuansa hijau yang merupakan daerah kekuasaan Kyungsoo, dan sisi sebelah kiri bernuansakan biru laut, yang merupakan daerah kekuasaan Kai.

"Kyungsso imnida,"

"Kai imnida,"

"this is… Sign of Love!" seru mereka berdua. Di bagian kata 'love' mereka membentuk simbol hati dengan menyatukan kedua tangan mereka diatas kepala.

Syuting berjalan sekitar 2 jam tanpa ada kendala yang berarti. Rasa senang melingkupi Kai dan Kyungsoo setelah mereka selesai syuting.

"aku penasaran bagaimana respon para penonton saat melihat tayangannya nanti…" ujar Kyungsoo antusias. Tanpa sengaja tangannya yang sedang terangkat itu mengenai Kai yang sedang berjalan di belakangnya.

"aww…" ringis Kai.

"Kai, gwaenchanha? Maafkan aku, aku tidak sengaja…"

"gwaenchanha noona. Kurasa, kalau kau mengundangku untuk makan malam di tempatmu malam ini aku akan memaafkanmu." Balas Kai. Kyungsoo tersenyum meremehkan Kai, lalu menjitak kepala Kai.

"jangan modus. Tapi baiklah, karena suasana hatiku sedang senang, aku akan memenuhi permintaanmu."

Mereka berdua kemudian berjalan duluan sambil berbincang-bincang riang. Kyungsoo bahkan tak ragu saat dia merangkul lengan Kai. Sedangkan Kai, kalian tahu sendiri bagaimana dia. Baru di puji saja dia sudah guling-guling tak jelas, bagaimana kalau dia di gandeng oleh Kyungsoo seperti saat ini?

Dibelakang mereka Onew berjalan beriringan dengan Zhoulin. Onew terlihat senang melihat kedekatan Kyungsoo dan Kai. Di belakangnya, Zhoulin tampak mengacak rambutnya.

"seharusnya Kyungsoo noona tidak melakukan hal itu!" ujarnya.

"wae Zhou? Kau cemburu?" sahut Onew di depannya.

"hah? Bukan, manajer Lee, hanya saja, nanti aku bisa repot jika Kyungsoo noona menggandeng Kai seperti itu…"

"repot kenapa?"

"karena, Kai akan bertingkah gila seharian di dorm nantinya. Kau tidak tahu bagaimana Kai saat di dorm beberapa hari ini semenjak dia dekat dengan Kyungsoo noona."

"memangnya dia kenapa?"

"dia gila!"

BUAGH!

Sebuah tas yang dipastikan milik Kai melayang dan tepat mengenai Zhoulin. "aku mendengarmu Zhou! Aku tidak gila, hanya kurang waras… hahaha XD"

Zhoulin dan Onew terdiam setelah adegan pelemparan tas barusan.

"kau lihat kan, manajer Lee… dia itu gila…"

-0-0-0-0-0-0-0-

"begitukah? Kalau begitu kami permisi dulu. Terimakasih."

"jadi bagaimana? Mau menunggu mereka?"

"tapi, Lay…"

"Suho ge, ayolah… menjenguk iparmu itu adalah tindakan yang baik. Sekalian, kau bisa menyelesaikan masalahmu dengan Tao nantinya."

"entahlah, masalah itu tidak semudah yang terlihat."

"bicaralah baik-baik. Tao pasti akan mengerti."

"baiklah, baiklah. Kita akan menunggu mereka di kafe yang tadi."

"oke, ayo."

Hari ini Lay datang bersama Suho, niatnya untuk menjenguk Kris. Walau bagaimana pun mereka masih memiliki hubungan keluarga. Tapi barusan suster memberitahu bahwa Kris sedang keluar bersama Tao.

Dan beruntung, saat mereka sampai di pintu keluar rumah sakit, Kris dan Tao kembali. Tao memandang tak suka pada Suho. Sedangkan Kris memilih untuk tidak memberikan reaksi apapun.

"apa kabar, Kris, Tao?"

-0-0-0-0-0-0-0-

"bagaimana?"

"…"

"baiklah, lanjutkan terus pencarian kalian. Aku akan tiba di Seoul sekitar 2 jam lagi."

Sambungan terputus. Sehun menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya. Setelah cukup lama berpikir, Sehun akhirnya memutuskan untuk kembali ke Seoul. Dia sudah mengatakan pada Leeteuk perihal masalah ini dan Leeteuk mengatakan bahwa dia akan mengirimkan manajer cadangan untuk mengawasi kegiatan Phantom disana.

"kumohon Luhan, bertahanlah sampai aku tiba disana."

Dua jam kemudian, pesawat Sehun tiba di bandara Incheon. Sehun langsung menyetop taksi dan meminta taksi tersebut menuju ke sebuah alamat yang beberapa saat lalu di berikan oleh orang-orang suruhannya.

Saat tiba di tempat tujuan, Sehun bisa melihat ada beberapa pria berbadan kekar yang menjaga ketat bagian depan sebuah gudang tua tak terpakai. Tanpa rasa takut, Sehun masuk kesana. Pria-pria berbadan besar tersebut tampak tak memberikan perlawanan pada Sehun, bahkan membiarkannya lewat begitu saja.

"kau nekat juga ya, hyung…"

"Kim MoonKyu, dimana Luhan?"

"Lulu noona baik-baik saja. dia sedang berada di suatu tempat di temani oleh sebuah hadiah kecil dariku…"

"brengsek! Lepaskan dia!" Sehun menerjang kea rah Moonkyu, tapi dia sudah lebih dulu di hadang oleh tiga orang bodyguard Moonkyu.

"kenapa kau sampai melakukan hal seperti ini, Moonkyu?"

"salahkan paman Leeteuk-mu itu! dia yang membuatku seperti ini. Dan sekarang, kau juga mau menghalangi langkahku untuk menjadi seorang bintang!"

"aku tidak mengahalangimu, Kim MoonKyu!"

"lalu, apa maksudmu dengan membuat semua agensi memblacklist namaku!?"

"lepaskan aku! Itu semua demi kebaikanmu…"

"hyung, begini saja, aku lelah dan malas berdebat denganmu. Jadi, lebih baik kau cepat urus anak-anak buahku ini, atau kau tidak akan pernah lagi bertemu dengan kekasihmu yang manis itu…"

"APA MAKSUDMU? DIMANA LUHAN?"

"disuatu tempat. Dan kau mau tahu apa hadiah kecil yang ku berikan padanya?"

Sehun terdiam saat mendengar nada menusuk dari perkataan Moonkyu. Ini tidak baik. Ini bukan sesuatu yang bagus. Keringat dingin mengalir di pelipisnya. Sehun ketakutan sekarang. Dia takut kalau sesuatu yang buruk akan menimpa Luhannya lagi.

"itu adalah…" Moonkyu menggantung ucapannya. Dia berjalan mendekat kearah Sehun yang tengah dipegangi oleh seorang pria dan membisikkan kelanjutan kalimatnya.

"… sebuah bom waktu…"

-0-0-0-0-0-0-0-

TO BE CONTINUED…

Author's Note:

AHOY~~

FF ini mungkin akan berakhir satu atau dua (kalau panjang) chapter lagi. Aku ingin mengucapkan terimakasih kepada seluruh pembaca ASE yang sudah mendukung FF ini. See you at next chapter ya~ ^^

*gwiyomi bareng all artist ASE*