"Doyoungie, habis menangis? Wae?" tanya Hansol saat mereka berpapasan di depan kamar mandi.
"A-aniya. Gwenchana." Elak Doyoung sambil buru-buru masuk kedalam kamar mandi. Hansol hanya menghela nafas, lalu berniat ke dapur, saat berbalik, ia menjerit. Seseorang dibelakangnya tadi dan sekarang, menjadi dihadapannya dengan jarak wajah yang hanya tinggal beberapa senti.
"YATUHAN, JOHN!" yang dipanggil namanya hanya nyengir, lalu memeluk kekasihnya erat. Hansol memutar bola matanya.
"Lepas, John." Perintahnya, tetapi tangannya malah malu-malu (tapi mau) membalas pelukan Johnny.
"Of course no. Ada lem yang merekatkan kita berdua, hyung." Johnny mengendus dan menciumi leher Hansol. Ia tidak meninggalkan bekas apapun, tenang saja. Hansol menggeliat kegelian.
"John-ugh." Hansol niatnya ingin melepaskan, tetapi entah bagaimana, kepalanya malah meneleng, memberikan akses bagi Johnny yang sekarang menyeringai.
Makin lama, Johnny makin tenggelam dalam permainannya, sedangkan Hansol hanya pasrah-mendesah-menyerah.
"Anggap saja aku nyamuk, anggap saja aku nyamuk." Interupsi Doyoung yang baru saja keluar kamar mandi, dirinya terlihat segar, dan tanpa dosa melewati pasangan yang dijuluki Jaehyun-Taeyong kedua tersebut, karena sifat top maupun bottom yang sama persis dengan Jaehyun-Taeyong. Hansol yang sadar langsung mendorong Johnny, lalu berlari kearah dapur sambil menutup pipinya yang merona.
"Sial, kau mengganggu saja, Dongyoung Kim!"
.
.
.
Dua Duanya Calon Menantu Keluarga Jung?
A fanfiction from jaehyurn.
Jaehyun, Jung x Doyoung, Kim x Taeyong, Lee
Mention a lot brand name, location, and many more.
Warn! This is YAOI/BoysLove.
(Sebelumnya aku berterima kasih (lagi lagi lagi, dan lagi. Aku tidak mau melewatkan satu fuck pun untuk berterimakasih padanya.) kepada seseorang lelaki berinisial J. Oiya, jangan lupa baca [A/N] aku dibawah, ya^^ harus! Soalnya ini menyangkut masa depan trisam DoJaeTae(?). Setting fuck ini masih Selasa, ya, kayak fuck kemaren^^.
Dan juga, aku mendengarkan EXO – Moonlight saat mengerjakan ini. Mungkin lagunya bisa dijadikan backsound fuck ini. Hope you like guys!)
And always, other standard warn is applied.
(pst, italic paragraph means flashback.)
.
.
SIXTH FUCK : Body Language.
.
.
"Ge, aku kangen." Ujar Winwin dalam bahasa ibunya. Ia sedang duduk didepan tv bersama kekasihnya, menikmati waktu luang.
"Berisik, Sicheng. Berbicara sekali lagi, aku tendang bokongmu." Kun mencebik, membuat Winwin semakin gemas dan bersemangat untuk menggoda kekasihnya.
"Bibirmu menggoda sekali, hyung. Aku ingin mencicipinya, lagi." Kun menoleh, ingin sekali memarahi adiknya. Tapi yang terjadi justru lain.
"Ap-mpph!" Winwin menyambut bibir Kun, membawanya dalam ciuman penuh cinta. Bibirnya bergerak lembut dan santai. Tangannya sendiri, menahan rahang lelaki bermarga Qian tersebut. Yang dicium hanya menegang, kaget. Tapi lama-kelamaan Kun terbawa suasana, membalas lumatan demi lumatan yang pemuda asal Zhejiang itu berikan. Yang lebih tua mulai menutup mata, merasakan cinta yang amat besar dari ciuman tersebut.
Awalnya ciuman itu hanyalah lumatan-lumatan kecil. Tapi nafsu mulai menguasai saat Winwin mulai menggigit bibir bawah Kun perlahan, meminta akses untuk benda tak bertulang miliknya bertamu. Tangan Winwin mulai melepas rahang Kun, lalu bergerak menuju pinggang kecil Kun, memeluknya erat.
"A-ahhh, mmhhh.." Kecipak saliva menggema, menguasai udara diruang tv. Lidah Winwin dengan terampil memainkan lidah gege-nya, lalu mengabsen gigi-gigi Kun dengan cekatan. Setelah itu ia kembali mengajak lidah Kun bergulat, menghasilkan lenguhan panjang dari lelaki yang disana telah berumur 21 tahun.
Setelah beberapa lama, Kun memukul pelan dada Winwin, membuat Winwin dengan tidak—amat sangat—rela melepaskan pangutan mereka. Pemandangan pertama setelah pangutan mereka adalah Kun yang memerah, mengatur nafas. Saliva milik keduanya mengalir dari sudut bibir Kun, meluncur bebas menuju leher dan dada, membuat sesuatu dibawah bangkit. Pemuda bernama asli Sicheng Dong itu menyeringai seksi, tanpa ba-bi-bu langsung menggendong kekasihnya menuju kamar mereka.
"Yak, Sicheng! Ige mwoya?!" jerit Kun kaget menggunakan bahasa korea tanpa sadar.
"Diam dan nikmati saja, ge." Balas Winwin sambil membanting pintu kamar mereka, tidak lupa menguncinya.
"SICHENG, MALDO ANDWAE, AKU MASIH INGIN BERJALAN BESOOOK!"
.
.
Come on, baby.
.
.
"Ada apa, sih? Berisik banget Sicheng sama Kun-ge." Jaehyun menggerutu, tapi tangannya masih setia mengelus rambut Taeyong yang sedang fokus bermain puzzle diatas kasur Jaehyun.
"Sepertinya sih, Kun nggak bakal bisa jalan besok. Tadi kan dia bilang kalau masih mau jalan, artinya, Sicheng bakal bikin dia gabisa jalan. Diapain, ya?" Ujar Taeyong kepada dirinya sendiri dengan aksen menggemaskan. Otaknya sedang tidak bisa berjalan dengan baik, sepertinya. Buktinya ia bertanya apa yang akan dilakukan Winwin. Padahal ia sebenarnya tahu apa yang akan Winwin lakukan.
Jaehyun menggigit bibirnya gemas. Astaga, Taeyong mulai lagi!
"Hyung tidak tahu?" tanya Jaehyun. Taeyong menggelengkan kepalanya perlahan.
"Kau tahu, Jae-ie?" tanya Taeyong balik, menatap hazel Jaehyun dengan hazelnya yang menyiratkan keingin-tahuan yang besar.
"Tentu," Jaehyun menyeringai, lalu menarik rahang Taeyong, membuat wajah manis tersebut mengarah ke dirinya, dan berbisik pelan tepat didepan bibir Taeyong. "Mau mencoba juga?"
Hazel Taeyong membulat, tanda bahwa ia terkejut atas perlakuan pemuda bermarga Jung tersebut. Jaehyun mengecup bibir Taeyong lama, lalu melepasnya, memberi sedikit ruang untuk udara membelah kedua bibir.
"Bagaimana?" Tawar Jaehyun. Hazelnya menawan hazel kekasihnya, seakan menghipnotis kekasihnya untuk menuruti. Taeyong mematung, tak bereaksi apapun. Membuat Jaehyun semakin gemas dan ingin sekali mengagahi lelaki Lee didepannya.
Jaehyun kembali mengecup bibir Taeyong, melumatnya lembut, menyalurkan seluruh cinta yang ia miliki untuk jiwanya, jantungnya, morfin -nya. Taeyong masih tak bergeming, otaknya masih memproses apa yang baru saja Jaehyun lakukan. Hazel Jaehyun menatap Taeyong memuja, dan menumpahkan semua perasaannya kepada hyung-nya.
Taeyong sadar, dan mulai membalas lumatan lembut Jaehyun. Tangannya mengelus bisep padat Jaehyun, mengelusnya penuh damba, seakan ingin memiliki bisep itu seutuhnya, memiliki tubuh itu seluruhnya, hanya untuknya. Matanya juga menatap Jaehyun dengan cinta, membiarkan salah satu dari indera miliknya berbicara bahwa betapa ia mencintai Jaehyun.
Karena mereka tidak butuh bahasa manusia untuk mengungkapkan. Mereka hanya butuh bahasa tubuh untuk saling mencintai, mendamba, memuja satu sama lain.
.
.
You take my breath away.
.
.
Malam Selasa minggu ini di dorm tidaklah jauh berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Berisik dan mengusik para tetangga.
"JENO, SNACK MILIKKU, KEMBALIKAN!"
"TIDAK AKAN, HYUNG! KAU SUDAH PERNAH MENCURI SNACK MILIKKU!"
"TAPI KAN AKU TIDAK MENCURI SNACK KESUKAANMU!"
"IYA TERUS APA HUBUNGANNYA."
"YANG KAU CURI ITU SNACK KESUKAANKU, JENO LEE!"
"ASTAGA, APAKAH PARA LEE SELALU SEPERTI INI? MARK, JENO, DIAM!"
"Taeyong Hyung, kau juga Lee, sebenarnya."
"..."
Taeil yang baru saja kembali dari dapur hanya memutar bola matanya, malas menengahi pertengkaran tidak penting ketiga Lee tersebut. Lalu matanya men-scan ruangan ini, mencari sesuatu yang menarik. Hazelnya jatuh kearah Doyoung, yang terlihat masih sedih. Kakinya melangkah menuju sofa couple dimana Doyoung menaruh bokongnya.
"Uyu*?" Taeil duduk, lalu menyerahkan sekaleng minuman dingin kehadapan Doyoung.
Doyoung tersenyum sambil menerima kaleng tersebut, membuka dan mulai meminumnya perlahan.
"Terima kasih, hyung. Omong-omong, tumben hyung mau memberikanku uyu kaleng. Biasanya hyung membuatkan langsung untukku." Komentar Doyoung setelah menelan minuman tersebut.
"Aku sedang malas, toh kalau buat langsung, kan hangat. Aku ingin kau merasa segar karena sesuatu yang dingin." Senyum Taeil mengembang, tangannya perlahan mengelus rambut Doyoung, memberikan kenyamanan yang sama seperti tadi pagi. Doyoung menaruh kepalanya dibahu Taeil, memberikan akses untuk yang tertua mengelus rambutnya lebih intensif.
Tanpa sepengetahuan mereka, Jaehyun melihat kejadian tersebut dan tersenyum manis.
"—Hyun?"
"Jaehyun?" Jaehyun kaget saat tangan indah milik sesorang melambai didepannya.
"Y-ya?"
"Melihat apa?" tanya Taeyong.
"A-anu..." Jaehyun mencari alasan, memutar otak secekatan mungkin.
"Anu yang mana? yang keras sama enak?" celetuk Johnny, membuat Jaehyun mendelik.
"Johnny hyung, kenapa sih omonganmu tidak jauh jauh dari susatu yang agak?" Ten mencibir. Johnny menatap tajam satu satunya anak Thailand di dorm. Tetapi Ten tidak takut sama sekali.
"Tatap Chittaphon sekali lagi, atau aku tebas lehermu dengan samurai, John-hyung." Yuta memberikan tatapan membunuh kearah Johnny, membuat Johnny langsung diam dan mengalihkan pandangan dari Chittaphon. Wajah lelaki Amerika itu menekuk, menampilkan ekspresi yang biasa kita sebut derp.
Bukan, Johnny tidak takut, kok dengan tatapan Yuta. Hanya saja, Yuta membawa-bawa samurai yang membuat Johnny bergidik ketakutan.
"HAHAHAHAHAHA JOHN-HYUNG, WAJAHMU MENGGELIKAN!"
"BERISIK, MARK LEE!"
.
.
I can't live without you, baby.
.
.
.
.
TBC.
.
.
[A/N]:
Uyu* : Susu.
Gimana, udah romantis, belum? /pingsan. Oiya, Threesome bakal ada di fuck depan^^ persiapkan diri kalian, LOL. Dan bagian itu bakal aku update Kamis, karena kendala waktu. Besok aku bakal studi banding ke UI, lalu langsung latihan nyanyi buat wisuda sampe malem, nggak ada waktu T_T. tenang, wordnya bakal ditambahin kayak biasa, mungkin bisa sampe 3x lipat, karena aku nulis Jaeyong kemaren aja udah sampe 2k lebih, apalagi kalau nambah sama Jaedo, bisa 3k-4k.
Btw, ada yang bisa ngasih ide buat dirikuhh? T_T kakak kelas (sekarang udah sepantaran, sih) ada yang minta dibuatin Taeyong x Ten, sama Taeyong x Mark, dan aku bingung karena gadapet feel T_T. ada yang bisa kasih aku prompt? Nanti pasti aku cantumin dari siapa kok promptnya. Beneran aku bingung ini huhu kak W. T. kenapa sih requestnya aneh-aneh~ T_T
Dan! Aku bakal balesin review disini, karena aku malas membalasnya dengan pm. Kekekeke.
.
mybestbaetae : yah tapi abis ini gak fast, soalnya lusa baru update(?). Iyap, Taeil cocok banget sama Doyoung, interaksi mereka juga lucu. Moment yang foto berdua berdua itukan? Yang Jaehyun sama Taeyong? xD. Jujur, aku juga bingung, tapi aku biasanya ngambil dari yang banyak momentnya, hahaha. Sudah diupdate, ini~. Trisamnya fuck depan, ya. Ayo persiapkan mental xD.
blakcpearl : tapi Taeil mau ngalah dulu. Kalo ga ngalah Jaehyun gabakal nyerahin Doyoung x( kadang kita harus mengorbankan diri dulu biar nanti dapetnya jangka panjang atau selamanya(?). iyaaaa abisnya aku mau fokus ke konflik dulu, tapi ini udah muncul banyak lagi kok, bahkan udah dinistain bareng Mark dan Jeno xD. sudah dilanjut, kakak~
DoDo-ngie Bunny : Alhamdulillah(?), semoga suka(?). jangan nyerah dulu, kak. Masih ada trisam mereka yang nggak boleh kakak lewatkan~ /smirk/
proudfgirl : seneng kaaan? xD J emang bastard version-nya Jaehyun, jadi yagitu deh(?). ena ena nghhhh /apasih. Kan Hyuckkie kalo keringetan seksi makanya Mark gatahan /loh. Omongannya Johnny kreatif kan? Berterimakasihlah kepada team kreatif ff ini /whut. Bisa kook, ini udah diselipin, walau Doyoung ngerusak suasana hawt Johnsol, wkwk. Ini sudah dilanjut~
EunhyukJinyoung02 : cie ngefly xD. inget aja kalo kun ada dimple nyelip dikit, terus dia manis banget, kayak madu xD /apasih. Iya kan Taeil orangnya penyabar, lol. Campur aduk, emangnya es campur apa xD. ini udah semangat kok, malah udah dilanjut(?).
Ollasuke : yah kirain mau ngebash gitu ya kakak ternyata sama aja xD. gatau deh dia sadar apa ngga pas ngeremes, berdoa aja sadar, wkwkwgak. Punya Jae gede kok, cuma karena dia seringnya pake celana yang sizenya lebih gede dari dia, atuga pake celana ketat tapi bajunya panjang, jadi gakeliatan(?). Jae udah gakecil itu, dia seumuran sama pacar aku /eh. Udah legal kalo di Korea dia, jadi sudah tidak kecil(?). ini udah ga banyak flashback lagi, kakak~. Kompetisi mereka? Coba nanti aku dipikir pikir dulu ntar Doyoung mau mertahanin cintanya sekali lagi apa nggak, wkwk. NAH IYA YANG ITU. TAI BANGET GAK SIH (kepslok jebol). Kerasa banget trisamnya, kan aku yang ngeship mereka trisam jadinya greget *gigitin laptop*.
laxyovrds : ayo ditonton aja, kak. Seru banget tau xD. sudah dilanjut~
nadia . jees : emang Jaeyong kok, hehehe~. Doyoung gabakal peka. Dian tar udah baper sama Taeil baru peka deh /apasih. Iya, di fuck depan bakal ada trisam, berbahagialah, dan bersiaplah, hahahahah xD. dia diajarin Jae-John, kan pas foreign swagger ngumpul Jae-John ngeracunin Mark. Jisung gagal diracuni, Mark jadi sasaran selanjutnya John xD. Sudah ditambah, winkun-nya, bonus adegan setengah mesum mereka xD. ini sudah lanjut, kakak~
.
.
Xoxo,
Jaehyurn.
(24th May 2k16)
