Title : Do XX To Me

Author : Kyuminjoong

Genre : Romance

Main Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Kim Kibum, Lee Donghae, Shim Changmin

Other Cast : Find out in the story :)

Warning : GS

Disclaimer : The original idea belongs to Ema Tooyama, but now it has been mixed with my idea.

.

Note : {...} adalah apa yang akan Kyuhyun tulis dalam novelnya.

.

Chapter 7 : Complicated!

.

AUTHOR'S POV

"Sebaiknya kita kembali ke kelas. Sebentar lagi masuk, bukankah kau juga harus bersiap-siap untuk pelajaran olah raga?"

"N-Ne."

Siwon melepas pelukannya dan beranjak menuju pintu, dibukanya pintu itu dengan kunci yang dipegangnya. Begitu pintu terbuka, Kibum sudah berdiri di depan pintu dengan wajah cerianya.

"Kibumie?" Siwon membulatkan matanya, tidak menyangka dia akan langsung melihat Kibum saat membuka pintu.

"Ah. Annyeong, Siwonie. Kyunie, aku mencarimu kemana-mana. Ternyata kau malah disini dengan Siwonie. Apa yang kalian berdua lakukan di dalam sana?" tanya Kibum, berpura-pura tidak tahu apa-apa.

Siwon melirik Kyuhyun sekilas, gadis itu menundukan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang masih memerah.

"Tidak ada," ujar Siwon menjawab pertanyaan Kibum. "Kibumie-ya, sebentar lagi masuk, sebaiknya kau kembali ke kelas," lanjutnya.

"Araseo. Kalau begitu, Siwonie, antar aku sampai kelas, ne?" ujar Kibum riang kemudian merangkul tangan Siwon. "Annyeong, Kyunie!" Kibum berseru riang sebelum berjalan menjauh meninggalkan Kyuhyun bersama Siwon.

[]

Begitu Siwon kembali pergi, senyum di wajah Kibum seketika menghilang. Gadis itu memasuki kelas dengan wajah yang muram, tapi dia kembali tersenyum saat melihat Donghae yang sedang membaca buku di bangkunya sendirian. Dengan langkah ringan Kibum menghampirinya.

"Donghae-ssi."

Merasa namanya dipanggil, Donghae berhenti membaca bukunya sebentar dan mendongakan kepalanya. Dilihatnya Kibum tengah tersenyum seperti biasa. Sedikit bingung sebenarnya, karena ini pertama kalinya Kibum berbicara dengannya.

"Donghae-ssi, mau ku beri tahu sesuatu? Sesuatu yang menarik tentang Kyuhyun."

Begitu mendengar nama Kyuhyun, Donghae tentu saja tak bisa mengabaikan apa yang akan dikatakan Kibum. Namja itu menutup bukunya dan menatap Kibum dengan penuh tanda tanya.

"Kyuhyun dan Siwonie, mereka..."

[]

"Siwonie!" Kibum berlari kecil menghampiri Siwon yang baru saja keluar dari kelasnya karena bel pulang sekolah baru saja berbunyi.

"Waeyo, Kibumie? Kau mau pulang bersama denganku?"

Kibum mengangguk riang. "Tapi sebelum itu, kau harus ikut aku dulu," ujar Kibum lalu menarik tangan Siwon dan menyeret namja itu ke kelasnya.

"Untuk apa kita kesini, Kibumie? Apa kau meninggalkan barangmu?" tanya Siwon ketika mereka hampir saja sampai di kelas Kibum.

"Aniya. Diam dan lihat saja," ujar Kibum lalu berhenti di depan kelasnya. Siwon mengerutkan keningnya bingung, Kibum mengintip ke dalam kelasnya diam-diam dan Siwon melakukan hal yang sama. Kelas itu sudah sepi, hanya ada dua orang yang tersisa di dalamnya. Dua orang, dan Siwon mengenal keduanya.

[]

Kyuhyun hanya bisa mengerutkan kening saat Changmin datang ke kelasnya sepulang sekolah dan mengatakan kalau Donghae menunggunya di kelasnya—kelas Donghae. Setelah mengatakan itu, sepupunya yang sangat suka makan itu meninggalkannya begitu saja. Changmin selalu berpikir, kalau bersama Donghae, Kyuhyun tidak akan apa-apa.

Akhirnya dengan penasaran Kyuhyun menemui Donghae. Saat itu kelas sudah kosong. Hanya ada mereka berdua—atau setidaknya itu yang dia lihat.

"Hae, ada apa? Kenapa memintaku menemuimu disini?" tanya Kyuhyun. Tanpa menjawab, Donghae menghampiri Kyuhyun dengan ekspresi yang tak terbaca di wajahnya.

"Apa yang Siwon lakukan padamu?"

"Hmm?" Kyuhyun menatap Donghae bingung, tak mengerti sama sekali dengan apa yang ditanyakannya.

Donghae mengangkat sebelah tangannya dan menyentuh leher Kyuhyun. "Disini...apa disini dia menyentuhmu?"

Seketika Kyuhyun membulatkan matanya. "E-Eh?"

Kyuhyun menundukan wajahnya yang memerah, dalam hati bertanya-tanya kenapa Donghae bisa tahu soal hal ini.

Lagi-lagi tanpa mengatakan apapun, Donghae mendekatkan wajahnya pada leher Kyuhyun dan meninggalkan satu kecupan. "Itu untuk menghilangkan jejaknya," bisik Donghae tepat di telinga Kyuhyun.

Kyuhyun membeku, dadanya berdebar karena jantung di dalamnya berdetak cepat seolah ingin melompat keluar. Donghae menjauhkan wajahnya dari Kyuhyun dan tiba-tiba saja memandang sinis ke luar kelasnya. Tepatnya ke tempat dimana Kibum dan Siwon berdiri sejak tadi.

"Choi Siwon, kau bahkan mengatakan sendiri kalau kau tidak menyukainya, jadi jangan lakukan hal seperti itu padanya," ujar Donghae dengan nada tinggi, matanya memandang tajam ke arah Siwon.

Diam-diam Siwon mengepal tangannya dengan erat. Ada yang terasa panas di dadanya, sangat panas sampai rasanya dia akan meledak saat itu juga. Tanpa mengatakan apa-apa Siwon membalik tubuhnya dan meninggalkan tempat itu.

Di dalam ruang kelas Kyuhyun hanya bisa menatap kepergiannya dengan sedih. Ada yang dia tak mengerti, perasaan bersalah di hatinya...kenapa bisa muncul?

Sementara itu di luar kelas Kibum pun melakukan hal yang sama, menatap punggung Siwon yang semakin menjauh dengan sedih—tapi jelas bukan karena rasa bersalah. "Menjadi serius hanya akan menyakitimu, Siwonie."

[]

Kyuhyun menghela napas panjang sekali lagi sebelum memasuki kelasnya, ini yang ke sepuluh kali pagi ini. Entah kenapa sepanjang jalan Kyuhyun terus merasa gugup, tidak tahu harus berbuat apa jika nanti bertemu dengan Siwon. Karena kejadian kemarin, Kyuhyun tidak mengerti kenapa, tapi dia merasa bersalah membuat Siwon pergi dengan wajah seperti itu.

'Apa aku melukainya?'

"Selamat pagi, Kyuhyun-ssi."

Kyuhyun hampir saja melompat karena terkejut saat tiba-tiba Siwon muncul di hadapannya. Dengan wajah malaikat dan senyum palsunya.

"A-ada apa dengan ekspresimu itu huh?" tanya Kyuhyun, berharap Siwon akan bersikap seperti biasa padanya.

Tapi Siwon masih saja memakai topeng malaikatnya. "Wae? Aku memang selalu seperti ini," ujarnya lalu mendahului Kyuhyun masuk ke dalam kelas mereka.

Kyuhyun mematung di tempatnya, masih memandangi Siwon yang berjalan dengan tenang ke arah tempat duduknya—tetap tersenyum lembut dan menyapa ramah semua murid yang menyalaminya.

'Topeng membosankan yang dulu dipakainya kembali lagi. Choi Siwon yang seperti itu...tidak bisa dipakai untuk novel.'

[]

'Lupin! Masih tidak ada update?'

'Ini sudah seminggu sejak update terakhir.'

'Peringkatmu sudah turun! Ayo cepat update!'

"Haa~" Kyuhyun mengeluh pelan. Ini yang ke lima kalinya sejak dia membaca e-mail dari para penggemarnya. Mau bagaimana lagi, Kyuhyun tidak bisa melanjutkan novelnya sementara ini karena model utamanya—Siwon—berubah jadi orang yang baginya sangat membosankan. Karakter yang tidak akan bisa dia gunakan di dalam novelnya.

"Kyunie~"

"Ugh.." Kyuhyun menjatuhkan kepalanya ke meja saat mendengar suara Kibum. 'Kenapa dia tidak juga berhenti mengangguku?' keluh Kyuhyun dalam hati.

"Annyeong, Kyu. Kenapa wajahmu kusut sekali?" sapa Kibum riang. Kyuhyun melirik gadis itu sebentar, lagi-lagi Kibum menunjukan senyumnya yang mencurigakan—bagi Kyuhyun.

"Kyunie, mau main denganku?" tanya Kibum, Kyuhyun memilih tak merespon, sama sekali tidak tertarik dengan apapun yang dikatakan Kibum.

"Peraturannya mudah, kau hanya tidak boleh berbicara dengan Siwonie selama satu minggu. Kalau kau berhasil, aku akan memberi tahu rahasia Siwonie."

Tapi begitu nama Siwon disebut, Kyuhyun berubah pikiran. Mungkin permainan ini memang menarik. 'Rahasia? Jadi dia punya rahasia lain? Ku rasa ini akan sempurna untuk novelku,' pikir Kyuhyun.

"Jadi bagaimana kau mau bermain denganku?"

Kyuhyun memasang wajah serius, seperti sedang berpikir apa dia harus ikut permainan itu atau tidak. Tapi akhirnya Kyuhyun mengangguj. "Eum. Akan ku lakukan."

Kibum tersenyum senang. "Deal. Ingat, satu minggu. Jangan bicara dengannya."

Setelah mengatakan itu, Kibum pun pergi. Tak ada yang tahu, senyum di wajahnya segera menghilang, tergantikan oleh wajahnya yang menunjukan aura persaingan. "Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan Siwonie."

[]

-Hari pertama, permainan dimulai-

"Selamat pagi, Kyuhyun-ssi," ujar Siwon menyapa Kyuhyun yang berpapasan dengannya di koridor sekolah.

Tanpa menoleh pada Siwon sedikit pun Kyuhyun menarik tangan Changmin yang berjalan bersamanya. "Changmin-ah, ayo pergi."

"Eh?" Siwon menatap kepergian Kyuhyun dengan bingung. Di sampingnya, Kibum diam-diam tersenyum.

"Ada apa dengan Kyunie, ya?" tanya Kibum seolah tak tahu apa-apa.

"Tidak tahu. Lagipula dia tidak ada hubungannya denganku," jawab Siwon datar, menyembunyikan rasa kesal di hatinya.

[]

"Kyuhyun-ssi, ulanganmu..."

"..."

"Kyuhyun-ssi, seonsangnim memanggilmu..."

"..."

"Kyuhyun-ssi..."

Siwon mendengus kesal. Beberapa hari ini Kyuhyun tak pernah membalas ucapannya, anak itu bahkan terus menghindarinya, bersikap seolah-olah Siwon adalah makhluk tembus pandang.

"Kelihatannya Kyunie membencimu," ujar Kibum dengan nada menggoda.

"Siapa yang peduli?" ujar Siwon. Tapi wajahnya jelas-jelas menunjukan kalau dia benar-benar kesal.

"Mungkin Kyunie marah karena sikapmu, Siwonie," ujar Kibum lagi.

Siwon terdiam memikirkan ucapan Kibum. Sikapnya yang mana? Apa karena sudah lebih dari seminggu ini dia selalu memakai 'topeng' di depan Kyuhyun?

Diam-diam Kibum tersenyum melihat Siwon yang bepikir dengan serius.

'Kyuhyunie, sejak awal aku sudah memastikan kau akan kalah. Sekarang bisakah kau menghadapi Siwon yang biasa?'

[]

-Hari ke tujuh, permainan akan segera berakhir-

Kyuhyun berdiri sendiri di antara rak-rak buku yang tinggi. Ini hari terakhir permainannya dan Kibum, dia tak mau gagal, jadi dia memilih bersembunyi di perpustakaan setiap ada waktu—sebelum masuk kelas dan saat jam istirahat.

'Hanya tinggal satu jam lagi, dan rahasia Siwon akan ada ditanganku. Tapi ini lebih sulit daripada yang ku bayangkan. Aku akan kalah kalau itu bukan Siwon yang membosankan,' pikir Kyuhyun.

"Rupanya kau disini?"

Tiba-tiba saja Siwon muncul di depannya, menghampirinya dengan ekspresi yang tidak terbaca.

"Kenapa kau terus menghindariku huh?" tanya Siwon. Kyuhyun tentu saja tak menjawab, permainan belum berakhir dan dia tidak ingin gagal di detik teakhir.

"Katakan sesuatu, aku ingin mendengar suaramu," ujar Siwon lagi. Kyuhyun menelan ludahnya dengan gugup.

'Kenapa dia harus bersikap seperti ini disaat terakhir?' pikir Kyuhyun panik. Dalam hati Kyuhyun merutuki posisinya saat ini. Terjepit di antara rak buku dan Siwon yang terus memojokannya, tempat ini sepi dan tidak akan ada orang yang melihat mereka disini. Perfect.

Merasa Kyuhyun tak juga mau membuka mulutnya, Siwon tak kehabisan akal. Dengan sedikit kasar di dorongnya tubuh Kyuhyun hingga membentur rak buku yang tinggi itu. Menyadari Kyuhyun berniat pergi Siwon dengan cepat mengurungnya dengan cara menekankan kedua tangannya ke rak buku.

"Kau belum mau bicara? Kalau kau tidak bicara, bagaimana caranya aku bisa tahu kenapa kau bersikap seperti ini padaku? Apa aku harus memaksamu?" ujar Siwon tepat di depan wajah Kyuhyun, membuat Kyuhyun merona hebat karena jarak wajah mereka yang terlalu dekat.

"Kau tahu, aku sangat kesal saat namja itu menciummu disini," ujar Siwon seraya menyentuh leher Kyuhyun dengan lembut dan perlahan. Jelas saja membuat Kyuhyun sedikit merinding karena gerakan tangannya dan juga suaranya yang terdengar begitu berat dan...err...seksi?

"Katakan padaku, apa kau menyukainya? Apa kau senang saat dia menciummu disini?" ujar Siwon lagi. Kyuhyun menggigit bibirnya, memastikan mulutnya tak akan mengeluarkan sepatah kata pun di tengah situasi yang sangat tidak mendukung itu.

"Kyuhyun-ah...kau tidak mau bicara padaku?" ujar Siwon tepat di samping telinga Kyuhyun.

Cukup. Sepertinya Kyuhyun sudah tidak bisa menahan suaranya lagi.

BRAK

"HENTIKAN ITU DASAR BODOH!" seru Kyuhyun seraya mendorong tubuh Siwon, membuat namja itu membentur rak buku di belakangnya—untung saja semua rak buku di perpusatakaan sudah dipaku ke lantai, jadi tak ada rak yang akan roboh.

Well, sepertinya setelah ini mereka benar-benar harus mnecari tempat sembunyi, karena pengawas perpustakaan sedang mencari siapa murid bodoh yang berani berteriak di dalam perpustakaan. =,=

[]

Kibum menyandarkan tubuhnya ke pilar sekolah, menatap dua orang murid yang baru saja berlari keluar dari perpustakaan sambil sedikit tertawa. Kyuhyun dan Siwon, sepertinya mereka baru saja kabur dari kejaran pengawas perpustakaan. Kibum tersenyum, sepertinya dia memenangkan permainan yang dibuatnya sendiri.

[]

"Karena kau kalah, kau harus melakukan apa yang ku pinta," ujar Kibum pada Kyuhyun.

Kyuhyun menatapnya dengan pandangan tak terima. "Tapi kau tidak bilang seperti itu sebelum ini."

"Eh? Iya, sih. Tapi Kyunie akan mendapatkan sesuatu kalau menang, bukankah tidak adil kalau aku tidak mendapat apa-apa?" ujar Kibum lagi. Kyuhyun menghela napas panjang, tak bisa membantah kalau yang dikatakan Kibum memang benar.

"Araseo. Katakan apa maumu."

Kibum tersenyum senang. "Hari minggu nanti, pergilah ke Lotte World bersama Donghae. Aku akan memberi tahu tugasmu selanjutnya disana," ujarnya dengan semangat.

"Donghae? Bagaimana caraku mengajaknya pergi kesana?"

"Katakan saja padanya, aku yakin dia tidak akan menolak ajakanmu," ujar Kibum lalu pergi begitu saja.

[]

Besoknya, dengan sedikit ragu Kyuhyun menghampiri Donghae di kelasnya. Untunglah saat itu kelasnya masih sepi karena hari masih pagi, dan hanya sedikit murid yang sudah sampai di sekolah.

"Donghae-ya..."

"Hmm?"

Kyuhyun memainkan jari-jarinya gugup. "Apa hari minggu nanti kau ada acara?" tanyanya dengan kepala tertunduk.

"Ani. Waeyo?"

Kyuhyun menarik napas dan membuangnya perlahan. "Aku ingin mengajakmu pergi ke taman bermain."

Donghae membulatkan matanya, lalu tersenyum kecil. "Kyunie-ya, apa kau baru saja mengajak ku kencan?" ujarnya dengan sedikit menggoda.

"Eh? A-aku..."

Melihat Kyuhyun yang salah tingkah, Donghae akhirnya tertawa. "Araseo. Aku mau."

[]

-Hari Minggu, saatnya 'kencan'-

"Kau tidak bilang kalau ini double date," ujar Donghae pada Kyuhyun saat mereka Kyuhyun membawanya bertemu dengan Siwon dan Kibum. Siwon menatap Donghae dengan pandangan tidak suka.

"Kami tidak sedang berkencan, aku hanya menemani Kibum," ujar Siwon.

"Itu namanya kencan," balas Donghae. Siwon kembali menatapnya dengan tatapan tak suka.

"Ah! Kalau bicara terus kapan mulai mainnya? Siwonie, Donghae-ssi, lebih baik kalian cepat mengantri dan ambilkan tiket untuk kami berdua," ujar Kibum seraya mendorong kedua namja itu pergi.

Begitu keduanya sudah benar-benar pergi, Kibum mengalihkan perhatiannya pada Kyuhyun. Diambil sehelai kertas yang terlipat dari dalam tasnya, kemudian menyodorkannya pada Kyuhyun.

"Itu tugasmu. Kau hanya boleh membukanya nanti saat kita sudah ada di dalam. Arachi?"

[]

"Siwonie, ayo naik yang itu!" seru Kibum, menunjuk ke arah wahana Aeronauts Balloon Ride di lantai empat Lotte Wolrd.

"Kenapa tidak mencoba permainan di lantai satu dulu?"

"Aku mau naik itu," ujar Kibum sedikit merengek.

"Araseo."

Kibum tersenyum senang lalu menarik Siwon dengan semangat. Diam-diam Kibum menoleh pada Kyuhyun dan memberinya kode untuk mengikuti mereka.

"Aku juga mau naik itu," ujar Kyuhyun pada Donghae.

Donghae tersenyum lalu meraih tangan Kyuhyun. "Kajja."

[]

"Kenapa harus duduk terpisah? Empat orang dalam satu balon kan cukup," ujar Kyuhyun saat Kibum dan Siwon masuk ke dalam replika balon udara besar itu, Kibum menutup pintunya sebelum dia dan Donghae ikut masuk.

"Mungkin mereka memang ingin berduaan. Kajja, Kyunie." Donghae menarik Kyuhyun masuk ke dalam balon yang lain.

Begitu mereka masuk, tak lama balon udara itu bergerak. Karena balon yang dinaiki Kibum dan Siwon berada tepat di depan balon yang dinaikinya, Kyuhyun mau tak mau bisa melihat dengan jelas apa saja yang dilakukan kedua orang itu. Sepertinya apa yang dikatakan Donghae memang benar, Kibum memang ingin berduaan dengan Siwon. Lihat saja sekarang, dia terus saja bermanja-manja pada Siwon.

Kyuhyun menghela napas panjang, berusaha menghilangkan rasa tidak nyaman di dadanya. Sebaiknya dia tidak melihat ke depan, dengan begitu dia tidak perlu melihat apapun yang mereka lakukan.

Tiba-tiba Kyuhyun teringat dengan kertas yang sempat di berikan Kibum di luar tadi. Kyuhyun memasukan tangannya ke saku jaket yang dipakainya dan mengeluarkan kertas itu. tanpa curiga sedikit pun Kyuhyun membuka kertas itu dan membaca isinya.

'Katakan ini keras-keras begitu kalian turun : Aku mencintaimu sejak lama dan aku ingin selalu bersamamu.'

Kyuhyun membulatkan matanya. 'A-apa? Bukannya ini pernyataan cinta?'

Melihat wajah Kyuhyun yang tiba-tiba tegang, Donghae merasa sedikit penasaran. Apalagi saat dia melihat kertas yang dipegang Kyuhyun.

"Apa yang kau baca?" ujar Donghae seraya mengambil alih kertas itu dari tangan Kyuhyun.

"Jangan!"

Terlambat. Donghae sudah membacanya, dan dia kelihatan tidak suka dengan apa yang dilihatnya.

"Siapa yang memberikanmu kertas ini?"

"I-itu..."

"Kau tidak perlu melakukannya kalau memang tidak mau."

Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan. "Tetap harus ku lakukan," ujarnya. 'Soalnya aku kalah,' lanjut Kyuhyun dalam hati.

Donghae menghembuskan napasnya dengan kasar, dia cukup tahu kalau ternyata Kyuhyun orang yang keras kepala. "Kalau begitu...mau latihan denganku?"

"Eh?" Kyuhyun menatap Donghae dengan iris yang melebar.

"Wae? Apa kau tidak bisa mengatakannya di depanku?" tanya Donghae dengan sedikit raut sedih di wajahnya.

"A-aku..."

Kyuhyun kembali menundukan wajahnya. Dia tidak suka membuat Donghae sedih, karena Donghae temannya dan dia baik. Tidak apa-apa kalau dia melakukan ini, kan? Ini juga bukan pernyataan cinta sungguhan.

Kyuhyun menarik napasnya dan membuangnya perlahan. "Aku mencintaimu...dan aku ingin selalu bersamamu," ujar Kyuhyun dengan tetap menundukan wajahnya.

Kyuhyun sama sekali tidak menyangka, setelah itu Donghae memeluknya dengan erat. "Bagaimana kalau ku bilang aku juga mencintaimu?" ujar Donghae.

"E-eh? Donghae-ya...ini cuma dialog," ujar Kyuhyun panik. Dia takut Donghae salah paham dan dia tidak mau melukai hati namja itu.

Donghae tersenyum, meskipun Kyuhyun tak akan bisa melihat senyumnya. "Tidak apa-apa. Meskipun kau tidak mengatakannya dari hatimu, aku cukup senang mendengarnya."

Setelah mengucapkan itu, Donghae melepas pelukannya perlahan, kemudian menatap wajah Kyuhyun. "Kyuhyun-ah...bolehkah aku menciummu?"

[]

Sementara itu di balon satunya, Siwon dan Kibum ternyata melihat semuanya. Melihat bagaimana Donghae memeluk Kyuhyun dengan mesra dan sekarang bahkan bersikap seolah dia akan mencium Kyuhyun.

'Apa-apaan bocah itu?!' gerutu Siwon dalam hati.

"Bukankah mereka pasangan yang serasi?" ujar Kibum dengan senyum manis di wajahnya.

"Iya kan...Siwonie?" Tapi senyum itu segera menghilang saat dia melihat wajah Siwon. Wajah yang jelas-jelas menunjukan rasa cemburu dan amarah.

Siwon membuang wajahnya, tidak sanggup lagi melihat apa yang akan dilakukan Donghae pada Kyuhyun.

[]

"Haa~" Kyuhyun menjatuhkan kepalanya ke atas meja. 'Kencan' di Lotte World kemarin sama sekali tidak berjalan baik. Begitu turun dari balon udara, Kibum dan Siwon pergi dengan tergesa-gesa entah kemana, jadi Kyuhyun merasa tak perlu melakukan tugas dari Kibum—toh Kibum tak akan melihatnya.

Jadi seharian dia benar-benar hanya 'kencan' berdua dengan Donghae. Tapi Kyuhyun merasa bersalah karena dia sama sekali tidak bisa menikmati acaranya dan Donghae kemarin. Padahal dia yang mengajak Donghae untuk pergi, tapi akhirnya dia malah mengecewakan Donghae.

Kyuhyun menatap bangku Siwon yang kosong. Jam istirahat begini anak itu pasti sedang sibuk dengan Kibum, begitu pikir Kyuhyun.

"Haa~" Kyuhyun menghela napas sekali lagi. Memikirkan hal itu membuat suasana hatinya jadi lebih buruk.

[]

Nyatanya Siwon sama sekali tidak sedang bersama Kibum. Sejak tadi pagi dia justru belum bicara dengan Kibum. Kibum memang menghampirinya, tapi dia yang selalu saja tanpa sadar bergerak menjauh. Mungkin karena suasana hatinya sedang sangat buruk. Dan semuanya karena kejadian di Lotte World kemarin.

'Aish. Kenapa mereka harus melakukan itu disana? Apa mereka sengaja mau pamer? Argh! Kenapa rasanya sungguh menyebalkan?!' Siwon mengacak rambutnya frustasi, dia bahkan tak peduli beberapa orang yang berpapasan dengannya memandangnya aneh.

[]

'Kemana perginya Siwonie? Kenapa sejak tadi pagi dia terus menghindar?' pikir Kibum. Rasanya Kibum hampir menghabiskan seluruh jam istirahat untuk mencari Siwon, tapi dia tidak juga menemukannya. Akhirnya Kibum memutuskan istirahat di bangku taman sekolah yang kebetulan ada di dekatnya.

"Kim Kibum." Tiba-tiba seseorang memanggil namanya. Kibum menoleh dan mendapati Donghae sedang berjalan menghampirinya.

"Donghae-ssi? Ada apa?" tanya Kibum ramah.

Donghae menatapnya dengan dingin, lalu menunjukan selembar kertas padanya. "Ini milikmu, kan?"

Kibum diam tak menjawab.

"Memaksa Kyuhyun melakukan ini, sebenarnya apa maksudmu?"

Tiba-tiba Kibum tersenyum sinis. "Donghae-ssi, bukankah menurutmu Siwon menganggu? Karena kau bisa mendapatkan momen yang bagus dengan Kyuhyun, aku lebih suka ucapan terima kasih."

Donghae menatap Kibum dengan tajam. "Tipe gadis yang bisa melakukan hal seperti ini, apa kau pikir Siwon akan menyukai gadis sepertimu?"

Deg

Kibum membuang wajahnya, tangannya terkepal dengan erat. Entah kenapa ucapan Donghae terasa seperti menusuk jantungnya.

"Itu bukan urusanmu!" seru Kibum sebelum berlari pergi meninggalkan Donghae.

[]

"Tipe gadis yang bisa melakukan hal seperti ini, apa kau pikir Siwon akan menyukai gadis sepertimu?"

Lagi-lagi ucapan Donghae berputar di telinga Kibum bagaikan kaset rekaman.

'Kenapa rasanya sangat sakit mendengar kalimat itu? Apa Siwon akan membenciku? Apa yang salah denganku? Aku hanya berusaha mempertahankan orang yang ku cintai,' pikir Kibum dalam hati.

Tanpa sadar Kibum mulai menangis dan terisak. Dia tak peduli kalau saat ini dia sedang berjalan di koridor yang ramai, dia juga tidak peduli jika semua orang memandangnya aneh. Kibum hanya ingin menangis.

Tep

Kibum menghentikan langkahnya saat seseorang menghalangi jalannya. Perlahan Kibum mengangkat wajahnya yang tertunduk. Itu Changmin.

Changmin menatapnya tanpa ekspresi, tapi namja itu menyodorkan sehelai sapu tangan padanya.

"Jangan menangis di tempat seperti ini," ujarnya seraya menghapus air mata Kibum yang terus mengalir—itu karena Kibum tidak juga mengambil sapu tangannya.

Changmin meletakan sapu tangannya di tangan Kibum, memaksa gadis itu menggenggamnya.

"Kau mau permen? Makan makanan manis selalu membuat perasaanku lebih baik," ujar Changmin lagi lalu menyodorkan sebuah permen lolipop pada Kibum. Lagi-lagi karena Kibum tidak juga mengambil benda di tangannya, Changmin membuka permen lolipop itu dan menyodorkannya tepat ke depan mulut Kibum.

Kibum memandang Changmin bingung, tapi akhirnya dia membuka mulutnya. Saat itulah Changmin mendorong permen itu masuk ke mulutnya. Changmin tersenyum senang melihatnya. Sedangkan Kibum, entah kenapa ada perasaan hangat yang mengalir ke dadanya.

TBC

Gimana? Updatenya cepet kan? Panjang kan? Ini jarang-jarang loh. Besok-besok belum tentu kaya gini lagi. Huahahaha~ #plakk

Ayo ayo itu bang ikan udah berani2 minta cium ama kyukyu! Tapi beneran dicium ga yaa? XD

Yang minta momen wonkyu ama momen haekyu, ya gitu deh.. Ga tau jg mana yg banyak =,=

Makasih komennya semuanyaaaa~~~ Komen lagi boleh? XD