.
.
.
.
TIME AFTER TIME
.
.
.
.
Jungnara stories
.
.
.
.
DISCLAIMER
Ide cerita ini murni berasal dari kepala Nara yang tingkat kemiringannya bertambah 45 derajat karena terjangkit virus yaoi
.
.
.
.
WARNING
Membaca ff ini bisa sebabkan iritasi, hipertensi, epilepsi, retensi urine, ejakulasi dini, gangguan janin dan serangan jantung
Jika gejala berlanjut, silahkan PM Nara
.
.
.
.
Little note
Perhatikan Seunghyun mulai chapter 7, chingu
Nara pasang banyak clue, jangan sampai begitu TAT ending chingu kelabakan en maraton dari chap 1-sequel Please don't (Choi Seunghyun) sambil komentar 'iya nggak sih?', bwahaha
#ketawa nista#
.
.
.
.
Chapter 7
.
.
.
.
.
"A-A-Aku ingin kembali ke Gosiwon."
Nyut~
Yunho merasa bom atom Hiroshima di jatuhkan di kepalanya, tidak tahu sejak kapan sosok cantik ini jadi bagian penting kehidupannya. Tetapi saat mendengar keinginan mutlak Kim Jaejoong untuk kembali ke flat sederhana di Seongnam-gu, ada kecewa yang sangat besar menyelimuti hatinya.
1
2
3 detik…
"Baiklah, aku akan mengantarmu, saeng!" putus Yunho coba tesenyum paksa.
.
.
.
.
"Aku ingin mengambil sesuatu di Sudongwon sebelum berangkat ke Jepang."
.
Deg...
Hah?
Yunho terdiam 10 detik.
Coba mencerna kalimat yang keluar dari bibir semerah cherry ini, sesaat sebelum terperangah tak percaya. Aish, bisa-bisanya Jaejoong mengerjainya. Bertambah satu lagi sifat namja cantik ini perlu di catatnya dalam memori otak, super jahil.
"Yyah, Kim Jaejoong! Kau hampir saja membuatku terkena serangan jantung. Dasar bocah nakal!" teriak Yunho terbelalak kesal melihat cengiran kecil di wajah Jaejoong. Hahaha, menarik sekali saksikan muka alien sang pemilik Jung Corporation ini tertekuk sepuluh karena kecewa.
"Coba lihat wajahmu itu, hyung. Menggelikan sekali, mirip seperti beruang." komentarnya menyebalkan.
.
.
.
"Yyah, Kim Jaejoong...!"
.
.
.
Three days later...
Tokyo, Jepang
Haneda Airport
10.00 AM
Bandara Haneda (Tokyo Kokusei Kuko) adalah satu dari dua bandara internasional Jepang yang terletak di Ota, Tokyo. Merupakan bandara tersibuk nomor dua di Asia dan nomor lima dunia di bawah bandara Hartsfield (Atlanta), Beijing, Chicago O'hare dan bandara Heathrow (London). Haneda basis utama dua maskapai penerbangan domestik Jepang yaitu Japan Airlines dan Nippon Airways.
Lounge arrival…
Hampir dua belas kali, yeoja imut yang mengenakan mini dress Prada ini mendengus kesal sambil melongok data penumpang StarFlyer 3637. Salah satu maskapai pribadi milik Jung Corporation yang di jadwalkan tiba sekitar 3,5 menit lalu.
"Aish...katanya presentasi keterlambatan cuma 99%, besok aku harus benar-benar komplain pada appa." dumel Go Ahra seraya hentakkan kaki.
Tap…Tap…
"Merindukanku, changi?"
O~My God
Suara husky, manly dan ramah yang tiga bulan ini sangat dirindukannya. Park Yoochun berdiri dengan gaya cool sambil merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, disertai senyum genit khas ahjussi mesum. Ahra buru-buru berlari menyongsong oppa kesayangannya dengan mata berbinar.
"Kyaa...Seunghyun oppa!" pekiknya girang.
.
.
.
Greb~
Yoochun memutar bola mata pasrah ketika yeoja manis ini malah menubruk Choi Seunghyun yang berjalan sekitar dua meter di belakang. Sang pengacara Choi meringis sebelum memasang wajah datar, dingin dan cuek yang menjadi ikonnya seumur hidup.
"Oppa...jeongmal geuliwo! Saranghae!" kata Ahra menggosok-gosokkan pipi di dada Seunghyun dengan haru.
"Ya, ya, ya. Aku juga membencimu!" balas Seunghyun malas.
"Issh, tetap saja menyebalkan!"
"Yakin tidak mau memelukku, Ahra-ya?!" rayu Yoochun disertai senyuman maut 212. Pesonanya tidak pernah mempan pada little girl kesayangan duo Jung yang kini sibuk memukuli dada Choi Seunghyun dengan gemas. Mehrong~ Ahra membalas kedipan genit Park Yoochun dengan juluran lidah.
Bwahaha~
"Kalian jahat sekali, kenapa tidak pernah menghubungiku selama di Korea? Hufth. Aku benci kalian berdua, eoh...cuma berdua? Yunho oppa, eodi?" celetuk Ahra mengernyitkan kening bingung. Yeoja berusia 22 tahun yang sedang mengenyam pendidikan S1-nya di Tokyo Metropolitan University (Anne Avanti-nya Jepang) ini melongok ke pintu keluar lounge, tetapi sosok yang di carinya sama sekali tak tampak.
Krik...
Krik...
Krik...
"Kelihatannya dia sedang bersenang-senang dengan mainan baru-nya sekarang." dengus Seunghyun ketus sembari mengayunkan kaki tinggalkan dua orang yang saling berpandangan heran itu. Hah. Yoochun meraih bahu Ahra lalu menariknya menuju Ferrari F430 milik Kangta yang menunggu di tempat parkir.
"Ada apa dengan Seunghyun oppa?"
"Abaikan saja. Dia sangat sensitive belakangan ini, faktor usia! Hahaha!"
"Kalian meninggalkan Yunho oppa-ku?"
"Yunho mengirim SNS jam 3 pagi, ada beberapa hal yang harus di selesaikannya di Seoul. Jangan cemas. Dia tak akan kemana-mana, kau bisa komplain langsung nanti saat dia kembali." sahut Yoochun. Aigoo~jika menyangkut seorang Jung Yunho, Ahra langsung ber-transformasi jadi nenek-nenek super cerewet yang kelewat protektif.
.
.
.
'Padahal dia sendiri yang mengancam jika aku dan Seunghyun hyung tidak boleh terlambat datang di pernikahan Kangta hyung. Ada apa sebenarnya? Dua orang ini sangat mencurigakan, aku harus secepatnya mencari tahu. Ini pasti ada hubungannya dengan Kim Jaejoong.'
.
.
.
Seoul, Korea
Yongsan-gu
10.00 AM
Tap
Tap…Tap
Srrtt~
Kim Jaejoong membuka loker nomor 202 miliknya di koridor tiga, lalu memasukkan satu persatu barang pribadinya ke dalam box warna hitam. Satu stel seragam olahraga, sepatu, judo-gi, 11 drawing book dan satu laptop mini yang cicilan-nya bahkan baru lunas 6 bulan silam dari Epson mobile. Ini adalah hari terakhirnya sebagai siswa CSHS, sementara sekretaris Yoon sedang mengurus segala berkas kepindahannya ke Tohoshinki High School (THS) di Jepang.
Psstt...psstt...pstt...
Tiga hoobae kasak-kusuk di ujung koridor, saling dorong dengan wajah malu-malu. Di tangan mereka ada beberapa kado, coklat, kue dan boneka imut yang khusus di hadiahkan untuk Kim Jaejoong.
"S-S-Sunbae...kumohon, terimalah kenang-kenangan dariku!"
"Aku juga...!"
" Aku Baek Seulgi dari science 10-A. Aku sangat mengidolakan Jaejoong sunbae sejak hari penerimaan siswa baru, jadi terimalah hadiah dariku. Aku berharap sunbae mengingatku, jika suatu saat bertemu!" ujarnya tersipu malu. Jaejoong memandang datar tumpukan benda sejenis yang teronggok di sekitar lokernya hingga memenuhi koridor.
"Apa orangtua kalian mengirim kalian ke CSHS untuk merayu laki-laki? Seharusnya kalian belajar baik-baik. Bukan malah berdandan menor, berlipstik tebal dan menggoda namja yang bahkan tidak kau kenal. Lakukan hal yang berguna untuk hidupmu. Kalian juga termasuk…" kecam Kim Jaejoong tajam. Plus penuh penekanan di setiap suku kata yang secara otomatis membuat nyali Seulgi, Sooyong dan Yuuri menciut. Beberapa yeoja lain yang bersembunyi di lorong 11-D langsung lari kocar-kacir lantaran bergidik ngeri menyaksikan reaksi sang idola CSHS yang terkenal dingin, datar dan tak bersahabat.
.
.
Hufth~
Dibalik koridor 11-E, Im Yoona berdiri terpaku mengantar kepergian sosok yang diam-diam mencuri hatinya dua tahun belakangan. Senyum tulus terukir di wajah manis peraih rangking dua pararel CSHS ini melepaskan Kim Jaejoong. Cinta pertama tak selalu sempurna, aniya
"Selamat jalan, oppa. Semoga ini pilihan terbaik untuk masa depanmu." gumam Yoona lega.
Yeah
Menjadi stalker namja cantik ini membuatnya mengerti seluk beluk perjuangan hidup Kim Jaejoong. First lovenya yang akan terus menjadi motivator untuk meraih impian, harapan dan cita-cita dalam kondisi sesulit apapun.
Im Yoona
Kau sangat keren...
.
.
.
Busway 13
10.15 AM
Tut...
Tut...tut...
Hwang Chansung terus mengawasi Lamborghini hitam yang mulai bergerak diantara puluhan mobil yang berlalu lalang di area sibuk Yongsan- gu, dengan alis mata yang menukik tajam. Finally, panggilan IDD (International Direct Calling) berhasil tersambung dengan satu nomor asing berkode +81 (Jepang).
Pik~
"Sekretaris Yoon selesai mengurus berkas kepindahan Kim Jaejoong ke THS, tuan Choi. Ye, saya sudah memeriksa jadwal penerbangan StarFlyer. Mereka akan berangkat ke Jepang sekitar pukul 10 malam! Saya mengerti!" ujarnya penuh hormat.
Klik!
Klik!
Tugas terakhir. Chansung membidikkan kamera Canon EOS 1D Mark 3 kesayangannya 5 × sebelum mengirim foto-foto hasil jepretannya pada pengacara Choi. Huh. Ia berdecak pelan, coba menerka apa yang akan dilakukan Choi Seunghyun pada namja ber-marga Kim yang menjadi incarannya sepuluh hari terakhir.
"Kim Jaejoong, kau benar-benar menggali kuburanmu sendiri." dengus Chansung bergidik, ngeri.
.
.
.
Seongnam-gu
02.30 PM
Kriett~
Kim Jaejoong membuka pintu berukir flat sederhana yang menjadi tempat bernaungnya selama 3,5 tahun di pemukiman padat Sudongwon. Tidak banyak barang yang bisa di simpan di kamar berukuran 2,5×2 meter kecuali satu kasur lipat, meja kayu kecil dan lemari tempatnya menaruh beberapa stel pakaian berikut empat seragam CSHS.
Trakk…
Box mini berwarna coklat tertarik dari laci meja, berisi sebuah kalung bermedali hati dengan ukiran rumit sebagai design. Sebuah foto mini terpasang rapi di dalam 'King Of Heart', seorang yeoja berseragam Myongji High School dan Jaejoong kecil yang sepintas mirip dengan bocah perempuan.
"Peninggalan bumonim anda, Jaejoong-ssi? Kelihatannya benda itu sangat penting?" teguran sekretaris Yoon menyadarkan Jaejoong dari lamunan singkat tentang masa lalunya.
"Aniya. Bumonimku tidak meninggalkan warisan apapun, kecuali masalah. Ini kenang-kenangan dari seseorang yang sangat berharga bagiku, Yoon ahjussi." balas namja cantik ini di iringi senyuman miris. Sekretaris Yoon tertegun menangkap perubahan air muka Jaejoong yang sendu selama beberapa detik, sebelum mengangguk yakin pertanda ia siap meninggalkan Sudongwon Flat.
.
.
.
'Anda tidak sendirian, percayalah. Tuan muda Jung pasti menjaga anda. Satu-satunya keberuntungan anda adalah memiliki nama yang sama dengan mendiang istrinya, noona Kim Jaejoong. Anda akan baik-baik saja, Jaejoong-ssi.'
.
.
.
Busway 313
02.450 PM
Drrt...
Drrtt...Drrtt...
Taeyang menurunkan kacamata sembari memasang headset smartphonenya di telinga kanan. Terima fast call dari nomor IDD dengan kode +81. Plus 9 digit milik CFO Jung Inc yang memberinya tugas aneh selama seminggu terakhir. Ia cukup merinding membayangkan Mr. Casanova line82 berpindah haluan, sama seperti tuan muda Choi yang berstatus ultimate seme.
Klik~
"Ne, ne, ne. Saya mengawasi namja Kim, tuan Park! Ya. Selama 7 hari ini dia tinggal bersama tuan Jung di Galeria Foret dan ada hal yang lebih penting. Anak buah saya telah menyelidiki. Ada fakta mengejutkan bahwa tuan Jung membeli Kim Jaejoong dari mafia Kang senilai 200 milliar!" tukas Taeyang mengungkap dua analisa yang di perolehnya ketika memata-matai sang namja Kim.
Gulp…
Taeyang mendelik horor mendengar instruksi berikutnya dari Park Yoochun. Heol. Apa puluhan yeoja cantik, sexy dan menggairahkan dalam seminggu tak cukup membuatnya puas hingga harus menculik seorang namja cantik di bawah pengawasan Yoon Seung Hwa? Cari mati, ne
'Mereka benar-benar sudah gila. Rrr…tapi Kim Jaejoong memang sangat menarik. Heheh...!' desisnya nista dengan sorot mata tak lepas dari sosok rupawan yang kini berjalan di samping sekretaris Yoon, bersiap meninggalkan Sudongwon flat. Heiii. Ada yang merasa Taeyang sebelas duabelas dengan CFO Park? Sama-sama mesum, aniya
.
.
.
"Woahh...kupikir setelah menjadi peliharaan milyader Jung kau tak akan pernah berkeliaran di tempat kumuh seperti ini, cantik? Bwahaha, bagaimana? Apa kau bisa memuaskannya, sayang?"
.
.
.
Deg~
Kim Jaejoong mengepalkan jemari tangannya erat mendengar suara familiar yang kerap lontarkan kalimat cemooh, juga kata-kata kotor yang selalu merendahkannya tiga tahun terakhir. Siapa lagi kalau bukan Bong Man, Pil Ssuk dan Jaehyun. Tiga anak buah Kang Dong Suk. Benar-benar kejutan karena ada Wooyoung diantara para mafia bermulut sampah ini. Ingat namja yang berhasil membekuk Kim Jaejoong di Seven Luck, chingu? Dialah orangnya.
"Jangan mengganggunya lagi. Ingat! Kita cukup bersenang-senang semalam dengan wanita panggilan, wine mahal dan puas bermain poker dengan uang hasil penjualan tubuhnya. Itu cukup adil!" sergah Wooyoung memberikan smirk setan yang menjijikan. Shit~
Sekretaris Yoon menggelengkan kepala singkat, tanda larangan bagi Jaejoong menanggapi ocehan mafia kelas teri yang hobby membuat kerusuhan di Seongnam-gu. Tiga menit lalu, CEO Jung sudah menghubungi mereka untuk makan siang di restoran Gangseo yang ada di Han River.
"Abaikan saja, Jaejoong-ssi. Tuan Jung sudah menunggu kita di Nanji Park."
.
.
.
"Ah. Apa kau juga ikut mencicipi tubuhnya, Tua Bangka?!"
.
.
.
Nanji Hangang Park, Seoul
03.00 PM
Restaurant bergaya tradisional dengan tema serial The Great Queen Seondeok di Nanji, komplit dengan pelayan berbusana hanbok dan seniman yang memainkan Gayageum. Interior dibuat seontetik mungkin dengan tatami, juga warna merah dan biru yang merupakan ciri khas istana Changdeokgung. Gangseo menyajikan sekitar 52 jenis masakan asli Korea, otomatis membawa kita ke zaman kerajaan Silla di abad 7 ( 632-647). Amazing.
Gyeongbokgung VIP 3
Hm~
Yunho menikmati sajian pancan dan ocha (teh yang terbuat dari barley bakar dan gandum) sebagai menu pembuka. Selain menu wajib barbeque (Gogi gui), sup (jeongol), mie (Tang dan Guksu), serta Tteokbokki yang disuguhkan di nampan batu (Dolsot bibimbab). Jangan lupakan hidangan penutup berupa Pajeon, martabak telur dengan banyak daun bawang, disajikan bersama kecap asin, wijen dan garam.
Yunho terkekeh geli membayangkan reaksi ajaib Kim Jaejoong setiap mencecap rasa yang terasa asing di lidah. Polos, lucu dan menggemaskan seperti bayi berusia 10 bulan yang belajar mengenali rasa asin, manis, pahit dan asam. Heiii, tapi ini terlalu lama aniya?
Drrtt...drrtt...drrttt...
Tiffany mengangkat panggilan di ponsel Sony Xperia Z4-nya setelah membungkuk hormat.
"Ye, sekretaris Yoon. Eoh?Apa yang-, eung...Tu-Tu-Tuan Jung! Jaejoong-ssi terlibat perkelahian dengan anak buah mafia Kang di Sudongwon!" seru Tiffany dengan wajah memucat pias. Jika berkaitan dengan namja Kim entah kenapa ia merasa hidupnya tak akan lama mengingat seringnya Jaejoong membuat mereka sport jantung. Jung Yunho langsung membanting sumpitnya dengan geram.
Trak~
.
.
.
"Hubungi Seungri sekarang, bawa 10 anak buah terbaiknya langsung ke Seongnam-gu!"
.
.
.
Sudongwon
03.150 PM
Bugh
Srttt…Duagh…
O, My God~
Teriknya matahari tak menghalangi 12 namja di pelataran flat yang sibuk berbaku hantam. Beuh. Kalian tak salah baca, karena salah satu mafia yang sempat kabur beberapa menit lalu setelah di hajar Kim Jaeoong kini kembali dengan membawa bala bantuan. Sekitar enam orang mengeroyok sekretaris Yoon yang masih terlihat gahar meski berusia kepala lima, siap bertarung dengan jurus Taekwondo. Tersisa empat namja termasuk Wooyoung bekerja sama berusaha menjatuhkan Kim Jaejoong meski dengan kondisi yang sama-sama mengenaskan, nafas kembang kempis, juga memar dan lecet menghiasi tubuh masing-masing.
"Jaejoong-ssi! Awas sebelah kirimu!" seru sekretaris Yoon panik.
Srrtt...srtt...srtt...
Kim Jaejoong terlihat sangat mahir dan anggun gunakan jurus kuncian, tehnik elakan dan bantingan. Kau akan tahu kenapa ilmu bela diri yang di wariskan secara turun temurun oleh keluarga bangsawan Daito Ryu Aiki- Jujutsu dari Jepang ini tak pernah dipertandingkan secara turnamen, sebab Aikido termasuk 14 beladiri paling mematikan di dunia. Yaep. Tiap tehnik bertarungnya sanggup mematahkan sendi, tulang dan rusuk lawan. Mengerikan~
"Arrgghh!"
"Aku tidak perduli...!"
"Shit!"
"Sebanyak apapun...hhh, kalianh...merendahkanku!"
"Urrgg...!"
"Tapi...jangan pernah, menghina...Yunho hyung...denganh mulut...sampah kalian, brengsekh!" umpat Kim Jaejoong gagal membendung emosi.
Nyut~
Jantung Yunho seakan teremas mendengar kata-kata yang mengalir dari pemilik cherry lips itu, ketika baru tiga detik ia turun dari Ferrari bersamaan dengan sepuluh bodyguard yang dipimpin Seungri. Astaga. Ia terperanjat kaget menyadari stik baseball di tangan Pil Ssuk sedang terayun ke belakang kepala Jaejoong.
1
2
3 detik
Prankk~
Tongkat kayu itu menggelinding bersama dengan teriak kesakitan anak buah mafia Kang, saat pergelangan tangannya terpatahkan oleh jurus Hapkido seorang Jung Yunho. Hosh. Wajah sang pewaris Jung Corporation ini terlihat sangat mengerikan karena murka. Setiap sel darah Jaejoong terkesiap mendengar suara bass yang menggeram rendah di balik punggungnya.
Yunho hyung...
"Jangan pernah berani menyentuh Kim Jaejoong seujung kuku pun. Atau kalian berakhir di neraka!" ancam Yunho penuh kemarahan.
.
.
.
"Habisi mereka tanpa sisa! Ini hadiah untuk mafia Kang karena telah berani mengabaikan peringatan tuan Jung!"
.
.
.
.
Galeria Foret, Seoul
05.00 PM
Tap… Tap…
Klakh~
Kim Jaejoong mendorong pintu ruang kerja presdir Jung dengan jantung berdebar. Hah. Usai peristiwa mengerikan di Sudongwon dua jam lalu, Jung Yunho mengurung diri di sini setelah melampiaskan kemarahan pada beberapa anak buah Kang Dong Suk. Dan sekretaris Yoon jadi orang pertama yang bertanggung jawab karena gagal mengendalikan diri dan menjaga Kim Jaejoong hingga menyebabkan kejadian fatal.
"Itu semua kesalahanku, jangan melampiaskan pada Yoon ahjussi." kata Jaejoong lirih.
Hh…
Yunho memejamkan mata erat sambil menarik nafas berat, sesak masih menyelubungi dadanya ingat saat menegangkan saksikan namja cantik ini bertarung habis-habisan dengan luka menghiasi beberapa bagian tubuh. Deg~ Jaejoong tercekat mendengar barisan kalimat bernada dingin dari sang pemilik bibir hati yang kini menatapnya tajam.
"Kau pikir...apa yang kaulakukan, Jae? Bagaimana jika sekretaris Yoon tidak berada di sana dan aku tak datang tepat waktu? Berhentilah memposisikan dirimu dalam bahaya! Aku sudah mendengar penjelasan Yoon ahjussi, jika membela diri jadi alasanmu, jangan pernah melakukan hal itu lagi! Karena mulai sekarang, aku yang akan melindungimu. Kau mengerti?" kecam Yunho serius.
"..."
"Kau percaya padaku, Jae?"
"..."
"Lihat mataku saat aku berbicara padamu, Kim Jaejoong!"
Hu-um
Jaejoong menatap sepasang mata musang yang seolah menusuk, hingga ulu hatinya kini terasa nyeri. Khawatir, cemas, ketakutan jelas tersirat disana jika menemukan namja ini di kondisi yang lebih buruk mengingat sifat keras kepala dan temperamen yang di miliki seorang Kim Jaejoong.
.
.
.
.
"Aku janji ini yang terakhir kalinya aku menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah!"
.
.
.
"Hhh…"
Yunho termenung sesaat, yeah. Mungkin memang tidak mudah tabiat yang melekat pada pribadi seseorang. Ia hanya ingin Kim Jaejoong hidup layaknya namja 17 tahun pada umumnya, menjalani hari-hari sebagai siswa senior high school yang normal. Bebas dari belenggu masa lalunya yang kelam, itu bukan keinginan yang muluk aniya
"Hyung, kau masih marah?"
"..."
"Yunho hyung!"
"..."
"Ahjussi?"
"..."
"Harabeoji?!"
1
2
3
Ngeek~
Sepasang mata musang Yunho melebar saat berhasil mencerna kalimat nista yang di ucapkan sang namja cantik. Ingatlah, Kim! Seorang Jung Yunho akan sangat sensitive jika itu menyangkut usia, terlebih saksikan cengiran lebar di wajah Kim Jaejoong.
"Yyah, Kim Jaejoong! Berani kau mengucapkan kata-kata laknat itu, kujamin bibirmu tak akan selamat!" seru Yunho frustasi.
Heol~
Yunho merutuki kalimat yang keluar dari mulutnya, ketika Jaejoong terbengong dengan bibir menganga. Keduanya saling bertatapan tak percaya, sebelum tawa memecah ketegangan di ruang pribadi sang Ceo Jung Corp.
"Yyak, ancaman macam apa itu, ahjussi beruang?"
"Dasar jahil. Kemari, aku akan menggelitikimu sampai pingsan!"
"Hahah...!"
"Jangan kabur, Kim Jaejoong?"
"Andwae, hihihi...geli, hyung!"
Hufth~
Kim Jaejoong sibuk menghindari serangan Yunho yang terus mengincar salah satu titik paling sensitivenya, pinggang. Srrtt. Keduanya jatuh merosot, hingga bergulingan di atas hambal berlukis burung merak yang terbentang sepanjang ruang kerja. Tepat saat sekretaris Yoon masuk sambil membawa nampan berisi dua ocha panas dan susu vanilla. Dua namja berusia 17 vs 35 tahun ini langsung menghentikan kegiatannya sembari tersenyum canggung. Dejavu.
"Silahkan dilanjutkan, saya tidak melihat apapun." tukas Yoon ahjussi diam-diam menahan tawa.
Yyah~
.
.
.
'Seharusnya anda melihat semua ini, tuan Jung.'
.
.
.
"Mendekatlah, Jae. Karena sebentar lagi kau akan jadi bagian dari keluarga Jung, aku akan memperkenalkan orang-orang terdekatku. Heum, kau sudah bertemu beberapa di antaranya di Mirotic club. Kami disebut line82!"
Yunho membuka satu persatu foto yang tersimpan di folder Nexus 10 miliknya, Jung's Family. Sekitar seratus picture terbaik line82, dimulai sejak zaman THS hingga launching Jung Inc tahun 2010. Oh~saat ini Yunjae sedang duduk berdekatan di depan perapian ruang pribadi Yunho. Jiaaa...
Foto ke 12-17
Hah…
Yunho menghela nafas panjang setelah tahu reaksi Jaejoong berubah suram, menyaksikan gambar-gambar Seunghyun. Diantara wajah ramah Yoochun dan senyum menawan Kangta berlatar THS, Jung Inc, Asakusa Cannon dan beberapa tempat bersejarah di Jepang. Sosok yang selalu menampilkan expresi dingin, kaku dan menyeramkan.
" Choi Seunghyun...?"
"Ne, Seunghyun hyung member yang paling dekat denganku di line82. Kau pasti merasa dia orang yang arogan, kasar dan mengerikan. Tapi sebenarnya itu cuma topeng untuk menutupi trauma masa kecilnya. Dibalik sifat menyebalkan Seunghyun hyung, sesungguhnya dia orang yang loyal...perhatian...siap melindungi kapanpun dibutuhkan. Kelak kalian pasti cocok karena memiliki karakter yang sangat mirip, sama-sama keras kepala dan pantang menyerah. Atas nama hyung-ie aku benar-benar minta maaf atas segala perlakuan buruknya padamu, Jae!"
.
.
.
At another place…
Tokyo, Jepang
Kamimeguro : 21-9-Shibuya
06.30 PM
Kediaman keluarga Choi berdiri megah di salah satu prefektur yang kaya akan Machiya (bangunan tradisional Jepang kuno). Bergaya arsitektur Shinden-zukuri yang mengacu pada rumah mewah atau aristokrat yang ada di zaman Heian-Kyo periode 789-1185 (abad 10). Hampir 90% mengacu pada struktur bisymme watrical kuil Budha, lengkap dengan Moya atau 2 set pilar, byobu, sudare dan tirai, kicho juga lantai papan kayu.
TALE OF GENJI
Lukisan kuno terpajang di nurigome atau ruang penyimpanan Choi Family yang dihiasi 11 samurai, koleksi Choi Siwon (abbeoji Seunghyun) dari pertengahan abad 19. Mengerikan~
Tap
Tap…Tap
Choi Seunghyun mengayunkan kaki dengan wajah dinginnya, langsung menuju zashiki yang terletak terpisah dari Doma (ruang utama). Abaikan para pelayan yang menunduk hormat pada calon tunggal pewaris Choi ini, hingga suara bass Choi Siwon menggelegar dari Tokonoma memaksa tubuhnya menegang. Dengan tangan terkepal erat, rahang mengatup rapat dan gigi-giginya gemeletuk geram.
"Kupikir kau tak akan menemukan jalan kembali kemari, Choi Seunghyun!"
.
.
.
Zhusi
06.55 PM
"Kau pikir aku sudi menginjakkan kaki di tempat yang lebih pantas di sebut neraka ini, Tuan Choi?"
Hosh…Hosh…
Brakh~
Seunghyun membanting daun pintu hingga berantakan, jika saja beberapa hari lagi bukan Hygan (peringatan kematian) Sakura Yuei, mendiang ummanya. Choi Seunghyun tidak akan pernah memasuki neraka yang diciptakan oleh sang abbeoji. Sejak kecil ia hidup di bawah tekanan Choi Siwon yang mendidik putranya selayaknya diktator, hingga sukses menciptakan seorang pewaris Choi dengan segala karakter kejamnya.
"Kau masih berani menyebut dirimu seorang appa? Cih. Kau bahkan sudah membunuh ummaku karena arogansimu, Choi Siwon!" desisnya murka.
Drrtt...
Drrtt...drrtt...
Seunghyun membuka file yang terkirim dari IDD +82 (Korsel) milik Hwang Chansung, berisi 12 foto namja Kim, Yunho, sekretaris Yoon dan Seungri saat perkelahian berlangsung di Seongnam-gu. Ia langsung meremas iPhone 5 Black Diamond-nya seolah ingin meremukkan benda di genggamannya detik ini juga. Dan SNS berikutnya datang dari Kangta.
'Kuharap kau tidak mengulangi kesalahan yang sama. Prioritaskan uri magnae.'
.
.
.
Foto ke 27-34
Ahjussi mesum.
"Ha...ha...ha..."
Yunho tertawa lebar menyaksikan expresi mual Kim Jaejoong, serta ringisannya melihat pose-pose sok tampan Park Yoochun. Bakat playboy namja Park ini telah terlihat jelas, bahkan saat baru duduk di kelas 10- Tohoshinki High School. Lihatlah. Senyum genit Yoochun di antara hoobae yang mengelilinginya.
"Kau benar. Hampir semua yeoja di THS angkatan kami pernah di kencaninya. Tak ada cinta dalam kamus seorang Park Yoochun, tapi jangan takut. Ia tetaplah seorang hyung yang hangat, ramah dan bisa di andalkan di line82! Kau pasti suka dengannya, pada dasarnya sifat kalian sama...jahil."
.
.
.
At another place…
Tokyo, Jepang
Fujigaoka 23-9 Shinjuku
07.00 PM
Paviliun mewah milik keluarga Park ini terletak di Ellison Estate, seluas 23 acre bernuansa Jepang 2014. Pendiri Oracle ini bisa di katakan kolektor di dunia real estate, selain sembilan bangunan utama terdapat danau buatan, kolam ikan koi, lapangan tennis, museum pribadi dan pusat kebugaran. Design eksteriornya sendiri mengadaptasi istana Row Billioners di Kensington Palace Garden (London).
"Selamat datang, tuan muda."
Tap
Tap…Tap
"Hn…"
Yoochun mengangguk singkat sembari menyerahkan kopernya ke tangan salah satu maid. Tidak ada yang berubah dari rumah tempat ia di besarkan ini, bingkai emas 66 karat masih membingkai lukisan keluarga Park dengan senyum palsunya. Yeah, sempurna jika saja Park's Family tidak membangun keluarga ini berdasar perjanjian bisnis.
"Siang, appa. Harimu menyenangkan? Oh, kau pasti leluasa membawa yeoja-yeoja simpananmu ke rumah ini selama aku di Korea. Apalagi kudengar Ny. Park sibuk menghabiskan euro-mu di Eropa. Satu lagi...jangan sampai desahanmu terdengar ke lantai atas karena aku ingin tidur." sapanya tanpa beban pada sang abbeoji ( Park Yoon Hwa) yang keluar dari suite pribadinya bersama Selena Kim, sekretaris ketiganya sepanjang bulan April. Like father like son, aniya.
.
.
.
"Jaga bicaramu, Park Yoochun. Jangan bersikap kurang ajar padaku."
.
.
.
"Keluarga macam apa ini? Lebih baik kalian bercerai dan kita tentukan jalan masing-masing. Ck. Menggelikan!" gerutu Park Yoochun seraya menghempaskan badan ke atas king bed, tanpa mau repot-repot mandi. Hufth, jorok.
Drrtt...
Drrtt...drrtt...
Arrggh~
Yoochun berdecak sebal saat menarik Goldfish Le Million-nya yang dirancang khusus oleh Emmanuel Gueit dari Rusia. E~eh, mata sipit Park Yoochun yang nyaris terpejam langsung terbelalak membaca SNS Line dari nomor familiar berkode +3 (Tokyo)
'Jangan bertindak gegabah. Kita dengarkan penjelasan Yunho saat sampai di Mansion Jung.'
.
.
.
Foto ke: 49-61
Jung Kangta terlihat sangat keren dengan balutan seragam baseball semasa THS, diantara tim inti dengan nomor punggung 14. Putra tunggal milyader Jung ini memang memiliki wajah, senyum dan tawa seperti malaikat dan juga sikap rendah hati dan penyayang.
"Dia seperti pengganti bumonim bagiku, Jae. Apapun yang kuminta Kangta hyung akan memberikannya tanpa berfikir 2 kali. Ia selalu merasa jadi penyebab kematian orangtuaku, ketika kecelakaan pesawat 28 tahun lalu...aku satu-satunya korban yang berhasil selamat. Itu sebabnya Kangta hyung berjanji akan menjagaku seumur hidupnya. Dia adalah malaikat."
Hening~
"Hyung, kau sangat mencintai mereka?" tanya Kim Jaejoong dengan sorot mata tajam. Yunho mengacak rambut legam Jaejoong di iringi tawa gemas.
.
.
"Ya. Lebih dari diriku sendiri. Ada apa? Aku juga menyayangimu, Jae!"
.
.
At another place…
Tokyo, Jepang
Kanagawa : 31-4 Akihabara
09.00 PM
Mansion Jung berdiri kokoh di salah satu prefektur utama Tokyo, dengan lahan seluas 600.000 square dan memiliki tujuh lantai. Dilengkapi 30 kamar tidur, 49 kamar mandi, 3 kolam renang, 2 landasan helikopter dan satu lantai khusus untuk parkir 11 koleksi mobil mewah. Semuanya di urus oleh sekitar 180 maid, teknisi dan tim keamanan terlatih. Jangan heran jika kediaman Jung masuk 6 besar dari 20 milliader yang memiliki rumah mewah diatas US$ 100 juta versi majalah Forbes.
Kangta Suite
Jung Kangta memandangi foto yang terbingkai indah di meja kerjanya, Kim Jaejoong. Cantik. Dengan seragam musim panas THS, sekitar 3 bulan sebelum kelulusannya yang juga hari dimana ia pertama kali resmi berkencan dengan magnae line82.
"Apa kau sedang mencoba menggantikan posisi Jaejoongie dengan Kim Jaejoong, Saeng?"
Drrtt...
Kangta meraih iPhone Kings Button di nakas yang tergeletak diantara 22 foto yang dikirimkan Daesung, salah satu orang kepercayaanya untuk mengawasi Jung Yunho. Termasuk mencari tahu segala informasi tentang namja cantik yang membuat hubungan line82 (Seunghyun-Yunho) kembali memanas setelah peristiwa tak menyenangkan 5 tahun silam.
"Semua mungkin persis seperti apa yang dilaporkan Daesung, Chansung dan Taeyang, Tuan muda. Tetapi ada fakta yang harus anda ketahui tentang Kim Jaejoong!" kata seseorang di line seberang. Ping~ 8 foto yang terkirim dari nomor IDD Korea Selatan itu sukses membuat Kangta terenyuh, senyum dan tawa dongsaengnya yang menghilang bersama kematian mendiang Kim Jaejoong kini telah kembali. Itu semua karena namja cantik yang berprofesi sebagai strapper Mirotic Club...
.
.
"Gomawo karena telah membawa Yunho kami kembali, Jae."
.
.
.
Foto ke : 77-97
"Dia?"
Dua yeoja cantik yang tampak sangat elegan, berkelas dan memiliki aura aristokrat berpose di antara member line82. Salah satunya tak asing, Kwon Boa. Supermodel internasional yang kerap kali tampil di berbagai media cetak ataupun online Korea.
"Boa noona adalah tunangan Kangta hyung, kita akan ke Jepang untuk menghadiri acara pernikahannya 3 hari lagi!" ujar Yunho tenang. Dan pandangan Jaejoong beralih pada sosok imut yang bergelayut manja di lengan Yunho dalam salah satu picture cantik.
Eumm~
"Dia istrimu, hyung?" tukasnya penasaran. Yunho hanya mengulum senyum sambil mengacak-acak rambut Jaejoong, sampai pemiliknya merengut kesal dengan bibir cherry mengerucut. Sangat menggemaskan aniya~
Ha...ha...ha...
"Aku akan mengenalkan kalian nanti, namanya Go Ahra. Cantik bukan?"
.
.
.
"Jae, aku tidak bilang perjalanan mu nanti di Jepang menyenangkan, tapi ingatlah! Apapun yang terjadi, aku akan selalu ada di sampingmu." janji Jung Yunho, menatap mata doe itu penuh keyakinan dan di balas dengan anggukan mantap Kim Jaejoong.
.
.
.
.
.
'I ALWAYS BE YOUR SIDE'
Dan permainan takdir yang merubah kehidupan Kim Jaejoong akan segera dimulai
.
.
.
.
(MINE READER MACHINE)
Terkadang kau harus bisa melihat lebih dekat
Untuk menilai sesuatu dengan lebih bijaksana
~Jung Kangta~
.
.
.
TBC
.
.
.
.
Chapter terpanjang TAT ne, hosh...akhirnya selesai
Fiuuh~ kenapa Nara merasa mirip sales hp...# lap keringat #
Eoh, ada yang bertanya-tanya dimana Minsu? Hehehe, karena cuma 2 orang yang nebak akhirnya dengan bangga Nara hadirkan cast ke 3 artis paling di tunggu sejagad per-yunjae-an Korea
#lambai-lambai bareng neng Ahra#
Hahaha...silahkan tabok Nara
Gomawo buat rader-ssi yang telah review n cuap-cuap bareng Nara
SPESIAL BUAT DUA MEMBER SPOOKY B****R YANG BERGABUNG DI CHAP 6
Kalian memang jjang, makasih buat saran n masukannya
Saranghae
.
.
.
Big Thanks To :
.
Dianaes
(Ini sudah Nara kabulin...hehe, khusus buat chingu)
Rin
(Rin scroll aja sampai mentok ke bawah, nah...silahkan ketik sign up! Okay?)
Sayuri Jung
(Ahaha, belum...chap depan ne seru-seruan sama Minsu)
nabratz
(Kalau itu...Cuma Yunjae dan Nara yang tahu, ahaha!)
Momochan
(Udah kejawab semua di chapter 7 kan?)
Bestin84
(Itu dijawab sama sekretaris Yoon, oh...bonus di chapter 6 itu terpisah lo? Nara kasih tanggal kan, kejadiannya tahun 2010)
My Jeje
(Iya, hehe...modal dengkul ama otak yadong, nuna)
Hana Kara
(Hyung- dongsaeng koq, tapi kedepannya rrr...ada satu peristiwa yang membuat appa meninggalkan status normalnya! Ditunggu ne...?)
misterius
(Imut? Rrr...seperti kata chingu, JJ bersifat tsundere ne! Tapi gak akan lama karena Yunpa akan melakukan kesalahan fatal, huhuhu...jadi selamat berkepo ria di TAT)
MagnaEvil, bookissbear, dykyu, Youleebitha, azharifaisal666
(Gomawo atas fav and follow-nya ne)
.
.
.
SEE YOU NEXT WEEK
