Hallo assalamualaikum readers~~

Saya kembali lagi dengan FF yang ecek-ecek ini 'am i?' chapter 7. Mungkin agak sedikit panjang dan membosankan -_-)/ maaf ya. dan sesalu saya ucapkan DONT BE SILENT READER okay? Setiap review kalian bisa menjadi ide untuk perkembangan FF saya ini. dan tentu saja membuat saya semakin semangat melanjutkan Chapter-chapter selanjutnya. So cekidot!

WARNING BOYS LOVE

DISLIKE CLICK 'BACK' BUTTON

LIKE? LANJOTT~

.

.

.

Oh sialan Bang Minah.

"apa menurutmu aku terlihat seperti itu?"

"ya. aku berpikir kau dan makhluk bertelinga mengerikan itu sama saja dengan D.O dan Kai."

"bagaimana bisa kau berfikir seperti itu?"

"apa kau tidak menyadarinya? Kalian terlihat sangat akrab. Dia menempel padamu kemana pun kau pergi. Wajahnya selalu cemberut ketika kita berdektan. Siapapun akan mengira kalian gay, oppa."

Sial. Benar-benar sial.

"bagaimana jika ternyata aku menyukaimu?"

"apa?" Minah membenarkan posisi duduknya. Melepaskan genggaman tangannya pada lenganku.

"aku menyukaimu."

"hahahahaha kau lucu sekali Baekhyun oppa! Haha" Minah terpingkal-pingkal. Matanya terpejam. Kedua tangannya memegang perutnya dengan erat. Sesekali memukul pundakku. " jangan membohongi perasaanmu sendiri, oppa. Kau terlihat tidak benar-benar menyukaiku. Kau tahu? sirat dimatamu tidak mengatakan hal yang sama dengan mulutmu. Aishh kau benar-benar. Hahaha"

Apa yang Minah katakan

"hey, oppa. Jika kau mengatakan kau menyukaiku hanya untuk menghiburku yang patah hati ini, itu tidak akan berhasil. Sejak kita bertemu untuk pertama kali aku mengira bahwa kau perempuan. Bahkan kau lebih imut dariku. Ahh kau sama sekali bukan tipeku kkk maaf hahaha"

Oh malangnya nasibmu, Byun Baekhyun. Sudah ditolak diolok-olok pula. Batin ku mencibir.

"oppa, lebih baik kita berteman saja okay? Selama ini aku dekat dengan mu karena aku merasa lebih nyaman berdiskusi denganmu dari pada dengan orang lain. Kau pendengar yang baik. aku menyukainya."

"jadi..kau menolakku?"

"bisa dibilang seperti itu. Kkk sudahlah oppa kau sduah mengetahuinya 'kan? Aku menyukai D.O meski dia gay sekalipun aku tetap menyukainya."

"tapi aku normal. Bisakah kau mempertimbangkannya?"

"akan lebih baik jika kau yang gay daripada D.O kkk"

Akan ku cekik lehermu, Bang Minah.


24 Des 13 : 06.18

From : Chanyeol

05.55

Selamat pagi. Semoga harimu menyenangkan ^^ jam berapa kuliah hari ini? aku akan menjemputmu. Segera bangun dan buka matamu kkk

Aku membaca pesan dari Chanyeol. lensa mataku belum bisa fokus sepagi ini. Silau layar handphone teralu cerah.

To : Chanyeol

06.19

Aku baru saja membuka mataku. Kuliah ku dimulai pukul 08.40 jemput aku 15menit sebelum nya. Ingat! 15 MENIT SEBELUMNYA.

Aku menekan tombol kirim. Meletakkakn handphone ku di meja kecil samping ranjang. Aku berdiri. Berjalan dengan mata setengah tertutup kedalam kamar mandi. Membuka keran yang macet denganaliran air yang kecil. Aku membbasuh wajahlku, berkumur dan menggosok gigi.

Dering handphone ku terdengar. Ada telpon sepagi ini. Aku lari keluar kamar mandi, mengais handphoneku yang terjatuh tepat disamping handphoneku malang.

"hallo."

"Baekki !"

"oh Chanyeol? nomormu ganti? Ada apa telpon sepagi ini?"

"aku pinjam handphone Lay hyung. Aku hanya ingin mengucapkan selamat pagi langsung di telepon tapi aku lupa aku tidak punya pulsa hehe jadi aku pinjam Lay hyung kkk"

"bodoh." Aku kembali kedalam kamar mandi

"hey siapa yang kau sebut bodoh? Aku hanya sedikit konyol kkk."

"semua yang jelek-jelek ada pada dirimu, kau tahu? Kkk" aku bercermin. Kembali dengan aktivitasku sebelumnya. Menggosok gigi.

"aku tahu. Dan jika kau tidak memiliki teman sepertiku hidupmu akan hampa huuu~"

"tidak peduli weee"

"suara mu menggema. Apa kau sedang dikamar mandi? Apa yang kau lakukan? Oh aku ingin mengintip!"

"hey! Mesum. Aku tahu bibirmu pasti membentuk persegi saat ini. hentikan cengiran bodoh itu."

"bagaimana kau mengetahuinya? Kkk apa kau sedang mandi? Ayo sini aku bantu membasuh punggungmu."

"dalam mimpimu, Yeol. Aku hanya sikat gigi."

"suatu saat nanti kau akan memohon padaku untuk memandikanmu kkk"

"mustahil. Aku akan turun setelah ini. matikan telponnya sekarang juga. Kau menghabiskan banyak pulsa kakakmu untuk perbicangan yang tidak penting."

"tentu saja penting! Okay bersiap-siaplah. Jam 8.20 aku akan menjemputmu."

"baiklah."

"saranghae." Aku memutus sambungan telpon. Kenapa chanyeol begitu mudah mengatakan perasaannya? Apa dia benar-benar serius?


08.17

"bu, aku dijemput Chanyeol kali ini." aku duduk santai di kursi makan. menggigit potongan kecil roti sandwich buatan ibu. Sedangkan ibu sibuk dengan menu barunya di depan kompor.

"aku khawatir denganmu." Aku menoleh.

"apa?"

"aku mengkhawatirkan mu, sayang. Apa kau tidak punya teman selain Chanyeol?" Ibu berbalik. Menatap serius. Tumben.

"tentu saja aku punya, bu!"

"tapi selama hampir satu semester hanya chanyeol yang kerap berkunjung kemari. Dimana teman-temanmu yang lain?" ibu mendekat. Menarik kursi kosong disampingku dan duduk diatasnya.

"apa perlu mereka semua datang kemari bahkan disaat tidak ada keperluan?"

"ibu hanya ingin tahu dengan siapa saja anak ibu bergaul. Ibu tidak ingin kau memiliki teman- teman yang membawa pengaruh buruk untukmu."

Apa Chanyeol membawa pengaruh buruk? Kau tahu maksutku kan?

"percayalah padaku, bu. Mereka teman yang baik. ibu tidak perlu mengenalnya satu-persatu. Aku juga menjaga kepercayaan ibu."

"lalu apa tidak ada gadis yang menarik perhatian mu? Kau pasti tahu maksut ibu. Hihi"

Ibuku yang centil.

"ada"

"kenapa tidak diajak kerumah? Kenalkan pada ibu."

"tidak perlu. Namanya Minah. Dia menyukai temanku. Dan aku sudah ditolak."

"oh malangnya anakku." Ibu memelukku. Pura-pura bersedih. "siapa laki-laki itu? Chanyeol? kalian cinta segitiga? Kkk masa muda ah aku ingin mengulanginya~" ibu kumohon...

"bukan Chanyeol. tapi D.O temanku di satu klub yang sama. Teman sekelas Chen."

"ooo~" ibu berdiri. Kembali mendekat pada kompor yang mungkin sudah bosan melihat wajah ibu.

"selamat pagi, Bibi Byun!" aku menoleh cepat. Suara Chanyeol menyita seluruh perhatian makhluk di ruangan ini(?)

"Chanyeol! bisa kau ketuk pintu? Bodoh." Chanyeol hanya melewatiku. Menghampiri ibu dan mencium kedua pipinya. Ya tuhan.

"pagi juga, sayang. Kau sudah sarapan? Ada roti isi dimeja. Berbagilah dengan Baekhyun." Oh ibuku tersenyum manis sekali. Genit.

"ibu berhenti centil selain didepan ayah."

"dulu ayahmu mirip denganku. Benar begitu, Bibi? Kkk"

"benar! Kkk" Bawa aku pergi dari sini secepatnya...


11.03

Aku menunggu Chanyeol datang di balkon lantai tiga. Sudah telat 10 menit dari yang seharusnya. Saku celanaku bergetar.

"Chanyeol?"

"Baek, aku ada latihan band dadakan di camp. Kemarilah. Maaf aku telat mnghubungimu."

"baiklah." Aku memutus sambungan telepon. Menggendong ransel merahku lalu turun ke lantai bawah menuju camp Chanyeol yang terletak di ruang paling ujung. Membuka sedikit pintunya. Mengintip dari celah pintu yang terbuka.

"Baekhyun?" Suho hyung memicingkan matanya.

"halo..Chanyeol menyuruhku kemari. Boleh aku masuk?"

"oh Baekhyun. Masuklah. Tidak perlu sungkan. Duduk disini. Chanyeol sedang berlatih melodi untuk lagu baru Poison." Suho hyung menunjuk Chanyeol yang sibuk memetik gitar dan tepat disampingnya, 'si sempurna' melambaikan tangannya kearah ku. Tumben Kris peka dengan kehadiran seseorang.

"Baekhyun. Lama tidak bertemu. Kau semakin imut saja."

"benarkah? Haha terimakasih hyung" aku tersenyum menampakkan mata bukan sabit kearahnya.

"hyung, fokus!" oh Chanyeol membentak Kris. Beraninya. "dia milikku. Urus saja Luhan mu yang galak itu."

"bosan dengan Luhan. Aku belum pernah mencoba yang sepolos dia." Kris mengedip padaku. Ya tuhan beri aku udara!

"Mati kau setelah ini, hyung."

"oh be calm, boy! Just kidding, miss Byun. Kkk"

"diaaammmm!" *author korban iklan(?)* Suara Suho menginterupsi. Dalam seper sekian detik Chanyeol dan Kris kembali berkutat dengan gitar dan bass mereka masing-masing.

Hampir dua jam aku menuggu Chanyeol latihan. Tapi poison latihan tanpa Kai.

"Hyung, dimana Kai?"

"Kai sedang latihan dengan UKM dance. Dia dalam perjalanan kemari sekarang."

Aku mengangguk. Tidak sampai lima menit kepala Kai muncul dari celah pintu yang terbuka. Dan seseorang sedang bersamanya.

"maaf hyung aku terlambat. Ah ini Tao ingin menunggu jam kelasnya disini, apa tidak masalah? Kasian dia sendirian, jadi aku ajak dia kemari."

"tidak masalah. Duduklah bersama Baekhyun, Tao."

"ya." Tao sangat pemalu. Kepalanya sering menunduk, sibuk dengan handphone ditangannya. Muncul semburat merah dipipinya. Oh warna itu semakin jelas.

"hei, ada apa dengan pipimu? Kau kedinginan di studio ini?"

"oh? Tidak. Bukan itu."

"kau tersipu?"

"hmm" Tao mengangguk kecil. Oh my untuk apa dia tersipu. "bisa tolong ambilkan beberapa foto Kris hyung untukku? Dari tempat kau duduk terlihat lebih terang dan jelas."

Sialan

"bisa kau melakukannya sendiri? sepertinya Kris akan salah paham bila aku kepergok melakukannya."

"kumohon.." matanya berkaca-kaca. Oh ya ampun dia benar-benar pandai merayu.

"baiklah"

14.13

Chayeol baru saja selesai latihan band. Punggungku rasanya sakit terlalu lama duduk membuat pantatku juga panas. Aku dan chanyeol akan makan siang bersama. Di salah satu pusat perbelanjaan.

"mau makan apa hari ini? nasi? Mi?"

"aku ingin makan nasi. Tadi pagi hanya masuk sepotong roti isi."

"malangnya Baekhyun ku kkk." Chanyeol melingkarkan tangannya yang kekar di pinggangku. Tubuhku merapat didadanya. Tidak ada jarak diantara kami.

"ayo kita makan bento. Tiba-tiba aku ingin makan nasi bekal kkk."

Aku dan Chanyeol dalam perjalanan. Seperti biasa Chanyeol selalu memasangkan sabuk pengaman untukku.

"Baekhyun-ah. Aku cemburu kautahu?" ha? Apa?

"cemburu? Pada Minah?"

"Kris. Kau mengambil fotonya diam-diam tadi. Apa aku tidak lebih tampan dari bule beringas itu?"

"jawabnya sudah jelas tidak, Yeol. Semua orang tahu itu. Tentang foto aku hanya membantu Tao. Kau tahu aku normal 'kan?"

"ah! Ngomong- ngomong normal, bagaimana perkembangan mu dan Minah? Bukankah tadi malam kalian berkencan? Kemana? Apa saja yang kalian lakukan? Pulang jam berapa? Aka kau menciumnya? Kumohon katakan tidak."

"cerewet."

"ayolah...katakan padaku, Baekki~" Chanyeol menarik-narik ujung lenganku. Bibirnya mengerucut tapi tetap fokus pada kemidunya.

"perkembangan, ya begitu. Tadi malam bukan sepenuhnya berkencan. Di sebuah cafe. Kami hanya makan dan berbincang. Aku sampai rumah kurang dari jam 10 malam. dan aku tidak menciumnya. Apa kau puas?"

"syukurlah~" Chanyeol melepaskan tangannya dari lenganku. "kita sudah sampai" Chanyeol melepas sabuk pengamanku. Membuka kunci pintu mobil disampingku. "ayo keluar."

Aku turun dari mobil. Chanyeol sudah siap menungguku didepan pintu mobil. Aku seperti punya seorang bodyguard kkk. Seperti biasa Chanyeol memesan banyak makanan. Bahkan sebelum memakannya aku sudah kenyang hanya dengan melihatnya. Kami makan dengan tenang. Chanyeol membukakan sumpit untukku, membersihkan sendoku dengan tisu dan memberikannya padaku. Chanyeol seperti ibuku kkk

"makan yang banyak, Baekki." Dia mengusap lembut permukaan rambutku.

"selamat makan." Aku mulai menyuap beberapa sendok nasi tapi tidak dengan Chanyeol. dia hanya memperhatikan ku dengan menumpukan dagunya di telapak tangannya.

"apa?"

"tidak. Aku suka melihatmu makan. Mulutmu penuh, bibirmu yang merah jambu itu mengerucut dengan lucunya. Membuatku gemas. Aku ingin menggigit bibirmu."

Aku berhenti mengunyah. Chanyeol mengatakan kalimat terakhirnya dengan eksperi yang tidak terbaca. Aku kikuk. Salah tingkah. Pipiku menghangat.

"gigit saja sendokmu."

"Oh galak sekali Baekki ku. Semakin menggemaskan kkk." Aku melirik Chanyeol. dia sibuk mengulum sendoknya tanpa mengalihkan pandangannya dariku.

"apa yang kaulihat? Cepat makan!"

"apa yang kaulihat?" Chanyeo berbalik tanya. Dia bodoh atau apa.

"kau mengulum sendokmu. Jorok, Yeol."

"ini akan lebih menyenangkan jika dengan bibirmu, Baek." Chanyeol masih saja mengulum sendoknya. Pelan dan semakin sensual, sialan jantungku berdebar. Susah sekali rasanya hanya menelan ludah.

"hentikan, Yeol."

"kkk lihat mukamu, Baek. Merah padam! Hahaha. Okay okay aku makan sekarang. Selamat makan, sayang." Degup jantungku sempat berhenti dalam sepersekian detik. Kata 'sayang' terdengar menjijikan ketika Lay atau D.O yang mengatakannya. Tapi tidak dengan Chanyeol. gendang telingaku menerimanya tanpa meronta.

"baek setelah ini kita akan kemana?" Chanyeol berpindah tempat duduk disampingku. Menarik dua lembar tisu lalu membersihkan sudut-sudut bibirku pelan.

"hm..bagaimana jika ke game center? Sudah lama tidak main game hehe bolehkah?"

"tentu saja." Chanyeol meremas tisu lalu membuangnya asal. "kalau begitu ayo."

Chanyeol menggandeng tangan kananku sedangkan aku mengikuti langkah kakinya yang lebar dari belakang.

"Yeol bisa pelan sedikit?" aku menarik tangannya kebelakang.

"hehe maaf." Chanyeol menoleh. menghentikan langkahnya. "aku akan berjalan dengan langkah kecil-kecil seperti semut." Dasar chanyeol bodoh. Kami tertawa.

Chanyeol seperti anak umur sepuluh tahun. Dia lari kesana kemari. Menggandengku kemanpun dia ingin memperlihatkan permainan yang menarik padaku.

"Baek, ayo main ini!" Chanyeol menunjukan permainan seperti pinball. Saat kau menarik tuasnya bola putih itu akan jatuh dalam lubang dan kau mendapatkan tiket sesuai dengan lubang yang kau dapat.

"okay. Kau duluan." Aku berdiri disamping papan permainan. Melihat chanyeol dengan semangat menarik tuasnya keluar lalu melepaskannya dengan semangat.

"lihat ini, Baek! Aku akan mendapatkan Jackpot!" deretan giginya selalu terlihat sejak tadi. Tanpa sadar aku juga ikut merasa gembira. Iris mata kami tidak lepas dari pergerakan bola, berharap bola itu akan jatuh di lubang dengan garis merah disekitarnya.

"arghh!" Chanyeol meremas rambutnya. Frustasi seperti baru saja kehilangan uang seratus juta won.

"giliran mu, Baek. Semoga berhasil!" aku menarik tuasnya pelan tidak sesemangat Chanyeol.

Jika kau mendapat Jackpot nya. Itu berarti kau adalah gay. Kau berjodoh dengan Chanyeol. chanyeol adalah takdirmu. Batinku menyeringai. Dia memberiku tantangan? Oh lihat saja. Kemungkinan untuk mendapatkan jackpot hanya dibawah 10%

"lepaskan tuasnya, Baek." Chanyeol memegangi kedua pundakku. Memberiku semangat dari belakang. "dapatkan bonusnya!~"

Aku melepaskan tuas. Mataku tidak berkedip. Tidak ingin sedetikpun melewatkan pergerakan dari bola yang aku lempar. Oh aku berharap bola itu tidak jatuh pada lubang yang benar.

"Baekki!"

Lampu papan permainan berkedip-kedip. Bunyi belnya berdering nyaring dengan musik yang riang gembira. Kelopak mataku melebar dan mulutku menganga. Bola itu masuk tepat dilubang jackpot. Beberapa orang memperhatikanku sedangkan Chanyeol sibuk bertepuk tangan seperti anak–anak yang merayakan ulangtahun.

"kau berhasil, Baek! Lihat. Banyak tiket yang kau dapat!" Chanyeol merangkul pundakku.

Oh kalian benar-benar berjodoh rupanya

Sialan. Mengapa batinku sangat mendudukung jika aku memang ditakdirkan untuk Chanyeol.

"hey Baek, apa kau tidak bahagia? Jarang sekali orang mandapatkannya." Chanyeol membungkuk. Memungut seluruh tiket yang tidak berhenti keluar. Terlalu banyak tiket yang aku dapat.

"Oh? Apa? Tentu saja aku senang."

"lihat ini banyak sekali, Baek. Mungkin lima ratus tiket! Wohoo~!" Chanyeol memutus sambungan kertas tiketnya. Mengalungkan tiket-tiket tadi keleherku. "selamat~~ kkk ayo main lagi."

Lenganku ditarik kesana kemari oleh Chanyeol. kali ini dia mengajakku di permainan mengambil boneka dengan tangan robot. Kau pasti mengetahuinya kan? Boneka-boneka yang bersedih didalam sebuah kotak, menanti sebuah tangan robot menjemputnya keluar dari kotak yang membosankan.

"lihat, Baek. Ada boneka kucing. Lihat matanya tersenyum sepertimu. Imut sekali. Kau menginginkannya?"

"boleh. Jika kau bisa."

"tentu saja! Lihat aksiku. Kkk"

Chanyeol memasukkan dua koin kedalam mesinnya. Menggerakan robot kekanan lalu kekiri kembali lagi kekanan. Dia menggigit bibir bawahnya, alisnya bertaut.

Lihat dia, Baekhyun. Jika dia bisa mengambil boneka kucing itu untukmu. Dia memang takdirmu.

Batinku mulai banyak bicara rupanya.

"gotcha!" boneka kucing berhasil Chanyeol angkat. Kumohon jatuhlah kembali. Jangan keluar jangan keluar... "yes!" oh boneka itu jatuh masuk kedalam tabung jatuh dengan sinar keemasan yang memancar darinya.

Terbukti dua kali, Byun Baekhyun kkkk

Tunggu untuk ketiga kalinya.

"Chanyeol aku tantang kau bermain kali ini."

"apa?"

Aku menarik lengan Chanyeol. menunjukan permainan dimana aku dan Chanyeol akan bermain versus dengan dua tokoh yang saling adu jurus. Jika aku kalah dalam permainan kali ini, mungkin batinku memang benar meski aku belum yakin seratus persen aku juga menyukai Chanyeol.

"wah sudah lama tidak main ini. aku sedikit kaku memainkannya lagi." Chanyeol nampak sumringah. Tangannya tidak berhenti menyentuh banyak tombol dipapan permainan.

"aku ahli dalam permainan ini, Yeol. Aku yakin akan mengalahkanmu dalam tiga ronde sekaligus kkk."

"kita akan lihat nanti, Baek" Chanyeol menarik slah satu ujung bibirnya.

Aku memasukkan dua koin. Permainan dimulai. Aku memilih karakter berbadan besar yang lincah dan kuat. Sedangkan Chanyeol memilih karakter binatang rusa kecil dengan topi sulap hitam diatas kepalanya. Aku yakin dengan begini akan semakin mudah mengalahkan Chanyeol kurang dari satu menit.

Aku mulai menggeser tuasnya kekanan. Pria bertubuh besar dengan otot dikedua lengannya bergerak maju dengan gagahnya mendekat kearah rusa kecil Chanyeol. dengan kuda-kuda yang mantab si pria mengarahkan tinjunya kemuka rusa kecil, tapi siapa yangmenyangka muncul elang dari dalam topinya. Rusa kecil terbang keatas dengan gembira. Dia mengayunkan tongkatnya kearah pria bertubuh besar dan 'boom' muncul jurus tinju seribu bayangan dari tongkatnya. Pria itu ambruk dengan muka lebam dan tidak sanggup untuk berdiri.

"pria itu sangat lemah menghadapi rusa kecil dan imut seperti itu."

"rusa mu melawan dengan sihir. Curang!" Chanyeol menjulurkan lidahnya. Lihat saja setelah ini aku akan mengalahkanmu.

Pria bertubuh besar kini kembali bugar. Tidak ada lagi luka diwajahnya. Sedangkan rusa kecil berjinjit dengan riang sambil mengayun-ayunkan tongkatnya keatas. Oh rusa itu mendekat. Pria itu mengambil langkah mundur. Menyilangkan tangannya didepan wajahnya. Rusa kecil mulai memutar-mutar tongkatnya lalu muncull ratusan lebah dari sihirnya. Si pria bertubuh kekar berusaha melindungi diri. Rusa itu semakin mendekat dan lebah yang keluar juga semakin sedikit. Sampai akhirnya rusa itu kehilangan kekuatan sihirnya dan 'bamm!' Pria dengan lengan yang berotot meninju dagu si rusa dari bawah hingga tubuh rusa kecil melayang keatas lalu terhempas dengan malang diatas tanah.

"yoohoo~!" aku bersorak. Menjulurkan lidahku ke muka Chanyeol.

"ronde ketiga ditanganku, Baek! kkk"

Ronde tereakhir. Rusa kecil kini sudah kembali riang. Ia melompat-lompat kecil dengan deretan gigi yang terpampang jelas. Oh mirip usernya. Pria bertubuh kekar tidak ingin berlama lama lagi. Ia berlari mendekat ke rusa kecil dengan tangan kanannya yang mengepal. Rusa kecil menyadari serangan si pria. Dengan lincah rusa lompat tinggi melewati kepala si pria lalu membuka topinya dan mengeluarkan pedang dari dalam topinya. Oh sial pria ini akan ditusuk dari belakang. Rusa kecil menancapkan pedangnya tepat di belakang jantung tembus hinngga bagian depan si pria. Si pria tergeletak dengan darah bercucuran ditanah. Kini rusa kecil bersorak dengan pedangnya yang diangkat tinggi-tinggi.

"kau lihat, Baek? Hahaha 2-1. Aku menang!"

"curang!" aku cemberut.

"apa? Memang begitu jurusnya. Orang kalah tidak boleh iri dengan yang menang."

Tiga kali, Byun Baekhyun. Sudah terbukti Chanyeol memang ditakdirkan untuk bersamamu. Dan kau tidak boleh menyangkal bahwa kau adalah seorang g-a-y! Hahahahaha~

Sialan Batinku tertawa terbahak-bahak. Dia memegangi perutnya sambil tertawa puas dan bergugulung-gulung dilantai.

.

.

.

TBC

How? How? Masih mau lanjut? REVIEW DULU YA CINTAHH~ kkk

BIGTHANKS TO :

AheeChanbaek; BaekYeoleuuu; kyuu-chan; love120193; pandarkn; brina0220; ShinJiWoo920202; baekhyunaa; CussonsBaekBy; aliensparkdobi; aiiu d'freaky; indaahcqupp ; dewo1804; baekggu; SyJessi22; Nada Lim; Ohthehun; AnjarW; Novey

Kalo ada nama reviewers yang ga kecantum. Maafin ya huhu ini kepotong sendiri soalnya entah kenapa T_T makasih ya udah review. Review lagi ya~ ^^

For brina0220 jangan bersedih dan betmut mele. Pasti bisa! Fighting! Makasih buat idenya juga. Saranghaeyo kkk