You're My Reason

Title : You're My Reason

Writer : MrsDoubleV / Vie

Rated : T+

Genre : Romance, Drama

Main Cast : Kim Taehyung aka V, Jeon

Jungkook

Other Cast : (lihat di dalam cerita)

Semua Cast disini milik diri mereka

masing-masing, orang tua dan Tuhan.

Bernaung di bawah entertainment

mereka masing-masing. Di pakai

hanya untuk mengisi Cast di FF abal-

abal ini.

Warning : GS, OC, Typo(s), bahasa

non baku, alur yang cepat, setting

kurang jelas, bahasa yang maksa,

cerita pasaran, rated dapat berubah

sewaktu-waktu, NC Inside!

This is REAL from MY IDEA! Jika ada

kesamaan tokoh, kejadian ataupun

alur mungkin hanya ketidak sengajaan

saja. Tapi selebihnya murni dari ide

aku sendiri! So no plagiat-plagiat!

Don't like, Don't read!

.

.

.

.

MrsDoubleV

.

.

.

.

"Eoh Taehyung?" Ujar seseorang yang berdiri di dekat meja tempat Taehyung, Yoongi dan Jungkook sedang melahap makanan mereka. Merasa terpanggil, Taehyung pun segera mengalihkan perhatiannya pada sumber suara.

"Kau?" Taehyung tampak terkejut dengan kehadiran seorang yeoja yang sangat dikenalnya itu.

"Hai. Lama tak bertemu, Taetae." Ujar yeoja itu dengan seulas senyum yang mengembang, membuat dimplenya tercetak jelas di kedua pipinya.

Taehyung sama sekali tak merespon. Ia hanya diam dan terpaku pada wajah yeoja dihadapannya ini. Menyadari keadaan, Yoongi pun langsung mencoba mengalihkan perhatian yeoja itu.

"Annyeong Jaeryn-ssi. Lama tak bertemu." Ujar Yoongi membuat yeoja itu yang bernama Jaeryn langsung tersenyum ke arahnya.

"Ahh oppa kenapa berbicara formal seperti itu sih. Tentu saja aku baik. Ahh annyeong Kookie!" Ujar Jaeryn saat menyadari ada Jungkook disekitar Yoongi dan Taehyung.

"A-annyeong, eonnie.." balas Jungkook dan mencoba untuk tersenyum.

"Ryn-ah sedang apa disini? Ahh Taehyung? Yoongi hyung? Apa kabar?" Ujar Hoseok yang baru saja menyusul Jaeryn ke meja Taehyung.

"Kami baik, Hoseok-ssi." Balas Yoongi.

"Ho-hoseok oppa?" Ujar Jungkook sedikit terbata.

"Kau mengenalnya, Kook?" Yoongi nampak bingung saat Jungkook menatap kearah Hoseok tanpa berkedip.

"Tentu saja. Jungkook kan adik kesayangannya Hoseok dari Busan. Bukankah begitu?" Ujar Jaeryn pada semua yang ada dengan tangan yang mengalung indah pada lengan kiri Hoseok.

"N-ne." Balas Hoseok membenarkan. Sementara Jungkook pun hanya bisa tersenyum getir dan menundukkan kepalanya.

...

Setelah pertemuan dengan pasangan Jaeryn-Hoseok secara tak sengaja di restoran, Yoongi dapat menangkap raut berbeda dari wajah Taehyung. Ia sangat menyadarinya tentu saja. Sejak kehadiran yeoja itu, Taehyung nampak lebih diam dan nampak tak kembali berselera untuk menghabiskan makanannya. Ia tahu, bahkan sangat tahu apa yang terjadi pada Taehyung.

"Gwenchana, Tae?" Tanya Yoongi saat melihat Taehyung yang nampak melamun di dalam van.

"Nan gwenchana, hyung." Balas Taehyung yang membuat Yoongi hanya bisa menghela nafasnya.

-Permasalahan hati memang sangat pelik." Batinnya.

Van hitam itu kini sudah berhenti dan terparkir manis pada sebuah basement gedung apartment. Taehyung, Yoongi serta Jungkook pun langsung turun dari dalam van dan segera mengangkut barang-barang yang mereka bawa ke lokasi pemotretan tadi.

"Tae sepertinya hyung harus ke perusahaan sekarang. Tak apa kan jika hyung menginggalkanmu? Dan Jungkook?"

"Ne?"

"Tak apa kan jika aku tinggal?"

"Hmm gwenchana, oppa.."

"Tae, jangan berbuat macam-macam ya selama hyung tak ada."

"Ishhh aku bukan orang mesum, hyung!" Teriak Taehyung tak terima.

...

Cklek

Blam

Pintu apartment bernomor 3012 itu pun tertutup setelah Jungkook berhasil memasukkan barang bawaan Taehyung. Sebagai asisten, ia harus membawa barang-barang itu. Setelah memasukkan semua barang itu dan membawanya ke ruang tengah, Jungkook pun langsung membaringkan tubuhnya ke atas sofa begitu saja tanpa menyadari jika kaus yang dikenakannya jadi tersingkap. Ia sudah sangat lelah sampai tak memikirkan itu.

"Kau mau memamerkan tubuhmu atau apa?" Ujar Taehyung membuat Jungkook tersentak dan langsung bangkit dari posisi berbaringnya.

"A-apa maksudmu?" Tanya Jungkook gelagapan dengan wajah yang memerah.

"Kau tidak sadar bajumu tersingkap? Astaga.." Ujar Taehyung dengan santainya sambil melipat dadanya dan berdiri di belakang sofa.

"Mwo? Benarkah?" Wajah Jungkook terlihat semakin memerah karena malu.

"Kau kira aku bohong?" Tanya Taehyung lalu mendudukan dirinya di samping Jungkook. Jungkook masih diam.

"Hmm jadi kau adik dari Hoseok?" Tanya Taehyung tiba-tiba membuat Jungkook terkejut.

"Mwo?"

"Kau benar adiknya?" Tanya Taehyung lagi namun Jungkook lebih memilih menundukkan kepalanya.

"Kook?" Panggil Taehyung karena sedaritadi tak mendapat respon apapun dari Jungkook.

"Sebenarnya... Hoseok oppa itu..."

"Dia benar kakakmu?" Tanya Taehyung yang hanya dibalas gelengan kepala dari Jungkook.

"Dia.. mantan tunanganku." Lirih Jungkook membuat Taehyung terdiam. Ia tak tahu harus berbicara apalagi. Ia merasa dunia memang benar-benar sempit.

"Jadi.. Hoseok?" Tanya Taehyung sakrastik yang hanya dibalas anggukan kepala dari Jungkook.

"Kurasa dunia memang sangat sempit."

"Jadi kau mengenal Hoseok oppa?" Tanya Jungkook penasaran.

"Ani. Hanya beberapa kali pernah bekerjasama dengannya." Balas Taehyung seadanya.

"Kalau Jaeryn eonnie?" Tanya Jungkook membuat Taehyung tersentak.

"Ya, aku mengenalnya. Sangat mengenalnya." Lirih Taehyung dengan raut wajahnya yang berubah sendu.

...

Taehyung hanya bisa memandang jauh ke depan. Langit sore dan rintik hujan menemaninya berdiri dibalkon apartmentnya. Sudah sekitar satu jam lebih ia berdiri disana tanpa berniat masuk kembali ke dalam. Padahal hujan sudah turun dan angin pun berhembus kencang. Ia hanya terlalu fokus pada lamunannya. Beberapa kaleng bir kosong pun tergeletak begitu saja di dekat kakinya. Entahlah dimana ia mendapatkan bir itu karena di dalam apartment sama sekali tak ada bir. Terlebih Yoongi sangat tak suka meminum minuman beralkohol begitu.

FLASHBACK ON

Saat itu adalah hari ulang tahun Taehyung yang ke 20 tahun. Dan saat itu, dirinya baru akan melakukan debutnya sebagai model di salah satu majalah. Belum lama ini ia bertemu dengan salah seorang fotografer yang berbaik hati menawarkan dirinya untuk menjadi seorang model pada majalah tempatnya bekerja.

"Taetae!" Teriak seseorang membuat Taehyung langsung menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Senyum langsung terpancar jelas pada wajahnya saat ia menyadari sosok yang tadi memanggilnya.

"Saengil chukhahae.." ujar yeoja itu membuat senyum Taehyung jadi bertambah lebar.

"Tae bisa kita bicara sebentar?"

"Tentu saja.."

"Tapi jangan disini. Disini terlalu ramai.." ujar yeoja itu yang menyadari jika sekelilingnya sangat ramai oleh beberapa tamu yang hadir.

Pesta ulang tahun Taehyung kali ini memang dirayakan di perusahaan Big Entertainment, mengingat belum lama ini ia terikat dalam perusahaan ini. Dan sebagai sambutan sekaligus merayakan ultahnya, sajangnim Big Entertainment pun menyiapkan sebuah pesta untuknya. Bukan sebuah pesta yang meriah karena pesta ini hanya dihadiri oleh beberapa artis dari entertainment itu serta semua staff, kerabat bahkan keluarga saja. Dan tanpa ada wartawan yang meliput karena sajangnim perusahaan itu lebih suka keprivasian.

Taehyung dan yeoja itu kini sudah berada di atap perusahaan, lebih tepatnya disebuah taman buatan yang memang sengaja dibangun oleh sajangnim Big Entertainment. Taman itu dipenuhi oleh beberapa jenis bunga dan berbagai macam tanaman hijau membuat atap itu menjadi nampak indah. Beberapa kursi taman juga disediakan di sana. Tak lupa juga sebuah air mancur dibangun di tengah taman membuat suasana disana semakin indah dan menawan.

"Jadi apa yang mau kau bicarakan?" Tanya Taehyung tak sabaran.

"Hmm sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu, Tae." Ujar yeoja itu dengan nada bersalah.

"Maaf.. Aku sudah membohongimu selama dua tahun ini." Taehyung pun semakin mengerutkan keningnya.

"Aku... Aku tak benar-benar mencintaimu, Tae. Maaf..." ujar yeoja itu membuat Taehyung serasa tertimpa batu puluhan ton.

"Apa maksudmu? Lalu bagaimana dengan... pertunangan kita?"

"Maaf, Tae... Maaf... Aku tak bisa melanjutkannya. Aku tak bisa harus terus membohongi perasaanku dan menyakitimu lebih lama. Maaf..." ujar yeoja itu dengan berlinangan air mata.

"Tapi kenapa? Kenapa kau menerima pertunangan itu jika kau... tidak benar-benar mencintaiku?" Tanya Taehyung dengan suara bergetar, ia tak bisa menyembunyikan rasa sakitnya.

"Aku hanya tak ingin menyakitimu dan mencoba untuk mencintaimu. Tapi nyatanya aku tak bisa, Tae." Jelas yeoja itu masih sambil terisak.

"Tapi kau membuatku semakin sakit dengan begini. Apa kau tak pernah memikirkannya, hah?" Ujar Taehyung membuat yeoja dihadapannya jadi semakin terisak.

"Mianhae, Tae.. Mianhae..."

"Kau.. sungguh arghhhh.."

"Mianhae, Tae..." ujar yeoja itu lagi sambil menggenggam tangan Taehyung.

"Lepaskan!" Ujar Taehyung lalu segera pergi meninggalkan yeoja itu seorang diri.

FLASHBACK OFF

Jungkook mengerutkan kening saat ia melihat pintu balkon yang terbuka dan menampilkan siluet seseorang yang sedang berdiri ditepi balkon, yang ia yakini adalah sosok Taehyung.

"Astaga!" Teriak Jungkook dan langsung berlari ke arah Taehyung dan menahan tubuhnya yang hampir saja ambruk.

"Apa yang terjadi sebenarnya?" Ujar Jungkook saat menyadari ada beberapa kaleng bir kosong yang tergeletak begitu saja di bawah kakinya. Ia juga dapat mencium bau alkohol dari nafas Taehyung. Namun nampaknya Taehyung sudah tak mendapat kesadarannya.

Yoongi baru saja tiba di apartment dan begitu terkejut saat melihat Jungkook yang sedang susah payah membapah tubuh Taehyung untuk ia baringkan di kamar Taehyung. Yoongi dapat mencium dengan jelas bau alkohol dari nafas Taehyung. Dan ia yakin jika Taehyung pasti baru saja menegak minuman yang sangat dibencinya itu.

"Kook apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Yoongi setelah berhasil membaringkan Taehyung di atas tempat tidurnya.

"Aku juga tidak tahu oppa. Saat aku keluar kamar, aku melihat Taehyung-ssi berdiri di luar balkon dan hampir ambruk. Sepertinya ia benar-benar mabuk. Aku menemukan ini." Jungkook memperlihatkan 3 buah kaleng bir yang ia temukan tergeletak diatas lantai balkon tadi kepada Yoongi.

"Astaga ada apa lagi sih dengan anak ini?" Ujar Yoongi khawatir.

...

Taehyung terbangun dari tidur lelapnya dikala ia merasakan rasa mual yang amat sangat diperutnya. Dengan kepala yang masih terasa berputar-putar, Taehyung pun segera bangkit lalu berlari ke dalam kamar mandi.

"Uhukkk uhukk.." untuk kesekian kalinya Taehyung memuntahkan segala isi perutnya. Ia merasa sangat mual sekarang mungkin karena efek bir yang ia minum semalam.

Setelah rasa mual itu mulai berkurang, Taehyung pun kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Kepalanya masih terasa sakit.

"Sudah sadar?" Ujar Yoongi dari ambang pintu kamar Taehyung.

"Sebenarnya apa sih yang kau lakukan? Dan darimana kau mendapat minuman itu?" Ujar Yoongi namun tak ditanggapi oleh Taehyung.

"Jika media tau kabar ini, kau pasti habis, Tae." Ujar Yoongi lagi dan Taehyung hanya bisa mendengus saja.

Tok Tok Tok

Yoongi menolehkan kepalanya ke arah pintu dan melihat Jungkook dengan sebuah nampan yang terdapat semangkuk bubur serta susu hangat yang ia minta Jungkook untuk disiapkan untuk Taehyung.

"Oh kemarilah, Kook." Ujar Yoongi dan Jungkook pun segera masuk dan memberikan nampan itu pada Yoongi.

Jungkook hanya berdiri di tempatnya tanpa banyak bicara. Ia hanya memperhatikan Taehyung yang terbaring lemas. Efek alkohol yang diminumnya semalam membuat dirinya menjadi tak berdaya seperti itu. Jungkook pun merasa kasihan dan sedikit tak percaya. Meski ia baru mengenal sosok Taehyung, ia tak percaya jika namja itu suka mengkonsumsi minuman seperti itu apalagi dalam kadar alkohol tinggi.

"Cepat makan ini. Jika kau sakit, aku juga yang akan repot. Aku sudah mengosongkan jadwalmu hari ini jadi istirahatlah. Jangan berbuat aneh-aneh lagi seperti semalam. Jika sampai aku melihatmu meminum minuman itu, aku akan jamin kau tak akan selamat ditanganku." Ujar Yoongi memperingatkan. Taehyung hanya diam dan tidak menanggapi ucapan Yoongi tadi.

Taehyung menghabiskan suapan terakhir buburnya dan menegak segelas susu vanilla itu sampai habis. Namun Yoongi masih belun beranjak dari kamarnya. Sepertinya masih ada yang ingin ditanyakan oleh Yoongi padanya.

"Jadi kau masih memikirkannya?" Tanya Yoongi to the point sesaat setelah ia meminta Jungkook untuk membawa kembali mangkuk dan gelas kosong yang isinya sudah dihabiskan oleh Taehyung ke dapur.

"Aniya." Elak Taehyung.

"Tak usah bohong. Tindakanmu semalam itu menegaskan jika kau masih memikirkannya. Tak perlu mengelak." Ujar Yoongi membuat Taehyung terdiam.

"Apa kau tak bisa melupakan semua itu? Itu sudah berlalu 2 tahun yang lalu, Tae. Sudah 2 tahun!"

"Baru 2 tahun, hyung."

"Baru? Lalu sampai kapan kau baru benar-benar bisa melupakannya, hah? Kau masih mengharapkannya kembali padamu?" Tanya Yoongi.

"Ani."

"Lalu apa? Jika kau begini, kau sama saja akan menyakiti dirimu sendiri. Kemarin-kemarin kau bisa bangkit. Tapi kenapa dalam kurun waktu beberapa jam kau bisa jadi begini hanya karena bertemu kembali dengannya? Come on, dude!" Ujar Yoongi dan membuat Taehyung terdiam.

"Aku hanya tak mengerti. Kenapa mereka semua meninggalkan aku, hyung? Eomma, bahkan Jaeryn. Kenapa aku selalu menjadi seorang yang tak pernah diinginkan dan dicintai, kenapa hyung?" Tanya Taehyung kalut dan meringkuk di tempat tidurnya.

Yoongi pun hanya bisa terdiam melihat sosok Taehyung yang seperti ini. Dibalik kepribadian Taehyung yang dingin, cuek dan kasar, sebenarnya Taehyung hanyalah sosok seseorang yang rapuh. Ia akan mudah terpuruk hanya dengan mengingat masa lalunya. Masa lalu yang kelam, menurutnya.

Taehyung pernah bercerita pada Yoongi yang sudah ia anggap sebagai hyungnya sendiri. Sejak ia menginjak usia 5 tahun, eommanya telah meninggalkannya. Ia pergi dengan namja lain, meninggalkan dirinya yang masih kecil dengan sang nenek. Appa? Neneknya pernah bercerita jika appanya telah meninggal saat Taehyung masih di dalam kandungan karena sebuah kecelakaan. Dan sejak saat itu, Taehyung menjadi seorang anak yatim-piatu yang tumbuh besar oleh cinta sang nenek.

-Aku tak tega harus melihatmu terpuruk seperti ini lagi, Tae.- batin Yoongi.

...

Keadaan Taehyung sudah bisa dibilang lebih baik sekarang. Setelah dengan beragam kata-kata semangat yang diberikan Yoongi, Taehyung sudah bisa kembali menjadi dirinya lagi. Ia sudah cukup melihat keterpurukan Taehyung 2 tahun yang lalu. Dan ia tidak ingin untuk melihatnya lagi kali ini.

"Aku akan keluar untuk membeli sesuatu. Kalian disini saja ya. Dan Kook, jaga Taehyung. Aku tak ingin kejadian kemarin terulang lagi." Ujar Yoongi.

"Hyung! Aku bukan anak kecil yang harus dijaga! Aish jinjja!" Keluh Taehyung namun tak mendapat respon apapun dari Yoongi.

"Kalau kau sampai melakukan hal seperti kemarin, ingat kau akan habis ditanganku!" Ancam Yoongi lalu segera beranjak keluar dari apartment.

Kini tinggallah Taehyung dan Jungkook berdua di ruang tengah apartment. Suasana sunyi menyelimuti keduanya. Tak ada pembicaraan di antara keduanya. Yang ada hanyalah suara dari benda layar datar dihadapan mereka yang sedang menampilkan sebuah acara reality show yang banyak menjadi sorotan publik.

"Sudah lebih baik sekarang?" Tanya Jungkook membuat Taehyung menolehkan kepalanya.

"Hmm?"

"Apa kau sudah merasa lebih baik sekarang?" Ulang Jungkook.

"Ya seperti yang kau lihat." Balas Taehyung sekenanya.

"Syukurlah.. Aku sempat merasa khawatir." Ujar Jungkook membuat Taehyung langsung mengerutkan kening. Perkataan Jungkook barusan entah kenapa membuat perasaan aneh itu kembali muncul.

"Khawatir?"

"Ya, aku khawatir padamu. Aku takut terjadi sesuatu padamu. Tapi syukurlah kau sudah merasa lebih baik." Jungkook mengakhiri senyumannya dengan seulas senyuman.

"Gomawo sudah mengkhawatirkanku, Kook." Balas Taehyung sambil menunjukkam seulas senyum tulusnya.

Jungkook hanya diam dan memilih untuk fokus ke layar datar di hadapannya tanpa menyadari jika Taehyung masih menatapnya dari samping.

"Kook?" Panggil Taehyung lagi.

"Ne?"

"Apa alasanmu memilih pekerjaan ini?" Tanya Taehyung tiba-tiba membuat Jungkook mengerutkan kening.

"Maksudmu? Menjadi asisten artis?"

"Ya.." Jungkook hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.

"Kook? Apa ada yang salah dengan pertanyaanku?"

"A-ah aniya..."

"Lalu?"

"Kau mau tahu alasan aku memilih pekerjaan ini?" Taehyung pun hanya menatap Jungkook tanpa berbicara apa-apa.

"Alasan terbesarku adalah.. Hoseok oppa." Jawab Jungkook.

"Hoseok? Kenapa?"

"Aku pikir dengan menjadi asisten, memberikan peluang besar untukku bertemu dengannya. Begitulah yang aku pikirkan."

"Karena itu?"

"Aku sangat merindukannya. Sudah setahun kebelakang kami tak pernah bertemu. Oppa tak pernah pulang ke Busan lagi. Ia selalu bilang jika ia memiliki pekerjaan yang tak bisa ditundanya. Karena itu aku berinisiatif untuk menyusulnya kemari dan memberikan kejutan padanya. Sekaligus aku juga ingin mengetahui tentang Seoul. Apakah Seoul semenarik apa yang selalu oppa ceritakan setiap malamnya padaku." Jelas Jungkook dengan raut sendu.

"Jadi kau belum pernah ke Seoul sebelumnya?"

"Ani. Appa dan eomma tak pernah mengijinkanku pergi. Mereka selalu bilang jika Seoul bukanlah tempatku."

"Jadi bagaimana bisa kau sampai disini jika..."

"Aku kabur, tentu saja."

"Mwo? Jadi orang tuamu sama sekali tak tahu jika kau ada disini? Di Seoul?"

"Ne."

"Dan kau tak pernah mengabarkan mereka?"

"Ne."

"Astagaaa.. Kau didalam masalah besar, Kook." Ujar Taehyung tak percaya. Jungkook pun kembali diam.

"Kau kan sudah bertemu dengan Hoseok dan sudah tahu jika dia... ya kau mengerti maksudku. Lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini? Berhenti?"

"Berhenti?"

"Ya. Bukankah alasanmu itu hanya karena ingin bertemu dengan Hoseok? Atau kau memiliki alasan lain?"

"Memang aku bisa berhenti begitu saja? Bagaimana dengan kontraknya?"

"Ahh ya kau benar. Kau masih terikat kontrak. Jadi jika tak ada kontrak, kau mau berhenti?" Tanya Taehyung lagi namun tak mendapat respon apa-apa dari Jungkook.

Melihatnya, Taehyung pun hanya bisa menghela nafasnya dan memfokuskan dirinya ke layar datar di hadapannya yang awalnya menampilkan sebuah program reality show, kini sudah berganti dengan sebuah drama romantis. Ia melirik ke arah Jungkook sekilas yang masih terdiam.

"Bagaimana denganmu?"

"Ne?"

"Apa alasanmu menjadi seorang model?" Tanya Jungkook membuat Taehyung kembali memandang Jungkook.

"Alasanku? Ya hampir sama denganmu. Aku melakukannya untuk seseorang."

"Seseorang? Kekasihmu?" Tanya Jungkook namun hanya dibalas seulas senyum dari Taehyung.

"Tunanganku."

"Tunangan?"

"Ah mungkin lebih pantas aku mengatakannya sebagai mantan tunanganku."

"M-mantan?"

"Hmm."

"Siapa?"

"Hmm?"

"Maaf jika aku lancang bertanya tapi.."

"Dia Jaeryn. Shin Jaeryn."

.

.

.

TBC

.

.

.

Well chap ini udah dikasih sedikit intipan masa lalunya Tae nih dan mian gak ada vkook moment nya disini :(( well chap depan juga aku mungkin masih ceritain flasback nya tae. Trus ada yang berminat dengan flashback nya kook sm hoseok juga disini? Dan juga sepertinya bakal ada moment" vkook jg di chap depan atau mungkin ada hot moment mereka? What? Hahahhaa liat nanti ya...

Aku cepet-cepet ngetik chap ini jadi maaf kalo ada kata-kata yang berantakan. Inginnya sih fast update demi menebus rasa bersalah aku karena sempet lama gak update-update ff ini. Dan sedikit miris sih makin kesini aku perhatiin review nya jadi makin sedikit. Mungkin karena cerita ini udah gak terlalu menarik lagi mungkin ya? Atau mungkin juga karena udah terlalu kecewa sama aku karena sangkin lamanya update but aku tetep semangat buat lanjutin ff ini buat kalian :)

Untuk kapan ending nya, aku gatau kapan. Dan ini sampai chap berapa aku juga gatau bakal sampai chap berapa. Aku gak bisa mastiin sekarang jadi maaf.. Dan aku pikir juga ff ini mungkin akan lama banget endingnya :(( jadi maaf jika kalian akan sangat bosan membaca ff ini :(((

Oke sekian cuap-cuapnya. See you at next chap :) tanya-tanya? Askfm Viee30 :) byebye :)))