Dangerous Pureblood
by
Coldnana
l
l
l
l
Cast : Nantikan dalam cerita.
Omegaverse, Chanbaek, Yaoi, Vampire, Fantasy, M-Preg
l
l
l
l
l
Kembali lagi nih author kece wkwk, sekedar ngingetin lagi Chapter ini juga sampe 8k #terharu.
Mau coba buat lebih panjang tapi 8k juga udah lumayan kan??
Ntar kalian bosen lagi bacanya wkwk.
Jangan bosen yaa bacanya #ehe
Dan keep review my story guys #Muehehe.
l
l
l
l
Happy Reading guys~~
l
l
l
l
"Apa ini?! Tidak mungkin?!" ucap Baekhyun terkejut.
Kemudian dia melanjutkan, "Bagaimana cara membacanya?" ujarnya kesal.
Jika kamu tidak bisa membacanya jangan seolah-olah berkata bahwa kamu bisa membacanya Byun Baekhyun, ckck.
Pria mungil itu terus membolak balikan kertas itu, membacanya berulang kali namun hasilnya nihil, tetap saja dia tak bisa mengerti isi dari kertas itu.
"Kertas apa sebenarnya ini?!" ujarnya frustasi.
"Mengapa ada tulisan berbahaya di sini?!"
Dari sekian banyak tanda dan tulisan di kertas itu Baekhyun hanya mengerti tulisan tanda bahaya yang tertera di kertas itu.
"Kertas apa sebenarnya ini?! Hasil apa ini sebenarnya?!"
"Apakah aku hamil atau tidak?! Mengapa ada tulisan tanda bahaya di sini?"
"Apakah kandungan ku berbahaya?! Atau malah kandungan ku dalam bahaya?!"
"Kertas apa sebenarnya ini?!"
Baekhyun terus berbicara sendiri, pria manis nan mungil itu terus bermonolog dengan dirinya sendiri, terhanyut dalam kebingungan dan juga rasa penasaran yang amat dalam dan besar.
~~~~~~~
Sementara itu di tempat lain Chan ho dan Yun hoo kembali bertemu dan melanjutkan perbincangan mereka yang belum selesai kemarin.
"Jadi apa sebenarnya yang ingin kau bicarakan?" ujar Yun hoo pada Chan ho yang memanggilnya untuk bertemu lagi.
Kemudian dia melanjutkan, "Kemarin kau tak sempat membicarakannya, tak mungkin kau hanya ingin membicarakan tentang putraku yang baru saja kau temui."
"Seperti biasa kau sangat tajam, tapi aku memang tertarik pada putramu, meskipun itu adalah pertama kali aku bertemu dengannya." ujar Chan ho terkekeh.
"Jangan melakukan hal aneh pada putraku!" ujar Yun hoo sedikit kesal.
"Tenang saja, aku takkan melakukan apa-apa pada putramu," ujar Chan ho kembali terkekeh.
Detik selanjutnya dia kembali melanjutkan perkataannya, "Kau menderita father complex sepertinya, terlalu protektif dan mencintai putramu sendiri." ejek Chan ho.
"Diam kau! Kau juga sama!"
"Hahaha..." gelak tawa terdengar dari mulut raja negeri vampire itu.
"Tentu saja, karena Chanyeol adalah putraku yang sangat berharga."
"Jangan mengejekku bila kau juga mengidap father complex, sialan!" umpat Yun hoo.
Chan ho kembali tertawa, membuat Yun hoo merasa jengkel. Kemudian dia bersuara,
"Sudahlah! Hentikan pembicaraan konyol ini! Jadi apa yang ingin kau bicarakan sebenarnya?" ujar Yun hoo tanpa berbasa-basi, jujur dia merasa sedikit frustasi.
Tiba-tiba wajah Chanho berubah menjadi serius, detik selanjutnya dia bersuara, "Mereka kembali." ujarnya dengan nada penuh amarah, bahkan aura yang di keluarkannya begitu mengerikan.
Yun hoo terkejut, sangat terkejut, kemudian dia bertanya pada Chan ho, "Mereka? Maksudmu..."
Ucapannya terpotong begitu saja kala Chan ho yang sudah di liputi amarah memotong ucapannya dan bersuara, "Benar, mereka, Dark Blood, para bajingan itu kembali ke Alahontas." ujarnya penuh amarah, bahkan kuku-kuku jarinya memutih karena terlalu kuat dia mengepalkan tangannya membentuk sebuah tinjuan.
Seketika wajah Yun hoo menggelap, dia benar-benar murka, kedua tangannya mengepal dengan sangat kuat hingga kuku-kukunya berubah menjadi putih, aura mengerikan, tepatnya aura membunuh dia keluarkan, wajah penuh murka dia perlihatkan.
Suasana di tempat itu benar-benar tidak bisa di gambarkan dengan kata-kata, membayangkannya saja kalian takkan sanggup karena suasana di tempat itu benar-benar mengerikan sekarang.
"Apa yang sedang mereka rencanakan?! Apalagi yang mereka rencanakan sekarang?!" geram Yun hoo.
"Aku tak tahu, kabar ini benar-benar menggangguku, kita harus bersiap untuk kemungkinan terburuk." ujar Chanho lagi.
"Dark Blood!" jerit Yun hoo penuh amarah.
'Dark Blood' sebutan bagi para vampire berbahaya, keberadaan mereka terlarang dan sangat rahasia, darah kegelapan mengalir pada tubuh vampire-vampire itu.
"Jagalah putramu Yun hoo, aku juga akan menjaga putraku." ujar Chan ho kemudian.
Yun hoo menganguk mantap, kemudian berkata, "Tentu saja, takkan ku biarkan Baekhyun terluka lagi, aku telah bersumpah untuk selalu menjaganya, takkan kubiarkan mereka menyakitinya!"
"Apa maksudmu?" ujar Chan ho bingung.
"Putraku pernah menjadi korban keganasan Dark Blood!"
Chan ho sangat terkejut dengan fakta yang baru saja Yun hoo ucapkan, kemudian dia bersuara, "Dia terlibat dalam insiden itu?!" ujar Chan ho tak percaya.
"Benar, Baekhyun terlibat dalam insiden itu." ujar Yun hoo setelahnya.
"Apa dia ingat kejadian itu?"
"Tidak, dia kehilangan ingatannya,"
Dia menghentikan ucapannya sejenak, menarik nafas dalam lalu menghembuskannya, kemudian dia melanjutkan ucapannya,
"Baekhyunku sangat berharga, aku bersumpah takkan mengulangi kesalahanku lagi! Aku bersumpah hal mengerikan itu takkan terjadi lagi pada Baekhyunku!" nadanya terdengar sangat lirih dan rapuh.
Entah mengapa dia kembali tercekat dan merasakan penyesalan yang mendalam mengingat kesalahannya di masa lalu, kesalahannya yang membuat Baekhyun menjadi terluka dan menderita.
"Aku juga akan menjaga Chanyeolku, dia tak tahu menahu soal Dark Blood." ujar Chan ho kemudian.
"Putraku mati karena mereka, aku takkan membiarkan mereka menyentuh Chanyeolku, cukup satu dan untuk selamanya aku kehilangan putra berhargaku!" lanjut Chan ho lagi.
"Putraku terluka karena mereka! Takkan kubiarkan mereka menyentuh Baekhyun walau hanya ujung rambutnya!" ujar Yun hoo kemudian.
"Kita harus melindungi putra-putra kita." ujar Chan ho mantap.
"Apa yang sebenarnya mereka incar? Mengapa mereka menargetkan putra-putra kita?!" ujar Yun hoo geram.
"Entahlah, yang jelas mereka sudah keterlaluan!" ujar Chan ho.
"Kita harus melindungi mereka, bahkan bila harus mengorbankan nyawa kita, kita harus melindungi mereka!" lanjutnya kemudian.
"Tentu saja! Baekhyunku lebih berharga dari apapun! Nyawapun akan ku berikan demi melindunginya!" ujar Yun hoo mantap, tak ada keraguan sedikitpun dalam diri dokter paruh baya itu.
~~~~~
Sementara itu di Deven, kota kecil lumayan jauh dari ibu kota kerajaan, Grandeus, terdapat beberapa vampire tengah berbincang.
"Jadi dia yang kau bicarakan itu?" ujar salah satu vampire memulai pembicaraan.
Saat ini mereka sedang berada di aula besar yang sangat rahasia, mereka memperhatikan gambar Baekhyun dengan seksama.
"Benar, namanya Baekhyun." sahut vampire lain di ruangan itu.
"Diakah salah satu yang selamat dari peristiwa itu?!" vampire lainnya bertanya lagi.
"Benar, dia salah satunya." sahut vampire yang sama.
"Dia berbahaya!" ujar vampire lain.
"Benar dia berbahaya!" vampire lainnya menyahuti.
"Apa yang harus kita lakukan padanya?" ujar vampire lain, sepertinya vampire ini adalah pemimpin mereka.
"Tuan, kita harus segera menyingkirkan hama ini! Byun Baekhyun benar-benar mengganggu!" Singkirkan dia! Bunuh dia!"
"Benar! Bunuh dia!"
"Bunuh anak sial itu! Bunuh Byun Baekhyun!"
"Bunuh! Bunuh! Bunuh!"
Tiba-tiba suasana di dalam aula tempat mereka mengadakan pertemuan itu mendadak menjadi ricuh dengan teriakan-teriakan dari berbagai penjuru ruangan.
Semua teriakan itu sama, isinya adalah meminta untuk menyingkirkan Byun Baekhyun, lebih tepatnya membunuhnya.
~~~~~~
Kembali ke Grandeus, ibu kota negeri para vampire, Alahontas. Lebih tepatnya di Istana Kristal, sang ratu, Chan hee, sedang terlelap dalam tidurnya.
Wanita cantik itu tertidur sangat lelap, dia sangat merindukan putranya, Chanyeol, satu-satunya yang dia miliki setelah kepergian Yun Hwa dan Chan In.
"Yun Hwa! Ti-tidak! Kalian tak bisa!" tiba-tiba Chanhee meracau dalam tidurnya, sepertinya dia bermimpi buruk.
Pelipisnya di penuhi keringat dingin, air mata mengalir di kedua sudut matanya, wajahnya menampilkan raut yang amat gelisah dan terluka.
Seperti Chanho yang bersahabat baik dengan Yunhoo, Chanhe juga bersahabat baik dengan Yun Hwa.
"Yun Hwa maafkan aku." Ratu vampire itu masih meracau dalam tidurnya.
"Yun Hwa kau mau kemana?!"
"Yun Hwa jangan tinggalkan aku!"
"Yun hwa! Yun hwa! Yun hwa!" Chanhe terus meracau tiada henti.
Dia bermimpi tentang sahabatnya, Yun hwa, ibu dari Baekhyun.
"Yun hwa kau tidak bisa melakukan itu!"
"Yun hwa apa yang ingin kau lakukan?!"
"Tidak Yun hwa! Tidak boleh!"
"Yun hwaaaaa...!"
Ratu negeri vampire itu terbangun dari tidurnya, mimpi buruk yang baru saja dia alami masih tercetak jelas di ingatannya, dia tak kuasa menahan air matanya.
"Yun hwa terima kasih." ucapnya tulus, air mata mengalir deras membentuk dua buah sungai di kedua pipi wanita cantik itu.
"Sepertinya aku harus mengunjungi sahabat menyebalkanku itu." ujarnya kemudian, air mata masih menghiasi wajah cantiknya namun kali ini sedikit senyuman terbit di wajahnya.
~~~~~~
Sementara itu, Yun hoo yang telah menyelesaikan perbincangannya dengan Chanho, bergegas kembali untuk mengecek proses pengambilan sperma yang berlangsung hari ini.
Ini adalah proses pengambilan sperma terakhir, setelah itu baik Chanyeol maupun Baekhyun takkan bertemu lagi.
Hubungan mereka cukup sampai di sini, dan Yun hoo benar-benar berharap mereka tak kan bertemu satu sama lain lagi di masa yang akan datang.
Cukup sekarang mereka bertemu, dia tak akan membiarkan hal ini terus berlanjut, apalagi sampai mereka saling jatuh cinta dan saling menyakiti, Yun hoo tak akan membiarkan itu terjadi.
Dokter paruh baya itu bergegas ke ruangan dimana Chanyeol berada, lebih tepatnya ruangan dimana proses pengambilan sperma di lakukan.
Ketika hendak mengetuk pintu dan masuk, Yunhoo mendengar Chanyeol bermonolog dengan dirinya sendiri.
"Mengapa si kerdil itu berubah drastis?!"
"Mengapa dia diam saja?!"
"Mengapa dia terlihat seperti robot?!"
"Mengapa dia terlihat seperti mayat hidup?!"
"Mengapa dia begitu dingin padaku?!"
"Sialan kau Byun Baekhyun!"
Perkataan-perkataan itu terus keluar dari mulut pangeran tampan itu, terlalu fokus memikirkan sikap si mungil yang berubah drastis kepada dirinya membuat Chanyeol lupa akan keadaan sekitar.
Yun hoo masih setia mendengarkan dari balik pintu, sedikit kesal dengan umpatan-umpatan yang pangeran tampan itu keluarkan.
Dalam hati dia bergumam, "Park Chanyeol! Kau berhutang banyak penjelasan padaku!" geramnya menahan amarah.
Chanyeol masih sibuk bermonolog dengan dirinya sendiri, "Mengapa wajahnya terlihat begitu sedih dan terluka?!"
Perkataan terakhir Chanyeol membuat Yunhoo tak bisa lagi membendung amarahnya.
Kata-kata itu terekam jelas dalam otaknya, terngiang-ngiang bagai kaset rusak,
Sedih dan terluka.
Sedih dan terluka.
Sedih dan terluka.
Putra mungil kesayangannya, merasa sedih dan terluka!
Tanpa berkata apa-apa lagi, secara tiba-tiba Yunhoo mendorong pintu ruangan itu dengan keras membuat Chanyeol terkejut bukan main, amarah menyelimuti dokter paruh baya itu sekarang.
Tanpa memikirkan akibatnya, tanpa memandang statusnya, dia menerobos masuk dengan penuh amarah, dia tak peduli jika Chanyeol adalah pangeran, dia hanya ingin menghajar orang yang telah membuat putranya terluka!
"Apa yang baru saja kau bilang tadi?!" ujar Yunhoo penuh amarah, dia bahkan melupakan tata krama dan sopan santun dalam berbicara.
"Apa yang terjadi pada putraku?!" lanjutnya lagi.
Chanyeol hanya diam, dia terlalu terkejut, Yunhoo mengeluarkan aura yang begitu mengancam, aura yang berbeda dari kebanyakan vampire, satu hal yang dapat pangeran tampan itu simpulkan bahwa Yunhoo bukanlah vampire biasa.
"Ayo jawab!" ujar Yunhoo dengan nada membentak.
"Aku tak tahu." ucap Chanyeol datar, dia berusaha menstabilkan kondisinya, karena sumpah demi apapun, aura Yunhoo benar-benar menggangunya.
"Kau tak tahu?!" ujar Yunhoo dengan suara meninggi.
"Ya."
"Bagaimana bisa kau tak tahu?! Kau sendiri yang mengatakan bahwa wajah putraku terlihat sedih dan terluka!"
"Bagaimana aku bisa tahu apa yang terjadi padanya?!" ujar Chanyeol masih datar.
"Jangan bercanda! Apa yang kau lakukan padanya?! Kau pasti melakukan sesuatu pada putraku!"
"Aku tidak melakukan apapun!"
"Kau melakukannya! Kau menyakiti putraku! Brengsek kau! Aku tak peduli kau pangeran, calon raja atau apapun! Berhenti menyakiti putraku!"
"Aku tak menyakitinya!"
"Benarkah?! Kau lupa apa yang telah kau lakukan pada putraku?!"
"Apa?!"
"Kau memperkosanya!"
Chanyeol tercekat, dia tak menyangka bahwa Yunhoo mengetahui hal itu.
~~~~~~~
Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di Heavenia, tempat sakral nan suci dimana vampire-vampire yang telah tiada bersemayam.
Chanhee sedang menatap sendu ke arah sebuah batu yang bertuliskan 'Yun Hwa', dengan lirih dia berkata, "Apa kabarmu Yun Hwa?"
Kemudian dia melanjutkan, "Kau tahu, aku memimpikanmu."
"Aku merindukanmu Yun hwa." ucapnya lagi diiringi air mata yang membasahi pipi mulusnya.
Ratu vampire itu masih memandangi batu itu seolah-olah itu adalah Yun hwa yang bisa dia ajak berbicara.
"Terima kasih atas pengorbananmu Yun hwa."
"Maafkan aku."
"Seharusnya kau tak melakukan itu, kau tahu Yun hwa, pada akhirnya pengorbananmu itu sia-sia, dia, Chan in, tetap pergi meninggalkan kita, dia pergi di hari yang sama denganmu."
"Jangan sedih Yun hwa, aku yakin Chan in pasti sedang bersamamu, dia menemanimu dengan baik kan?"
"Aku senang karena kau datang tepat waktu saat itu, karenamu aku tak harus kehilangan lebih banyak lagi."
Ratu negeri vampire itu mengelus-ngelus batu bertuliskan nama sahabat baiknya itu dengan penuh kasih sayang seolah dia sedang mengelus kepala Yun hwa.
~~~~~~
Sementara itu, dari kejauhan terlihat dua orang vampire tengah memperhatikan gerak gerik Chan hee.
"Ciiihh, mengapa dia disini?!" ujar salah satu vampire tak suka.
"Benar, apa yang di lakukan wanita sialan itu di sini?!"
"Sepertinya dia mengunjungi si bodoh Yun hwa." ujar salah satu vampire dengan nada meremehkan.
"Aku pikir dia sudah melupakan Yun hwa sialan itu." ujar vampire lain terkekeh.
"Benar-benar kombinasi yang menggelikan."
"Duo bodoh." ejek vampire lain.
"Kapan dia akan pergi?! Mengganggu saja!" ujar vampire satunya tak sabar.
"Sabar sayang."
"Tapi...kita harus segera ke sana, ke pusat heavenia tempat dimana grimoir tersimpan." ujarnya frustasi.
"Jangan terburu-buru sayang."
"Tenanglah." ujarnya lagi.
"Merepotkan sekali Ratu sialan itu! Apa kita serang saja dia?! Kita bunuh bila perlu!" geram vampire itu.
"Jangan gegabah! Kau tahu kan siapa yang kita hadapi?! Dia Ratu negeri ini! Dia termasuk salah satu vampire berbahaya."
"Ya aku tahu! Aku hanya kesal saja! Dan lihat itu! Dia menangis di depan batu Yun hwa! Benar-benar menjijikan!"
Dia menghentikan ucapannya sebentar, lalu melanjutkan, "Wanita sialan dan lemah seperti Yun hwa untuk apa di tangisi! Dia hanya wanita bodoh! Ratu juga sama bodohnya dengan Yun hwa!"
"Jangan bicara sembarangan, jika saja Yun hwa waktu itu sedang dalam kondisi baik, maka dia tak akan mati! Yun hwa itu sama kuatnya dengan baginda Ratu!" ujar kekasihnya mengingatkan.
"Aku tak peduli! Mati tetaplah mati! Lemah tetaplah lemah!" ujarnya datar.
~~~~~~
Chan ho sedang berjalan menuju ke ruangan dimana Yun hoo dan Chanyeol berada, dia memang berniat untuk langsung kembali ke istana setelah perbincangannya dengan Yun hoo selesai.
Namun ada sesuatu yang dia tinggalkan di ruangan Chanyeol dan dia ingin menyampaikan sesuatu pada Chanyeol putranya.
Ketika dia hampir sampai di ruangan tempat Chanyeol berada, dia mendengar Yunhoo sedang berteriak.
"Kau memperkosanya!"
Teriakan Yunhoo membuat Chanho terkejut bukan main, dia menajamkan pendengarannya untuk mendengar pembicaraan Yunhoo dan putranya lebih lanjut.
"Bagaimana..." ucap Chanyeol terkejut.
"Bagaimana aku tahu?!" jawab Yun hoo cepat.
"Aku melihatnya! Kau tahu putraku sangat menjaga keperawanannya, dia selalu berkata bahwa itu hal berharga yang di jaga hanya untuk matenya kelak!"
"Aku tidak bermaksud..." ucapan Chanyeol terpotong oleh perkataan Yun hoo
"Kau mau bilang kau tak sengaja begitu?! Kau tak bermaksud memperkosanya?! Lalu apa yang kau lakukan itu?!"
"Kau yang memberiku obat perangsang itu! Kau yang menuntunku menuju ke dalam ruangan dimana putramu berada! Bukankah itu semua dirimu yang melakukannya?! Kau lupa?!" ujar Chanyeol pada akhirnya.
"Apa maksudmu?! Aku tidak pernah..." seketika ucapan dokter paruh baya itu terhenti, dia teringat hari dimana pangeran memperkosa putranya.
Kekacauan itu.
Kebakaran yang terjadi.
Dan orang yang memukulnya dari belakang.
Dia kembali mengingat fakta yang sempat dia lupakan.
Detik selanjutnya dia berkata, "Tunggu dulu, maksudmu kau memperkosa Baekhyun dalam pengaruh obat perangsang?! Dan...dan jangan bilang kalau obat itu berhasil?!"
"Obat itu berhasil, aku bahkan merasakan heat yang begitu hebat, hingga aku tak sadar akan apapun!"
"He-heat?" ujar Yun hoo terkejut.
"Ya benar, saat aku sedang berjalan dengan linglung akibat pengaruh heatku yang hebat, kau menuntunku ke ruangan Baekhyun."
"Aku?!"
"Ya paman, kau sudah ingat sekarang?"
"Aku tidak pernah melakukan hal seperti itu!!" teriak Yunhoo frustasi.
"Jangan berbicara omong kosong paman!! Jelas-jelas kau yang melakukan semua itu!!"
"Aku tidak melakukannya, bahkan ku kira obat itu hancur bersama lab yang juga hancur!!"
Chan ho yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka, merasa sangat terkejut, dengan cepat dia masuk, memotong pembicaraan ke dua vampire itu.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?!"
"A-ayah..." ujar Chanyeol terkejut.
"Cha-chanho, sejak kapan kau di sini?!" ujar Yun hoo tak kalah terkejut.
"Sejak tadi," ucap Chan ho datar.
Kemudian dia melanjutkan, "Sekarang beritahu aku tentang hal menarik yang sedang kalian bicarakan ini!" ujar Chanho disertai nada sedikit memerintah.
"Ayah...aku tak bermaksud melakukan hal itu." ucap Chanyeol cepat.
Sebelum raja negeri itu sempat menjawab perkataan Chanyeol, Yun hoo sudah terlebih dahulu berbicara,
"Tadinya aku tidak mau mengatakan hal ini padamu, aku akan menceritakan semuanya."
"Paman! Kau tak bisa..." ucapan Chanyeol terpotong begitu saja kala Yunhoo menatapnya tajam dan kembali mengeluarkan aura mengancam.
"Diam kau! Ini masalah serius! Ayahmu harus tahu semuanya!"
"Tapi paman..." ucapan pangeran tampan itu kembali terpotong kala Chan ho berucap, "Pilihanmu hanya satu Chanyeol, berkata jujur, ayah sudah memergoki kalian, tak ada gunanya menyembuyikannya lagi!"
Chanyeol hanya bisa diam seribu bahasa, dia tak bisa berkata apa-apa lagi.
Yun hoo memberikan isyarat pada Chan ho untuk menyuruh Chanyeol keluar, Chan ho sempat kebingungan namun akhirnya dia menyadari bahwa masalah yang akan mereka bicarakan itu sangat serius, sehingga dia memutuskan untuk menyuruh putranya keluar.
"Keluarlah dulu Chanyeol." ujar Chanho kemudian.
"Tapi ayah..."
"Tidak ada bantahan!"
Chanyeol berjalan dengan gontai, dia tak rela meninggalkan ruangan itu.
"Chanho, aku punya firasat buruk mengenai ini." ujar Yunhoo setelah kepergian Chanyeol.
"Apa ini ada hubungannya dengan mereka?"
"Aku rasa iya."
"Apa yang sebenarnya terjadi?!"
"Aku rasa mereka sudah lama bergerak bahkan sebelum kita menyadarinya."
"Apa maksudmu? Jelaskan padaku!"
"Biar aku mulai, kau ingatkan sekitar 5 bulan yang lalu aku memintamu untuk meninggalkan putramu di rumah sakit dengan alasan pengambilan sperma membutuhkan waktu yang lama agar mendapatkan sperma yang berkualitas."
Chanho hanya mengangguk tanda dia mengingat hal itu.
"Sebenarnya itu hanyalah kebohongan, Chanyeol putramu sebenarnya tidak bisa ereksi dan dia benar-benar mengancam akan membunuhku dan keluargaku jika aku memberitahumu, aku tak bisa memberitahumu, nyawa putraku dalam bahaya!"
Chanho tercekat, kemudian dia berkata, "Lalu? Jika dia tidak bisa ereksi bagaimana dia bisa memperkosa putramu?!"
"Itulah yang membuatku bingung! Aku terkejut bukan main saat menemukan pangeran berada di ruangan putraku dan sedang memperkosanya!"
Dia menghela nafasnya, menghentikan sejenak ucapannya kemudian melanjutkan, "Saat aku hendak menghentikan kegilaan itu seseorang memukulku dari belakang!" ucapnya serius.
"Jangan bilang itu adalah rencana mereka?"
"Aku takut jika itu benar."
"Kita lengah, mereka kembali menargetkan putra-putra kita!"
"Dan mereka berhasil membuat Chanyeol dan Baekhyun melakukan ritual penyatuan tubuh itu!" geram Yunhoo.
"Bagaimana bila putramu hamil Yunhoo?!"
"Aku tak tahu! Dengan berat hati aku harus memaksanya menggugurkan kandungannya jika dia memang benar hamil!"
"Kau yakin?!"
"Tentu saja! Seluruh negeri vampire akan membunuhnya jika dia mencoba mempertahankan kandungannya!"
"Maafkan putraku." sesal Chanho.
"Dia tak bersalah, dia hanya terjebak dalam rencana jahat mereka, jangan biarkan dia tahu bahwa kejadian malam itu, saat dia memperkosa Baekhyun bisa membuat putraku mengandung anaknya, dia sepertinya tak menyadari hal itu, begitu lebih baik,"
"Entah mengapa aku merasa bahwa Chanyeol dan putraku memiliki sifat yang mirip, dia pasti akan mempertahankan kandungan Baekhyun seperti halnya putraku yang akan mempertahankan kandungannya." lanjutnya lagi.
"Jika memang begitu sifat Baekhyun, bagaimana kau akan membuatnya menggurkan kandungannya?!"
"Aku tak akan menyuruhnya menggugurkan kandungan itu secara terang-terangan, aku akan memberikan putraku ramuan penggugur kandungan."
"Aku sebenarnya tak menyetujui rencanamu itu, biar bagaimana pun jika benar Baekhyun mengandung anak Chanyeol, maka anak dalam kandungannya adalah cucu kita berempat, aku, kau, Chanhee dan Yun hwa,"
Dia menghentikan ucapannya sejenak, memejamkan matanya, menghembuskan nafasnya berat,
"Sejujurnya dia sangat berharga, aku tak mau kehilangan cucu pertamaku jika Baekhyun benar-benar hamil, namun aku setuju dengan usulmu, kita harus menggugurkan kandungannya, begitu lebih baik." ujarnya sedikit sedih.
~~~~~~
Sementara itu Baekhyun yang dilanda rasa penasaran yang amat sangat besar, membawa serta kertas yang dia temukan dan mencoba mencari keberadaan ayahnya.
"Aku harus tahu apa maksud dari kertas ini!" ujarnya kembali bermonolog.
Chanyeol yang telah di usir dari ruangannya sibuk menggerutu dan bermonolog dengan dirinya sendiri.
"Mengapa aku yang disalahkan?! Menyebalkan!"
"Bukankah ini semua ulah paman Yunhoo?! Dia yang menjebakku! Dia yang memberikan obat perangsang itu dan menuntunku ke ruangan tempat putranya di rawat!" ujar Chanyeol kesal.
Setelahnya dia melanjutkan ucapannya, "Sebegitu inginkah dia menjadi bagian dari keluarga kerajaan?! Ini pasti bagian dari rencananya! Menggunakanku sebagai kambing hitam?! HAH! Beraninya dia!" ujarnya penuh amarah.
Kedua vampire itu sedang sibuk berbicara sendiri, menggumamkan berbagai pemikiran dan dugaan yang mereka miliki, hingga tanpa sadar mereka akhirnya bertabrakan.
Baekhyun yang terjatuh ke bawah karena tubuhnya yang mungil, sementara Chanyeol baik-baik saja di tempatnya.
"Auuchh, ma-maafkan saya." ujar si mungil sopan, meski sebenarnya tidak ada yang salah di antara mereka.
Baekhyun mendongakan wajahnya untuk melihat siapa orang yang di tabraknya, betapa terkejutnya dia saat melihat Chanyeol yang menatapnya datar, dia merutuki takdir yang begitu kejam membuatnya kembali bertemu dengan sang pangeran.
Chanyeol mengeluarkan aura yang sangat menyeramkan, tiba-tiba saja dia mendorong Baekhyun yang sudah bangkit dari jatuhnya ke arah dinding.
Pangeran tampan itu tanpa rasa kasihan mendorong si mungil membentur dinding dan dia mencekiknya dengan satu tangannya hingga kaki si mungil tak lagi menapak di lantai rumah sakit.
"Kau benar-benar rendahan rupanya! Dasar omega rendahan! Licik!"
Baekhyun yang tak mengerti apa-apa dengan segenap kekuatan yang dia miliki berusaha meronta agar Chanyeol mau melepaskan cekikannya.
Bukannya di lepaskan, cekikan itu malah tambah semakin kuat, membuat si mungil merasa sesak.
"Berhenti meronta jika tidak ingin mati!" ucap Chanyeol dengan nada dominan serta mata yang menatap tajam ke arah si mungil.
Baekhyun akhirnya pasrah, dengan sisa kekuatan dan kesadaran yang di miliki, pria mungil itu berusaha menjawab perkataan Chanyeol, "A-a-apa ma-ma-maksudmu?"
"Tidak usah berlagak bodoh! Dasar kau omega rendahan! Tidak hanya rendahan kau juga licik rupanya! Katakan apa rencanamu?! HAH?!" ujar Chanyeol penuh amarah.
"A-a-aku ti-tidak me-mengerti..." Baekhyun tetap berusaha menjawab meskipun dia kesulitan.
Cengkraman tangan Chanyeol di lehernya semakin kuat seiring dengan amarah yang menguasai sang pangeran, Baekhyun yakin itu pasti akan berbekas di lehernya.
"Kau masih menyangkal?! Ah...aku tahu! Kau bilang aku memperkosamu?! Bukankah kau juga menikmatinya?! Dasar kau pelacur!" sindir Chanyeol.
Kemudian dia melanjutkan ucapannya, "Sudah berapa banyak vampire yang kau jebak?! Sudah berapa banyak Alpha yang kau jebak?! Sudah berapa banyak kau membuka lebar kakimu itu untuk disetubuhi?! Berapa bayaranmu?! HAH?! Dasar pelacur! Begitu rendahan, ckck."
Perkataan Chanyeol kali ini menghancurkan hati Baekhyun, bahkan perkataannya tempo hari masih belum bisa si mungil lupakan, dan sekarang?! Tanpa peringatan, tanpa sebab apapun, tak ada angin tak ada hujan, Baekhyun bahkan tidak melakukan apapun dan Chanyeol mengatainya pelacur!
Baekhyun tak kuasa menahan air matanya, dia begitu terluka, dia tak tahu apapun, perkataan Chanyeol sungguh menyakitkan, air mata mengalir dari kedua mata indahnya membentuk dua buah sungai di pipinya.
Itu bukanlah air mata kebahagian, bukan juga air mata manja, itu adalah air mata kesakitan, air mata yang tak sanggup lagi dia tahan, karena sumpah demi apapun tak hanya hatinya yang sakit tubuhnya yang terbentur dan cekikan di leher yang semakin kuat nyatanya meninggalkan sakit yang mendalam.
Lebih dari itu, hatinya sangat sakit, dia terluka, hatinya bagai di tusuk seribu jarum, hinaan itu, hinaan yang tak sepantasnya dia dapatkan, hinaan yang menyakitkan.
"Hentikan air mata palsumu itu! Itu menjijikan!" bentak Chanyeol pada si mungil.
Baekhyun tak sanggup lagi, dengan segenap kekuatannya Baekhyun kembali meronta, dia tak peduli lagi jika memang harus mati sekarang, bahkan jika dia mengandung, dia tak peduli, biarkan dia mati bersama dengan bayi yang di kandungnya.
Pria mungil itu bahkan melupakan tujuan awalnya, kertas yang dia pegang sudah kusut tak karuan, dia tak peduli lagi dengan semua ini, dia terlalu lelah, mengapa semua orang selalu memperlakukannya seperti ini?!
Mengapa semua orang selalu membencinya, bahkan dulu ayahnya membencinya sehingga dia menutup dirinya, sulit bagi Baekhyun untuk membuka diri dan mengutarakan apa yang dirasakannya.
Apa memang hidupnya tak ada artinya?! Apa memang dia tak pantas hidup?! Apa memang ini takdirnya?! Mengapa takdir begitu kejam?! Mengapa tak sekalian saja mencabut nyawanya?! Mungkin mati adalah pilihan terbaik!
Dia bisa bersama ibunya, Yun hwa dan juga dia bisa bertemu kembali dengan Baek boom, kembarannya yang meninggalkannya ketika peristiwa yang dia sama sekali tak ingat, di kehilangan ingatannya, dia bahkan lupa bagaimana rupa Baek boom jika tak ada gambarnya.
Semua menyalahkan Baekhyun atas kepergian Baek boom, dia tak ada artinya, tak ada gunanya di banding Baek boom, seorang Alpha kebanggaan keluarga Byun, dia hanyalah omega, tak ada yang bisa di banggakan dari dirinya, dia kembali mengingat perkataan Chanyeol yang mengatainya omega rendahan, mungkin itu benar.
Terkadang Baekhyun ingin menyalahkan takdir, mengapa takdir begitu kejam?! Mengapa dia harus terlahir sebagai omega Sementara kembarannya seorang Alpha?! Tuhan benar-benar tidak adil!
"Bunuh aku!" ujar Baekhyun pada akhirnya, semua beban yang dia tanggung selama ini meledak keluar, sekarang tak ada lagi semangat hidup yang dia miliki, dia hanya ingin mati, dia berfikir mati adalah jalan terbaik.
"Kau bilang apa?!"
"Bunuh aku! Kau bisa membunuhku?! Bukankah kau membenciku?! Bunuh aku sekarang!"
Seketika Chanyeol melepaskan cekikannya, membuat Baekhyun terbatuk dan menarik nafas dalam, keadaan si mungil sungguh menyedihkan.
"Cih kau ingin mati?" sindir Chanyeol, sedikit menyesal dengan perlakuannya pada si mungil, tapi rasa bencinya lebih besar.
Kesalah pahaman yang terjadi membuat Chanyeol benar-benar menganggap bahwa Baekhyun dan ayahnya telah menjebaknya.
"Benar! Mungkin mati lebih baik! Tak akan ada yang terluka atau merasa kehilangan diriku bila aku mati! Kau juga pasti senangkan jika aku mati?! Maka bunuh aku sekarang!"
~~~~~~~~
Sementara itu, Chanho dan Yunhoo telah selesai berbicara, ketika mereka melewati koridor rumah sakit, dari kejauhan mereka melihat Chanyeol dan Baekhyun sedang bertengkar.
"Cih! Mati katamu?! Aku bahkan tak sudi untuk menyentuhmu! Omega rendahan, licik, dan pelacur sepertimu bahkan tak pantas untuk di bunuh olehku!"
Dia berhenti sejenak, kemudian kembali melanjutkan, "Untuk apa aku mengotori tanganku dengan membunuhmu?! Itu terlalu menjijikan! Jika kau ingin mati mengapa harus minta aku yang membunuhmu?! Bunuhlah dirimu sendiri! Dasar rendahan!"
Baekhyun benar-benar terluka, dirinya hancur, hatinya hancur, jiwanya hancur, semangat hidupnya hancur, sekarang dia mengerti betapa tidak berharganya dirinya, betapa tak ada artinya dia hidup di dunia ini!
Nyatanya Chanho dan Yunhoo yang mendengar dengan jelas perkataan Chanyeol, begitu terkejut, bahkan Yunhoo sudah mengepalkan tinjunya erat, Chanho merasa sangat kecewa dengan perkataan putranya.
Dua pria paruh baya itu hanya berjarak beberapa meter dari dua insan yang sedang bertengkar itu, ketika Yunhoo berjalan mendekat dan ingin bersuara perkataan Baekhyun membuatnya merasakan sakit yang amat dalam.
Dengan lirih Baekhyun berkata, "Hahaha...Kau benar, aku rendahan, tak seharusnya aku meminta kau, pangeran negeri ini untuk mengotori tanganmu dengan membunuhku, benar sekali aku harusnya mengakhiri hidupku sendiri, hidup yang tak ada artinya ini, hidup yang hanya menyusahkan orang lain, hidup yang penuh akan kebencian dari orang-orang."
Pria mungil itu menghentikan ucapannya, menutup matanya, menarik nafas perlahan lalu menghembuskannya, setelah itu dia kembali berkata, "Bahkan a-a-ayahku membenciku! Apa gunanya aku hidup?! Tak ada yang menginginkan omega rendahan, licik dan seorang pelacur seperti yang kau katakan, aku hanyalah makhluk rendahan!" jeritnya frustasi.
"Seperti yang anda inginkan, saya akan membunuh diri saya sendiri, saya permisi." lanjutnya lagi, tiba-tiba saja nadanya berubah menjadi formal.
Nyatanya perkataan Baekhyun membuat semua yang mendengarkannya terluka, dia bahkan mengatai dirinya sendiri makhluk rendahan, pria mungil itu pastinya sangat terluka sekarang, bahkan Chanyeol merasa sedikit sakit tanpa dia sadari.
Ketika Baekhyun berbalik dan hendak pergi, dia melihat Chanho dan Yunhoo ada di hadapannya.
"A-ayah?" ucap si mungil terkejut.
Chanyeol menoleh dan mendapati ayahnya dan Yunhoo berjarak tidak jauh darinya dan berada tepat di hadapan si mungil.
"Pa-rk Chan-yeol!" ujar Yunhoo menekankan setiap suku kata membentuk nama sang pangeran, dia di selimuti amarah yang besar.
"Apa?" ujar Chanyeol datar.
"Kau masih bertanya apa?! Apa yang kau lakukan pada putraku HAH?!"
"Aku tak melakukan apapun! Hanya memberi pelajaran padanya!" ucap Chanyeol masih datar.
"Pelajaran?! Apa maksudmu HAH?!" Apa kesalahan putraku?!"
"Tak usah berpura-pura paman! Kau sangat ingin menjadi bagian dari keluarga kerajaan kan?! Licik sekali kau menjadikan aku kambing hitam! Jangan pernah bermimpi menjadi bagian dari keluarga kerajaan! Ciih...aku bahkan tak sudi!"
"Kau brengsek! Aku bahkan tak sudi menjadi bagian dari keluarga kerajaan! Tanpa menginginkannya aku sudah memilikinya!"
"Ayah hentikan." ucap Baekhyun tiba-tiba.
Yunhoo beralih menatap putra mungilnya, perkataan Baekhyun masih tercetak jelas dalam otaknya, jadi putranya itu masih mengingat hal itu, atau mungkin sampai sekarang dia masih berfikir bahwa Yunhoo membencinya, itulah sebabnya Baekhyun begitu menutup dirinya.
Lama dia menatap wajah Baekhyun yang masih menyisakan air mata yang sedikit mengering, dia tahu putranya begitu terluka, dan dia juga menjadi alasan mengapa putranya terluka, itu menghancurkan hatinya.
Matanya menangkap bekas kemerahan di leher Baekhyun, dia bergegas melihat lebih jelas bekas apa itu, dia tahu itu apa, bekas jari yang tercetak dengan jelas di leher putih mulus milik putranya.
"Kau mencekiknya?! Brengsek! Kau mencekik putraku!" teriak Yunhoo pada Chanyeol.
"Dia pantas mendapatkannya, pelacur sepertinya pantas mendapatkan hal itu!"
"Chanyeol! Jaga ucapanmu!" ucap Chanho kemudian.
"Ayah mereka itu licik! Mereka menjebakku! Entah sudah berapa banyak Alpha yang mereka jebak, entah sudah berapa kali si pelacur itu membuka lebar kakinya untuk di setubuhi!"
"Kau brengsek!! Untuk apa aku menjebakmu?!"
"Mengaku saja paman! Kau ingin tahta bukan?! Kau sengaja membuatku tidur dengan putramu agar kalian bisa menjadi anggota keluarga kerajaan! Jangan pernah bermimpi!"
"Brengsek! Sudah aku katakan bahkan tanpa memintapun aku sudah menjadi bagian dari keluarga kerajaan! Menjadi bagian dari keluarga kerajaan adalah kutukan bagiku! Meski aku sangat ingin membuang garis keturunan ini! Aku tak bisa!"
"Jangan mengada-ngada paman! Omong kosong macam apa yang kau bicarakan ini! Kau bagian dari keluarga kerajaan?! Dan omega rendahan ini juga bagian dari keluarga kerajaan?!"
"Jaga ucapanmu!" ucap Yunhoo geram.
"Pasti kau hanya mengada-ngada! Jangan bilang putramu hamil?! Lalu kau menganggap bahwa karena putramu mengandung anakku, jadi kalian adalah bagian dari keluarga kerajaan?! Jangan pernah bermimpi! Aku tak butuh anak itu! Gugurkan saja dia! Bahkan mungkin dia anak pria lain! Dasar murahan!"
"Chanyeol kau sudah keterlaluan!" ucap Chanho menahan amarahnya.
Yunhoo benar-benar tak mampu membendung emosinya, dia hendak menghajat Chanyeol, bahkan dia sudah mengepalkan tinjunya erat hingga kuku-kukunya memutih dan jari-jarinya memerah.
Ketika dia hendak menghajar sang pangeran.
Plaakk~~
Tamparan keras Chanyeol dapatkan di pipinya, pelakunya adalah Baekhyun.
"Brengsek! Apa yang..."
"Dengar kau brengsek! Pangeran negeri vampire yang terhormat! Jika aku memang mengandung anakmu, jangan pernah sekali-kali menampakan wajahmu di hadapanku! Jangan pernah mencoba menyentuh anakku! Kau bahkan tak mengakuinya! Kau bahkan ingin membunuhnya! Menyuruhku menggugurkan kandunganku?! Langkahi dulu mayatku!"
"Baekhyun, kita tidak tahu hasil tesnya sayang, belum tentu kau hamil." ucap Yunhoo kemudian.
"Tak perlu di periksa lagi ayah, waktu itu aku sedang heat dan dia juga sedang heat, ayah tahukan jika kami berdua sedang heat maka kemungkinan bahwa aku hamil sangat besar!"
"Apa kau yakin itu anakku?!"
"Kau brengsek! Tentu saja itu anakmu! Aku masih perawan! Kau yang pertama kali menjamah tubuhku! Kau merenggutnya! Sesuatu yang selalu aku jaga untuk mateku kelak!"
Kemudian dia melanjutkan, "Itu bahkan pertama kalinya aku mengalami heat! Jadi mengenai tuduhanmu itu! Aku tekankan sekali lagi pangeran negeri vampire yang terhormat! Aku tidak pernah tidur dengan siapapun selain dirimu! Kau yang pertama kali menjamah tubuhku! Memperkosaku! Menyemburkan benihmu! Menghancurkan hidupku!"
"Dan terima kasih pangeran, kau menghinaku sebagai omega rendahan, licik dan pelacur, membuatku sadar akan posisiku, sekarang aku berharap bahwa dugaanku salah! Aku berharap bahwa aku tak mengandung anakmu! Aku berharap hasilnya negatif! Aku berharap tak ada kehidupan yang tumbuh di dalam rahimku! Sehingga aku bisa melanjutkan hidupku!" ujar Baekhyun panjang lebar.
"Aku permisi." setelah itu Baekhyun langsung pergi meninggalkan Chanyeol dan dua orang lainnya.
Pada akhirnya Baekhyun meluapkan kekesalannya, segala sakit dihatinya dia ungkapkan, sekarang dia benar-benar berharap bahwa dia tidak hamil, karena anaknya tidak di inginkan oleh siapapun, bahkan ayah anak itu menyuruh Baekhyun menggugurkan kandungannya jika dia memang benar hamil.
Setelah kepergian Baekhyun, Yunhoo kembali berucap, "Puas kau menyakiti anakku?!"
Chanyeol hanya diam, dia masih berfikir bahwa Yunhoo dan Baekhyun telah bekerja sama untuk menjebaknya.
"Itulah yang dia dapatkan bila berani-beraninya menjebak dan menggodaku! Hal itu juga berlaku untukmu paman!" ujar Chanyeol datar.
"Dia itu suci! Dia polos! Dan berapa kali harus ku katakan bahwa aku tidak menjebakmu! Bukan aku yang memberikanmu obat perangsang malam itu!" geram Yunhoo.
"Mana ada penjahat yang mau mengaku! Apalagi yang licik sepertimu paman!" ujar Chanyeol sedikit menyindir.
Yunhoo benar-benar marah, tak dia sangka bahwa Chanyeol memiliki mulut sepedas ini, pangeran itu begitu kurang ajar!
Saat hendak membalas kembali perkataan Chanyeol, sebuah tamparan di dapatkan oleh sang pangeran membuat Yunhoo mengurungkan niatnya.
Plaakk!
Chanyeol mendapat tamparan lagi di pipinya, kali ini tamparan itu berasal dari Chanho, sang raja, ayahnya sendiri.
"Ayah! Mengapa kau menamparku?!"
"Cukup Chanyeol! Kau sudah keterlaluan! Mereka tidak menjebakmu! Kita di jebak!"
"Apa maksud ayah?!"
"Chanho! Apa kau bermaksud memberitahu putramu yanh sebenarnya?!"
"Aku rasa sudah saatnya dia mengetahuinya Yun."
"Tapi Chan..."
"Kita tak bisa selamanya merahasiakan hal ini dari mereka, kau juga sebaiknya memberitahu putramu Baekhyun."
"Aku takut Chan..."
"Tapi mereka berhak tahu, baik putraku maupun putramu juga berhak tahu tentang masalah ini."
Chanho menjeda sebentar ucapannya, kemudian melanjutkan, "Lihatlah! Karena kita merahasiakan masalah ini, terjadi kesalahpahaman di antara kalian!"
"Baiklah, kurasa ini memang sudah waktunya mereka tahu, karena nyawa dan keselamatan diri mereka terancam." ujar Yunhoo lirih.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?!" ucap Chanyeol kebingungan.
"Chanyeol, dengarkan ayah. Sekarang ayah akan memberitahumu suatu rahasia besar yang selama ini ayah simpan." ujar Chanho memulai.
Chanyeol mengernyitkan dahinya, merasa sedikit heran dan penasaran, dalam hati di bergumam, "Apa sebenarnya yang ingin ayah katakan?"
Chanho kembali melanjutkan ucapannya, "Para vampire-vampire berbahaya yang biasa di sebut dark blood kembali datang Alahontas. Kau tahu kan nak tentang dark blood? Mereka berbahaya dan mereka sedang menargetkan kalian berdua, kau dan Byun Baekhyun."
Chanyeol cukup terkejut mengenai fakta yang baru saja dia ketahui, tentu saja dia pernah mendengar tentang mereka, dark blood, mereka tidak bisa di anggap remeh.
"Apa maksud ayah mereka menargetkan aku dan bocah itu?! Apa alasannya?! Jika mereka menargetkan aku, itu mungkin karena aku adalah seorang pangeran, tapi mengapa mereka juga menargetkan si mungil itu?! Benar-benar tak masuk akal!"
"Tentu saja masuk akal sayang, kau tahu atau pernah mendengar tentang peristiwa yang terjadi sekitar 150 tahun silam?!"
"Peristiwa? Apa maksud ayah tragedi Alfeist?!"
Chanho hanya mengangguk, tak di sangkanya bahwa putranya itu memiliki pengetahuan yang begitu luas hingga tahu tentang peristiwa itu.
"Benar, tragedi Alfeist."
"Apa hubungannya bocah itu dengan tragedi Alfeist?!"
"Dia adalah salah satu korban yang selamat dari tragedi menyeramkan itu."
Chanyeol sangat terkejut, dia tak menyangka bahwa bocah itu adalah salah satu korban yang selamat dari tragedi yang menurut orang-orang merupakan tragedi yang sangat mengerikan dan tak terlupakan sepanjang masa, sama sepertinya yang juga merupakan salah satunya.
"Tunggu dulu ayah! Apa itu artinya aku dan bocah itu pernah bertemu sebelumnya?"
Ctak~~
Jitakan pada kepalanya Chanyeol rasakan, dan pelakunya adalah Yunhoo yang sejak tadi gemas mendengar perkataan Chanyeol yang mengatai putra dengan sebutan bocah itu.
"Paman! Apa yang kau lakukan?!" geram Chanyeol.
"Putraku punya nama! Namanya Byun Baekhyun! Panggil atau sebut dia dengan namanya, Baekhyun! Jangan sebut dia bocah ini, bocah itu! Kau sendiri masih bocah!" aura yang di keluarkan Yunhoo membuat Chanyeol bungkam.
Dalam hati Chanyeol bergumam, "Ada apa ini?! Mengapa auranya benar-benar melumpuhkanku?!"
"Baiklah, aku tanya sekali lagi, apa aku dan Baekhyun pernah bertemu sebelumnya?"
"Mengapa kau bertanya seperti itu? Apa kau mengingat sesuatu anakku?" tanya Chanho sedikit khawatir.
"Tidak, aku hanya menyimpulkannya saja, kalian berkata bahwa dia merupakan korban yang selamat dari tragedi Alfeist, benarkan?"
"Ya itu benar." ujar Yunhoo mantap.
"Mengapa baru memberitahuku sekarang?"
"Memangnya kenapa? Apa itu penting? Bahkan ayahmu saja baru tahu dari ku tadi bahwa Baekhyun putraku merupakan salah satu korban yang selamat, aku dengar ada dua korban yang selamat, tapi aku tak tahu siapa korban selamat yang satunya lagi."
"Bukankah itu berarti aku dan Baekhyun pernah saling mengenal?"
"Apa maksudmu? Bukankah kalian baru saja bertemu malam itu dan mengetahui nama serta identitas masing-masing belum lama ini?" ujar Yunhoo bingung.
"Kau tahu paman? Aku lah korban lain yang selamat dari tragedi itu."
Perkataan pangeran tampan itu terang saja membuat semua orang terkejut, baik Yunhoo maupun Chanho baru saja mendapatkan kabar besar.
Seperti Chanho yang tak tahu bahwa Baekhyun adalah salah satu korban yang selamat dari tragedi Alfeist, Yunhoo juga tak tahu jika Chanyeol juga merupakan salah satu korban yang selamat dari tragedi Alfeist.
Sementara Chanho, dia tak tahu bahwa Chanyeol putranya mengetahui fakta itu, dia yakin sudah menyimpan rapat rahasia itu, bahkan dia tak memberitahu Yunhoo, meski nyatanya Yunhoo juga melakukan hal yang sama.
Kedua ayah itu, menyimpan erat rahasia itu, mereka yakin tak akan ada yang tahu, bahkan mereka tak memberitahu sahabat mereka masing-masing.
Lantas dari mana Chanyeol tahu?! Bagaimana bisa?!
"Mengapa kau bisa mengetahui hal itu Chanyeol?! Apa kau yakin tidak mengingat apapun?!" ujar Chanho sedikit panik.
"Aku tak mengingat apapun ayah, aku yakin itu. Apa ada hal penting yang seharusnya tidak aku lupakan ayah?" tanya Chanyeol kemudian.
"Tidak sayang, tak ada hal penting apapun yang harus kau ingat, kejadian itu sangat mengerikan Chanyeol, lebih baik kau tetap melupakannya."
"Baik ayah, lantas mengapa ayah terus bertanya apa aku mengingat sesuatu?"
"Tidak nak, hanya saja ayah terkejut bahwa kau tahu mengenai fakta kau adalah salah satu korban selamat dari tragedi menyeramkan itu, padahal ayah sudah memastikan bahwa kau tidak tahu mengenai hal itu."
"Mengapa ayah merahasiakannya?"
"Ayah tak ingin kau terluka lagi nak, jadi darimana kau mengetahui fakta itu? Siapa yang memberitahumu?"
"Aku tahu dari seorang pria ayah, dia tak memberitahu namanya, wajahnya juga tak terlalu terlihat jelas, aku hanya ingat suaranya, kau tahu ayah, waktu aku kecil dulu, mungkin itu terjadi beberapa tahun setelah tragedi itu terjadi, aku tersesat di hutan ayah, pria itu datang membantuku dan mengucapkan selamat padaku, dia memujiku karena telah berhasil selamat dari tragedi itu, saat itulah aku tahu bahwa aku merupakan salah satu korban yang selamat dari tragedi Alfeist." ujar Chanyeol panjang lebar.
"Bisa saja dia berbohong putraku!"
"Benar sekali ayah, aku tak pernah yakin tentang ucapannya hingga aku memastikannya tadi, kau benar-benar mengakui kebenaran itu."
Chanho tercengang, secara tidak langsung sebenarnya yang telah memberitahu Chanyeol tentang kebenaran itu adalah dirinya sendiri.
Yunhoo hanya terdiam, terlalu shock, pikirannya melayang kemana-mana, kekhawatiran melanda dirinya.
Jika memang Chanyeol lah korban selamat lainnya maka besar kemungkinan pangeran dan putranya pernah bertemu atau bahkan saling mengenal, dia sendiri tidak tahu apa itu, dia sangat takut, meskipun keduanya tak mengingat apapun namun itu tak menutup kemungkinan jika suatu saat mereka akan mendapatkan ingatan mereka kembali.
Dan sumpah demi apapun, Yunhoo tak ingin itu terjadi, meski belum tentu mereka saling mengenal atau memiliki hubungan, tapi Yunhoo berharap ingatan keduanya tetap tersimpan, terkunci rapat-rapat dan tak pernah kembali lagi, atau tragedi lainnya akan terjadi.
"Maafkan ayah Chanyeol, ayah tak bermaksud menyembunyikannya, tapi ini demi keselamatanmu." ujar Chanho sedikit merasa tak enak.
"Aku mengerti ayah, lalu apa Baekhyun tahu tentang hal ini?"
"Tidak." Yunhoo menjawab pertanyaan Chanyeol cepat membuat pangeran tampan itu mengalihkan perhatiannya pada dokter paruh baya itu.
"Dia tak tahu??"
"Ya."
"Mengapa paman??"
"Alasan sang sama seperti ayahmu, aku tak ingin dia terluka."
"Tapi paman, bukankah dia berhak tahu?? Nyawanya dalam bahaya, setidaknya dia harus tahu agar dia lebih waspada." ucap Chanyeol pada Yunhoo.
Yunhoo terkekeh, kemudian dia berkata, "Mengapa tiba-tiba kau peduli pada putraku??" sindirnya, mendadak dia merasa marah dengan sang pangeran yang tiba-tiba peduli pada putranya.
"Bukankah kau mencurigainya dan menuduhnya menjebakmu?! Kau bahkan mencekiknya!! Berapa kali kau menyakiti putraku?? Berapa banyak hinaan yang kau lontarkan padanya?! Sadarkah kau jika kau menyakiti hatinya?!" ucap Yunhoo dengan nada penuh sindiran.
Dia memejamkan matanya, menghela nafas dan menghembuskannya secara kasar, lalu kembali melanjutkan ucapannya, "Pernahkah kau berfikir dampak dari perkataanmu akan seperti apa?! Cukup!! Hentikan!! Jangan menyakitinya lagi!! Dia sudah terlalu terluka!! Kau bahkan tak mengenalnya!! Kau bahkan tak tahu seberapa menderitanya dia!! Kau tak tahu apapun mengenai putraku!!"
"Teganya kau melakukan itu pada putraku!! Kau menyebutnya pelacur?! Omega rendahan?! Licik?!"
"Tahu apa kau tentang putraku?! Tahu apa kau tentang hidupnya?! Sepanjang hidupnya dia habiskan di rumah sakit ini untuk menjalani perawatan!! Sekarang pikirkan sendiri dengan otak pintarmu itu!! Apa sempat dia memikirkan untuk menjebak dan menggoda Alpha lain di saat dirinya sakit parah dan harus menjalani perawatan seumur hidupnya?!"
"Bahkan malam itupun dia tak menggodamu!! Dia tak tahu bahwa kau adalah pangeran!! Dia tak pernah memikirkan untuk mengambil tahta!! Dan dia tak pernah menginginkan untuk mengandung anakmu!!"
"Dan satu hal yang perlu kau ingat, Park Chanyeol, bahwa tanpa mengandung anakmu, keluarga Byun adalah bagian dari keluarga kerajaan!!"
Yunhoo tak bisa menbendung emosinya yang meluap, pada akhirnya dia mengatakan kata demi kata yang sangat panjang itu untuk membuat Chanyeol sadar bahwa dia telah menyakiti putranya.
Pangeran tampan itu mendadak kaku, lidahnya kelu, tak sanggup mengatakan apapun, bahkan perkataan Yunhoo tentang keluarga Byun yang merupakan bagian dari keluarga kerajaanpun tak lagi masuk ke otaknya.
Berbagai peristiwa mengalir dalam ingatannya, ketika dia menghina Baekhyun dan menyuruhnya untuk menyadari posisinya lalu si mungil itu merubah sikapnya menjadi sopan yang Chanyeol anggap dingin.
Kini dia menyadari bahwa sikap si mungil tidak dingin, dia hanya menjadi sopan karena memang dirinya yang meminta si mungil untuk menyadari posisinya.
Dan yang paling fatal adalah hari ini, ketika dia mencekik Baekhyun karena kesalahpahaman, dia bahkan menambahkan hinaan lainnya berupa pelacur dan licik.
Jika biasanya seorang Park Chanyeol hanya akan diam saja dan tak peduli, tapi entah mengapa ketika mengingat setiap perlakuannya pada si mungil membuat Chanyeol merasakan sesuatu yang tak pernah dia rasakan sebelum.
Hatinya mendadak terasa sesak hingga pangeran tampan itu kesulitan untuk sekedar mengambil nafas.
"Perasaan apa ini?! Mengapa begitu sesak dan sakit?!" ujar Chanyeol dalam hati.
Tanpa sadar Chanyeol melangkahkan kakinya keluar ruangan.
"Mau kemana kau?!" ujar Yunhoo pada Chanyeol.
Namun seolah pendengarannya tak lagi berfungsi, dia mendadak tuli dan bisu, Chanyeol hanya diam saja dan terus melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Satu hal yang di fikirkannya sekarang bahwa dia harus minta maaf pada si mungil.
~~~~~~~
Sementara si mungil saat ini masih berjalan sendirian di koridor rumah sakit, dia menghapus air matanya kasar, menghela nafasnya dan mencoba menstabilkan emosinya.
"Tak apa."
"Tak apa."
"Baekhyun kau kuat."
"Tak apa, kau bisa mengatasinya."
"Jangan menangis."
"Baekki kuat, Baekki baik-baik saja."
Si mungil terus bermonolog dengan dirinya sendiri, dia menguatkan dirinya sendiri, mencegah air matanya untuk kembali jatuh.
Pria mungil itu terus berkata pada dirinya untuk tetap kuat dan jangan menangis, dia tak ingin menjadi cengeng dan terlihat lemah.
~~~~~
Kembali kepada Chanyeol, pangeran tampan itu saat ini sedang berjalan dengan gelisah, dia mencari-cari Baekhyun di seluruh penjuru rumah sakit, rasa bersalah menggerogotinya, bukan seperti dirinya yang biasanya tak pernah peduli apalagi merasakan rasa bersalah yang benar-benar menyiksa seperti ini.
"Dimana dia?!" Chanyeol bergumam sembari menatap ke segala penjuru rumah sakit, namun dia tak menemukan Baekhyun.
"Aaarrrgghhh!! Apa yang sudah aku lakukan?! Tak seharusnya aku terbawa emosi dan menuduhnya tanpa bertanya terlebih dahulu!! Aku bahkan tak tahu apapun tentangnya!!" ujar Chanyeol frustasi.
"Benar kata paman Yunhoo, aku tak tahu bagaimana dia menjalani hidupnya selama ini?! Pasti dia sangat menderita." ujar Chanyeol dengan lirih.
Nyatanya perkataan Yunhoo mengenai Baekhyun yang sakit parah dan harus menghabiskan hidunya selama ini di rumah sakit untuk menjalani perawatan membuat Chanyeol menyadari bahwa dia sudah sangat keterlaluan kali ini.
Tanpa bertanya terlebih dahulu, tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu, dia langsung menuduh Baekhyun yang tidak-tidak dan bahkan menghinanya.
Baru sekarang dirimu menyesali perbuatanmu?! HAH!! Park Chanyeol aku harap kau tidak terlambat dan si mungil masih mau memaafkanmu!!
~~~~~
Baekhyun terus berjalan tak tentu arah, menundukan wajahnya, dia terlihat begitu lesu.
"Aku tak apa, aku kuat, meski sudah berapa kali aku meyakinkan diriku sendiri bahwa aku akan baik-baik saja, namun mengapa rasanya sangat sulit??" ujar Baekhyun lirih.
"Mengapa perkataannya begitu menyakitkan?! Mengapa dia begitu kejam?! Apa salahku sampai dia menghina dan menuduhku yang macam-macam?! Dia bahkan tidak mengenalku!! Dia tak tahu ceritaku!!" ujarnya lagi menahan rasa sakit di hatinya.
"Haaahh..." Baekhyun menghela nafasnya lelah, kemudian kembali bersuara,
"Aku bahkan tak sempat menanyakan maksud dari isi kertas ini." ujarnya ketika melihat lembaran kertas yang telah kusut di tangannya.
Si mungil berhenti sebentar ketika melihat bunga-bunga cantik di taman rumah sakit yang menarik perhatiannya
"Cantiknya." ucapnya terkagum-kagum dengan keindahan taman di hadapannya, membuatnya melupakan sejenak semua masalahnya, melupakan sakit di hatinya.
Baekhyun terlalu terpana dengan keindahan di depannya, hingga dia tak sadar bahwa ada beberapa vampire yang sedang mengintainya.
~~~~~
Dari kejauhan terlihat sekitar 3 vampire sedang berbincang, mereka terus memperhatikan pergerakan Baekhyun.
"Apa dia Byun Baekhyun??" salah satu vampire mulai bersuara.
"Benar, dia Byun Baekhyun." vampire lainnya menjawab.
"Jadi dia salah satu korban yang selamat??"
"Ya, itu dia."
"Aku dengar ada dua korban yang selamat. Siapa yang satu lagi??"
"Entahlah, ketua tak memberitahukannya padaku."
"Sepertinya mereka belum menemukannya, korban selamat yang satunya lagi."
"Benarkah??"
"Ya."
~~~~~
Chanyeol masih menyusuri tiap sudut rumah sakit demi mencari keberadaan Baekhyun.
Dia memiliki firasat buruk, entah mengapa dia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi pada si mungil.
Pangeran tampan itu terus berjalan menyusuri tiap sudut rumah sakit hingga dia melihat si mungil sedang memandang takjub ke arah taman rumah sakit yang di penuhi dengan bunga-bunga indah.
Pangeran tampan itu berjalan mendekati si mungil, sejenak dia terpesona dengan senyuman penuh kedamaian yang tampak di wajah si mungil, hingga dia tanpa sadar terdiam sebentar.
Chanyeol tetap memandangi wajah Baekhyun, dia memperhatikannya lekat-lekat, menelusuri tiap inci wajah indah milik si mungil, baru kali ini dia benar-benar memperhatikan wajah si mungil, entah mengapa jantungnya berdetak kencang seperti ingin melompat keluar.
Selama ini dia tak pernah memperhatikan wajah si mungil, dia juga tak pernah mencoba untuk mengenal dan memahami si mungil, dia pernah berfikir untuk mencoba mengetahui bagaimana si mungil menjalani hidupnya selama ini.
Seketika rasa bersalah kembali menghantuinya, entah mengapa hatinya terasa sakit ketika mengingat perlakuan kasar dan kejamnya pada si mungil.
Untuk pertama kalinya dia sangat menginginkan untuk meminta maaf pada seseorang, sangat berbanding terbalik dengan sifat kejamnya selama ini, dia tak pernah menyesal apalagi meminta maaf atas apa yang telah dia perbuat selama ini.
Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia memikirkan perasaan seseorang, dia benar-benar ingin mengenal Baekhyun dan kisah hidupnya, hidup seperti apa yang dia jalani selama ini, apa yang dia lakukan selama ini, bagaimana dia menjalani hari-harinya di rumah sakit selama masa pengobatannya.
Chanyeol benar-benar ingin mengetahui semua itu, semua tentang pria mungil yang telah di sakitinya dan mungkin tanpa dia sadari saat ini sudah mengusik dan menerobos masuk ke hatinya yang dingin, bahkan mungkin sudah mencuri hatinya tanpa dia sadari.
Pangeran tampan itu tersadar dari lamunannya, sejak tadi dia seakan terpesona dengan keindahan di hadapannya, dia hanya diam dan larut dalam pikirannya, detik selanjutnya dia kembali berjalan mendekati si mungil yang masih setia melihat ke arah bunga-bunga di taman.
Sebelum sampai di hadapan Baekhyun, hanya tinggal beberapa langkah lagi dia akan mencapai tempat Baekhyun berada, jarak mereka hanya tinggal beberapa langkah lagi, namun sebelum sempat mencapai Baekhyun, Chanyeol melihat beberapa vampire berjalan mendekati si mungil.
~~~~~
Tiga vampire itu masih memperhatikan gerak gerik Baekhyun di taman, vampire mungil itu terlalu terpesona pada keindahan bunga-bunga di depannya, hingga dia tak sadar dengan kehadiran ketiga vampire yang mendekatinya.
Chanyeol yang melihat adanya kejanggalan, bergegas berjalan mendekati si mungil lebih dekat lagi, sejak tadi dia sedikit ragu untuk mendekati si mungil hingga ada jarak yang lumayan jauh antara tempatnya berdiri dan tempat Baekhyun berdiri.
Tiba-tiba vampire mungil itu merasakan seseorang membekap mulutnya, dia meronta agar di lepaskan, salah satu vampire yang bertugas membekap mulut si mungil merasa sedikit kewalahan, tenaga si mungil lumayan besar untuk ukuran tubuhnya yang mungil.
Baekhyun masih meronta, sejenak dia berhasil melepaskan bekapan di mulutnya dengan cara menggigit tangan sang pembekap.
"Tolong aku!!" teriak si mungil dengan lantang hingga terdengar jelas oleh Chanyeol.
Salah satu vampire yang ikut memegangi Baekhyun karena dia terus meronta agar bisa melepaskan diri di buat kerepotan, dia sangat kesal, hingga ketika si mungil berteriak minta tolong, dia memukul tengkuk leher Baekhyun hingga si mungil kehilangan kesadarannya.
Chanyeol segera bergegas menghampiri Baekhyun dan ketiga vampire itu, tapi sebelum pangeran tampan itu sampai, mereka menghilang, Baekhyun dan ke tiga vampire itu menghilang!!
"Byun Baekhyun?! Dimana kau?!"
Chanyeol seketika panik, dia berteriak memanggil-manggil nama si mungil berulang kali, namun percuma, Baekhyun hilang!! Dia menghilang bersama ke tiga vampire itu!!
Chanyeol mendadak lemas, dia bahkan belum sempat meminta maaf pada si mungil, dia sangat menyesal dan sekarang dia takut.
Pada akhirnya firasatnya benar, sesuatu yang buruk terjadi pada Baekhyun, vampire mungil itu di culik!!
l
l
l
l
l
To be continued~~
l
l
l
l
l
I'm back XD
Lagi semangat nulis nih, tiap liat review kalian jadi mau cepet-cepet update XD
Btw, makasih loh reviewnya (':
Aku tuh selalu nungguin review dari kalian, ada review baru langsung aku buka dan akhirnya jadi lanjutin nulis lagi XD
Seketika mager hilang XD
l
l
l
l
l
Btw, maaf loh kalo part ini gaje dan gk sesuai harapan kalian #bow
Apalagi part Ceye yang lagi-lagi ngatain Baekhyun bahkan sampai nyekik segala #Cry
Aku yang nulis juga malah jadi baper dan ikut sakit hati loh (': #Cryhard
l
l
l
l
l
Uumm, ini termasuk cepat yaa updatenya?? XD
Berterima kasihlah kalian XD
Mind to review??
Thanks all #muuuaaachh.
