" ibu, aku pulang terlambat "

" kenapa ? dan ini ponsel siapa "

" aku di rumah momo, ada tugas sekolah. Dan ini ponselnya "

" pulang jam berapa? Apa perlu ayah menjemputmu ?"

" tidak, hmmb mungkin aku pulang setelah makan malam "

" kenapa malam sekali jong "

" minggu depan harus dikumpul "

Jongin menggigit bibir bawah, berharap jika sang ibu akan percaya padanya. Dari ujung telefon terdengar helaan nafas

" baiklah, jangan terlalu malam atau ayah akan khawatir "

" baik, aku harus melanjutkan lagi. Bye bu "

" bye anak nakal "

Piiiip

Jongin berjalan kembali ke tempat dan memberikan ponsel sehun kembali

" lama sekali, kau menghabiskan pulsaku "

" akan aku ganti, berisik sekali "

" ciih, sudah pinjam tidak bilang terima kasih "

Jongin menutup mata dan menghela nafas kasar, ia menampilkan senyum terbaik untuk sehun dengan raut wajah yang dibuat-buat

" terima kasih wu sehun, kau memang baik "

Dan setelah nya ia berakting muntah atas perkataannya sendiri.

Shixun sedang duduk manis memegang botol susu. Ia berusaha memegang botolnya sendiri dan itu menggemaskan. Jongin mengambil tubuh mungil shixun dan membawanya ke pangkuan. Mata nya berkedip lucu dan begitu air keruh berwarna putih tersebut habis, shixun melepas botolnya dan tertawa menunjukkan bibirnya yang terdapat bekas susu.

" mmmaaa "

" iyaa, pintarnya shixun. Tidak lapar lagi kan ?"

" nnaaa nnnaaa "

di bangku memang hanya ada shixun dan jongin. bibi song masuk ke dalam membuat makan malam, ia berniat menjamu 2 anak nakal untuk makan terlebih dahulu. Lagipula shixun belum tidur. Jongin mengangkat shixun membuat bayi tersebut berdiri jinjit. Tertawa bersama dan sesekali jongin menciumi pipi shixun. Gelak tawa dari si bayi membuat jongin ingin menggigitnya.

" xhun aah, kalau nunaa atau hyung sekolah. Jangan membuat bibi song repot oke. Kau harus mandiri, jangan menangis. Nunaa akan setiap hari datang kemari. dan akhir pekan, nunaa akan mengajak xhunnie jalan-jalan "

" eung ?"

" aigoo, jangan beraegyo. Kau membuatku ingin membawa ke rumah saja "

" bawa saja kalau begitu "

Tanpa perlu menoleh tentu saja jongin tahu siapa dia. Sehun duduk di hadapan jongin dengan memakan buah jeruk. Melihat ada sesuatu di tangan sehun, shixun merangkak dan mulai merebut kupasan jeruk sehun

" kenapa tidak kau saja "

" kau gila ?"

" kau lebih gila, dan jangan beri dia jerukmu "

Pinta jongin begitu melihat sehun menyuapi shixun kupasan jeruk.

" nnaaaa "

" kau tidak boleh makan itu xhunnie "

" nnaaa nnnaaa "

Teriak shixun dengan keras. Bayi itu protes. Jongin menatap malas, dan mengambil biskuit bayi yang tadi ia belikan.

" makan ini saja, jangan itu okay "

Kali ini shixun melompat lompat tidak sabar kearah jongin. ia menerima kepingan biskuit dan langsung memasukkannya ke dalam mulut.

X

X

X

X

Shixun masih betah berada di gendongan sehun, tidak merasa kantuk sekalipun. Bahkan ketika jongin ingin menggendongnya, shixun menggeleng. Sehun membawa shixun keluar rumah dengan gendongan kangguru. Mau beli cemilan katanya. Jongin acuh dan masih berbicara dengan bibi song.

" bibi, besok aku akan mengajak shixun pergi ke taman "

" ajak saja, dia pasti senang "

" bibi ikut "

" kenapa harus ?"

Jongin bermain dengan botol dot shixun dan mengkrucutkan bibir

" aku tidak mau orang-orang menganggap kami pasangan "

Bibi song tersenyum kecil

" baiklah, bibi akan jadi baby sitter shixun "

" tidak, aku tidak suka bibi berkata seperti itu "

" memang benar bukan ?"

" tidak, bibi bukan baby sitter shixun. Aah pokoknya bibi harus ikut "

" iya iya, besok bermain di taman depan saja. bibi akan menunggumu disana "

Jongin tersenyum bertepatan dengan sehun datang membawa bungkusan kecil

" mmmaaaaa nnnaaaa "

Shixun tertawa menunjukkan gigglenya dan menepuk tangan. Jongin bangkit dan melepas gendongan kangguru sehun dan membawanya ke gendongan

" kenapa lama sekali hmmb, nunaa merindukanmu "

" mmmaaa "

Shixun mencium pipi jongin sebagai tanda minta maaf

" aigooo, sini belum "

Tunjuk pipi sebelah kiri jongin. shixun memajukan tubuh dan memberi ciuman pada jongin.

" xhunnie, besok kita pergi bermain oke "

" eung "

" main, bawa vivi okay "

" pi "

" yaaaa "

" piii "

Sontak ketiga orang dewasa disana terkejut, shixun berbicara. Kosa kata baru. Jongin senang bukan main, mereka baru kurang dari 36 jam bertemu tapi jongin sudah menyayangi shixun.

X

X

X

X

" besok aku mengajak shixun ketaman "

" ….. "

" besok hariku dan shixun, lain kali bawa shixun sendiri "

"…"

Jongin berdecak kesal, mereka menunggu bus di halte dan sehun mengacuhkannya. jongin tidak mempedulikan sehun sebenarnya, hanya saja sehun harus tahu. Jongin tidak mau jika hanya dia yang merawat shixun. Kan shixun anak sehun, bukan anaknya. +_+

" aku tidak bisa "

" huh ?"

" aku tidak bisa ikut "

Jongin menatap sehun yang ada di sisi kanannya

" memang siapa yang mengajakmu, aku kan bilang lain kali bawa shixun sendiri "

Sehun melotot, jongin sudah bangkit dan bersiap masuk ke dalam bis. Sial, lagi-lagi ia harus kalah dengan gadis tomboy yang sialannya sangat sexy.

X

X

X

X

Seolla dan daeul menatap kakak perempuan mereka yang ada di dapur, jongin ini anti dengan dapur dan keduanya menatap aneh jongin yang sedari tadi mondar mandir lemari pendingin dan meja. si kembar saling menopang dagu memperhatikan punggung jongin serta omelan receh dari sang kakak

" nunaa "

"…. "

" jongin nunaa "

" aah ya, ada apa daeullie?"

Jongin menoleh ditempat

" jangan bakal dapul ibu lagi "

" yaa, siapa yang akan membakar eoh. Kau ini "

" tapi unnie pelnah "

" ya,,, yaa.. hmmmb sudahlah kalian diam saja "

Jongin membalik tubuh dan melakukan kegiatannya tadi. Membuat roti isi, hanya ini yang bisa ia lakukan. Lagipula ini juga gampang, tinggal oles roti dengan selai kacang atau cokelat, dan potong menjadi bentuk segitiga. Beres.

" unnie buat apa? Seolla mau "

Ucap seolla yang ternyata sudah ada di samping jongin dengan mendongak, daeul ikut mendongak juga disamping kakak kembarnya

" roti isi, kalian mau cokelat atau kacang "

" ceolla mau cokelat "

" daeul mau kacang "

" iya iya, duduk disana. Unnie buatkan "

Jongin ini, meski tomboy nan galak tapi ia tidak bisa marah pada si kembar. Dia sangat sayang dengan keduanya.

Jongdae bangun terlambat, kemarin ia terjaga karena pekerjaan kepala keluarga. Maklum sebagai seorang arsitek, chanyeol kerap membawa pekerjaannya kemari. Chanyeol sering menyuruhnya untuk tidur terlebih dahulu, tapi jongdae menolak dan menahan kantuk luar biasanya hanya untuk sang suami. Jadilah ia bangun terlambat, pukul 8 dan ia masih belum membersihkan diri. Begitu turun, ia melihat ketiga putra putrinya sudah duduk diam di depan televise dengan piring kecil dan 2 gelas susu putih. Pasti si sulung yang membuat sarapan.

" ibu "

" hy sayang "

Sapa jongdae pada si bungsu, daeul

" eoh, kalian sudah sarapan ?"

" eumbh, nunaa buat loti ici "

" baiklah, ibu akan membuat nasi goreng ayam. Kalian tunggu sebentar ok. Oh ya dimana jongin unnie "

" ke kamal "

Jawab seolla dengan masih menonton acara kartun favorite keluarga park, siapa lagi kalau bukan SPongebob Squarepants.

Jongdae mulai mengambil apron dan mengeluarkan bahan-bahan untuk sarapan. Sembari mengawasi si kembar yang masih betah menonton ia mendnegar derap langkah dari tangga. Aah ternyata si sulung. Ia sudah memakai pakaian santai dan nampaknya mau pergi.

" ibu "

" kau mau kemana anak nakal "

" ya tuhan, ibuuuu "

Jongdae acuh , malah memotong daging ayam menjadi kecil-kecil.

" aku pergi ke rumah momo, tugasku belum selesai "

" memang tugas apa ?"

" biologi, menggambar anatomi hewan ternak. Dan juga membuat kliping "

Bohong jongin, ia dari semalam sudah menghafal kalimat bohong ini agar besok jika ditanya ia tidak gugup. Jongdae itu tahu mana yang bohong, mana tidak. Jadi sesantai mungkin jongin menjawab pertanyaan yang sudah ia hafal

" pulang jam berapa "

" mungkin sore, kami juga mau pergi cari cemilan "

" baiklah, kau tidak sarapan dulu ?"

" tidak, aku sudah makan roti isi dengan mereka "

" ok, telfon ibu jika kau mau pulang "

" baiklah, aku sayang ibu "

CUP

Jongin mencium pipi kanan sang ibu dan berjalan kea rah si kembar, mencium pucuk kepala keduanya dan melenggang pergi ke luar rumah.

X

X

X

X

Dengan membawa kotak makan kecil, jongin sampai di taman depan. tempat janjian dengan bibi song. Ia mengedarkan pandangan mencari wanita paruh baya dengan seorang bayi. Aah itu dia, bibi song menggendong shixun ala kangguru dan lihatlah shixun lucu sekali dengan memakai topi. Ia pun berjalan mendekati keduanya dan shixun menyadari jika jongin didepannya segera merentangkan kedua tangannya dan berteriak heboh.

" xhunnniiiiee aigoo nunaa merindukanmu baby "

" nnnaa nnaaaa "

" baiklah, hari ini kita bermain sampai kau lelah baby "

Shixun bertepuk tangan dan tertawa renyah. Bayi ini begitu semangat. Bibi song membawa jongin untuk duduk di bangku kosong, ketiganya duduk disana dan jongin membantu shixun keluar dari gendongan.

" bibi akan menunggu disini, kalian bermain lah "

" baik bii "

Jongin menjauhi bibi song dan mulai berjalan. Ia membawa baby shixun ke ayunan. Dengan sebelah tangan jongin memeluk erat shixun dan tangan yang satu memegang rantai ayunan. Perlahan ayunan bergerak, lebih tepatnya jongin memakai kaki panjangnya untuk menggerakkan ayunan.

" kau senang baby "

" nnaaa "

Shixun dengan pintarnya menggenggam erat baju jongin dan tertawa, rambut tipisnya tersapu angin dan itu lucu sekali. Setelah puas, jongin mengajaknya untuk arena prosotan. Berterima kasihlah kepada ayahmu jong, tinggi badanmu didapat dari gen raksasa tuan park. Jadi ia meletakkan shixun di prosotan teratas, dan dengan kedua tangannya ia menarik tubuh shixun meluncur ke bawah

" syuuutttt "

" hha hhaa nna nnaa "

Jongin membawa tubuh shixun ke atas dan kembali meluncur ke bawah. Beberapa anak kecil menatap baby shixun yang tertawa lepas, dan begitu sampai dibawah beberapa anak perempuan mendekatinya hanya untuk mengusap kepala atau mencubit pipinya

" lucu thekali, thiapa namanya unnie "

" shixun, baby shixun "

" hy thixun, aku yooli nunaa "

" aku hyemi nunaa "

" aku juju nunaa "

Ucap ketiga gadis cilik dengan melambaikan tangan ke arah shixun, jongin memangku shixun di pahanya agar tinggi mereka sama.

" hy nunaa nunaa cantik, aku shixun "

Ucap jongin dengan nada anak kecilnya serta melambaikan tangan kecil shixun.

" lucu thekali, apa hyemi boleh popo ?"

" hyemi juga/juju juga "

" iya, kalian boleh popo baby xhunnie tapi gantian yaa "

" yeay "

Pekik ketiga gadis cilik disana. Memberikan ciuman di pipi shixun dan juga mencubit lagi pipi shixun membuat si baby hanya bisa tertawa dengan bahasa gigglenya. Well, menikmati hari libur dengan baby xhunnie ternyata tidak seburuk yang ia lihat di drama kesukaan sang ibu. Tapi ada yang mengganggu pikiran jongin sedari tadi, mengapa dia terlihat seperti ibu muda yang hamil diluar nikah? Lihat saja, tatapan para ibu-ibu yang lain. sedari tadi mereka tidak lepas dari jongin dan shixun.

" dasar para penggosip "

Ujar jongin kesal, ia berjalan ke arah bibi song dan mendudukkan tubuhnya di bangku. Sedang shixun ia masih menarik-narik tali balon yang jongin belikan.

" lelah ?"

" tidak "

" ada apa dengan mukamu ?"

" tidak ada, aku hanya kesal dengan para penggosip "

" eoh siapa ?"

Jongin mengubah duduk shixun karena shixun hampir saja melorot.

" aku terlihat seperti ibu muda yang hamil diluar nikah "

" pfffttt "

" bibi song "

Rajuk jongin dengan nada manjanya, bibi song hanya bisa menahan tawa dan mengangguk.

" kau masih muda, bermain ke taman anak-anak dengan membawa bayi. Tentu saja mereka mempunyai pikiran seperti itu "

" tapi kan aku nunaa nya shixun "

" itu menurutmu, tapi bagi mereka ?"

Jongin mengkrucutkan bibir. Ia menatap shixun yang masih saja berbicara bahasa giggle dan menarik-narik tali balonnya.

" bibi jangan pernah mempunyai pikiran seperti mereka "

" tidak janji "

" bibi sooooonggg "

X

X

X

X

tebeceh