Naruko: The Legend of Miko
.
PAIRING: NaruXOC
RATE: T atau T+ buat jaga-jaga
DISCLAIMER: punyanya Masashi Kishimoto! Kalo Naruto punya Author, maka Sagara Daichi bukan lagi OC!
WARNING! GAJE, OOC, GARING BANGET , AU, TYPO BERTEBARAN, AUTHOR BARU GABUNG, FEM!NARU, GENDERBEND, ALUR KECEPETAN, BASHING CHARA (Mungkin), ADA OC, ANCUR BABAK-BELUR, DAN SERANGKAIAN KEKURANGAN LAINNYA...
.
.
"TALKING"
'THINKING'
/TALKING ON TELEPHONE /
Logo '| [The Faking Hoaxers] |' bisa berarti skip time
.
GAK SUKA FIC INI? TEKAN CLOSE!
DLDR!
Chapter... 7
.
| [The Faking Hoaxers] |
.
.
FLASHBACK ON!
.
"Sasuke-kun, aku ingin bilang kalau―"
"apa? Kau ingin bilang kau ingin jadi kekasihku?"
"I-iya."
"Huh, kubur dan lupakan keinginanmu itu. Aku tidak tertarik dengan gadis aneh seperti kau."
"T-tapi Sasuke-kun, aku mencintaimu.."
"Cih, alasan yang membosankan. Kau pasti ingin jadi kekasihku hanya karena penampilan fisikku saja, kan? Dan, biar kutebak, bento yang kau berikan kepadaku beberapa hari yang lalu itu pasti beracun, kan?"
"Eh?! T-tidak.."
"Huh, kau berbohong. Sudahlah, pergilah dari hadapanku, gadis jalang!"
"Hiks...teganya kau Sasuke-kun..hiks.."
"Percuma saja, Namikaze Naruko, tangisanmu itu tidak akan mengubah pendirianku. Lagipula, siapa yang ingin memiliki gadis gila seperti kau?"
"Hiks..hiks.."
"Heh, aku lebih baik pergi dari sini. Ingatlah, jangan temui aku lagi, Namikaze Naruko! aku membencimu, gadis gila!"
"Hiks...Sasuke-kun...hiks.."
.
FLASHBACK OFF!
.
.
| [The Faking Hoaxers] |
.
.
"Aduh!" Naruko merintih ketika tubuhnya dilempar ke tumpukan kardus di gudang sekolah. Seharusnya dia sudah pulang bersama Daichi siang itu, tidur siang sampai sore, menikmati sabtu sore dengan santai, dan akhirnya malam mingguan bareng pacarnya itu. Tapi, karena tiba-tiba sekelompok siswi menghadangnya di lorong KHS dan menyeretnya ke gudang, rencana itu buyar seketika.
"NAH! Sekarang, Namikaze Naruko, kami akan memberimu pelajaran karena telah membuat Daichi-sama terluka!" kata seorang siswi bernama Tayuya, si ketua Daichi FG.
"Iya! Kami sudah mencoba bersabar ketika kau mencoba dekat-dekat dan jadi kekasih Daichi-sama! Tapi kali ini kesabaran kami sudah habis!" tambah siswi lainnya yang bernama Hotaru.
"Melukai? Aku tidak pernah melukai Daichi-kun!" bela Naruko. Tayuya terkekeh menyindir. PLAK! Sebuah tamparan mendarat di pipi chubby Naruko.
"Ukh.." Naruko memegangi pipinya yang sakit dan agak memerah. "Heh, tidak melukai? Lalu, bagaimana kau bisa menjelaskan luka di tangan kanan Daichi-sama?" tanya siswi berkacamata yang nametag-nya Shiho.
"D-Daichi-kun bilang, d-dia dicakar oleh seekor kucing..." kata Naruko membela diri.
"Cih!" Tayuya meludah di hadapan Naruko, dan ludahnya itu tepat mengenai sepatu Naruko. "Kami tidak mau mendengar alasan konyolmu itu. Kau tahu? Luka Daichi-sama bahkan tidak seperti telah dicakar oleh kucing!" sanggah Tayuya. DUAKK! Hotaru menendang tubuh mungil Naruko.
"Ughh!" rintih Naruko. "Itu masih belum memuaskan amarah kami, jelek!" DUKK! Hotaru yang merupakan salah satu anggota tim sepak bola KHS itu menyentuhkan sol bergerigi sepatu bolanya ke pipi Naruko. Naruko merasakan rasa sakit yang lumayan gila-gilaan, bahkan pipinya yang diinjak itu mengeluarkan darah segar.
"Rasakan ini, jalang!" DUAKK! BUKK! BUKK! Shiho menendang tulang kering Naruko dan menginjak-injak pinggang Naruko.
"Ughh...ittai.." rintih Naruko, air mata yang ia bendung bocor seketika. Hotaru menunduk, lalu menarik dan menjambak-jambak rambut pirang Naruko sampai ikat rambutnya lepas.
"Rambutmu ini, sudah jelek, lecek, norak pula! Entah, apa kau menggunakan jampi-jampi untuk memikat Daichi-sama?" ejek Hotaru. Tayuya mengambil sebilah pisau dari atas meja bobrok di gudang itu, sementara Shiho dan Hotaru dengan sigap memegangi kedua tangan putih mulus (tanpa bulu #CRASHH) Naruko dan memaksa Naruko berdiri.
"Kesabaran kami terhadap kelakuan parasitmu pada Daichi-sama sudah habis!" kata Tayuya dingin. Shiho yang memegang tangan kanan Naruko mengarahkan tangan putih yang dia pegang ke depan. Naruko sendiri mencoba memberontak tetapi energi yang dia miliki sudah abis buat belajar di kelasnya. Tayuya mengarahkan pisaunya di atas pergelangan tangan Naruko.
'Inikah akhir dari hidupku?' lirih Naruko dalam hati. Ia teringat gosip beberapa hari yang lalu, di mana ada beberapa gadis yang dibunuh oleh Sasuke FG karena sudah nekat mendekati si Pangeran Gunung Es itu.
"Terimalah kematianmu, baka-Naruko!" teriak Tayuya sambil mengayunkan pisaunya. Naruko menutup matanya, menyerahkan dirinya pada takdir.
Tetapi...
.
SRAT!
.
Naruko membuka matanya, ia merasa pisau Tayuya tidak mengenai kulitnya bahkan se-nanometer-pun. Dan juga, ia merasa ada cairan yang menetes ke kulitnya.
DEG!
Dengan patah-patah Naruko mendongak ke atas, terlihat Tayuya dengan wajah kaget dan pucat dan tangan yang gemetaran telah menebas kulit putih Daichi. Trangk! Pisau Tayuya terjatuh. Shiho dan Hotaru yang juga kaget melepas cengkraman masing-masing dari tangan Naruko.
"Mau membunuh kekasihku, heh?" tanya Daichi tajam. Keringat dingin mengalir dari pelipis Tayuya and the gang.
"D-Daichi-s-sama.." gumam Hotaru dan Shiho gemetaran.
Daichi memeluk Naruko dan mengelus pipi chubby-nya yang terluka.
"Kau tidak apa-apa, Naru-chan?" tanya Daichi khawatir. Naruko lebih khawatir lagi. Pasalnya...
"D-Daichi-kun! Aku yang seharusnya khawatir! Lihat, tangan Daichi-kun terluka!" kata Naruko khawatir.
"Ayo, kita pulang." Ajak Daichi. ketika akan melangkah, Naruko merasakan rasa ngilu di betisnya.
"Ukh! Ittai!" rintih Naruko. selah berinisiatif Daichi menggendong Naruko ala bridal style.
"Untuk kalian..." Daichi menatap sengit 3 FG-nya itu, seolah menatap 3 ekor kecoak. "... jangan coba-coba ganggu Naru-chan lagi, atau hidup kalian tidak akan aman selamanya." Ancam Daichi, sambil berjalan sambil menggendong Naruko keluar gudang. Diancam begitu, 3 Fansgirl gila tadi langsung shock dan drop.
.
.
Di kediaman Namikaze~
"Naru pulang."
"Ah, Naru-chan sudah― Ya ampun! Apa yang terjadi?" Kushina langsung panik melihat putri satu-satunya itu pulang dengan tubuh yang luka dan lebam di mana-mana.
"Ano, bi, tadi Naru-chan―"
"Sudah, kalian masuk dulu, biar ibu obati!" perintah Kushina panik. Daichi lalu menggendong Naruko ke ruang tengah, sedangkan Kushina datang sambil membawa kotak P3K.
"Tahan, ya, Naru-chan!" kata Kushina sambil menempelkan kapas yang sudah diberi antiseptik ke pipi Naruko.
"Aduh!" Naruko mengaduh kesakitan. Sedangkan Daichi memperban tangan kanannya yang terluka. Kushina lalu menempelkan plester luka di pipi Naruko dan memperban betis Naruko yang ditendang Shiho tadi.
"Naah, selesai~" kata Kushina sambil membersihkan peralatan P3K-nya.
"Ne, Naru-chan, sebenarnya apa yang terjadi, sampai-sampai Naru-chan pulang dengan keadaan begini?" tanya Kushina penasaran.
"Ano, tadi―"
"Bibi Kushina, tadi Naru-chan dibawa ke gudang oleh siswi yang iri dengan hubungannya denganku. Mereka lalu menyiksa Naru-chan sampai-sampai mereka ingin memutuskan tangan Naru-chan." Jelas Daichi. Kushina lalu mengangguk paham.
"Begitu, ya.." dalam hati Kushina murka banget sama 3 FG gendeng Daichi itu.
"E-etoo, terimakasih banyak, Daichi-kun! Aku berhutang budi padamu!" kata Naruko sambil memeluk Daichi.
"Oh, iya, sebenarnya kalian sudah jadi sepasang kekasih, ya?" selidik Kushina.
"Iya, bi." Jawab Daichi dan Naruko. Kushina tersenyum lebar.
"Baguslah kalau begitu." Kata Kushina. Naruko bingung dengan perkataan ibunya itu.
"Maksud ibu?" tanya Naruko.
"Daichi-kun 'kan calon tunanganmu, Naru-chan." Jawab Kushina enteng.
"EEH?!"
.
.
| [The Faking Hoaxers] |
.
.
Pagi hari, pukul 07.00.
.
Tapi 30 menit sebelumnya~
KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNNGGGGGGGGGGGGG!
Jam weker itu bergetar kencang karena jarum-jarum di dalamnya telah menunjukan waktu yang disetel oleh sang empunya. Tapi gadis pemilik jam weker itu justru mengeratkan pelukannya pada guling orangenya dan semakin membenamkan tubuh mungil layaknya jerawat 3 hari itu (#BUGH) ke dalam hamparan selimut hangatnya.
Tapi entah karena sudah bangun atau jamnya yang kelewat kenceng, gadis itu bangkit dari alam mimpinya sembari menggerutu gaje.
"Apaan, sih, Daichi-kun? Pagi-pagi udah minta liat tugas sekolah.." racau gadis yang setengah mengantuk setengah sadar yang kita sebut sebagai Naruko itu. Lalu dengan tenaga seorang Miko yang belum pernah ia gunakan Naruko ambil jam weker itu dan melemparkannya sekuat tenaga ke luar jendela yang ga ditutup semalaman (awas kemalingan!). Padahal jam itu adalah jam yang Naruko pinjam dari Kushina.
.
Ini adalah kejadian yang keempat kalinya,
Dan kali ini adalah yang paling mahal (merek asli bro!),
Dan jika dia sekali lagi lakukan itu besok, Naruko akan dapat hadiah 50 juta ryo (hah?).
.
Setelah melemparkan jam weker yang memang dari sononya udah berdosa itu keluar kamarnya, Naruko kembali tidur tanpa menghiraukan suara anjing yang kaget + kesakitan di luar.
.
Oke, itu 30 menit yang lalu.
Kembali ke 30 menit sesudahnya.
.
"NNNAAARRRUUU-CCCHHHAAANNN! BANGUN! MANDI, LALU SARAPAN DAN BERSIAP-SIAP!" teriak Kushina dari balik pintu kamar Naruko, tetapi tidak ada respon dari anak perawannya itu.
"NNNAAARRRUUU-CCCHHHAAANNN! SEKALI LAGI, BANGUN!" teriak Kushina lagi. Tak lama kemudian terdengar suara pintu dibuka.
Krieeettt~
"Hooaaammm~, bu? Ada apa sih, pagi-pagi sudah teriak-teriak!" gerutu seorang pemuda berambut merah menyolok yang matanya masih sayu sambil memeluk boneka teddy bear.
Ooh, tadi yang buka pintu itu Kurama toh.
"Ini, Kuu, Naru-chan tidak bangun-bangun. Padahal ibu sudah teriak-teriak sampai urat leher ibu nyaris putus (?)." jawab Kushina hiperbola, lalu mulang menarik nafasnya dan kembali berteriak,
"NNNAAARRRUUU-CCCHHHAAANNN! BANGUN! KALAU TIDAK NARU-CHAN AKAN IBU BANGUNKAN SECARA PAKSA!"
Hening~
Masih tidak ada respon yang berarti...
Dengan kepala yang mengepul Kushina berjalan ke kamar mandi di lantai 2 itu dan mengambil seember air lalu kembali ke depan kamar Naruko.
"NNNAAARRRUUU-CCCHHHAAANNN! SEKALI LAGI, BANGUN ATAU TIDAK!" teriak Kushina lagi. Tetapi masih tak ada respon. Karena merasa diacuhkan oleh anaknya, Kushina dengan mode Habanero-nya yang sudah ON itu mendobrak pintu kamar Naruko dengan tumitnya (hah?) dan dengan muka memerah seperti rambutnya Kushina berteriak lagi.
"MAKAN NIH!" (?)
BYUUR!
"HUAAA! Badai! Hujan! Banjir! Tolong, Naru tenggelam!" teriak Naruko gaje sambil gerak-gerak seperti orang OOC berenang.
"BANGUN, NARU-CHAN!" teriak Kushina tepat di telinga Naruko. Naruko dengan kalap langsung turun dari kasurnya dan berkata,
"SIAP, BU!"
Naruko menyambar handuk hijaunya dan berlari kencang ke kamar mandi. Setelah bayangan Naruko lenyap, Kushina membuka tirai jendela Naruko (yang ditutup tirainya doang, jendelanya kagak). setelah itu Kushina berjalan keluar kamar Naruko. Tapi belum juga Kushina keluar dia menemukan bahwa jam weker Casio ori miliknya yang dipinjam Naruko telah lenyap.
"NNNAAARRRUUU-CCCHHHAAANNN! JAM WEKER MAHAL YANG NARU-CHAN PINJAM MANA?" teriak Kushina. Naruko dengan kecepatan Flash Movementnya Kuroki (hah?) miliknya (hah?) langsung loncat ke dalam kamar mandi dan segera mengunci pintunya.
.
Kurama dan author yang melihat semua kejadian itu sweatandjawdrop.
.
.
.
OOP! TBC!
.
.
Author side:
... eh, udah Author Note ya? (Herp Mode: ON #PLAK)
.
Ehem! Tes, tes, tes, 1, 2... oke!
.
Yah, kembali dari Hiatus! (#tebarbunga)
Huft! Author akhirnya bisa kembali menyentuh keyboard laptop butut Author setelah mudik dan ospek plus masuk sekolah baru! kira-kira sudah lama banget Author hiatus...
HAHA! (#maksainketawa)
.
AUGUST MOOP! (hah?)
Author tebak, pasti pada ketipu ama tulisan 'Daichi vs Sasuke' di Author Note chap kemarin, kan? Pasti pada ngira itu chap bakalan ada adegan Fight.
Ternyata nggak!
Soalnya kalau Daichi langsung ngelawan Sasuke begitu aja berarti Fic ini bakalan cepet tamat. Padahal sebenarnya Fic ini masih panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget. Kira-kira bakalan ada 30 lebih chapter di fic ini. Lagian juga, kalau Daichi langsung berantem ama Sasuke itu Author kira terlalu kecepetan alurnya.
.
Maaf ya buat Readers yang tertipu (Trolling Success!), tolong jangan berhenti baca Fic ini! Author Cuma becanda doang kok!
.
Maklum, namanya juga Fic gaje. (#pundungdipojokan)
.
Haah~
.
Bagian Flashback SasuNaru tadi terinspirasi dari lagunya Chunk! No, Captain Chunk! yang berjudul 'Haters Gonna Hate' (Author ngefans berat sama C!NCC!). Rasanya waktu ngedengerin lagu itu sambil ngetik Chap ini kayak ada kesamaan antara lirik lagu itu sama plot Fic ini (yaah~ walaupun ada sebagian yang berbeda).
.
.
Masalah ganti nama, author akhirnya memutuskan untuk mengganti judul Fic gila ini dengan judul yang agak kerenan dikit: 'Naruko: The Legend Of Miko'. Kira-kira bisa narik lebih banyak Readers ga yak?
.
.
Author ngasih banyak TERIMA KASIH untuk para readers yang udah baca Fic ini, baik yang nge-review baik yang silent reader! Tunggu kelanjutan dari chapter ini!
.
Chapter depan:
Munculnya Kyuudaime!
.
Maaf ya kalau fic ini garing banget kayak kerupuk!
Udahlah gausah banyak bacot!
.
Ingat! Mau review & Flame boleh, asal flamenya jangan 'ngomporin' banget!
AKHIR KATA,
VVVVVVVVVVV
VVVVVVVVV
VVVVVVV
VVVVV
VVV
V
VVVVVVVVVV
VVVVVVVV
VVVVVV
VVV
V
MIND TO REVIEW? PLEASE...
V
