SEBELUMNYA...

"Kyuhyun! MENGHINDAR!" teriak Yesung.

DOR!

Peluru dari seseorang yang membidik Kyuhyun tadi melesat dan...

ARGH! Bugh.

... mengenai seseorang.

Keadaan hening seketika.

"Yesung!"

Kyuhyun berlari kearah Yesung yang terjatuh di lantai.

Ternyata, Yesung telah melindungi Kyuhyun dari tembakan tersebut dengan menjadikan dirinya sendiri sebagai tameng.

"Bodoh! Apa yang kau lakukan, hah?!" bentak Kyuhyun sambil mengangkat tubuh Yesung.

DUAR!

Asap pekat kembali menyelimuti ruangan, sebuah tangan menarik Kyuhyun dan Yesung menjauh, melewati sebuah pintu hingga mencapai sebuah ruangan yang bebas dari asap beracun.

"D... Donghae..."

.

DARK LIFE CHAPTER 7

-Hwika's Present-

.

Desclaimer : Super Junior milik SMEnt, orang tua, keluarga, kerabat dan diri mereka sendiri. Fic ini milik HwiKa.

Rate : T

Pair : KyuSung

Cast : Super Junior member

Genre : Crime, Drama, a lil bit Romance

Warning : BL/Yaoi, OOC, Typo's, Aneh, dan kekurangan lainnya.

.

Don't Like Don't Read!

.

.

.

"D...Donghae..."

Kyuhyun terbelalak melihat sosok di depannya yang telah menyelamatkannya.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Kyuhyun.

Donghae menatap Kyuhyun datar, "kau pikir apa yang kulakukan?"

"Bagaimana kau bisa sampai disini?"

"Berterimakasihlah pada Yesung yang telah memberi kabar padaku."

Kyuhyun langsung memberikan deathglare paling mematikan miliknya pada Yesung yang dibalas dengan senyum kecut dari Yesung.

"Kenapa kau tidak memberitahuku?" tanya Donghae dingin dan menatap Kyuhyun tajam.

"Aku..." Kyuhyun menunduk dan tidak melanjutkan kalimatnya.

"Kau tahu dengan jelas, sudah berapa lama aku menanti datangnya hari ini. Dan kau dengan sengaja tidak memberitahuku!"

Kyuhyun hanya bisa bergeming.

Donghae mendengus kuat mencoba meredam emosinya.

"Kau pergilah, biar Kibum aku yang menanganinya. Dan bawa ini..."

Donghae memberikan sebuah alat kecil yang terdapat tombol merah disana.

"Ini..."

"Aktifkan saat aku mengirim sinyal."

"Ta... tapi..."

"Tak ada tapi-tapian! Ini perintah mutlak dariku! Akan kuhadapi bocah sialan itu."

"Hyung..."

Donghae terdiam dan menatap Kyuhyun. Baru kali ini dia mendengar Kyuhyun memanggilnya dengan sebutan 'hyung'. Tatapan Donghae melembut.

"Pergilah, bocah itu tak akan berani denganku."

Donghae berjalan meninggalkan Kyuhyun dan Yesung kembali ke ruangan dimana Kibum berada.

"Berhati-hatilah," gumam Kyuhyun.

Donghae berbalik, "akan kupastikan dia kembali," ujarnya dengan senyuman di wajahnya yang kemudian kembali meneruskan jalannya.

Setelah puas memandangi kepergian Donghae, Kyuhyun tersadar akan sesuatu dan menoleh ke arah Yesung.

"Kau baik-baik saja?" tanya Kyuhyun cemas.

Yesung mengangguk, "aku memakai jaket anti peluru."

Kyuhyun mendengus dan mengerlingkan matanya, "kalau begitu untuk apa aku mengkhawatirkanmu."

Yesung terkekeh.

Kyuhyun langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Yesung.

"Hey, tunggu aku!" panggil Yesung sambil berlari mengejar Kyuhyun.

.

.

.

Lee Donghae –seorang pimpinan Dark Circle- kini berhadapan dengan Kim Kibum –mantan anggota Dark Circle-. Mereka saling menatap tajam. Tak lupa dengan senjata masing-masing di tangan mereka.

"Long time no see," ujar Kibum yang menunjukkan killer smilenya.

Donghae tetap diam dan terus menatapnya datar.

"Sebuah kehormatan bagiku kedatangan tamu sepertimu, Lee Donghae."

Donghae tetap diam, "kau jadi banyak bicara sekarang."

Kibum berdecih menanggapi sindiran Donghae.

Ctek.

Donghae menarik pelatuk pada pistolnya.

"Aku tak akan main-main," ujar Donghae dingin.

"Bagus kalau begitu," balas Kibum yang kini telah menarik pelatuknya juga.

Donghae dan Kibum sama-sama mengangkat pistol ditangan mereka dan mengarahkannya tepat ke lawannya masing-masing.

"Kalaupun aku mati disini, aku akan mati bersamamu," gumam Donghae.

DOR!

Sebuah tembakan diluncurkan oleh Donghae pertanda pertarungan mereka dimulai.

DOR!

Tembakan selanjutnya diluncurkan Kibum sebelum akhirnya dirinya berguling ke kanan untuk menghindari peluru Donghae yang melesat kearahnya.

DOR!

Donghae kembali meluncurkan tembakan keduanya dengan cepat saat Kibum masih sibuk menghindar.

Zrash

Peluru milik Donghae sedikit menggores bahu Kibum hingga sepercik darah menetes keluar.

DOR! DOR! DOR!

Kibum membelalakkan matanya saat Donghae menembakinya tanpa ampun. Dengan gerakan yang lincah, Kibum menghindari setiap peluru yang mengarah padanya.

DOR DOR DOR

Donghae terus menembaki Kibum tanpa memberi jeda sedikitpun. Sebuah seringai terhias dibibirnya saat melihat sedikit celah dari Kibum.

DOR!

Peluru itu melesat cepat mengarah ke tangan Kibum yang memegang pistol.

ARGH! Prang

Tembakan Donghae mengenai sasaran.

Kini pistol di tangan Kibum telah terjatuh dan tangannya mengalirkan banyak darah.

"Brengsek," geram Kibum.

Kibum berjongkok mencoba mengambil pistolnya kembali.

DOR!

Donghae kembali menembak tangan Kibum satunya. Darah kembali mengalir dari tangannya.

Kibum diam, tak menjerit ataupun mengumpat kesakitan.

Donghae berjalan tenang ke arah Kibum, berjongkok didepannya dengan terlebih dahulu menyingkirkan pistol dihadapan Kibum. Ditatapnya wajah Kibum yang tanpa ekspresi itu, namun kini memucat yang dikarenakan mulai kehilangan banyak darah.

Donghae mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi pucat itu. Ia pun membawa tubuh Kibum ke dalam dekapan hangatnya. Kibum tetap diam, tidak memberikan penolakan sama sekali terhadap perlakuan Donghae.

"Aku merindukanmu," ujar Donghae lirih.

"Kembalilah padaku," lanjut Donghae.

Sementara Kibum tetap diam. Wajahnya semakin memucat, napasnya mulai memburu, dan pandangannya mengabur.

Donghae mengangkat tubuh Kibum dan menggendongnya. Membawanya keluar dari bangunan milik Kibum tersebut.

.

.

.

Kyuhyun dan Yesung kini tengah berjalan dengan santai menyusuri hutan yang kini mulai menggelap karena hari yang baranjak malam.

"Bagaimana kau bisa memberi kabar pada Donghae?" tanya Kyuhyun membuka suaranya setelah hampir 30 menit mereka berjalan dalam diam.

"Sebelum kemari, dia memberiku sebuah alat, hampir sama dengan yang tadi diberikannya padamu."

"Kapan kau menghubunginya?"

"Saat aku mencarimu."

Kyuhyun menengadahkan kepalanya ke atas.

"Sepertinya kita harus menginap di hutan ini," ujar Kyuhyun.

"Kau yakin?" tanya Yesung yang melihat ke arah kiri dan kanannya.

"Kita istirahat disana saja," ujar Kyuhyun yang menunjuk sebuah gubuk.

Mereka pun berjalan mendekati gubuk tersebut.

"Gubuk ini kotor, sebaiknya kita bersihkan dulu," kata Yesung.

Yesung mengambil sebuah daun pisang yang telah terjatuh dan menyapukan debu-debu di gubuk tersebut. Kyuhyun memerhatikannya dalam diam.

"Selesai."

Yesung langsung merebahkan badannya.

"Lelah sekali, badanku terasa remuk," gumam Yesung.

"Hm," gumam Kyuhyun asal menanggapi perkataan Yesung.

Kyuhyun sendiri menyandarkan tubuhnya pada tiang penyanggah gubuk tersebut. Pikirannya melayang mencoba mengingat semua yang telah terjadi hari ini. Pertemuannya dengan Kibum setelah sekian lama, dan Donghae yang kini tengah menghadapi Kibum.

Apakah Donghae baik-baik saja?

Apakah Donghae dapat mengalahkan Kibum?

Apakah Donghae dapat membawa Kibum kembali?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di otak jenius milik Kyuhyun.

Sebuah hembusan napas keluar dari bibirnya bermaksud mengakhiri pemikirannya itu.

"Boleh aku bertanya?" ujar Yesung yang sedikit membuat Kyuhyun kaget.

"Apa?"

"Mm... tentang Dark Circle, tentang Kibum... Apa aku boleh mengetahuinya?"

Kyuhyun menghela nafas berat.

"Dark Circle..." gumam Kyuhyun pelan.

Yesung terus memerhatikan Kyuhyun, menanti jawaban yang akan pemuda itu lontarkan selanjutnya.

1 menit.

2 menit.

3 menit.

Hingga 5 menit berlalu, tak ada jawaban dari Kyuhyun.

"Kalau tidak mau cerita tak ap..."

"Dark Circle didirikan oleh Donghae bersama dengan Kibum..." ujar Kyuhyun yang memotong ucapan Yesung.

Yesung terdiam. Sempat tersentak beberapa saat katika mengetahui adanya hubungan relasi antara Donghae dan Kibum.

"Donghae bertugas merekrut orang yang ingin bergabung, Kibum bertugas membuat senjata dan alat-alat canggih."

Kyuhyun kembali mengambil jeda untuk ceritanya. Matanya menatap langit yang sudah sepenuhnya gelap, namun pikirannya menerawang kembali ke masa beberapa tahun silam.

"Saat itu Donghae menemukanku yang sedang mabuk."

"Mwo? Mabuk?" Jerit Yesung sedikit tak percaya yang dibalas anggukan dari Kyuhyun.

"Saat itu pertama kalinya aku mabuk, lelah dengan keluarga yang berantakan. Aku tidak tahu harus melampiaskannya dengan cara apa. Dan Donghae mengajakku untuk bergabung dengan Dark Circle, membawaku ke dunia yang berbeda."

Yesung menggangguk-anggukkan kepalanya.

"Aku dijaga dengan baik disana. Diajari berbagai cara berjalahi, tanpa senjata maupun dengan senjata. Aku belajar dengan sangat cepat. Hanya dalam waktu 3 bulan, aku mendapatkan misi pertamaku."

"Apa anggota yang lain secepat itu juga?" tanya Yesung yang kini beranjak untuk duduk.

"Tidak. Yang lain paling cepat 8 bulan."

"Wah."

"Karena itu, Donghae sangat memperhatikanku, menjagaku dengan baik walaupun terkadang berlebihan. Dan itu membuat Kibum muak."

Kyuhyun menghela nafas berat.

"Kibum menganggap aku merebut Donghae darinya. Kibum merasa dinomor duakan sejak keberadaanku."

"Tunggu..." Yesung kembali menyela, "apa Donghae dan Kibum sepasang... eum kekasih?" tanya Yesung ragu.

"Bahkan lebih dari itu."

Perkataan Kyuhyun membuat Yesung tercengang.

"Awalnya aku dan Kibum sangat dekat. Aku sudah menganggapnya sebagai hyungku sendiri. Tapi sejak saat itu... Kibum menjauh... dariku dan Donghae."

"Jadi Kibum cemburu denganmu?" tanya Yesung yang masih penasaran.

Kyuhyun menghela nafas, "bisa dibilang begitu."

"Hanya karena itu?!" seru Yesung yang tak terima kenyataan bahwa Kibum berusaha menghancurkan Donghae hanya karena cemburu.

"Entahlah."

Kyuhyun menatap Yesung lekat. Itu membuat Yesung salah tingkah.

"M-mwo?"

"Terkadang aku merasa bersalah..."

Kyuhyun menggantungkan ucapannya. Namun Yesung mengerti maksud dari ucapan namja yang berusia lebih muda darinya itu.

Yesung melihat adanya kesedihan di mata Kyuhyun.

"Aku menyayangi mereka bahkan melebihi keluargaku sendiri. Dan aku yang menghancurkannya."

"Kyuhyun-ah..."

Yesung bingung harus mengatakan apa.

Kyuhyun membaringkan badannya dan memunggungkan Yesung.

"Tidurlah, ini sudah malam."

"Mm... ne," jawab Yesung singkat seraya membaringkan badannya juga.

"Maaf membawamu ke dalam masalah ini."

Yesung membalikkan posisi tubuhnya menatap punggung Kyuhyun.

"Tak apa."

Yesung memejamkan matanya, berusaha untuk tidur dengan udara yang sangat dingin. Dia meringkuk mencoba mendekap tubuhnya untuk mengurangi rasa dingin itu.

Kyuhyun membalikkan badannya dan melihat Yesung yang kedinginan. Senyum tipis terhias dibibirnya. Dia menarik tubuh Yesung, merapatkan ke tubuhnya, memeluknya erat.

Yesung yang sesungguhnya belum tidur merasa kaget dengan perlakuan Kyuhyun.

"Tidurlah, besok kita akan kembali," ucap Kyuhyun pelan.

Yesung merutuk dalam hati, "bagaimana bisa tidur kalau jantungku berdebar seperti ini"

Yesung menggigit bibir bawahnya. Hangat memang, tapi rasa kantuknya langsung lenyap entah kemana.

Kyuhyun terus merutuki perilakunya sekarang. Entah kenapa dia berani melakukan ini. Ck, semua ini diluar kendali dan akal sehatnya.

Kyuhyun membelai surai hitam milik Yesung dengan lembut.

Biarlah, untuk sekali ini saja Kyuhyun menuruti kata hatinya.

Dan kini dia menyadari satu hal...

.

.

.

Tet tet tet

Lampu hijau terus bekelap-kelip diiringi suara alarm yang berbunyi dari sebuah alat yang ada dalam saku celana Kyuhyun, hingga membuat pemuda itu memaksakan matanya untuk terbuka.

Diambilnya sebuah alat yang diberikan oleh Donghae.

"Sudah selesai?" tanyanya entah pada siapa.

Dirinya melirik Yesung yang masih tertidur pulas.

Kyuhyun menggoyangkan badan Yesung, membuat Yesung membuka matanya.

"Hm?" gumam Yesung yang masih belum sepenuhnya sadar.

"Bangunlah, kita harus segera pergi."

"Tapi ini masih gelap," Yesung mendudukkan dirinya.

"Ya, kita harus pergi sebelum terang."

Kyuhyun keluar dari gubuk tersebut.

"Aku masih lelah," ujar Yesung yang mengikuti Kyuhyun keluar dari gubuk.

"Pakai tasku."

"Mwo? Aku bilang lelah kenapa harus memakai tasmu," gerutu Yesung, namun tetap melakukannya.

Kyuhyun berjongkok di depan Yesung, "naik!"

"Apa maksudmu?"

"Aku akan menggendongmu."

"Aku bisa jalan sendiri!"

Yesung langsung berjalan mendahlui Kyuhyun.

"Kau bilang lelah."

Kyuhyun menarik tangan Yesung dan kembali berjongkok di depannya.

"Cepat naik!" seru Kyuhyun agak keras yang membuat Yesung sedikit takut.

Yesungpun naik kepunggung Kyuhyun dan memeluk lehernya.

Kyuhyun berdiri perlahan.

"Aku berat," ujar Yesung yang merasa tak enak.

Kyuhyun tetap diam dan terus berjalan.

Dari gelap hingga matahari perlahan mulai menampakkan sinarnya, mereka terus berjalan.

"Kyuhyun-ah..." panggil Yesung.

"Hm," jawab Kyuhyun asal.

"Berhenti. Kau pasti lelah menggendongku."

Kyuhyun pun berhenti dan menurunkan Yesung.

"Kau minta diturunkan setelah kita sampai," ujar Kyuhyun yang kembali berjalan mendekati sebuah mobil.

Yesung terkekeh dengan memamerkan deretan giginya dan langsung berlari mendekati mobil tersebut.

Tentu saja itu mobil miliknya. Mobil yang dia, Kyuhyun, dan anggota polisi lain tumpangi saat pergi ke tempat ini.

"Hyung!" teriak Yesung memangil 2 orang polisi yang ada di dalam mobil tersebut.

"Yesung-ah, Kyuhyun-shi!"

Keduanya langsung keluar dari mobil.

"Kenapa kalian cuma berdua? Dimana Heechul dan Hangeng hyung?"

"Mereka sudah kembali duluan kemarin karena Heechul hyung terluka," jelas Sungmin.

"Sebaiknya kita segera pergi dari sini, sebelum benar-benar terang," Kyuhyun angkat bicara dan langsung memasuki mobil, diikuti Yesung, Sungmin juga Leeteuk.

"Biar aku yang bawa," ujar Kyuhyun menawarkan diri untuk mengendarai mobil membuat Leeteuk langsung menyingkir dari tempat kemudi.

Tanpa buang waktu, Kyuhyun langsung menancap gas, membawa mobil keluar dari hutan dengan cepat.

"Hati-hati, Kyuhyun-ah..." kata Yesung memperingati.

"Tolong ambil alat dikantungku," pinta Kyuhyun entah pada siapa, namun Yesung langsung mengambil alat yang dimaksud oleh Kyuhyun.

Yesung langsung mengerti begitu melihat alat tersebut, "sekarang?" tanyanya yang dibalas dengan anggukan Kyuhyun.

Yesung menekan tombol merah ditengah alat tersebut, begitupun Kyubyun yang menancap gas makin cepat.

DUAR!

Suara dentuman keras terdengar dari kejauhan.

"Apa itu?" tanya Leeteuk.

"Penghancuran," jawab Kyuhyun singkat.

.

.

.

"Kim Ryeowook, penyanyi yang beberapa hari lalu terlibat dalam penculikan, kini telah kembali ke kediamannya dalam keadaan selamat. Berkat bantuan tim polisi beranggotakan 5 orang yang dipimpin oleh Park Jungsoo, berhasil memasuki markas penculik. Dilaporkan salah seorang polisi mengalami cedera, dan pimpinan penculikan tersebut melarikan diri."

Klik

Kyuhyun mematikan TV yang baru saja menampilkan berita bebasnya Ryeowook.

Dihempaskan tubuhnya berbaring di sofa. Ah rasanya tulangnya sudah hampir remuk akibat kejadian kemarin.

1 jam lalu mereka berhasil kembali ke markas pusat kepolisian, dan saat itu Kyuhyun langsung melarikan diri dari anggota kepolisian tersebut.

Drrrttt Drrrttt

Handphonenya bergetar menandakan adanya sebuah panggilan masuk. Diliriknya nama yamg tertera pada layar ponselnya

Jongwoon calling...

"Hm..." sapa Kyuhyun asal.

"Kau dimana?"

"Apartemen."

"Baiklah, aku akan kesana."

Bip.

Kyuhyun mendengus pelan dan melempar ponselnya ke sofa. Dirinya berniat untuk beranjak dari sofa sebelum pinselnya kembali bergetar.

Donghae calling...

Seketika perasaan buruk menyergap dirinya.

"Ada apa?" tanya Kyuhyun.

"KIBUM HILANG!"

Suara Donghae yang berteriak dan terdengar sangat panik.

"Aku segera kesana!"

Kyuhyun mengambil jaket dan kunci mobilnya. Berlari keluar apartemen, bergegas menaiki mobil dan dengan cepat melesat menuju markas Dark Circle.

Hanya butuh waktu 10 menit, Kyuhyun sampai dan langsung memarkirkan mobilnya asal. Kembali berlari menuju ruangan pimpinannya.

BRAK

Dibukanya pintu dengan kasar.

"Bagaimana bisa?"

Kyuhyun langsung menyerang Donghae dengan pertanyaan.

"Entahlah..." Donghae tertunduk lesu.

"Kau menjaganya bukan?"

"Aku bahkan menaruhnya di ruang X."

"Tidak mungkin..." gumam Kyuhyun tidak percaya.

Ruang X adalah ruang tahanan milik Dark Circle yang dilengkapi sistem keamanan canggih dan super ketat. Tak ada yang pernah berhasil melarikan diri dari ruangan tersebut... kecuali Kibum.

"Kibum tidak mungkin melarikan diri sendirian, aku sudah melumpuhkan kedua tangannya."

"Ada penyusup di Dark Circle..."

"Dia pasti sekutu Kibum."

"Aku akan mengumumkan kepada yang lain untuk meningkatkan keamanan dan..."

Ucapan Kyuhyun terhenti karena ponselnya kembali bergetar.

Unknown Number...

Kyuhyun menahan nafasnya, mendekatkan ponsel ke telinganya.

"Cho Kyuhyun."

Deg

Jantung Kyuhyun serasa berhenti sesaat. Dia kenal suara itu. Sangat mengenalnya.

Kyuhyun menekan tombol loudspeaker agar Donghae dapat mendengarnya.

"Kau pasti tau siapa aku."

Donghae membelalakkan matanya.

"Kim Kibum..." jawab Kyuhyun pelan.

"Hahaha, tepat sekali."

"Apa maumu?!" tanya Kyuhyun sarkatis.

"Aku punya kabar baik untukmu."

"..." tak ada jawaban dari Kyuhyun.

"Jongwoon sekarang ada ditanganku..."

Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat hingga buku kukunya memutih. Rahangnya terlihat mengeras. Amarah mengalir cepat ke ubun-ubunnya.

"BRENGSEK!"

"Hahaha..." Kibum memperdengarkan tawa liciknya.

"DIMANA KAU SEKARANG, HAH?!"

"Datanglah ke daerah Gangnam, kau akan menemukan sebuah bangunan kosong di ujung jalan. Aku akan memberikan kejutan untukmu."

Bip.

Kibum memutuskan sambungannya.

"BRENGSEK!"

Kyuhyun melemparkan ponselnya ke lantai dengan kuat hingga benda tersebut hancur berkeping-keping. Emosi sudah menyelemutinya saat ini. Bagaimanapun caranya, dia harus menyelamatkan Yesung.

"Aku pergi," pamitnya pada Donghae.

"Tidak! Aku tidak memberikan tugas ini untukmu."

Kyuhyun semakin memanas, "KAU BEKERJA SAMA DENGANNYA, HAH?!"

"Tenanglah. Kibum pasti punya niat buruk untuk ini. Dia menjebakmu, saat kau masuk perangkapnya akan kupastikan bahwa... Dark Circle hancur..."

Kyuhyun terdiam karena ucapan Donghae.

"Sebaiknya kita atur strategi," ujar Donghae yang kini mulai berpikir.

Kyuhyun menggapai kursi di hadapan Donghae, lalu mendudukinya. Pikirannya sudah kalut. Dia sangat mencemaskan Yesung.

Kyuhyun memperhatikan gerakan Donghae yang kini menyalakan komputernya. Jemari Donghae dengan cepat menari diatas keyboard.

"Cih, dasar keparat. Dia benar-benar ingin menghancurkan kita," gumam Donghae.

"Hm," balas Kyuhyun asal.

Donghae mencetak sebuah gambar dari komputernya dan menyerahkannya pada Kyuhyun.

Sebuah gambar yang menunjukkan kondisi daerah Gangnam, juga bangunan kosong tempat Kibum berada.

Kyuhyun langsung mengerti apa maksud ucapan Donghae tadi. Jalan tersebut benar-benar tertutup, tak ada celah untuk jalan keluar. Sungguh jebakan yang sempurna.

"Aku akan ikut bersamamu, dan mengerahkan beberapa anggota kita juga."

Donghae kini memeriksa data anggota Dark Circle yang tengah bebas dari tugas.

"53 orang..." Donghae menggantungkan kalimatnya.

"Terlalu sedikit, sebaiknya biarkan mereka menjaga markas. Kibum mungkin akan menyerang markas juga," ujar Kyuhyun melanjutkan ucapan Donghae.

Memang terlalu sedikit untuk 53 orang menjaga sebuah bangunan luas mencapai 1 hektar dan bertingkat 7.

Sebuah jam yang dipakai Kyuhyun berkelap-kelip memancarkan cahaya merah.

Kyuhyun menatap Donghae, "Kau mengirim sinyal?"

Donghae mengangguk, "semua harus kembali."

Kyuhyun mengerti.

Donghae mengirimkan sinyal ke semua anggota Dark Circle yang akan diterima melalui sebuah jam yang dimiliki masing-mssing anggota Dark Circle, seperti yang dimiliki oleh Kyuhyun.

Selama Dark Circle berdiri, Donghae hanya pernah mengirim sinyal Kuning saat Dark Circle dimasuki beberapa orang penyusup.

Sinyal Merah ini merupakan tingkatan yang paling tinggi, yang artinya Dark Circle benar-benar terancam bahaya.

Donghae memperhatikan layar monitor yang menampilkan gambar dari cctv di pintu masuk.

Satu persatu anggota Dark Circle mulai berdatangan ke markas. Beberapa dari mereka terlihat panik.

"Aku hidup untuk Dark Circle, aku akan melakukan apapun semampuku untuk menjaga Dark Circle, sekalipun mempertaruhkan nyawaku..." gumam Donghae yang kini telah berjalan keluar untuk menemui semua anggota Dark Circle.

Kyuhyun menghela nafas berat dan beranjak mengikuti Donghae.

.

.

.

Semua anggota Dark Circle telah berkumpur di ruang Headquarter sekarang. Pertanyaan-pertanyaan dari satu orang ke orang lainnya membuat ruangan menjadi gaduh.

Pintu utama terbuka menampilkan sosok pimpinan mereka yang berjalan tenang ke arah podium. Semua anggota langsung bangkit dari duduknya untuk menghormati pimpinan Dark Circle.

"Duduklah," perintah Donghae.

Serempak anggota Dark Circle -yang totalnya berjumlah 167 orang- kembali duduk.

"Sesuai dengan sinyal merah yang kukirim, Dark Circle mengalami ancaman," Donghae memulai pembicaraannya. Suasana kembali gaduh.

Kyuhyun yang duduk di baris depan mengangkat tangannya, bermaksud menyuruh diam anggota lain.

Setelah semua tenang, Donghae melanjutkan ucapannya, "Maaf untuk beberapa dari kalian yang kupaksa kembali saat menjalankan tugas."

Donghae mengambil nafas sejenak.

"Aku ingin kalian meningkatkan pengawasan di markas Dark Circle. Semua harus siap siaga, karena kemungkinan markas kita akan diserang oleh pasukan kuat milik Kim Kibum."

Donghae memerhatikan mimik wajah setiap anggota Dark Circle. Rata-rata memasang ekspresi kaget. Tentu saja... karena bagi semua anggota Dark Circle, Kim Kibum adalah musuh utama Dark Circle.

"Anggota dari tim terkuat A, perkuat pintu masuk utama markas. Anggota tim terkuat B, perkuat pertahanan Lantai 7 dan ruanganku. Yang lain menyebar di setiap sudut dan setiap lantai. Bawa senjata yang kalian perlukan. Gunakan pengaman untuk keselamatan diri kalian. Mengerti?"

"Mengerti!" jawab semua serempak.

"Sebentar lagi aku bersama Kyuhyun akan mendatangi markas Kim Kibum. Aku membutuhkan beberapa dari kalian. Yang bersedia membantu harap berdiri."

Donghae memperhatikan anak buahnya satu persatu. Begitu juga Kyuhyun yang ikut melihat sekelilingnya.

1 orang berdiri. Lee Jinki.

Disusul 2 orang kembali berdiri.

Hendry dan Zhoumi.

Dan diikuti oleh 4 orang lainnya.

Choi Minho, Kim Keybum, Lee Taemin dan Kim Jonghyun.

"Cukup. Rapat dibubarkan. Semua segera persiapkan yang kalian butuhkan dan mulai tingkatkan pengawasan!"

"SIAP!"

"Untuk 7 orang disana, ikut keruanganku!"

Donghae berjalan menuruni podium dan keluar dari Headquarter, diikuti Kyuhyun dan ketujuh orang tadi.

.

.

.

Donghae menyerahkan 7 lembar kertas untuk Henry, Zhoumi, Jinki, Key, Jonghyun, Minho dan Taemin. Kertas bergambar denah markas Kibum di daerah Gangnam.

"Aku ingin kalian menyebar di titik yang sudah kuberi warna merah."

Ada 3 titik yang ditandai oleh Donghae. Di kanan bangunan, kiri, dan belakang.

"Kerahkan 3 orang utuk mengatasi belakang bangunan. Bawa senapan paling canggih yang kita punya. Jangan lupa Sniper Rifle."

"Baik!" jawab ketujuh orang disana tegas.

"Aku akan menjatuhkan bom asap dari udara, saat itu kalian masuk ke daerah lawan. Kyuhyun lewat pintu utama, Zhoumi dan Henry ke kiri bangunan, Minho dan Taemin ke kanan, Jinki, Jonghyun dan Key ke belakang. Mengerti?"

"MENGERTI!"

"Pasang ini dipakaian kalian."

Donghae memberikan 7 buah alat pelacak yang dibagikan satu persatu kepada mereka.

"Baiklah. Kalian bersiaplah sekarang."

Ketujuh orang tadi keluar dari ruangan Donghae, begitu juga dengan Kyuhyun.

"Aku tak bisa membawamu kembali. Dan aku tak akan membiarkanmu menghancurkanku."

Donghae menghela nafas berat. Mengetikkan sesuatu pada jendela Microsoft Word yang terbuka, lalu bangkit dan meninggalkan ruangan membiarkan monitornya menampilkan sebuah tulisan.

MISI: MENGHANCURKAN KIM KIBUM!

.

.

.

TBC

.

.

.

Annyeong readerdeul~

Mianhae aku telat apdet lagi hehehe *bow 180 derajat(?)

Next chap = Last Chap ;)

Maaf kalau kurang Kyusung momentnya. Aku Cuma ingin hubungan mereka berjalan natural hehe :D

Makasih untuk semua yang sudah review di chapter 6. Tanpa kalian mungki fanfic ini sudah discontinued hehehe.

Ayo Review lagi yang banyaaakkk... Biar aku semangat lanjutinnya.

Review kalian sangat sangat sangat berarti^^

.

Oke inilah balasan review kalian. Ini untuk yang tidak login. Untuk yang login silahkan cek PM masing-masing ^^

Kyuniechagi: Sudah dilanjut~ Mianhae lama. Review lagi ya ;)

TieSparKYUhyun: Sudah apdet~ Mian ga bisa ASAP. Review lagi chingu ^^

Nakazawa Ryu: Yesung selamat kok ._. Ini sudah apdet. Mohon reviewnya lagi chingu~

KyundaClouds: Sudah apdet chingu~ Ditunggu reviewnya lagi ^^

szasza harnis: Annyeong :) Sudah dilanjut ya~ Jangan lupa review lagi^^

dewdew90: Sudah apdet chingu^^ Ditunggu reviewnya lagi~

Merry Babo: Review chingu panjang banget ._. Aku udah apdet nih chingu~ Direview lagi ya, yang panjang lagi :D

Guest: Sudah dilanjut~ Review lagi ya^^

wufantao33: Maaf lama hehe /nyengir/ haha aku bukan lulusan militer apalagi detektif, diriku hanya mahasiswi biasa jurusan akuntansi -_- Sudah diapdet ya~ Ditunggu reviewnya lagi

clouds04: Sudah apdet~ Maaf aku apdetnya lama lagi... jangan di lempar ya /kabur/

Yulia Cloud: Sudah Apdet~ Review lagi ya chingu^^

InaaCloudsejatie: Salam kenal juga :) Sudah apdet~ Ditunggu reviewnya lagi^^

Jy: Sudah dilanjut~ Review lagi ya^^

Hae: Hehe maaf lama apdetnya. Ditunggu reviewnya lagi^^

fika han: Annyeong :) Sudah apdet~ Review lagi ya^^

yesunghae: Maaf aku ga bisa apdet kilat :( Ditunggu reviewnya lagi chingu^^

DySparClouds: Annyeong :) Maaf aku apdetnya lama lagi hehehe. Jgn lupa review lagi ya^^

Won: Hehe maaf lama apdenya. Review lagi ya^^

Aegikyusung: Gomawo~ Sudah apdet chingu~ Ditunggu Reviewnya lagi^^

cutesungie28: Sudah dilanjut^^

Liekyusung: Sudah dilanjut^^

Erliah: Mianhae aku ga bisa apdet cepat :( Jangan bosan review lg ya chinguu^^

AW: wah kamu reader yang pengertian :D /peluk/ Review lagi ya^^

Cloudhykyusung: Sudah dilanjut ^^ Review lagi ya~

chelsea wilkin: Sudah lanjut^^ Jangan lupa review lagi ya~

Tata: Sudah dilanjut^^ Reviewnya ditunggu~

CloudsYesungie: Iya chapter selanjutnya Last Chapter :) Sudah lanjut chingu. Review lagi ya^^

Guest: Hehe gomawo~ sudah lanjut^^ Review lagi ya chingu~

SasaClouds: Sudah dilanjut chingu^^ Jangan lupa Reviewnya~

inaKyu: Gomawooo /terharu/ :') Sudah dilanjut chingu~ Ditunggu reviewnya lagi^^

ryani clouds: Sudah dilanjut^^

Guest: Salam Kenal :) Sudah dilanjut ya~ jangan lupa Review lagi^^

Cloudssparkyu: Sudah diapdet chingu~ Review lagi ya^^

Ermaclouds: Sudah diapdet chingu^^ Ditunggu reviewnya lagi~

PutrhyLee: Sudah dilanjut^^

SasaClouds: Sudah dilanjut ^^

Resti: Sudah dilanjut^^

Hyun: Sudah dilanjut ^^ Review lagi ya~

wu yin mi: Sudah dilanjut ya^^