Alohaaaaa

Aku sudah selesai UAS :D

Dan libur kuliah sampai September

Aaaakkkk senangnyaaaaaaaa :'D

.

.

TerimaKasih ya yang sudah setia menunggu dan mereview ff ini.

Uuuuww terharuuu T.T

Maafin aku juga karena menunda-nunda NC nya

Gak boleh cepet-cepet ah NC nya.

Tunggu SiChul menikah dulu aja yaaaa *Dibunuh reader*

Ngahahahaha

.

.

Oya yang nanya tentang kehidupan Heesica, sementara ini libur dulu ya.

Kan YunJae (Tim creative nya Heesica) lagi di Paris.

Tapi nanti pasti ada lagi kok :)

.

.

Oke

.

-Happy Reading-

.

.

.

"Wonnie sedang apa? Kenapa kau disitu?" Tanya Heechul ssat melihat Siwon sedang duduk terdiam di sofa.

"Mungkin lebih baik kau segera pindah kehotel hyung" Ujar Siwon dingin.

"Mwo? Kau mengusirku?"

*Net Idol*(Chapter 7)

Heechul membelalakkan matanya takpercaya saat mendengar kata-kata Siwon. Ia sungguh tak menyangka Siwon akan mengusirnya.

"Waeyo?" Tanya Heechul pelan.

"Jika sejak awal kau memang tak berniat untuk menolongku, kenapa kau tak mengusirku dari awal?" Tanya Heechul lagi. Suaranya bergetar. Sekuat mungkin ia berusaha agar air matanya tak tumpah.

"Kenapa kau memanjakanku jika akhirnya kau akan mengusirku?"

"Inikah caramu membalas semua perbuatan burukku padamu?" Airmata Heechul mulai mengalir deras melihat Siwon yang sama sekali tak berniat menyanggah semua perkataannya.

"Baik. Hiks jika ini yang hiks kau mau. Aku akan pergi" Heechul berbalik menuju kamar Siwon.

Siwon mengacak rambutnya frustasi. Semua ini membuatnya gila. Melihat Heechul menangis adalah satu hal yang sangat dibencinya. Terlebih lagi jika dirinya sendirilah yang menjadi penyebab utama airmata itu mengalir. Ia berjalan gontai menuju kamarnya. Menyusul Heechul yang sudah terlebih dahulu masuk dan menutup pintu kamar itu. Hatinya teriris mendengar isakan Heechul dari balik pintu. Sungguh bukan ini yang diinginkannya.

"Hyung kumohon mengertilah" pinta Siwon. Ia bersandar pada pintu bercat putih itu. Hanya pintu itu yang menghalangi punggung kedua menyatu karena posisi mereka sama saat ini.

"Hiks.. hiks"

"Berhentilah menangis hyung. Aku benci mendengarmu menangis."

"…."

"Pergilah hyung. Aku tak akan bisa menahan diriku lagi hyung" Ucap Siwon frustasi.

"…."

"Aku akan menyerangmu jika kau tetap berada disini hyung. Aku hanya akan melukaimu"

"…."

"Aku akan melakukannya jika kau sudah mau membuka hatimu untukku hyung. Aku tak ingin menuruti nafsuku dan melukaimu"

"…."

"Pergilah. Dan kembali padaku saat kau telah yakin padaku. Dan saat itulah aku akan menjadikanmu milikku seutuhnya hyung"

"…."

"Pergilah hyung sebelum aku kehilangan kendali atas diriku sendiri"

"…."

"Aku tak yakin bisa menahan diri"

"…."

"Baiklah hyung. Aku yang akan pergi. Istirahatlah hyung. Good nite" Siwon beranjak dari duduknya dan berjalan lunglai kearah pintu keluar.

Ckleek

Siwon menoleh saat mendengar suara pintu terbuka. Didepan pintu kamar berdirilah Heechul dengan selimut putih menutupi tubuhnya. Matanya terlihat merah dan sembab karena menangis. Pipinya yang putih terlihat memerah. Membuatnya semakin tampak menggoda dimata Siwon.

"Hyung"

"Hiks pabbo! Siapa yang hiks menyuruhmu untuk menahan diri! Hiks kau benar-benar bodoh Choi Siwon" Bentak Heechul disela isakannya.

"Mwo? Hyung"

Heechul perlahan melepaskan selimut yang membungkus tubuhnya. Wajahnya menunduk untuk menyembunyikan rona wajah yang semakin merah karena malu. Hingga akhirnya seluruh selimut yang dikenakannya tergeletak dilantai. Menampilkan badan putih mulus dengan kejantanan yang telah setengah menegang. Diberanikan dirinya untuk mendongakkan kepala. Dipandanginya Siwon dengan tatapan sayu yang seolah berkata 'Touch me please'.

"Aku benar-benar tak akan menahan diriku lagi hyung"

Siwon berlari kearah Heechul dan segera mencium dengan ganas bibir pink menggoda itu. Diangkatnya tubuh polos Heechul menuju kamar dan merebahkannya pelahan diatas tempat tidur king size miliknya.

"Enghh mph ngh" desahan Heechul terdengar saat tangan Siwon bergerak aktif membelai kejantanannya. Membuatnya semakin menegang.

Mulut Heechul yang terbuka karena mendesah tak disia-siakan oleh Siwon. Ia selipkan lidahnya kedalam rongga mulut Heechul yang hangat dan manis menggoda itu. Dengan lincah lidahnya membelai seluruh bagian dalam mulut Heechul. Ciuman mereka terasa semakin panas saat Heechul mulai membalas. Lidah mereka saling membelit mencoba mendominasi. Siwon baru melepaskan ciumannya saat dirasa kebutuhan oksigen tidak dapat ditangguhkan lagi.

"Hah hah hah lebih baik kita hentikan sekarang hyung sebelum aku menyakitimu" Ujar Siwon disela nafasnya yang memburu.

"Wae? Lanjutkan saja" elak Heechul. Ia memalingkan wajahnya menghindari tatapan tajam Siwon.

" Aku tak mau melakukannya jika kau belum membalas perasaanku hyung" Siwon mencoba berdiri dari posisinya yang menindih Heechul. Namun dengan cepat Heechul menariknya dan kembali membawanya kedalam ciuman panas dan basah.

"Saranghae Won" Ucapan Heechul menghapus semua keraguan Siwon. Ditariknya tengkuk Heechul sehingga membuat pagutan mereka semakin erat.

Tangannya tak berhenti memainkan kejantanan Heechul. Menarik-narik nya dengan kasar,dan meremas twinsball Heechul.

"Nghh Wonh masukhh masukhaann. Jeball" Ujar Heechul.

Siwon segera menjauhkan dirinya dan menatap tak percaya pada Heechul.

"Engghh Wonnieehh cepathh akuuhh tak tahaaannh" Heechul menggeliatkan tubuhnya.

"Tapi itu akan menyakitimu chagi" Ujar Siwon menasihati.

"Tak apa! Cepatlahhh" Heechul menarik kaus yang digunakan Siwon dengan tidak sabar. Setelah berhasil melepas kaus Siwon, ia mulai membuka celana yang dikenakan Siwon. Siwown sungguh tak mengira jika Heechul bisa se-agresif ini.

Tak ingin mengulur waktu lagi, Siwon berdiri dan melepaskan celana dan boxer nya dengan cepat. Dan sekarang ia sudah sama polosnya dengan Heechul. Mata Heechul terbelalak melihat kejantanan Siwon yang ukurannya diatas rata-rata itu. Ia meneguk ludah, membayangkan kejantanan sebesar itu akan memasuki lubangnya yang sempit.

"Basahi dia chagi. Agar licin dan tak menyakitimu" Perintah Siwon. Ia mengarahkan kejantanannya kehadapan mulut Heechul.

Dengan ragu Heechul membuka mulutnya dan mulai menjilat kepala kejantanan Siwon yang basah karna cairan precum.

"Ssshh yeahh. Like that chagiiihh" Desah Siwon.

Heechul semakin bersemangat ketika mendengar desahan Siwon yang sangat menggoda. Dengan berani ia jilati seluruh permukaan kejantanan Siwon. Dari atas kebawah, melingkar dan terkadang mengecup ringan kulit kejantanan keras itu. Badan Siwon bergetar-getar menahan nikmat.

"Masukan chagi" Perintah Siwon sembari membelai rambut Heechul.

Heechul segera memasukan kejantanan Siwon kedalam mulutnya. Kejantanan besar itu hanya bisa masuk seperempat bagian kedalam mulutnya. Dihisapnya dengan kuat seakan ini menyedot habis semua yang terkandung dalam kejantanan itu.

"Aaaaaaaarrghhhhhhhhhhh good baby. Yeahh" Siwon menggeram keras dan menjambak rambut Heechul.

Merasa tak cukup hanya dengan sekedar hisapan dan jilatan, Siwon memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat. Membuat kejantanannya yang keras menyodok-nyodok liar mulut Heechul. Heechul memejamkan matanya, membiarkan Siwon mencabuli mulutnya.

"Ah ah ahk yeah oh God yesshh ahh ohh ahk ahh" Desahan demi desahan dikeluarkan Siwon. Membuat atmosfer dikamar ini semakin terasa panas.

Setelah merasa puas dengan kenikmatan mulut Heechul, Siwon menjauhkan kejantanannya dan mulai menindih Heechul. Diangkatnya kedua tungkai kaki Heechul dan menaruhnya dipundaknya yang kokoh.

"Ini pasti akan terasa sakit hyung. Bersiaplah. Gigit tanganku jika kau tak dapat menahannya." Siwon mulai memposisikan kejantanannya tepat didepan lubang rectum Heechul.

"Arrrggghh appoohh Wonh." Heechul menjerit saat merasakan kepala kejantanan Siwon mulai menembus rectumnya.

"Ngghhh sempit chagihh" Siwon mendesah hebat merasakan rectum Heechul yang meremas kuat kepala kejantanannya.

"Stop Wonh jangan bergerak dulu" Pinta Heechul. Tangannya mencengkram erat pinggang Siwon agar tak bergerak.

"Tak bisa chagiya. Aku tak tahan lagi" Siwon mendorong keras pinggangnya sehingga kejantanannya tertanam sempurna didalam rectum Heechul.

"" Teriakan keras Heechul menggema dikamar itu. Ia sungguh merasakan sakit yang sangat ketika kejantanan Siwon menerobos paksa kedalam rectumnya. Rectumnya terasa terbakar dan terbelah menjadi dua saat ini. Airmatanya pun mengalir dan membasahi pipi putihnya.

"Mianhae chagi. Uljima" Siwon mengelus rambut Heechul dan mengecup semua bagian wajahnya. Ia biarkan rectum Heechul agar terbiasa dengan kejantanannya yang berukuran super itu. Tangannya beralih kebawah menuju kejantanan Heechul yang sejak tadi terlupakan. Dipijat pelan kejantanan itu agar kembali menegang.

"Khauu bisa mulai sekarang Wonhh"

Siwon mulai menggerakkan pinggangnya perlahan. Ia keluarkan kejantanannya hingga tersisa kepala kejantanannya saja didalam rectum Heechul. Lalu dengan keras dan cepat ia sentakkan kembali pinggangnya.

"Ahhkkk yeahh disanah Wonh ngh" Heechul mendesah antara nikmat dan sakit. Nikmat karena kejantanan Siwon yang panjang dan besar berhasil menumbuk tepat pada titik terdalam ditubuhnya. Dan sakit karena permainan Siwon yang kasar dan panas.

Siwon menaikkan tempo gerakkannya. Disodoknya berkali-kali rectum Heechul dan menumbuk keras titik terdalam ditubuh Heechul seolah ingin menghancurkannya. Ranjang yang mereka gunakan sebagai alas bercinta bergetar dengan hebat menandakan betapa liarnya permainan mereka.

"Yeahss so tight babe, errghh God yeahh. Argh" Siwon mendesah hebat. Ia arahkan tangannya menuju kejantanan Heechul dan mengocoknya dengan cepat.

"Ahh sebentarhh lagihh Wonnh. Lebihh cepathh" Ujae Heechul disela desahannya.

"Yeah keluarkan chagiihh. Keluarkan semuanya" Siwon semakin bringas menggenjot kejantanannya. Tangannya pun semakin cepat memainkan kejantanan Heechul.

"Ahh ahh ah ah aaaaaaaaahhhhhhhh" Teriakkan Heechul menandakan bahwa dirinya telah mencapai klimaks pertamanya.

Cairan dari kejantanan Heechul membasahi tangan dan juga perut Siwon. Tak ingin menunggu lama, Siwon segera membalik tubuh Heechul yang masih lemas karena klimaks. Saat ini Heechul berposisi tengkurap di ranjang dengan Siwon dibelakang tubuhnya. Siwon mulai memaju mundurkan pinggangnya lagi. Kembali mencoba meraih puncak kenikmatannya sendiri.

"Sebentar lagih sebentar lagi" Gumam Siwon. Gerakannya semakin liar dan brutal. Membuat tubuh Heechul tersentak-sentak karena dorongan dari tubuh Siwon.

"Aaaarrrggggggggggghhhhh" Siwon menggeram keras saat ia mencapai puncak pertamanya. Sedangkan Heechul menutup matanya, menikmati kehangatan cairan Siwon yang memenuhi rectumnya.

"Eh" Heechul tersentak saat Siwon kembali memutar posisi mereka. Saat ini Heechul berada diatas tubuh Siwon.

"Waeyo chagi?" Tanya Siwon sambil menyeringai. Ia gerakan lagi pinggangnya perlahan.

"Enghh kau mau apaahh? Stop it engh" Heechul berusaha keras menghentikan gerakan Siwon yang mulai membangkitkan gairahnya lagi.

"Ayo chagiya. Bergeraklah, kita mulai lagi" Ujar Siwon manja. Ia mulai menaik turunkan tubuh Heechul.

"Ngghh ah cukuph. Berhenti Wonniehh"

"Belum. Belum cukup chagi" Siwon menaik turunkan tubuh Heechul dengan cepat. Ia majukan wajahnya dan meraub nipples Heechul yang menggoda.

Heechul mendongakkan kepalanya merasakan kenikmatan-kenikmatan yang diberikan oleh Siwon. Ia jambak rambut hitam Siwon dan mendesah desah hebat saat lagi-lagi kejantanan Siwon menumbuk keras titik prostatnya.

"You like it babe?" Tanya Siwon. Ia memandangi wajah Heechul yang memerah dan berpeluh.

"Yeah. Ah ah yeshh oh ini nikmat Wonh" Heechul mendesah nikmat. Ia memeluk erat badan Siwon saat klimaksnya yang kedua datang.

"Kau keluar lagi chagi" Siwon terkekeh melihat betapa sensitivenya tubuh namjachingunya.

Siwon berdiri dan membawa Heechul dalam pelukannya tanpa melepas kejantanannya. Disandarkannya Heechul di dinding dan mulai menggenjotnya dengan kasar. Heechul mengalungkan kakinya dipinggang Siwon agar tidak jatuh.

"Ahk ah ah yeah ahk oh God yesh ah" Heechul mendesah hebat merasakan kasarnya permainan Siwon.

Siwon semakin menggila. Gerakan pinggangnya benar-benar liar. Membuat tubuh Heechul terguncang-guncang menahan sentakan. Dengan kasar ia mengeluar-masukkan kejantanannya sedalam mungkin di tubuh Heechul. Sehingga Heechul dapat merasakan kejantanan Siwon menembus perutnya dan mengaduk-aduk usus perutnya.

"Aaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh" Keduanya berteriak bersama saat klimaks datang bersama menghampiri keduanya.

Dengan sisa tenaga nya Siwon membawa Heechul kembali keranjang dan merebahkan dengan pelan tubuh polos berpeluh itu. Lalu ia ikut berbaring disebelah Heechul. Ia menyelimuti tubuh polos mereka dan memeluk Heechul dari belakang.

"Saranghae hyung" Ujar Siwon sembari mengecup sayang puncak kepala Heechul.

"Nado Won" Sahut Heechul singkat. Setelah itu keduanya tertidur lelap memasuki alam mimpi dengan kebahagian mengisi sempurna didalam hati.

.

.

.

.

The End

.

.

Ngahahahaha becanda , *Dibakar reader*

.

.

.

.

Back to story.

.

"Wah wah wah" Heechul membuka matanya perlahan saat mendengar suara seseorang mengusik tidurnya.

"Aaaaakkkkkkk" Heechul menjerit dan terlonjak kebelakang saat menyadari siapa sosok yang mengganggu tidurnya. Gerakan refleksnya membuat kepalanya terhantuk dagu Siwon yang tidur dibelakangnya dan membuat Siwon juga terbangun.

"Ahkk appo hyung" Keluh Siwon sambil mengelus dagunya yang terasa sakit.

"Ckck tak kusangka akan secepat ini" Ujar sosok pengganggu tidur SiChul couple.

Mata Siwon terbelalak sempurna menyadari ada dua orang lain didalam kamarnya selain dirinya dan Heechul.

"Yah! Kau sedang apa disini hyung?" Bentak Siwon pada Yunho yang duduk di lantai samping ranjang sambil memandangi dirinya dan Heechul.

"Kau benar-benar luar biasa Won" Ujar Yunho tak memperdulikan bentakkan Siwon.

Heechul menyembunyikan wajahnya didada Siwon, menghindari tatapan noona nya yang sulit diartikan. Sedangkan Jaejoong menatap lekat Heechul sambil tersenyum-senyum aneh.

"Yah bagaimana kau bisa masuk hyung?" Tanya Siwon sembari menunjuk-nunjuk wajah Yunho.

"Tak susah. Aku tau password-nya." Ucap Yunho santai

"Ish kau tidak sopan hyung! Argh menyebalkan." Siwon bertetiak frustasi.

"Sudahlah jangan bertengkar. Aku akan membuat sarapan. Chullie, pakai bajumu dan bantu aku. Dan kau Yunho, bantu Siwon membereskan kekacauan dikamar ini" Perintah Jaejoong sambil berlalu menuju dapur.

"Yah kenapa aku harus membantunya chagiii?" Protes Yunho.

"Aku tak menerima penolakaaaan~" Ujar Jaejoong dari arah dapur.

Heechul segera beranjak dari ranjang dengan wajah memerah malu. Ia menuju lemari Siwon dan mengambil sembarang baju yang bisa dipakainya dan segera menyusul Jaejoong didapur.

"Ckck kau benar-benar mesum Won. Meniduri seseorang disaat berumur 15tahun" ujar Yunho selepas Heechul pergi.

"Cih kau yang mengajariku seperti ini hyung." Siwon membela diri.

"Aku bahkan meniduri Jaejoong saat berusia 19tahun. Kau luarbiasa Choi Siwon" Yunho menepuk-nepuk bahu tegap Siwon.

Siwon mengacuhkan ucapan Yunho dan mulai membereskan kamarnya.

Sementara itu didapur.

"Apa kau sudah memberi tahunya tentang Heesica?" Tanya Jaejoong pada Heechul yang sedang membantunya memasak sarapan.

"Belum noona." Gumam Heechul.

"Kapan kau akan memberitahunya?"

"Begitu aku siap. Aku pasti akan segera memberitahunya" Ucap Heechul mantap.

.

.

.

.

.

Dengan terburu-buru Heechul memasukkan bukunya kedalam tas. Jam pulang sekolah sudah berakhir sejak 15menit yang lalu dan berarti sudah 15menit pula Siwon menunggunya diparkiran. Salahkan Hyukjae yang memberinya komik terbaru hingga ia lupa waktu.

Heechul segera keluar dari kelas dan berlari menuju parkiran dengan tas yang tidak tertutup. Tanpa sadar ia menubruk seorang namja sehingga keduanya jatuh dan barang-barang Heechul berserakan.

"Shit" Umpatnya.

"Mianhae. Aku tak sengaja" Ucap sang namja yang ditabrak Heechul. Ia membantu Heechul memasukkan barang-barangnya kedalam tas.

"Tak apa. Aku yang salah. Sudah ya, aku duluan" Ucap Heechul pergi meninggalkan namja berkacamata yang ditabraknya itu.

.

.

.

.

"Noonaaaa apa kau melihat flashdisc ku?" Teriak Heechul dari kamarnya.

"Aniya." Sahut Jaejoong tanpa mengalihkan pandangannya dari majalah.

"Aish noona bantu aku mencarinya" Heechul menarik tangan Jaejoong menuju kamarnya.

"Yah! Hanya sebuah flashdisc. Kau bisa membeli yang baru bukan"

"Bukan itu masalahnya. Flashdisc itu berisi file Heesica"

"Yah kau ceroboh sekali Chullie." Ujar Jaejoong. Ia segera membantu Heechul membongkar tas nya.

"Bagaimana jika terjatuh noona?"

"Berharaplah agar orang baik yang menemukannya."

.Other Side.

Seorang namja yang sedang duduk didepan computer membetulkan letak kacamatanya yang terturun. Dengan serius ia mengamati gambar demi gambar yang ditampilkan computer didepannya. Ia membuka sebuah file yang bernama 'project' dan seketika ekspresi wajahnya berubah drastic.

"I got you my Cinderella" Ucapnya sembari menyeringai.

.

.

.

.

.

"Chullie-ah ada yang mencarimu didepan kelas" Ujar Sungmin sambil menepuk bahu Heechul yang sedang membaca komik.

"Mwo? Siapa?"

"Entahlah. Sepertinya murid kelas 2. Namja berkacamata" Terang Sungmin menjelaskan.

"Namja? Berkacamata?"

"Aish sudahlah temui saja" Sungmin menarik-narik tangan Heechul agar berdiri. Dengan malas Heechul berjalan kedepan kelas.

Didepan pintu kelas, berdiri seorang namja berkulit putih dan memakai kacamata berbingkai tebal. Heechul memandang bingung pada namja tersebut karena merasa tak mengenalnya.

"Anneyong Heechul sunbae. Han geng imnida." Ucap si namja berkacamata memperkenalkan diri.

"Ah anneyong. Ada keperluan apa?" Tanya Heechul sopan.

"Aku ingin mengembalikan barang milik sunbae yang terjatuh saat kita bertabrakan kemarin" Hangeng menyerahkan sebuah flashdisc kepada Heechul.

"Ah gomawo. Aku mencarinya sejak kemarin."

"Kalau begitu aku permisi dulu sunbae"

"Tunggu, ehm apa kau melihat isinya?" Tanya Heechul ragu.

"Hm seingatku tidak"

"Ah baiklah. Sekali lagi gomawo ne" Heechul membungkuk dan tersenyum manis kearah Hangeng.

"Sama-sama Heechul sunbae. Ehm atau aku harus memanggilmu Heesica?" Ujar Hangeng sembari menyeringai.

.

.

.

.

TBC or DELETE?

Review :)