THE LITTLE PRINCE CHAPTER 7
Cast:
Kim Ryeowook
Kim Hankyung & Heechul
Kim Junhee
Kim Jonghyun
Cho Kyuhyun
Cho Jung Soo & Young Woon
Cho Ahra
Lee Sungmin
Kim Donghae
Genre & Warning:
Seme Ryeowook & uke Kyuhyun. Yaoi. MPreg.
Pairing: RyeoHyun / WookKyu.
Author's note & disclaimer:
Karakter Ryeowook dan Kyuhyun disini off banget ya dari karakter aslinya. Author mau coba menyampaikan sosok, sifat, karakter Kim Ryeowook dan Cho Kyuhyun pelan-pelan di cerita ini yang adalah bayangan author sendiri, jadi jangan dibandingin dengan orang aslinya ya…. Saya kalau bikin fanfic cuma pinjem nama, sisanya terserah karangan author 100% hahahahah..
-Halo, terima kasihh untuk semua yang sudah review dan minta lanjut: Jung Heechan, key, Cuttiekyu94, michhazz, dwi-yomi, imayrochdiana1, guest, kiku, sophie857, KalunaKang61, Leny chan, guest 2.
-Author seneng dengan reaksi kalian yang ber-variasi hahahh, makasih ya.
-Yang minta bulan madu, udah ada di draft juga kok, chapter depan ya manis-manis nyaa, author ujian dulu seminggu ini hehe, baru juga nanti disusul Kyu punya bayi hehe sabar yaaa *bow
-Yang namanya samaan, maklumin aja ya author lupaan, anggep aja 2 orang berbeda hehe. Untuk dwi-yomi: makasih sudah berkunjung dan review chapter-chapter nya yaaa. Emot gak masuk kalau di review hehe.
-Yang bilang Kyu kayaknya belum tenang..Yang tanya flashback.. bingo! Chapter ini jawabannya.
-Yang baca dan bingung dengan typo dan bahasa author yang berantakan, maafkan yaa. Silahkan dikoreksi di review aja. Seperti biasa masih terbuka untuk kritik saran review, apapun itu
-Chapter ini lumayan banyak flashback timeline nya bulak-balik, semoga gak membingungkan nee… Agak panjang dan maaf kalau banyak pengulangan. Oke, Selamat Membaca!
OooooO
Flashback London- akhir April 2007
Seorang pria muda berwajah oriental duduk sendirian disalah satu ruang baca perpustakaan universitas di pagi menjelang siang itu. Ditemani laptop, setumpuk buku dan puluhan lembar kertas, Yesung sedang berkonsetrasi menyelesaikan tugas akhirnya di minggu-minggu terakhir ini.
Sambil masih mendengarkan musik dan mencoba fokus, tiba-tiba perhatian nya terpaling saat seseorang mencolek bahu Yesung dari belakang.
Wajah familiar itu tiba-tiba sudah ada disampingnya dengan senyum lebar, dengan masih mengenakan jaket dan scarf, menaruh tasnya di bangku kosong sebelah.
"Oh wasseo" sapa Yesung santai dengan bahasa Ibu mereka.
"Eung. Sudah lama?" Tanya Ryeowook
"Sejak pagi…" Jawab Yesung singkat lalu menggigit bibir bawahnya sekilas, berpikir sejenak.. kebetulan sekali Ryeowook menyusulnya lagi pagi ini.. Padahal masih hari Sabtu.. Dalam hati Yesung juga menimbang sejenak untuk menanyakan pertanyaan satu ini atau tidak.. Dan akhirnya..
"Kemarin...pergi dengan siapa?"pertanyaan tersebut terlontar juga.
Ryeowook mengajak Yesung menonton teater bersama kemarin malam beberapa hari yang lalu tapi ia sedang berhalangan. Wookie sudah punya 2 tiket jadi ia penasaran akhirnya sahabatnya ini pergi dengan siapa.
"Siwon" jawab Ryeowook dengan cepat.
"Siwon?" Refleks Yesung mengulang nama tersebut secara tidak sadar, ditemani dengan ekspresi wajahnya sediki berubah. Sedikiiittt menunjukkan ekspresi tidak suka disana.
"Eung. Wae?"
"Aniyo tidak apa-apa" Yesung langsung berusaha cuek dan kembali konsentrasi lagi dengan bacaan-bacaan dihadapannya untuk mengalihkan perhatian.
Ck. Ryeowook ber-chuckle sekilas melihat reaksi Yesung yang terlihat jelas menggelap saat ia menyebut nama Siwon. Setelah melepas jaket dan scarf nya, Ryeowook mengelus kepala Yesung sekilas lalu duduk disebelah teman baiknya itu.
"jangan cemberut seperti itu… Kalau kamu tidak senang aku pergi dengan Siwon, katakanlah..." Ujar Ryeowook dengan volume kecil karna mereka masih berada di library yang keadaannya sangat tenang.
Yesung langsung berbalik kearahnya lagi saat Ryeowook berkata seperti itu.
Ehh? Kim Yesung memandangi Wookie dengan bingung.
Kedua pria ini bertatapan langsung lalu Ryeowook tersenyum dan berkata
"Aku menyukaimu. Kalau kamu menyukai ku juga, kita bisa memperjelas semuanya dari sekarang Yesung-ah, maukah kamu menjadi pacarku?"
Akhir bulan April 2007 di perpustakaan kampus UCL. Disitulah semua kebahagiaan Ryeowook dimulai..
OoooO
2 tahun setelahnya,Seoul- Mei 2009
"Ryeowook" Panggil Heechul sang umma saat memasuki ruang tengah dimana putra sulungnya sedang berada disana.
"Eung" sahut Ryeowook singkat sambil masih memandangi TV dihadapannya.
"Ryeowookie, dengarkan ibumu sebentar. Umma tidak suka ya kamu jalan dengan Yesung." Ujar Heechul mengambil duduk dihadapan Ryeowook dan langsung memasuki inti pembicaraan yang sudah menjadi isu di keluarga mereka beberapa bulan terakhir ini.
"Hentikan umma..." Belum selesai bicara, Ryeowook sudah memotong ibunya dengan nada malas..
"Kim Ryeowook!" tegur Kim Heechul lagi dengan nada meninggi menanggapi sikap anaknya yang tidak sopan ini.
"Aku pacaran dengan siapa itu hak-ku sendiri umma! Aku menyukai siapa itu sepenuhnya pilihanku. Kami belum menikah jadi ini tidak mengganggu gugat keluarga Kim, jadi berhentilah menghakimi Yesung." Akhirnya Ryeowook menengok dan menjawabi ucapan umma nya langsung.
"Untuk apa kamu berpacaran kalau akhirnya tidak serius? Jangan membohongi umma Wookie, umma tau pria seperti apa kamu itu.
Umma bukannya menghakimi Yesung. Tapi dia tidak pantas untukmu! Itu saja.."
"Umma..."
"Lihatlah pekerjaannya tidak jelas. Prestasi nya tidak jelas.. Keluarganya juga biasa-biasa saja.. Apalagi pacarmu itu sering jadi aktivis, kalau kalian menikah kau mau ditinggal-tinggal Wookie-ah? Umma hanya mengingatkan!"
Ryeowook hanya memutar kedua bola matanya menahan kesal mendengar ucapan ibu nya seperti itu. Kapan kamu bisa berhenti melihat orang hanya dari posisi keluarganya umma? Kapan kamu bisa berhenti mengukur ketulusan seseorang hanya dari harta yang dia punya?
Ryeowook hanya bisa mendengus kesal lalu bangkit untuk kembali kekamar nya sendiri.
"Aku permisi umma" ujarnya singkat dan langsung pergi tanpa mau mendengarkan suara yang menyebut namanya lagi dari belakang. Hahh... di saat saat seperti ini... Adalah saat dimana kadang Ryeowook membenci dilahirkan menjadi dirinya sendiri.
Dia harus dikekang dengan ini dan itu.. Tanggung jawab ini dan itu... Kewajiban ini dan itu.. Entah kapan bisa selesainya. Sampai kapan aku harus menghadapinya sendirian..
Kembali ke kamar, Ryeowook meraih handphone nya dan membaca satu pesan masuk dari Yesung yang sudah tiba beberapa menit yang lalu.
Ryeowookieeee Sung-ie pulanglah. Bogoshiposoyo!
Hahha aku juga merindukanmu Eung Pesawatku dua minggu lagi, aku sudah membeli tiket nya Oh ya? Yey!
Iyaaa Ryeowook-ah, aku akan kembali ke London dulu lalu ke Seoul 2 kemudian untuk menjenguk umma dan appa Baguslah kalau begitu. Tak sabar bertemu dengamu!
Tidak terasa sudah 2 tahun hubungan Yesung dengan Ryeowook berjalan. Hari itu memang Ryeowook sedang berada di Seoul untuk merayakan tahun baru atau Chuseok saja bersama keluarga besar di Seoul, minggu depan barulah ia akan kembali ke London juga untuk kembali berkerja.
Yesung sudah menghabiskan sekitar 3 minggu di Uganda. Membuat Ryeowook sangat merindukan pacarnya tersebut.. Walaupun disaat yang sama ia tidak bisa melarang Sungie untuk pergi.
Hanya Yesung yang bisa membuat Ryeowook tersenyum sendiri saat menulis pesan seperti ini
Aku jugaa hahaha. Sudah tidur Wookie sudah malam Eung,,, gomawoo Jaljjaa Annyong, saranghae Nado 3 3
Ryeowook tersenyum lagi untuk yang terakhir kali saat melihat balasan terakhir Yesung dari negeri nan jauh disana. Walaupun terpisah jarak, komunikasi mereka tidak pernah putus, karna komitmen dan pengertian yang sudah lama terjalin antara keduanya.
Ryeowook selalu mendukung Yesung untuk melakukan apa yang dia mau, dan Yesung selalu menjadi penghibur nya secara konstan disaat ia merasa lelah.
Hah... Tidak sabar rasanya Wookie ingin kembali ke London dan bertemu Yesung lagi secepatnya.. Dan walaupun mereka tidak pernah tau... Kalau kepulangan Yesung ke London kali itu... Akan menjadi kali terakhirnya bagi pria ini untuk kembali ke negara tersebut.
OooooO
Present time Seoul 2016
Sejak Ryeowook dan Kyuhyun terakhir kali berdebat tersebut, tidak bannyak yang berubah dari aktivitas keduanya. Ryeowook masih berkerja dan Kyu masih semakin banyak berkontribusi di yayasan milik keluarga Ki. Perdebatan diantaranya keduanya pun kadang jadi tidak bisa terhindarkan lagi. Setiap membicarakan proyek-proyek yayasan dan aktivitas Kyuhyun disana, Ryeowook tidak pernah menanggapi dengan senang dan selalu mengulang kalimat yang sama
"jangan terlalu banyak aktif disanalah Kyu, itu kan tanggung jawabnya Umma.."
Atau..
"tidak usah repot-repot lah Kyu, masih banyak orang lain yang akan berpartisipasi disana, tidak usah ikut campur terlalu banyak…"
Semakin Ryeowook hyung berkata seperti itu, kadang semuanya menjadi semakin membingungkan juga bagi Kyuhyun sendiri.. Kenapa aku tidak boleh sekali berkecimpung disana… Kenapa sama sekali tidak boleh sedikitpun? Batin Kyuhyun.
ooo
Kring kring
Siang itu di rumahnya sendiri, Junhee yang sedang menunggui Hyerin terlelap di tempat tidur sedikit tersontak kaget saat handphone nya tiba-tiba berdering di siang hari seperti ini, telepon masuk dari nomor kantor yang tidak terlalu asing baginya. Hmm…
Yeoboseyo sapanya
Junhee ah Ne oppa
Junhee langsung mengenali suara kakaknya, cuma Ryeowook yang memanggil namanya langsung tanpa basa basi setiap di telepon.
Apakah kamu sedang sibuk? Ani oppa gwenchanende, ada apa?
Dengan perlahan Junhee bangkit berdiri agar tidak menganggu bayi kecilnya ini.
Junhee sudah tau kalau oppanya menelpon pasti ia hanya akan langsung membicarakan sesuatu, dan itu tidak akan lama.
Bisakah oppa minta tolong padamu, jangan ajak Kyuhyun aktif di yayasan Umma, aku tidak suka itu… ujar Ryeowokk langsung ke pokok permasalahan.
Wae oppa? Ya aku tidak suka saja... Lebih baik Kyu ber aktivitas di tempat lain atau mengerjakan hal lain yang benar benar ia inginkan Junhee-ya... Tapi dia menyukainya oppa! Kyuhyun nyaman berkerja disana...
Junhee ya... Apa? Aku tau Kyuhyun hanya merasa cemburu makanya ia mencoba aktif disana, jinjjaro..
apa susahnya sih membantu oppa mu sekali-sekali..
Dia cemburu karna dia mencintaimu oppa! Ucap sang adik juga ikut blak-blak an pada kakaknya yang satu ini
Oppa juga harusnya mengerti Kyuhyun kalau ya dia cemburu dan dia ngotot untuk tetap berada disana karna kamu sendiri tidak menjelaskan kenapa oppa tidak suka Kyuhyun berada disana, makanya kan sudah kubilang, bicaralah! Apa susahnya sih.. tambah Junhee lagi.
Ryeowook mulai memijat pelipisnya yang berdenyit karna hal se-sederhana satu ini. Bicara dengan Junhee pun sepertinya masih bukan solusi..
Kan sudah kubilang aku tidak suka. Titik. Balas Ryeowook singkat masih keras kepala
Ya makanya jelaskan kenapa kamu tidak suka! Perintah Junhee langsung menodong Oppa nya seperti sedang bertengkar dengan satu sama lain.
Dua bersaudara ini memang sejak dulu cukup dekat.. Mereka selalu ada untuk membantu, terbuka dan bisa saling curhat dengan satu sama lain.
Karna aku benci yayasan itu dan Kyuhyun selalu cemburu! Dia tidak pernah mengerti dan bisa melupakan Yesung Yesung dan Yesung.. Aku muak mendengarnya... Kalau dia terus berada disana selamanya Kyuhyun akan terus terbayang bayang Yesung...
Sumpah ini hanya lah masalah sepeleh Junhee-ya... Bisakah kau membantu oppa untuk menyelesaikannya?
Bisa Ryeowook dengar Junhee menghelakan nafas panjang di ujung telefon sana.
Kim Ryeowook oppa, harus kubilang berapa kali lagi sih.. Pertama, Istrimu itu cemburu karna dia mencintaimu sedangkan kamu tidak mencintainya.
Aku mencintainya! Potong Ryeowook dengan cepat tidak kalah ngotot, sekarang lengkaplah percakapan mereka lebih terdengar seperti orang sedang benar-benar bertengkar..
Tapi kau tidak pernah menunjukkannya! Balas Sang adik dengan tidak kalah cepat.
Beritahu Kyuhyun kenapa oppa tidak suka dengan tempat itu, apa susahnya sih?
Cintai lah Kyuhyun dengan action oppa bukan cuma didalam pikiran mu saja.
Kalau oppa tidak ingin Kyuhyun terbayang bayang Yesung oppa, hanya kamu sendiri lah yang bisa merubahnya oppa jinjjaro... apa kamu tidak mengerti juga?!
Ujar Junhee sudah tidak sabar.
Sampai kapanpun masalah kalian tidak akan selesai kalau oppa juga terus seperti itu?! Kyuhyun tidak bisa membaca isi pikiranmu seperti Yesung yang sudah bertahun-tahun mengenalmu oppa..
Sadarlah kalau ini hanya awal dari pernikahan kalian... Kalau selamanya oppa seperti ini, hubungan kalian tidak akan berjalan...Ryeowook hanya diam mendengarkan sambil menutup matanya sambil duduk menyandar.
Dan itu semua salahmu! Tutup Junhee dengan nada judes nya lalu langsung menutup sambungan teleponnya secara sepihak.
Yaa! Ryeowook sedikit kaget dan hanya bisa mengumpat sekilas saat melihat tulisan call ended saat dia belum sempat membalas adiknya tersebut dengan satu patah katapun..
Hahh... Satu keluarga sama saja.. Semuanya emosian dan keras kepala.. Ckck..
OoooO
"Aku pulang" Ryeowook melangkahkan kaki memasuki rumahnya setelah selesai berkerja seperti biasa.
"Oh hyung wasseo..." Kyuhyun pun menghampirinya dan menghampiri Ryeowook seperti biasa.
"Mandilah hyung. Setelah itu makan malam ne" ujar Kyuhyun langsung karna malam sudah cukup larut, sudah jam setengah 9an saat Ryeowook hyung pulang malam itu karna harus meeting dengan klien.
Selesai mandi, Ryeowook melangkah keluar sambil masih mengeringkan rambutnya yang basah dan menghampiri Kyuhyun yang sedang memandangi laptopnya.
"Sedang apa?" Tanya-nya sambil menyentuh pundak Kyuhyun membuat pria ini sedikit tersentak kaget.
"Oh hyung, aniyo.. Tidak apa-apa" ujar Kyuhyun langsung dan menutup layar laptop tersebut
"ayo kita makan!"
Ryeowook hanya bisa mengernyitkan dahinya melihat tingkah Kyuhyun yang seperti menyembunyikan sesuatu.
000
Selagi menyantap makan malam berdua, Kyuhyun terus menimbang-nimbang untuk menanyakan sesuatu pada Ryeowook. Wookie pun tidak banyak bicara malam itu karna dia sudah sangat lelah, Kyu cukup mengerti..
"Ryeowookie hyung.. aku mau minta ijin" Panggil Kyuhyun akhirnya
"Eung?" tengok Ryeowook mempersilahkan Kyuhyun berbicara.
"Sabtu ini... Umma mengajakku ke Busan untuk menghadiri satu acara disana"
"Acara apa?"
"Untuk peresmian kerja sama dengan salah satu asosiasi disana... Hanya 1 hari dan 1 malam saja"
Ryeowook menghela nafas panjang sejenak saat mendengarnya.
"Kenapa harus kamu yang selalu ikut-ikutan disana?"
"Aku mau membantu umma menggantikan peran Junhee Nuna yang kosong..."
"Kamu tidak harus melakukannya Kyuhyun." potong Ryeowook duluan sebelum Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya dan juga dengan penuh penekanan.
"Tapi aku mau melakukannya!" jadilah disusul Kyu juga yang tidak mau kalah.
"Sudah aku bilang beberapa kali kan, jangan berkerja di foundation itu kalau itu bukan kemauanmu Kyu" ujar Ryeowook dengan nada meninggi membuat suasana diantara mereka semakin menegang .
"Wae hyung? Kenapa kau melarangku?"
"Aku suamimu aku berhak melarang gerak gerik-mu Kyuhyun"
Ssemakin Kyuhyun menyahut, semakin Ryeowook tidak bisa menahan amarahnya… "hyung tidak menyuruhmu diam dirumah. Aku hanya bilang jangan menghabiskan waktu untuk hal yang percuma Kyuhyun-ah"
"Tapi kenapa? Apa ini karna yayasan tersebut dibuat umma untuk mengingat Yesung makanya Hyung tidak mau aku terlibat?"
"Jangan…..."
Ryeowook mencoba memotong tapi Kyuhyun melanjutkan kalimatnya tanpa henti.
"Hyung sendiri yang bilang Yesung sudah tidak ada kan. Hyung sendiri yang bilang meninggal, kan. Lalu kenapa hyung sendiri yang membawanya lagi? Hyung tidak mau aku menyentuh yayasan yang dibuat untuk mengingat dia? Iya kan? Kalau seperti ini bukankah aku yang seharusnya patut menanyakan apa hyung masih mengingatnya? Apa hyung masih begitu mencintainya?" Ujar Kyuhyun dengan nada bergetar tanpa ia tau Ryeowook sudah mengepalkan tangannya kuat-kuat menahan emosi agar tidak meluap kepada Kyuhyun.
Kyuhyun tau ia bersikap konyol karna cemburu pada orang yang sudah tidak ada. Dan bisa dibilang memang keinginan Kyu ini memang agak ngotot. Karna... Karna Kyuhyun ingin menunjukkan kalau ia juga mampu menolong orang banyak seperti Yesung. Dalam lubung hati terdalamnya Kyu kesal tiap kali mengingat Yesung yang begitu Ryeowook hyung kagumi dan membuatnya bahagia.
Kyuhyun ingin bilang kalau ia pun bisa menjadi orang seperti itu... Cintaku tidak kalah besar dari cinta Yesung hyung...
Tak bisa kah kau mengerti? Sebagai istri pun Ryeowook hyung belum pernah menyentuhnya sama sekali. Jarang Hyung menyebut saranghae... Kyuhyun merindukan itu semua...
Kyuhyun menginginkan itu semua agar ia bisa menang dari Yesung.
Jiwa kompetitif nya hanya ingin memiliki Ryeowook seutuhnya.. Hanya untuknya.. Kyu ingin membuktikan kalau ia bisa melakukan semua-semuanya yang dilakukan Yesung sebelumnya.
Mendengar ucapak Kyuhyun barusan, Ryeowook tidak menjawab dan hanya menghabiskan makanannya, lalu berdiri meninggalkan Kyuhyun sendirian di ruang makan mereka.
"Jangan pernah bicara seperti itu lagi. Aku selesai" ujar Ryeowook hampir sedikit lagi membentak Kyu tapi masih ia tahan, dan itupun sudah membuat Kyu cukup gemetar dan hanya bisa menutup kedua belah matanya saat Ryeowook meninggalkan ruangan tersebut. Menahan air matanya yang sudah tidak terbendung diujung pelupuk mata.
Malam yang Kyuhyun takutkan sejak dulu akhirnya terjadi di hari itu. Malam dimana Ryeowook hyung mengdiaminya seakan tidak menyadari keberadaan masing-masing.
Kyu benci itu semua.. Ia antara takut dan benci melihat Ryeowook yang marah besar seperti itu.. Ia benci saat tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut sang hyung sepanjang malam hingga paginya lagi. Tidak ada ucapan goodnight sekalipun ia tau Ryewook hyung belum terlelap.
Tidak ada ucapan 'Aku Berangkat' setelah hyung menyelesaikan sarapannya. Membuat Kyu merasa makin sedih dan hanya bisa terdiam seharian didalam apartemen tersebut. Ottokke umma? Apa aku sangat salah dengan bersikap seperti ini? Panggil Kyuhyun dalam hati.
OoooO
Flashback (lagi) Seoul 2009
Ryeowook hanya berbaring disofa sambil menatap kosong keluar dengan air mata yang sudah mengering di pelupuk bola matanya. Satu hari... Satu hari sejak Yesung dimakamkan dan Ryeowook masih tidak bisa menerimanya.
Wae? Kenapa harus secepat ini, waee?
"Jangan seperti ini terus ne adeul. Umma tau kamu sedih kehilangan Yesung, tapi tidak begini terus caranya.."
Kim Heechul menatap putra semata wayangnya yang berada dihadapannya tersebut dengan pandangan nanar.
Ryeowook terdiam tidak menjawab. Bahkan untuk melirik sedikit pun tidak kepada sang umma.
"Ryeowookie... jangan menyiksa kami seperti ini... Umma juga sedih karna kepergian Yesung sayang, tapi jangan.. Jangan menangis terus Ryeowook-ah"
Ujar Heechul sambil membelai rambut Ryeowook yang berantakan dan tidak tahan lagi untuk menumpahkan air matanya sendiri juga.
Sang umma ikut menangis melihat Ryeowook yang sangat terpukul dan tenggelam dalam dukanya kehilangan orang yang disayanginya tersebut. Pertama kalinya Heechul melihat Putra sulung nya sesedih ini... Pertama kalinya Heechul melihat Ryeowook se-depresi ini saat menghadapi sesuatu. Membuat Heechul menyadari baru menyadari kalau ya.. Ternyata Yesung sangat berharga bagi putranya. Tidak pantas untuknya memisahkan mereka.. Walaupun semuanya sudah terlambat sebenarnya untuk disadari karna hal itu tidak akan merubah apapun.. Sekarang Yesung sudah pergi dipisahkan oleh maut dari dunia ini...
Melihat Ryeowook yang masih saja diam, Heechul dalam hati menyesal dan berjanji dalam hatinya akan melakukan sesuatu untuk mengingat eksistensi Yesung didalam keluarganya. Untuk mengingat betapa berharganya posisi pria ini sempat bertempat di hati dan hidup Ryeowook... Untuk menjadi pembalasan rasa bersalahnya karna sudah meremehkan cita-cita Yesung satu-satunya yang tidak bisa terwujud karna pria malang itu sudah ditakdirkan Tuhan untuk bertempat didunia lain.
Heechul jadi tersentuh sedalam-dalamnya dan ingin menjadi perpanjangan tangan dari keinginan mantan kekasih anaknya tersebut. Untuk menjalankan misi sosial membantu orang yang tidak mampu dibidang pendidikan. Terpukul dengan kepergian Yesung yang sangat tiba-tiba mengubah Heechul menjadi sadar akan kemampuannya untuk berbagi dan tidak mementingkan hanya dirinya sendiri lagi…
Seminggu sejak pemakaman Yesung, Ryeowook masih terdiam dirumahnya sedangkan teman-temannya yang lain pun datang bergantian untuk memastikan kalau Ryeowook baik-baik saja.
2 hari… Hanya 2 hari sejak Ryeowook mendarat di London, menginap semalaman di rumah sakit, lalu besok siangnya keadaan Yesung memburuk dan ia akhirnya mengehembuskan nafas terakhir dengan tenang.
Bayangan wajah Yesung yang berucap 'Uljimma… Jangan menangis Wookie-ah…' padanya terus terpatri didalam otak Ryeowook tidak bisa hilang. Hanya membuat air matanya tidak bisa berhenti mengalir… dari menit demi menit.
ooo
Junhee, Sungmin, Donghae, Siwon, semua teman Ryeowook takut pria ini ikut bersikap nekat. Untungnya… Setelah 4 hari mengurung diri dikamar perlahan keadaan Ryeowook mulai membaik dan dia mulai beraktivitas seperti biasa lagi, hanya saja dengan porsi kebahagiaan yang jauh lebih sedikit dari biasanya. Hidup Ryeowook berubah 180 derajat sejak kejadian tersebut, walaupun hanya orang terdekatnya yang tau..
"Pekerjaan Ryeowook di London bagaimana, ahjussi?" Tanya Sungmin pada Hankyung saat berkunjung saat Selasa siang waktu itu.
"Ryeowook sudah resign, ia memutuskan untuk tidak kembali lagi ke Inggris, Sungmin. Mungkin mulai minggu depan dia akan ikut ahjussi berkerja di kantor. Kontrak nya di perusahaan sana sudah kita putuskan secara sepihak" jawab Hankyung pada dengan tenang.
Sungmin pun merengutkan bibirnya saat mendengar kabar mennyedihkan seperti itu tentang Ryeowook. Hahh... Semua nya benar-benar tiba-tiba... Baru minggu lalu semuanya baik-baik saja.. Sekarang dalam hitungan hari semuanya berubah dengan cepat.
Sungmin sebagai teman terdekatnya tentu saja simpati dan merasa sedih dengan sahabatnya yang kehilangan Yesung secara mendadak seperti ini... Bahkan sampai mengorbankan karir dan pekerjaan-nya di Inggris sana, dan tidak keluar rumah selama beberapa hari seperti ini... Sungmin benar-benar hanya bisa berharap untuk bisa melihat temannya tersenyum kembali.. Secepat mungkin.
Sejak saat itupun, Umma nya Ryeowook meng-diskusikan ide untuk membangun yayasan kepada orang tua Yesung dan diterima baik oleh kedua belah pihak. Maka itu foto-foto koleksi pribadi Yesung pun banyak dipublikasikan perlahan-lahan sebagai salah satu bentuk penggalangan dana dan sebagainya. Hankyung, Junhee, dan teman-temannya Heechul pun mendukung terbentuknya organisasi tersebut. Semua, kecuali Ryeowook. Beberapa tahun hubungan Ryeowook dengan umma nya semakin mendingin karna ide yang menurut Wookie hanyalah sesuatu yang sia-sia.
Sang umma sudah meminta maaf pada Ryeowook dan mencoba untuk lebih mendukung putra nya ini lagi untuk menjalankan apa yang ia mau, dari tahun ke tahun pun akhirnya hubungan mereka berdua bisa membaik.. Tapi, tetap saja, kesan dan impresi Ryeowook tentang yayasan itu tidak pernah berubah sedikit pun sampai saat ini.
Flashback ends
OooooO
2016 Seoul Rabu Siang Kantor Ryeowook
"Aku ikut makan siang bersama mu appa" ujar Ryeowook saat ia dan Hankyung berjalan berdampingan keluar dari ruangan rapat yang baru saja selesai dengan klien.
"Eh?" Appa nya Ryeowook sedikit bingung mendengar ucapan Ryeowook barusan.
"Wae, appa?"
"Hari ini kan hari Rabu, bukannya biasanya Kyuhyun akan datang dan membawakanmu makanan?" tanya sang abeonim.
Ryeowook hanya menggelengkan kepalanya sekilas.
"Ani.. Tidak hari ini appa…"
ooo
Rabu siang di Kim corp
Pukul satu siang Kyuhyun dengan langkah malas kembali datang ke kantor milik ayah mertua nya siang ini. Sudah telat memang... Biasanya Kyuhyun akan datang sebelum atau paling lambat jam 12..
Sejak pagi Kyuhyun sudah sangsi antara datang membawakan makanan atau tidak..
Sekarang... Saat sudah berada di lift pun Kyuhyun bulak balik sendirian lagi masih bingung antara mau bertemu Hyung dikantornya atau tidak...
Kalau Ryeowook hyung ada diruangannya... Apa yang harus aku katakan? "Hyung makanlah.. ?" Sehabis itu pergi?
Hahh... Kyuhyun benci saat ia harus meras dilema seperti ini. Disatu sisi ia tidak mau melakukan ini, tapi disisi lain... Kalau tidak mengantarkannya juga tetap ada kerasa yang mengganjal.. Hah...
Kyuhyun berjalan pelan kearah ruangan sang hyung dan menemukan Hyungsik, asisten pribadi Ryeowook sedang berada di mejanya
"Oh annyonghaseyo Tuan" Lee Hyungsik pun membungkuk 90 derajat pada istri sang bos.
"Annyonghaseyo, Hyungsik-ah" sapa Kyuhyun juga sambil tersenyum
"Ryeowook hyung... Apakah sedang berada diruangannya?"tanya Kyu juga langsung
"Sajangnim sedang keluar Tuan. Tadi setelah rapat Ryeowook ssi makan siang bersama direktur utama dan belum kembali" ujar Hyungsik menjelaskan.
"Ohhh... Geuromyeon, arraso.. Kalau begitu aku hanya akan meletakkan ini saja... Aku masuk yaa..." Satu rantang makan siang regular yang sudah disiapkannya masih berada di genggaman Kyuhyun sendiri.
"Ah ne tentu saja Tuan, silahkan..."
Hyungsik membukakan pintu ruangan tersebut dan Kyuhyun hanya mampir untuk meletakannya dimeja singkat lalu segera keluar lagi.
"Baiklah aku kembali duluan. Kamsahamnida, Hyungsik ssi" secepat kilat Kyuhyun langsung pamit kabur duluan.
"Sama-sama Tuan, hati-hati dijalan"
Seiring dengan kepergian Kyuhyun Hyungsik baru menyadari.. Eh Kyuhyun ssi punya pesan yang perlu dititipkan pada sajangnim tidak ya? Ahh aku lupa bertanya! Tapi tumben Kyuhyun ssi juga tidak bilang apa-apa. Hmm... Pikir sang asisten dalam hati
OooO
Setengah jam kemudian Ryeowook kembali ke kantornya untuk kembali berkerja, tapi baru beberapa detik setelah masuk kembali keruangan tersebut, pria ini langsung melnagkah mundur untuk bertanya sesuatu pada asistennya.
"Hyungsik-ah, tadi Kyuhyun kesini?"
"ah, iya Sajangnim, tadi Tuan Kyuhyun datang kesini, mengantar makan siang anda" jawab Hyungsik dan Ryeowook sontak tersenyum tipis medengarnya.
"arraso, gomawo" ujar Ryeowook lalu kembali masuk ke ruangan kerjanya lagi.
Sore harinya, saat pulang kerumah tanpa banyak bicara Ryeowook langsung menaruh tempat makanan yang sudah kosong melompong bersih sempurna tersebut kembali ke tempat cuci piring untuk dibersihkan.
Kyuhyun yang melihatnya hanya bisa tersenyum getir.
Ck. Katanya sudah makan siang bersama appa….. pikir Kyuhyun dalam hati.
OoooO
Jumat sore di kantor Ryeowook
Kring kring
Yeoboseyo Yeoboseyo, Ryeowook-ah Ne umma Apa kabarmu ne adeul? Aku baik umma Kyuhyun? Kyuhyun baik juga.. Kami sehat.. Appa umma bagaimana? T
Kami juga sehat Wook... Kamu masih dikantor?
Ryeowook melirik jam didinding yang menunjukkan pukul 5 kurang 10 sore.
Eung ne umma, sebentar lagi pulang Umma dengar kamu sedang bertengkar dengan Kyuhyun…. Umma bertanya pada Junhee ada apa diantara kalian, dan ternyata kalian berdebat.. Tentang peran Kyuhyun di yayasan umma. Iya kan? Jangan marah pada Kyuhyun karna yayasan ini, Ryeowookie. Ini salah umma... Ne arraso umma...
Ryeowook masih mendengarkan dan hanya menjawab singkat
Ne umma
Kalau kamu memang tidak ingin Kyuhyun berkerja, bicaralah baik-baik padanya...
Kyuhyun tidak tau apa-apa, dia tidak mengerti akan maksud umma membangun yayasan ini dan membuatmu tidak suka makanya Kyuhyun ingin berkecimpung disana Ryeowook-ah.
Istrimu hanya salah paham Wookie-ah.. Jangan biarkan masalah ini menjadi merunyam, nde? Umma hanya menginginkan yang terbaik bagi kalian berdua…. ujar Heechul dengan tegas dan tenang membuat Ryeowook sedikit tersentuh mendengarnya.
Sejak dulu Ryeowook memang tidak pernah dekat dengan ibunya, mereka sering kali berbeda paham. Tapi dari sekian banyak perdebatan diantara mereka, Ryeowook selalu mengerti kalau ya sang umma hanya ingin yang terbaik baginya walaupun dengan cara yang berbeda-beda.
Ne aku mengerti umma, gomawoyo... Atas sarannya.. balas Ryeowook cukup singkat
Baiklah kalau begitu.. Umma hanya mau membicarakan itu saja.. Tidak ada yang lain lagi.. Jagalah istrimu baik-baik nde Ne umma Geurae nanti kita bicara lagi nde, annyong Annyong
Eung
Tuk. Ryeowook meletakkan kembali handphone nya di meja, menutup kedua belah matanya sebentar sebelum kembali lanjut berkerja.
ooo
Pukul setengah enam sore seperti biasa Ryeowook pamit dari kantornya bersiap untuk pulang.
Selama di mobil Ryeowook mendengarkan radio dan baru teringat kalau hari ini adalah hari jumat. Sudah hari Jumat. Hah...
Pikiran Ryeowook mulai menerawang. Mereka berdebat hari Selasa malam.. Rabu , Kamis, sudah 2 hari setengah ia dan Kyuhyun diam-diaman seperti orang gagu padahal mereka tinggal seatap, makan semeja, dan tidur seranjang.
2 hari ini Ryeowook hanya bicara seadanya, dan... Bohong kalau ia tidak merasa tersiksa juga..
Hujan deras membasahi Seoul hari itu. Jalanan sangat licin dan becek hingga semua orang berhati-hati.
Hahh... Sudah penghujung September saja.
Cuaca semakin mendingin... Dan sudah dua malam ia tidur tanpa merangkul pundak Kyuhyun dengan tangan kanannya.
Tin tin...Selagi terjebak ditengah kepadatan lalu lintas jalan, Ryeowook menikmati waktunya untuk berfikir sejenak, memainkan cincin putih yang terpasang di jari manisnya.
Huh... Waktu berjalan cepat seperti biasa, tapi... Sesuatu yang tidak biasa.. Adalah bagaimana hidup nya berubah banyak dalam kurung waktu yang singkat selama tiga bulan ini... Pikiran Ryeowook mulai menerawang lagi
Wook mengingat tanggal dan baru sadar lusa adalah 3 bulanan anniversary pernikahan mereka.
Hmmmm dengan Kyuhyun ia tidak pernah merayakan anniversary atau semacamnya. Hah.. Berpacaran saja tidak sebelum langsung menikah... Batin Ryeowook.
Selama dijalan meng-evaluasi semua cerita nya dengan Kyuhyun... Membuat Ryeowook sadar dan bisa ber-refleksi dan jadi kepikiran tentang banyak hal...
OooO
Ryeowook melangkahkan kakinya dengan tidak sabar keluar dari elevator langsung menuju pintu apartemennya.
Ting ting ting ting. Ceklek.
Dengan gerakan cepat pria ini melangkah masuk dan melepas sepatunya sambil berkata
"Aku pulang..."
Rumahnya itu sunyi senyap... Hanya ada bunyi hujan dan angin badai bergerumuh diluar yang terdengar. Pandangan Ryeowook beredar diruang tengah yang kosong dan sempat membuatnya panik sejenak. Tapi untungnya, saat berjalan lebih dalam kearah dapur…
Hah,, Ryewook langsung menarik nafas lega saat menemukan Kyuhyun disana sedang menyiapkan beberapa sayuran segar.
"Oh hyung wasseo"
Kyuhyun pun terlihat sedikit kaget melihat kedatangan sang Hyung apalagi saat ia menatapnya seperti itu.
Tanpa banyak bicara Ryeowook langsung menghampiri Kyuhyun dan memeluknya dengan erat dari belakang. Grep.
"Hyungie... Wae?" Tanya Kyuhyun bingung dengan sikap Ryeowook yang tiba-tiba seperti ini.
"Mianhae. Maafkan aku..."
Cup. Ryeowook mengecup pelipis Kyuhyun sambil terus memeluknya dengan erat tidak membiarkannya pergi, beberapa detik setelahnya barulah keduanya sama-sama tersenyum saat mata mereka bertemu sekilas.
"Maafkan aku Kyuhyun-ah, ne. Jeongmal mianhae.. sudah membentakmu"
Kyuhyun mengangguk mengerti setelah mendengarkan dan membalas pelukan Ryeowook juga.
"Iya hyung algesso... aku minta maaf juga..." Ucap Kyu pelan dengan semburat pipi yang sedikit memerah khas seorang Kyuhyunie.
"Mandilah dulu ne hyung, setelah itu kita bisa makan..." Kyuhyun hendak melepas jas kerja Ryeowook seperti biasa, tapi tangan Ryeowook menahannya duluan sejenak.
"eung, setelah makan aku juga perlu bicara denganmu ne"
"Tentang apa?"
"tentang semuanya"
Wook lalu mencubit kedua pipi Kyu sejenak karna gemas menahan tawa saat melihat wajah Kyu yang sedikit merengut kesal medengar jawaban tidak memuaskan seperti itu.
"Hahah.. Nanti kita bicara lagi, aku mandi dulu ya..."
"Iya hyung pergilah..." Balas Kyuhyun sambil tersenyum.
ooo
Setelah makan malam, menjelang tidur Ryeowook dan Khuhyun menonton TV berdampingan berdua ditempat tidur mereka.
"Kyuhyun-ah"
"Ne?"
"Aku mau bicara tentang masalah kita dan ini akan membawa Yesung, tapi berjanjilah padaku. Jangan bersikap kekanak-an, jangan berfikir berlebihan, jangan cemburu lagi, oke?"
"Iya hyung algesso" balas Kyu langsung sudah tidar sabar
"Apa kamu pernah tau kenapa hyung melarangmu berkerja di yayasan umma?"
"Tidak" jawab Kyu sambil menggelengkan kepalanya.
"Mianhae aku tidak pernah memberitahumu Kyuhyun-ah, oke aku egois karna menyabotase keinginanmu dan terlalu emosi kemarin."
"Eung hyung.."
"Yang tidak kamu tau, hanyalah... Aku tidak suka saat umma membangun yayasan itu karna organisasi itu dibuat untuk mengenang Yesung, padahal dulu umma selalu melarang hubungan kami. ..
Hubungan aku dan umma tidak pernah baik sebelumnya makanya aku benci segala sesuatu yang berhubungan dengan itu. Walaupun aku sudah memaafkan umma, tapi tetap saja yang membekas disana hanya penyesalan ibuku yang sia-sia Kyu... Sejak awal aku tidak akan bisa mengerti intum apa membuat sesuatu yang sudah sia-sia.."
"Aku mengerti hyung"
"Makanya aku tidak mau kamu berkecimpung disana karena terpaksa"
"Aku tidak terpaksa hyung... Aku memang menyukainya.. Aku.. Aku ingin membantu.."
Belum selesai Kyuhyun bicara, Ryeowook sudah meraih wajah kecil Kyuhyun dan mendekapnya diantara kedua tangannya dengan tiba-tiba.
"Kamu yakin?"
Kyu mengangguk
"Yakin ini bukan karena emosi semata agar Kyuhyun bisa lebih baik dari Yesung dimata Hyung?"
Glek. Bagaimana Ryeowook mengetahui semua isi hatinya.
Kalau dari awal... Dari awal Kyuhyun memang selalu kesal saat diceritakan tentang Yesung. Kyu cemburu buta dengan semua yang dilakukan maupun apapun yang berhubungan dengan keluarga Kim dengannya. Kyu ingin melampaui semuanya. Kyu ingin menghapus Yesung dengan menjadi lebih baik darinya dimata Ryeowook. Apakah itu sulit? Batin Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah. Aku sudah bilang kan jangan cemburu... Ini yang aku tidak ingin kalau kau mengenal Yesung atau siapapun itu. Kalian itu berbeda Kyu."
"Kamu bukan Yesung.. Selamanya tidak akan menjadi Yesung. Begitupun juga Yesung, selamanya tidak akan pernah bisa melampaui kemampuan yang hanya kamu miliki seseorang dan aku menyukainya."
"Hyung mencintaimu, tidak ada orang lain dipikiranku saat ini, apa itu belum cukup?"
Kyuhyun hanya menggigit bibir bawahnya dan tidak menjawab.
Ryeowook menghela nafas panjang sejenak.
"Hahh... Lupakanlah apa yang menjadi masa laluku Kyu. Itu sudah lewat, sekarang yang ada hanya kita berdua dan jangan sampai kita bertengkar terus seperti ini!
Aku mencintaimu. Dan hanya itu yang perlu kamu tau..."
Ryeowook meraih dagu Kyu setelah menyelesaikan kalimatnya dan kembali mencium bibir plum istrinya tersebut.
Bibir yang tidak pernah tersentuh orang lain. Bibir milik orang yang sangat polos dan terlampau menyukainya hingga membuatnya juga cemburu berlebihan.
Ha...
"Hyung gomawoo..." Ujar Kyuhyun sambil menenggelamkan wajahnya yang sudah memerah di dada Ryeowook untuk kesekian kalinya.
Ryeowook hanya mendekapnya dalam dan membelai rambut halus Kyuhyun sambil menghirupi wanginya yang memabukkan. Wangi kesukaannya..
OoooO
In order to love a person, you might have to be generous
If you only want to be loved
There would be no dialogue at the end.
There must be real feelings between both of us
Don't expect to keep count of everything
Inevitably, there will be heartache along with happiness
You have to recognise the ups and downs of life.
You have to be tolerant in order to understand a person
You have to pass all mishaps
In order to understand so-called love.
The years hereafter
Let us discover together
How many forevers there are
Oftentimes, love comes as a stream that doesn't let up.
Ryeowook masih medengarkan satu lagu tersebut dari headset ditelinga sembari mengamati Kyuhyun yang tertidur pulas disampingnya.
'Dulu aku ingin menikah di Cortinthia hyung..'
Masih Ryeowook ingat dengan jelas ucapan Kyuhyun saat itu.
London... Kyuhyun ternyata sangat menyukai London...
Tangan kanan Ryeowook terulur membelai kepala Kyu dan memainkan ujung rambutnya sebentar
Wae? Kenapa kau harus mempunyai kesamaan dengan dia, Kyu?
Apa Tuhan ingin sekali menyiksaku Bahkan saat menyukaimu pun... Saat aku bisa kembali mencintai orang lain pun...
Orang ini punya kesamaan dengan Yesung...
Ryeowook menutup matanya dan menekan tombol rewind agar lagu tersebut terulang kembali.
Lagu ini... Adalah lagu favoritnya beberapa tahun yang lalu..
Liriknya sangatlah bagus, menghantam Ryeowook dalam-dalam setiap kali ia mendengarkannya.
Cinta dan seseorang yang spesial.. Ya... Mau jadi apa kamu Kim Ryeowook kalau untuk mencintai Kyu saja dia tidak bisa...
Mau bagaimana ini berjalan kalau untuk mengerti pasangannya sendiri saja ia tidak bisa? Ujar Ryeowook dalam hati, sambil memejamkan mata dan memikirkan semua yang Kyu sudah lakukan untuknya.
Anak ini terpaksa harus menjadi 'cepat dewasa' saat berada disampingnya, mengorbankan masa mudanya, terutama sejak sejak mereka hidup bersama. Dulu saat mereka pertama bertemu, tidak jarang Kyu hanya diam dan merengutkan wajahnya walaupun ia tidak komplain sama sekali, karna sikap Ryeowook yang terlampau tegas. Dia baru sadar sekarang...
Tapi seiring dengan berjalannya waktu Kyu bisa membiasakan diri dengan ketegasan, kediaman, kedewasaan Ryeowook dan melakukan tugasnya dengan sempurna.
Ryeowook hanya bisa menghela nafas panjang kalau mengingat semua itu.
Sedangkan dia sendiri? Berlagak sibuk dan menutup diri dari pria polos yang mengagumi nya ini. Pria yang selalu mendukung dan menyemangatinya setiap pagi.
Ryeowook mengeraskan hatinya di awal pertemuan mereka menganggap Kyuhyun setara dengan chaebol lainnya dan pernikahan mereka akan menjadi sesuatu yang datar. Ryeowook meremehkan Kyuhyun dan mengecewakan Kyuhyun yang terlampau menyayanginya.. Mencintainya.. Selama berbulan-bulan.
Ditambah lagi dengan sekarang... Lagi, hanya saja karna egonya yang terlalu besar ia melarang Kyuhyun membantu sang umma membantu di organisasi yang ia benci. Yayasan yang menurut Ryeowook hanyalah bentuk simpati ibunya yang sudah percuma, tidak ada gunanya karna Yesung sudah tidak ada. Ryeowook benci itu dan jadi melarang gerak Kyuhyun.
Ryeowook kadang kesal karna Kyuhyun yang seringkali cemburu berlebihan padanya. Ia tau Kyuhyun awalnya ingin memegang yayasan tersebut sebagai bentuk pembuktian bahwa ia bisa menggantikan Yesung. Ryeowook bisa melihat kecemburuan Kyu didalam semua nada bicaranya selama ini. Sifat Kyu memang kadang masih kekanak-kanakkan.. Tapi kalau dipikir lagi, dia bersikap seperti itu karna di mencintai mu sendiri Kim Ryeowook. Mianhae Kyuhyun-ah.
Tak bisa kah aku mengerti Kyuhyun selayaknya Kyuhyun mengalah padaku? Hah...
Aku juga menyayangimu Kyu... Batin Ryeowook saat untuk ketiga kalinya lagu tersebut berakhir lalu Ryeowook mematikan ipodnya.
Aku juga menyayangimu walaupun... Walaupun kau tidak pernah tau karna gengsiku yang belum bisa menerima posisi mu menggantikan Yesung.
Cup. Seperti biasa Ryeowook mengecup dahi Kyuhyun kali ini dengan penuh sayang lalu ikut tertidur pulas disampingnya.
We are each other's special someone
Courageous and without a thought of ourselves
Ours is not the earnestness of the average person.
If you only have one day, love one person
Let every minute of time slow down
Life only contains the possibility of everything
You are the special person whom I destined to meet.
OooooO
TBC!
Review yaa, gomawoo.
