About us

WARNING YAOI BXB

CHANYEOL BAEKHYUN EXO

.

.

.

.

.

.

Awan mulai menggelap gemuruh petir sudah mulai terdengar dan tak lama setetes demi setetes air mulai turun. Akan ada hujan badai malam ini, sepertinya ramalan cuaca hari ini sangat tepat. Baekhyun menikmati tetesan air hujan melalui kaca jendelanya, ia sandarkan tubuhnya pada pinggiran jendela, kedua tangannya menggenggam cangkir yang berisi Coklat Hangat. Diiringi Musik klasik kesukaannya menambah kesan sendu di suasana apartementnya.

.

.

.

Baekhyun side

"Baekhyun apa yang sedang kau lakukan? " Aku terkejut, aah aku melupakan fakta bahwa didalam apartemen ini dihuni oleh dua orang.

"Tidak ada, hanya menikmati rintikan hujan dari balik jendela"

Dua orang ya. Aku dan Chanyeol.

"Boleh ku temani? " Aku membalikan tubuhku lalu berjalan kearahnya.

"Tentu Chanyeol. Dan kenapa kau selalu ingin menemaniku? " aku sudah tepat dihadapannya

"Karena aku mencintaimu Baekhyun" Ia menampilkan senyum tulusnya kepadaku.

"Cih, bisakah kau pergi? Aku benar-benar ingin kau pergi dari hadapanku " Aku mendorong tubuhnya.

"Tapi kenapa Baekhyun? Apa kau tidak mencintaiku lagi? " Wajahnya menyiratkan kepedihan yang sangat mendalam, aku benci melihatnya.

"Berhentilah Chanyeol, kumohon berhenti..lah hiksss

"Kau..

"KARENA KAU BUKAN LAGI MANUSIA CHANYEOL! KAU TELAH MATI! ARGHHHHHH " aku membenci fakta selanjutnya, sekarang orang-orang disekitarku menganggapku gila.

.

.

.

.

.

Pada akhirnya sama seperti malam sebelumnya. Coklat hangat yang berceceran dimana-mana, dan Musik klasik yang mengayun bersama suara teriakan. Bedanya malam ini diiringi oleh suara Hujan yang bersahutan dengan petir.

.

.

Jadi,

Bolehkah aku menyusul dirinya? Aku sungguh lelah.