Naruto © Masashi Kishimoto
.
AU/OOC/Romance/a bit Drama/Lime/Humor (maybe)
.
.
.
.
"Akh!"
Haruno Sakura, sang pemeran utama gadis dari cerita ini merintih kesakitan ketika sang kekasih—Uchiha Sasuke—mendorongnya ke dinding kamar gadis itu dengan kasar. Kedua tangan gadis itu dikunci Sasuke dengan erat. Belum sempat gadis itu sepenuhnya sadar, bibir ranumnya langsung diciumi oleh Uchiha Sasuke dengan sangat beringas. Bibir gadis soft pink itu dilumatnya dengan ganas kemudian digigitnya sedikit agar Sakura membuka mulutnya. Tentu saja Haruno Sakura membuka mulutnya. Lidah mereka kemudian saling bertemu. Uchiha Sasuke semakin ganas. Lidah pemuda itu semakin liar bergerak di dalam mulut sang gadis yang tak dapat mengimbangi permainannya. Belum lagi air liur yang menetes deras dari mulut Sakura.
Merasa sedikit tertarik dengan permainan si Uchiha, Sakura mulai balas menarik lidah pemuda itu untuk tetap berada didalam mulutnya. Hal tersebut sungguh sangat membuat Uchiha Sasuke bangga. Sakura meresponnya.
"Ukh! A-argh..."
Sakura menggeram suka. Lidah Uchiha itu bergerak kesana-kemari. Mencoba mengabsen gigi-gigi milik kekasihnya.
Pasangan kekasih itu tak peduli lagi dengan baju seragam sekolah mereka yang basah akibat hujan deras yang mengguyur tubuh mereka masing-masing. Mereka merasa panas. Bahkan cuaca diluar rumah Sakura pun tak mereka hiraukan lagi.
Di dalam kamar Haruno Sakura sudah sangat panas.
"Urrmmh!" Sakura menggeram ketika ia merasakan pasokan udaranya semakin menipis. Merasa mengerti, Uchiha Sasuke melepaskan ciuman bergairah mereka. Yah, walaupun sedikit tak rela.
"Su-sudah..." lirih gadis itu dengan sendu sembari menatap Sasuke. "...a-aku...lelah..."
"Ini baru pemanasan, Honey," Sasuke menyeringai. "ah, tak adil sekali kalau kau lelah duluan,"
Tangan jahil pemuda itu beraksi. Kedua tangannya pun mulai membuka kancing seragam Sakura yang lumayan basah. "Boleh dibuka? Bajumu basah,"
Tanpa panjang lebar, Sakura mengangguk setuju. Membuat si Uchiha mesum itu semakin menyeringai dan berteriak-teriak girang dalam hatinya.
Ah, Haruno Sakura sudah kalah telak dengan pesona si Uchiha Sasuke.
Wajah gadis soft pink itu memerah ketika Uchiha Sasuke telah selesai membuka kancing seragam sekolahnya. Sakura menundukkan kepalanya dalam.
Ah, malu sekali jika ada seorang pemuda melihatnya dalam keadaannya yang seperti ini.
Jantung milik Uchiha Sasuke berdegup kencang. Entah kenapa hanya melihat dada Sakura yang tinggal berbalut Bra berwarna pink, dirinya malu? Hei, hei, bukannya Sasuke sudah sering melihat seorang gadis atau wanita dengan keadaan seperti ini?
Ah, Uchiha Sasuke terlihat gelisah.
Bahkan yang dibawahnya sudah mulai sedikit ereksi.
"Ja-jangan dipandangi terus, mesum!" kesal Sakura dengan wajah yang memerah. "A-aku akui da-dadaku memang ke-kecil!"
Ucapan Sakura tersebut membuat Uchiha Sasuke terkikik geli.
"Tidak, dadamu tidak kecil kok," jeda sejenak, Sasuke menatap Sakura dengan seringainya yang manis. "hanya pas dengan genggamanku saja, itu sudah cukup,"
BLUSH!—Ah, Uchiha Sasuke, kau memang ceplas-ceplos.
Dengan lihai, tangan kanan Sasuke mulai meremas lembut dada kiri Haruno Sakura yang masih berbalut Bra Pink—yang senada dengan rambut gadis itu. Sakura mendesah tertahan. Gadis itu menggigit bibir bawahnya. Mencoba menahan agar suara desahan tak keluar dari bibir manisnya itu.
"Keluarkan desahanmu," ujar Uchiha tersebut geram. "sayang sekali jika harus ditahan,"
Sakura masih tetap pada prinsipnya. Enggan mengeluarkan desahan-desahan aneh pada mulutnya. Ingin dikeluarkan tapi malu. Oh, Kami-sama...dia bingung harus melakukan apa.
"Nnggh!" Sakura mendesah tertahan. Entah sengaja atau tidak, remasan Uchiha tersebut pada dadanya semakin mengencang. Membuat Sakura tak kuasa lagi menahan desahannya yang telah ia tahan mati-matian.
"Sampai kapan kau bisa menahan desahan ini, hm?"
Gadis itu tetap diam. Bibirnya bergetar karena menahan desahan yang hampir lolos dari mulutnya. Tetapi, semakin gadis itu menahan desahannya, semakin brutal Uchiha Sasuke meremas dadanya.
Ah, Uchiha Sasuke memang nakal dan mesum.
Tapi itulah yang Haruno Sakura sukai.
"A-ahh..." Sakura mendesah lemah. Ia sudah tak tahan lagi untuk mengeluarkan suara aneh itu. Sungguh. Ada apa dengannya saat ini? Dirinya terlihat seperti kalah telak. "...uuh..."
"Kau kalah, Honey," bisik Uchiha Sasuke ditelinga Sakura, membuat gadis itu merasa geli. "kau...mengeluarkan desahanmu,"
Dengan cepat, dilepasnya pengait Bra Sakura kemudian diturunkannya perlahan. Gadis soft pink itu hanya diam dengan wajah yang sudah semerah tomat. Ia biarkan Uchiha Sasuke yang memegang kendali dalam permainan ini.
Bra pink gadis itu pun akhirnya lepas dari tubuh pemiliknya. Menampilkan buah dada Haruno Sakura yang berukuran sedang. Jantung Sasuke dan Sakura mulai berdegup kencang. Entah ada apa, mereka berdua merasa canggung.
"Ja-jangan melihatnya terus!" kesal Sakura malu. "Da-dadaku kecil ja-jadi..."
"—Bukan masalah ukurannya," jawab Sasuke memotong perkataan Sakura, kemudian menutup wajahnya malu dengan tangan kanannya. "Ha-hanya saja...entah kenapa ketika melakukan ini bersamamu...aku seperti pertamakali melakukannya..."
BLUSH!—Wajah gadis itu kembali memerah. Tak menyangka si Uchiha itu mengucapkan kalimat seperti tadi. Sungguh, ini sangat langka.
"Boleh ku mainkan?" Sasuke menatap Sakura.
"Te-terserah!" balas gadis itu malu, membuat Sasuke tersenyum geli melihatnya.
Ah, kekasihnya malu-malu kucing.
"Nngghh! A-ah~! " remasan pertama pada dada sebelah kiri Sakura pun telah dilakukan Sasuke dengan lembut. Merasa tak tahan mendengar desahan Sakura yang menurutnya begitu merdu, tanpa basa-basi lagi, Uchiha langsung meraup bibir Sakura dengan ganas. Tubuh gadis itu semakin ia himpit ke dinding kamar Sakura yang dingin akibat cuaca hujan diluar. Dilumatnya kasar bibir itu kemudian digigitnya lembut agar Sakur membuka mulutnya.
Sakura yang akhirnya terbawa suasana mulai membuka mulutnya. Lidah Sasuke pun bertemu dengan lidahnya. Sasuke kembali menghimpit Sakura. Membuat bagian 'bawah' milik pemuda tersebut tak sengaja begesekan dengan perutnya.
"Sakura..." desah Sasuke lirih. "...aku menginginkanmu..."
"Ummh! Nngghhh!" Sakura kembali mendesah hebat ketika tangan kanan Uchiha Sasuke meremas dada sebelah kirinya. Sesekali pemuda raven itu memelintir puting susu Sakura. Membuat gadis itu mengerang nikmat.
Setelah puas dengan mulut Sakura, Sasuke langsung mengarahkan mulutnya ke puting susu gadis itu. Ia jilat dengan perlahan, membuat Sakura mendesah lemah. Kemudian ia mainkan sedikit kasar dengan lidahnya. Sakura mendesah kencang.
Gadis itu benar-benar tidak tahan dengan perlakuan Sasuke. Tapi...gadis itu menyukainya.
"A-ah~! Sasuke..."
Sakura mendesah keras ketika Sasuke mengulum puting sebelah kirinya. Tangan gadis itu menjambak erat rambut raven Sasuke. Merasa nikmat atas perlakuan kekasihnya itu. Terkadang, pemuda itu menggigit kecil puting tersebut. Membuat Sakura mengerang tertahan. Entah mengapa Sasuke seperti bayi disini.
Tangan kiri pemuda itu tak tinggal diam. Dengan perlahan, diremasnya dada kanan Sakura sembari memainkan puting gadis itu.
"Be-berhenti..." rengek Sakura. Wajah gadis itu sudah sangat kacau. "...kumohon..."
"Berhenti?" Sasuke menyeringai, "Bagaimana aku bisa berhenti sementara kau semakin mendorong kepalaku ke arah dadamu, Honey,"
Wajah gadis itu semakin memerah. Lebih merah dari sebelumnya. Bibir gadis itu bergetar. Ah, kenapa? Ada apa dengan dirinya? Padahal ia meminta berhenti, tapi...tubuhnya tak dapat berhenti.
Candu.
Ini semua karena Uchiha mesum Sasuke.
"Malu, hm?" ujar Sasuke tersenyum geli melihat Sakura menunduk malu.
"Ka-kalau sudah ta-tahu, ke-kenapa bertanya!" teriak Sakura masih menundukkan wajahnya yang memerah.
Ah, Uchiha Sasuke sangat suka Sakura yang malu-malu kucing di hadapannya.
BRUK!—Tanpa basa-basi lagi, dihempaskannya tubuh Sakura ke atas tempat tidur. Sakura tersentak kaget. Tanpa menunggu aba-aba lagi, pemuda itu langsung meraup bibir gadis tersebut. Mencoba melumat bibir kekasihnya. Kedua tangan Sakura dikuncinya erat. Hanya pemuda itu yang memegang kendali. Ia sudah tidak tahan.
Puas dengan memainkan bibir Sakura, pemuda itu mulai menjilati leher Sakura. Dijilatnya dengan lembut hingga Sakura mendesah pelan, kemudian digigitnya agar tercipta sebuah tanda.
Tanda bahwa Haruno Sakura hanya milik Uchiha Sasuke seorang.
"Sakura..." Sasuke memanggil nama kekasihnya dengan lembut. Mata mereka saling menatap satu sama lain. Iris emerald dan onyx saling beradu.
Dapat Sakura lihat bahwa iris onyx Sasuke tersirat makna kesungguhan.
Sangat jarang sekali pemuda tersebut menampakkan makna seperti ini.
Jantung mereka berdua berdegup kencang. Seperti ingin keluar dari tempatnya.
"Sa...suke?"
Sasuke semakin memajukan wajahnya ke wajah Sakura. "A-aku..." dapat gadis itu rasakan, nafas berat pemuda tersebut.
Panas.
"...Aku—"
—PIP! PIP! PIP! PIP! PIP!
Dan...acara pandang-pandangan romantis mereka berdua pun hancur berkeping-keping akibat ponsel milik Uchiha Sasuke.
Sialan!
Dengan berberat hati, Uchiha Sasuke menjauhkan dirinya dari tubuh Sakura, kemudian mengambil kasar ponsel cerdasnya yang kebetulan ada di dalam saku celana sekolahnya.
"Itachi..." geram Sasuke pelan, kemudian menekan tombol hijau pada ponselnya. "apa?"
'Dimana kau sekarang, hah?!'
"Di rumah kekasih, sedang ingin bercinta," Sasuke menghela nafas pasrah. "dan kau mengacaukannya,"
BLUSH!—Wajah Sakura kembali memerah. Ah, Sasuke.
'Dasar! Cepat pulang, aku sendirian!'
"Hn, nanti,"
'Sekarang! Atau...sesuatu yang ada di tanganku ini akan membuatmu menangis darah!'
Tut! Tut! Tut! Tut!
Telepon berdurasi duapuluh delapan detik itu terputus dengan sempurna. Sasuke mendecak kesal. Kakaknya—Uchiha Itachi memang berbakat dalam hal ancam-mengancam.
Dengan gusar, Sasuke mencoba mengabaikan perintah kakak anehnya itu, tapi ada satu hal yang Sasuke sadari bahwa kalimat terakhir Itachi tadi sangat aneh.
Tunggu dulu.
Sesuatu yang ada di tangan kakaknya?
Jangan-jangan...buku porno miliknya.
Sial!
"Sakura, sepertinya aku harus pulang," ucap Sasuke dengan nada yang terburu-buru.
"Ah, ta-tapi—"
"—nanti kita lanjutkan," potong Uchiha Sasuke sembari mengecup jidat lebar gadis itu. "sampai nanti,"
BLAM!—Pintu kamar Haruno Sakura tertutup rapat. Cuaca disana masih buruk. Pikirannya mencoba menerawang kenapa Sasuke begitu terburu-buru. Padahal mereka baru pemasanan!
"La-lanjutannya..." ucap Sakura sambil menyentuh jidat lebarnya yang baru saja dikecup lembut Uchiha Sasuke. "...i-itu be-berarti..."
BLUSH!
Wajah gadis soft pink itu langsung memerah seketika, mencoba memikirkan bagaimana kelanjutannya.
Berarti...dia dan Sasuke akan melakukan 'ini' dan 'itu'.
"Aarrgghh!" Sakura mengacak-acak rambutnya. Wajah cantiknya semakin memerah. "Ke-kenapa aku jadi memikirkan kelanjutannya!"
Ah, sepertinya Haruno Sakura terjangkit kemesuman Uchiha Sasuke.
.
.
.
.
My Hentai Prince
.
Chapter 7
.
.
Original Story from Azuka-nyan
.
.
Rate M for Lime and Lemon
.
.
Happy Reading
.
.
.
.
"Aku pulang,"
Uchiha Itachi langsung menoleh dengan cepat ketika suara adik tersayangnya mulai menggema di dalam rumah yang sederhana. Senyum kemenangan langsung mengembang jelas di wajah Itachi. Merasa bahwa ini adalah hari terbaik untuk mengalahkan Sasuke yang selalu membangkang perintah-perintahnya.
Hohoho, kena kau Sasuke!
"Ah, maaf. Sepertinya aku mengganggu keromantisan kalian berdua, hm?" seringai mulai muncul di wajah Itachi. "Jadi...kalian sudah sampai mana melakukannya?" seringai Itachi semakin tercetak jelas. "Atau...kau sudah—"
"—Aku belum memasukkannya," Sasuke mendelik tak suka. "berhenti menatapku dengan tatapan 'kau kalah' dasar Ita-hi!"
"Dasar pantat ayam! Seharusnya kau berterimakasih padaku karena aku telah menyelamatkan keperawanan pacarmu itu!"
"Dia sudah siap kuterkam, kok!"
"Dasar mesum!"
"Kau iri padaku 'kan? Dasar jomblo!"
Itachi mengeratkan genggaman kedua tangannya. Empat sudut siku-siku sudah muncul di jidat Uchiha sulung itu. "Ah, apa aku harus menunjukkan benda bagus yang ada di tanganku ini kepada ayah dan ibu lewat Skype?"
Sasuke menatap horror kearah Itachi. "Apa, hah?!"
"Aku berani bertaruh kau akan menyesal seumur hidupmu,"
Sasuke semakin menatap tajam ke arah kakak kandungnya itu. "Sialan! Cepat tunjukkan padaku apa yang kau ambil, hah?!"
Uchiha Itachi tertawa terbahak-bahak—tawa kemenangan. Sudah lama dia tidak menang dari adik mesumnya ini. Ini...benar-benar sesuatu yang langka—menurut Itachi.
"Sudah lama aku tak melihat ekspresimu yang seperti itu, hahaha!"
"Sialan!"
Tangan kanan Itachi mulai masuk ke dalam saku celananya sendiri. Mencoba mencari sesuatu yang ia maksud.
"Ini yang akan kutunjukkan pada Ibu dan Ayah, bagaimana? HAHAHA!" ucap Uchiha Itachi sambil menggoyang-goyangkan gelang clover berdaun empat.
"..."
"..."
"..."
"..."
"..."
"WOY! KENAPA DIAM?! EKSPRESINYA MANA?!"
Sasuke langsung melengos melewati Uchiha Itachi, sang kakak yang benar-benar bodoh menurutnya.
"Buang saja gelangnya, itu gelang terkutuk. Bukan aku yang membelinya. Kalau kau masih menyimpan gelang itu, kau akan jomblo seumur hidup, aniki,"
"Sasuke sialan!"
.
.
.
.
Gadis berambut soft pink itu menatap ragu pada pintu kelasnya. Beberapa kali ia terus merapikan rambut pink-nya kearah leher jenjangnya. Mencoba menutupi ruam-ruam merah yang tercetak jelas dan banyak pada leher jenjangnya itu.
Ah, seharusnya ia melarang Sasuke untuk memainkan lehernya semalam.
Pikiran gadis itu melayang. Bagaimana kalau teman-temannya—terutama Ino dan Hinata—bertanya macam-macam tentang ia dan Sasuke? Bagaimana kalau ia dikeroyok fans Sasuke lagi? Ah, bagaimana ini?
Tangan gadis itu bergetar ketika ia hendak membuka pintu kelas tersebut. Inner-nya berteriak 'buka saja, ayo!' tapi gadis itu masih ragu.
Sangat ragu.
Ah, ia bingung.
"Sampai kapan kau tetap berdiri di pintu, Sakura?"
Gadis cantik itu tersentak kaget disaat suara yang sangat ia kenal memasuki indra pendengarannya. Sudah pasti ini adalah suara kekasihnya yang sangat mesum.
Uchiha Sasuke.
Orang yang paling tidak ingin ditemuinya saat ini.
"Kenapa diam?" Sasuke mengerutkan alisnya. "Ayo cepat buka pintunya,"
"Ka-kau saja duluan yang ma-masuk," Sakura menundukkan wajahnya. Kemudian mencoba menjauh dari Sasuke. Ah, sepertinya ia malu. "a-aku masuknya nanti saja,"
Belum sempat gadis itu pergi meninggalkan Sasuke yang ada dibelakangnya, lengan kirinya langsung ditangkap Sasuke cepat. Pergerakan gadis itu terhenti sesaat. Ekspresi gadis itu campur aduk. Antara kaget dan malu.
"Kita masuk bersama,"
"Ti-tidak," tolak Sakura sembari melepaskan lengannya dari genggaman Sasuke. "a-aku...ma-masuknya nanti saja,"
Sasuke mendecih tak suka. "Kau malu karena tanda di lehermu itu 'kan? Untuk apa ditutupi, huh?"
Refleks, Sakura menyentuh lehernya. "I-ini semua gara-gara kau, dasar mesum!"
"Kau lebih mesum lagi, Sakura," Sasuke menyeringai. "apa kau tidak sadar, hm?"
Sakura mengerutkan keningnya. Tak paham.
"Kau bilang 'berhenti, kumohon,' padahal kau menikmatinya,"
BLUSH!—Wajah gadis soft pink itu langsung memerah seketika. Oh, tidak! Sasuke benar-benar mengetahuinya.
"Kau sebenarnya ingin kelanjutannya, 'kan?"
"Bohong!" Sakura berteriak dengan kencang. "A-aku tidak mungkin menikmatinya!"
"Tidak mau mengaku, hm?" Sasuke menatap tajam Sakura. "Apa perlu aku mengulangi perbuatan kita kemarin, Honey?"
Sakura meneguk ludah dengan susah payah. "Ti-tidak! Terimakasih!"
"Jangan mengelak," Sasuke menyeringai mesum. "pilih salah satu, UKS...atau di dalam kelas? Ah, atau mungkin ingin di rumahku?"
"Aku bilang tidak mau! Dasar mesum!"
Sasuke mendecih tak suka. Ah, aneh sekali. Padahal kemarin Haruno Sakura telah takluk padanya. Kenapa...sekarang kembali seperti semula?
Pemuda raven itu menghela nafas pelan sambil mengedarkan pandangannya pada koridor. Iris Onyx-nya kemudian menangkap seorang gadis berambut coklat dengan ukuran dada yang lumayan besar.
"Gadis itu boleh juga," ujarnya sengaja. Hal tersebut membuat Haruno Sakura menoleh ke arah yang Sasuke lihat. "dadanya lebih besar daripada punyamu,"
CTAK!—Empat sudut siku-siku mulai muncul di jidat Haruno Sakura. Hei! Hei! Santai sekali kau mengucapkan kata-kata itu, tuan Uchiha!
"Tapi..." Sasuke menggantung kalimatnya. Membuat Sakura menoleh ke arah Uchiha bungsu itu. "...aku lebih suka dadamu, Honey,"
Wajah gadis itu yang sebelumnya penuh dengan ekspresi amarah sekarang berubah menjadi ekspresi malu.
Ah, menurut Uchiha Sasuke, itu adalah ekspresi yang sangat ia sukai dari Haruno Sakura.
Manis dan imut.
Ingin rasanya mencium lembut bibir gadis soft pink itu.
Uchiha Sasuke tersenyum sembari menatap Haruno Sakura. Hal yang sangat jarang ia lakukan pada setiap orang.
Haruno Sakura—
—kau adalah orang pertama yang membuat Uchiha Sasuke tersenyum tanpa sadar.
"Ah, mungkin sepertinya aku harus membesarkan bagian ini,"
Kyut! kyut! kyut!
Eh?
"BERHENTI MENYENTUH DADAKU, DASAR MESUM SIALAN!"
BUAGH!
.
.
.
.
"Hei, hei, apa kalian tau? Si gadis rambut pink dan pangeran sekolah bertengkar lagi tadi pagi,"
"Di depan kelas 2-2, bukan?"
"Ah, iya, katanya pangeran sekolah itu kembali dapat 'bogem mentah' ya?
"Uchiha Sasuke, ya?"
"Dasar Haruno sialan! Berani-beraninya dia memukul wajah tampan pangeran kita!"
"Katanya sih, alasan Uchiha itu di 'bogem mentah' itu karena dia meremas dada Sakura-chan secara tiba-tiba,"
"Aku tak menyangka pangeran sekolah dengan sifatnya yang dingin dan irit bicara itu mesum sekali,"
"Itu sesuatu yang sangat langka, bukan?"
Huft.
Akasuna Sasosi menghela nafas panjang yang terkesan pasrah. Entah ada angin apa gosip-gosip tentang gadis yang disukainya—Haruno Sakura—dan si pemuda mesum yang sangat dibencinya—Uchiha Sasuke—langsung bertebaran saat istirahat makan siang dimulai. Hal ini membuat mood Sasori yang tadinya pergi ke kelas Sakura untuk mengajak gadis itu makan siang bersama menjadi badmood karena salah satu murid di kelas Sakura dengan entengnya berkata, "Ah, kau mencari Haruno-san ya? Dia sekarang sedang ada di ruang guru karena memukul kekasihnya tanpa sebab,"
Ah! Sial! Kenapa keberuntungan tak berpihak kepadanya? Selalu saja dirinya yang gagal dalam hal mendekati Haruno Sakura. Bukankah salah satu situs ramalan yang sangat ia percayai itu mengatakan bahwa gadis soft pink itu adalah jodohnya?
Argh! Semuanya berubah karena Uchiha sialan itu!
Jujur saja, Akasuna Sasori masih merasakan sakit dalam hatinya atas kejadian kemarin saat hujan. Yah, saat si Haruno dan Uchiha Sasuke berduaan di dalam kelas. Desahan-desahan milik Haruno Sakura itu masih terngiang jelas di telinga pemuda merah yang saat ini sedang duduk di dalam kelasnya.
Ah, rasanya...Sasori ingin membuat Haruno Sakura mendesah karenanya.
Pemuda itu menggelengkan kepalanya cepat. Hei, hei! Kenapa ia jadi berpikiran jelek seperti itu? Bukankah seharusnya jika kita mencintai seseorang, seseorang itu harus kita jaga sebaik mungkin?
Huft.
Kembali lagi ia menghela nafas pasrah.
"Cih! Awas kau Uchiha!" umpatnya kesal. Merasa muak dengan keadaan seperti ini. "Akan ku rampas Haruno Sakura dari tanganmu! Lihat saja nanti!"
Dengan gusar, Sasori langsung mengambil SmartPhone yang ada di saku celana seragam sekolahnya. Jemari pemuda itu kemudian mengetik beberapa huruf pada keyboard SmartPhone-nya.
Ah, bagi Akasuna Sasori, ramalan ramalan sudah menjadi bagian dari hidup pemuda itu.
"Haruno Sakura, Aries. Uchiha Sasuke, Leo," gumam pemuda merah itu sembari menatap layar SmartPhone-nya dengan teliti. "keduanya mempunyai ikatan yang kuat dalam hal seksualitas. Cocok,"
'Aries dan Leo adalah pasangan yang sangat menggairahkan jika mereka berdua berada di atas ranjang. Si raja hutan akan memimpin permainan. Kelemahannya adalah, Aries akan cepat bosan jika Leo terus melanjutkan permainan dengan gaya yang sama saat diatas ranjang.'
'Terkadang, sifat Leo yang sombong dan egois sering membuat Aries yang keras kepala menjadi marah. Leo adalah si Raja Hutan, maka Aries wajib menuruti semua perintahnya. Leo akan berhenti merengek jika Aries menuruti semua kehendaknya.'
'Untuk Aries dan Leo, akhir-akhir ini ada orang ketiga dalam hubungan kalian. Akan lebih baik jika kalian saling percaya satu sama lain'
Sasori menyeringai—
—"Bagaimana jika si Virgo masuk di antara kalian berdua, Aries dan Leo?"
.
.
.
.
"DASAR KAKASHI-SENSEI SIALAN!"
Haruno Sakura berteriak kencang di koridor sekolah. Sudah lebih dari lima kali gadis itu meneriakkan perkataan yang sama sedari tadi. Tentu saja hal tersebut membuat Uchiha Sasuke merasa bosan. Terlalu cerewet.
"INI SEMUA GARA-GARA DIRIMU!"
Ah, ingin rasanya pemuda raven itu menutup mulut Sakura dengan ciumannya agar gadis soft pink itu berhenti berteriak. Mumpung di sekolah ini hanya tersisa mereka berdua.
Yap, hanya mereka berdua. Alasannya? Karena si Uchiha Sasuke yang tak mau mengaku telah meremas dada Sakura tadi pagi. Alhasil, Sakura dihukum karena telah mem-'bogem mentah' seseorang dan pencemaran nama baik.
Hatake Kakashi—wali kelas Haruno Sakura—memberikan hukuman ringan pada gadis tersebut. Hukumannya adalah membantu si Uchiha Sasuke piket harian untuk hari ini setelah pulang sekolah.
Disuruh membantu, malah jadi pembantu.
Dasar Uchiha!
"Hei, yang ikhlas dong kalau nyapu,"
"Jangan terlalu banyak komentar! Kau ingin aku pukul sampai tak berbentuk lagi?!"
"Cih! Aku hanya memberitahumu,"
"Diam! Atau 'barang'-mu kubakar!"
Empat sudut siku-siku mulai muncul di jidat lebar milik Uchiha Sasuke. Ah, sial! Baru kali ini ia kehabisan kata-kata untuk melawan ucapan si Haruno Sakura.
"Berhenti bicara kasar padaku," ujar Sasuke dingin. "kau ingin bibir ranum-mu itu aku lumat dengan kasar juga, hm?"
"Sebelum kau melumat bibirku, akan kutendang 'barang'-mu itu!"
Ah, sepertinya kau mulai lihai dalam membalas ucapan Uchiha Sasuke, Haruno Sakura.
"Mau kemana?" Uchiha Sasuke menatap gerakan Sakura yang sepertinya ingin pergi menjauh dari dirinya.
"Pulang. Tugasku sudah selesai,"
"Bagaimana kalau kita mengistirahatkan diri di Love Hotel?"
"Kau ingin 'barang'-mu aku bakar sungguhan, huh?!"
Sasuke menatap sengit gadis berambut soft pink dihadapannya, "Itu barang berharga! Jangan seenaknya kau berpikiran untuk membakarnya, Sakura!"
"Makanya diam!"
Sasuke terdiam sejenak kemudian pemuda raven itu memijit pelipisnya. Ah, kenapa hubungan mereka kembali seperti semula? Penuh dengan pertengkaran. Belum lagi sifat Sakura yang sudah mulai berani membalas perkataannya.
"Baiklah, aku akan diam,"
"Baguslah,"
"..."
"..."
"..."
"..."
"..."
"HEI! KENAPA JADI HENING BEGINI?!"
"Kau yang meminta, Honey,"
Argh! Cukup! Semuanya jadi serba salah! Dengan gusar, Haruno Sakura langsung menyambar tas sekolahnya dan pergi meninggalkan Uchiha Sasuke yang masih bengong dengan tingkah Sakura. Huft. Ini pertamakalinya Uchiha Sasuke diperlakukan aneh oleh seorang gadis. Padahal...gadis ini adalah gadis yang ia cintai.
"Kau ingin tidur di sekolah?" ucap Sakura dingin. "Cepat pulang!"
"Ah, kau mengajakku pulang bersama?"
"Berhenti berharap, Baka!"
Sasuke terkikik geli. Ah, Sakura memang aneh. Berbeda dengan mantan-mantannya dulu. "Hn,"
Akhirnya kedua manusia yang berbeda jenis kelamin dan rambut itu pulang bersama. Sesekali Uchiha Sasuke melirik ke arah Sakura yang terus berjalan dengan santai disampingnya. Ah, wajah imut, cerewet, kasar, cuek dan jutek, pipi mulus, bibir yang lembut, argh! Sungguh, Sasuke sangat tak tahan dengan pesona seorang Haruno.
Ingin rasanya mengulang kejadian kemarin. Kejadian dimana Haruno Sakura telah takluk akan pesona pemuda raven ini. Sakura yang saat itu sungguh sangat berbeda dengan Sakura yang saat ini.
Desahan-desahan gadis soft pink disampingnya ini benar-benar membuat nafsunya meningkat.
"A-ah~ Na-Naruto-kun..."
Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura terbelalak kaget ketika Hyuuga Hinata dan Uzumaki Naruto sedang bermesraan di dekat loker penyimpanan sepatu. Dengan cepat, Uchiha Sasuke langsung menarik tangan Sakura untuk segera bersembunyi. Gadis soft pink itu sempat kaget sejenak, tapi akhirnya ia mengerti kenapa Sasuke menariknya.
Yap, tak ingin mengganggu.
"Na-naruto...Akh!"
Ah, sial! Mendengar Hinata yang mendesah nikmat karena Naruto dengan ganas mencium gadis lavender itu, Sasuke merasa ingin menerkam Sakura. Belum lagi posisi mereka bersembunyi yang membuat tubuh mereka masing-masing terlalu rapat. Mereka saling berhadapan. Salahkan Sasuke yang salah memilih tempat persembunyian. Tempat ini terlalu sempit. Bahkan...nafsu pemuda raven itu mulai naik.
"Ukh! Na-Naruto..."
Dapat Sasuke lihat wajah gadis soft pink itu menjadi memerah ketika salah satu sahabatnya mendesah seperti itu. Ah, Sakura benar-benar tak percaya Naruto dan Hinata berciuman sama seperti ia dan Sasuke.
"Sa-Sasuke..." ucap Sakura pelan. "...aku tak bisa bernafas, kau terlalu menghimpit,"
Sasuke menyeringai, "Ah, terlalu menghimpit ya,"
Sakura mengangguk pelan. Jantungnya berdetak kencang. Gugup. Posisi seperti ini terlalu berbahaya untuk mereka berdua. Belum lagi seringai Sasuke yang terkesan mesum. Ini benar-benar berbahaya.
"Ahahaha, se-sepertinya a-aku harus pulang," Sakura tertawa canggung. "sa-sampai jumpa—Hmmpp!"
Belum sempat gadis cantik itu menjauh dari Uchiha Sasuke, bibir ranum itu langsung dilumat habis oleh pemuda raven mesum ini. Mata gadis itu kembali terbelalak. Oh, tidak. Benar apa yang dikatakan firasatnya tadi. Uchiha Sasuke kembali menjadi mesum.
Lidah mereka berdua kembali bertemu. Sasuke seakan mengobrak-abrik mulut Haruno Sakura. Lembut. Itulah yang membuat Uchiha Sasuke ketagihan akan bibir kekasihnya itu.
Sakura menggeram kecil ketika tangan Uchiha bungsu tersebut mulai naik ke arah dadanya. Sakura berontak. Jika Sasuke meremas dadanya, ia pasti akan mendesah, dan desahan itu pasti akan terdengar oleh Naruto dan Hinata.
"Ja-jangan—a-akh!" bisik gadis itu di telinga Sasuke.
Pemuda itu meremas pelan dada Sakura. Gadis itu kembali mendesah pelan. Sesekali Sakura berontak namun Uchiha Sasuke semakin menaikkan tempo remasannya. Haruno Sakura menggigit bibirnya keras.
Ah, ini terlalu berbahaya. Sakura tak dapat menahan desahannya lebih dari ini.
"Cu-cukup!" BRUK!—didorongnya Uchiha Sasuke dengan kasar. Pemuda raven itu kaget setengah mati. Gadis itu tak sanggup lagi. Bibirnya tak kuat menahan desahan yang sangat ingin keluar. Wajahnya sudah semerah tomat. "A-aku pulang duluan, sa-sampai na-nanti,"
Uchiha Sasuke masih terdiam sembari menatap kekasih soft pink-nya yang sudah menjauh dari pandangannya. Ah, sial! Kenapa ia jadi hilang kendali seperti ini? Tidak biasanya. Dulu, Sasuke masih bisa mengontrol nafsunya. Tapi, entah kenapa hanya dengan Sakura nafsunya itu tak dapat ia kontrol dengan baik.
"Sakura..."
Ah, bodohnya.
"...kau sangat berbeda dengan 2 tahun lalu,"
.
.
.
.
"Sakura-chan!"
Haruno Sakura menatap Akasuna Sasori yang memanggilnya dari kejauhan. Senyum manis mulai menghiasi wajah gadis itu ketika si pemuda merah semakin mendekat kearahnya.
"Ada apa, Akasuna-san?"
"Hei, bukankah sudah ku bilang jangan panggil Akasuna," Sasori mengelus pelan helaian soft pink milik Sakura. "panggil nama depanku dan tambahkan suffiks -kun,"
Haruno Sakura terkikik geli. "Ah, baiklah, baiklah. Jadi...ada perlu apa, Sasori-kun?"
"Bagaimana kalau kita makan di atap sekolah? Aku membeli dua buah roti melon di kantin,"
Oh, atap sekolah ya?
Sambil berjalan menuju atap sekolah, pikiran gadis itu melayang sejenak. Entah ada beberapa kejadian yang sangat ia kenang di atap sekolah. Dari pernyataan cinta Uchiha Sasuke sampai pernyataan cinta Akasuna Sasori. Dari ciuman pertamanya bersama Uchiha Sasuke sampai hadiah pertama dari Akasuna Sasori.
Ah, terlalu banyak kejadian yang terjadi di atap sekolah tersebut.
"Kau suka roti melon 'kan?"
Sakura sedikit tersentak ketika Akasuna Sasori membuka pembicaraan. "Ah, iya, kau tahu darimana?"
"Hanya menebak," ucap Sasori sambil memberikan sebuah roti melon kepada Sakura. "Haruno Sakura, 28 Maret. Zodiak, Aries,"
Kembali lagi gadis itu tersentak. "Hei, kau stalker ya?"
"Aku hanya mencari info tentang gadis yang kusukai, apa itu salah?"
"Tidak juga," ucap Sakura sembari memakan roti melon tersebut.
"Aku masih menyukaimu, Sakura-chan, walaupun kau milik Uchiha,"
Sakura terbelalak kaget. "Kenapa kau menyukaiku? Aku tidak cantik seperti semua siswi disini. Rambutku juga aneh,"
"Kau unik, aku menyukaimu,"
Wajah pemuda merah itu semakin mendekat kearah Sakura. Oh, tidak. Gadis itu akan dicium. Sakura kemudian memejamkan matanya erat. Semoga saja tidak dibibir. Semoga saja Uchiha Sasuke tidak ada dan tidak melihat kejadian ini.
Beberapa detik kemudian, pipi chubby milik Haruno Sakura dikecup lembut oleh Akasuna Sasori. Sakura terkejut kemudian menatap Sasori dengan cepat.
Ah, pemuda itu terlihat imut.
Wajah Baby Face yang memerah milik Akasuna Sasori membuat jantung gadis itu berdegup kencang.
"Ini...pertamakalinya aku mencium seorang gadis. Dan aku sudah dua kali menciummu, "
Haruno Sakura terdiam sejenak. Rona merah masih tercetak jelas di wajahnya. Gadis itu gugup.
"Sa-Sasori...kun...a-aku—"
"—Hei, Naruto! Apa kau melihat Sakura?!"
Glup!
Oh, tidak! Itu suara Uchiha Sasuke!
Iris emerald milik Haruno Sakura terbelalak keget disaat suara Uchiha Sasuke terdengar di telinganya. Ah, gawat! Sasuke ada di dekat sini!
"Sepertinya Sakura-chan pergi bersama pemuda rambut merah dari kelas sebelah. Dan aku tak tahu mereka pergi kemana,"
Oh, informasi yang bagus sekali, Naruto.
"Cih, pergi kemana dia?"
"Coba periksa di atap atap sekolah,"
Sial!
Dengan cepat, Haruno Sakura langsung bangkit dari duduknya. Mencoba mencari persembunyian yang aman untuk dia dan si Akasuna.
"Cepat Sasori, kita harus bersembunyi!"
Akasuna Sasori menggeram tak suka. Kenapa? Kenapa semuanya menjadi seperti ini? Padahal tadi tidak ada yang mengganggu.
"Cih, kenapa kau harus panik, Haruno?" ucapnya pelan.
"Cepat sembunyi!"
"Aku akan merebutmu dari tangan Uchiha Sasuke,"
Dengan kasar, ditariknya pergelangan tangan Sakura kemudian ia dekatkan wajahnya ke wajah Haruno Sakura.
"Saso—Hmmmpp!"
—CEKLEK!
"Sakura! Apa kau ada di—"
Uchiha Sasuke terbelalak kaget. Iris onyx-nya memunculkan aura keterkejutan.
"—Hmmmpp!"
Akasuna Sasori mencium Haruno Sakura dihadapan Uchiha Sasuke.
"Brengsek! Lepaskan Sakura, wajah bayi!"
.
.
.
.
.
Haruno Sakura, si gadis soft pink yang awalnya hanya seorang gadis biasa, kini diperebutkan oleh dua pangeran yang berbeda sifat. Si mesum Uchiha Sasuke dan si imut Akasuna Sasori.
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
.
Aaaaaaaaa~! *teriak* Akhirnya selesai! XD kalian tau gak, saya bikin cerita ini sebenarnya udah dari bulan Desember 2013, ternyata eh ternyata malah updatenya 1 Maret 2014 -_- maaf atas keterlambatan updatenya! DX enam bulan! -_-
Alasan lama update? Rasa males dan sibuk. Terus mikirin jalan ceritanya kayak gimana. Ah, bingung. Sebenarnya sih sibuknya itu bikin Fanfiction fandom Naruto buat lomba J-Fest di SMAN 7 Banjarmasin dan alhamdulillah, saya menang! Juara 3! X3 yeah!
Makasih yang udah nge-review dan favelert fict ini. Love you all *cium readers dan silent readers satu-satu*
Makasih udah rela nge-review :'D hiks hiks.
Special thanks:
kugutsu, ckckjg, novi, gadisranti3251, Guest, aoi-san, Ariska, Arufi, Savira vira, Meika, uzumaki yuzi, Rendinma palsu, Erikaa Liana, angkerss. , Guest, Fikri, Aika, mayu, Nameananda, haruna yukou, tummyuchiha, ripky, Dewi Karin, Guest, sasori no danna, Guest, , Guest, Uchiha Cherry Rania17, Hatake Khofifah, Nadeshiko uchiha, Guest, MaMiMuMeMo, Guest, Savers, Cerise Liebe, CyntaSilluevaSamudra, Akashi-kun, YashiUchiHatake, mizz k, Tebak siapa, Pikachu, Rukia, Ruki Ueki, yamaneko achil, Dark dhonih, bram, Azure Shine, kunoshici aoi, Andrea137, .39750, Kiki RyuEunTeuk, Hanako, Ranko Mitsu, Yamazaki Koharu, Lhylia Kiryu, Sana Uchiga, naomi,UchiHaruno, bloomies, zhao mei mei, Hana-san, amu, Guest, Pinky Kyukyu, UchiHarunoKid, YupiYupiYummy, UchiHaruno Arisa, desypramitha2, Kumada Chiyu, hanazono yuri, sonedinda2, Tsurugi De Lelouch, Setsuna f seiei-Kun, Hatake Ridafi kun, milkyways99, Aozora Straw, Kuroda Yue, Uchiha Shesura-chan, a first letter.
Maaf ya kalo ada kesalahan nama dan ada nama yang belum saya tulis ._.
Ah, maaf juga kalo ada Typo.
Ah iya lupa, 26 hari lagi fict ini 1 Tahun. Happy Anniv. My Hentai Prince *ngucapin duluan* :p 28 Maret 2013 - 28 Maret 2014
Akhir kata,
REVIEW X3
