Hatsukoi/First Love

Disclaimer: Masashi Kishimoto-sensei

Rate: Mature

Pairing: SasuNaru slight ItaKyuu

Warning: OOC, Yaoi, No lemon no lime, Typo (A Lot), Bad language

Reply Reviews

michhazz: Hohoho iya dunk, Sasu di sini ga jauh lebih pintar dari Naru, Naru di sini yang pintar, rasanya lebih lucu jika Naru nya nerd ama Sasu ga jenius2 amat, Thanks review-nya

Meli Channie: Mereka pindah gegara Minato, Minato pengen pulkam tuh katanya udah ga betah di kota, ini sudah lanjut, Thanks review-nya

Habibah794: Bukan aku kok yang tega, ini salah Minato, dia yang buat SasuNaru pisah, baper ya? Ya namanya juga orang tua, marahnya pasti ngena banget dah, Thanks review-nya

Lhiae932: Emang sedih ya, tapi beberapa chapter ini ga bakal sedih kok, malah terkesan romantic, berapa lama ya misahin mereka hehehe #EvilSmirk, Thanks review-nya

versetta: Beneran dunk, Naru bakal pindah, Minato galak sumber penyebab SasuNaru pisah sih, iya perasaan kemarin woles aja sekarang malah muncul masalah, aneh ya kok bias? Thanks review-nya

Author Note,

Yang review nambah dong, kalau dikit terus jadi ga ada semangat ama niat buat nulis ;( Follower ama favorite nambah dunk, biar makin semangat buat lanjutkan FF, bisa-bisa hiatus lagi ni -_-

RnR, Don't Like Don't Read

"Let's Story Begin!"

Chapter 6

Sasuke dan Naruto menjalani hari mereka seperti biasa. Tapi sekarang ini setiap waktu sangat berharga bagi keduanya. Tak terasa ini sudah tanggal 12 Desember sebentar lagi natal. Orang-orang semakin sibuk sedangkan Sasuke dan Naruto hanya berpikir waktu mereka tinggal sedikit lagi. Sasuke dan Naruto terlihat menikmati waktu mereka bersama hari ini. Langit mendung berada di atas kepala, Naruto dan Sasuke masih saja betah duduk di taman yang sepi. "Sasuke... Aku tidak ingin berpisah.." kata Naruto sambil tertunduk. "Aku juga, aku tidak ingin berpisah, kita bahkan belum lama pacaran" jawab Sasuke. "Aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat..." kata Naruto sambil menahan air mata. "Kau menangis, Naruto?" kata Sasuke sambil mengangkat wajah Naruto. Air mata Naruto jatuh, Sasuke begitu pilu melihat orang yang dia cintai menangis. Perlahan dia mencium bibir Naruto dengan lembut, mencoba menghentikan Naruto dari rasa sedihnya. "Sasuke.." gumam Naruto pada akhirnya dalam ciuman itu. Sasuke melepaskan ciuman mereka. Mereka saling bertatapan, memandang wajah orang yang mereka cintai.

Perlahan, benda putih dari langit jatuh tepat di depan mereka. "Eh? Yuki.." kata Naruto kaget dan melihat ke atas, begitu juga dengan Sasuke. Yuki/Salju, benda putih yang dari langit itu turun dalam jumlah banyak ke arah Naruto dan Sasuke. "Yatta, ini salju pertama di musim dingin tahun ini, natal tahun ini akan menjadi White Christmas!" seru Naruto senang. Sasuke tersenyum, dia senang akhirnya Naruto kembali ceria, dengan gemasnya dia menarik Naruto dan membawa Naruto ke dalam pelukan hangat. "Sasuke..." gumam Naruto yang heran melihat tingkah Sasuke. Sasuke memeluknya dari belakang dan membenamkan wajahnya di leher Naruto. "Biarkan saja seperti ini lebih lama.. Aku kedinginan" kata Sasuke, Naruto hanya menurut dan mempererat pelukan Sasuke.

.

.

Naruto terlihat membawa sebuah tas yang ntah berisi apa, yang jelas saat ini Sasuke sedang sibuk bersama Neji mengurus tugas mereka yang belum tuntas. Gaara saat ini berada di kelas sedang membuat sesuatu. "Gaara, aku membawa barangnya, tolong ajari aku Gaara!" kata Naruto sambil membungkuk dan menyodorkan tas itu kepada Gaara. "Hmm apa kau yakin Naruto? Ini tidaklah mudah" kata Gaara menatap Naruto. "Tentu saja, aku akan membuatnya apa pun yang terjadi!" seru Naruto dengan semangat. "Baiklah, aku akan mengajarimu, sekarang cepat keluarkan benang dan jarumnya" kata Gaara dengan tegas sedangakn Naruto hanya menuruti apa yang akan Gaara akan ajari kepadanya.

Sasuke kini duduk bersama Neji di kantor. Para uke sedang sibuk ntah melakukan apa di kelas. "Etto Sasuke, sebentar lagi kan natal, hadiah apa menurutmu yang bagus untuk kuberikan pada Gaara ya?" kata Neji. "Hn, aku juga bingung akan memberikan apa kepada Naruto" jawab Sasuke. "Hm? Kenapa kau tidak memberikan dia benda propose?" kata Neji. "Propose? Kenapa kau tidak juga memberikan itu ke Gaara?" kata Sasuke. "Hmm, aku sudah memberikan itu tahun lalu pada Gaara, aku sangat bingung sekarang" kata Neji frustasi. "Hyuga bisakah kau tenang?! Ini di kantor, jaga sopan santunmu" kata Kakashi menyebalkan seperti biasanya sedangkan Iruka hanya geleng-geleng melihatnya.

.

.

.

Desember 21, hari ini adalah hari sabtu, hari terakhir sekolah sebelum libur musim dingin. Setelah libur ini berakhir, dengan ini juga lah Naruto akan pindah. "Naruto.. apakah kau mencintaiku?" kata Sasuke sambil menggenggam kedua tangan Naruto. Naruto tampak memiringkan kepalanya, kini mereka hanya berdua di dalam kelas sedangkan semua temannya telah pulang dari tadi, mereka hanya ingin menghabiskan waktu bersama tanpa ada yang menggangu mereka. "Tentu saja, aku sangat mencintaimu Sasuke" jawab Naruto sambil bersemu merah. Tiba-tiba Sasuke memeluk Naruto. "Naruto.. Aku ingin berkencan denganmu, aku menunggumu besok pagi di depan rumahmu, bawa beberapa pakaian seperti kita ke Yakushima kemarin" bisik Sasuke di telinga Naruto. "Eh?! Memangnya kita mau ke mana teme?!" kata Naruto kaget. "Aku ingin berkencan denganmu seharian besok, kita akan menginap, kan Kaa-san dan bibi Kushina sudah mengizinkan kita" jawab Sasuke sambil tersenyum. "Hontou ni teme? Daisuki!" seru Naruto sambil memeluk Sasuke erat.

.

.

.

Desember 22, Naruto membawa kopernya yang berwarna orange. Dia kini berdiri di depan rumahnya, dia sudah menunggu Sasuke selama 15 menit. Sasuke tak kunjung keluar dari rumahnya dan Naruto mulai bosan menunggu. "Sasuke lama sekali.." gerutu Naruto sambil melihat jam tangannya. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan Naruto, mobil sport berwarna merah. "Naru-chan ayo masuk!" seru pria yang mengemudikan mobil itu dari jendela mobil pengemudi. Sasuke turun dari mobil itu bersama aniki nya. "Sasuke? Kyuu-Nii? Dan juga Itachi-san?!" seru Naruto kaget. "Hn, maaf Naruto, ini gara-gara baka aniki, dia mengetahui kita akan kencan" kata Sasuke sambil berjalan mendekati Naruto, membantu membawakan koper. "Tenang saja ototou, aku tidak akan menggangu kalian, aku akan bersama Kyuu-chan terus kok" kata Itachi. "Cepatlah aku tidak sabar untuk ke sana, mari kita ke umi (laut) !" seru Kyuubi dengan semangat.

.

.

.

Suara angin laut yang bertiup membuat suasana sangat romantis. Sasuke dan Naruto kini duduk di tepi pantai yang bersalju. Salju turun kembali begitu mereka tiba di sini. "Sasuke.. kenapa kau bisa kepikiran untuk mengajak ku ke pantai?" kata Naruto sambil mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Sasuke. Terlihat Naruto sangat kedinginan tapi dia tetap duduk di sini bersama Sasuke. "Aku.. hanya berpikir, mungkin musim panas nanti aku tidak akan bisa bersamamu ke pantai, jadi aku nekad di musim dingin ini mengajakmu ke pantai" jelas Sasuke sambil menatap mata biru Naruto. Ntah kenapa, suasana bersalju di sini terasa hangat, Naruto menyandarkan kepalanya ke pundak Sasuke. "Sasuke.. pinjamkan aku bahu mu, aku lelah biarkan aku memejamkan mata ku sebentar" kata Naruto menikmati hangatnya tubuh Sasuke. "Aku mencintaimu Naruto.." bisik Sasuke sebelum Naruto terlelap dalam tidurnya.

.

.

.

Penginapan di dekat pantai, terlihat Itachi dan Kyuubi yang duduk di kamar mereka. Kamar sederhana seperti penginapan sederhana di Jepang. "Brr, pantai di musim dingin memang sesuatu yang salah" kata Kyuubi sambil menyelimuti dirinya dengan futon yang tebal. "Bukannya kau yang paling bersemangat untuk ke pantai, kau bahkan mengizinkan memakai mobilmu untuk ke sini" ucap Itachi sambil duduk dan membaca buku. "Diam kau keriput! Aku tidak menyangka akan turun salju! Dan apakah kau tidak lihat Naruto dan Sasuke sangat romantis di pantai yang bersalju itu.. sial membuat aku iri saja..." kata Kyuu yang pada bagian akhirnya bersuara dengan bergumam. "Apa Kyuu? Kau iri? Kau juga ingin seperti SasuNaru? Oh, jadi kau kemari ingin romansa juga ya" kata Itachi yang mendengar gumaman Kyuubi itu. "Diam kau keriput, aku benci padamu!" seru Kyuubi malu dan bersembunyi dalam futon. "Kyuu kau sangat menggemaskan sekali, aku mencintaimu Kyuu!" seru Itachi dan melompat ke dalam futon Kyuubi. Kita pun tau apa yang akan terjadi berikutnya dengan kedua orang ini.

"Sasuke.. kita akan ngapain saja di sini?" kata Naruto yang kini sudah bangun dan berada dalam pelukan Sasuke. "Hn, kita besok akan skating di gunung dekat sana, kau pasti akan suka Naruto" jawab Sasuke sambil mencium pipi Naruto. "Hontou? Aku ingin sekali, senangnya bisa merasakan pantai dan gunung sekaligus, Sasuke hontou ni daisuki!" seru Naruto dan memeluk Sasuke dan mencium bibir Sasuke. "Hn, tapi aku jadinya menginginkan dirimu sekarang.. Naruto.." kata Sasuke dan langsung menindih Naruto. Kita pun tau apa lagi yang di lakukan pasangan yang satu ini.

.

.

.

Desember 23, hari ini hari yang cukup cerah di musim bersalju ini. ItaKyuu terlihat bermain skating dengan Itachi yang modus mengajari Kyuubi sambil menyentuh tubuh Kyuubi. Sasuke dan Naruto malah terlihat menikmati skating ini. "Sasuke! Aku tidak akan kalah darimu!" seru Naruto yang terus meluncur tepat di belakang Sasuke. "Coba saja kalau kau bisa Naruto" jawab Sasuke sambil meluncur dengan cepat di depan Naruto. "Argh! Sasuke teme! Aku kalah!" seru Naruto begitu mereka sampai di garis finish. Sasuke hanya tersenyum melihat tingkah kekasihnya, kemudian Sasuke pun mengambil salju yang di bawah dan di bentuknya bola. Bola salju itu pun kemudian melayang ke arah Naruto. "Apa?!" seru Naruto kaget begitu salju mengenai punggungnya. "Teme, kau membuatku emosi! Rasakan ini!" seru Naruto sambil membuat bola salju dan melemparkannya ke Sasuke. Tapi dengan mudah Sasuke menghindarinya. "Kau tidak mengenaiku dobe" remeh Sasuke yang membuat Naruto tambah panas dan melempar salju ke arah Sasuke terus.

"Sasuke! Bukan seperti itu, lihat jadi tidak rata!" seru Naruto sambil membuat bola salju yang besar. Sasuke hanya bisa bertampang polos. Saat ini, mereka sedang membuat boneka salju. Tapi Sasuke yang tidak berbakat malah membuat terlihat aneh boneka salju tersebut. "Mereka seperti anak-anak" kata Kyuubi sambil melihat SasuNaru yang sedang membuat boneka salju. "Mereka masih masih berumur 15 tahun Kyuu, mereka masih bocah" komen Itachi. "Hmm tapi mereka akan.." gumam Kyuubi yang tak melanjutkan kata-katanya. "Sudah Kyuu, kita jangan terlalu ikut campur, kita juga punya kewajiban Kyuu, setelah tahun baru kita akan ke Amerika lagi ingat?" kata Itachi sambil merangkul pundak Kyuubi. "Aku tahu, tapi.." kata Kyuubi dan menaruh kepalanya di pundak Itachi sambil memandang SasuNaru yang masih asyik bermain.

.

.

.

Desember 24, Christmas Eve. Sasuke dan Naruto masih duduk di luar sambil memandang laut dan pantai yang dipenuhi oleh salju. Salju turun menambah suasana romantis di sana, Sasuke dan Naruto berbagi selimut mereka memakai selimut besar yang dililitkan menutupi tubuh mereka berdua sambil meminum susu cokelat panas. It's perfect romantic Christmas Eve. "Naruto.. Aku punya hadiah untuk mu" kata Sasuke membuka suara setelah keheningan yang cukup lama di antara mereka. "Aku juga punya hadiah untukmu Sasuke.." kata Naruto. Mereka sama-sama dan mengeluarkan hadiah natal mereka untuk pasangan mereka. Sasuke membawa hadiah berwarna orange dengan motif rubah sedangkan Naruto membawa hadiah berwarna biru tua dengan motif petir.

"Ini.. Sebuah sweater rajut.." kata Sasuke sambil mencoba memaki sebuah sweater berwarna biru yang sangat cocok dengan Sasuke. "Pas sekali, aku sangat senang Naruto! Aku mencintaimu!" seru Sasuke terlihat sangat bahagia. Ternyata Naruto selama ini membuatkan dia sebuah sweater rajut bersama Gaara, sungguh beruntung Sasuke bisa mendapatkan hadiah seperti ini dari Naruto yang sangat dia cintai.

"Sasuke..." kata Naruto kaget melihat apa yang Sasuke berikan kepadanya, matanya tiba-tiba terasa panas. Sasuke memberikannya sebuah benda kecil berbentuk lingkaran. "Naruto.. aku mencintaimu.. will you marry me?" kata Sasuke sambil memeluk Naruto. Naruto sudah tidak kuat menahan harunya. Dia menangis, hadiah yang dia dapat sungguh spesial tahun ini. Propose.. Sebuah cincin perak dengan bentuk mata cincinnya yang seperti huruf S dan N. "Hmm.. aku bersedia Sasuke.. aku juga mencintaimu!" seru Naruto sambil memeluk balik Sasuke dengan erat. "Merry Christmas Naruto.." bisik Sasuke tepat di telinga Naruto. "Merry Christmas too, Sasuke" jawab Naruto sambil tersenyum, sekarang di jari manis tangan kiri nya terdapat sebuah cincin. Tanda bahwa Naruto telah di miliki oleh seseorang.

.

.

.

"Keriput, kau tidak memberikan apa pun padaku?" kata Kyuubi sambil cemberut. Tepatnya, dia iri melihat kemesraan SasuNaru, dia juga ingin Itachi memperlakukan dia dengan spesial. "Kau menginginkan apa Kyuu?" kata Itachi sambil memeluk Kyuubi dari belakang. "Hmp! Jahat, tahu ah" jawab Kyuubi ngambek dan mencoba melepaskan diri dari Itachi. "Kyuu tunggu, aku tentu saja punya sesuatu untukmu, ini" kata Itachi memberikan Kyuubi sebuah kotak yang di lapisi kertas kado berwarna merah. "Ini.. untuk ku?" kata Kyuubi tidak percaya. "Buka saja Kyuu" bisik Itachi. Kyuubi dengan gugup membuka kado ito dan mendapatkan sebuah botol berukuran sedang, botol itu berisi ramuan cairan berwarna ungu gelap. "Ke-keriput, ini apa?" seru Kyuubi kaget dan bingung akan hadiah dari Itachi. "Itu ramuan agar kau hamil Kyuu, ini buatan Tsunade-san, profesor yang ahli membuat sesuatu yang tidak nyata Kyuu" bisik Itachi sambil menjilati leher belakang Kyuubi. "Tsunade-san?!" seru Kyuubi kaget, orang itu kan orang yang berhasil membuat seorang pria pertama kali dapat hamil di Amerika, kenapa Itachi bisa mengenal orang sehebat ini?! Kyuubi bingung akan hal ini jadi jika ini memang benar maka dia akan hamil setelah minum ramuan ini dan this and that bersama Itachi tapi tanpa Kyuubi sadari di dalam botol itu terdapat sebuah cincin Itachi dalam botol itu, cincin bermata ruby yang sangat pas dengannya.

"Terus hadiahku apa Kyuu?" kata Itachi sambil memeluk Kyuubi dengan erat. "Etto, ini.. keriput.." kata Kyuubi sambil mengalungkan sebuah syal berwarna merah dan biru ke leher Itachi. "Kyuu?!" kata Itachi kaget sambil memegang syal itu. "Ini aku membelinya, bukan karna aku meminta Kaa-san atau bibi Mikoto mengajariku membuatnya" kata Kyuubi sambil bersemu merah dan membuang mukanya melihat ke arah yang lain. "Aku mencintaimu Kyuu!" seru Itachi dan memeluk Kyuubi sambil melilitkan syal yang Kyuubi buat itu ke badan Kyuubi. "Kau menyebalkan keriput!" seru Kyuubi malu tapi dia tetap membalas pelukan Itachi itu dengan memeluk syal yang Itachi lilitkan.

.

.

.

Desember 25, hari ini adalah hari dimana kita menghabiskan waktu bersama keluarga, demikian juga bagi SasuNaru hari ini. Mereka saat ini berkumpul di kediaman Namikaze, terlihat Fugaku dan Minato yang saling merangkul sambil minum sake, Kushina dan Mikoto bergosip ria, ItaKyuu dan SasuNaru bermesraan dengan romantisnya, untuk hari ini semua masalah seakan telah tiada. Bagi semuanya saat ini adalah waktu sekarang, mereka berharap waktu bisa seperti ini terus selamanya. Dari luar jendela kita bisa melihat kalau keluarga besar ini sangat lah hangat untuk hari ini. Salju turun, membuat tahun ini menjadi White Christmas bagi semuanya sebuah Perfect Christmas yang menjadi kenangan bagi SasuNaru...

.

.

.

.

To Be Continue

Last Word,

Review please, onegai :D