'Like Him? Crazy..'

Cast : Sungmin, Kyuhyun, Siwon, Donghae, Eunhyuk, Ryeowook, Kibum, Kangin, Leeteuk, and SHINee.

Summary : Keinginan membuatnya terpaksa menempuh jalan yang tidak masuk akal. Namun, perasaannya mulai berputar haluan saat dirinya mulai terbiasa dengan seseorang.

Warning!

This is Ffn GS, full typo, OOC, Gaje bin Ajaib!

.

Bagaikan mimpi indah untuk seorang Lee Sungmin untuk alur kehidupannya saat ini. Cinta pertamanya pada Siwon yang tidak terbalaskan sekarang terbayar sudah walaupun dirinya tidak bahagia dengan namja pujaan hatinya itu. Tapi setidaknya, ia sudah mendapatkan penggantinya. Sehingga rasa sedih itu tidak terasa terlalu lama.

"Jadi, sekarang kita pacaran, Kyu?"

"Kata siapa?"

"Eung? Bukankah kau bilang suka padaku?"

"Suka bukan berarti ingin menjadi pacarmu kan?"

Jedeeerr..

Baiklah. Seluruh kata manis Sungmin untuk Kyuhyun, dia tarik kembali. Namja ini memang sedang mempermainkan hatinya.

Masih diatap sekolah dan masih pagi serta belum mandi. Sungmin harus kembali merasakan sakit hatinya karna Kyuhyun berkata yang tidak-tidak.

"Baiklah. Sekarang terserahmu saja. Kalau begitu, kita bertemu lain kali saja karna aku akan meminta pak Kang untuk mengurus kepindahanku ke Jepang."

"Jadi, kau mau pindah ke Jepang?"

Kaget pun tidak. Jadi apa maunya Kyuhyun sekarang? Saya juga tidak tahu.

Rasanya Sungmin ingin sekali menggaruk wajah lugu Kyuhyun yang membuatnya merasa jengah. Setelah mengatakan cinta serta berciuman, ternyata anak ini masih saja innocent dihadapannya. Baiklah, apa mau Kyuhyun?

"Iya. Sudah sana, jangan halangi aku yang mau pergi."

"Siapa juga yang akan mencegahmu pergi. Kau memang seharusnya pergi dari sekolahku ini. Sana pergi!"

"Kyu?"

"Apa?! Katanya kau mau pergi. Kau kan lupa apa yang sudah aku bilang tadi. Kau memang tidak waras, iya kan? Sudah sana pergi!"

"Kyu.."

Sekarang, malah Kyuhyun yang pergi. Anak itu, terlihat sangat kesal sekali dengan Sungmin. Yeoja imut itu pun hanya bisa diam terbengong melihat tingkah Kyuhyun yang seperti itu. Benar-benar diluar dugaan.

"Hey, tunggu! Kenapa jadi dia yang marah denganku? Ahh, anak itu selalu saja bisa membalikan keadaan!"

Dengan segera, Sungmin berlari kearah Kyuhyun yang sedang menuju kamar asramanya. Nafas Sungmin sudah sangat sesak sekali, karna mengejar langkah cepat Kyuhyun. Akhirnya, Sungmin sampai juga didepan pintu kamar asramanya yang tidak tertutup karna Kyuhyun baru saja masuk kedalam kamar asrama mereka.

"Kyu.."

Sungmin melihat namja itu sedang duduk dipinggiran ranjang tidurnya dan hanya diam saja seolah hanya raganya saja yang ada disana sedangkan jiwanya melayang entah kemana. Sungmin pun akhirnya luluh dan ia memutuskan untuk berjongkok dihadapan Kyuhyun setelah menutup pintu kamar mereka.

"Kyu.."

"Aku mohon jangan pergi atau aku akan.."

"Akan apa, Kyu? Mati? Begitu?"

Sungmin senang sekali jika Kyuhyun berkata seperti itu. Ohh.. Kyu~

"Merasa bersalah."

Doeng..

"Hentikan semua omong kosongmu ini, Kyu. Sekarang cepat katakan apa mau mu!"

"Selama ini, aku gila karna mu. Karna kau, aku jadi mengira bahwa aku ini adalah seorang gay. Kau membuatku gila. Sekarang, minta maaf padaku."

"Laki-laki stress! Aku sudah mengatakan semuanya. Aku sudah minta maaf. Aku sudah mengatakan kalau aku juga mencintaimu. Dan aku pun juga sudah membiarkan kau menciumku."

"Baiklah. Sekarang kita pacaran. Kau hanya boleh melihatku. Kalau kau berani melihat namja yang lain lagi, akan ku colok matamu itu dengan pensil."

"Huhu, serem. PsikopatKyu."

"Apa itu nama panggilan baru untukku?"

"Kau tersenyum? Kau gila yaa?"

"Aku tersenyum? Benarkah?"

"Kau memang gila!"

"Habis kau Lee Sungmin!"

Ok. Kyuhyun membawa Sungmin naik keatas ranjangnya dan mulai melancarkan serangan-serangannya.

"Kyaa… kyaaa… geli Cho Kyuhyun!"

"Hahaha, aku akan menghabisimu Lee Sungmin. Karna aku adalah PsikopatKyu. Hahaha"

"Kyuuu.. kyaaa.. awas kau!"

Mereka pun seperti orang gila yang berkejar-kejaran didalam kamar. Kamar ini tampak lebih buruk dari yang namanya kapal pecah. Buku-buku bertebaran dimana-mana, bantal, guling, tempat tidur, semuanya sudah acak-acakan.

….

Lelah melakukan hal yang kekanakan selama satu jam, akhirnya mereka berdua pun menyerah dan mengistirahatkan diri mereka dibalkon karna kamar mereka sudah tidak bisa ditempati lagi.

Kekanakan? Oh ayolah~ mereka sedang menikmati yang namanya indahnya cinta.

Kyuhyun yang cool, akhirnya menyadari bahwa rasa cinta tidak sepahit teh hijau tanpa gula dan Sungmin yang aegyo pun tidak akan menangis lagi karna pedihnya cinta.

"Kemari!"

"Untuk apa?"

"Tidur disebelahku."

"Tidak mau. Kau kan mesum!"

"Kau mau aku acak-acak seperti kamar kita hah?"

"Kamar kita? Terdengar sangat ganjil sekali."

"Ish, kemari saja."

"Kenapa harus seperti itu?"

"Tanpa disuruh dua kali, yeoja normal akan datang kearahku dan memelukku begitu erat sambil berkata oh Kyuhyun ku~ sentuh aku sayang!"

"Whats? Kau pikir, aku yeoja murahan yang ada diluar sana apa?!"

"Kemari atau kau aku tarik!"

"Ah, bikin repot saja!"

Sungmin pun pasrah dan duduk diam disamping Kyuhyun yang sedang duduk santai dibangku panjang sambil memanjangkan kakinya kedepan.

"Letakan kepalamu disini!"

"Apa?"

Sungmin menatap Kyuhyun sengit. Namun, namja itu hanya menatapnya enteng sambil menepuk-nepuk bahunya mengisyaratkan Sungmin agar yeoja itu membaringkan kepalanya disana.

"Cepat sedikit. Aku sudah ngantuk."

"Ahhh! Aku bisa gila kalau seperti ini terus!"

Sungmin pun menyerah dan meletakan kepalanya diatas bahu Kyuhyun seperti apa yang diperintahkan namja banyak maunya itu. Kyuhyun segera menutup matanya dan membiarkan Sungmin untuk memeluk pinggangnya agar yeoja ini tidak jatuh kebawah.

….

"Kemana perginya Kyuhyun dan Sungmin? Rasanya sudah lama sekali tidak melihat mereka berdua."

"Kita ke kamarnya saja, Hae Hyung." Kata Minho sambil memegang imut bibirnya.

"Baiklah. Kajja."

Gerombolan namja berjumlah lima orang itu pun berjalan menuju kamar Kyuhyun dan Sungmin setelah pulang sekolah. Mereka adalah Donghae, Taemin, Minho, Key, dan Onew. Lima menit kemudian, mereka berlima pun sampai didepan pintu kamar KyuMin.

"Kyuhyun! Sungmin!"

Panggilan ketiga Donghae tetap saja tidak ada yang meresponnya. Donghae yang merasa kesal pun akhirnya langsung saja membuka pintu kamar asrama Kyuhyun dan Sungmin yang ternyata tidak terkunci itu.

"Astaga! Tahu begitu, aku tidak akan memanggil mereka berdua seperti orang gila begitu kalau tahu ternyata pintu kamarnya tidak terkunci seperti ini. Aish, tenggorokanku sakit sekali!"

"Haha~ sabar Hae Hyung."keempat namja itu terpaksa menahan tawanya akibat kebodohan yang tanpa sadar dilakukan oleh Donghae.

Mereka pun berjalan perlahan memasuki kamar KyuMin dan betapa terkejutnya mereka setelah melihat keadaan kamar yang bentuknya sudah sama persis seperti kapal pecah itu.

"Ommo! Aku tidak pernah melihat kamar sehancur ini."

Key dan Taemin pun menatap sedih tempat mengerikan ini.

"Ini bukan kamar. Sungguh!"

Onew pun ikut mendesah karna kedua matanya sakit akibat melihat kamar berantakan KyuMin. Sedangkan Donghae dan Minho hanya mendesah dalam hati. Mereka berdua sudah tidak sanggup lagi sekedar hanya untuk mengatai tempat kacau ini.

"Kemana penghuninya?" tanya Minho sambil celigukan mencari keberadaan Kyuhyun maupun Sungmin.

"Itu, Kyuhyun bukan?"

"Mana?"

"Itu, yang tiduran di teras balkon!"

Semua mata langsung tertuju pada sosok yang sedang tertidur diteras balkon itu. Kelima namja itu pun berjalan perlahan untuk melihat sosok itu lebih dekat lagi. Sayangnya, dugaan mereka benar. Itu Kyuhyun bersama..

"Sungmin!"

"Hey, kecilkan suara kalian!"

Donghae merasa beruntung karna Kyuhyun dan Sungmin tidak sedikit pun merasa terganggu akibat teriakan histeris Minho, Key, Onew, dan Taemin yang melihat mereka berdua sedang berpelukan dan tidur bersama diteras balkon kamar mereka.

Kalau Kyuhyun sampai terbangun dari tidurnya karna mendengar suara berisik mereka, sudah dapat Donghae perkirakan mereka semua akan pulang kekamarnya masing-masing dengan langkah terseok karna dihajar Kyuhyun, Si evil yang mengerikan.

"Oh, god! Ada apa ini?!"jerit Key.

"Kalian semua, ayo ikut aku keluar. Ada yang ingin aku beritahu pada kalian."

"Yaa.."

Mereka masih saja shock dengan pemandangan yang baru saja tidak sengaja mereka lihat itu. Tapi perkataan Donghae barusan, menyadarkan mereka dan mereka pun segera keluar dari kamar Kyuhyun dan Sungmin seperti apa yang dikatakan oleh Donghae barusan.

"Kau tahu sesuatu Hae Hyung?" tanya Onew dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

"Katakan sesuatu yang pasti kepada kami!" Minho ikut menyerang Donghae yang semakin salah tingkah.

"Ish, berhenti menyudutkan ku seperti itu!"

"Hyung~ katakan bahwa kami semua baru saja salah melihat. Orang yang tadi itu, bukan Kyuhyun dan Sungmin kan?"

"Taemin! Kau mau ikut-ikutan Minho dan Onew yang sedang menyudutkanku begini?"

"Tidak hanya mereka, aku juga! Sekarang katakan yang sesungguhnya, ada hubungan apa antara Kyuhyun dan Sungmin, Hae Hyung?"

Kini Key juga ikut menyudutkan Donghae kesisi tembok asrama mereka. Namja penggila makanan empat sehat lima sempurna itu hanya sanggup menahan pening dikepalanya dan berusaha menjelaskan semuanya pada keempat namja cerewet yang sekarang sedang mengepung dan menyudutkan dirinya disudut dinding asrama mereka.

"Mungkin, mereka baru saja jadian.."

"Jadi mereka Gay?!"

"Ommo!"

"Ah.. Hae Hyung pasti bohong!"

Teriakan suara cempreng Minho, Key, dan Taemin kembali terdengar. Donghae dan Onew pun hanya bisa melindungi telinga mereka dari suara yang bisa saja membuat mereka tuli mendadak itu dengan menutupi kedua telinga mereka dengan telapak tangan mereka masing-masing.

"Ish, aku juga tidak tahu pastinya bagaimana. Setahuku, Sungmin itu adalah yeoja!"

"Yeoja?!"

Onew yang begitu terkejut langsung saja membalikan tubuh Donghae dengan satu tangannya sambil membesarkan kedua mata sipitnya.

"Ya. Aku tahu itu. Sungmin sedang menyamar sebagai seorang namja demi Siwon."

"Siwon? Teman sekamar Jonghyun?"

"Ne, Minho. Ceritanya begini…" (ceritanya Donghae diskip aja yaa..)

"Begitu? Jadi Kyuhyun satu kamar dengan Sungmin yang ternyata adalah seorang yeoja?"

"Ya, seperti itulah Key. Tapi sepertinya, Kyuhyun juga baru tahu siapa Sungmin yang sebenarnya karna Ahra Noona dan Kangin seonsaengnim menutupi ini semua darinya."

"Jadi, ini rencana mereka berdua?"

"Setengahnya sih begitu, karna setengahnya lagi adalah bentuk dari ketidak sengajaan. Mereka merencanakan ini semua tanpa diketahui Sungmin dan Kyuhyun. Hal ini bertujuan agar Kyuhyun yang tidak mudah bergaul dengan seorang yeoja itu bisa sedikit mengenal bagaimana sosok yeoja itu dengan sangat baik. Ya, akhirnya tercetuslah ide gila ini."

"Hyung, mengambil peran ini dari awal?"tanya Taemin yang masih saja penasaran.

"Aku baru tahu rencana ini beberapa bulan yang lalu dari Kangin seonsaengnim dan aku juga sempat terkejut saat tahu bahwa sesungguhnya Sungmin adalah seorang yeoja."

"Pantas saja Kyuhyun Hyung terlihat sedikit agak stress belakangan ini, ternyata ini masalahnya. Dia menyukai Sungmin yang selama ini dia pikir adalah seorang namja dan ternyata Sungmin sebenarnya adalah seorang yeoja. Syukurlah~ itu artinya Kyuhyun Hyung masih normal."

"Kau benar Minho. Aku hampir saja mengira mereka Gay tadi." Kata Taemin sambil tersenyum lega.

"Aku juga tadi hampir saja pingsan!" celetuk Key sambil tertawa geli mengingat raut wajah Kyuhyun dan Sungmin saat tidur bersama diteras balkon tadi.

"Hahaha, lucu sekali. Mereka seperti pasangan gay yang sedang tidur bersama!"

"Sudahlah, jangan mengatai mereka lagi Minho. Bagaimanapun juga, Kyuhyun adalah namja yang paling beruntung dibandingkan kita semua karna dari ratusan siswa hanya dia yang satu kamar dengan yeoja. Emm, apa diantara kalian ada yang menyamar sebagai namja juga seperti Sungmin?"

Perkataan Donghae barusan membuat Minho dan Onew memasang pose berpikir mereka yang layaknya seperti seorang pemikir politik.

"Mungkin Taemin dan Key!"

Minho menganggukan kepalanya, membenarkan opini Onew yang dianggap Taemin dan Juga Key sebagai hinaan untuk mereka berdua.

"Iya, Hyung! Lihat saja wajah mereka berdua yang begitu mulus dan cute itu, benar-benar seperti seorang yeoja." Perkataan Minho semakin memperjelas hinaan mereka pada wajah imut Taemin dan Key yang mereka dapat sejak lahir itu.

Donghae, Onew, dan Minho pun menyerigai setan sambil menatap kearah Taemin dan Key yang tiba-tiba saja jadi tersudut begini. Key dan Taemin pun saling berpegangan tangan karena takut melihat wajah mesum ketiga namja yang semakin mendekat kearah mereka berdua.

"Kalau begitu, kajja kita telanjangi mereka. Siapa tahu, salah satu dari mereka memang ada yang sedang menyamar menjadi seorang namja seperti Sungmin." Hasut Donghae pada Minho dan Onew yang hanya menganggukan kepala mereka sambil merentangkan kedua tangan mereka kedepan untuk dapat menggapai tubuh Key dan Taemin yang semakin terpojok disudut dinding asrama.

"Serbu!"

"Kyaaaaaa!"

'Plak..

'Bugh..

'Bugh..

"Akh, sakit Taemin!" teriak Minho kesakitan.

"Key pelan sedikit!" sekarang giliran Onew yang menjerit kesakitan.

"Cukup! Kami menyerah!" teriak Donghae sambil berjongkok menahan pukulan bertubi-tubi dari Taemin dan Key.

Donghae, Minho, dan Onew yang tadinya menyeret tubuh Taemin dan Key masuk kedalam kamar asrama untuk menelanjangi kedua namja manis itupun kini lari terbirit-birit setelah Key dan Taemin menghajar mereka dengan sapu yang ada dikamar Minho dan Donghae itu.

"Awas saja kalau berani lagi mengatai kami ini yeoja!" teriak Taemin sambil mengacungkan sapunya tinggi-tinggi.

"Kalau kalian berani kurang ajar lagi bukan hanya sapu yang akan melayang, tapi nyawa kalian juga akan ikut melayang."

"Huwaaaaa… Kaburrrrr!"

….

"Ingat. Mulai sekarang, kau hanya boleh memandang kearahku saja."

"Ne, Kyu. Aku mengerti."

Sekarang, sepasang kekasih itu sedang menuruni anak tangga menuju sekolah mereka. Hari ini, adalah hari dimana mereka akan mendapatkan hasil dari nilai ujian mereka masing-masing.

'Srekk..

Semua mata tertuju pada Kyuhyun dan Sungmin yang baru saja memasuki kelasnya. Semua mata hanya memandangi mereka sekilas lalu kembali lagi pada aktifitasnya masing-masing, kecuali kelima namja yang dengan kompak menatap kearah sepasang kekasih itu.

"Hai, Noona!"

Sungmin dan Kyuhyun sama-sama membulatkan kedua mata mereka saat Minho dan Key memanggil Sungmin dengan sebutan Noona.

"Sini-sini. Jangan pasang wajah seperti itu dong."

Donghae menyuruh Kyuhyun dan Sungmin untuk duduk ditempat mereka masing-masing dan kelima namja itu langsung saja melingkari sepasang kekasih yang baru saja jadian itu.

"Kami sudah mengetahui semuanya. Kami senang melihat Kyuhyun Hyung yang sudah tidak sedih lagi karna perasaannya itu." ujar Taemin sambil merangkul bahu Sungmin.

"Jauhkan tanganmu itu atau kau akan.."

"Baiklah, Hyung. Kau ini pelit sekali!" Taemin pun menjauhkan tubuhnya dari Sungmin setelah Kyuhyun mendeathglarenya.

"Jadi, kalian jadian sekarang?"

"Ya."

Kyuhyun dan Sungmin kompak menjawabnya membuat mereka berlima semakin terkesima dengan pasangan baru itu.

"Kalian tahu ini semua darimana?" tanya Kyuhyun pada kelima namja yang terlihat sangat kompak sekali melingkari tubuhnya bersama Sungmin.

"Donghae Hyung!" dengan polosnya Taemin dan Minho berkata demikian membuat Donghae terpojok dengan tatapan datar Kyuhyun yang mengarah kearahnya.

"Bisa jelaskan sedikit Hae Hyung?"

"Eung, anu Kyu.. itu.. eumm.."

"Jelaskan dengan perlahan saja Hae Hyung.."

"Kau kan yeoja Min, seharusnya kau memanggilku Oppa."

"Tapikan disini tidak ada yang tahu tentang statusku yang sebenarnya, Hae."

"Baiklah. Aku tahu dari seseorang yang tidak bisa ku sebutkan namanya itu. Kalau aku mengatakannya, maka aku akan mati."

"Aku tahu, ini pasti rencana Noona. Karna hanya dia dan Kangin seonsaengnim yang pastinya tahu akan hal ini."

"Kangin seonsaengnim memang tahu statusku yang sebenarnya, Kyu. Semula, aku juga heran sekali karna Ahra seonsaengnim mau menerimaku begitu saja dan ternyata kau adalah adik kandungnya."

"Ish, Noona-ku itu memang benar-benar berakal pendek."

"Tapi, tanpa Ahra seonsaengnim kau tidak bisa mendapatkan Sungmin, Kyu Hyung."

"Kau benar juga Onew. Aku tidak akan seperti ini termasuk gila seperti kemarin kalau Noona-ku yang paling cantik setelah Sungmin itu tidak membuat rencana konyol seperti ini."

"Lalu, sekarang apa rencana kalian berdua?" tanya Minho sambil memaju mundurkan kursinya.

"Aku meminta Sungmin untuk bisa bertahan sampai kelas sebelas nanti. Karna dalam waktu dekat ini Appa dan eomma-ku akan datang memantau sekolah. Sungmin bisa saja mati terkena tuntutan karna pemalsuan identitas."

"Tapi, Noona-mu tahu itukan Kyu?"

"Molla. Rencananya, siang ini aku dan Sungmin akan datang ke ruangannya dan kalian harus ikut sebagai saksiku nanti."

"Lho? Kenapa jadi kami ikut-ikutan juga?" tanya Taemin dengan raut wajah gelisah.

"Tidak apa. Aku akan melindungi kalian."

"Ya, terserahmu sajalah."

….

"Lagi-lagi, dia yang mendapatkan juara kelas. Otakmu itu terbuat dari apa sih Kyu?"

"Aku juga tidak tahu, aku memang pintar sejak bayi."

"Mulai deh, Kyu. Tugasmu mulai sekarang adalah mengajariku sampai aku bisa mencapai peringkat yang memuaskan."

"Oke, sayang."

"Aish, membuat kami iri saja!"

"Hahaha.."

Mereka pun tertawa lepas sambil berjalan bersama menuju kantor sekolah. Tanpa mengetuk pintu, Kyuhyun langsung saja masuk kedalam ruangan milik Noona-nya tersebut. Yeoja berparas cantik itu kini sedang memeriksa beberapa file yang akan di pindahkannya kedalam sebuah laporan tahunan yang akan dia serahkan kepada ayah-nya sendiri.

"Kau ini memang tidak tahu tata cara bertamu yaa.."

Tanpa melihat Si pembuka pintu, Ahra sudah tahu bahwa orang yang datang ke ruangannya itu adalah adik kandungnya sendiri karna hanya Kyuhyun yang berani melakukan hal seperti itu.

"Bisa jelaskan sedikit apa maumu?"

"Lho? Seharusnya aku yang bertanya padamu."

Ahra masih saja memfokuskan matanya menghadap layar computer tanpa memandang kearah Kyuhyun yang ternyata datang membawa pasukannya itu yang kemudian masuk satu per satu kedalam ruangan besar miliknya itu.

"Kau membawa pasukanmu?"

"Ish, coba jelaskan semuanya padaku sekarang. Kau membuatku hampir gila belakangan ini!"

Akhirnya, Ahra pun menatap wajah sengit adik-nya itu. Kedua tangan Ahra bertumpuk diatas meja kerjanya sambil memandang wajah Kyuhyun dengan tatapan datarnya.

"Tapi, kau suka kan dengan rencanaku, hmm? Aku tahu, siapa kau Kyuhyun."

"Tapi, bagaimana jika Appa dan Eomma tahu tentang hal ini. Kau hanya akan membuat Sungmin kesusahan nantinya."

"Tenang dulu dan sekarang kau duduk bersama teman-temanmu yang sudah menunggumu disana." Kyuhyun hanya menurut dan menyeret kakinya duduk disebelah Sungmin.

"Hae, kau sudah bilang semuanya pada Kyuhyun?"

"Maafkan aku, Noona."

"Tidak masalah. Sudah sepantasnya anak ini tahu keinginanku."

"Kangin seonsaengnim juga tahu akan hal ini. Sebenarnya apa yang kalian rencanakan berdua untukku hah? Kau tahu Noona? Aku sampai mengira diriku sendiri ini sebagai seorang Gay. Kau tahu bagaimana stressnya aku?!"

"Akhir-akhir ini kau berubah menjadi namja yang cerewet sekali. Tidak seperti biasanya."

"Kau yang membuat aku jadi naik darah seperti ini!"

"Yayaya. Aku memang merencanakan ini semua. Aku juga sudah mengurus kepindahan Sungmin ke asrama yeoja KyungHaa. Mulai minggu depan, Sungmin sudah bisa bersekolah disana. Kau puas?"

"Ujung-ujungnya, kau juga memisahkanku dengan Sungmin dan aku juga tersiksa sekarang."

"Kalau kau mau bahagia memang perlu pengorbanan. Sudah sejak dulu, aku kasihan melihatmu yang terus saja menutup diri dari para yeoja. Aku takut, kau mempunyai kelainan tahu!"

"Dan nyatanya tidak kan?!"

"Kyu, tolong mengerti aku ne. Kau masih bisa berpacaran dengan Sungmin walaupun dia akan bersekolah disana. Posisimu dengan Donghae juga sama bukan?"

"Aku tahu, Hyukkie juga bersekolah disana. Tapi… ya sudahlah. Terserahmu saja!"

Kyuhyun keluar duluan dari rungan besar milik kakak perempuan-nya itu sambil mengenggam tangan Sungmin yang hanya pasrah saja ditarik Kyuhyun keluar dari ruangan milik Ahra tersebut, sementara kelima temannya itu ia tinggalkan begitu saja.

"Jadi, kalian semua sudah tahu sekarang kalau Kyuhyun itu adalah adik kandungku?"

"Ne, seonsaengnim. Kami benar-benar tidak tahu awalnya kalau Kyuhyun adalah anak dari pemilik sekolah ini." kata Onew malu-malu. Karna menurut kabar yang beredar, namja ini cukup mengagumi sosok Ahra yang sangat sempurna dimatanya itu.

"Kyuhyun memang adalah adik satu-satunya yang aku miliki. Selama ini, kami hidup bersama karna kedua orang tua kami sering berada di Taiwan untuk mengurus sekolah yang ada disana. Setelah Kyuhyun SMA dan berasrama disini, aku jadi kesepian sendiri dirumah maka dari itu, aku ingin Sungmin yang menjagakan Kyuhyun untukku. Tanpa mereka berdua mengetahui rencanaku ini."

"Itu keputusan yang sangat bijak, Seonsaengnim. Karna, aku sendiri yang merupakan teman Kyuhyun tidak pernah melihatnya yang mempermasalahkan seorang yeoja. Dia malah mempermasalahkan Sungmin, teman sekamarnya."

Key ikut menyampaikan pandangannya terhadap Kyuhyun selama ini. Ahra tersenyum senang, setidaknya selama ini adik-nya itu sudah berhasil mendapatkan teman yang sangat baik seperti mereka.

"Aku senang mendengar kalian yang begitu perhatian dengan Kyuhyun. Terimakasih, karna kalian mau menjaga adik kecilku itu."

"Hahaha, Noona seharusnya lihat dia saat pelajaran sejarah! Noona pasti akan tertawa melihatnya."

"Memangnya ada apa Hae dengannya saat pelajaran sejarah?"

"Dia hanya tertidur dibalik bukunya yang berdiri itu sehingga seonsaengnim mengiranya sedang membaca buku padahal anak itu tertidur."

"Hahaha, semua anak memang rata-rata tidak menyukai pelajaran itu karna membosankan."

"Tapi, Kyuhyun begitu mahir dengan matematika. Buktinya saja, sekarang dia menjadi juara kelas dan mendapatkan nilai matematika tertinggi dan nyaris sempurna."

"Dia memang seperti itu sejak dulu."

"Kyuhyun memang tipe namja yang keren. Aku ingin seperti dia!"

"Hahahaha, kau ini ada-ada saja Taemin." Kata Minho sambil menertawai Taemin yang wajahnya langsung merona merah.

"Hahaha.."

….

"Kyu, kau baik-baik saja kan?"

"Bagaimana bisa aku baik-baik saja kalau tahu kau akan pergi minggu depan dari asrama ini."

Kyuhyun memang terlihat sangat sedih sekali. Sekarang, mereka berdua sedang berbincara bersama di taman belakang kamar asrama mereka. Kyuhyun yang mengajak Sungmin ketempat ini setelah pergi begitu saja dari ruangan milik Ahra, kakak kandung Kyuhyun.

"Walaupun kita sudah tidak sekamar lagi, aku akan tetap ada untukmu Kyu. Kita bisa pergi bersama setiap malamnya. Aku janji, aku hanya akan bersamamu."

"Kau yakin itu?"

"Hmm, sangat yakin."

"Lalu bagaimana dengan perasaanmu pada Siwon?"

"Tidak apa. Aku akan menjadikan anak itu sebagai temanku saja seperti yang lainnya. Dia juga akan bertunangan dalam waktu dekat ini."

"Jadi, aku pelarianmu?"

"Tentu saja tidak."

"Buktinya?"

Sungmin merasa gugup sekali saat Kyuhyun bertanya demikian sambil menatap dalam manik matanya. Sungmin hanya diam saja ketika Kyuhyun mulai semakin mendekatkan tubuhnya dengan dirinya. Kyuhyun, namja itu berusaha meraih bibir ranum yang sangat menggoda itu.

Kyuhyun dan Sungmin pun saling menutup matanya saat bibir mereka menyatu dalam sebuah ciuman. Sepasang kekasih yang sedang berciuman itu tidak menyadari kalau sedari tadi ada yang memerhatikan mereka dari atas balkon.

Mereka adalah kelima namja yang selama ini menjadi teman setia Kyuhyun dan Sungmin yaitu Donghae, Key, Minho, Taemin, dan Onew.

"Huwaa.. aku iri sekali melihat Kyuhyun Hyung yang berciuman dengan Sungmin Noona!" cerocos Taemin.

"Tapi sedih sekali, karna sebentar lagi mereka berdua akan berpisah karna Sungmin Noona harus segera pindah dari asrama namja ini." timpal Key sambil berangkulan sedih bersama Taemin.

"Ini sad ending atau happy ending sih?"

"Aku juga tidak mengerti Minho. Hae Hyung, menurutmu ini bagaimana?"tanya Onew yang ikutan bingung pada Donghae yang masih saja memfokuskan pandangannya kearah Kyuhyun dan Sungmin yang masih saja berciuman itu.

"Ini happy endinglah karna Kyuhyun dan Sungmin sudah sah menjadi sepasang kekasih walaupun harus berpisah tempat karna pendidikan. Hahaha.."

"Ini gila! Tapi akhirnya Happy ending!"

"Hahahahahahah…"

Kelima namja itu pun saling berpelukan sambil memutar-mutar tubuh mereka senang. Kyuhyun dan Sungmin segera melepaskan ciuman mereka ketika mendengar suara gaduh dari atas sana.

"Oi! Sedang apa kalian diatas sana?!" teriak Kyuhyun penuh emosi sekaligus malu karna ketahuan sedang berciuman bersama Sungmin ditaman belakang kamar asrama mereka.

"Eung? Kita ketahuan Hae Hyung!"

"Aku juga tahu Minho. Pura-pura innocent saja!"

"Tidak Kyuhyun Hyung! Kami hanya melihatnya sedikit kok."

"Apa kau bilang Key?! Kalian mau mati hah?! Tunggu, aku akan menghabisi kalian!"

"Kyaaaa… Kabur!"

Kyuhyun pun berlari menuju kamar Donghae dan Minho itu, saat sampai disana Kyuhyun segera menarik kelima namja itu ke teras balkon lalu menghajar mereka satu per satu.

"Kyaaaa… Hyung, maafkan kami!"

"Tidak akan Minho!"

"Kyu, sakittttt!"

"Rasakan Hae Hyung, hahahaha~"

"Kyaaa… Sungmin, bantu kami!"

"Hahahaha, kalian ini ada-ada saja!"

Sungmin pun membiarkan Kyuhyun menghajar kelima namja yang sudah berani mengintip mereka yang sedang berciuman mesra itu. Sekarang Sungmin sadar, kebahagiaan bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Sebenarnya dia hanya perlu menunggu kapan waktu itu tiba.

Kyuhyun adalah namja yang merupakan takdir terindah untuknya. Dia pun tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya. Siwon ataupun Kyuhyun.. mereka sama saja. Sama-sama namja, tapi akan terasa berbeda dari cara mereka menyampaikan perasaan mereka itu sendiri!

Fin!

Hip hip horeee..

Akhirnya endingnya begini. Hah, semoga kalian suka reader. Maaf kalau saya cuman bisa nyiptaain Ff beginian.

Untuk semua reviewnya!

GOMAWO #pinjemtoakanaksuju

^o^/ See You to next story, readerdeul!