Author: Chapter ini memperkenalkan OC lain yang di chapter sebelumnya udah muncul sekelebat. Dan, hahahaha maaf untuk bagian Nazuka sama Sasori beli Lollipop gak author jelasin, tapi author ganti dengan cerita lain. Maaf buat OC yang baru author munculkan, hehehehe.
Warning: K+
Pairing: AkatsukixOC
Disclaimer: tau gak Naruto cs ma Akatsuki punya siapa? (Readers: Masashi Kishimoto!) *author acungin 4 jempol(?)*.
Akatsuki Masuk Sekolah
Chapter 7
(Love blossom)
Sebenarnya hari ini, sama seperti hari-hari lainnya, cuma ada yang lain daripada yang lain. Sasori entah kenapa, abis pulang dari anterin Nazuka beli Lollipop dia jadi cengar-cengir sendiri. Hal, ini bikin temen-temennya khawatir sekaligus curiga, jangan-jangan Sasori tertular virus autisnya Tobi (tapi bukan virus autis kok!).
"Si Sasori kenapa sih tuh, dari kemarin nyengir-nyengir gaje" tanya Hidan heran ngeliat Sasori senyum-senyum sendiri di bangkunya.
"Gak tau tuh, un" balas Deidara ikutan heran melihat Sasori makin gak jelas.
"Sas, woy Sas!" sekarang Hidan ngibas-ngibasin tangannya di depan muka Sasori, tapi si Sasori tetep aja diem senyum, bikin Hidan sama Deidara merinding, jangan-jangan temennya itu kesambet jin iprit.
"Gue harus bisa! HARUS!" kata Sasori yang tiba-tiba ngomong gak jelas, mana pake acara teriak pula.
"Kenapa lu? Tadi senyum-senyum gak jelas, eh sekarang malah ngomong sendiri gak waras!" Hidan mundur satu meter, dia berpikir kalau Sasori itu kesambet bisa aja kan nyekek dia, jadi mendingan dia mundur jauh-jauh.
"Gue masih waras tauk!" kata Sasori sambil berdiri dari bangkunya.
"Mau kemana, un? Dikit lagi kan pelajarannya Kurenai-sensei, un!" Deidara kebingungan ngeliat Sasori yang gak biasanya bolos jam pelajaran sekarang malah jalan keluar.
"Gue mau melakukan sesuatu yang penting" jawab Sasori cepet yang buru-buru ngacir ninggalin kelas sebelum ketauan Kurenai.
"Sasori-senpai, emangnya mau melakukan hal penting apa senpai?" tanya Tobi yang masih tetep ngemot Lollipop.
"Gak tau tuh, un" jawab Deidara angkat bahu.
"Dei, ijinin gua ya" kata Hidan yang tau-tau ikutan melengos.
"Ijinin apa, un?" tanya Deidara bingung mau ngasih alibi apaan entar.
"Bilang aja gua di ruang UKS" jawab Hidan seenaknya dan langsung ngeloyor keluar.
'Ah, kaya Kurenai-sensei percaya aja lo di UKS,un…' batin Deidara mempertanyakan apakah alibi dari Hidan bisa sukses . (Author sih, gak yakin….).
Tuk! Tuk! Tuk! (hamtaro berlari *author di getok tongkat*) Gak berapa lama terlihat seorang anak laki-laki dengan rambut hitam kecoklatan tengah berjalan memasuki kelas dengan sebuah tongkat yang menyangga kaki kirinya yang sedang di gipps.
"Selamat pagi…." Sapa cowok itu sambil melempar senyuman ramah ke semua teman-temannya yang kini tengah memandangnya.
"Sora, emangnya lo gak apa-apa udah masuk?" tanya Ino yang sepertinya mencemaskan keadaan cowok bernama Sora tersebut.
"Iya, gak apa-apa…." Jawab Sora yang kini sudah berjalan kearah bangku di sebelah Tobi (Jah, jadi bangku kosong sebelah Tobi itu satunya milik Sora. Tabah ya Sora, elo gue taro sebangku sama Tobi).
"Kenapa gak tunggu bener-bener pulih?" kali ini gantian Sakura yang nanya dengan cemas.
"Ah, gue bosen kelamaan istirahat dirumah. Lagian gue gak mau ketinggalan pelajaran lebih banyak dari ini" jawab Sora sambil senderan di bangkunya dan langsung cengo melihat sosok penampakan aka Tobi di sebelahnya.
"HALO!" sapa Tobi super cempreng sukses bikin anak-anak sekelas pada nutup kuping. Sora yang disebelah Tobi nyaris semaput.
"TOBI! SUARA LO ITU NANTI BIKIN SORA TAMBAH SAKIT TAUK!" omel Sakura mencak-mencak ke Tobi, Ino dan cewek-cewek sekelas lainnya juga pada ikutan marahin Tobi.
"Wah, wah siapa tuh cowok, un? Terkenal banget ampe di belain cewek segitu banyaknya, un!" tanya Deidara penasaran dan sedikit iri juga.
"Itu, loh si Sora. Dia emang terkenal di kalangan cewek!" jawab Naruto yang ikut-ikutan ngiri.
"Iya, dia jago bikin kue, makanya banyak cewek yang minta di ajarin ke dia. Fansnya banyak juga tuh!" Kiba ikutan ngiri.
"Gua suka minta di bikinin kue kering sama dia" kata Chouji sambil ngelus perutnya yang udah laper (ealah mas, mas, itu perut apa karung?).
"Tapi gue baru liat dia, un".
"Ah, iya. Dia abis kecelakaan motor, sebenernya sih minggu nanti anak-anak mau jenguk dia, tapi udah nongol duluan anaknya sekarang!" kata Kiba kembali menjelaskan.
Di sisi lain Sasori sukses udah nongol di depan pintu kelas 3-A.
"Zetsu, panggilin Nazuka dong…" pinta Sasori sambil bisik-bisik.
"NAZUKA, LO DI CARIIN SASORI TUH!" Zetsu sengaja teriak kenceng-kenceng, sukses bikin Nazuka langsung ngeblush dan bikin Sasori mengumpat dalam hati 'dasar kanibal reseh!'.
"Sana gih, samperin!" goda Konan sambil nyenggol-nyenggol Nazuka yang sekarang dalam posisi malu-malu, tapi pada akhirnya cewek yang setia dengan jepitan orangenya ini menghampiri Sasori yang sekarang berdiri harap-harap cemas di depan pintu.
"Ada apa Sasori?" tanya Nazuka yang berusaha berani untuk nanya.
"Nazuka….Pulang sekolah ada waktu gak?" tanya Sasori dengan perasaan yang gak karuan.
"Waktu buat?" tanya Nazuka dengan suara yang polos.
"Kalo lo ada waktu, gue mau ajakin elo jalan….." Sasori kali ini gak berani bersuara keras-keras, tapi setidaknya kata-katanya itu sukses di dengar oleh Nazuka.
"Bo-boleh….Gue ada waktu kok" jawab Nazuka setengah menunduk.
"O-oke! Entar ketemuan di gerbang sekolah ya!" kata Sasori nyaris teriak kegirangan ala autis, tapi di tahan sama dia, autisnya dalah hati aja.
"WOW! AJAKAN KENCAN SASORI DITERIMA NAZUKA KAWAN-KAWAN!" sekali lagi Zetsu teriak kenceng-kenceng ampe seantero kelas pada denger.
"Dasar kanibal kampret!" Sasori berusaha untuk membekap mulut sang venusflytrap, tapi usahanya gagal. Jelas aja gagal , orang si Zetsu udah berkicau duluan.
"CIEEEEEEEE!" seluruh kelas langsung teriak kompak.
"A-awas lo! Gue jadiin boneka koleksi gue entar!" ancem Sasori dengan muka merah dan langsung ngibrit dari sana, kaya seorang bocah yang kabur karena kalah dari temannya lalu ngadu ke emaknya.
'Cih, rupanya si Sasori udah selangkah lebih maju daripada gua' batin Itachi merutuki dirinya sendiri yang selalu gagal mau PDKT ke Saki (Saki kebanyakan budegnya sih, Itachi udah keburu bête duluan).
Dikelas 2-B, tampak Kurenai sudah memulai pelajarannya. Di sisi lain Hidan malah asik-asikan tiduran diatap gedung sekolah.
"Huah….Nyaman banget disini, tau begini tiap hari deh kalo bolos jam pelajaran kemari." Hidan dalam hitungan detik langsung ngorok di tempat.
Hidan baru terlelap kurang lebih 10 menit ketika tiba-tiba dia merasa ada orang lain yang berada di tempatnya sekarang dia tertidur. Hidan membuka matanya pelan-pelan, pelan sekali sampai baru kebuka setelah 100 tahun kemudian (Hidan: Itu kelamaan kale! Gua udah keburu mati! *nabokin author*). Berhubung kata Hidan kalau 100 tahun dia keburu mati, jadi kalimatnya di ganti, Hidan membuka matanya dengan cepat, karena dia takut kali aja yang nongol di depannya si Anko-sensei atau yang lebih parah Tsunade-sama, bisa abis lah dia. Tapi ternyata dewi keberuntungan lagi singgah ke Hidan, sehingga dia tidak bertemu dengan dua wanita perkasa (setidaknya itulah yang di pkiran Hidan) seantero Konoha itu.
"Maaf, gue ganggu ya?" sekarang di hadapan Hidan sudah berdiri seorang cewek berambut hitam kecoklatan yang tampak sedang memegang sebuah komik bertuliskan Naruto.
"Bakalan ganggu kalo HP lu bunyi melulu!" jawab Hidan sambil nunjuk-nunjuk sebuah BB yang berada di genggaman gadis tersebut.
"Aw, sorry" jawab cewek tersebut sambil mematikan HPnya. "Gak keganggu kan sekarang?" tanya gadis itu lagi yang sekarang duduk tepat di sebelah Hidan.
"….." gak ada jawaban, oalah rupanya nih bocah gendeng udah molor. Cewek di sebelahnya Cuma geleng-geleng aja sambil ngelanjutin baca komik, lagi seru gitu.
Di kelas 3-A yang ngajar Iruka-sensei, dia lagi berkobar-kobar memberi penjelasan, tapi bukan Iruka aja yang lagi berkobar, Itachi juga lagi membara buat melancarkan aksi PDKT-nya ke Saki. Entah kenapa Itachi tertarik pada teman sebangkunya itu, dan sayang sekali tiap dia mau PDKT, selalu saja gagal (gagal maning, gagal maning!). Dan kali ini Itachi bertekad untuk menyatakan isi hatinya ke cewek penggila musik pop barat tersebut.
"Saki…" Itachi mencoba memanggil gadis di sebelahnya itu dengan penuh harap.
"Hm?" Saki sebenernya gak denger Itachi manggil dia, tapi karena dia udah lama duduk sama Itachi, dia jadi ngerti mimic muka Itachi kalau lagi manggil dia gimana (mimik muka bête dan pasrah).
"Saki, pulang sekolah…Mau pulang bareng gue gak? Berdua aja, jangan sama anak-anak".
"Kenapa emangnya?" tanya Saki yang samar-samar masih bisa denger omongan Itachi yang tertutup oleh lagu Dear God dari Avengend Sevenfold.
'Ah, Saki lemot banget. Masa gak ngerti maksud gue!' batin Itachi mulai frustasi.
Saki Cuma mengernyitkan dahi, bertanda dia masih menunggu jawaban dari Itachi, tapi sang Uchiha malah diam, dia malah menghela napas panjang kayak kakek-kakek yang udah lanjut usia *Itachi siapin mangekyo sharingan ke author*.
"Ya, udah kalau gak mau ngomong!" dengus Saki kesel, dia paling gak suka di buat penasaran, apalagi Itachi ngomongnya sepotong-potong (emang di kira kue!) bikin orang curiga aja. Sekarang Saki asik nyatet sambil sesekali mengikuti lirik lagu yang sedang dia dengar.
'Kenapa gue bisa tertarik sama cewek lemot kaya dia!' batin Itachi stress akut, dia udah kehabisan akal, mati total intinya.
TENG! TONG! TENG! TONG! Bunyinya kaya es tong-tong (Pein: Kenapa coba bunyinya harus kaya gitu?).
"Hei, jam pelajaran pertama udah abis tuh!" kata cewek yang sekarang berdiri di sebelah Hidan. Hidan yang asik tiduran Cuma membuka matanya sambil masang tampang –so what?-.
"Jangan kebanyakan bolos pelajaran!" ceramah cewek itu gak nyadar kalau sebenernya posisi dia ya, sama aja kaya Hidan, yaitu bolos jam pelajaran!.
"kaya lo sendiri gak bolos aja!" bales Hidan sambil berusaha kembali tidur.
"MASUK KELAS GAK! KALO KAGAK, GUE BILANGIN GURU BP NIH!" omel cewek itu serem, apalagi dia nyebut-nyebut guru BP yang pastinya itu adalah Anko-sensei. Hidan begidik ngeri, tanpa pikir panjang lagi dia langsung cabut dari sana sambil ngedumel dalam hati. Sedangkan cewek tadi, begitu liat Hidan udah bener-bener pergi, dia langsung tiduran. Rupanya, dia dari tadi ikutan ngantuk toh! Pengen tidur tapi gak enak ada orang lain ck ck ck.
.
.
"Hidan…" Kurenai yang kebetulan belum keluar ruangan sekarang melihat sosok penampakan salah satu muridnya yang raib pas jam pelajaran dia, yang katanya lagi terbaring sakit di UKS, tapi sekarang terlihat segar bugar lagi berdiri di depan dia.
"Pa-pagi Kurenai-sensei.." jawab Hidan sambil garuk-garuk ketek pertanda dia udah stress, dalam hatinya Hidan sudah membatin 'Ah, dasar sial! Gara-gara cewek tadi nih, nyuruh gua masuk kelas grrr'.
"Jam istirahat kamu ke kantor saya" kata Kurenai datar tapi tampak jelas ada aura-aura horror di sekeliling Kurenai.
"Baik sensei.." jawab Hidan pasrah sambil berpikir kalau dia bakalan masuk ke ruangan BP lagi.
Hidan masuk ke kelas dengan disertai kikikan dari beberapa temannya. Hidan Cuma bisa mendengus kesal. Tapi baru saja dia masuk kedalem kelas, mendadak dia melihat sosok yang familiar banget tapi dia lupa ketemu dimana (Author: Baru aja ketemu masa udah lupa? Keterlaluan sekali dirimu Hidan! *getok pala Hidan biar kagak pikun*).
"LOH? ELO KAN YANG TADI DI ATAP, KOK BISA DISINI!" tanya Hidan dengan tampang shock berat melihat penampakan yang ada di sebelah Tobi aka Sora.
"Hidan-senpai udah kenal? Ini, Sora. Sora Gekkou!" kata Tobi sambil nepok-nepok pundak Sora.
"ELO YANG TADI DI ATAS KAN SAMA GUA? KOK BISA DISINI DULUAN?" Hidan teriak parno sambil nunjuk-nunjuk orang yang dia maksud alias Sora, yang di tunjuk-tunjuk pun keliatannya udah mulai risih.
"Jangan nunjuk-nunjuk gue kaya gitu, gak sopan!" protes Sora sambil menepis tangan Hidan yang nunjuk-nunjuk dia.
"S-SUARA LO KOK JADI COWOK?" kali ini Hidan sukses kembali nunjuk-nunjuk gak percaya.
"GUE EMANG COWOK!" teriak Sora frustasi.
"Bohong…" kata Hidan yang lalu langsung 'menggeledah' Sora. 'Ah, bener nih cowok, tapi kok tadi diatas cewek….' Batin Hidan malah bingung sendiri gak nyadar orang yang dia geledah udah ngeluarin aura membunuh.
"KURANG AJAR!" sebuah tongkat kini sukses mendarat keras di kepala Hidan. Ya, itu tongkatnya si Sora yang dia layangkan untuk memukul kepala Hidan.
"WADAW!" teriak Hidan kesakitan sambil ngelus-ngelus kepalanya. "Sakit tau!" desis Hidan sambil mendeathglare cowok di depannya itu.
"Elo ngapain pegang-pegang orang!" omel Sora sambil megangin badannya sendiri, merinding ngeri dia abis di pegang-pegang sama mahkluk ajaib bin gaje.
"Alah, gua kan Cuma megang dada lu doang! Buat mastiin elu itu beneran cowok apa cewek" jawab Hidan santai. "Tapi sejak kapan lu bisa berubah jadi cewek, dan bisa sampe kesini duluan lagi?" sambung Hidan yang sekarang bertanya bingung.
"Lo, ngomongnya ngaco dan gak jelas pula! Gua dari tadi di kelas, gak pernah tuh ke atas atap!" jawab Sora yang berusaha menenangkan emosinya biar tongkat saktinya gak kembali melayang ke kepala Hidan.
"Terus siapa dong yang gua liat diatas? Mirip sama elu" kali ini Hidan mikir dengan gaya di buat-buat biar keren.
"Jangan-jangan yang lo maksud itu Aoi! Dia itu kembaran gua! Gyaaaaa, udah lo apain adek kembar gua?" kali ini Sora malah histeris sambil bayangin Aoi di apa-apain sama Hidan, secara tadi dia aja di pegang-pegang dengan tidak hormat oleh mahkluk berambut putih ini.
"Kagak gua apa-apain kok! Suer demi Dewa Jashin!" kata Hidan yang ngeri juga liat Sora melotot angker.
"Aoi-chan, tunggu lah aku!" teriak Sora lebay yang lalu ngibrit keluar kelas tanpa tongkat ck ck ck.
"Wakakakaka, hebat si Sora, kakinya langsung sembuh!" kata Naruto sambil ketawa liat tingkah Sora.
"Ajaib itu anak" sambung Sasuke ikutan nyengir.
Pelajaran keduanya kembali saia skip, mari berlanjut ke setting istirahat –halah-.
"Makan, makan!" kata Pein yang udah dateng sambil bawa-bawa somay sepiring penuh plus saos dan kecap (yummie author jadi laper!).
"Sasori kemana?" tanya Kakuzu celingukan nyari-nyari sosok penampakan bocah merah (Sasori: Author sekali lagi kasih gue julukan itu, beneran gue jadiin boneka koleksi gue ntar abis nih fic tamat! *siap-siap kugutsu*).
"Dia ada di kelas sama Nazuka , Tobi dan Mayu-chan, un" jawab Deidara sambil melumat pisang goreng coklat.
"Waduh, penggemar Lollipop bertambah satu dong!" kata Zetsu geleng-geleng sambil bayangin Sasori jadi maniak Lollipop kaya Tobi dan Nazuka.
"Bisa menular tuh kayanya, ati-ati kena" timpal Kisame sambil pasang tulisan anti-virus Lollipop.
"Muka lu kusut amat?" tanya Itachi ke sosok di depannya aka Hidan.
"Masuk BP lagi ya?" tebak Rei cepat tanpa mengalihkan perhatiannya dari sang komik tercinta.
"Ah, iya gua lupa di suruh ke ruangan Kurenai-sensei" jawab Hidan yang baru inget pesan Kurenai-sensei yang bikin feelingnya gak enak dan langsung meninggalkan teman-temannya.
"Ada-ada aja itu anak" kata Pein heran liat temennya yang satu itu selalu berurusan sama BP dan guru-guru sekitar.
"Eh, nomong-ngomong nanti pulang sekolah pada mau ikutin Sasori gak?" tanya Kisame kepada teman yang lainnya.
"Iya, kita ikutin aja sekalian bantuin Sasori" jawab Konan bersemangat, dia mah emang orang yang paling nomor satu buat comblangin Sasori ma Nazuka.
"Tapi jangan sampai ketauan Nazuka" kata Pein memperingati yang di ikuti anggukan dari yang lainnya.
"Gue balik ke kelas dulu ya, un!" kata Deidara sambil melambaikan tangannya pada yang lain, sebentar lagi kan bel istirahat berakhir dan dia harus buru-buru masuk kelas kalau gak mau kena semprot sama guru matekmatikanya yang killer itu.
-SKIP TIME-
"Baiklah anak-anak, pembahasannya sampai disini. Jangan lupa rangkumannya di kumpulkan minggu depan" kata Byakuya mengakhiri sesi pelajarannya hari itu.
"Baik sensei!" jawab semua murid-murid sambil membereskan buku kedalam tas.
"Oh, ya. Itachi dan Saki, tolong ya kembalikan buku-bukunya ke perpustakaan." Kata Byakuya yang kemudian meninggalkan kelas terlebih dahulu.
"Oi, ayok kita keluar!" ajak Kisame yang udah gak sabar mau ngintai (jangan di tiru perbuatan Kisame ya teman-teman!).
"Itachi, Saki! Duluan yo, jangan lupa nyusul!" kata Pein yang juga bergegas keluar bersama yang lainnya.
"Ayo, buruan ambil bukunya." Kata Itachi sambil mulai mengambil satu-persatu buku yang tergeletak diatas meja bersama Saki.
"Sip, udah lengkap. Ayo ke perpus!" ajak Itachi dengan penuh semangat, soalnya dia juga pengen buru-buru ngintai (Jah, sama aja kaya Kisame nih anak!).
Begitu sampai di perpustakaan Itachi dan Saki segera masuk dan meletakkan buku-buku tersebut ke habitatnya yang semula. Begitu selesai Itachi langsung bergegas keluar ruangan, tapi terhenti begitu menyadari sosok cewek berambut caramel coklat tidak juga menampakkan diri di depan (Author: Bahasa author ancur abis!).
'Ah, kemana sih itu anak? Udah tau buru-buru, malah pake acara ngilang, kayak jin aja' batin Itachi dengan kadar stress yang sudah mulai tampak di kerut-kerut Itachi.
"Saki? Saki lo dimana sih? Oi, Saki mau balik gak?" Itachi mulai celingukan nyariin Saki, mari kita berharap semoga Saki gak di telen jin (inget kan pikiran Itachi di chapter 4?).
Bagaimana ya nasib Itachi? Apa dia berhasil nemuin Saki? Dan, kayak gimana kencan Sasori dan Nazuka untuk yang pertama kali? Semoga temen-temennya yang ngintip gak bikin ulah.
TBC…
Author : Ide author lagi buntu, tapi author tetep coba update, dan seperti ini deh hasilnya, hope you'll like it. Dan ini memang fic pertama author yang memasukkan OC, jadi mohon sarannya ya! Memang agak susah memasukkan OC, tapi author dah mencoba sebaik yang author bisa biar ceritanya gak melenceng terlalu jauh. Buat OC yang baru muncul gomen ya, saia bikin nasibmu tragis duduk bareng Tobi, plus kecelakaan segala ,.
Sora: Selama lo gak bikin gua mati, gak apa-apa.
Author: Oke! Kalo gitu di bikin separah apapun gak masalah kan, selama gak mati? *mulai berpikir nista*.
Sora: *Melotot horror*.
Author: Jangan lupa kasih saran-nya kalau masih ada bagian yang kurang, dan untuk penulisan akhirnya bisa juga makin rapih huhuhuhu *terharu biru*.
