REMAKE fanfiction from The Half Blood Vampire - karya TaniaMs
Cast : Shim Changmin, Cho Kyuhyun, and others
Warning : GS, Typo(s)
a/n: Fanfic ini merupakan karya milik TaniaMs. Saya hanya meREMAKE dan sedikit merubah tempat, nama serta mengurangi atau menambah kata seperlunya untuk keperluan cerita.
.
.
.
Kyuhyun menuruni tangga dengan wajah cerah. Dia memakai syal biru, high hells biru juga kalung yang diberikan Changmin. Ia pun duduk dihadapan Changmin dengan senyum yang mengembang.
"Ada apa denganmu?" tanya Changmin bingung.
Saat itu hanya ada dia, Changmin dan Heechul diruang makan. Karena yang lainnya telah pergi.
Kyuhyun bangkit dari duduknya, dan berdiri disisi Changmin. Changmin menatap yeoja dihadapannya dengan tatapan bingung.
"Bagaimana? Cantik tidak?" tanya Kyuhyun.
Changmin memperhatikan Kyuhyun dari atas kebawah, lalu bawah keatas. Setelah itu kembali menyantap sarapannya.
"Hei! Bagaimana sepatu dan Syalnya?"
"Cantik."
"Benarkah?"
"Ne."
"Akhirnya kau mengakui kalau aku cantik." Kyuhyun kembali kebangkunya.
"Hei, aku mengatakan syal dan sepatumu yang cantik. Bukan dirimu."
Kyuhyun mengerutkan bibirnya. "Huh!" dengusnya.
Changmin tersenyum tipis.
"Jangan dengarkan dia. Kau itu tetap cantik tanpa syal dan sepatu itu." ujar Heechul.
Kyuhyun tersenyum pada Heechul. "Gomawo." ia menatap Changmin. "Lebih baik aku buang pemberianmu ini."
Changmin menatap Kyuhyun tajam. "Coba saja kalau kau melakukannya!" ancam Changmin.
"Wah, sepertinya cinta sudah mulai bersemi dimusim gugur ini." goda Heechul.
"Diamlah hyung!" bentak Changmin. "Berikan padaku syal dan sepatu juga kalung itu kalau kau tak ingin memakainya, lebih baik dibuang." ujar Changmin pada Kyuhyun.
"Enak saja! Inikan sudah menjadi milikku." bantah Kyuhyun.
"Makanya, jangan sembarang bicara." ketus Changmin.
Heechul terkikik pelan melihat adu mulut adik dan adik iparnya.
"Ayo berangkat." Changmin bangkit dari duduknya.
Kyuhyun hanya bisa pasrah meski sarapannya belum habis.
Ia pun berjalan duluan keluar karena Changmin ingin ke toilet. Lebih baik dia duluan tiba dimobil, jadi dia tak akan kena omel kata-kata "mutiara" Changmin.
Kyuhyun terus memandani dirinya. Semuanya pas. Mulai dari rambut yang dia kuncir kuda, lalu syal ungu, baju putih dengan lengan sesiku, celana panjang berwarna dongker, dan sepatu ungu pemberian Changmin.
"Apanya yang tidak cantik? Dasar buta!" batin Kyuhyun.
"Dasar yeoja narsis!" cetus Changmin.
Kyuhyun terlonjak kaget karena Changmin tiba-tiba muncul.
"Huh!" dengus Kyuhyun.
Iapun turun dari kap mobil lalu berjalan menuju sisi mobil. Ia masuk ke mobil, dan mengeluarkan earphone. Dia ingin mendengarkan lagu.
Saat ia sudah memejamkan mata, suatu benda terjatuh dipangkuannya. Kyuhyun membuka matanya, ia mendapati sebuah kotak bekal diatas pahanya. Ia menatap Changmin.
"Sarapanmu tadi belum habis. Sebaiknya kau makan lagi." ujar Changmin lembut.
Kyuhyun mencopot earphonenya karena tak mendengar ucapan Changmin. "Apa?"
"Makanlah!" bentak Changmin.
Kyuhyun tersenyum senang. "Terima kasih."
Changmin mengangkat bahu, lalu mulai melajukan mobilnya.
Kyuhyun membuka kotak bekal itu. Dua buah Sandwich isi daging. Tapi, waktu sarapan menunya bukan ini.
"Sandwich isi daging?" tanya Kyuhyun bingung.
"Makan saja!" ketus Changmin.
"Kenapa kau ini galak sekali! Sangat berbeda dengan Donghae oppa."
"Ya sudah. Menikah saja dengan Donghae hyung!"
"Dia kan kakakku. Mana bisa." ujar Kyuhyun bingung.
"Sudahlah! Makan saja sandwich itu. Pokoknya, ketika kita sampai dikampus, kau sudah menghabiskannya." ujar Changmin.
"Tapi ini kan dua potong, bagaimana aku bisa menghabiskannya dengan cepat?" bantah Kyuhyun.
Changmin menghela nafas panjang karena sifat cerewet Kyuhyun. Ia pun mengambil sepotong sandwich lalu memakannya. "Bagaimana? Masih tidak bisa menghabiskannya?" tanya Changmin setelah menelan makanannya.
Kyuhyun tersenyum. "Aku akan menghabiskannya." ujarnya. "Tapi..."
"Apalagi?" tanya Changmin jengkel.
Kyuhyun kembali tersenyum. "Kau punya minum kan? Nanti kalau aku tersendak bagaimana?"
Changmin menghembuskan nafas kuat-kuat. Ia pun memberikan sebotol air mineral pada Kyuhyun.
Kyuhyun mulai memakan sandwich itu dengan tekun. Ia sangat menikmati sandwich isi daging yang ia yakini itu adalah buatan Changmin. Kalau bukan buatan Changmin, buatan siapa lagi? Jelas-jelas menu sarapan tadi hanya roti selai dan susu.
Sementara Changmin, sesekali melirik yeoja disampingnya yang dengan tekun memakan sandwich buatannya. Perlahan dia tersenyum.
"Kenapa kau tersenyum?" tanya Kyuhyun bingung.
Changmin tersentak, lalu kembali memperlihatkan wajah datarnya.
"Kau tahu, kau sangat tampan kalau sedang tersenyum seperti tadi." puji Kyuhyun.
Tak ada jawaban dari Changmin. Ia tetap berkonstrasi pada jalanan yang dilaluinya.
"Coba tersenyum lagi? Aku ingin memotretmu." ujar Kyuhyun sambil mengeluarkan ponselnya.
"Jangan coba-coba!" bantah Changmin, lalu merebut ponsel Kyuhyun.
"Yak, kembalikan."
"Tidak. Sebelum kita tiba dikampus."
Kyuhyun mendesah pelan dan membiarkan Changmin menyita ponselnya untuk sementara.
Saat tiba dikampus, Kyuhyun kembali menerima ponselnya. Mereka pun jalan beriringan. Namun, saat tiba dikelas, ia memisahkan diri karena bangku yang kosong tidak berdekatan. Saat duduk dibangkunya, sebuah pesan masuk ke ponselnya.
From : Changmin
Kau cantik hari ini. Aku suka.
Kyuhyun tak bisa menahan senyumnya.
.
.
Hari itu libur kuliah. Jadi Kyuhyun tak ada pekerjaan apapun. Semua orang pergi melakukan kegiatan masing-masing. Sedangkan Changmin? Tidur! Kata-kata Arrum sangat tepat untuknya, "si tukang tidur".
Kyuhyun menonton untuk mencari kesibukan. Satu jam kemudian dia mulai bosan, lalu beralih bermain game online. Tak sampai setengah jam, dia sudah bosan.
Ia melirik jam. 9.30. Sebuah ide muncul dibenaknya. Lebih baik dia ke kantor Donghae!
Setelah menukar pakaian, Kyuhyun membangunkan Changmin. Sekedar minta izin, kalau dia akan ke kantor Donghae.
"Eergh!" erang Changmin, menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Kyuhyun membuka selimut yang menutupi tubuh Changmin. "Changmin?"
"Apa?" tanya Changmin tanpa membuka matanya.
"Aku ingin ke kantor Hae oppa. Boleh tidak?"
"hmm..." gumam Changmin malas-malasan.
Kyuhyun tersenyum. "Terima kasih Changmin." ucap Kyuhyun senang.
Ia bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan menuju pintu. Langkahnya terhenti saat akan membuka pintu. Ia kembali kearah Changmin, lalu mencium bibir Changmin sejenak. Sambil tersenyum kecil, Kyuhyun keluar dari kamar.
Saat sedang menuruni tangga, bel rumah berbunyi. Dengan langkah agak cepat, Kyuhyun berjalan ke pintu depan. Mungkin itu taksi yang dipesannya.
Kyuhyun terkejut melihat seorang yeoja seumuran dengannya. Yeoja itu pakaiannya cukup aneh. Memakai dress dengan tali kecil, padahal sedang musim gugur.
"Kau siapa?" tanya yeoja itu.
Kyuhyun menatap yeoja itu bingung. "Aku Kyuhyun." jawabnya. "Lalu kau?"
"oh, Shim Kyuhyun, benar?" tanyanya dengan nada sinis.
Kyuhyun mengangguk. "Kau siapa?" tanya Kyuhyun lagi.
"Kenalkan, aku Victoria." Victoria mengulurkan tangannya dengan angkuh.
Kyuhyun menjabat tangan Victoria. "Kyuhyun. Jadi, kau ingin bertemu Changmin?"
Victoria menggeleng. "Aku hanya ingin melihat bagaimana wajah istri Changmin, yang kata orang cantik."
Tak ada perasaan senang pada hati Kyuhyun saat Victoria mengucapkan kalimat itu. Karena nada bicaranya sinis.
"Karena aku sudah bertemu denganmu, aku pamit pulang. Oh ya, sampaikan salam hangat dariku untuk suamimu." ucap Victoria sebelum ia pergi.
Tak lama setelah mobil Victoria pergi dari rumah itu, taksi yang dipesannya datang.
oOoOoOo
Perlahan Changmin membuka matanya. Ia mendapati Kyuhyun tak ada disampingnya. Ia pun melirik jam. 2.45. Changmin tersentak. Sudah lewat jam makan siang!
Changmin duduk ditempat tidurnya, lalu memandang kesekeliling, mencari keberadaan Kyuhyun. Tapi hanya dia makhluk yang bernafas yang ada diruangan itu.
Perlahan ia memegang bibirnya, sambil tersenyum. Ketika tidur, ia bermimpi Kyuhyun mencium bibirnya meski hanya sebentar.
Selesai mandi, Changmin turun bawah mencari keberadaan Kyuhyun. Pasti yeoja itu sangat kebosanan. Ia melihat Heechul dan Arrum juga Minho sedang menonton diruang tengah.
"Apa kalian lihat istriku?" tanya Changmin kelepasan.
Semua menatap Changmin bingung. Tak lama kemudian, sorak menggoda terdengar di seantero rumah.
"Sudahlah! Apa kalian melihat Kyuhyun?"
"Aku kira dia tidur bersamamu. Aku tak melihatnya dari tadi." jawab Arrum.
"Semenjak kau pulang?" Changmin memastikan.
"Kami tidak melihatnya sama sekali." jawab Minho.
"Mungkin dia kehutan belakang rumah." acuh Heechul.
"Tidak mungkin!" sahut Changmin.
Ia pun keluar dari rumah sambil menelfon Kyuhyun. Namun, tak diangkat. Sambil terus mengemudikan mobil, Changmin terus menghubungi yeoja itu. Tetap saja tak ada jawaban.
Ia pun mencoba menelfon Kibum.
"Kau bersama Kyuhyun?" tanya Changmin begitu Kibum mengangkat telfonya.
"Tidak. Kena..."
Telfon langsung terputus begitu Kibum mengatakan tidak. Ia menghubungi Eunhyuk. Hasilnya sama. Lalu Jaejoong, kedua mertuanya dan hasilnya sama. Tidak mengetahui keberadaan Kyuhyun.
Pikiran buruk langsung menghantuinya. Ia berpikir kalau Kyuhyun disandera oleh vampire lain yang tak sengaja menemukan Kyuhyun.
"Kyuhyun, please. Pegang kalung itu dan sebut namaku agar aku mengetahui keberadaanmu." pinta Changmin.
Sebuah cahaya terang muncul dibenaknya. Sebuah suara berbisik ditelinganya. Kantor Donghae.
"Bodoh! Kenapa aku tak memikirkan itu!" gerutu Changmin.
Dengan langkah besar, Changmin masuk kegedung bertingkat itu.
"Selamat siang Tuan. Ada yang bisa dibantu?" sapa resepsionis ramah.
"Dimana ruang Donghae?"
"Apa tuan telah membuat janji sebelumnya?"
"Aku tidak perlu membuat janji dengannya!"
"Maaf Tuan. Anda tidak bisa bertemu dengan beliau."
Changmin melotot kesal. "Aku tidak ingin bertemu dengan bosmu! Tapi dengan istriku. Adik Donghae! Shim Kyuhyun." ujar Changmin emosi. "Jadi dimana ruangan Donghae?"
"Dilantai 7. Disana hanya ada ruangan bapak Donghae." jawab Resepsionis itu.
"Terima kasih!"
Changmin pun berlari menuju tangga. Ia ingin segera sampai dilantai 7 untuk bertemu Kyuhyun. Memastikan kalau yeoja itu baik-baik saja.
.
.
Changmin langsung masuk kedalam ruangan itu tanpa mengetuk. Ia memperhatikan setiap inci ruangan itu, mencari keberadaan Kyuhyun. Nihil. Tak ada satu orang pun disana. Termasuk Donghae. Hanya suara televisi yang tak dimatikan yang terdengar.
Saat Changmin akan keluar dari ruangan itu, terdengar erangan kecil dari balik sofa yang berwarna putih tulang. Perlahan Changmin berjalan menuju sofa itu.
Hatinya berlonjak gembira saat melihat yeoja yang dicemaskannya tengah tertidur pulas diatas sofa itu. Changmin berjongkok didepan yeoja itu.
Ia memperhatikan lekuk wajah yeoja dihadapannya dengan seksama. Tak ada satupun yang luput dari pandangannya. Wajah yeoja itu terlihat damai, polos juga tenang. Ini pertama kalinya ia memperhatikan yeoja itu ketika tidur. Ternyata wajah yeoja itu benar-benar seperti anak kecil, jika sedang tidur.
Kyuhyun membuka matanya perlahan. Ia terkejut melihat wajah Changmin dihadapannya. Ia langsung terduduk di sofa, karena rasa terkejutnya. Changmin juga terkejut. Membuatnya langsung berdiri tegak. Ia takut Kyuhyun sadar ketika ia memperhatikan wajah yeoja itu.
"Kenapa kau bisa disini?" tanya Kyuhyun masih dengan jantung yang masih bedegup kencang.
"Aku yang harusnya bertanya! Kenapa kau bisa disini?!" tanya Changmin balik.
"Tentu saja karena aku bosan dirumah." jawab Kyuhyun.
"Kenapa tidak memberitahuku? Kau lupa kalau aku ada dirumah?! Kau harusnya meminta izin dariku sebelum pergi kesini! Kau bisa membangunkanku dan aku akan mengantarmu! Kau tahu, aku khawatir padamu! Aku malah berpikir kau disandera vampire lain yang mengetahui keberadaanmu dirumahku!" omel Changmin panjang lebar. "Donghae hyung pasti akan membunuhku kalau kau benar-benar diculik oleh vampire lain!"
"Tapi aku sudah meminta izinmu, dan kau mengizinkanku. Karena itu aku langsung pergi." Kyuhyun membela diri.
"Kapan kau meminta izinku?" tanya Changmin.
"Ya ketika kau tidur. Kau menjawabnya dengan gumaman." ujar Kyuhyun.
"Sku tidak ingat!" Changmin mengibaskan tangannya. "Lalu, kau menggunakan kendaraan apa untuk sampai kesini?"
"Taksi." jawab Kyuhyun jujur.
"Dengar, mulai sekarang kau tidak boleh menggunakan taksi lagi. Kemana pun kau pergi, kau harus pergi denganku! Mengerti?"
Kyuhyun mengangguk. "Ne."
"Maaf, apa kuliahmu sudah selesai?" Donghae mengintip di sela pintu.
Changmin menatap Donghae kesal. "Memangnya aku dosen?!"
Donghae tertawa. "Kau terlihat seperti dosen ketika sedang memarahi Kyuhyun. Hehe. Kau tak perlu khawatir, dia cepat mengerti." ujar Donghae. "Jadi, apa aku boleh masuk?" tanya Donghae.
Changmin mengangguk. "Tentu saja." Changmin menatap Kyuhyun. "Ayo kita pulang."
"Tapi aku ada janji makan siang dengan Hae oppa." bantah Kyuhyun.
"Sebaiknya kau makan dengan suamimu saja, benarkan Changmin?" Ujar Donghae.
Kyuhyun mendesah pelan. Mana mungkin dia pulang dengan Changmin. Ia masih belum siap mendengar ceramah Changmin edisi kedua.
"Hae oppa, aku pulang dulu." pamit Kyuhyun.
Donghae tersenyum. "hati-hati, sayang." ia mencium puncak kepala Kyuhyun.
.
.
Hening. Tak ada suara yang terdengar dalam mobil itu. Hal itu membuat suasana dalam mobil itu semakin mencekam bagi Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas panjang.
"Jangan seperti itu lagi." ujar Changmin.
Kyuhyun menatap Changmin bingung. "Maksudmu?"
"Jangan keluar rumah tanpa izin dariku. Kau hanya boleh keluar denganku, dan dengan orang-orang yang ku percaya." ucap Changmin dengan suara lunak. "Keberadaanmu sudah cukup banyak diketahui para vampire, seperti Jonghyun, dan teman Heechul hyung. Jadi, kau harus berati-hati."
"Jangan membuatku takut." ujar Kyuhyun.
"Aku tidak sedang menaku-nakutimu, Kyu. Aku bicara tentang kenyataan. Keselamatanmu memang tercancam." ujar Changmin tenang.
Kyuhyun hanya diam tak lagi membantah ucapan Changmin. Perkataan Changmin tadi sukses membuatnya semakin takut akan vampire.
"Tak perlu takut. Aku juga keluargaku akan berusahat melindungimu. Okay?" Changmin mengacak poni Kyuhyun.
Kyuhyun menatap Changmin tak percaya. Baru kali ini ia melihat tatapan Changmin selembut itu. "Baru kali ini aku melihatmu selembut ini. Kau tahu, aku suka melihatmu seperti tadi."
Changmin menarik tangannya dari kepala Kyuhyun, kembali berkonsentrasi pada jalanan yang dilaluinya.
"Oh ya, tadi Victoria datang kerumah..."
Changmin langsung membanting setir ke tepi jalan,lalu mengerem mobilnya. Beberapa orang dibelakang mereka mengutuk tindakan Changmin yang tiba-tiba itu.
"Ada apa?" tanya Kyuhyun bingung.
"Kau bertemu Victoria?"
Kyuhyun mengangguk semangat. "Dia temanmu ya? Kau mendapatkan salam hangat darinya. Aku tak menyangka ada juga orang yang menyukaimu." Kyuhyun terkikik.
Changmin menatap Kyuhyun tajam. "Apa yang dikatakannya?"
"Hanya itu."
"Jangan temui dia lagi."
"Kenapa?"
Changmin menatap Kyuhyun dengan tatapan dinginnya, membuat Kyuhyun terdiam. "Jangan bantah ucapanku. Jangan sampai kalungmu itu hilang! Kau akan mati jika hal itu terjadi!"
deg!
.
.
Selama sisa perjalanan, Kyuhyun hanya diam. Ia tak ingin berbicara lagi. Jika ia berbicara lagi, hidupnya akan bertambah buruk. Tekadnya saat ini, menjaga kalung pertama yang diberikan Changmin dengan sebaik-baiknya.
"Sudah sampai."
Kyuhyun menatap keluar jendela, ini bukan rumah. Melainkan sebuah restoran.
"Kau belum makan siangkan? Ini sudah hampir jam 3." ujar Changmin. Seperti biasa, terkesan cuek.
Kyuhyun mengangguk senang. "Kajja." ucapnya semangat.
Walaupun Changmin sering membentaknya, cara bicaranya ketus, cuek atau dingin, dia sudah mulai terbiasa. Karena begitulah Changmin. Jaejoong bilang, sikap Changmin seperti itu sudah dari kecil.
"Mau pesan apa?" tanya pelayan.
Kyuhyun bergumam sambil memperhatikan daftar menu. "in..."
"Menu nomor lima saja, dengan minum yang ini." ujar Changmin menunjuk salah satu gambar dibuku menu.
"Nona?"
"Samakan saja!" ujar Changmin sebelum Kyuhyun membuka mulut.
Kyuhyun menatap Changmin jengkel.
"Wae?" ketus Changmin.
"Kenapa harus sama denganmu?" protes Kyuhyun.
"Kau terlalu lama berpikir. Aku juga lapar dan ingin pulang secepatnya."
Kyuhyun menggerutu tanpa bersuara.
Sambil menunggu pesanan mereka datang, Kyuhyun mengedarkan pandangannya. Pandangannya terhenti pada sudut restoran. Disana ada Victoria yang tengah menatapnya tajam. Bulu kuduknya tiba-tiba berdiri.
"Ada apa dengannya?" batin Kyuhyun.
"Dengannya siapa?"
Kyuhyun tersentak mendengar suara Changmin. Ia mengalihkan pandangannya dari Victoria.
"Kau seperti terkejut?" Changmin memastikan.
"Ti..dak. Bukan apa-apa." jawab Kyuhyun gugup.
Changmin menajamkan pandangannya pada Kyuhyun. "Aku tahu yang kau pikirkan. Jadi siapa orang itu?"
Kyuhyun kembali melirik meja Victoria. Kosong. Makanan dan minumannya pun sudah tidak ada. Matanya langsung membulat.
"Kemana dia?" pikir Kyuhyun bingung.
"Aku tanyakan kembali, siapa dia yang kau maksud?" tanya Changmin penuh penekanan.
Kyuhyun kembali menatap Changmin. "Aku mohon, jangan tatap aku seperti itu." lirih Kyuhyun.
"Jadi, siapa yang kau lihat?"
"Dia sudah pergi." jawab Kyuhyun.
"Kyuhyun, jangan berbelit-belit. Katakan padaku siapa yang kau lihat? Dan dia dimeja mana?" tanya Changmin.
"Victoria." ucap Kyuhyun pelan.
Mata Changmin melebar. "Dimana dia?" tanyanya dengan rahang terkatup.
"Dia sudah pulang, dan tadinya dia di meja disudut ruang..." ucapan Kyuhyun berhenti karena Victoria sudah ada dimeja itu lagi. Lengkap dengan makanan dan minuman yang tertata diatas mejanya.
Victoria mengangkat kepalanya, lalu tersenyum kearah mereka.
Changmin tersenyum singkat, lalu kembali menatap Kyuhyun.
"Aku tidak bohong. Tadi dia benar-benar sudah pergi." ujar Kyuhyun.
"Kita pulang." Changmin bangkit dari mejanya.
Changmin menarik tangan Kyuhyun. Mereka berjalan menuju kasir. Setelah membayar pesanan mereka, mereka pun keluar.
"Kenapa kita pulang, kita bahkan belum makan?" tanya Kyuhyun setelah Changmin menjalankan mobilnya.
"Kau tidak baik berdekatan dengannya." ujar Changmin.
"Dia siapa?" tanya Kyuhyun bingung.
"Victoria, tentu saja." jawab Changmin gusar.
"Kenapa wajahmu panik begitu?" tanya Kyuhyun lagi.
Ia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Kyuhyun. Victoria adalah vampire asli, yang tentu saja punya kekuatan lebih darinya. Ia tak kan mungkin menang melawan Victoria jika mereka melakukan adu kekuatan. Dari cara menatap, ia tahu kalau Victoria sedang memahami seluk beluk diri Kyuhyun. Dan itu bukan pertanda baik.
"Changmin?" panggil Kyuhyun.
Changmin diam.
"Changmin?" Kyuhyun menaikkan suaranya.
Tetap tak ada reaksi.
"Hei?" Kyuhyun menyentuh pundak Changmin pelan.
Changmin terlonjak. "Apa?"
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Kyuhyun.
"Bukan apa-apa." ujar Changmin gugup.
Kyuhyun memperhatikan raut wajah Changmin.
"Sudah sampai." ujar Changmin.
Mereka pun keluar dari mobil, dan masuk kerumah. Lebih tepatnya Changmin. Kyuhyun masih berdiri didepan teras. Ia bingung melihat ekspresi Changmin. Baru kali ini wajah Changmin terlihat gugup dan sepertinya sedang ada yang dipikirkannya.
Saat Kyuhyun akan masuk, ia menangkap bayangan seseorang pada jendela disamping pintu masuk. Sosok itu adalah Victoria. Tubuhnya tiba-tiba menegang. Apalagi ketika melihat seringai diwajah cantik Victoria.
Ia ingin melangkah, tapi kakinya terasa berat. Ia merasa Victoria semakin dekat kearahnya. Keringat dinginnya semakin mengucur deras. Panik. Cemas. Takut.
"Pegang kalung itu dan sebut namaku."
ia teringat ucapan Changmin. Ia menggerakkan tangannya memegang bandul kalung. Ia merasa Udara didekatnya semakin berkurang, membuatnya susah bernafas.
"Changmin." lirih Kyuhyun.
Changmin yang sedang minum didapur merasakan kalung yang digunakannya memanas. Menandakan Kyuhyun baru saja memanggilnya dan keadaannya dalam bahaya. Ia segera berlari keluar rumah, membuat semua saudaranya bingung.
Bruuk!
Saat Changmin tiba di teras, tubuh Kyuhyun langsung tumbang kearahnya. Pingsan.
"Kau datang tepat waktu Mr. Shim." ucap Victoria.
Saat Changmin ingin berbicara, Victoria sudah hilang dari pandangan.
TBC
Annyeong yeorobun...buat yg udah follow and favorite ff ini terutama kalian yg udah nyempetin review, jeongmal gamsahamnida #BOW
Mulai dari chapter ini akan banyak konflik bertebaran (?) dikehidupan changkyu. So, see you next chapter ^^
