Liberty Walk

By Lee Lolina

Genre: Romance/ Crime

Rate T

Sumarry: Mimpi adalah mimpi. Mimpi adalah sesuatu yang bisa menjadi kenyataan. Limbo! Ini adalah sebuah Limbo yang nyata!

Chapter 7: He meets AB, Quarter and X.R

.

.

.

Mereka dari bawah tanah sibuk berlatih dan memperhatikan situasi di atas melalui jendela kecil yang terbuat dari trali besi.

Satu orang yang berwajah kekanak-kanakan dan yang satunya berambut sedikit berantakan tak teratur.

"Kemajuan yang sangat pesat. Mungkin sebentar lagi kita bisa melakukan gencatan senjata," laki-laki berambu berantakan itu berkata sambil terus memperhatikan data yang ada di laptop miliknya.

Dengan pandainya jari-jari kecil itu menari di atas keyboard menuliskan serangkaian data, password untuk membuka data penting lainnya. Laki-laki itu bernama Kim Jongwoon atau biasa dipanggil Yesung.

"Jangan terlalu terburu-buru. Waktu yang kuberikan 3 hari dan ini bahkan tidak lebih dari 24 jam. Dia hanya memakainya sebanyak 16 jam," ucap Laki-laki berwajah manis itu. Tapi sedetik kemudian, Laki-laki berwajah manis itu, Ryeowook, membelakkan mata saat melihat namjachingunya, Yesung muntah darah tidak lazim. Darah itu tidak berwarna merah. Warnanya hitam. Hitam yang sangat pekat.

Dengan terburu-buru, Ryeowook meninggalkan senjata-senjata yang tadi ceknya dan langsung berlari menuju Yesung yang terjatuh di lantai sambil memegang mulutnya yang tidak berhenti terbatuk dan mengeluarkan darah berwarna hitam itu.

"Lihat saja tubuhmu itu, kau hampir mencapai limit seperti namja gila itu. Kita tidak bisa melakukan gencatan senjata dengan keadaanmu yang seperti ini!" Ryeowook berseru dengan sangat panik.

Ryeowook berusaha berpikir jernih walaupun dia panik setengah mati. Otaknya dengan cepat mendapat ide. Tangannya masuk ke salah satu saku celana Yesung dan meraba-raba sesuatu. Tangannya berhasil menyentuh sebuah kotak obat yang ada di sana. Tanpa membuang waktu lagi, dia langsung mengambilnya.

Dibukanya kotak obat itu dan mengambil satu pil obat, dia kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya. Obat itu tidak ditelannya karena sebetulnya yang membutuhkan obat itu adalah Yesung. Ryeowook membuat Yesung berbalik memandangnya dan langsung masukkan obat itu dengan menyatukan kedua mulut mereka. Lidah Ryeowook bergerak dengan lincah untuk membuat obat itu tertelan Yesung. Setelah selesai, dia menjauhkan mulutnya dari Yesung, kemudian membersihkan mulutnya dan juga mulut Yesung.

"Kita akan betul-betul mencari Quarter sekarang dan jika dia tidak tetap tidak ingin memberikanmu obat itu, aku akan langsung membunuhnya," geram Ryeowook. Dia memandang Yesung dengan penuh amarah walaupun amarah itu tidak ditunjukkan untuk Yesung.

Yesung, namja yang lebih tua itu mengusap-ngusap pucuk kepala Ryeowook, berusaha membuat namja labil itu kembali ingat akan pengendalian emosinya. "Jangan. Kau tidak ingin segalanya menjadi lebih kacau dengan berkurangnya jumlah kita, kan?"

Ryeowook langusung kelagapan. Dia sadar apa yang diucapkannya itu salah. "Maaf. Tapi aku benci sekali dengan mereka. Mereka itu sama dengan kita. Sama-sama menghadapi masalah yang sama dengan kita sebagai inang. Tapi kenapa mereka tidak berpihak pada kita yang benar-benar mau menyelamatkan diri kita dari bahaya orang itu?"

"Kita berharap dengan bangkitnya sesuatu dari diri Sungmin, mereka semua akan mau mendengarkan ucapan kita. Kita buat mereka sadar apa yang sebetulnya telah terjadi. Sadar akan kenyataan dan efek manipulasi itu akan segera hilang seperti apa yang sudah kita alami," ucap Yesung.

Mereka saling diam sejenak sambil berpelukkan saling bertukar beban secara kasat mata.

"Aku akan tetap tinggal di sini dan memberikannya pelatihan lagi. Segalanya harus sempurna. Apalagi aku juga masih harus mengawasi kepala kepolisian itu," ucap Ryeowook tiba-tiba.

Yesung menatap Ryeowook penuh makna. "Hati-hati kalau begitu. Aku akan segera menjemputmu kembali selesai tugas."

"Kau juga."

.

.

.

"Hyung kemana saja kau selama 2 hari ini. Aku tidak menemukanmu di ruang pelatihan dan juga tempat-tempat lainnya! Kau hampir membuat semua orang gila mencarimu!" seru Ryeowook saat melihat Sungmin masuk ke dalam kantor pribadinya.

"Aku hanya liburan sebentar di pulau Jeju. Terlalu banyak yang membuat kepalaku menjadi pusing. Aku butuh liburan," ucap Sungmin dengan tenang. Dia mulai melangkah dan membuat tubuhnya nyaman duduk di bangku yang pas berhadapan dengan Ryeowook. Hanya ada meja kerja yang membatasi mereka sekarang.

"Liburan? Jangan membohongiku. Baru saja teredar bahwa Lee Sungmin menyusup ke kediaman istri presiden ,Seohyun. Kau bisa menjelaskan semuanya?" tanya Ryeowook dengan raut wajah marah.

Sungmin menghelah napas. "Apa kau pernah mendengar '15' dikepolisian?" kini Sungmin yang bertanya.

"'15'?" Ryeowook mengerutkan keningnya.

"Bukan aku yang menganggu kediamannnya. Dialah sendiri yang memulai memasukkanku ke dalam rumahnya sendiri, mengurungku dan hampir saja membunuhku dengan alasan sesuatu yang bernama '15'," jawab Sungmin.

Ryeowook memasang pose berpikir. "Akh! Aku pernah mendengarkannya. Itu kasus yang sudah sangat lama dan sudah ditutup karena sama sekali tidak didapat pemecahannya. Kalau tidak salah itu kasus 15 tahun yang lalu. Sayang sekali waktu itu umurku baru 9 tahun, kalau tidak aku bisa menyelidiki kasus hebat itu," ucap Ryeowook sambil mengerucutkan bibirnya.

"Lalu apa maksudmu dengan karena '15' kau ditangkap istri presiden itu?" dengan cepat Ryeowook kembali mengeluarkan pertanyaan yang memojokkan.

"Entah kau akan merasa aneh atau tidak, tapi dia menangkapku dengan alasan bahwa aku adalah pencipta '15' atau bisa kita sebut AI, Artifical Intelegent. Dan juga banyak sekali hal aneh lainnya yang tidak kuketahui sama sekali yang dibeberkan oleh perempuan itu,"

"Seperti?"

"Sejak kapan namaku berubah menjadi Alice? Dia terus saja mengucapkan nama itu walaupun aku sudah mengatakan bahwa namaku adalah Lee Sungmin."

"Alice. AI. Apa mungkin itu nama yang dipakai untuk sebutan penciptanya sendiri? Awalannya yang sama mungkin membuatnya seperti itu." Ryeowook memonolok sendiri.

"Aku tidak tahu. Jika kau ingin mengetahuinya, lebih baik kau tangkap saja istri presiden itu dan menginterogasinya," ucap Sungmin sambil melipatkan kedua tangannya di depan dadanya.

"Sebelum aku bisa melakukannya, aku pasti sudah dipecat saat mengajukan hal itu. tapi menarik juga untuk dilakukan," ucap Ryeowook sambil menyeringai. Tak lama kemudian dia sadar telah mengeluarkan watak aslinya. Segera ditepisnya seringai itu.

"Kalau kau memang tertarik melakukannya, sebelum kau dipecat, aku ingin meminta satu hal," ucap Sungmin.

"Apa?"

"Aku ingin menjadi kaki tangan Yesung-hyung."

Ryeowook menatap tidak percaya Sungmin. Dia menutup mulutnya menggunakan tangan kanannya. Dia tidak percaya apa yang dilakukannya akan berhasil. Ingin rasanya ditertawa keras-keras dan memasang seringai mengerikan itu di wajahnya.

"Jika memang benar, aku menantangmu. Jika kau adalah jenius itu, kau harus bisa menyelesaikan 10 kasus tingkat tinggi ini dalam waktu 15 menit. Menyelesaikannya tepat waktu sama artinya kau memperbolehkanmu untuk bekerja sama dengan Yesung-hyung."

Ryeowook berdiri dari tempat duduknya. Laki-laki itu berjalan menuju Sungmin.

"Lakukan yang terbaik jika kau ingin mencapai mimpi itu. Aku akan keluar dari ruangan ini dan kau bisa mengambil kasus manapun di dalam komputerku yang belum kukerjakan, tapi jumlah yang harus selesai 10. Kau boleh mencari cara apapun selama cara itu ada di dalam ruangan ini. jangan coba keluar, karena aku menjaga diluar. Selamat bekerja."

.

.

.

Sungmin berlari terus-menerus tanpa mempedulikan tatapan para polisi di sana yang memandangnya dengan tatapan heran. Dia hanya fokus untuk menemukan satu orang.

Matanya melirik pada cafe tempat pertama kali orang itu ada, ternyata dia menemukan orang itu di sana kembali. Sungmin kembali berlari lalu menyambar orang yang sedang menikmati kopi pahit miliknya. Dia membawa orang itu ke tempat yang sepi.

Mereka berhenti pada taman kepolisian yang jarang digunakan. Sungmin berusaha mengatur napasnya terlebih dahulu. "Hyung. Bisakah aku menawarkan diri untuk ikut denganmu menangkap kriminal yang sedang kau buru?" tanya Sungmin tiba-tiba.

Yesung mengerutkan keningnya. "Kau bercanda,kan? Kau bahkan belum cukup 3 hari berada di ruang lingkup polisi dan sekarang kau mau jadi FBI? Jangan membuatku bercanda. Ada kalanya apa yang kau impikan tidak bisa menjadi kenyataan dengan mudah."

"Aku tidak main-main. 10 kasus yang diberikan Ryeowook tadi sore sudah kuselesaikan semua. Dia bahkan yang menawariku untuk bergabung denganmu. Dia melihat perkembangan pesat padaku." Sungmin menatapnya dengan tatapan menusuk.

Yesung tidak jadi membalas perkataan karena hp yang ada di dalam sakunya berbunyi. Dia segera mengambilnya dan mengangkatnya.

"Terima saja permintaannya. Apa yang dia katakan benar. Aku bahkan kaget melihat perkembangannya yang secepat ini. Aku telah memesan tiket menuju Rusia untuk sebentar malam. Bersiaplah, kalian akan pergi ke sana," ucap orang itu yang ternyata adalah Ryeowook.

Ryeowook hampir saja memutuskan pembicaraan itu jika saja Yesung tidak membisikkan sesuatu.

"AB sudah bangkit. Awasi dia beberapa saat," bisik Yesung. Lalu sambungan itu langsung tertutup.

"Kita akan pergi ke Rusia sekarang," ucap Yesung menatap Sungmin dengan senyuman penuh arti. Sungmin langsung saja mengerutkan kening berusaha mencerna arti senyuman itu.

.

.

.

Laki-laki itu berkeringat dingin. Entah berapa kali dia melihat hal itu. Pesawat-pesawat itu ada yang saling bertabrakan atau meledak dengan sendirinya menghasilkan kembang api mengerikan yang terpampang di langit malam.

Korban dimana-mana. Bandara itu langsung saja ditidakfungsikan dan smeua penumpang dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Para polisi mulai datang dan mengurus kasus yang tidak lazim ini.

"Hyung. Jangan katakan semua ini terjadi karena diriku," ucap Sungmin dengan napas memburu.

Laki-laki itu tidak mendapatkan jawaban. Dia berbalik ke belakang dan tidak mendapati Yesung. Dia mencoba melihat sekelilingnya dengan lebih jelas. Tapi tidak menemukan Yesung.

Ruangan itu kini kosong sekarang. Ke mana semuanya? Kenapa hanya ada dia? Bukannya beberapa menit tadi masih banyak penumpang yang masih dievakuasi?

"Kau licik sekali Alice. Ingin melarikan diri dari semua ini? Ke manapun kau pergi, tidak ada tempat yang aman untukmu." Sungmin bisa merasakan ada yang mencekiknya dari belakang. Dia mulai sulit untuk bernapas. Jalur pernapasannya seperti dibekukan. Tapi sedetik kemudian, itu semua bukan angan-angannya.

Dari sarung tangan aneh yang dikenakan orang itu, perlahan keluar embun-embun dingin, lalu mulai membeku disekitar lehernya. Sungmin dengan cepat menyiku perut orang itu. Laki-laki misterius itu terjatuh dan Sungmin berbalik untuk melihatnya sambil mengarahkan pistol yang dimilikinya.

Sungmin langsung saja menembaki orang itu ketika dia melihat orang itu akan melakukan hal-hal mencurigakan lagi pada dirinya. Di saat peluru itu hampir mengenai orang itu, orang itu menghindari dengan memutarkan badannya ke samping, lalu tangannya masuk dengan cepat ke dalam saku celanannya dan melemparkan bom asap.

Sungmin langusung terbatuk. Pandangannya langsung menjadi kabur dan mengeluarkan air mata.

'Sial. Dia menggunakan cara licik," batin Sungmin. Dalam keadaan seperti ini dia harus meredem amarahnya. Saat ini dia harus berkonsentrasi. Dia harus menajamkan pendengarannya.

Perlahan kemudian dia mendengar suara ribut yang sepertinya suara langkahan kaki seseorang tak jauh dari dirinya, tepatnya dibelakangnya. Dia berbalik dan lalu memukulnya tetapi yang dipukulnya hanyalah angin.

Bom bom

Suara ribut itu muncul lagi dan dalam jumlah yang lebih banyak. Sial. Ternyata yang tadi didengarkannya adalah awal bagi bom-bom kecil untuk meledak dan menghasilkan suara ribut yang membuat konsentrasinya pudar dan dia tidak bisa mendeteksi orang aneh itu.

Terlalu banyak suara membuat dirinya betul-betul tidak bisa menajdi fokus pada apa yang dicarinya. Ditengah-tengah keresahannya itu dia mencium bau janggal - bau amis. Bau itu terus berpindah. Mulai dari sisi kirinya lalu menghilang dan lalu muncul lagi dari sisi depannya. Entah refleks atau apa Sungmin melayangkan tinju pada arah datangnya bau amis itu. Dia meninju sesuatu yang kini terpental yang mengeluarkan ringisan kesakitan.

Coba tebak, dia berhasil menemukan orang aneh itu dengan bau tidak sedap hasil pembunuhan yang mungkin dilakukannya pada beberapa penumpang pesawat tadi. Sungmin melangkah mengikuti bau amis, mencengkram sesuatu yang bernama leher dan menghantamkan pemiliknya ke lantai dengan keras. Dipegangnya kedua tangan orang itu, lalu memborgolnya.

"Katakan siapa kau," ucap Sungmin memandang orang aneh itu. dengan tatapan sinis.

"Aku adalah Quarter. Orang yang disuruh untuk membunuhmu dari dunia ini. Pengacau sepertimu harus dibasmi."

Lagi-lagi dia mendapati ucapan itu. Dia memang mungkin pengacau, tapi jika memang dia adalah pencipta AI, berarti ada kemungkinan bahwa dirinya sebagai pengacau, bisa menjadi penyelamat, kan?

"Kau mengetahui namaku, ALICE. Berarti kau tahu bahwa kau adalah pencipta AI," ucap Sungmin berusaha mengorek lebih banyak informasi dari orang aneh itu.

"Tentu saja. Kau adalah orang yang telah membuatku sengsara dengan menggunakanku sebagai inang dalam percobaanmu. Orang keji sepertimu seharusnya mati dari dulu," orang itu menatapnya dengan garang.

'Lagi-lagi kata percobaan dan juga inang. Dan tadi dia bilang apa? Dia salah satu inang? Aku harus mengorek banyak informasi dari orang ini,' batin Sungmin.

"Katakan dengan jelas," ucap Sungmin.

"Untuk apa aku mengatakannya kembali pada orang yang sudah sangat mengetahuinya. Seharusnya otamu yang sudah digabung dengan benda itu lebih bisa memproses segalanya lebih cepat, bahkan lebih cepat dari tipe yang kami miliki," ucap orang itu dengan ketus.

Kali ini semuanya kembali menjadi kabur. Bahkan lebih kabur dan terdengar lebih mengerikan. Ada sesuatu yang ditanamkan pada dirinya.

"Akh, kenapa aku baru ingat tentang kenyataan akan hal itu?" tanya Quarter entah pada siapa. Sungmin mengerutkan keningnya apalagi ketika melihat orang itu tersenyum.

Sungmin terkaget saat sarung tangan itu kembali mengeluarkan embun dan membekukan borgol yang mengikat kedua tangan Quarter. Dengan sekali hentakan, borgol itu langsung pecah menjadi serpihan-serpihan besi beku.

Orang itu dengan cepat mengambil benda penyentrum dari sakunya dan menyetrum Sungmin. Sektika itu juga badan Sungmin kejang-kejang dan dia terjatuh pingsan di lantai. Mulutnya terbatuk dan mengeluarkan darah. Tapi, hitam lagi.

"Kelemahanmu adalah listrik. Itu yang akan terjadi pada dirimu." Orang itu menyeringai.

"Sebagai bonus karena aku sudah berhasil memberi tahumu, aku akan memberitahu indentitasku yang asli. Namaku Zhoumi. Orang menyebutku sang Healer terutama 12 inang yang lainnya." Setelah mengatakan perkataan itu, orang itu menghilang bersamaan dengan Sungmin yang sudah betul-betul kehilangan kesadarannya.

.

.

.

Laki-laki itu Yesung dengan santainya memadang bangkai pesawat dari dalam gedung bandara itu. kaca yang besar dan juga bersih membuat matanya sangat jelas melihat bangkai pesawat yang hangus bahkan beberapa bagian ada yang masih terbakar. Berbondong-bondong petugas rumah sakit dan pemadam kebakaran melihat bangkai pesawat itu.

"Kau yang membuat semua pesawat-pesawat ini?" tanyanya entah pada siapa. Bukannya dia hanya sendirian saja di ruangan itu.

Seseorang tiba-tiba masuk saat mendengar dirinya dipanggil. Orang itu tinggi dan juga berbadan kekar. "Kau benar. Aku sempat kaget saat mendengar telepon darurat yang ditujukan padaku dan mereka menelponku dengan tuduhan bahwa mungkin aku sebagai pembua pesawat itu menyelipkan bom yang membunuh beratus-ratus penumpang tidak bersalah."

Yesung menolehkan kepalanya sedikit dan memandang orang itu. "Kau tidak menyerang bahkan membunuhku. Sebenarnya kau berpihak pada siapa? ALICE atau I.G?"

"Menurutmu siapa?" bukannya malah menjawab, orang itu malah melontarkan pertanyaan balik.

Yesung kembali memandang keluar. "Bukan keduanya. Tapi karena Park Jungsoomu itu kau berpihak pada I.G,"

"Kau sudah mengetahuinya. Kenapa kau bertanya lagi?"

"Aku hanya ingin memastikan kau tidak akan menghalangi jalan yang telah kami susun, X.O," ucap Yesung.

"Tidak akan. Selama kau tidak menyakiti dirinya dan tentu saja, aku akan berpihak pada siapa yang memenangkan permainan ini pada akhirnya."

"Jangan ganggu mereka. Ini salah satu taktik yang dibuat namja gila itu untuk mengembalikan semua ingatan ALICE."

.

.

.

"Kau mau ke mana, AB?" tiba-tiba saja Ryeowook menghalangi orang yang sedari tadi berusaha menjauh dari dirinya. Kini, setelah aksi kejar-kejaran mereka, Ryeowook berhasil memojokkan orang itu pada sebauh gang gelap.

Orang itu memandang Ryeowook dengan ketakutan. Dia semakin ketakutan ketika menyadari dia tidak bisa kemana-mana lagi karena punggungnya menyentuh tembok yang menandakan gang itu buntu.

"Menjauh kau dariku!" teriak orang itu.

Ryeowook tidak membalas. Tapi dia menatap orang itu dengan tatapan sinis. Orang itu terjatuh terduduk. Tangannya disilangkan di depan matanya. Dia terlalu takut membalas tatapan Ryeowook.

"Aku sudah terlalu capek menanyakan hal ini terus menerus. Kau berpihak pada siapa?" tanya Ryeowook dengan nada datar.

"Aku-"

"AKHHHH!" Sedetik kemudian orang itu tidak bisa melanjutkan kata-katanya dan malah berteriak histeris. Dia menjerit kesakitan saat ada sesuatu mengerogoti di dalam tubuhnya.

"Masih belum stabil rupanya. Aku akan memberikanmu sedikit waktu. Aku tidak akan memaksamu untuk memilih siapa. Pikirkan baik-baik. Kau akan memilih ALICE atau I.G, Tan Hangeng," ucap Ryeowook meninggalkan Hanggeng yang terkapar pingsan sendirian di dalam gang gelap itu dan memulai tugasnya yang lain lagi.

"Aku akan mengunjungimu lain kali," ucapnya sebelum dia betul-betul pergi dari sana.

.

.

.

"Sudah kukatakan denganmu,kan? Mereka yang tadinya sangat susah untuk ditemui kini menunjukkan diri mereka dengan sendirinya. Ini semua berkat pengaruh ALICE, sebagai pengendali semua inang. Dia itu seperti magnet yang menarik besi-besi yang ada disekitarnya. Dengan mudah mengendalikannya bahkan mengerti akan bahasa keelektromagnetan yang membuat besi-besi itu bisa tertarik karena mereka tertarik tentunya."

.

.

.

( 0 0 )
\ o /
( (3E) )
*~*~*~*~/_\ - /_\~*~*~*~*

((112+9+3+5=3#-**))

((A+L+I+C+E=^**))

((3=^ . #*))

.

.

.

Who are the one that responsible for all of this?

The monster?

112+9+3+5?

9,7?

23,18?

^,*?

17,23?

5+12+9?

19_2+5?

1+2?

11,12?

16+8+9?

17+20+1+18+20+5+18?

MONSTERS?!

Who?

Who?

Who!

Who!

WHO! WHO! WHO!

'15'!

.

.

.

TBC

Big thanks for:

Sha: Tidak apa-apa! Yang penting chingu sdh bersedia membaca bahkan mereviewnya ^^ untuk misteriusx belum bisa dihilangkan kadarnya, jd sy minta maaf terlebih dahulu (_ _) tp smoga chingu tetap menyukai lanjutan fic ini!

Hana ryeong9: Ya! siapa Sungmin sudah prnh diberi tahu. Dia adalah pencipta 15/ Artifical Intelegent. Tdk apa2. Fic ini mmg byk menimbulkan pertanyaan bagi semua. Sdh ada lanjutannya dan smoga menyukainya!

Tika: sy minta maaf jika msh blm mengerti sama seperti yang lainnya TT^TT. Diusahakan satu persatu misterinya akan terungkap dan chingu akan segera mengerti~~

Frzkhrfa: Smoga tidak XD maafkan sy jika membuat chingu bingung seperti yang lainnya. Akan diusahakan lebih jelas utk chpt berikutnya

Flufyacha: Bingung? Hal biasa,kok. Semuanya di sini pada bingung dgn fic sy. Dan sy mint maaf lagi utk hal itu. smoga smuanya akan lbih kelihatan jelas seiring waktu

Lia: makasih *hug chingu* maaf tdk bisa update kilat. Tp ini sdh diupdate~~ smoga menyukainya!

WhiteViolin: Sy jg berharap semuanya akan menajdi lebih jelas dan tidak membuat bingung TtoTT dan terima kasih karena sudah memberi semangat! o

Cho Miku: Tentang keluarga Sungmin? Mungkin nanti akan dijelaskan, tapi chpt ini lebih fokus pada Sungminnya sendiri dulu. Mungkin chpt dpn akan dijelaskan. Hitam? Darahnya Kyuhyun? Bukan manusia? Entah. Silahkan tebak XD Di sini ada jg yang pny kasus kyk gitu khehe...

HeeYeon: yey! Akhirnya ada juga yang bilang sudah agak mengerti ~TTOTT~ tp sepertinya msh ada pertanyaan yang timbul (_ _ll) penjelasan ttg Donghae ada dichpt dpn~~

Nannaa: Huweee... *ikut nagis bareng* maaf jika chingu bingung. Ini semua salah saya. Tp anda pny byk tmn yang bingung kok seperti chingu *plakk* ini sdh mulai dijelasin lbh rinci XD

CharolineELF: Ming, mmg tdk ingat dan mngkn dichpt dpn akan diceritakan lbh detailnya. Chpt ini lbh membingungkan kurasa, jd sy mnt maaf chingu hiks..

Stephannie Carolina: smua pertanyaan akan diusahakan dijwb smuanya, walaupun mmg bertahap hehe... mm, sebetulnya sy jg tdk tahu akn berakhir dichpt brp. Jd, maaf tdk bs menjwb pertanyaan itu ._.

Shywona489: di sini yesung dan Ryeowook sdh ketahuan akan berpihak pada siapa, tp yang lainnya mungkin akan ketahuan dichpt dpn.. ini sdh diupdate, smoga menyukainya!

Cho Kyuri Mappanyukki: makasih! Sdh ada lnjtnx. Smoga chingu menyukainya!

A/N: author minta maaf krn chpt ini pst semuanya lebih membuat chingu semua skt kepala termasuk sy sndr apalagi rumus di atas *plakk* tp mari kita berdoa bersama chpt dpnnya mulai tdk terlalu rumit khekhe...

Regards

lolina