Seorang gadis berambut pirang ikal sebahu dan bermata biru turun dari sebuah mobil mewah. Sekilas, dia terlihat sangat mirip dengan Rei, namun dalam beberapa kesempatan, terlihat perbedaan antara Rei dan gadis itu.

Dia lalu menatap gedung Kaimei Gakuen dengan senyum sinis.

"Mitsuketa yo, Onee-chan!"

Egao wa Mitai!

Summary : Rei, cewek yang gosipnya merupakan ketua geng berandalan, masuk menjadi anggota Sket Club. Dalam waktu singkat, Rei dan Switch menjadi akrab. Apa Rei masuk hanya untuk mendekati Switch?

Sket Dance by Shinohara Kenta

Semi-Canon, GaJe, Typo, dll.

This story is Mine.

DLDR, If you don't like, please click back button.

Chapter7: Rei punya kembaran?

.

.

Rei dengan santainya meminum air mineralnya sambil memperhatikan Bossun yang sedang mengajari Switch cara menangkap bola. Lalu dengan lembut dia mengelus laptop yang dititipkan Switch padanya. Di sebelahnya Himeko dan Kapten sedang asyik mengobrol.

"Gimana Rei? Kamu mau ikut klub baseball?" tanya Kapten dengan antusias.

"Ikut aja Rei, biar kamu dapet banyak teman." usul Himeko. Rei lalu mengelap bibirnya dengan punggung tangannya, dan tersenyum jahil.

"Entahlah. Aku gak berminat." lalu dia berdiri, "Aku mau kesana bentar ya."

Sambil membawa laptop, gadis berambut panjang itu menghampiri Bossun dan Switch. Dengan gusar ia membentak Switch karena pemuda itu tak kunjung memukul bola yang dilemparkan Bossun.

"Kamu payah!" ejeknya. "Masa' bola secetek itu gak bisa mukul sih?"

"Iya nih. Marahin aja Rei!" Bossun mulai memanas-manasi Rei.

Pletak!

"Kamu juga, baka! Masa' dari tadi ngajarin dia gak bisa-bisa!" kata Rei pada Bossun yang berjongkok kesakitan. Sedangkan Switch memperhatikan mereka dengan tatapan datar, walau sebenarnya dalam hati ia sangat ingin tertawa.

"Nih, biar aku aja yang ajarin dia!" ujar Rei sambil memberikan laptop Switch pada Bossun. Lalu dia kembali mengikat rambutnya yang sempat diurainya, membuat Switch bersemu merah.

Hei, jangan mulai berfantasi lagi, Switch! Rei akan melemparmu ke hutan Amazon kalau dia tahu itu.

"Switch! Ayo kita mulai!" teriak Rei, membuat Switch tersadar dan langsung mengelap hidungnya yang sudah hampir mengeluarkan darah. Switch mengangguk dan mulai memasang kuda-kuda.

Dengan muram Bossun duduk di samping Himeko yang masih asyik mengobrol dengan Kapten. Membuat Himeko dan Kapten menjadi heran.

"Nee, Bossun. Kenapa kamu gak ngajarin Switch?" tanya Himeko heran.

"Biar aja Rei yang ajarin." jawab Bossun seadanya.

"Hahaha, pasti kamu kena timpuk Rei ya?" tanya Kapten sambil menahan tawanya.

"Tau aja ah, Kapten ini…" Bossun langsung memasang wajah anehnya, membuat Himeko bernafsu ingin memukulnya. Namun Himeko langsung mengurungkan niatnya karena ada seorang gadis cantik yang duduk di samping Bossun.

Gadis itu memakai gaun Lolita biru 5 cm di bawah lutut, dan rambutnya yang pirang ikal dibiarkan terurai hingga bahunya. Di kakinya terpasang sepatu Lolita berwarna sama. Matanya yang biru menatap lurus ke arah Rei yang sedang mengajari Switch memukul bola.

"Nee, Himeko. Siapa dia? Dia cantik sekali…" bisik Bossun. Himeko hanya bisa menggeleng pelan.

"Gak tau. Aku gak kenal dia, tapi wajahnya familiar sekali." balas Himeko. Lalu mereka memperhatikan gadis itu. Padahal gadis itu tidak melakukan apa-apa selain memperhatikan Rei yang sesekali memarahi Switch karena tidak bisa memukul bola.

Gadis itu tersenyum sinis lalu pergi dari situ, membuat Bossun, Himeko dan Kapten bertambah heran saja.

"Aku ngerasa kalo cewek itu mirip sama Rei, lho." ujar Kapten spontan. Bossun dan Himeko langsung menoleh ke arahnya.

"Kok pikiran kita sama sih?" teriak mereka bersamaan.

"Yo, ada apa ribut-ribut?" tanya Rei sambil berjalan mendekati mereka. Switch berjalan di belakangnya. Dengan santai Rei mengurai rambutnya, membuat Switch kembali berfantasi.

"Gak, tadi ada cewek yang mirip kamu duduk di sini tadi." ujar Bossun sambil menunjuk ke arah gadis pirang itu pergi.

"Oh." Rei memandangi arah yang ditunjuk Bossun, dan melihat gadis itu tersenyum sinis ke arah Rei, lalu masuk ke dalam mobil. Mobil itupun pergi.

"Rupanya dia udah tau aku di sini." gumamnya. "Putri keluarga Sasayaka memang hebat."

"[Sasayaka?]" Switch menyandarkan tubuhnya di punggung Rei.

"Ah, udahlah. Lupakan." timpal Rei. "Kok nyandar begini sih? Pindah!" seru Rei dengan wajah bersemu merah, saat menyadari bahwa Switch sedang bersandar pada punggungnya.

"[Gak mau. Aku kan capek, Rei.]"

"Gak ada! Pindah gak!" wajah Rei semakin memerah saat dirasakannya Switch mulai membelai rambutnya. "Jangan bikin malu ah, Switch… Rame nih…" gumamnya pelan. Switch akhirnya mengerti dan bangkit dari tubuh Rei. "Maaf," gumamnya pelan.

"Hahaha, Rei sampai malu-malu gitu…" kata Bossun sambil menertawakan tingkah Rei. Rei yang wajahnya sudah tidak memerah menatap Bossun dengan tatapan membunuh.

"Diam kau, serangga!"

"A…aku serangga…" Bossun mulai pundung, sedangkan Himeko memandang Rei dengan tatapan jahil. "Hahaha, Rei, Rei. Kau ini ada-ada aja."

Sepertinya aku tambah penasaran pada Rei. pikir Switch, lalu dia duduk di samping Bossun yang masih pundung. Sedangkan Rei masih berdiri sambil memandangi jalanan tempat mobil gadis pirang itu terparkir beberapa menit yang lalu. Dia mendecak kesal.

"Cih. Sepertinya aku udah gak bisa lari lagi."

.

.

Keesokan Paginya…

"Hei, katanya bakal ada anak baru lho."

"Masa sih?"

"Iya. Dan anak baru itu cewek lho…"

"Wah, kuharap cewek itu cantik."

Switch, Bossun, dan Himeko sedang asyik mengobrol, mendengar celotehan teman-teman sekelasnya. Mereka langsung saling pandang.

"Anak baru? Tumben."

"[Menurut pengalamanku, sepertinya murid baru itu akan masuk ke kelas ini.]"

"Sasuga Switch!" puji Bossun. "Seperti apa ya, anak barunya?"

Tak lama kemudian Remi, guru kelas 2C, masuk ke dalam kelas. Dan masuklah seorang gadis yang mereka lihat kemarin. Gadis itu terlihat sangat anggun dengan seragam Kaimei Gakuen dan rok 5 cm di bawah lutut yang mengembang dengan manis.

Wah, moe! pikir Switch. Namun dia segera mengabaikan pikiran hentainya itu.

"Watashi no namae wa, Sasayaka Aoi desu. Yoroshiku." Aoi membungkuk dengan anggun, membuat semua laki-laki di kelas terpikat oleh pesonanya, tak terkecuali Bossun dan Switch.

"Baiklah, Sasayaka-san, silahkan duduk di tempat kosong sebelah sana ya." Remi lalu memulai pelajaran.

.

.

Sepulang sekolah

"Yo, minna." Rei masuk dengan cerah ceria, namun senyumannya memudar saat melihat Aoi sedang asyik berbincang-bincang dengan Switch, dan Bossun. Sedangkan dengan bête Himeko mengemut pelocannya. Rei langsung menaruh tasnya di sebelah komputer Switch dan pergi dari situ.

Switch yang menyadari kehadiran Rei langsung membalikkan badannya ke arah pintu, namun Rei sudah tidak ada di sana. Pemuda itu bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangan, mencari Rei. Tentu saja. Biasanya dia tidak akan keberatan, tapi saat melihat gadis pirang itu moodnya langsung berubah dan memilih pergi dari situ.

Rupanya anak itu udah masuk sini. Cih.pikir Rei kesal. Dengan perasaan kacau dia naik ke atap dan duduk di situ. Tak lama kemudian Switch datang dan menghampiri Rei yang sedang menatap tajam ke arahnya.

"Ngapain kamu kesini?"

"[Gakpapa. Aku mau nemenin kamu di sini.]" Switch lalu duduk di sebelah Rei. Rei langsung membuang muka ke arah lain.

"Temenin aja tuh, cewek centil." ujar Rei. Switch tersenyum tipis.

"[Dia gak centil. Tapi dia moe.]"

Rei lalu berdiri dan meninggalkan Switch tanpa berkata apa-apa. Namun langkahnya terhenti saat Switch memanggilnya dengan namanya.

"[Sasayaka Akira. Itukah namamu?]"

Rei membeku. Lalu dengan berang dia menatap Switch yang masih duduk santai di tempatnya semula.

"Apa katamu?!"

TBC

Jiaaah. Niat mau bikin adegan romace malah jadinya hancur dan kacau balau. Maafkan Amel… T,T

Oh iya, Amel udah bikin side story, yang plotnya itu ada di chapter ini. Tapi Amel gak berani publish-nya karena rate-M. Gimana menurut readers?

Jawabannya ketikkan di kolom review di bawah yaa..