08.50 AM, Jeju Airport.

Rombongan yang berisi tiga belas muda mudi itu beriringan keluar dari terminal kedatangan. Kuanlin yang memimpin rombongan itu nampak celingak celinguk melihat ke arah para penjemput. Jihoon yang ada tepat dibelakangnya menjawil lengan Kuanlin. Kuanlin menoleh lalu merendahkan kepalanya supaya bisa sejajar dengan Jihoon.

"Itu ada yang bawa papan namamu", ucap Jihoon sambil menunjuk lelaki yang membawa papan bertuliskan aksara pinyin.

"Ya Tuhan... Daritadi aku lihatin yang bawa tulisan hangeul aja, taunya. Kok kamu tahu itu namaku? Emang bisa baca?"

"Kan pernah kamu kasih lihat", Kuanlin tertawa sambil mengusap rambut Jihoon.

"Lin, kita naik apa ke villa nya?" tanya Jonghyun.

Kuanlin berbalik untuk menghadap gerombolan teman-temannya.

"Tuh ada yang jemput. Kalian tunggu disini aja sebentar".

Kuanlin menghampiri pria itu bersama Jihoon yang digandengnya. Dia berbincang sebentar dengan pria itu, lalu pria itu segera pergi setelah memberikan sesuatu pada Jihoon.

"Loh, kok yang jemput kita pergi Lin?" tanya Hyungseob.

"Cuma nganterin mobil doang kok"

"Weh, udah prepare banget lo ya. Sampe udah rental mobil segala"

"Disiapin Papa. Waktu gue bilang mau liburan ke villa, Papa udah nyiapin semuanya termasuk transportasi. Katanya supaya kita lebih enak pergi-perginya"

"Pantes aja, papan nama lo tulisannya pake sandi rumput. Kerjaan Om pasti" celetuk Ong.

Lalu mereka menuju ke tempat parkir dimana mobil rental mereka berada. Daripada mobil lebih pantas disebut van atau mini bus sih, secara jumlah mereka empat belas orang. Sesampainya di parkiran, setelah menemukan van mereka, tiga belas anak manusia itu tengah ribut menentukan siapa yang menjadi sopir. Setelah perang urat, adu otot, debat kusir yang berakhir karena Daehwi mengancam akan menyopiri mereka, akhirnya Dongho terpilih untuk menyopiri rombongan rusuh itu.

Dongho dan Daehwi sudah duduk anteng di area depan dan menunggu seluruh penumpang masuk. Mini bus itu dapat menampung delapan belas orang termasuk sopir, jadi ada enam belas kursi penumpang tersedia. Jonghyun, Minki dan Minhyun duduk bertiga di kursi paling depan. Dibelakangnya ada Daniel dan Ong. Selanjutnya yang masuk mobil adalah Kuanlin dan Jihoon.

Kuanlin bingung melihat Woojin dan Hyungseob duduk terpisah di kursi baris ketiga dan keempat.

"Bang, ngapain lo duduk disini sendirian? Sana temenin gebetan lo" ucap Kuanlin keras, dapat dipastikan seluruh manusia dimobil dapat mendengarnya termasuk Hyungseob yang duduk dikursi belakang.

"Dianya ngarepin orang lain duduk disampingnya, bukan gue" jawab Woojin.

"Tch, cemen lu ah. Digituin doang kok nyerah. Pepet terus lah, jangan kasih longgar. Minggir sana, gue mau duduk berdua doang sama Jihoon. Jangan jadi setan lo"

Woojin berdiri dari duduknya lalu menuju kursi belakang yang ditempati Hyungseob sendiri.

"Lo denger nggak omongan Kuanlin tadi? Dia Cuma pengen duduk berdua sama Jihoon. Jadi berhenti berharap sama Kuanlin yang nggak bakal ngeliat lo"

"Apasih Jin? Sok tau banget lo. Gue nggak bilang pengen duduk sama dia ya" elak Hyungseob dengan wajah cemberut karena melihat Kuanlin yang bersandar pada jendela mobil dan Jihoon berada dalam rengkuhannya.

Yang terakhir masuk adalah Jaehwan dan Sewoon. Jaehwan ingin duduk disamping Ong dan Daniel.

"Gue nggak menerima orang ketiga diantara gue dan Daniel ya"

"Astaga. Ini kursi buat empat orang ya. Lagian kalo duduk berempat kan ada benefitnya juga, lo bisa nempel-nempel ke Daniel" ucap Jaehwan.

"Bodo amat. Pokoknya pass" ucap Ong sambil menaikkan kakinya keatas kursi.

Jaehwan melewati kursi Kuanlin dan Jihoon, pastinya si tuan muda ini juga nggak mau diganggu. Emang adik dan kakak sama nyebelinnya. Akhirnya Jaehwan dan Sewoon bergabung dengan Woojin dan Hyungseob.

"Udah masuk semua kan?" tanya Dongho dengan suara lantang.

"Eh. Kita kan ada empat belas. Kok Cuma tiga belas sih gue itung?" teriak Jaehwan dari kursi paling belakang.

"Udah pas. Cuekin aja si Jaehwan, Ho" jawab Jonghyun.

"Pak Ketu kok gitu sih? Nggak asik ah" ujar Jaehwan lagi.

Dongho akhirnya mengabaikan Jaehwan yang berusaha menggoda Minhyun, karena dilihatnya wajah Minhyun sudah memerah menahan amarah, "Kita nyari sarapan dimana nih, guys?"

"Pasar Tapdong aja yuk, kita bisa nyobain macem-macem kuliner khas Jeju disana" tawar Daehwi pada semua penumpang.

Akhirnya semua setuju untuk menuju ke pasar Tapdong. Butuh waktu empat puluh menit untuk menuju pasar Tapdong, selama perjalanan mereka merundingkan kembali agenda hari pertama mereka di Jeju. Karena sesungguhnya alasan kenapa mereka memilih berangkat pagi adalah supaya mereka bisa langsung main saat sampai Jeju.

Empat puluh menit kemudian mereka sampai di tempat tujuan, Pasar Tapdong.

"Sekarang kita mencar, dua jam lagi kita ketemu lagi disini. Oke?" ucap Jonghyun.

Semuanya mengangguk menyetujui lalu berpencar bersama pacar masing-masing, kecuali Minhyun yang memilih mengikuti Dongho dan Daehwi. Jonghyun dan Minki berhenti di pintu masuk, tepatnya di penjual bintteok, semacam lumpia yang dikukus yang berisi buckwheat dan radish. Minki ternyata berniat mengisi perutnya dengan seporsi bintteok terlebih dahulu. Bintteok ini bagus untuk diet, maka dari itu Minki membelinya. Setidaknya nafsu makannya akan berkurang setelah perutnya diisi dengan yang mengenyangkan tapi tidak membuat gemuk.

Kuanlin dan Jihoon yang melangkah paling belakang, ikut berhenti.

"Kamu mau juga by?" tanya Kuanlin pada Jihoon.

"Isinya apa kak Minki?" tanya Jihoon.

"Buckwheat dan radish"

"Nggak deh. Aku lagi nggak pengen makan sayur" jawab Jihoon lalu menarik tangan Kuanlin untuk masuk pasar, meninggalkan Minki dan Jonghyun.

Di lain tempat, Daniel dan Ong tengah mencari penjual tteokpoki yang cukup terkenal disana. Padahal ditangan mereka telah ada kimbab isi tuna yang mereka nikmati sambil jalan.

"Itu ada penjual tteokpoki" tunjuk Daniel.

"Bukan yang itu. katanya yang paling enak itu yang di tengah pasar" jawab Ong sambil menyuapkan sepotong kimbab pada Daniel.

Mereka terus berjalan hingga akhirnya berjumpa dengan tenda penjual tteokpoki yang lumayan ramai. Mereka mengantri dan membeli dua porsi tteokpoki dan eomuk.

"woaahh benar-benar enak" ucap Daniel sambil menggigit eomuk nya yang masih mengeluarkan uap panas, "aw panass ssshh" aduhnya tapi tetap mengunyahnya.

"Hati-hati. Lidahmu bisa terbakar" ucap Seongwu sambil memakan tteokpokinya dengan pelan setelah meniupnya terlebih dahulu.

.

.

Dongho, Daehwi dan Minhyun tengah duduk di kedai yang menjual guksu gogi atau mie daging, mereka menunggu pesanan mereka. Guksu gogi ini termasuk makanan khas dari Jeju, dagingnya biasanya dari daging babi hitam yang terkenal di Jeju.

"Kalian sudah pernah mencoba guksu gogi disini?" tanya Daehwi pada Dongho dan Minhyun.

Minhyun hanya menggeleng sambil memainkan ponselnya.

"Sudah. Tiap datang ke Jeju, aku pasti mampir ke sini" jawab Dongho.

Beberapa saat kemudian tiga porsi guksu gogi sudah tersedia dihadapan mereka. Mangkuk yang cukup besar itu terisi oleh kuah bening rebusan dari kaldu daging, mie putih, irisan-irisan daging yang cukup tebal dan juga beberapa sayuran hijau.

"selamat makaan" ucap Daehwi ceria lalu menyumpit mie nya dengan riang.

.

.

Woojin dan Hyungseob tengah menikmati crab gratin didepan tenda penjualnya. Untungnya didepan tenda itu dipasang beberapa bangku yang memang diperuntukkan untuk pelanggan. Crab gratin in adalah nasi dengan saus krim dan taburan keju yang disajikan diatas cangkang kepiting, tentunya dicampur dengan daging kepitingnya. Saat tengah khidmat makan, Sewoon dan Jaehwan menghampiri mereka dengan membawa kroket aneka rasa.

"Enak nggak dek?" tanya Sewoon pada Hyungseob.

Hyungseob menyendokkan crab gratin nya lalu menyuapkannya pada Sewoon.

"wah enak. Aku pesen juga deh. Jae, kamu mau aku pesenin sekalian nggak?"

"Boleh" jawab Jaehwan singkat karena tengah menyantap kroket.

"Kok baunya kayak kare sih?" tanya Woojin bingung karena disekitar mereka tidak ada yang jual kare.

"Ini kroket gue rasa kare"

"Beneran?" Hyungseob heran, karena biasanya kan kroket rasa sayuran doang.

"Nih cobain" Jaehwan menyodorkan kroketnya yang belum dia gigit.

"Rasanya ada apa aja Bang?" tanya Woojin.

"Banyak. Ada sayur, kare, pedas. Banyak deh"

Hyungseob sudah berdiri dari duduknya, siap menyerbu penjual kroket tapi tangannya ditahan Woojin.

"Mau kemana?"

"Beli kroket lah"

"Habisin itu makanan lo. Gue beliin. Lo tunggu sini aja".

Setelah Hyungseob duduk kembali dan melanjutkan makannya, Woojin bergegas ke penjual kroket.

.

.

Kuanlin dan Jihoon tengah mengantri untuk membeli octopus bread yang terkenal. Terlihat dari antriannya yang lumayan panjang demi untuk mendapatkan roti berbentuk gurita ini.

"Kamu beneran masih kuat nahan laper?" tanya Kuanlin khawatir sambil menyodorkan sebotol air mineral pada Jihoon.

Gimana nggak khawatir kalo sekarang udah jam sebelas tapi Jihoon belum sarapan, kekasihnya yang doyan makan itu kan memang hampir nggak pernah telat makan.

"Ih udah dibilangin kalo aku nggak laper-laper banget. Tadi kan makan snack pas di pesawat", lalu meneguk air yang diberikan Kuanlin tadi.

"Snack doang, By. Harusnya kita tadi makan nasi dulu"

"Aku nggak mau nasi, Aliiiin"

"Terus? Kamu mau ngemil ginian doang? Nggak. Nggak bisa. Abis ini kita nyari sarapan beneran"

"Tapi abis ini aku mau makan hareubang."

"Nggak ada hareubang sebelum sarapan. Nyesel aku ngeiyain beli ginian duluan, mana antri lagi"

"Yaudah. Tapi aku mau guksu gogi aja, jangan nasi"

"Oke" jawab Kuanlin pasrah, daripada Jihoon hanya mau mengisi perutnya dengan cemilan-cemilan ini.

Akhirnya tiba giliran mereka untuk dilayani. Octopus bread atau kue berbentuk gurita ini semacam pancake yang dicetak berbentuk gurita kemudian diisi dengan keju dan daging gurita. Mereka berjalan pelan menuju tempat kedai guksu gogi sambil menikmati kue gurita mereka.

Jihoon mendongak mengamati Kuanlin yang khusyuk memakan kue nya. Wajahnya nampak puas ketika lidahnya mencecap rasa nikmat dari kue itu.

"Gimana? Masih nyesel ngantri beli ini?"

"Nyesel kalo kamu jalannya lelet banget, ngulur waktu buat makan ya?"

"Ih kok ngeselin. Kamu tuh yang nggak sadar diri, mentang-mentang kakimu panjang"

Kuanlin hanya tertawa karena berhasil membuat kekasihnya kesal. Kue gurita mereka habis, tepat saat mereka sampai di kedai guksu gogi yang baru saja dikunjungi Dongho, Daehwi dan Minhyun.

.

.

Jonghyun dan Minki tengah membeli gyul hareubang dan hallabong juice. Gyul hareubang itu roti bolu lembut yang dibentuk seperti dolharubang (patung kakeh tua berhidung besar) ditengahnya berisi selai jeruk yang rasanya asam manis. Dan hallabong juice itu jus jeruk mandarin khas Jeju yang rasanya asam manis, jus ini bebas gula jadi hanya murni 100% terbuat dari jeruk mandarin.

Minki telah menghabiskan satu porsi gyul hareubang yang berisi delapan buah kue, dia tengah meneguk jus jeruknya.

"Masih laper nggak, Ki?" tanya Jonghyun, Pasalnya mereka hanya makan bintteok dan kue bolu ini. Jonghyun baru saja selesai membereskan kamera yang digunakan untuk merekam kegiatan kuliner Minki

"Udah lumayan kenyang sih, beli seporsi lagi lah buat di jalan ya"

Jonghyun mengangguk. Mereka berdua memang bukan pasangan banyak makan seperti Kuanlin-Jihoon dan Daniel-Ong. Mereka termasuk jajaran orang kurus yang makannya sedikit.

Saat ingin membayar, pasangan Kuanlin-Jihoon dan Daniel-Ong datang dari arah yang berlawanan.

"Loh, udah disini aja kalian?" sapa Ong.

Jihoon sudah heboh memesan dengan penjual kue nya. Dia memesan empat porsi kue dan tiga botol jus jeruk. Ong ikut memesan dua porsi kue dan dua botol jus jeruk.

"Nih dek" Daniel menyodorkan seporsi tteokpoki yang dipegangnya pada Jihoon.

"Makasiiih. Tahu aja kalo pengen nyobain ini, tapi waktunya nggak keburu" jawab Jihoon riang memakan tteokpoki yang dibawa Daniel selagi menunggu pesanannya dibuat.

Waktu yang ditentukan Jonghyun memang tinggal sepuluh menit lagi.

"Gue inget lo yang gembul ini pas makan itu" jawab Daniel.

Jihoon mengabaikan Daniel dan menikmati tteokpoki yang sudah agak mendingin itu, sesekali dia menyuapi Kuanlin.

"Kak Minki mau coba?"

"Nggak usah dek. Udah kenyang gue"

Setelah membayar pesanan masing-masing, mereka kembali ke tempat van mereka terpakir guna melanjutkan perjalanan mereka.

_NEVER_

"Oke, Jadi destinasi pertama hari ini Hello Kitty Island ya?" tanya Dongho.

"Mampir ke misterious road dulu lah" ujar Jaehwan dari arah belakang.

"Mau ngapain sih Jae? Cuma jalan biasa aja" sahut Minhyun sewot, sedari tadi mood nya masih belum bagus.

"Ya gue kan pengen tahu, beneran nggak jalannya turun tapi mobilnya malah nanjak" sahut Jaehwan.

"Sampe sana lo harus gelindingan turun dan gue lihatin lo gelindingnya ke atas apa nggak" Ong ikut-ikutan nyamber.

"Okeee, gue vote Kak Ong" sahut Woojin yang langsung dibalas geplakan Jaehwan yang duduk disampingnya.

"Yeee...ogaah!"

"Lah, kan elo yang ngeyel mau kesana" Ong makin ngegas. Daniel yang duduk disampingnya malah asyik menjulurkan kepalanya ke belakang, sibuk berbagi gyul hareubang bersama Jihoon. Memang dua saudara ini Cuma tahu makan doang.

Jonghyun segera buka suara untuk melerai kedua orang yang mulai tarik urat ini, "Yaudah mampir misterious road dulu. Deket dari sini kan, Ho?"

"Yoi" sahut Dongho lalu segera mengegas mobilnya menuju tujuan.

.

.

15 menit kemudian mereka sampai di misterius road.

Jalan ini disebut misterius karena memilliki tarikan magnet yang kuat sehingga bisa menyebabkan mobil berjalan sendiri padahal mesinnya mati, lalu mobil yang berjalan menanjak padahal jalannya turun, itu semua karena mengikuti tarikan magnet. Sebenarnya tidak seluruh jalan ini memiki gaya tarik magner kuat, hanya sekitar seratus meter saja.

"Sebentar sebentar. Gue siapin kamera dulu" Minki berbicara heboh segera mengeluarkan kameranya, ini bahan penting vlog nya.

"Jalan ini juga disebut jalan dokkaebi kan karena kemisteriusannya ini?" tanya Jihoon.

"Kamu bawa pemantik nggak, Kak?" tanya Daehwi pada Dongho.

"Buat apa Hwi?" tanya Dongho heran.

"Buat ditiup siapa tahu aja dokkaebi ajusshi keluar beneran kalau disini" jawab Daehwi dengan ringisan lucu.

"YAAA OKEEE! BENTAR LAGI LUCU DEK!" Teriak Ong, sedangkan yang lain justru tertawa karena teriakan Ong itu.

Tiba-tiba ada yang memutar Stay With Me OST nya Goblin the great and lonely God.

"Eh, siapa nih yang muter?" tanya Jihoon kaget sambil menoleh ke belakang karena suara nya dari belakang.

"Gue Hoon, biar lebih menghayati pas jalan di dokkaebi road" sahut Hyungseob.

"Aduh, kaget gue" ucap Jihoon sambil meremat lengan Kuanlin yang disampingnya.

Jonghyun hanya memandangi teman-temannya pasrah, kok bisa dia punya teman seabsurd ini. Dia melirik Minki yang masih ribet disampingnya, pacarnya juga nggak kalah absurdnya sih. Dan ditengah kehebohan ini, Minhyun hanya berdiam diri sambil memandang keluar jendela.

"OKAY. KAMERA SIAP. ACTION!" Teriak Minki sambil mengarahkan Jonghyun yang memegang kamera untuk merekam nya.

"Oke. Sekarang kita lagi dimana teman-teman?" tanya Minki pada seisi mobil.

"LUAR ANGKASA"

"BULAN"

"JEJU"

"DOKKAEBI ROAD"

Jawaban ngawur yang diucapkan secara bersamaan itu membuat suasana mobil semakin riuh rendah.

"Yaa benarr! Kita lagi ada di dokkaebi road. Kita mau nguji kebenaran kemisteriusan jalan ini nih. Ho, mesin udah mati nih?" tanya Minki dan Jonghyun mengarahkan kamera ke arah Dongho yang mematikan mesin mobil.

"Udah nih. Kita tunggu aja"

"Jaehwan! Turun lo! Katanya lo mau gelindingan di jalan" seru Ong.

"Gue nggak pernah ngomong ya!"

Jihoon menggenggam tangan Kuanlin erat sambil mengamati jalanan disekitarnya. Tidak mempedulikan teman-temannya yang rusuh, dia benar-benar penasaran dengan jalan ini. Kuanlin yang disampingnya hanya tersenyum gemas melihat tingkah Jihoon yang cemas tapi juga pengen tahu.

"Wah wah jalan. Mobilnya jalan"

"Iya gilaa. Jalan sendiri mobilnya"

"JINJJA! REAL! WANJEON! HEOL! DAEBAK!"

"KAK, SETIR NYA JANGAN DILEPAS DONG! NANTI KITA KELUAR JALUR!"

"YA KALI KELUAR JALUR DEK!"

"WIH GILA! KEREEN!

Teriakan bersahut-sahutan itu terus terdengar sepanjang mobil itu jalan dengan mesin mati. Lima belas menit dalam keterpesonaan, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan ke hello kitty island.

.

.

Tiga puluh menit perjalanan, mereka sampai di Hello Kitty Island, Museum & Cafe in Jeju. Bangunan tiga lantai itu terlihat manis dengan warna-warna pastel dan pink mendominasi. Baru saja masuk, mereka sudah disambut patung hello kitty raksasa.

"Ebuseeet. Sakit mata gue. Sepanjang mata memandang Cuma ada warna pink ya" gerutu Jaehwan.

Sudah dapat dipastikan, yang memasukkan tempat ini sebagai destinasi wisata tentu saja para cewek, lebih tepatnya sih oknum yang bernama Choi Minki yang sudah heboh menyuruh pacarnya mengambil gambarnya sambil memeluk hello kitty raksasa.

Woojin sudah ditarik Hyungseob untuk masuk, mereka berhenti didepan red booth telephone seperti yang ada di London, bedanya ini hello kitty. Dia meminta Woojin untuk mengambil gambarnya didalam booth telephone itu.

"Asli lucuu banget ya Jin. Dimana-mana ada hello kitty. Pengen banget punya rumah kayak gini"

"Masih lucuan lo kok Seob"

"Ih apasih, nggak lucu lo"

"Ya kan yang lucu emang lo doang"

"Ihh nggak usah gembel. Muka lo terlalu cocok. Buruan kita kesana yuk" Hyungseob kembali menyeret Woojin.

.

.

Minhyun tengah mengambil foto Dongho dan Daehwi yang berpose didalam dapur hello kitty. Mulai dari pose normal seperti gandengan tangan hingga pose dengan gaya memasak didapur serba hello kitty itu.

"Yuk Kak, gantian gue fotoin Kakak" ucap Daehwi sambil berusaha mengambil hp dari tangan Minhyun untuk ganti memotret Minhyun.

"Gue nggak usah. Kalian aja gue fotoin" tolak Minhyun.

Daehwi yang melihat Minhyun nggak bisa didebat akhirnya mengalah.

"Lucu ya Kak. Daehwi pengen juga punya dapur serba kitty gini" ujar Daehwi pada Dongho.

"Rugi lah bikin dapur mahal-mahal kalo kamunya aja nggak bisa masak"

"Ihh, kan bisa belajar masaaak" ujar Daehwi merajuk.

Dongho hanya tertawa menghadapi rajukan Daehwi. Minhyun hanya tersenyum kecut melihat pemandangan didepannya, dia lalu segera beralih melihat tempat lain dan segera diikuti Dongho dan Daehwi.

Sedangkan Jehwan dan Sewoon asyik selfie berdua. Padahal Jaehwan daritadi ngedumel karena pilihan tempat yang terlalu feminine, sekarang dia justru heboh mengajak Sewoon selfie berdua dengan latar belakang warna pink dan hello kitty.

"Eh, kamu mau boneka yang mana? Apa aksesoris juga lucu-lucu nih" tawar Jaehwan, saat ini mereka memang sedang berada di pusat souvenir.

"Yang mana ya? Semuanya lucu sih. Jadi bingung"

"Pilih aja. Nanti aku yang bayarin"

"Eh nggak usah. Aku bayar sendiri aja"

"Ya nggak apa-apa Woon. Nggak tiap hari ini" kata Jaehwan sambil ikut memilih barang yang sekiranya cocok untuk cewek manis yang sedang bersamanya ini.

.

.

Kuanlin-Jihoon, Daniel-Ong justru tidak tertarik dengan kegiatan yang dilakukan teman-temannya itu. Tujuan utama mereka sejak menginjakkan kaki di tempat ini adalah cafe hello kitty. Dan disinalah mereka berempat. Dengan aneka kopi yang dihias dengan tema hello kitty serta bermacam cake yang berbentuk hello kitty.

Jihoon sedang asyik memotret kopi dan kue nya, soalnya sayang banget kalo bentuk yang lucu-lucu ini nggak diabadikan. Dia memindah-mindahkan cangkir kopi dan piring kue, berusaha mengambil angle yang pas. Wajahnya begitu serius dengan bibir yang sedikit terbuka dan lidah yang sedikit terlihat, Kuanlin diam-diam mengambil gambar Jihoon yang tengah serius itu.

"Kirain lo suka hello kitty dek, soalnya gue liat lo suka pink" ucap Ong pada Jihoon.

"Aku nggak terlalu suka hello kitty, Kak" jawab Jihoon.

"Kenapa emang?" tanya Kuanlin juga penasaran mengingat kamar Jihoon yang penuh boneka namun tidak ada boneka berbentuk kucing imut itu.

"Gara-gara mitos yang ada hubungannya sama dia yang nggak punya mulut itu lho" jawab Jihoon.

"Oh yang katanya anak durhaka itu?" tanya Ong yang diangguki oleh Jihoon.

"Itu mah lo dikibulin tante karena waktu lo kecil itu tiap minggu minta dibeliin boneka" jawab Daniel

"Iyasih hahaha tapi kebawa sampe sekarang nggak suka hello kitty"

"Kalo kamu, sukanya boneka apa?" tanya Daniel pada Ong yang sedang asyik menusuk wajah hello kitty cokelat lalu menelannya.

"Aku? Aku sih mainannya boneka vodoo"

"Anjiir. Serem amat" sahut Daniel ngakak.

"Cocok emang sama lo, Kak" sahut Kuanlin manggut-manggut setuju.

Keempat orang ini menghabiskan jatah satu jam mereka dengan nongkrong di kafe, hingga akhirnya mereka harus pergi untuk melanjutkan ke destinasi selanjutnya.

_NEVER_

3D Trick Art Museum, Jungmun Tour complex Seogwipo City, Jeju.

Destinasi ke dua mereka adalah museum 3D yang penuh tipu muslihat dan ilusi. Kali ini para cowok juga antusias banget untuk masuk area indoor seluas 3300 meter persegi itu. Baru saja masuk mereka sudah disuguhi berbagai lukisan telanjang, mulai dari dua laki-laki yang berciuman hingga wanita-wanita yang saling meremas dada.

"Astaga. Ya Tuhaan" bisik Jaehwan keder.

Disisi lain Ong dan Daniel nampak santai menikmati karya seni itu, mereka justru berdiskusi tentang lukisan itu yang katanya mungkin legenda dewa dewi yunani. Karena memang yang sering dilukis telanjang kan mitos tentang Yunani, diperkuat dengan adanya bayi cupid yang menghiasi lukisan-lukisan itu.

"Ih, apasih Aliiin. Lepas! Harusnya aku yang nutupin mata kamu! Kamu kan lebih muda dari aku" Jihoon berontak dari pelukan Kuanlin yang tengah menutup matanya. Sedangkan Kuanlin sendiri masih menikmati lukisan-lukisan itu.

Dongho juga menutup mata Daehwi dan segera menggiring cewek itu pergi dari area terlarang itu. Minki dan Jonghyun juga canggung meski mereka terlihat mencoba santai sambil melihat-lihat lukisan itu. sedangkan Woojin dan Hyungseob berlalu masuk lebih ke dalam dengan wajah dan telinga yang memerah.

3D Trick Art Museum ini terbagi menjadi 5 bagian, yaitu: Object Art,Digital Art, 4D Art & Alve Art, Sculpture Art dan Provence Art. Jadi selain tipuan ilusi dan trik dalam ruangan, juga terdapat taman diluar yang nggak kalah mengagumkannya dengan yang di dalam.

Rombongan rusuh itu terlihat antusias dan semakin rusuh saat mengambil foto. Mereka berlomba-lomba untuk mengampil pose yang paling lucu dengan gambar-gambar ajaib yang terlihat hidup itu. Mereka berpose bersama didepan lukisan yang bernuansa bawah laut sehingga nampak mereka didalam aquarium.

Minhyun juga mulai tertawa ketika melihat Jaehwan yang berekspresi kesakitan diatas sofa yang menggunakan trik seolah-olah kaki dan badannya terpisah. Mereka lalu memasuki ruangan yang nampak seperti ruang makan ditengahnya ada sebuah meja dan ditengahnya ada sesuatu.

"KYYYAAA" Hyungseob berteriak lalu merangkul punggung orang didepannya.

Ternyata diatas meja itu tersaji kepala manusia, tentunya bukan kepala manusia sungguhan. Dan hal itu yang mengagetkan Hyungseob dan langsung memeluk orang yang ada didepannya. Dan ternyata orang itu Kuanlin.

Kuanlin menoleh kaget saat ada yang merangkul pinggangnya dan menempel di punggungnya, sedangkan Jihoon saja sedang merangkul erat lengannya.

"Eh, lo nggak apa-apa Kak?" tanya Kuanlin kaku.

Hyungseob mendongak dan nampak kaget ketika melihat wajah Kuanlin yang tidak enak dipandang.

"Eh, sorry sorry. Gue kaget tadi ada kepala itu, reflek meluk itu"

Kuanlin hanya mengangguk singkat lalu merangkul pinggang Jihoon untuk pergi dari sana.

'etdaaah jutek banget sih. Untung gue udah sempet meluk' batin Hyungseob.

Teman-temannya yang lain lanjut melihat-lihat hiburan yang lain, sedangkan Woojin merangkul bahu Hyungseob.

"Kalo takut peluk gue aja" ucap Woojin serius.

Sekarang mereka sudah sampai di taman outdoor yang menyuguhkan safari wisata dimana berbagai macaam fauna nampak nyata. Disini juga mereka mengambil foto sebanyak-banyaknya, hingga tidak terasa sudah dua jama mereka berada disana. Akhirnya mereka memutuskan mengakhiri kesenangan mereka dan melanjutkan perjalanan.

.

.

Mereka kini sampai di destinasi terakhir mereka, yaitu Teddy Bear museum.

Setelah dari 3D Museum tadi mood Minhyun mulai membaik. Sekarang dia sudah mulai semangat untuk menyusuri museum yang dipenuhi boneka-boneka beruang lucu nan menggemaskan. Mereka sudah bersiap-siap untuk masuk, tapi Jonghyun dan Dongho masih sibuk berbisik.

"Ayo buruan masuk!" ajak Minki pada kekasihnya itu.

"Kamu masuk aja duluan sama Minhyun Ki, aku mau ke toilet dulu" jawab Jonghyun.

"Kamu ke toilet juga kak?" tanya Daehwi pada Dongho yang masih dihadpan Jonghyun.

"Nggak Hwi. Yuk masuk" ajak Dongho menggandeng Daehwi untuk segera menyusul yang lain.

Didalam mereka menikmati boneka-boneka beruang yang memakai berbagai macam kostum. Ada yang memakai kostum seperti di drama princess hour, ada juga yang memakai seragam tentara dan dokter menggambarkan salah satu scene yang ada di drama descendant of the sun, ada juga yang menggambarkan scene titanic.

Jaehwan tengah berfoto di depan teddy bear yang berkostum seperti Marlyn Monroe yang roknya berkibar, Jaehwan juga berpose sama centilnya dengan teddy bear itu meski dia mengenakan celana.

"Mau beli nggak?" tanya Daniel pada Ong yang kelihatannya tertarik pada teddy bear.

"Mau sih. Tapi kok nggak ada yang kayak kamu?"

"Yang kayak aku yang gimana?"

"Tubuhmu kan gede, hangat kayak beruang tapi gigimu kayak kelinci. Aku mau teddy bear yang punya gigi kelinci"

"Duh ada-ada aja kamu ini" lalu Daniel menggiring Ong ke stan souvenir.

Akhirnya Daniel membelikan Ong teddy bear laki-laki ukuran medium dengan kostum jubah harry potter. Membuat senyuman manis terbit dari belah bibir tipis Ong.

Kuanlin juga membelikan Jihoon sepasang teddy bear laki-laki dan perempuan, lebih tepatnya sih Kuanlin membelikan Jihoon teddy bear laki-laki yang memakai seragam basket dan Jihoon membelikan Kuanlin teddy bear perempuan yang memakai seragam Palang Merah. Semata-mata hanya untuk mengenang pertemuan pertama mereka.

.

.

Minhyun keluar dari toilet dan menggerutu kesal karena Minki malah meninggalkannya. Dia berjalan sedikit cepat untuk segera bergabung dengan teman-temannya, jujur saja dia sedikit takut harus sendiri di tempat yang asing begini. Tiba-tiba ada yang menoel pundaknya dari belakang, dengan jantung berdebar dia menoleh ke belakang.

Dibelakangnya ada boneka teddy bear super besar yang mengenakan tuksedo dan di dadanya tertempel kertas bertuliska ' I'm sorry'. Saking besarnya teddy bear itu dia menyembunyikan tubuh pemegangnya, hanya kakinya saja yang terlihat.

Lalu seraut wajah muncul dari samping kepala teddy bear, "Hyunbin?"

"Hai Sayang" sapa Hyunbin dengan senyum lembut.

"Kapan kamu datang?" tanya Minhyun yang masih shock melihat penyebab mood jeleknya ada dihadapannya.

"Baru aja. Aku dari tadi chatting sama Bang Jonghyun kalian ada dimana, terus dari bandara langsung nyusul kesini deh"

"Kopermu?"

"Ada di mobil bareng punya kalian juga. Tadi Bang Jonghyun nungguin aku didepan, buat bantu nyimpen koper di mobil"

Minhyun mengangguk, pantes aja tadi bisik-bisik sama Dongho. Pasti minta kunci mobil dari Dongho deh.

"Aku dimaafin kan?" tanya Hyunbin sambil menyodorkon teddy bear raksasa itu.

Minhyun cemberut memandang bergantian antara Hyunbin dan teddy bear itu, "Kamu curang. Nyogoknya pake teddy sebesar ini. Masak aku nolak?"

Minhyun menerima teddy bear itu lalu memeluk boneka empuk itu.

"Tapi teddy bear yang asli juga mau dipeluk ayang jugaa" Hyunbin merentangkan tangannya.

Minhyun menghambur ke pelukan Hyunbin, "Tapi aku masih kesel ya. Awas aja kamu rese. Inget aku masih kesel sama kamu"

"Iya iya" jawab Hyunbin lalu melumat bibir Minhyun dengan mesra.

.

.

Saat ini mini bus yang berisi empat belas anak muda itu tengah menuju kedai jjampong yang terkenal di Jeju. Jjampong adalah mi kuah pedas yang dicampur dengan makanan laut, oleh karena itu warna kuahnya merah menyala. Sedangkan Jeju terkenal akan hasil lautnya, sehingga sudah dapat dipastikan rasa jjampong ini pasti akan nikmat.

Waktu sudah memasuki pukul setengah delapan malam, suasana didalam mobil sudah tidak seriuh tadi. Faktor kelelahan dan kelaparan. Tidak sedikit yang sudah tepar karena kalah dengan kantuk. Seperti Daehwi yang berusaha keras membuka matanya, untuk menemani Dongho menyetir dia tidak tega membiarkan Dongho menyetir sendiri.

"Bobo aja kalo ngantuk, Hwi" ucap Dongho pengertian.

"Nggak. Mau nemenin Kakak nyetir. Ajak aku ngomong dong Kak, biar aku nggak tidur"

Dongho hanya tertawa, "kamu beneran mau pesen jjampong nanti?"

"Iyalah Kak. Kan kedai jjampong"

"Kamu kan nggak doyan pedas. Nanti pesen jjajjangmyeon aja"

"Nggak apa-apa. Pengen makan jjampong aja"

"Nanti sakit perut"

Tidak ada jawaban dari Daehwi, Dongho menoleh dan melihat gadis itu sudah terlelap dengan kepala bersandar pada jendela.

_NEVER_

Pukul 10.15 PM, Jeju.

Rombongan itu akhirnya sampai di villa keluarga Lai. Villa itu terletak di pesisir pantai, jadi jika mereka keluar ke halaman belakang mereka sudah dapat bermain di pantai. Bangunan villa itu terdiri dari dua lantai.

"Pembagian kamarnya gimana, Lin?" tanya Jonghyun.

Mereka semua tengah berkumpul dengan barang bawaan mereka di ruang tamu. Menunggu petuah dari pemilik villa.

"Kamarnya Cuma ada lima, tiga di lantai atas dan dua dilantai bawah. Jadi cewek-cewek nempatin tiga kamar diatas, pembagiannya terserah kalian. Yang cowok-cowok cukup dua kamar yang dibawah aja. Gimana?"

"Setuju. Cowok mah tidur dimana aja bisa" sahut Daniel.

Cewek-cewek menuju lantai atas. Kuanlin membantu Jihoon membawa koper mereka yang besar itu, karena mereka berdua memang hanya membawa satu koper yang besar. Jadi pembagian kamarnya adalah Jihoon-Ong, Minhyun-Daehwi dan Minki-Hyungseob-Sewoon. Sedangkan para cowok cukup fleksibel, mereka tidak menentukan siapa roomate mereka.

Akhirnya hari pertama mereka di Jeju telah terlalui dengan cukup lancar... Siap untuk hari hari berikutnya yang penuh cerita.

.

.

TBC..

Semoga chapter ini nggak mengecewakan ya.. Karena author nya kurang piknik dan belum pernah ke Jeju. semua info bisa ditemukan di google... Sekali lagi terima kasih yang sudah review di chapter-chapter sebelumnya..dan aku masih mengharapkan feedback untu ceritaku yang masih banyak kekurangan ini...see you in the next chapter..makasih..