Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun

Other Cast : Yesung, Zhoumi, Ryeowook, Henry, HanChul, KangTeuk

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...

.

.

.

Previous Chapter

"M—min! Kau tak sedang bersandiwara bukan?!" Seru Kyuhyun kalut, namun tak ada reaksi apapun…..tubuh mungil itu pun semakin mendingin. Rasa paniknya bukan main lagi…Kyuhyun benar-benar tak mengingikan semua ini terjadi pada namja cantik itu.

"SUNGMIN!"

.

.

.

Chapter 7


Breakable Heart


.

.

.

"Gwaenchana?"

Heechul nyaris tersentak, begitu Hangeng menggenggam tangan kanannya. Ia sedikit menyimpul senyum lalu menoleh ke samping.

"Uhm….tentu saja" Ucapnya meyakinkan.

Hangeng balas tersenyum, meski sebenarnya….Ia tau ada sesuatu yang tengah disembunyikan calon pendampingnya itu.

Mendadak minim kalimat, dengan raut murung tentu….tak bisa dikatakan baik-baik saja bukan. Apapun itu…Hangeng sepenuhnya tau pribadi seorang Kim Heechul.

Masih fokus pada jalanan di hadapannya, pria tampan itu beralih menautkan tangan keduanya dan membuatnya saling menggenggam erat.

"Aku bisa membacanya…..katakan padaku, aku tak ingin melihatmu semurung ini." Lirih Hangeng.

Heechul mengernyitkan dahi, lalu…terkekeh pelan. "Aisshh…jinjja, apa yang sedang kau bicarakan….kau terlalu kaku Tuan Cho." Canda Heechul, seraya mendorong pelan lengan Hangeng.

"Ahh…cepatlah sampai….aku benar-benar ingin bertemu dengan Kyuhyunnie." Heechul mulai menyandarkan kepala di bahu Hangeng, berusaha mengalihkan pembicaraan. Manik indahnya tampak berbinar begitu melirik sebuah paper bag di atas dashboard mobil keduanya. "Apa Kyuhyun akan menyukai hadiah yang kuberi….kelak?" Lanjutnya seraya menerawang…jalanan penuh dengan guyuran air hujan di sekelilingnya

Hangeng kembali mengulas senyum hangat mendengarnya dan mulai memainkan jemari lentik itu.

"Tentu saja….Bocah tengik itu akan menyukainya. Kemeja yang kau beli benar-benar mahal Chullie….Tsk! bahkan lebih mahal dari jam tanganku. Ah! Di tahun-tahun kemarinpun kau terlalu memanjakan Kyuhyun. Tak cukupkah dengan motor sport dan semua perangkat game bodoh itu huh?"

Heechul terkikik kecil mendengarnya. "Yyaa….apa maksudmu? itu ulang tahunnya….tentu wajar bukan aku memberinya hadiah spesial hanya untuk Kyuhyun. Ah..tunggu! kau tak mengatakan jika semua itu dariku bukan?" Tanyanya was-was.

Hangeng hanya berdehem pelan…mengiyakan.

"Ahh…syukurlah, jika Kyuhyun mengetahuinya…tentu anak itu akan membuang semua hal yang kuberi. Aku tak ingin sampai itu terjadi…Hannie. Biarlah kita merahasiakannya"

Hangeng mengernyit sakit mendengarnya, sampai kapan….kekasihnya itu akan memendam semuanya seperti ini. Ia sepenuhnya tau…Heechul begitu tersakiti dan tertekan dengan semua keadaan ini. Lebih tepatnya….pada fakta, Kyuhyun yang tak bisa menerima kehadirannya.

"Kau hanya membuang-buang uang saja untuk anak itu." Ucap Hangeng, setengah bercanda.

Heechul mendadak menegakkan kepala dan melirik sengit pada calon suaminya itu.

"Apa maksudmu membuang-buang uang!...jika itu untuk Kyuhyun….apapun bukan maslah bagiku!."

"Yaaa…..tapi semua itu terlalu mahal, dan kau terlalu memanjakannya."

"Aku saja….sebenarnya ingin memberinya sebuah mobil Hannie, Ah! Seharusnya sudah kulakukan sejak tahun-tahun kemarin. Bukan memberinya motor sport seperti itu."

"Mwoo? Anniya! Aku tak akan mengizinkannya. Anak itu akan semakin liar jika kau tetap memberinya mobil. Tunggu….hingga Kyuhyun benar-benar dewasa Yeobbo. Sudahlah…..jangan terlalu memanjakannya. Aku benar-benar kewalahan mengaturnya." Keluh Hangeng…..seraya menggelengkan kepala pelan.

Heechul menunduk dalam. Benarkah….itu bisa dikatakan memanjakan? sementara Kyuhyun sama sekali tak mengetahui….apa yang selama ini Ia lakukan untuk anak itu. Ya….dirinya selalu bersembunyi. Menyimpan dalam-dalam kasih sayangnya, di balik kebencian anak itu.

"H—haniie…..kau tak lagi memukulnya bukan?" Tanya Heechul tiba-tiba, masih dengan kepala tertunduk.

Hangeng sedikit mengernyit mendengarmya, tapi setelahnya menghela nafas pelan. "Hm…y—ya. Tapi anak itu tak akan mungkin jera…jika aku tak—

"Jangan memukulnya lagi! Berapa kali kukatakan padamu! Jangan pernah berbicara dan bersikap kasar padanya. Kyuhyun….membutuhkan kasih sayang, anak itu tak butuh didikan sekasar itu. Kau pikir….Kyuhyun akan luluh dengan cara semacam itu?!" Heechul tiba-tiba saja meracau tanpa jeda dan penuh emosi, membuat pria kekar di sisinya….menghentikan laju mercy itu.

"Y—yeobbo—

"Aku belum selesai bicara!...Hannie, apa kau tak melihat tatapan matanya setelah kau memukulnya. Kau tak bisa merasakan apapun huh?, betapa sakit hati anak itu karna sikapmu? Aku tak akan membiarkanmu melakukannya lagi, tak akan biarkan kau menyakiti uri aegya!"

DEG

Waktu seolah berhenti berdetak, baik Heechul maupun Hangeng….saling menatap penuh nanar. Keduanya diam tercekat, menyadari…..kata yang tanpa sengaja lolos itu telah menjadi pematik dari luka lama keduanya.

Ya….kebenaran yang tak pernah terungkap, hingga belasan tahun lamanya, tentu bukanlah hal yang mudah untuk keduanya. Terlebih untuk Heechul….tak ada yang bisa mengulaskan seberapa banyak luka yang menggores hatinya karna kenyataan ini.

Seorang Ibu….yang tak pernah mendapat tempat di hati putra kecilnya.

.

.

Flash Back On

"Aku akan menikahinya! Hanya Heechul….satu-satunya orang yang akan kunikahi!"

Genggaman tangan itu semakin menguat, mengirigi intonasi bicaranya yang kian meninggi. Apalah arti semua kecaman keras sang Ayah. Ia tak akan peduli….selama Heechul tetap menggenggam erat tangannya dan tetap berpegang di sisinya.

"Bicara apa kau! Siapa yang memintamu membawa bedebah itu menginjakkan kaki di rumah ini?! Dengar! Kau akan secepatnya menikah dengan Yuri!"

"AKU TAK AKAN MENIKAH DENGAN YEOJJA ITU…. HANYA KARNA BISNIS BODOHMU! BERHENTI MEMAKSAKU APPA!" Hangeng makin tersulut

"YACKKK! Dia laki-laki! Apa kau gila hah!...apa kata semua orang jika kau menikah denggan bedebah jalang sepertinya!"

Heechul menunduk dalam, tak cukupkah dengan semua pertetangan hubungannya…..dan kini, pria itu makin mencaci maki dirinya seperti ini. Ya Tuhan….hatinya tak cukup sanggup menerima semua sentakan kasar itu. Terlebih….

Terlebih…..sosok mungil itu, kini bersemayam di dalam perutnya.

"Mianhae" Lirih Heechul seraya menunduk dan mengusap lembut perutnya. Seolah menyadari makhluk mungil dalam perutnya tengah mendengarkan semua cacian kakeknya.

Hangeng mengumpat keras, oh sial! Ia benar-benar menyesal membawa Heechul ke hadapan orang tuanya seperti ini. Sungguh…..Ia tak pernah menduga, Ayahnya akan berbuat sejauh ini.

Sejak awal….Ia kemari, hanya untuk meminta restu . Tapi tiba-tiba saja, Ayahnya….mengungkit kembali perihal perjodohan itu, dan membuat segalanya semakin pelik.

"APPA! BERHENTI BICARA BURUK TENTANG HEECHUL! DIA YANG TERBAIK! DAN DIA SATU-SATUNYA YANG KUCINTAI!"

"PERSETAN DENGAN UCAPANMU! MENIKAHLAH DENGAN YURI! ATAU…..AKU AKAN MENYINGKIRKAN BEDEBAH INI!"

DEG

Heehul mengangkat cepat kepalanya, dan memandang penuh nanar pada sosok paruh baya di hadapannnya. Nyatakah apa yang baru saja di dengarnya?

"M—menyingkirkanku." Gumam Heechul lirih, seraya menggenggam lebih erat tangan Hangeng.

"HEECHUL MENGANDUNG PUTRAKU….APPA! CUCUMU SENDIRI!" Teriak Hangeng lantang, membuat Tuan Cho…membelalakkan mata lebar dan nyaris terhuyung-huyung ke belakang.

"A—apa maksudmu?" ujar Tuan Cho, masih dengan memegang tengkuknya.

"Aku mencintainya Appa…aku tak akan meninggalkan Heechul dan buah hatiku sendiri, ku mohon beri—

"TIDAK!" Sentak Tuan Cho keras.

"Gugurkan janin itu! Dan kau akan tetap menikah dengan Yuri!" Lanjutnya lagi.

Sontak saja, Hangeng makin merasa dihempas mendengarnya. Tak habis pikir….Ayahnya bisa sekeji itu, mengatakan hal terlarang di depan Heechul.

"APA KAU GILA!" Geram Hangeng

"Baik…..aku sendiri yang akan menggugurkan janin itu!"

"Andwaee!...aku tak akan menggugurkannya, ku mohon jangan menyakitinya! Apapun akan kulakukan….tapi ku mohon biarkan Dia terlahir….ku mohon." Heechul tiba—tiba bersimpuh dan memeluk erat-erat kaki kanan pria paruh baya itu. Wajahnya yang sayu….kian terlihat pias dengan linangan air mata di kedua pipinya. Bagaimanapun….Ia akan tetap, mempertahankan buah hatinya. Cukup hanya dirinya yang tersakiti seperti ini…..dan Heechul tak akan membiarkan siapapun menyentuh malaikat mungil yang kini berlindung dalam tubuhnya itu.

"C—chullie" Hangeng begitu tertegun sekaligus merasa sesak, melihat namja cantik itu….makin histeris memohon-mohon pada ayahnya. Tak bisa dibiarkan!

Ia benar-benar geram, melihat Heechul memohon pada manusia keji seperti itu.

"Kita pergi dari sini….Chullie" Ujar Hangeng, seraya merengkuh bahu Heechul, berusaha menarik namja cantik itu agar lekas bangkit. Namun Heechul menyentaknya, dan tetap meracau histeris di bawah kaki ayahnya.

"Kumohon Ahjjus—

"Kau akan melakukan apapun….untuk janin itu?" Sela Tuan Cho tiba-tiba, membuat Heechul mengangkat cepat kepalanya dan memandang pria paruh baya itu penuh harap.

"N—ne….apapun akan kulakukan, biarkan anakku tetap hidup"

Tuan Cho terkekeh melihatnya, bukanlah suatu yang sulit….melancarkan rencana pernikahan Putranya kali ini. Lihat saja…namja bernama Heechul itu memilih mengambil langkah dengan sendirinya bukan.

"Hm baik…tapi dengan syarat serahkan bayi itu padaku setelah kau melahirkannya. Lalu—

Tuan Cho menyimpul seringai tipis. "Pergilah sejauh mungkin dari sisi Putraku….bagaimana?"

Hangeng kembali terperanjat mendengarnya. Ini lebih dari kata licik! Memaksa dirinya tetap menikah dengan Yuri lalu merampas bayi tak bersalah itu.

Tidakkah itu sama halnya menghancurkan Heechul bertubi-tubi, dengan merebut dirinya dan buah hatinya dari sisi Heechul?

Tidak! Demi apapun itu! Ia tak akan membiarkan Ayahnya melukai Heechul lebih dari ini. Dengan gusar, Hangeng merengkuh tubuh ringkih Heechul dan memaksanya meninggalkan kediaman mewah itu.

"Jangan pedulikan Pak Tua itu Chullie! Aku tetap milikmu…..dan uri aegya se—

SNAP

Namun tiba-tiba saja, Heechul melepas paksa rengkuhan Hangeng dan kembali merangkul kaki Tuan Cho.

"B—baik, aku akan pergi. Asal kau menerima bayi ini….sebagai bagian dari keluarga Cho."

"Heechul! Apa yang kau bicarakan!" Hangeng mulai meradang mendengarnya.

Namun sama sekali tak meluruhkan tekad Heechul untuk tetap memohon pada Tuan Cho, semua tak pelak….Ia lakukan demi kebaikan buah hatinya kelak.

"Tentu dengan senang hati…." Ucap Tuan Cho penuh penekan, seulas senyum picik pun tersemat jelas di sudut bibirnya.

.

.

.

.

"Apa maksudmu berbicara seperti itu!? Katakan kau hanya bercanda dengan semua ini!"

"…"

"Jawab! Dan lihat mataku saat aku berbicara denganmu!" Seru Hangeng seraya, meremas kedua lengan Heechul hingga menghadap padanya.

"C—cukup…Hannie. Menikahlah dengan Yuri….dan biarkan aku pergi"

"Mworago! Apa kau mengingkari—

"Semua tak akan berarti! Sebesar apapun cinta yang kita miliki….tak akan mengubah kenyataan ini" sela Heechul.

Hangeng makin mencelos getir mendengarnya, berulang kali Ia mengedarkan pandangan tak tentu arah….benar-benar tak tau harus dengan apa….untuk membuat namja cantik itu tetap bertahan di sisinya.

"C—Chullie…..Dengarkan aku" Ujar Hangeng selembut mungkin, berusah menyampaikan maksud hatinya dari sorot obsidian itu.

"Kita bisa melewatinya…percayalah Chaggiya. Hanya ada aku….kau dan uri aegya"

Heechul menggigit bibir bawah kuat-kuat, berusaha tetap tegar dengan jeratan takdir ini. Sesungguhnya….Iapun tak menginginkan menyanggupi keputusan itu….oh! demiapapun itu sangatlah sulit dan menyakitkan untuknya. Tapi Heechul bisa apa? Ia tak memiliki apapun selain cintanya untuk Pemuda Cho yang terpandang itu dan juga janin dalam perutnya.

Terlebih….dirinya hanyalah seorang mahasiswa, dan 'namja'. Akan menjadi suatu hal terlarang dipandang umum. Jika mereka mengetahui seorang namja sepertinya mengandung.

Tidak! Heechul tak akan membiarkan nama Hangeng jatuh hanya karena dirinya.

PLAK

"Berapa kali ku katakan! Kita tak akan mungkin bersama! Lepaskan aku Hannie!" Seru Heechul begitu menghempas tangan Hangeng, akan tetapi pemuda Cho itu tetap berusaha mengejar dan menahannya hingga di tepi jalan.

"Chullie….kau tak bisa seperti ini! Dengarkan aku! Yack!"

"Menikahlah dengan Yuri!"

"Mwooo?!"

"Dan besarkan uri aegya dengan kasih sayang penuh…tanpa kurang apapun itu"

"C—chullie…tunggu dengarkan—

"Hanya itu yang kuinginkan darimu Hannie!...TAXI!"

Hangeng membulatkan mata lebar, begitu kekasihnya dengan tiba-tiba memanggil Taxi yang melintas. Ini semua salah! Ia sepenuhnya tau….namja cantik itu begitu mencintainya. Tapi bagaimana mungkin menjadi seperti ini.

BLAM

"Y—YAAACK! HEECHUUL!"

.

.

.

"Mianhae …Semua kulakukkan karna aku mencintamu. Kau dan uri aegya memang seharusnya bahagia Hannie"

.

.

.

.

Beberapa bulan kemudian

"Aku mengerti perasaanmu Hangeng-ssi. Cari Heechul….aku juga tau, kalian masih saling mencintai"

Yeojja cantik itu mengusap perlahan pundak Hangeng.

"Y—yuri….mengapa kau mendadak—

"Ah! 5 bulan setelah pernikahan kita dan kau masih berpikir aku satu-satunya wanita polos di sini? Selain menyandang status sebagai istrimu…tidakkah kau menganggapku sebagai sahabat eum?" Tukas Yuri, sembari mengulas senyum ramahnya.

"Aku memang mencintaimu….tapi aku tak bisa melihatmu menahan perasaan pada Heechul seperti ini, Cari Dia….ku dengar,Heechul berada di Busan saat ini." Lanjut Yuri lagi.

"Y—yuri.."

"Nnaa~ Ungggg"

Tiba-tiba saja, suara seorang baby mungil menginterupsi keduanya. Membuat Yuri cepat-cepat beringsut mendekat dan mengecupi pipi baby itu. Ya, tentu saja Putra Hangeng dan Heechul.

"Aaaa…..kyeoptaa, mwoyaa?…kau mencari eomma eumm? Nee…nee…Eomma di sini Kyunnie Baby. Panggil Yuri Eomma arrachi?"

"Bwuah…umm…ung"

.

.

Flash Back Of

.

.


BRUUUUSSSSHHHH….

Derasnya hujan semakin pekat….mengaburkan jarak pandang di malam itu. Sepekat hati seorang namja cantik yang sedari tadi menunduk dalam diam, Ia tau benar….sesuatu terlanjur membeku. Dan mustahil….baginya meluruhkannya dalam waktu singkat.

"Kita sampai…." Ucapan Hangeng tiba-tiba saja membuatnya tersentak.

"O—ah! Y-ya kita sampai" Gagap Heechul seraya meraih paper bag di hadapannya dan memeluknya erat-erat.

Hangeng tersenyum hangat melihatnya, Ia beralih menggenggam tangan Heechul dan diciumnya lama.

"Apa yang sedang kau pikirkan sedari tadi?"

"E—eobbsseo…kajja turun Hannie, aku ingin bertemu Kyuhyun"

"Tunggu sebentar."

Hangeng, merengkuh erat pinggang Heechul, tak mengizinkan namja cantik itu bergeser sedikitpun dari jok mobilnya.

"Bukankah….ini saatnya kita mengatakan yang sebenarnya pada Kyuhyun?"

"M—mwoo? Apa maksudmu?"

"Ayolah Chullie kau tau apa yang sedang ku bicarakan. Aku rasa ini saatnya Kyuhyun mengetahui bahwa kaulah Ibu kandungnya yang sebenarnya."

Heechul membulatkan mata lebar, tapi setelahnya Ia menunduk dalam-dalam.

.

Mengatakan yang sebenarnya pada Kyuhyun?

Heechul rasa Ia belum siap, Ia benar-benar takut semua akan bertolak jauh dari keinginannya. Seperti beberapa tahun silam saat Ia muncul untuk pertama kalinya di hadapan Kyuhyun. Dan semuanya berubah kebencian…jangankan memanggilnya Ibu. Anak itu…malah menganggapnya perusak hubungan Yuri dan Hangeng. Bahkan hingga memanggilnya pelacur penyebab kematian Yuri.

Heechul pun menyadari…semua itu salahnya. Tak di sisi Putranya…dan mengawasi tumbuh kembangnya sebagaimana mestinya seorang ibu. Tapi bagaimana lagi….saat itu, keadaan benar-benar tak memihak padanya. Dan memang dirinya yang meminta siapapun merahasiakan keberadaanya pada Putra kecilnya itu.

Hanya Yuri….yang memberinya kasih sayang penuh. Sudah pasti Kyuhyun begitu menyayangi wanita itu sebagai ibunya.

Hingga Ia menyesal dan ingin kembali memeluk buah hatinya…..tapi terlambat. Kyuhyun sama sekali tak menghiraukannya. Ia tetaplah pelacur di mata anak itu.

"T—tidak Hannie…..a-aku tak ingin mengulang kesalahan yang sama."

"Tak ada kesalahan yang sama. Kita belum mencobanya…jadi ini saat—

TAP….TAPP…TAP

PRANK…..BRUGH….PRANKKK

"H—hannie!"

Keduanya terbelalak lebar begitu mendengar suara gaduh dari dalam rumahnya. Cepat-cepat Heechul membuka pintu dan berlari secepat mungkin, tak peduli tergelincir atau bahkan basah kuyup karna hujan.

Ia benar-benar panik bukan main, jika sesuatu yang buruk menimpa Kyuhyun.

.

.

.

Namun begitu masuk dan memijakkan kaki ke dalam, pasangan Cho itu saling mengernyit tak mengerti melihat ceceran air di sepanjang tangga. Tak hanya itu banyak peralatan masak yang tersebar di lantai.

Apa yang tengah Kyuhyun lakukan sebenarnya?

"Apa anak itu sedang belajar memasak di dalam kamarnya?" Celetuk Hangeng seraya mengerjapkan matanya.

Heechul tak menyahut apapun, Ia benar-benar merasakan sesuatu yang buruk di sini…cepat-cepat Ia berlari menapakki anak tangga.

Dan membuka kasar pintu kamar Kyuhyun.

BRAKK

"Kyunnie!" serunya panik, begitu daun pintu kamar itu terbuka lebar.

Seketika itu pula, rasa paniknya meluruh cepat….tergantikan dengan raut tak mengerti saat melihat seorang remaja tertidur di ranjang Kyuhyun. Sepertinya tak asing…..Ia pernah melihat anak itu.

Ahh…Dia—

"Sungminnnie!" Pekik Heechul lagi seraya menutup bibirnya. Bagaimana bisa anak itu tertidur di sini….dan lagi, mengapa Sungmin telanjang? Terlihat jelas….hanya selimut Kyuhyun yang menutup rapat tubuh bagian bawahnya.

"Tch! Berisik." Decak Kyuhyun, masih terus mengacak isi lemari pakaiannya…..namun apa yang dicari sepertinya tak kunjung ia temukan dalam benda kotak itu.

Heechul hanya menghela nafas menanggapinya, Ia beralih mendekati Sungmin dan tersenyum penuh arti kala melihat kain kompres di dahi Sungmin.

Jadi ini yang dilakukan Kyuhyun hingga mengacak-acak isi dapur. "Sungmin demam" Lirih Heechul sembari menaikkan selimut sebatas leher Sungmin.

"Apa yang kau cari?" Ujarnya kemudian, seraya menoleh pada pemuda yang masih berkutat dengan isi almarinya.

"Kemeja" Singkat Kyuhyun.

Heechul kembali mengulas senyum lembut mendengarnya, setidaknya….Kyuhyun tak menyentaknya kasar kali ini. Ia beralih melihat penuh binar pada isi paper bag berwarna merah marun di pangkuannya.

Kyuhyunpun turut menghentikan gerakannya, begitu mendengar suara tak biasa….semacam gemrisik kertas tebal di belakangnya. Ia putuskan untuk menoleh sesaat.

" Kyunnie… Ini—

"Itu untukku?" Sergah Kyuhyun, sambil menunjuk paper bag Heechul.

Namja cantik itu semakin tersenyum cerah. Benarkah yang Ia lihat saat ini….Kyuhyun bertanya demikian padanya. Oh! Putra kecilnya itu.

"Ne..tentu saja untukmu Kyunnie. Hari ini—

SRET

"Terimakasih."

Heechul mendadak membulatkan mata lebar, begitu Kyuhyun menyambar paper bagnya dengan tiba-tiba, dan berlalu begitu saja. Namun setelahnya….Ia kembali tersenyum lebar. Bukankah itu berarti Kyuhyun menerima hadiah pemberiannya? Tak ada caci maki? Bahkan tak ada tatapan menusuk.

Ah! Meski hanya sepatah kata 'terimakasih'….tapi Ia benar-benar senang bukan kepalang mendengar Putranya mulai berbicara padanya. Dan yakin…..Kyuhyun akan mengenakan kemeja pemberiannya itu.

"Apa kau akan memakainya?" Heechul mulai mengekor Kyuhyun, dengan senyum sumringahnya.

"Ya" Jawab Kyuhyun.

Namun….senyum itu menyusut cepat dari wajah cantiknya, begitu melihat apa yang dilakukan Kyuhyun saat ini.

Kyuhyun memang mengenakan kemeja itu, tapi bukan untuk tubuhnya melainkan pada tubuh namja mungil yang tertidur di ranjangnya.

Lihat saja…

Anak itu….dengan wajah stoicnya. Begitu cekatan merengkuh Sungmin dan mengenakan kemeja putih pemberiannya di tubuh Sungmin.

"Tck! Terlalu besar untukmu. Tapi biarlah….sudah terlanjur" Gerutu Kyuhyun seraya menyematkan satu demi satu kancing kemeja tersebut.

Membuat, Heechul hanya menghela nafas dan memijit pelipisnya.

'Kyunnie…tak bisakah kau mengambil kemeja lain untuk Sungmin?…itu hadiah dari Eomma, chaggiyaa' Batin Heechul. Meski demikian…..Ia tetap mengulas senyum melihat kelakuan putranya itu.

.

.

"Ada apa ini?"

Hangeng yang baru saja menapakkan kaki di kamar Kyuhyun, mengedarkan pandangan tak mengerti….begitu melihat Sungmin rupanya berada di dalam kamar itu. Dan dalam kondisi tertidur sangat pulas. Itu pikirnya.

"Sungmin menginap di hari ulang tahunmu?" Tanyanya lagi.

Kyuhyun kembali berdecak mendengarnya. "Bisakah kalian keluar?" Desis Kyuhyun sembari meletakkan kain kompres di dahi Sungmin.

"Tapi mengapa harus keluar? Itu….apa yang kau lakukan pada Sungmin?." Tanya Hangeng seraya menunjuk-nunjuk kompres Sungmin.

"Hannie….kajja kita keluar. Biarkan Kyuhyun merawat Sungmin dengan baik." Heechul berusaha membujuk dengan menarik, lengan namja kekar itu.

"Mwo? Merawat? Anak itu sedang tidur bukan? Merawat apanya?"

"Hannie….kajja keluar." Bujuk Heechul lagi

"Tapi apa yang terjadi pada Sungmin?"

"KELUAR!" Kali ini Kyuhyun mulai membuka suara dan berteriak jengkel pada ayahnya.

Membuat Heechul cepat-cepat mendorong Hangeng keluar, dan menutup pintu kamar itu sepelan dan serapat mungkin. Sebelum Kyuhyun makin mengamuk hebat.

.

.

.

"Apa yang terjadi?" Bisik Hangeng, begitu Heechul memaksanya turun menapaki anak tangga.

"Kau tak peka…atau memang bodoh huh!." Gerutu Heechul kesal.

"Mworagoo? Aku tak—

"Hannie dengarkan aku." Heechul meraih kedua lengan Hangeng, dan memutarnya hingga menghadapnya. "Sungmin sedang demam tinggi, biarkan Kyuhyun merawatnya. Dan satu hal lagi….jangan pernah mengusik waktu Kyuhyun bersama Sungmin. Itu akan membuatnya marah besar. Apa itu cukup menjawab pertanyaanmu?" Jelas Heechul panjang.

Hangeng kembali mengerjap. "Demam? Ah….tapi mengapa Kyuhyun harus berteriak keras seperti itu pada Ayahnya? Bocah sialan"

"Oh ayolah Hannie….apa kau benar-benar tak memahami putramu sendiri?"

"Aissh…mana ada, Ayah dibentak-bentak seperti itu? Kyuhyun—

"Sssshhhh…..Shikkeuro"

.

.

.


Kyuhyun menghela nafas pelan, begitu mengunci rapat pintu kamarnya. Dengan begini….Ayahnya tak akan bisa masuk, dan mengusiknya lagi bukan. Ia beralih melangkah perlahan mendekati ranjang, menarik kursi dan duduk tepat di sebelah Sungmin.

Sejenak….Ia memandang lekat-lekat wajah terpejam itu. Hanya perasaannya saja atau memang benar adanya. Wajah Sungmin tetap terlihat manis meski pucat seperti itu.

"Irreona." Gumam Kyuhyun, tanpa sedikitpun mengalihkan tatapannya…pada wajah namja mungil itu.

Masih lekat dalam ingatannya, betapa takut dan histerisnya Sungmin, hinga berkahir tak sadarkan diri seperti ini bahkan suhu tubuhnya pun naik begitu drastisnya. Kyuhyun sepenuhnya menyadari semua itu salahnya…..tapi, Ia tak bisa menahan diri. Segalanya akan terasa buntu…saat melihat Sungmin selalu menghindar dan sulit untuk dijangkau, terlebih jika Sungmin melihat namja lain selain dirinya.

Kyuhyun beralih meraih tangan Sungmin dari balik selimutnya,namun sorot matanya berangsur angsur redup begitu merasakan tangan Sungmin sangatlah dingin.

'Bagaimana mungkin sedingin ini, sementara tubuhmu benar-benar panas ?' Gumam Kyuhyun dalam hati. Ia mengenggam erat tangan itu, menciumnya lama dan mencoba menghirup dalam-dalam aroma tubuh Sungmin dari jemari lentiknya.

"Kau memang manis saat diam…tapi jika seperti ini, aku tidak menyukainya" Gumam Kyuhyun lagi sambil meletakkan telapak tangan Sungmin di pipi kanannya. Ah! Ada apa dengannya? Sejak kapan Ia bermonolog seperti ini…terlebih dengan intonasi rendah. Itu bukan dirinya, ya….Kyuhyun yakin itu.

Tak ada respon…

Jika seperti ini….Kyuhyun merasa terlihat seperti pemuda setengah waras. Demi apapun itu….dibandingkan melihat Sungmin seperti ini, Ia lebih memilih anak itu berteriak-teriak rusuh bahkan menggebrak apapun dengan jengkel karna ulahnya.

Tanpa melepaskan tautan tangan keduanya, namja tampan itu beralih menyentuh leher Sungmin dan berdecak lidah, menyadari panas tubuh Sungmin tak kunjung meluruh bahkan rasanya semakin tinggi saja.

Tengah malam dan hujan diluar masih turun dengan lebatnya, tentu mustahil memanggil seorang dokter, meski itu dokter pribadi sekalipun.

Meminta tolong pada Heechul?

Oh Ya! Kyuhyun tau….Heechul seorang Dokter. Tapi meminta pertolongan pada seseorang yang telah menghancurkan keluarganya..bahkan hingga membuatnya kehilangan Yuri.

Tentu saja…

Pantang baginya!

Sampai kapanpun….Ia tak kan sudi menatap wajah Pria itu.

.

.

Kyuhyun kembali memutar tubuh kebelakang menghadap namja mungil di ranjangnya.

"Min…" Panggilnya lirih, seraya menangkup pipi Sungmin. Berulang kali pula….Ia mengganti kompres Sungmin dengan air dingin yang baru

Tapi nihil, panas tubuhnya tetap tinggi dan lebih parah lagi….anak itu tak juga membuka kedua matanya. Meski Sungmin kerap mengelabui orang lain dengan sandiwaranya, tapi…kali ini, rasanya terlalu bodoh jika dikatakan anak itu sedang bermain-main.

Sungmin benar-benar sakit.

Kyuhyun mengumpat lirih…..Ia benar-benar tak bisa bertahan melihat namja mungil itu, mendadak serapuh ini. Dengan panik Kyuhyun berlari ke arah pintu, berniat keluar dan mengambil kunci mobil Ayahnya…..bagaimanapun Ia harus membawa Sungmin ke rumah sakit.

Namun tiba-tiba saja…

Tok….Tok

"Kyuhyunnie"

Kyuhyun mematung…..dan urung memutar kenop pintu kamarnya, begitu menyadari seseorang berada di depan pintu kamarnya saat ini.

Keningnya bertaut tak suka…..mendengar, pria itu memanggilnya seakrab bahkan selembut itu.

"Bitch!" Umpatnya lirih. Masih tetap berdiri mematung.

"Kyuu….bisakah kau membuka pintunya sebentar?" Ujar Heechul dari luar.

"Mau apa kau?" Sahut Kyuhyun, sembari mengepalkan tangan kuat-kuat.

"Ada yang ingin ku berikan padamu."

Kyuhyun menggeram emosi, sesungguhnya Ia benar-benar enggan, memenuhi permintaan tersebut. Tapi jika tetap berdiam diri seperti ini….tentu akan mengulur waktu dan makin memperparah kondisi Sungmin. Tak ada pilihan lain selain membuka pintu kamarnya

CKLEK

"Ommo? Kau ingin pergi kemana Chagi—ah! Kyuhyun maksudku." Ucap Heechul cepat, begitu pintu terbuka dan melihat Kyuhyun telah mengenakan jaket tebalnya.

Dibandingkan peduli dengan pertanyaan tersebut, matanya lebih tersita pada nampan yang di bawa Heechul. Segelas air mineral dan beberapa tablet obat berada di atasnya.

"…"

.

.

Heechul tersenyum, melihat sikap diam itu. Sesaat kemudian, Ia meletakkan nampannya di atas meja….kemudian beralih menyentuh pipi dan leher Sungmin bergantian.

"Apa kau belum memberinya obat?" Tanya Heechul, masih terus mengamati lekat-lekat namja mungil yang terpejam di ranjang itu.

"Belum" Singkat Kyuhyun.

"Cobalah….minumkan obat ini. Jika esok hari….demam Sungmin belum juga meluruh…kita bisa membawanya ke rumah sakit….Otteyo?" Ujar Heechul, berusaha menenangkan. Dari sorot kedua obsidian itu , Ia tau …Putranya begitu mencemaskan kondisi Sungmin.

Tak ada jawaban, Kyuhyun hanya diam dan memalingkan wajah ke arah lain.

Membuat Heechul kembali tersenyum getir melihatnya.

"Ah…kau tau bukan? Aku tak sedang bertugas….jadi aku tak membawa peralatan medis yang lengkap. Tapi aku yakin….obat itu bisa meluruhkan demamnya." Yakin Heechul lagi, tapi lebih untuk membangun pembicaraan dengan Putranya. Meski Ia tau…..Kyuhyun tak akan mungkin mendengarnya…terlebih memperdulikannya.

"Apa kau sudah selesai? Jika ya….cepat keluar!." Sentak Kyuhyun dingin.

Lagi….Hatinya kembali mencelos nyeri, melihat sikap itu. Bukankah beberapa saat lalu….Kyuhyun bisa sedikit membuka hatinya?

Tapi kali ini….anak itu kembali berbicara tanpa sedikitpun memandangnya. Seolah…Ia hanyalah orang asing yang tak berhak sedikitpun menyentuh Kyuhyun…Putranya sendiri.

"B—baiklah. Jika Sungmin bangun….kau bisa memanggilku Kyunnie. Aku akan membuatkannya sup hangat." Ujar Heechul sembari melangkah pelan menuju pintu utama kamar tersebut.

"…."

"Sudah larut malam. Cepatlah tidur arrasseo?" Ucap Heechul lagi, sebelum benar-benar menutup rapat pintu kamar itu.

Kyuhyun hanya bedecih lirih mendengarnya. Baginya….Heechul terlalu jauh mencampuri urusannya.

"Berisik" desisnya tak suka.

.

.

.

Namja tampan itu beralih bangkit dari duduknya, melepas jaket lalu melemparnya ke sembarang arah. Tatapannya seketika menajam begitu melihat beberapa tablet obat di atas nampan itu, Ia putuskan untuk mendekat dan mengambilnya.

Sesaat Ia menimang dan menatap lekat tablet tersebut, haruskah Ia menerima dan meminumkannya pada Sungmin?. Ah! rasanya…..tak rela, menerima bantuan dari pelacur itu! Pikir Kyuhyun.

Tapi…situasi tengah mendesakknya. Tentu Kyuhyun tak menginginkan namja mungil itu bertahan melawan demamnya, tanpa pertolongan apapun.

Tak ada salahnya…Sungmin meminum obat itu bukan?

Kyuhyun sedikit melirik Sungmin, sembari membuka tablet obat tersebut lalu meraih segelas air mineral sebelum akhirnya mendekati namja cantik itu.

Tanpa suara….Kyuhyun memasukkan beberapa butir obat itu ke dalam mulutnya, kemudian sedikit mengangkat tengkuk Sungmin hingga menengadah.

Nafasnya benar-benar tercekat, kala menekan dagu Sungmin. Bibir yang sebelumnya selalu merah merekah saat dikecupnya, kini benar-benar pucat pasi. Entahlah…..ia benar-benar tak suka dengan keadaan seperti ini. Meski Kyuhyun tau….dirinya memang biang dari semua ini.

Perlahan namun pasti, Kyuhyun menyatukan bibir keduanya….melesakkan butir obat itu ke dalam mulut Sungmin dengan lidahnya. Ia sedikit mengernyit…kala mencecap rasa basa dari obat itu

Sangat pahit!

Tapi Kyuhyun tetap berusaha memasukkan setiap butirnya, hingga dipastikan Sungmin dapat menelannya dengan baik nantinya.

Beberapa saat kemudian, namja tampan itu melepas tautan bibirnya dan beralih meneguk air mineral di tangannya. Sedikit tak yakin memang….obat itu bisa terminum dengan cara seperti ini. Karna besar kemungkinan….Sungmin akan tersedak bukan. Tapi mau bagaimana lagi….hanya ini satu-satunya cara yang bisa dilakukannya.

Kyuhyun kembali merengkuh tengkuk Sungmin, dan menyatukan bibir keduanya dengan cepat….membagi air yang beberapa saat lalu diteguknya dengan perlahan.

Tangan kirinya menangkup erat rahang Sungmin, memastikan tak banyak air yang meleleh turun….dan obat itu benar-benar tertelan sempurna oleh Sungmin.

Namun bersamaan dengan itu, jemari Sungmin mulai bergerak kecil. Sesuatu terasa mengganggu dan menyedaknya. Pelan namun pasti….kelopak foxy itu membuka lemah. Sungmin ingin menjerit begitu menyadari Kyuhyun tengah menciumnya, dan memaksanya menelan cairan asing berasa sangat pahit itu.

Ya Tuhan...Apa Kyuhyun ingin meracuninya?

Ah! Tapi mustahil Ia menjerit bahkan menghantam Kyuhyun detik itu juga….Tubuhnya terlalu lemas, membuatnya hanya melenguh menahan sedak.

"Mmph….aghh~ mmmh"

Kyuhyun sedikit tersentak mendengar lenguhan tertahan dan remasan lemah di lengannya. Ia tau….Sungmin mulai siuman. Meski demikian, Kyuhyun tetap….merengkuh tengkuk namja mungil itu, dan memaksanya menegak habis air dalam mulutnya hingga tak bersisa.

"Mmphh~ Mmm—"

"Telan…" Titah Kyuhyun seraya menutup bibir Sungmin dengan ibu jarinya.

Namja mungil itu menggeleng dengan pipi menggembung. Berulang kali pula, Ia mencakar-cakar tangan Kyuhyun agar menyingkir dari bibirnya. Membuat Kyuhyun berdecak dan menghela nafas jengah melihat sikap keras kepala itu.

"Telan…atau kucium" Ancam Kyuhyun sambil menatap lebih tajam

GULP

Dan benar saja…..karna takut dan gugup, Sungmin menelannya cepat hingga tak bersisa.

Kyuhyun mengulum senyum melihatnya, ah demi apapun itu. Ia benar-benar menyukai Sungmin yang patuh seperti ini, meski sesekali harus dengan ancaman.

"Pa—hit" Lirih Sungmin, sembari memejamkan mata erat-erat. Tak tahan dengan rasa basa yang masih tertinggal di lidahnya.

Tapi setelahnya Ia berjengit terkejut, begitu tiba-tiba saja….Kyuhyun menariknya dan membuatnya bersandar nyaman di dada namja itu.

"Minumlah dengan perlahan." Bisik Kyuhyun seraya membimbing Sungmin meminum air mineral itu.

Sungmin mengerjap tak mengerti, Sejak kapan Kyuhyun bersikap sehangat ini, bahkan suara bass itu terdengar begitu lembut. Apa Ia bermimpi? Atau memang…. Ini karna pening di kepalanya?

Tapi Sungmin enggan bertanya lebih, tatapannya semakin sayu….bahkan denyut dikepalanya pun kian menjadi-jadi. Dan….Ia memang sedang tak ingin menyulut pertengkaran apapun dengan Kyuhyun, meski sebenarnya Sungmin ingat benar…apa yang telah Kyuhyun lakukan terhadapnya sebelum ia collaps.

Dengan patuh….namja mungil itu memegang gelas itu dan meneguk air mineralnya dengan perlahan. Lalu setelahnya Ia kembali bersandar di dada Kyuhyun dan memejamkan kedua matanya.

"Apa merasa lebih baik?" Tanya Kyuhyun, seraya menyentuh dahi dan leher Sungmin bersamaan.

Namja cantik itu hanya menggeliat kecil, tak ingin Kyuhyun menyentuhnya seperti itu.

"J-jangan macam-macam!." Ketus Sungmin, meski nyatanya terdengar begitu serak. Sesekali manik foxy itu mencoba untuk membuka….namun tetap saja Sungmin kesulitan melakukannya. Dan memaksanya tetap terpejam erat.

Kyuhyun hanya mengulas senyum tipis mendengarnya, lalu beralih membaringkan tubuh mungil itu di ranjangnya. Ia menyibak surai pirang Sungmin ke atas dengan perlahan, kemudian kembali meletakkan kain basah bersuhu dingin itu di dahinya.

"Tidurlah kembali" Ucap Kyuhyun lirih, senyumnya makin terkembang di bibir merah itu begitu dirinya menyamankan posisi tubuh Sungmin dan menarik selimut hangat sebatas leher namja mungil itu. Entahlah sesuatu terasa bergetar dalam dadanya saat melakukan semua hal ini untuk Sungmin.

Kyuhyun beralih menduduki kursinya di sisi Sungmin, dan menatap lekat-lekat sosok manis yang kembali tertidur lelap itu. Hingga tanpa sadar….Ia meraih tangan Sungmin dan menggenggamnya erat, bahkan tanpa disadarinya pula….Kyuhyun mencium lama jemari lentik yang terasa rapuh itu.

.

.

Lama….Kyuhyun bertahan dalam posisi duduknya…. menggenggam dan mengecup berulang-ulang tangan Sungmin. Sesekali Ia menggelengkan kepala berusaha mengusir rasa kantuknya, karna bagaimanapun…. malam ini Ia benar-benar ingin menjaga Sungmin sepenuhnya.

Tapi….rasa-rasanya kelopak matanya semakin berat untuk sekedar dikedipkan, dan sungguh! Ia tak sanggup lagi menahannya. Hingga tanpa disadarinya…Kyuhyun jatuh terlelap, tentunya….masih dengan menggengam tangan namja mungil itu.

.

.

.

.

Beberapa saat kemudian

"Unh….hhh..ngh~."

Kyuhyun mengernyit, kala rintihan tertahan seseorang serasa mengusik tidurnya. Semakin lama semakin terdengar jelas….dan itu memaksanya membuka mata cepat. Namun detik itu pula Kyuhyun tercekat begitu melihat Sungmin meggigil kedinginan, dengan wajah kebas penuh linangan air mata.

"M—min!"

Kyuhyun panik bukan kepalang melihtanya, Ia bergerak cepat menyingkirkan kain kompres di kening Sungmin dan memegang penuh dahinya.

"Oh Shit!" Umpat Kyuhyun

Tubuhnya semakin panas! Apa yang sebenarnya terjadi pada anak itu? Mengapa demamnya tak juga meluruh? Ah! Demi apapun itu….Kyuhyun benar-benar menyesal telah lalai menjaga Sungmin, dan jatuh tertidur begitu bodohnya.

"Mianhae Min." Panik Kyuhyn lagi, Ia beringsut cepat hendak turun dari ranjang….bagaimanapun, Ia harus secepatnya membawa Sungmin ke rumah sakit. Namun tiba-tiba saja….Sungmin menahannya dengan mencengkeram ujung kemejanya.

"D—dingin…nnh…hh" Lirih Sungmin semakin menggigil kedinginan.

Kyuhyun mencelos getir melihatnya, Ia meraih kedua tangan Sungmin….menggosoknya dan meniupnya berulang-ulang. Berharap itu bisa sedikit menghangatkan tangannya yang terasa beku.

"Hhh…hh..ngh"

Tapi rasanya apa yang dilakukannya hanya berbuah sia-sia, Namja mungil itu tetap tersengal-sengal dan menggigil kedinginan. Dan itu benar-benar membuatnya frustasi melihatnya.

Kyuhyun bergerak cepat mengambil selimut lainnya, lalu Ia gunakan untuk membungkus rapat tubuh Sungmin. Rasa paniknya semakin menggila….melihat paras baby face itu kian memucat pasi.

"Bertahanlah….aku akan membawamu ke rumah sa—

GREB

Kyuhyun terbelalak lebar saat dengan tiba-tiba, Sungmin meraih lehernya….dan memeluknya begitu erat. Sungguh! Ia bisa mendengar…gemertak gigi dari namja mungil itu. Bahkan nafas yang berhembus di sekitar perpotongan lehernya pun terasa berat dan panas.

"NNH! K-kajima (Don't go)….hhh..Di—ngin!…nghh" Racau Sungmin tersengal-sengal, pelukannya di leher Kyuhyun pun semakin menguat.

Kyuhyun tak mampu berpikir jernih saat ini….melihat Sungmin seperti ini, telah membuatnya kalap bukan main. Kyuhyun hanya balas memeluk Sungmin…..demi menghangatkan tubuh mungil itu dengan dekapannya.

Bahkan…kini Kyuhyun mulai beringsut ke bawah selimut….dan mendekap tubuh menggigil itu lebih erat. Tak henti-hentinya pula, Kyuhyun meniup tengkuk Sungmin dengan nafas hangatnya. Membuat Sungmin makin menggeliat masuk ke dalam pelukannya, seolah ….tengah berusaha mencari kehangatan dari tubuh kokohnya.

.

.

Perlahan namun pasti, Sungmin makin menenang dalam dekapannya…Terlihat, namja mungil itu tak lagi merintih…menggigil kedinginan. Bahkan nafasnyapun….berhembus begitu teratur. Tak ada alasan….untuk tak mengulas senyum di bibir merahnya bukan?. Kyuhyuh benar-benar menghela nafas lega….melihat Sungmin kembali tertidur lelap.

Biarlah….Ia merasa gerah bahkan peluh makin merembas di sekujur tubuhnya karna berpelukan erat seperti ini. Asal itu bisa membuat Sungmin merasa lebih baik…..apapun bukan masalah untuknya.

"Mianhae…"

.

.

.

.


Esoknya…

Chirp….Chirp…Chirrp

"Uhhnn…mmhh." Sungmin menggeliat dan menguap kecil…kala kicauan burung menyapa pendengarannya di pagi ini. Itu benar-benar berisik!

Sungmin beralih memalingkan tubuh ke kanan, namun seketika itu pula Ia mengernyit…..dan mengumpat lirih saat bias mentari menerpa langsung wajah kusutnya.

Cepat-cepat namja cantik itu membuka mata, dan membelalak terkejut…begitu menyadari semua terasa asing di matanya.

"Bukan kamarku?!" Pekiknya seraya bangkit duduk. Dengan gusar…Sungmin mengedarkan pandangan ke sekitar. Keyakinannya jika itu bukan kamarnya makin menjadi-jadi. Sejak kapan….Semua dindingnya bercat biru gelap seperti itu?! Suram sekali!

Ah! Seingatnya….. kemarin, sesuatu yang buruk menimpa dirinya….dan Ia melarikan diri dari kamar ini.

'Tunggu!'

'Kamar ini?'

Sungmin mulai berpikir keras, seraya mengernyitkan keningnya. Berusaha kembali mengingat kembali potongan kejadian semalam. Hingga tiba-tiba saja…kedua manik foxynya membulat lebih lebar begitu semua berputar dengan apik dalam kepalanya.

Kamar Kyuhyun?!

"MWOYAAA?!" Teriak Sungmin keras.

Ia benar-benar mengingatnya sekarang….dari Kyuhyun yang kembali mencoba memperkosanya hidup-hidup, berlari di tengah hujan, dan dirinya yang collapse. Ya….Sungmin ingat dengan baik semua itu.

.

.

'CKLEK'

"Kau bangun?"

Tiba-tiba pintu terbuka, seorang namja tinggi masuk dengan hanya mengenakan celana training dan bertelanjang dada. Terlihat jelas namja itu…baru saja menyelesaikan mandinya.

Sungmin mendelik sengit, lalu beringsut-ingsut ke belakang hingga menghimpit kepala ranjang….begitu Kyuhyun beralih berjalan mendekatinya.

"M—mau apa kau?!" Seru Sungmin saat menyadari, sebelah tangan Kyuhyun menyentuh keningnya.

"Baguslah….demammu sudah meluruh." Ucap Kyuhyun santai…kemudian mengacak surai pirang Sungmin, hingga semakin kusut.

Sungmin memalingkan wajah ke samping, tak mengerti….bagaimana mungkin Ia bisa merasa segugup ini saat Kyuhyun menyentuhnya. Terlebih….aroma maskulin yang menguar dari tubuh tinggi itu, membuat debaran dalam dadanya makin menggila saja.

Tidak!

Ini tidak benar! Sungmin menggelengkan kepala cepat….dan menatap Kyuhyun lebih tajam, berusaha menepis pemikiran absurd itu.

Alasan dirinya berdebar…tentu saja karna was-was Kyuhyun kembali menerkamnya seperti kemarin. Yakin Sungmin dalam hati.

"J—jangan mendekat! Atau ku..p-pukul kau!" Sungmin semakin gugup begitu Kyuhyun makin mengikis jarak, hingga hidung keduanya nyaris bersentuhan.

"Kau—

Kyuhyun menggantungkan kalimat, seraya memiringkan kepalanya.

"Tak ingat apapun dengan yang semalam?" Lanjutnya lagi, sambil mengetuk-ngetuk kening Sungmin dengan telunjuknya.

Membuat…namja mungil itu, mendadak mengerutkan dahi tak mengerti. Apa maksud dengan 'yang semalam'?

Namun….tiba-tiba saja, paras baby face itu kembali memerah padam…begitu sekelebat ingatan Kyuhyun menciumnya kembali melintas dalam kepalanya.

"K—kau! Kemarin berniat meracuniku bukan!" Tuduh Sungmin, seraya menutup rapat-rapat bibirnya dengan kesepuluh jarinya.

"Hn? " Kyuhyun mengernyit heran.

"Y—ya! aku ingat!…Kau menciumku..l—lalu memaksaku meminum racun itu bukan?!" Seru Sungmin gugup, sambil menunjuk-nunjuk wajah stoic itu.

"Bodoh" Kyuhyun terkekeh pelan…tak habis pikir….semua yang terjadi semalam lenyap begitu saja dalam kepala Sungmin. Sentuhan, genggaman tangan dan dekapan hangat keduanya….sepertinya meluber entah kemana. Dan lagi…yang benar saja dengan 'Racun' ?

Oh baiklah! Mungkin pagi ini Ia kembali melihat sikap menyebalkan dan berisik dari namja mungil itu. Tapi tak mengapa….Kyuhyun lebih senang melihat Sungmin serusuh ini, dibandingkan melihatnya diam dan merintih kesakitan…seperti semalam.

.

.

Pluk

Tanpa peringatan, Kyuhyun melempar beberapa tablet obat hingga mengenai kepala Sungmin, membuat namja cantik itu mempoutkan bibir kesal saat mengambilnya.

Berulang kali kedua manik foxy itu mengerjap begitu membaca deretan huruf yang tertera. Dan..

Blush

Sungmin kembali menunduk dengan semburat merah di kedua pipinya, setelah tau apa isi tablet tersebut sebenarnya. Rasanya….Ia benar-benar tertelan bulat-bulat oleh prasangkanya sendiri.

'Obat? Ini semua obat?! Aiishh Jinjja! Aku memalukan' Jerit Sungmin dalam hati.

"Racun itu…sangat ampuh bukan?" kekeh Kyuhyun, seraya menyentuh dagu Sungmin hingga menatap padanya.

Namja cantik itu menepis cepat tangan Kyuhyun, dan menggerutu jengkel.

"T—tapi kau tak harus meminumkannya padaku d—dengan cara seperti itu!"

Kyuhyun menyeringai….lalu bergerak cepat menaikkan dagu Sungmin, hingga bibir keduanya nyaris bersentuhan.

"Lalu dengan cara apa? Kau menginginkan yang lebih dari itu?" Bisik Kyuhyun sembari mengulas seringai tajam.

Namja cantik itu meneguk ludah payah, tak tau harus bagaimana cara meremas jantungnya agar tak berdetak sekencang itu. Oh sial! Bagaimana dirinya menjadi seperti ini di depan Kyuhyun?

"Wajahmu memerah, apa kau kembali demam?" Ujar Kyuhyun seraya menyentuh pipi Sungmin dengan punggung tangannya.

"S—singkirkan tanganmu dari wajahku! Pabbo!" Sentak Sungmin cepat…sebelum debaran dalam dadanya semakin menjadi-jadi. Sesaat kemudian, Sungmin kembali berbaring di ranjang….lalu menarik selimut hingga puncak kepalanya. Tak peduli..property siapa yang Ia gunakan saat ini.

Kyuhyun hanya menyeringai tipis melihatnya, Ia tau….sikap tak biasa namja mungil itu terhadapnya. Kemungkinan besar…memang menyiratkan sesuatu.

Masih dengan, seringai absurd yang terkembang di bibir merahnya…. Kyuhyun menarik cepat selimut Sungmin. Tak ayal….namja cantik itupun semakin dibuat berang karenannya. Ia benar-benar tak ingin melihat Kyuhyun! Karna entah bagaimana caranya….jantungnya bisa berdegup gila, tiap kali bertatap muka dengan namja sialan itu.

"Yack! Apa yang kau—

Sungmin mendadak diam, begitu sebelah tangan Kyuhyun menutup kedua matanya, dan kembali membuatnya terpejam.

"Tentang kejadian semalam….maafkan aku" lirih Kyuhyun

Namja cantik itu, diam tertegun mendengarnya…..Ia merasa ini pertama kalinya Kyuhyun berbicara dengan nada rendah dan menenangkan seperti ini

"A—apa itu berarti kau akan melepaskanku?" Cicit Sungmin ragu-ragu.

Kyuhyun menyeringai, dan mengangkat tangannya dari mata Sungmin.

"Melepasmu?" Tanya Kyuhyun seraya menatap naïve namja mungil itu.

Sungmin mengangguk cepat sambil mengerjapkan mata penuh binar…..berharap besar Kyuhyun benar-benar melepasnya, dan membiarkannya hidup dengan tenang.

Sesaat Kyuhyun menggigit bibir bawahnya seraya menatap lekat raut menggemaskan namja cantik itu. Tapi setelahnya….Ia kembali mencondongkan tubuh kedepan dan mengecup bibir Sungmin dengan tiba-tiba.

'Chup'

"Impossible" Kekeh Kyuhyun seraya mengayunkan ponsel berisi foto vulgar Sungmin di layar gadget tersebut.

Sontak saja….Sungmin membelalak lebar, dengan tangan menutup cepat bibirnya. Dibandingkan dengan marah melihat Kyuhyun kembali memanfaatkan dirinya dengan foto itu, jantungnya lebih terasa ingin meledak karna Kyuhyun menciumnya. Apa ini?!

Tidakkah ini semakin parah?….dan Sungmin masih belum tau apa sebabnya.

"Tsk… wajahmu memerah lagi" celetuk Kyuhyun seraya, menusuk-nusuk pipi chubby Sungmin dengan telunjuknya. Semakin membuat wajah manis itu merah merona.

"Diam kau Cho! B—bisakah kau memakai bajumu?!" Gusar Sungmin, masih terus memalingkan wajah….berusaha menghindari bertatap langsung dengan Kyuhyun.

Alih-alih mendengar dan memenuhinya, Kyuhyun malah menyeringai dan makin tertantang untuk semakin menggoda Sungmin. Oh ayolah….melihat wajah merah benderang seperti itu, tentu….terlalu menggoda untuk didiamkan begitu saja bukan?

"Kau menyukaiku?" Tanya Kyuhyun datar.

Tak ayal… Sungmin kembali salah tingkah mendengarnya, bagaimana mungkin namja angkuh itu bertanya sefrontal itu? Tanpa beban bahkan tanpa ekspresi sedikitpun.

"MWOO?! ANNIYAA! K—kau gila!." Elak… Sungmin lantang.

"Oh ya?...lalu apa yang berdetak di dalam sini? Sangat kencang sekali hn" Kekeh Kyuhyun sambil mengetuk-ngetuk dada Sungmin

Sungmin makin tersudut dengan pertanyaan tersebut! Posisi seperti ini….tentu memungkinkan Kyuhyun mendengar suara apapun dari dalam tubuhnya.

Ah sial!….bagaimana mungkin jantungnya sama sekali tak berpihak padanya kali ini. Terus menerus berdetak kencang…hingga Kyuhyun benar-benar menyadarinya. Itu benar-benar….membanting harga dirinya. Karna Sungmin yakin….Ia tak akan mungkin berdebar hanya karna seorang namja sepertinya! Itu benar-benar salah.

"K—karena aku masih sakit! Dengar! Aku tak mungkin menyukai manusia sepertimu! K—kau sendiri yang pasti yang menyukaiku, bukan?! Hingga mengusikku seperti ini"

"Tck….berisik." Decak Kyuhyun, seraya meniup helaian pirang di kening Sungmin. Sesaat Ia terdiam, menyimpan raut kecewanya karna ucapan Sungmin beberapa saat lalu. Tapi setelahnya Ia menyeringai…dan menatap namja cantik itu lebih tajam.

"Aku…tak mungkin sebodoh itu menyukaimu…. Terlalu menggelikan" Lanjut Kyuhyun lagi, seraya melepas tautan tangan keduanya dan bangkit dari tubuh mungil itu.

DEG

Sungmin tertegun….sempat pikirannya kosong untuk beberapa saat. Entahlah….Sungminpun tak yakin dengan apa yang Ia rasakan saat ini. Tapi….hatinya benar-benar berdenyut sakit mendengar Kyuhyun berkata demikian.

Kyuhyun menyukainya atau tidak….Seharusnya itu tak mengusik batinnya bukan?. Jadi tak ada alasan….untuk merasa sesesak ini.

Ya…seharusnya memang begitu.

Tapi….rasanya segalanya seperti terpungkiri…..rasa sesak itu tetaplah nyata. Jika memang….Kyuhyun tak menyukainya, lalu untuk apa….namja itu bersikap sejauh ini terhadapnya. Menahan, mengusiknya bahkan menciumnya setiap saat. Itu benar-benar kejam!

Jadi….jika Kyuhyun tak menyukainya—

Namja itu hanya bermain-main dengannya?

"A—aku membencimu" Bisik Sungmin lirih, dan hanya terdengar olehnya sendiri.

.

.

Sementara itu, Kyuhyun tampak mengernyit heran….menyadari Sungmin mendadak diam seperti itu. Ia beralih menarik tangan Sungmin, memaksanya untuk segera beranjak dari ranjang.

Namun, namja mungil itu tetap duduk mematung dalam posisinya, sama sekali tak memberi reakasi apapun.

"Kau harus sarapan"
"Aku tidak sarapan!" Ketus Sungmin, seraya menghempas genggaman tangan Kyuhyun.

"Pergi dari sini! Jangan menggangguku!" Lanjut Sungmin lagi, kali ini dengan berbaring membelakangi Kyuhyun.

"Yack! Kau pikir….kau sedang di rumah siapa huh!"

Sungmin berdecak kesal. "Bukan salahku! Kau sendiri yang menculikku ke tempat sialan ini!" balasnya sengit.

Kyuhyun mengulas smirk….lalu melompat cepat ke atas ranjang. "Tak ada asupan makanan….itu akan membuatmu kembali sakit." Jelas Kyuhyun seraya mendorong jidat Sungmin dengan telunjuknya.

"Itu benar-benar….merepotkan." Lanjut Kyuhyun lagi, tepat ditelinga Sungmin. Meski sebenarnya...Ia cukup merutuk kalimat terakhir tersebut. Dan memang bukan kehendak hatinya berkata demikian.

Sungmin menunduk dan meremas-remas selimut dengan kesal. Sempat Ia berpikir…Kyuhyun memang menaruh perhatian padanya. Tapi apa yang baru saja di dengarnya? Merepotkan Dia bilang? Lalu untuk apa….Kyuhyun tetap membawanya kemari…bahkan hingga membiarkan dirinya tidur di ranjangnya.

"B-biarkan aku pulang" Lirih Sungmin kemudian.

"Mmh…aku belum mengatakannya padamu. Kau berada di bawah tanggung jawabku saat ini." Ujar Kyuhyun santai, sesaat kemudian….Ia menunjukkan sebuah pesan singkat dari Kangin di layar gadgetnya.

.

.

"O—osaka? Jepang? MWOOOO?!" Teriak Sungmin terkejut sekaligus tak terima. Apa yang sebenarnya dipikirkan orang tuanya saat ini. Bagaimana mungkin mereka….pergi sesuka hati tanpa meminta izin darinya terlebih dahulu. Dan lagi…mengapa harus mempercayakan semuanya pada Kyuhyun? Tak taukah mereka….Kyuhyun benar-benar pemuda buas dan mengerikan.

Belum usai dengan rasa jengkelnya…..Sungmin kembali memekik terkejut begitu tiba-tiba saja tangan Kyuhyun menyusup di lipatan kedua lengannya, …hendak mengangkatnya.

"Y—yack! Apa yang kau lakukan!? Lepaskan aku!" Geram Sungmin sembari menggeliat…ingin lepas.

"Membawamu makan di bawah"

"M—mwo?! Dengan pakaian seperti ini?!" Sungmin melirik gusar…pahanya yang terekspose..karna Kyuhyun nyaris mengangkat tubuhnya dari ranjang.

Ya Tuhan! Tubuhnya hanya bermodalkan kemeja putih besar….dengan sepotong celana dalam. Bagaimana bisa Ia makan dengan pakaian seperti itu?

"Hn…tak masalah" Singkat Kyuhyun, lalu kembali mengangkat tubuh mungil itu. Hingga bertopang pas di kedua lengan dan dadanya. Layaknya…..menggendong seorang balita mungil.

Sungmin makin membulatkan mata lebar karenanya…dan mau tak mau Ia harus merangkul leher Kyuhyun, jika tak ingin hilang keseimbangan.

"K—kau gila Kyu! Bagaimana jika orang tuamu melihatnya! T-turunkan aku!" Panik Sungmin masih terus meronta, namun itu hanya membuatnya mengernyit sakit. Semakin Ia mencoba ingin turun…semakin kuat lengan Kyuhyun merengkuh pahanya.

"Hanya ada kau dan aku…tenanglah." Ucap Kyuhyun datar seraya melangkahkan kaki hendak keluar dari kamarnya.

Sungmin makin kalap….tentu Ia tak bisa membiarkannya Kyuhyun membawanya dengan penampilan seperti ini. Ah! Beruntung…selimut tebal itu masih tersangkut di kakinya.

Cepat-cepat….sebelah tangannya menarik asal selimut tersebut. dan berusaha keras menutupi pahanya dengan benda itu. Sementara tangan yang lain tetap merangkul leher Kyuhyun.

"Tck! Lepaskan selimut itu!" Decak Kyuhyun kesal. Oh sungguh! Kain tebal yang menjuntai di lantai itu benar-benar mengganggu langkahnya.

Sungmin menggeleng kasar mendengarnya, dan tetap mencengkeram kain itu….agar menutup rapat pahanya. Tak peduli….perbuatannya membuat kain itu terseret-seret….dan menyebabkan Kyuhyun melangkah tersendat-sendat saat menuruni anak tangga.

"Aiissh! Cepat buang selimut bodoh itu!"Gusar Kyuhyun

"Shirreo!"

"Tck!"

.

.

.

.

.

"Ah! Sungmin sudah bangun?"

Tiba-tiba saja namja mungil itu terlonjak terkejut…begitu mendengar suara seseorang di belakangnya, cepat-cepat Ia mengeratkan selimutnya…dan melirik Kyuhyun tajam. Seolah tengah menyuarakan 'kau berbohong' pada namja tampan itu.

Dengan kikuk…Sungmin menoleh sumber suara tersebut. tapi sedetik kemudian….Ia tersenyum lebar..begitu melihat siapa pria yang tengah berjalan mendekatinya itu.

"C—Chullie Uissangnim!."

Heechul hanya tersenyum lembut mendengarnya…Ia beralih menyentuh dahi dan leher Sungmin bersamaan. Membuat Sungmin mengerjap berkali-kali.

"Syukurlah..demammu telah meluruh Sungminnie." Heechul menghela nafas lega

"Ini…. makan supnya selagi hangat , khusus kubuatkan untukmu Chaggi" Lanjutnya lagi….seraya mengambil semangkuk penuh sup buatannya untuk Sungmin.

"Uhm…Gomawoo."

Kyuhyun berdecak melihatnya, Ia beralih menyilangkan lengan dan mengangkat kedua kakinya di meja. Terlalu muak…dengan kehadiran Pria cantik itu di ruangan ini.

"Kyunnie….Appamu ada meeting hari ini, jadi Dia berangkat terlalu pagi dan—

"Bukan urusanku!" Sergah Kyuhyun sambil melirik Sungmin, dibandingkan bertatap langsung dengan sosok yang dianggapnya pelacur itu, Ia lebih puas memandang namja cantik di sebrangnya.

Heechul tersenyum getir melihatnya dan hanya menarik nafas dalam-dalam berusaha menegarkan hatinya.

"A—aku memasak makanan kesukaanmu. Cha…cepatlah makan yang banyak arrachi?"

"…."

Jangankan menjawab, mendengarnya saja tidak….Kyuhyun hanya terpaku pada objek di sebrangnya. Terus memandangnya lekat…dengan smirk terkembang di sudut bibirnya.

"B—berhenti memandangku seperti itu!" Bentak Sungmin sembari menundukkan wajah, Ia tau dan memang menyadari…..Kyuhyun tengah memandanginya dengan tatapan bodoh itu. Membuat semburat merah…terulas cepat di kedua pipi halusnya.

Awalnya…Heechul hanya mengerjapkan mata tak mengerti, melihat interaksi tak biasa dari dua anak di hadapannya. Hingga tiba-tiba saja Ia menutup bibir menahan senyum kala menyadari…sesuatu memang tersirat dari keduanya.

Kyuhyun memang menatap tajam….tapi Heechul benar-benar membaca perhatian dan kelembutan penuh dalam manik obsidiannya. Dan hanya terlihat…saat anak itu menatap Sungmin. Terlebih, Sungminpun terlihat merona tersipu meski….berulang kali Ia menggerutu jengkel. Oh ayolah! Bagi namja dewasa seperti dirinya tentu paham benar dengan situasi semacam ini…..dua anak itu, sepertinya memang saling menyimpan perasaan.

Terlebih….Ia seorang Ibu….

Dalam tubuh anak itu, mengalir darahnya…..meskipun samar, tapi…Ia bisa merasakan apa yang tengah dirasakan Kyuhyun saat ini.

Nurani Ibu….tak akan pernah salah.

DRRTT…..DRRTT

Namun tiba-tiba saja, getaran keras menginterupsi lamunanannya….dan itu berasal dari ponsel Kyuhyun.

.

.

"Yeobbsseyo….Ahjjushi." Jawab Kyuhyun seraya melirik Sungmin.

Sementara namja cantik itu, hanya mengernyit dan berusaha menajamkan pendengarannya. Menerka-nerka….itu Ayahnya yang menelfon.

"Kyu….bagaimana keadaan Sungmin apa anak itu makan dengan benar?"

"Ah….Ye, Seperti yang anda harapkan Ahjussi" Jawab Kyuhyun setenang mungkin.

Sungmin membulatkan mata lebar….Ia benar-benar yakin itu memang Ayahnya,dengan gusar Sungmin bangkit lalu melangkah kesal menghampiri Kyuhyun. Tentunya masih menyeret selimut tebalnya.

"Tentu saja Ahjussi….Sungmin—

SRET

"APPPPAA!" Jerit Sungmin tiba-tiba begitu merampas ponsel hitam itu dari Kyuhyun.

"A—ah, S—sungmin annyeong" Gugup Kangin dari dalam line telfonnya.

Sungmin makin mengepalkan tangan kesal, terlihat jelas satu urat emosi kembali muncul di keningnya.

Apa-apaan Ayahnya. Ia benar-benar tak butuh sapaan konyol seperti itu!

"Mengapa kalian pergi tanpa seizinku! Appa dan Eomma tak menyayangiku lagi?!"

Kyuhyun memutar bola mata jengah, melihat sikap manja Sungmin di manapun anak itu berhubungan dengan kedua orang tuanya. Dan Heechul hanya tersenyum….menahan takjub, menyadari Sungmin benar-benar anak yang menggemaskan.

"A—anniyaa, Appa dan Eomma sangat menyayangimu. Itu, kemarin karena sangat mendadak….jadi Appa mohon mengertilah. Ahh….apa kau merindukan Appa nak?...Appa membawakanmu banyak—

"Sama sekali tidak! Aku benci Appa…! Pulang! Ppalii!" Gertak Sungmin sembari menghentak-hentak kaki kesal….hingga tak sadar, apa yang dilakukannya membuat selimut yang melilit di pinggannya lepas…dan mengekspose paha mulusnya.

"Waeyo Kanginnie? Apa terjadi sesuatu?" Terdengar suara lain dalam line telfon tersebut….dan itu sudah pasti Leetteuk…Ibunya.

"E—eotohhkae….Minnie, marah padaku… anak itu membenci Appanya….Ah! Eottohkkae…Eottohkkae?" Samar-samar terdengar Kangin meracau itu membuat Sungmin menyeringai puas karenannya.

"Chaggiyaa….mengapa kau bicara seperti itu pada Appa eum?" Leeteuk mulai mengambil alih telfon Kangin.

"Eomma! Pulang! Palli!." Gertak sungmin lagi, kali ini dengan menendang-nendang selimut di bawahnya hingga terpental ke dinding.

"Ah..tentu saja Sayang, kami sudah tiba di bandara….untuk itu Appa menelfon karna merindukanmu." Jelas Leetteuk lembut,berusaha meredam emosi Putra kecilnya.

"Bukan merindukanku! Tapi Kyuhyun! Appa menelfon KYUHYUN!" Sahut Sungmin jengkel…sembari menunjuk-nunjuk namja tampan di sisinya. Dan Kyuhyun hanya terkekeh geli melihat tabiat unik itu lagi.

"E—ehh… Ini nomor Kyuhyun…yeobbo?" Suara Leeteuk sedikit tersamarkan, dipastikan Yeojja itu tengah menoleh pada suaminya.

"Mau bagaimana lagi…ponsel Sungmin mati. Aku hanya bisa menghubungi Kyuhyun" Sahut Kangin sayup-sayup.

"Aigooyaa…..maafkan Eomma dan Appa…Chaggiya. Ini yang terakhir kalinya…Yaksokhhae." Leeteuk kembali berbicara, begitu jelas kesungguhan dari setiap tutur katanya. Dan itu sedikit membuat Sungmin luruh mendengarnya.

"Eomma jemput Minnie….Arrasseo" Lirih Sungmin, sembari memainkan ujung kemeja besarnya.

"Ah Johta! Setelah ini….kami akan menuju rumah Kyuhyun. Bersiaplah menyambut Appa dan Eomma arrachi?." Riang Leetteuk sebelum akhirnya menutup line telfon tersebut.

Sungmin hanya mempoutkan bibir sambil meremas ponsel itu. Benarkah kedua orang tuanya mengetahui rumah Kyuhyun? Sungmin yakin benar…baru beberapa hari ini Kangin dan Leeteuk mengenal Kyuhyun. Tapi Sedekat itukah mereka?

'Menyebalkan!' Kesal Sungmin dalam hati.

.

.

"Kembalikan ponselku." Ujar Kyuhyun seraya mengangkat sebelah tangannya ke arah Sungmin.

Namja mungil itu kembali mendelik…lalu menatap Kyuhyun dan ponsel hitam itu bergantian. Tapi tiba-tiba saja Ia menyeringai sinis.

Bukankah ini sangat baik?Ponsel Kyuhyun berada di tangannya saat ini. Tentu saja…Ia memiliki peluang besar menghapus foto itu untuk selama-lamanya bukan?

Tak akan ada lagi ancaman bahkan pelecehan dari namja sialan itu, Tak lama lagi dirinya akan bebas…Ya benar seperti itu! Sorai Sungmin dalam hati.

Ia menyeringai dan sesekali terkikik layaknya seorang psychopat saat mencari-cari foto dirinya dalam ponsel itu.

"Kau akan menyesalinya." Terdengar desisan Kyuhyun di belakangnya. Tapi siapa peduli! Sungmin begitu fokus dengan benda hitam di tangannya…isi di kepalanya saat ini adalah…menemukan foto itu, hapus…lalu semua berakhir.

Namun sepertinya semua tak sesuai rencana, tubuhnya tiba-tiba saja…limbung begitu sebuah tangan merengkuh pinggangnya mendekat. Dan…

'Chup'

Kyuhyun mencium bibirnya telak…melumatnya lembut, hingga rasa-rasanya isi kepalanya nyaris membeku dibuatnya.

"Pabbo~." Bisik Kyuhyun tepat di bibir Sungmin, begitu melepas pagutan keduanya.

Sejenak….Sungmin mengerjap dengan tatapan kosong. Sungguh….Ia benar-benar melayang saat Kyuhyun melumat lembut bibirnya. Itu benar-benar sangat berbeda.

Hingga tiba-tiba saja…Kedua matanya membulat lebar, begitu sadar Kyuhyun sedari tadi mengayun-ayunkan ponsel hitam itu di sisi wajahnya. Sial! Ia belum sempat menghapus foto itu.

Ah! Bagaimana bisa namja itu mengelabuinya seperti ini?

"Jangan pikir….kau bisa lepas dariku…Lee Sungmin." Ucap Kyuhyun, sembari melenggang santai menapaki satu persatu anak tangga…menuju kamar pribadinya.

"YOU…BASTAAARDDD!" Jerit Sungmin sambil menunjuk-nunjuk Kyuhyun. Tak hanya itu kedua kakinyapun tampak menghentak-hentak lantai….menandakan Ia benar-benar di batas limit dengan rasa jengkelnya.

Sementara itu…seorang pria cantik yang sedari tadi diam mengamati keduanya, tampak tertawa lepas…setelah sebelumnya sempat shock, kala melihat Kyuhyun mencium Sungmin tepat di hadapannya sendiri.

"Siapa yang mengajarimu seliar itu Kyunnie?" Kekeh Heechul lirih, dan hanya terdengar olehnya sendiri.

Ia beralih mendekati Sungmin, merengkuh lembut bahu sempitnya….lalu membimbingnya untuk kembali menduduki kursi makannya.

"Gwaenchana…..anak itu hanya — terlalu menyukaimu."

DEG

Sungmin kembali mengerjap…bisikan Heechul benar-benar terdengar seperti nyanyian indah untuknya.

"M—menyukaiku"

Heechul terkekeh pelan melihatnya, dengan gemas Ia mengelus surai pirang Sungmin. Lalu beralih menyambar tas dan jas medisnya.

"Cha….habiskan sarapannya. Aku harus berangkat ke rumah sakit Sungminnie. Baik-baiklah bersama Kyuhyun di rumah. Arrachi." Heechul kembali mengelus kepala Sungmin, lalu setelahnya pergi meninggalkan namja mungil yang masih berkutat dengan sengatan jantungnya, karna ucapan Heechul beberapa saat lalu.

"Ne…Chullie Uissangnim" Gumam Sungmin , masih dengan menatap kosong ke depan.

.

.

.

.


Beberapa Hari Kemudian

"Dimana Wookie?" Tanya Sungmin, sembari melempar bola basket di tangannya ke arah Henry. Sesekali Ia mengedarkan pandangan ke sekitar berharap menemukan Ryeowook di suatu tempat. Tapi yang terlihat…hanya hiruk pikuk siswa lain di setiap penujurunya.

"Molla….dia pergi begitu saja tanpa berucap apapun, setelah pelajaran Junsu Seonsaengnim berakhir." Jawab Henry, sambil mendirble bolanya….lalu melemparkannya ke ring. "Gotcha" Serunya, begitu lemparannya masuk.

Sungmin menghela nafas pelan "Aku akan mencarinya" Ucapnya sembari melangkah pelan…keluar lapangan basket itu.

Henry menoleh cepat, hendak menahan Sungmin…namun tiba-tiba saja seseorang menarik lengannya.

"Aku memilki video game terbaru, Robo Invation, Call of Dutty dan masih banyak lagi …apa kau ingin melihatnya?" Ujar namja pemilik gummy smile itu.

Henry tersenyum lebar….tentu saja Henry antusias bukan main mendengarnya. "Whoooa jinjja?"

"Uhm….kajja"

.

.

Sungmin berjalan perlahan menyusuri koridor sekolah elite tersebut, berulang kali ia menggembungkan kedua pipinya dengan mata tak pernah berhenti menelisik ke sekitar beharap cepat menemukan Ryeowook.

Namun….jauh dalam hatinya saat ini, sesungguhnya Ia tengah menerka-nerka sesuatu.

Hari ini tak seperti biasanya, Selama pelajaran Junsu Seonsaengnim berlangsung …Kyuhyun lebih menghabiskan waktunya untuk tidur. Namja itu hanya sedikit berulah…dan itu tak terlalu mengganggunya. Apa yang sedang terjadi dengan Kyuhyun? Mungkinkah namja itu kelelahan….atau—

Ah! Tunggu! Mengapa dirinya berpikiran seperti ini?

Tidakkah itu seperti... Ia mengharapkan Kyuhyun mengusiknya setiap harinya?

"Maldo Andwae!" gerutu Sungmin, seraya menghentak kaki gusar.

Tapi Sungmin tak menyadari….ikatan tali sepatunya terlepas…hingga salah satunya terinjak, membuatnya hilang keseimbangan. Dan…

GREB

Nyaris saja…ia tersungkur, menghantam tiang jika saja seseorang tak merengkuh perutnya dari belakang.

"Perhatikan langkahmu."

Sungmin membulatkan mata begitu mendengar suara bass itu. Lagi….sesuatu kembali berdetak salah di dalam dadanya.

"M-menjauh dariku!" Dengan gugup Sungmin mendorong Kyuhyun . Lalu berpegang pada tiang sambil memukul-mukul dadanya sendiri.

Kyuhyun hanya memandangnya aneh, dan beralih berjongkok….tepat di hadapan kedua kaki Sungmin

"Mau apa kau!."

"Diamlah." Singkat Kyuhyun datar, sembari menyimpul tali sepatu Sungmin….hingga rapih dan utuh seperti semula.

'Blush'

Sungmin memalingkan wajah seraya mengepalkan tangan kuat-kuat. Sial! Kyuhyun kembali membuat wajahnya memanas jika seperti ini.

Sementara Zhoumi di sisinya, mengerjapkan mata dengan bibir menganga…tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Benarkah itu Kyuhyun?

Bagaimana mungkin anak itu bersikap gentle seperti itu? Ataukah…..Kyuhyun memang sedang jatuh cinta dengan Sungmin?

"J—jangan kau pikir aku akan berterima kasih!"

Ketus Sungmin, lalu setelahnya….memutar tubuh hendak meninggalkan dua namja tinggi itu. Namun dengan cepat Kyuhyun menahan tangannya….dan menyeretnya ke sebuah ruangan tepat di sebrang mereka.

.

.

"K—kau! Apa yang ingin kau lakukan di sini!?" Sungmin semakin berseru keras, begitu Kyuhyun semakin menariknya masuk ke dalam ruang medis itu, lalu menyudutkannya di dinding.

"Melakukan sesuatu…yang sering kau sebut dengan 'macam-macam' " Jawab Kyuhyun santai…seraya meletakkan kedua tangannya tepat di sisi kepala Sungmin.

"Michi—mpfthh~" Manik foxy itu membelalak lebih lebar, begitu Kyuhyun menciumnya dengan tiba-tiba. Sungmin ingin melawan….namun serasa lemah kala lumatan itu semakin intens memagut bibirnya, dan Ia hanya pasrah memejamkan mata…..saat namja tampan itu menautkan tangan keduanya di sisi kepalanya.

'Anak itu…hanya terlalu menyukaimu' Ucapan Heechul kembali terngiang, menggetarkan dan membuatnya makin melemas dalam waktu bersamaan.

Sial! Ini terjadi Lagi…Kyuhyun kembali membekukan isi kepalanya, dengan cara seperti ini. Tak ada kesan menuntut…..lumatan bibir itu sepenuhnya lembut dan terasa manis.

"Mmhh~." Lenguh Sungmin setelah Kyuhyun mengakhiri ciumannya.

"Kau tak banyak melawan hn?" Bisik Kyuhyun….tepat di bibir Sungmin. Lalu setelahnya Ia mengulas smirk….melihat namja mungil itu begitu panik ingin menutupi wajahnya.

"J-jangan melihatku!" Gusar Sungmin masih terus berusaha memalingkan wajahnya, Tapi ia bisa apa untuk menyembunyikan semburat merah itu…jika Kyuhyun tetap menggenggam erat kedua tangannya.

Kyuhyun semakin terjerat, melihat rona merah itu. Oh sungguh! Wajah Sungmin benar-benar terlihat manis karenanya. Dan itu menggodanya untuk kembali mendekat….kemudian mengecup lama bibir atas Sungimin.

'Chuup'

Bukan lumatan….hanya sekedar kecupan lembut, mencoba mencecap sisa manis yang tersisa dari ciuman sebelumnya.

.

.

"Tunggu aku sepulang sekolah." Kyuhyun setengah berbisik, seraya melepas genggaman tangannya, sejenak…Ia menatap lekat Sungmin. Lalu melangkah keluar dengan senyum menawan di bibir merahnya.

SREET

BRUGHH

Sungmin jatuh merosot ke lantai, selepas kepergian Kyuhyun meninggalkan ruang medis itu. Berulang kali Ia meremas dadanya….berusaha menghentikan debaran absurd yang makin menggila saja…sejak Kyuhyun menyentuhnya.

Ah!...bahkan Sungmin tak percaya…..Ia menikmati ciuman Kyuhyun beberapa saat lalu.

"K—kau menyihirku?" Gumam Sungmin, dengan tatapan kosongnya.

.

..

.

.

Kyuhyun mengernyit heran, melihat Zhoumi berjongkok sembari memainkan batuan krikil di sekitarnya. Sudah dipastikan….namja itu memang tengah menunggunya, di depan ruang medis ini.

"Tunggu apa lagi?" Sentak Kyuhyun tiba-tiba. Membuat namja tinggi itu terlonjak berdiri.

"O—okay." Jawabnya Zhoumi kikuk, seraya kembali berjalan mengikuti namja yang lebih muda di depannya.

.

.

.

Beberapa saat Kemudian

"Aissh kemana aku harus mencarinya…ini—

"Apa maksudmu? Berhenti bicara tak penting"

Sungmin mendadak membungkam bibirnya, begitu mendengar suara Kyuhyun dari dalam ruangan di sisinya. Cepat-cepat…Sungmin bersembunyi di balik pintu, barangkali….Ia bisa mendengar pembicaraan menarik dari namja mengerikan itu.

"Aku tau…..sepertinya kau benar-benar menyukai anak itu" Zhoumi beralih menopang dagu, dan menatap Kyuhyun lebih lekat.

Kyuhyun memalingkan wajah ke kanan, sempat merasa gugup dengan pertanyaan tersebut. Benarkah 'menyukai'?.

Tidak! Namja penuh kuasa seperti dirinya tak akan mungkin jatuh semudah itu...hanya karna Lee Sungmin. Terlalu konyol...untuk diterka olehnya. Ya...Sampai detik ini Kyuhyun masih meyakini...Ia hanya bersenang-senang dengan kelinci manisnya.

"Ya! bukankah sejak di awal…kau mengatakan Dia hanya mangsamu? Bagaimana mungkin kau menyukainya?"

Kyuhyun menyeringai. "Tsk! Menyukainya? Sungmin hanyalah salah satu yang bisa kumainkan kapanpun aku mau."

DEG

Sungmin semakin erat, membekap bibirnya….hingga tanpa sadar satu bulir bening merembas dari pelupuknya.

Seharusnya Ia tak perlu merasa sesak dan sesakit ini….tapi entahlah, semua kalimat yang baru saja di dengarnya benar-benar menikam telak ulu hatinya.

Seharusnya pula Ia tak perlu bertahan berdiri di tempat ini, dan mendengar semua pembicaraan terkutuk itu. Jika akhirnya….hanya membuatnya tau….sikap lembut dan perhatian Kyuhyun hanyalah akal muslihatnya untuk melumpuhkannya.

'Apa yang salah denganku? Mengapa aku tak bisa menghentikannya?!' Racau Sungmin dalam hati, seraya mengusap kasar linangan air matanya. Tapi bulir bening itu tetaplah merembas, sadar….Kyuhyun tak mungkin benar-benar menyukainya.

Ini terlampau salah…..hatinya tak mungkin sesakit ini karna Kyuhyun. Bukankah…semestinya Ia tau…namja seperti Kyuhyun, sejak di awal memang telah mempermainkannya.

"Ahaha….sudah kuduga, kau hanya bersenang-senang dengannya Cho" Zhoumi mulai tergelak tawa.

Cukup….Sungmin tak kuat lagi, mendegar semua pembicaraan dua namja itu. Ia bergerak kacau hingga menumbangkan sebuah balok kayu besar di sisinya….lalu berlari secepat mungkin.

BRAAAAKK

TAP…TAP…TAP

"Oi! Bukankah itu kelinci buas?" Zhoumi tersentak dari duduknya, saat mendengar sesuatu terjatuh dari balik pintu ruangan itu dan makin terkejut melihat siluet Sungmin berlari dari baliknya.

'M—min…kau mendengarnya?' Ucap Kyuhyun dalam hati.

Cepat-cepat namja tampan itu bangkit….dan berlari mengejar bayangan Sungmin. Berulang kali….Kyuhyun merutuk pada dirinya sendiri. Tak seharusnya ia mengatakan semua itu…dan membuat Sungmin salah paham terhadapnya. Sungguh! Itu benar-benar bukan dari hatinya….ego terlalu mempermainkan posisinya di sini.

.

.

.

"Tunggu Min! Dengarkan aku" Kyuhyun meraih cepat pundak Sungmin,begitu berhasil mengejar langkah namja mungil itu.

Tapi seketika itu pula…Ia membelalak lebar, begitu melihat linangan air mata di kedua pipi chubby itu.

"Lepaskan aku!"

"Kau menangis?" Kyuhyun menaikkan dagu Sungmin, hingga Ia benar-benar bisa menatap paras itu dengan lekat.

"Brengsek! Lepaskan aku!" Sentak Sungmin, masih terus berusaha melepas rengkuhan Kyuhyun. Namun namja tampan itu…tak sekalipun bergeming….tetap menggenggamnya bahkan semakin memeluknya erat.

Hingga tiba-tiba saja Sungmin kalap dan…

'PPLAAAK'

.

.

.

TeBeCe

.

.

.


Next Chap


"Aku menyukaimu Sungmin~ah"

Yesung semakin merunduk….sedikit meremas kedua bahu Sungmin begitu Ia semakin mengikis jarak dengan bibir Sungmin.

Sementara….namja mungil itu hanya mengepalkan tangan dan memejamkan mata erat-erat. Tak yakin….Ia bisa melakukan semua ini dengan Yesung.

"BRENGSEK! BUAGGHH!

"Ugh"

"Apa yang kau lakukan pada Yesung Hyung!" Pekik Sungmin, sembari membantu Yesung berdiri.

"Berapa kali ku katakan….menjauh darinya!"

"WAE?! Bukankah kau hanya menjadikanku mainanmu! Jadi untuk apa memintaku menjauhi Yesung Hyung!"

.

.

Kyuhyun mengepalkan tangan kuat….dengan tatapan tak tentu arah.

'Karna Kau milikku Min'

,


"Kyu-

PLAKK

"Jangan pernah menyentuh kekasihku!...kajja Kyunnie."

Sungmin menunduk...sembari memegang sebelah pipi kanannya, tak percaya Ryeowook begitu sampai hati...menyentak dirinya seperti ini. Tamparan itu memang menyisakan perih yang nyata. Namun...itu sama sekali tak sebanding dengan denyut nyeri di dadanya.

Haruskah Ia menangis detik ini juga...?

Atau...

Haruskah Ia mengejar Kyuhyun...dan merebutnya dari namja manis itu?

Tapi...semua seolah hanya tertelan dalam benaknya. Kyuhyun hanya diam ...bahkan ketika namja manis itu menamparnya. Kyuhyun hanya berlalu mengacuhkannya.

"Kyuhyun" Lirih Sungmin parau...tatapannya begitu pias kala memandang siluet Kyuhyun dan Ryeowook, perlahan menghilang dari balik koridor.

.

.

.

.


Annyeong sy kembali…..kmrn hiatus bentar mianhae.

Tentunya sebagian sdh tau knp author hiatus…..jjeongmal mianhae sudah sangat mengecewakan.

Terimakasih chingu readers sudah mendukung….dan membuat author semangat untuk kembali menulis di sini ^^

Yapp…Ini sbnrnya untuk 2 chap…khusus untuk chingu semua. Semoga puas membacanyaa

*Yang mau UKK….semangaaaaat ^^

Ah iya..kmrn bingung ya…dgn gmn Ming dpt ponselnya lagi. Ternyata kemarin part….Ming rebut ponsel dri Kyu dan buat Dia jatuh dari tangga…ke Cut, chinguu….mianhae. ^^

Dan untuk:

Cho Na Na, KyuMin ELF, kyumin joyer ChoLee , cho sungkyu137 , Ria, Mayu Cholee, cintakyumin137 , GaemGyu137 , ChanMoody, dessykyumin, bunnyblack FLK 136, ChoLee KyuMinie, baekta, wulandari apple , may moon 581 , Mong Ji, Anita ariestamaru, bebek, reva kyuminelf, TeukHaeKyu, kim hyun nie , Voice 13Star , Zefanya Amelia, OhSooYeol , Love Kyumin 137 , devilojoshi, iciici137 , Gyumina , ratu kyuhae , audrey musaena , melsparkyu , Shywona489 , grace grace 9026, fenigista99Atiqah, evilminnie14, goodnarulita , Yuuhee , cho hyo woon , Ncie gyuminglove, Santiyani febby , pumpkinsparkyumin , kimteechul , Cho Kyuna, MalaJaeWook, Princess JOYELF137, shippo chan 7, Row-chun, hwangpark106 , myangelicKYUMIN , KYUMINTS , endah kyumin137 , indah elfii , teukiangle , WineShipper, ButtCouple137 , Hana Kyumin, minnieGalz, shippocha.7, LauraRose14 , baekhyunniewife, diynazha gint , kyuminsaranghae , reiasia95 , Cho MeiHwa, nonapanda, chominhyun , Mybluepearl , RithaGaemGyu137 , coffeewie137 , Bunbunchan, Cho Adah Joyers , kyumin pu , sha nakanishi , thiafumings, Zen Liu , Park Heeni , 5351, LittleMing137 , henlicopter, cloudswan , myFridayyy , mayasiwonest everlastingfriends , wullancholee , bing , nova137 , unicorn ajol , Kang Dong Jae, Eggyuming, Rei Akisima, ShinJiWoo920202, Kim Yong Neul , Kyumin2131, zefanyadw, TifyTiffanyLee, rii, sary nayolla , fonami-kyuminelf, minniekyu , myst-girl , wyfckh, sitara1083 , riesty137, LiveLoveKyumin, reaRelf, emi mardi , hazelsung , kiran heacyankEsa , minnie kyumin , zagiya joyers , tiara pumpkins137 , Imtwins, kyuminshipper , Vikyuu , chu , nanayukeroo, rizkyamel63, haniyamari, Sparkyuminmin, park ji hyun, cloudsKMS , Phia89, Yefah , gyumin4ever , abilhikmah, Hizmikeyla, sissy , Adekyumin joyer , stawberry rae, imKM1004, liu13769, Prisna Sparkyu , yunjaeee, lhiyasungminnie ,dirakyu , Okalee, hidarae yazk , fariny , vila13kyuvil , letstalkyu, KyuMin ELF, BabyMing , kyokms26 , Cho Hyun Ah Sparkin 137, keykyu, shflynie , Sitapumpkinelf, Ashiya yukia, Ceicoung, LEETEUKSEMOX , sjkms137 , nana137 , chepta cheozil , wereyeolves , minako yoshida , Airi tokeida, KyuPuchan 15, Aey raa kms , ayyu annisa 1, dJOYers , bla , Yen Lee , Agung Dinar Dan para Guest

Gomaawooo sudah mereview di chap 5 kmrn

Mohon reviewnya di cahp 6 ini...Author masih membutuhkan semangat dari Chinguu

Kamshaaeeeee

Saraaaanghaaaaeee