The Secret of Boy

By Fan_dio

Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama dan Kmovie

Genre : Drama and Romance

Warning : This is Yaoi (BL) , Author newbie, maaf kalau Typo berserakan

= Selamat Membaca =

o…o…o…o…o…o…o…o…o…

"soo baby.. soo baby…"

Jongin masih terus berseru dibalik handphonenya, dia sangat panik menerima telfon mendadak dari kyungsoo itu. Sedangkan dilain pihak kyungsoo terus mengucurkan keringat dinginnya. Tangannya bergetar memegang handphonenya, dia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun sekarang. Dan sebelum kyungsoo sempat 'terjamah', teman orang itu yang sedari tadi diam langsung segera beranjak dan menghentikan gerakan tangan temannya yang terlihat agresif dan lapar akan kyungsoo,

"tunggu, tunggu dulu minhoo, itu bukannya handphone milik kai, kenapa bisa ada sama pemuda itu?" seru orang tersebut sambil menunjuk handphone yang dipegang kyungsoo.

"iya ya, aku juga ingat dengan model handphone kai, jangan-jangan bocah ini.."

"sebaiknya kita pergi, jangan ganggu dia"

"taemin, kamu bicara apa? Siapa tau saja kita salah lihat"

"tidak mungkin, handphone itu unlimited dan jarang, lihat saja gantungannya yang berlambang teleportasi, lambang favoritnya yang sering kai bilang. setahuku kai membelinya di jepang. Lebih baik kita pulang saja"

"apa mungkin bocah ini simpanan kai? Ah, tidak mungkin, kai masih normal"

"jangan cari masalah dengan kai, setahuku appanya dia sangat berbahaya, aku sudah banyak tahu sepak terjangnya"

"baiklah kalau begitu, ayo kita pulang"

Kedua orang itu, yang ternyata bernama minho dan taemin bergegas meninggalkan kyungsoo sendirian, mereka ternyata sangat takut bila benar kyungsoo itu ada sangkut pautnya dengan kai, mereka tidak ingin kai menjadi marah bila mereka mengganggu kepunyaan kai, itu pikir mereka.

Sepeninggal kedua orang itu, kyungsoo sedikit lega, Dia ingin berdiri dan kabur dari tempat itu namun entah mengapa tenaganya hilang seketika. Kyungsoo memandang layar handphone ditangannya dan memandang nomor baru jongin yang masih terus melakukan panggilan,

"jo..jongin.."

"soo baby… syukurlah kamu bicara lagi, katakan tempatmu, aku akan segera kesana"

"aku..aku saat ini sedang berada di suatu gang, tapi aku tidak tahu gang apa, disini sangat sunyi dan sepi"

"katakan salah satu bangunan yang terlihat, gereja, masjid atau apalah"

"yang aku lihat hanya lorong sempit, dan tidak jauh dari sini ada sebuah kedai, sepertinya kedai kopi, dengan papan nama yang lampunya berwarna merah disisinya"

"baiklah, sepertinya aku tahu tempat itu, tetap disana dan sekitar 20 menit lagi aku akan sampai disana, ingat jangan kemana-mana"

Tutup jongin dan segera mengambil sweater tebalnya dan berlari cepat menuju mobilnya, jongin sangat tergesa-gesa, namun ketika saat hampir mencapai letak mobilnya, ayahnya alias tuan kim mencegat jongin untuk pergi,

"jongin, mau kemana?"

"maaf appa, aku ada urusan sebentar, ini penting"

"jongin, sebentar lagi keluarga jung akan sampai dan acara perjamuan makan malam kita akan segera dimulai, jangan kemana-mana"

"appa, bukannya acara itu akan dilaksanakan malam besok?"

"ada perubahan jadwal jongin, karena Mr dan Mrs jung akan berangkat ke USA besok malam, jadi acara ini dipercepat"

"tapi maaf appa, urusanku tidak bisa di tunda, permisi appa"

Setelah mengatakan itu, jongin bergegas memasuki mobilnya dan mengabaikan teriakan marah ayahnya. Penjaga pagar hampir saja tertabrak karena laju mobil jongin bergitu sangat cepat. Tuan kim menggeleng-gelengkan kepalanya dan masih mengeluarkan kata-kata kemarahannya.

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…

20 menit kemudian jongin telah sampai ketempat kyungsoo. Dia memarkirkan mobilnya di mulut gang itu dan cepat-cepat menghampiri kyungsoo yang masih duduk bersama dengan kopernya.

"soo baby, kamu tidak apa-apa?" Tanya jongin khawatir

"tidak jongin, aku hanya merasa lemas"

"kamu demam sekaligus berkeringat, ayo kita kerumah sakit sekarang"

"tidak usah, aku hanya ingin beristirahat saja, tidak usah berlebihan begitu, ini sudah biasa"

"tidak soo baby, ini tidak biasa, kalau begitu kita ke apartemenku saja, dan aku tidak menerima penolakan lagi"

Jongin langsung mengangkat dan menggendong kyungsoo menuju mobil jongin. Jongin bolak-balik karena masih ada koper kyungsoo yang harus dimasukkan juga kemobil. Tidak lama kemudian, mobil jongin melaju dengan kencang menuju apartemen jongin. Jongin memarkir cepat mobilnya di bagasi apartemennya dan kembali menggendong kyungsoo menuju lantai 8 kamarnya.

Tanpa sepengetahuan jongin dan kyungsoo, anak buah kepercayaan tuan kim, yaitu kris dan lay sedari tadi memperhatikan aktifitas yang dilakukan jongin. Mereka memandang dengan pandangan selidik dan ingin tahu. Tuan kim memang menyuruh mereka untuk mengikuti kemana jongin pergi dan segera melaporkannya.

.

.

Jongin menidurkan kyungsoo diranjangnya yang berukuran king size. Kondisi badan kyungsoo memang lemah dan tidak bertenaga. Kyungsoo hanya memandang jongin lirih dan memejamkan matanya saat kepalanya menyentuh bantal. Jongin langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh kyungsoo, dia membelai singkat rambut jatuh kyungsoo. Dan tidak lama kemudian kyungsoo kembali tertidur lelap.

Jongin mendudukkan dirinya di samping ranjang tempat kyungsoo tidur, dia memandang wajah kyungsoo yang tertidur, ini kali kedua jongin memandang wajah kyungsoo saat tidur. Dia tersenyum, kembali melihat wajah kyungsoo sedekat ini merupakan hal yang sangat jongin inginkan. Dan rencana selanjutnya adalah berusaha untuk mendapatkan cinta kyungsoo, dan hidup bersamanya sampai mati.

"tidurlah soo baby, istirahat yang cukup dan jangan memikirkan apapun" bisik jongin dengan lembut. Senyum masih menghiasi wajah tampannya

"maaf soo baby, aku harus pergi, beberapa menit lagi aku akan kembali kesini" ucap jongin lalu mengecup singkat jidat kyungsoo. Kyungsoo yang tertidur tidak merasakan kecupan itu. Sebenarnya jongin tidak tega meninggalkan kyungsoo sendiri dikamarnya, namun dia harus segera pulang untuk menghadiri acara perjamuan makan malam di rumahnya. Jongin terpaksa, karena dia tidak ingin membuat malu ayahnya kerena ketidakhadirannya. Dan jongin berharap setelah nanti dia pulang, maka keadaan dan kondisi kyungsoo akan kembali pulih.

Jongin bergegas turun menuju mobilnya, dan dilain pihak kris dan lay yang sedang stand by dekat mobil jongin berusaha menghindar dari pandangan jongin, mereka bersembunyi dibalik taman depan apartemen mewah itu, bersembunyi memang keahlian mereka berdua. Kris dan lay masih memperhatikan jongin yang telah masuk dimobilnya, saat handphone kris bergetar dan menampilkan nama tuan kim,

"halo tuan"

"kris, bagaimana? Jongin pergi kemana?"

"e…e..tuan muda jo..jongin saat ini sedang ke apartemennya tuan"

"ke apartemennya, untuk apa? Bukannya dia sudah bermalam disana kemarin, aku tidak habis pikir, jongin mengatakan bahwa dia ada urusan penting, urusan penting yang hanya pergi keapartemennya, aneh"

"tuan muda jongin memang di apartemennya"

"dia dengan siapa?"

"tu..tuan muda jongin….sendiri tuan"

"yakin? Apakah kalian tidak melihat seorang gadis disana bersama jongin?"

"yakin tuan, sangat yakin, tuan muda sendiri tuan"

"baiklah kalau begitu, aku tidak ingin jongin mempunyai calon lain selain calon dariku"

"…"

"tetap awasi jongin dan jangan lengah"

"baik tuan, tapi sepertinya tuan muda jongin akan pulang"

"bagus dan setelah ini jangan lupa cari dimana keberadaan bocah Do itu dan laporkan kepadaku"

"baik tuan.."

Kris kembali memasukkan handphonenya kesaku jasnya, mata angry birdnya memandang tempat mobil jongin yang sudah kosong. Lalu dia berbalik memandang lay, rekannya yang menampilkan ekspresi bingung dan kaget atas percakapan kris dan tuan kim tadi,

"kris, kenapa kamu berbohong kepada tuan kim..?"

"maaf lay, itu spontan. Tapi sepertinya aku merasa perlu untuk kali ini tidak jujur kepada tuan kim, kali ini aku mengikuti kata hatiku"

"aku juga sering merasa seperti itu, namun aku takut jika tuan kim mengetahui kebohongan kita"

"jangan sampai ketahuan, ini menjadi rahasia kita berdua"

"tuan muda jongin terlihat di apartemennya bersama bocah do yang sangat diincar oleh appanya, ini sesuatu yang rumit buatku"

"ini memang rumit, kita juga pasti akan berhadapan dengan tuan muda jongin bila kita membocorkan dengan siapa dia pergi"

"dan bocah do itu sepertinya saat ini masih di apartemen tuan muda jongin, aku penasaran ada hubungan apa tuan muda dengan bocah do itu"

"aku juga penasaran, apa lagi jika tuan kim tahu bahwa anaknya sendiri yang menyembunyikan bocah itu, aku tidak tahu apa yang akan terjadi. tapi saat ini aku pro tuan muda jongin dan kali ini seharusnya tidak semua informasi kita berikan kepada tuan kim"

"baiklah, aku setuju, rahasia ini akan kita pegang hingga waktu yang tidak ditentukan"

Percakapan mereka diakhiri dengan saling mengangguk, dan mereka segera beranjak menuju motor besar yang mereka pakai dan bergegas menuju kediaman tuan kim.

.

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…

Di kediaman keluarga kim,

Tuan kim, tuan jung, nyonya jung dan anaknya terlihat gelisah, terutama tuan kim yang sedari tadi mengutak atik hpnya dibawah meja, dia sedari tadi mencoba menelfon nomor anaknya, namun tidak diangkat. Acara makan malam memang sedari tadi sudah dimulai. 3 keluarga jung juga sudah dari tadi datang dan saat ini sedang menunggu kedatangan jongin.

"maaf, aku terlambat" seru sebuah suara yang muncul di balik pintu ruangan dapur, rupanya suara itu adalah suara jongin, dia berusaha menampilkan senyum terbaiknya kepada semua yang ada di meja makan

"jongin, kemana saja kamu? Appa menelfonmu dan tidak ada jawaban"

"maaf, appa, aku ganti nomor dan tadi aku sudah mengatakan ada urusan mendadak"

"baiklah, ayo duduk, kita akan segera memulai perjamuan ini"

Jongin mendudukkan dirinya di kursi yang sudah disiapkan, dia tepat berhadapan dengan anak gadis keluarga jung. Jongin mengakui kecantikan gadis itu, namun untuk mencintainya sangatlah tidak mungkin, karena jongin mencintai orang lain. Tampilan gadis itu sangat cantik walau memang pada pandangan pertama dia terlihat jutek dan galak. Jongin sendiri merasa malas hadir di acara keluarga seperti ini, wajah datar dan tidak bersemangat jelas terlihat darinya. Sedangkan tuan kim dengan wajah sumringah terlihat bersiap-siap memberikan ucapan pembukaan acara perjamuan makan malam mereka,

"Mr dan mrs jung, karena anakku jongin telah datang, maka sudah saatnya acara inti akan dimulai. Seperti yang telah diketahui bersama bahwa malam ini akan dibicarakan mengenai acara pra pertunangan antara anakku kim jongin dan jung soo jung. Kenapa harus ada pra pertunangan? Yaitu untuk saling kenal mengenal antara anak kita masing-masing, mengetahui kepribadian dan perilaku keduanya. Namun bisa aku jamin bahwa acara pra ini akan berlangsung kepertunangan yang sebenarnya dan pada akhirnya sampai pada pernikahan serta penyatuan kedua keluarga"

Jongin yang mendengar perkataan yang mirip pidato dari ayahnya hanya mendengus pelan, tangannya terus mengetuk meja dengan pelan namun dengan ritme yang cepat, dia ingin acara bodoh ini segera berakhir, karena dia ingin segera kembali ke apartemennya dan bertemu dengan kyungsoo, seseorang yang disayanginya. Anak keluarga jung yang bernama jung soojunglah yang sedari tadi memperhatikan tingkah aneh jongin, perasaan gadis cantik itu mengatakan bahwa jongin tidak suka dengan acara pra pertunangan ini. Gadis itu memang dari dulu suka dengan jongin, dia sering memperhatikan jongin saat jongin masih bersekolah di sekolah bisnis internasional. Dan saat dia diberitahukan bahwa dia akan dijodohkan dengan jongin, soo jung sangat senang bukan kepalang. Keinginannya untuk mendapatkan pemuda berkulit eksotis itu ternyata sangat mudah, namun ketika melihat ekspresi ketidaksukaan jongin atas acara yang saat ini berlangsung, soo jung sedikit pesimis. Dia ragu dapat memenangkan hati sang pujaan hatinya itu.

Acara pra pertunangan berlangsung membosankan dan hanya di dominasi oleh tuan kim saja dan tidak lama, acara pun berganti dengan sesi makan malam bersama, kedua keluarga makan dengan lahap, kecuali jongin yang makan dengan tergesa-gesa dan cepat menuntaskan semua menu dalam piringnya,

"maaf, aku harus pergi sekarang, permisi semua.." jongin membungkuk singkat dan lekas berlari kecil keluar ruangan makan tersebut, dia menuju ke mobilnya yang terparkir di luar pagar, jongin mengabaikan teriakan ayahnya yang gusar memanggilnya untuk kembali. Yang dipikirkan jongin saat ini adalah kyungso, kyungsoo dan kyungsoo. Jongin menginjak gas dengan cepat dan segera saja mobilnya melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…

Kyungsoo membuka matanya pelan, dia memandang berkeliling dan mendapati bahwa dirinya sendiri disebuah ruangan yang lumayan besar, hampir 12 kali besar ruangannya di sekolah anyang high school dulu. Kyungsoo memperhatikan interior ruangan yang sangat mewah dan berkelas. Kyungsoo mencoba beranjak dan memperbaiki posisi duduknya. Dia sudah tidak berkeringat, namun masih panas. Dia bangun karena ingin membuang air kecil. Saat kyungsoo ingin mencari dimana kamar mandi, sebuah suara seperti pintu yang sedang dibuka dengan halus membuat kyungsoo menghentikan langkahnya, ternyata itu adalah jongin yang muncul dengan membawa sekantong plastik belanjaan,

"soo baby, sudah bangun? Badanmu masih panas?"

"hanya sedikit, ini tidak apa-apa"

"jangan meremehkan penyakit, ini aku bawakan obat penurun demam, jadi minum ya.."

"aku tidak suka makan tablet, pahit"

"soo baby, ini bukan tablet, ini sirup. Aku sudah tahu kalau kamu pasti akan menolak jika aku berikan tablet"

"kamu tahu dari mana?"

"aku hanya menebak saja, dan ternyata tebakanku benar"

"…"

"sirup obatnya diminum ya, ini demi aku.. eh, maksudnya demi kamu"

Kyungsoo hanya tersenyum singkat dan mengangguk. Jongin juga tersenyum dan segera membuka kemasan sirup obat untuk kyungsoo. Kyungsoo meminum sirup itu dengan malu-maluk karena jongin yang sedari tadi memperhatikan caranya menelan sirup itu,

"jongin, maaf ada sesuatu yang mengganjal"

"mengganjal, apa yang mengganjal? Katakan"

"aku ingin.. ingin.."

"ingin apa soo baby, katakan saja, pasti akan aku penuhi"

"aku ingin.. ingin buang air kecil"

Jongin serasa ingin tertawa mendengar kalimat terakhir kyungsoo, kyungsoo dimatanya benar-benar polos dan lugu, sedangkan kyungsoo sendiri terlihat malu dengan perkataannya sendiri, dia membatin bahwa jongin pasti mengiranya sangat polos dan seperti anak-anak, kyungsoo sangat takut bila nanti jongin tahu bahwa kyungsoo tidak sepolos yang jongin bayangkan, ada sisi liar yang kyungsoo punyai dan kyungsoo mencoba menahan itu semua dan itu biarlah menjadi 'rahasia' kyungsoo.

"aduh, soo baby, kamar mandinya di sana, mari aku antar"

Jongin memegang tangan kyungsoo dan membawanya ke kamar mandi, kyungsoo hanya mengikut sambil tangannya terus di pegang oleh jongin.

"ini kamar mandinya, apa kamu ingin aku menemanimu di dalam?"

"ti..tidak, aku bisa sendiri"

Jongin kembali ingin tertawa mendengar leluconnya sendiri, sedangkan kyungsoo sedari tadi sudah masuk kedalam kamar mandi dengan wajah yang dipastikan semerah tomat.

.

.

Beberapa menit kemudian, jongin dan kyungsoo sedang berada diruang tengah kamar apartemen jongin, kyungsoo sedari tadi hanya diam, dia terus memandangi kakinya dan sesekali memandang mata jongin. Jongin mulai membuka suara,

"soo baby, maaf, kali ini tolong ceritakan, kenapa kamu keluar dari sekolah itu, tanpa pamit kepada kawan-kawanmu, terutama seseorang yang bernama bakhyun, dia terus mencarimu"

"maaf jongin, tapi aku punya alasan tersendiri untuk pergi dari sekolah itu"

"jujur, aku sangat senang kamu berhenti dari pekerjaanmu itu dan pindah dari sana, namun aku sangat tidak setuju dengan sikap tertutupmu itu, itu sangat merugikanmu"

"maaf jika aku menyusahkan kalian"

"bukan begitu soo baby, berkatalah yang sebenarnya, aku adalah pendengar yang baik, percayalah, segala keluh kesahmu akan kudengarkan, tolong bicaralah"

"baiklah jongin, aku akan jujur dan mengatakannya. Aku diberhentikan oleh pimpinan sekolah, ini karena sudah kesepakatan bersama internal sekolah. Sekolah itu akan dibeli oleh seorang pengusaha dan menginginkan agar ruanganku dikosongkan dan aku diberhentikan, hal ini aku tahu dari wakil kepala sekolah disana…"

"…dan aku sebenarnya ingin mengkonfirmasi kepada kepala sekolah disana, namun sepertinya akan sia-sia saja. Maka dari itu aku memutuskan untuk segera pergi dan mencoba mencari rumah dan pekerjaan yang baru"

Kyungsoo menyelesaikan kalimatnya dengan lesu, air matanya coba dia tahan, dia ingin terlihat tegar didepan jongin. Dan jongin sendiri sedari tadi memperhatikan setiap kalimat yang keluar dari bibir kyungsoo, sebenarnya jongin bukanlah betul-betul pendengar yang baik, dia terus teralihkan oleh bentuk hati bibir kyungsoo saat berbicara, namun dia bertekad fokus dengan kalimat yang kyungsoo ucapkan.

"jadi kamu belum bertemu dengan kepala sekolah? Dan hanya bicara oleh wakilnya saja?"

"iya, dan aku percaya. Dia wakil kepala sekolah yang baik"

"baiklah, kalau begitu kamu sudah tidak ada alasan untuk tidak tinggal bersamaku, di apartemen ini, sesuka dan selama yang kamu mau"

"tidak jongin, aku nanti akan mencari tempat yang lain saja, aku tidak ingin merepotkanmu, kamu sudah terlalu baik kepadaku"

"kumohon, lagi-lagi jangan menolak. Ini mungkin kehendak tuhan agar kamu diberhentikan dan berpindah ketempatku ini"

"tapi..tapi jongin, kenapa kamu terlalu baik kepadaku? aku bukan keluargamu"

"soo baby, jangan bilang begitu, sesama teman harus saling bantu-membantu. Aku senang bila membantumu"

"baiklah, hanya tempat tinggal saja. Aku akan berusaha mencari pekerjaan lain"

"ok, memangnya kamu mau kerja apa?"

"apa saja, yang penting memperoleh uang"

"apa saja? menjadi gigolo kamu juga mau?"

"apa-apaan kamu jongin"

"maaf..maaf, aku hanya bercanda, kenapa mukamu langsung merah begitu, aku tidak akan mengulangi candaanku itu, aku janji"

"…"

Kyungsoo memalingkan wajahnya, dia setuju untuk tinggal di apartemen jongin untuk sementara dan berusaha mencari pekerjaan yang baru. Jongin sendiri beranjak menuju ruang dapur untuk minum. Kyungsoo yang melihat jongin menjauh, segera membuka resleting kopernya untuk mencari kartu nama dokter lee seunggi, dokter yang pernah menceritakan sedikit masa lalunya. Kyungsoo mengingat-ingat dimana kira-kira dia menyimpan kartu nama itu, kyungsoo berencana mengunjungi rumah dokter itu. Dan kyungsoo ingat bahwa dia menyimpan kartu nama itu di dalam lembaran buku catatan hariannya. Kyungsoo membuka helaian bajunya yang tidak seberapa, mencari dimana letak buku itu, namun nihil, buku itu tidak dia temukan juga. Kyungsoo kembali diam dan berfikir dimana buku itu, apa dia lupa? Atau bagaimana? Kyungsoo takut bila buku itu sampai ketangan orang lain, semua rahasia hidupnya dia ceritakan dalam buku itu, keluh kesah dan semua catatan hatinya semua tercurahkan kedalam buku itu. kyungsoo langsung panik dan berencana kembali kesekolah tempat dia bekerja dulu, namun kyungsoo berusaha tetap tenang sambil terus mengobrak-abrik kopernya itu, siapa tahu saja buku itu terselip.

Jongin yang sudah kembali dari dapur hanya melongo melihat kyungsoo yang mengacak-acak kopernya, dia mendekati kyungsoo yang masih tetap sibuk,

"soo baby, sedang mencari apa?"

"oh jongin, bikin kaget saja, aku sedang mencari sesuatu"

"apa itu?"

"aku mencari sebuah kartu nama, tapi aku lupa menyimpannya dimana"

"coba ingat baik-baik"

Kyungsoo tidak menceritakan bahwa dia juga mencari buku hariannya, karena dia takut bila jongin mengetahui keberadaan buku itu dan membacanya, habislah kyungsoo. Rahasianya akan terbongkar dan dia tidak ingin itu terjadi.

.

.

o…o…o…o…o…o…o…

Di kediaman keluarga kim,

"maaf atas tingkah laku anakku, tidak biasanya dia seperti itu"

"tidak apa-apa Mr. kim, kita bicara lebih lanjut setelah aku kembali dari USA, selamat malam"

Ujar tuan jung sambil berlalu dikuti oleh nyonya jung dan anak gadisnya. Mereka menaiki mobil keluarga mereka yang berukuran besar dan segera berlalu dari halaman depan rumah tuan kim,

Tuan kim mendesah panjang, dia tidak habis pikir dengan tingkah aneh jongin yang merusak acara makan malam sekaligus pembicaraan pertunangan. Dia lalu memberi kode kepada asisten pribadinya, kim min seok

"siapkan mobil, aku ingin sekarang ke apartemen jongin, aku ingin melihat apa yang dia lakukan disana, sampai-sampai mengabaikan acara penting ini"

"baik tuan"

Kris dan lay yang sedari tadi sudah tiba dan mendengar seruan tuan kim, hanya bisa menahan nafas mereka

'aduh bagaimana ini, tuan kim pasti akan melihat bocah do itu di apartemen tuan muda jongin, ini masalah'

Batin kris dan lay bersamaan

.

.

.

.

.

TBC

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…

Read dan Review

Sekali lagi aku berterima kasih kepada yang sudah meninggalkan jejaknya di FF republish ini. Dan untuk chapter 7 ini, Review-nya kembali di nantikan

By: Fan_dio