MARRY ?!
RATED : T
GENRE: comedy? Daily live?
CAST : kristao, luhan, exo, seventeen /?, their children :V
WARNING: komedi garing. Gs gak yakin. Crackpair. Bahasa kasar. Typo. Dll intinyaaa...
```HAPPY READING```
Kris berjanji untuk menjemput putrinya tadi pagi, mengajaknya makan siang dan membeli ice cream kesukaan gadis dalam balutan seragam pelautnya. Dan saat ini ia bersama Sophia sedang menuju kedai penjual ice cream yang terletak dekat kantornya, tentu saja mereka telah makan siang. Terbukti dengan penuh semangatnya Sophia menceritakan kejadian selama ia sekolah tadi, apa yang ia pelajari, bagaimana ia bermain dengan teman-temannya, bahkan bagaimana rasa snack yang diberikan sekolah juga ia ceritakan.
Setelah sampai di depan kedai, Kris sengaja menurunkan Sophia terlebih dahulu kemudian ia akan memarkirkan audi hitamnya diseberang jalan. Jangan kalian kira Kris adalah orang tua yang tidak peduli pada anaknya, justru karena ia sangat peduli maka ia menurunkan Sophia terlebih dahulu. Ia tak ingin Sophia terusan merengek yang mungkin saja berakhir dengan air mata.
"Sophia turun dulu,langsung masuk dan memesan pada paman penjual, oke princess?"
" Siap daddy." Ucapnya sambil melakukan hormat
Setelah Kris menutup pintu mobil, Sophia langsung berlari kedalam kedai dengan riangnya. Bibirnya terus berguman menu ice cream yang akan ia pesan begitu melihat penjaga kedai, namun kelihatanya ia harus menunggu untuk mendapat dessert yang ia inginkan karena seorang pelanggan yang tengah mengantri di depan counter pemesanan.
OoO
Zitao tak pernah merasakan dipermainkan seperti ini sebelumnya, dipecat dengan tidak hormat atas kesalahan yang tidak kau lakukan lalu kemudian dipekerjakan kembali setelah berusaha membersihkan nama dan setelah berkata akan mencari pekerjaan lain. Ingin sekali Zitao mencakar direktur perusahaannya sekarang, ia juga hampir merusak boneka teddy jika tidak luluh dengan tampang imut dari si boneka milik lelaki menyebalkan itu.
Kalimat 'kau akan bekerja mulai besok' terus terngiang ditelinganya saat ia berusaha mengatur nafas untuk meredakan emosi, tidak mungkin ia berjalan dan menyumpahi dengan penuh amarah saat keluar ruangan, orang-orang mungkin saja mengatai ia sinting dan segera memanggilkan petugas kebun binatang untuk mangkap panda yang sedang marah.
Lalu ia segera menuju bagian lab untuk bertemu dengan teman-bawahan-nya dan sekaligus memberitahu mereka tentang ia yang akan kembali bertugas. Setelah itu ia akan mencari pendingin yang sebenarnya, semangkuk ice cream mungkin.
Semua bawahanya menyambut bahagia kabar yang ia bawa, bahkan Mei La yang bertugas sebagai kepala sementara sangat bersyukur ia kembali menjabat sebagai kepala bagian,
" Kau tau jie, aku sangat amat bersyukur kau kembali, setidaknya aku tidak harus memimpin pasukan ini sendirian. Mereka hanya tunduk padamu, bahkan selama kau tak ada kami melakukan perang dingin dengan direktur." Ucap Mei La
" Kalian serius melakukan itu?" tanya Zitao
"Serius jie, dengan tidak adanya kau di lab membuat hatiku sangat sedih." Adu Ming Hao, yang disetujui oleh yang lain
" Ooooh astaga minghao, berhenti membuat puppy face atau kau akan kuberi rantai." Gemas Zitao sambil mencubit kedua pipi gadis dengan rambut pirang itu. sementara korban pencubitan hanya bisa memanyunkan bibirnya yang kemudian mengundang tawa seluruh orang.
Zitao bersyukur mendapat rekan kerja seperti mereka, tempat kerja yang bagi banyak orang adalah medan tempur, justru seperti sebuah perkumpulan keluarga baginya. Disini ia bisa mendapatkan kakak, adik, ayah, ibu, paman, bibi, dan bahkan keponakan yang dapat sedikit mengobati kerinduan pada kampung halamanya. Bahkan ada orang yang bukan dari divisinya juga memberi perhatian padanya, contohnya Jun, Wen Jun Hui, pria dari bagian pemasaran yang terkadang bersikap sebagai kakak dari Zitao.
Jun bahkan menunggunya di depan pintu masuk lab begitu ia tahu Zitao datang dan akan bekerja kembali di perusahaan.
" Jun? Apa yang kau lakukan?" tanya Zitao begitu ia melihat Jun saat akan keluar lab.
" Aku mendengar jie-jie kembali, jadi aku kemari untuk memastikan itu."
" Apa beritanya sudah menyebar?" yang dijawab dengan anggukan ragu dari Jun.
" Ahhh pasti aku akan terkenal setelah ini...memang susah menjadi diriku."
" Tenang saja aku akan melindungimu jie~~"
" Berhentilah menggombal bocah." Ucap Zitao dengan tampang (-_-")
" Hanya padamu zitao jie-jie~~... lalu apa yang akan kau lakukan sekarang jie."
" Apa kau sibuk jun? Bagimana kalau kutraktir makan? Hitung-hitung balas jasamu yang telah memperhatikanku seminggu ini, kalau kau tidak terus mengganguku dengan chat gombalmu itu mungkin aku akan menyelesaikan salah paham ini dalam waktu TIGA hari."
" Aaaaa maafkan aku jie-jieku sayang, setelah ini aku akan makan siang sambil rapat, tapi kalau kau memaksa aku bisa membatalkanya."
" Jangan bodoh, bekerja saja yang rajin jangan banyak bermain, bukankah kau bilang mau mengumpulkan uang yang banyak." Nasihat Zitao sambil mengedipkan sebelah matanya.
Lalu setelah itu ia pamit pulang sekaligus makan siang, dan sebagai pria gentelman Jun kemudian mengantar Zitao menuju depan perusahaan yang kemudian kembali keruangnya dengan berlari karena telah dipanggil teman kerjanya. Zitao sendiri hanya bisa tertawa melihat kelakuan Jun, terkadang ia bisa bersikap seperti adik, lalu berubah menjadi kakak, bahkan seorang ayah. Tapi meski begitu ia bersyukur memiliki Jun dan semua orang disampingnya.
OoO
" Satu rainbow with sprinkel dan ekstra candy ."
Itu menu yang dipesan Zitao begitu ia sampai pada meja counter kedai dengan nama PARADISE yang penuh dengan aksen warna pastel pada interiornya. Meski mendapat tatapan terkejut dari si penjaga karena pesanan yang terkesan untuk anak kecil, tapi Zitao tak peduli –tak pernah peduli- karena baginya hanya menu itu yang dapat mendinginkan hati dan otaknya saat ini. Setelah mendapat yang ia inginkan dan membayar, ia segera meninggalkan counter untuk mencari meja kosong. Namun baru dua langkah ia berjalan, terdengar suara anak kecil yang mendesah kecewa dibelakangnya.
" Uncle, es krim rainbow wit cringkel satu ya."
"Aah maap gadis kecil, kami kehabisan ice cream rainbow."
" Yaaaahhhhh.. tapi Sophi mau ice cream itu uncle..." lirih anak kecil atau kita memanggilnya Sophia
" Hei sweetheart, kau ingin ice cream rainbow? Dengan ekstra candy?" tawar Zitao pada Sophi.
Awalnya Sophi takut pada Zitao, ia tak kenal bibi di depannya namun bibi itu malah mengajaknya bicara, tapi itu tak berlangsung lama saat ia sadar apa yang ditawarkan oleh bibi panda di depanya ini, dan dengan mata yang membola lucu Sophi bertanya,
" es krim? Untuk sophi? Bolehkah?"
" Tentu saja, jadi jangan cemberut lagi yaaa." Jawab Zitao sambil menyerahkan ice creamnya yang diterima dengan senang hati oleh gadis kecil dengan seragam ala pelaut itu.
Dan sebagai gantinya ice cream di tangan gadis kecil itu, Zitao memesan sorbet strawberi dengan topping buah segar, yang langsung dibuatkan oleh penjaga counter.
" Soo littel girl, namamu sophi? dimana papa dan mamamu?" tanya Zitao sambil mensejajarkan tinggi mereka, ada kemungkinan jika gadis ini tersesat dalam pikiranya.
Belum sempat Sophi menjawab, obrolan mereka dihentiakn oleh suara baritone yang begitu familiar ditelinga dua anak hawa dengan beda umur ini. Suara yang baru beberapa jam lalu Zitao dengar.
" Sophia?"
" Daddy, coba tebak, sophi mendapatkan es dari bibi ini." Heboh sophi saat melaporkan kejadian yang ia alami
" Se-sebenarnya mereka kehabisan ice cream itu, kebetulan yang ku pesan adalah yang terakhir, jadi aku memberikaannya pada..putri anda direktur?" tutur Zitao dengan ragu-ragu, pasalnya ia baru kali ini melihat Direktur bersama putrinya dan ia tidak berpikir direkturnya adalah tipe seorang papa yang akan mengantarkan putrinya pada hari kerja.
" Ah ya, perkenalkan namanya sophia wu nona huang, ayo beri salam sayang dan bilang terima kasih."
" Salam bibi, namaku sophia wu, xie-xie es krimnya."
Barusaja Zitao akan menjawab salam terdengar suara dari counter yang mengatakan jika pesanan Zitao telah selesai. Awalnya Kris berniat untuk membayar sorbet pesanan Zitao, mungkin saja sebagai ganti dari ice yang ada di tangan putrinya, tapi Zitao berkeras jika ia akan membayarnya sendiri.
" Direktur tak perlu repot-repot, bukankah aku akan segera menerima gaji bulan ini, membayar dua dessert tak masalah bagiku, atau direktur juga ingin memesan?"
Selamat liburan dari Yanu ^^
See you next chap beibh~~~ (kiss) (kiss)
Yanu Januarti
