Title : My Little Sweetheart

Pairing : KyuMin [Kyuhyun x Sungmin]

Others : Donghae; Heechul; Sunny; Hyukjae

Rating : M [Oops! Did I say M?]

Genre : Romance; Fluff;

Disclaimer : KyuMin belongs to each other… ^^

Warning : YAOI, typos, Older!Sungmin, Kid!Kyuhyun

Summary :Salahkah Sungmin jika dia mencintai Kyuhyun yang berjarak delapan tahun dibawahnya? Lalu apakah Kyuhyun bisa akrab dengan Donghae, sahabat Sungmin? [Hanya sekedar kisah cinta Sungmin dan Kyuhyun, sang kekasih kecilnya. –semacam sequel dari 'Is it wrong or not?']

By : Zen~

A.n : KyuMin is REAL!

.

.

.

.: Sebelumnya:.

Tapi, hatinya terasa mencelos seketika saat akhirnya Kyuhyun menyadari keberadaannya namun bukan senyum yang didapatnya melainkan sebuah tatapan kosong. Dan Sungmin tidak ingin menyimpulkan arti dari tatapan itu. Tidak saat dia sadar dan ingin mengatakan bahwa Sungmin benar-benar mencintai Kyuhyun.

.

.

.

"Ya! Cho Kyuhyun!" Panggil seseorang. Membuat anak yang tengah berfikir keras itu tersentak dari lamunannya. Bukan karena dia ingin menoleh dan menyapa orang yang memanggilnya itu. Tidak! Kyuhyun malah sangat ingin menghilang dari tempatnya berdiri saat ini. Andai saja dia memiliki kemampuan seperti para tokoh video game favoritenya itu, desahnya. Diam-diam Kyuhyun menarik nafas panjang sebelum akhirnya berusaha untuk menunjukan senyumannya yang paling manis kemudian menoleh kearah sumber suara yang masih saja terus memanggilnya dari kejauhan.

"Ada apa Shim Changmin?" tanya Kyuhyun tenang masih dengan senyum yang terkembang sempurna. Kyuhyun sudah terbiasa melakukan ini, hingga dia sendiri bingung kapan dia harus tersenyum dan memang harus tersenyum. Kyuhyun adalah anak teladan disekolahnya, jadi dia harus bersikap manis disekolah. Setidaknya, Kyuhyun memberikan pengecualian khusus pada anak yang tengah berlari kencang kearahnya itu. Rambut cokelat terang milik Changmin terlihat sangat menyilaukan dan gigi putih Changmin benar-benar tidak membantu sama sekali. Terlalu silau!

Anak laki-laki yang menggunakan seragam sama dengan Kyuhyun ini hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari lima menit untuk berlari dari ujung kelas mereka ke sebuah lapangan kecil didepan ruang tata usaha –tempat dimana Kyuhyun berada saat ini. Nafasnya masih tersenggal saat akhirnya Changmin berada dihadapan sahabatnya –ini murni menurut Changmin.

"Kyuhyun-ah! Ada game baru di toko milik Minho! Ayo kita kesana setelah ini!" Ajak Changmin antusias. Kedua manik matanya berbinar saat dia menatap anak yang lebih pendek darinya –Kyuhyun- dan ada tatapan memohon disana, berharap bahwa Kyuhyun akan ikut bersamanya untuk melihat game yang –dengan sangat bangganya- digembar-gemborkan oleh Minho.

Tentu saja setelah mendengar kata game, pikiran Kyuhyun langsung masuk pada level siaga. Hey, anak mana yang tidak ingin mencoba game keluaran terbaru? Kalaupun memang ada, Kyuhyun bukanlah salah satunya. Hampir saja Kyuhyun menggerakkan kepalanya keatas dan kebawah untuk menyetujui ajakan Changmin, saat tiba-tiba saja dia tidak sengaja melihat Sunny dan Seohyun keluar dari ruang tata usaha dengan senyum yang terkembang sempurna.

"Kyuhyun-ah!" Pekik Sunny saat matanya bertemu dengan mata Kyuhyun. Apa-apaan anak ini? seenaknya saja memanggilnya dengan bahasa banmal! Kyuhyun itu lebih tua darinya! Kenapa dia bisa tidak beruntung sekali sih hari ini? Pagi tadi dia bertemu dengan Donghae dan sekarang Kyuhyun harus berhadapan dengan sepupu si ikan badut itu.

Kyuhyun memandang gadis ceria dihadapannya ini dengan pandangan terganggu sedangkan tangannya terlipat sempurna didadanya. Tidak membalas senyuman gadis itu sama sekali. Sedang Seohyun hanya memandang mereka dengan senyum yang sama sumringahnya dengan Sunny. "Apa?!" Tanya Kyuhyun galak tanpa senyum sedikitpun. Sangat jauh berbeda dengan saat dia menghadapi Changmin tadi. Ya, salah sendiri sok akrab dengan Sungmin-nya! Lagipula, Kyuhyun punya alasan tersendiri kenapa dia bersikap baik pada Changmin.

"Aishh…kenapa kau galak sekali sih?" Protes Sunny malas. Tapi dia tidak lupa menyapa dan melambaikan tangannya kearah Changmin yang masih setia menjadi bayangan Kyuhyun.

"Oppa, kita dapat peringkat pertama team terbaik se- Korea Selatan dalam olimpiade matematika lalu! Apakah Oppa sudah mendengarnya dari Nyonya Park?" Tanya Seohyun dengan senyum terkembang lebar diwajahnya. Dan Kyuhyun mengakui bahwa gadis berambut hitam panjang ini terlihat sangat cantik. Hanya saja tidak secantik Sungmin-nya. Kyuhyun hanya membulatkan mulutnya mendengar penjelasan dari Seohyun. Rupanya ini yang membuat kedua gadis ini senang?

"Uwah! Kalian sangat hebat!" seru Changmin tiba-tiba, membuat Kyuhyun ingin sekali memutar matanya secara terang-terangan didepannya. Changmin memang selalu bersikap seperti itu saat dia tertarik dengan seseorang. Dan dalam hal ini, Changmin hanya bereaksi pada Seohyun.

"Bagaimana kalau kita merayakannya dengan makan es krim di toko langgananmu itu Kyuhyun-ah?!" seru Changmin lagi. Masih dengan antusias yang sama.

"Maafkan aku Changmin-ah, hari ini Donghae Oppa dan Hyukjae Oppa sudah mengajakku menemani mereka berbelanja. Annyeong!" Pamit Sunny tanpa memikirkan Seohyun yang masih terjebak disana. Diantara Kyuhyun dan Changmin. Mendengar Sunny menyebutkan kata terlarang itu (Read : Donghae), Kyuhyun tiba-tiba saja ingat bahwa hari ini Sungmin berjanji untuk menjemputnya.

"Maafkan aku Changmin-ah, Seohyun-ah, hari ini aku tidak bisa." Lirih Kyuhyun dengan wajah –yang dibuatnya- bersalah. Tentu saja dia tidak akan mengorbankan waktunya yang berharga bersama Sungmin dan lebih memilih menjadi lilin diantara para pecinta. Hell No!

"Ayolah Kyu, tidak akan lama!" pinta Changmin dengan tatapan memohon. Kyuhyun tahu maksud lain dari tatapan Changmin padanya itu, namun Kyuhyun tidak akan jatuh dalam perangkap itu. Kyuhyun tetap menggeleng sambil tersenyum miris pada pria itu dan berjalan menjauh dari mereka menuju gerbang keluar.

Namun nampaknya Changmin masih belum mau menyerah karena dia tetap mengejar Kyuhyun yang kini –karena Seohyun dan Changmin ada dibelakangnya- tertawa tanpa suara. Tapi langkah Kyuhyun terhenti sejenak saat dia merasakan sebuah tangan sedang berusaha memeluknya. Dari bentuk tangannya, dia yakin bahwa Changminlah yang sedang memeluknya.

"Ya! Berbaik hatilah padaku Kyu, atau kau tidak akan mendapatkan supply Video game dan komik 'special' dariku lagi!" Ancam Changmin setengah berbisik dari atas kepala Kyuhyun. Namun wajahnya tetap saja tersenyum karena Seohyun kini telah berada dihadapan mereka. Kyuhyun memaksakan tawanya ketika Changmin menunjukan sikap Aegyo-nya dihadapan Seohyun.

Anehnya, Seohyun tertawa dan mungkin karena dia tidak bisa menahannya lagi, akhirnya Seohyun melingkarkan tangannya pada lengan Kyuhyun. Membuat pria yang masih setia memeluknya mencubit pelan perutnya. Suatu hari nanti Changmin pasti akan berterima kasih padanya, yakin Kyuhyun dalam hati.

Namun tawa Kyuhyun langsung terhenti ketika dia mendapati seseorang yang sangat dikenalnya sedang menatap kearahnya. Tajam dan penuh tanya. Kyuhyun rasanya ingin langsung tersenyum padanya, namun ketika Kyuhyun menyadari ada sepasang tangan yang sedang memeluk pinggangnya dan sepasang tangan lagi sedang memeluk lengan kecilnya, tatapan Kyuhyun berubah kosong. Mati aku! maki Kyuhyun dalam hati.

.

.

.

Kyuhyun sedang dalam masalah besar. Itulah yang ada dipikiran Kyuhyun saat dia akhirnya memutuskan untuk menghampiri Sungmin dan mengajaknya pulang tadi. Mungkin Sungmin tersenyum, tapi Kyuhyun tahu benar arti dari ekspresi wajah itu. Sungmin sedang berusaha menghindarinya.

Dan disinilah Kyuhyun, terdiam diatas sebuah sofa putih lembut dan nyaman. Walaupun saat ini sofa itu tidak membuat Kyuhyun merasa nyaman sama sekali. Diedarkan pandangannya keseluruh ruangan bernuansa hitam putih ini hati-hati. Lagi-lagi ruang tamu Sungmin menjadi pilihan untuk melepaskan lelah. Heechul belum pulang dari latihan dramanya, jadi Kyuhyun memutuskan untuk mengadu keberuntungannya dengan mampir sebentar ke rumah Sungmin sambil menunggu Heechul pulang. Entah ini keputusan yang tepat atau bukan mengingat Sungmin-nya tidak seperti biasanya.

Ada yang berbeda dari Sungmin-nya. Kyuhyun bisa merasakan itu. Selama perjalanan menuju rumah, mereka tidak bertukar pembicaraan sama sekali. Meskipun Sungmin menggenggam tangannya erat, namun Kyuhyun yakin fikiran Sungmin tidak sedang bersamanya.

Lagipula, sejak saat Sungmin –melihat posisinya yang tengah dipeluk oleh dua orang- menjemputnya untuk pulang bersama, ada yang berbeda dari cara Sungmin memandangnya. Bukan dengan perasaan senang dan sayang yang biasa dia tunjukan pada Kyuhyun, namun Kyuhyun dapat merasakan perasaan khawatir dan takut dari Sungmin. Professor Jung, guru bahasa di sekolahnya, pernah mengatakan pada Kyuhyun bahwa mata adalah jendela hati dan entah mengapa Kyuhyun baru memahami konotasi dari kata-kata itu.

"Minnie, Kyunnie lapar~" kata Kyuhyun sedikit manja dengan harapan dapat sedikit mencairkan suasana yang mulai terasa aneh baginya. Walaupun pada kenyataannya Kyuhyun memang sangat lapar. Dia hanya makan sepotong roti saat istirahat tadi. Terima kasih karena Changmin selalu menggodanya dengan komik 'special' kebanggaannya. Sungmin yang sedang sibuk dengan acara TV dihadapannya seketika menoleh kearah Kyuhyun kemudian menepuk dahinya sendiri.

"Ah! Minnie lupa ini sudah lewat waktu makan siang! Tunggu sebentar ya, Minnie akan buatkan Kyunnie spaghetti." Seru Sungmin sambil mengacak ringan rambut Kyuhyun sebelum meninggalkannya menuju dapur untuk memasakkan makan siang. Tidak menghiraukan protes Kyuhyun. "Minnie! Kau menghancurkan rambut kebanggaan Kyunnie!"

.

.

.

Sungmin sedang sibuk membuat pasta untuk saus spaghetti ketika dia merasakan seseorang memeluk pinggangnya dari belakang dan menempelkan wajahnya tepat dipunggung Sungmin. Jika saja Sungmin tidak mengenali pelukan ini, mungkin saja orang yang sedang berada dibelakangnya ini sudah mengalami memar yang tidak akan hilang dalam waktu seminggu. Dalam diam Sungmin tersenyum dan terus fokus dengan pasta tomat dihadapannya, meskipun hanya tuhan yang tahu seberapa kencang jantungnya berdetak karena perlakuan ini.

"Minnie~" lirih Kyuhyun pelan tepat di garis punggung Sungmin. Membuat Sungmin dapat merasakan desahan nafas Kyuhyun yang menggelitik punggungnya. Jantung Sungmin makin berdetak kencang ketika Kyuhyun makin mengeratkan pelukannya pada Sungmin. Dengan hati-hati akhirnya Sungmin mematikan kompor listrik itu lalu meletakkan wajan dan sendok yang sedang digenggamnya kemudian meletakkan tangannya diatas tangan Kyuhyun sebelum akhirnya bertanya pada Kyuhyun. Lembut. "Ada apa Kyunnie?"

"Aitakatta…" Jawab Kyuhyun pelan. Pelukannya terasa makin kencang dan Sungmin bisa merasakan bahwa Kyuhyun kini sedang menarik nafas panjang. Seperti berusaha untuk menghirup aroma yang Sungmin keluarkan dari tubuhnya. Entah mengapa pemikiran ini membuat Sungmin menyesali keputusannya untuk tidak langsung membersihkan dirinya dulu dari sisa-sisa latihan dance-nya tadi.

Tiba-tiba saja Sungmin merasakan panas menjalar disekitaran wajahnya. Aitakatta? Aish! Itukan rindu dalam bahasa Jepang! Pikir Sungmin cepat. Anak ini memang benar-benar tahu cara membuat Sungmin salah tingkah!

"Itsumo kimi o kangaete iru…" Tambah Kyuhyun lagi dan sukses membuat Sungmin semakin salah tingkah. Beruntung saat ini Sungmin sedang membelakangi Kyuhyun. Jika tidak, bagaimana dia harus menatap Kyuhyun dengan wajah merah seperti ini. Kyuhyun baru saja merayunya dengan menggunakan bahasa Jepang! Bahasa yang paling disukainya. Aku selalu memikirkanmu.

Merasakan tidak ada respon yang berarti dari pria yang sedang dipeluknya, Kyuhyun akhirnya menarik nafas panjang. Mungkin Sungmin memang benar-benar marah padanya sampai dia tidak membalas kata-katanya sama sekali. Kyuhyun tahu Sungmin mengerti apa yang baru saja dikatakannya, tapi kenyataan bahwa Sungmin tidak memberikan tanggapan sama sekali membuatnya sedih. Dia tidak bisa jika Sungmin bersikap dingin padanya. Seperti ada yang salah dengan dunia-nya.

"Apakah Minnie sedang marah pada Kyunnie?" tanya Kyuhyun akhirnya. Meskipun tidak melihatnya, Sungmin tahu bahwa Kyuhyun saat ini sedang mengerucutkan bibirnya. Dan lagi-lagi nafasnya menggelitik punggung Sungmin.

Ini benar-benar tidak baik, pikir Sungmin. Merasakan pergerakan Sungmin yang seperti hendak melepaskan diri dari pelukkannya, Kyuhyun makin mengeratkan tangannya dipinggang Sungmin. "Benarkan, Minnie marah pada Kyunnie!" seru Kyuhyun akhirnya menyimpulkan sendiri dari gerak-gerik Sungmin yang terasa ingin menghindarinya.

Mengapa Sungmin ingin menghindar dari pelukannya? Apakah Sungmin tidak suka dipeluk olehnya? Apakah benar kata ikan badut itu bahwa Sungmin hanya menganggapnya sebagai seorang adik? Tapi…tapi…tapi Sungmin pernah menciumnya! Ya, meskipun ciuman itu hanya ciuman yang sederhana, tapi buat Kyuhyun itu istimewa. Itu adalah ciuman pertamanya!

Tapi Kyuhyun juga tahu bahwa Sungmin sudah lebih lama hidup darinya, mungkin saja ciuman itu bukan ciuman pertama Sungmin dan bagaimana jika memang Sungmin hanya menganggapnya sebagai anak kecil egois yang menyebalkan? Argggghh! Ikan badut itu benar-benar membuat Kyuhyun terlalu banyak berfikir. Disaat seperti inilah Kyuhyun ingin cepat-cepat dewasa, jadi kapasitas otaknya juga –mungkin- akan bertambah untuk memikirkan hal yang rumit seperti ini!

"Apa yang membuat Kyunnie menyimpulkan bahwa Minnie marah pada Kyunnie?" tanya Sungmin, masih berusaha untuk membersihkan fikirannya dari hal-hal tidak baik yang sedang berputar-putar dikepalanya. Salahkan Kyuhyun dan desahan nafasnya yang masih saja menggelitik punggungnya! Tuhan tolong aku!

"Minnie menghindari Kyunnie!" seru Kyuhyun langsung. Kali ini dia melepaskan pelukannya dan berjalan menuju meja makan yang letaknya hanya lima langkah dari tempatnya memeluk kekasihnya tadi. Setelah berhasil duduk pada kursi kayu itu, Kyuhyun menahan dagunya dengan tangan kanannya dan memandang Sungmin dengan dahi yang berkerut dan bibir yang mengerucut. Entah Sungmin harus tertawa atau memeluk Kyuhyun ketika melihat ekspresi wajah yang ditunjukannya. Anak ini benar-benar sesuatu!

"Sejak kapan Minnie menghindar dari Kyunnie? Bukankan Kyunnie yang menghindari Minnie belakangan ini?" balas Sungmin sambil meletakkan spaghetti yang –ajaibnya- sudah jadi itu dihadapan Kyuhyun kemudian membelakangi Kyuhyun untuk mengambilkan jus jeruk untuknya.

"Kapan Kyunnie menghindari Minnie?" tanya Kyuhyun balik. Sedikit tidak terima dengan pertanyaan Sungmin barusan. Kalaupun ada hal yang paling benci dilakukannya, itu –mungkin- adalah menghindari bidadari cantik seperti Sungmin. No! No! Kyuhhyun itu malah ingin merekatkan tubuhnya dengan tubuh Sungmin menggunakan lem super! Tentu saja agar tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Adakah lem seperti itu? Jika ada, tolong rekatkan hatiku pada hatinya.

Kyuhyun hanya memandang Sungmin penuh tanya saat Sungmin sudah duduk dihadapannya dan sedang bersiap untuk menyantap makan siangnya tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun.

"Sudahlah Kyunnie, kita makan siang dulu! Tidak baik bertengkar didepan makanan." Potong Sungmin yang kini benar-benar tengah sibuk dengan garpu ditangannya. Kyuhyun hanya menatapnya sebal dan dengan setengah hati ikut menyantap spaghetti-nya. Tiba-tiba saja Kyuhyun merasa tidak lapar.

"Ya! Jangan bermain-main dengan makanan seperti itu!" Seru Sungmin ketika dia melihat Kyuhyun yang masih sibuk memutar-mutar spaghetti dipiring bundar itu tanpa niat untuk memakannya.

"Suapin~!" Seru Kyuhyun manja. Kyuhyun tidak suka jika saat Sungmin bersamanya perhatian Sungmin tidak terpusat padanya. Itu berlaku pada apapun, termasuk spaghetti dihadapannya ini. Bagi Kyuhyun, siapa saja yang berani membuat perhatian Sungmin berkurang untuknya adalah saingannya.

Sungmin hanya menggeleng melihat kelakuan Kyuhyun yang sedikit menjengkelkan. Dengan setengah hati akhirnya Sungmin menyodorkan garpu yang berisi spaghetti miliknya kemulut Kyuhyun. Sejujurnya, Sungmin masih sedikit kesal dengan peristiwa yang dilihatnya saat menjemput Kyuhyun tadi. Dia tidak suka ada orang lain yang mendekati Kyuhyun.

Apalagi orang itu memeluk Kyuhyun seenaknya! Sungmin sebal!

"Minniew! Kwunniw maswih mengwunyah! Kwenapwa mwasih mwenywuapi Kywunie?" Protes Kyuhyun saat Sungmin masih saja menyuapinya. Kyuhyun tahu bahwa Sungmin sedang kesal padanya saat ini. Apakah Kyuhyun terlalu manja? Apakah Kyuhyun tidak bersikap dewasa dihadapan Sungmin-nya? Tapi Kyuhyun sudah bertambah tinggi beberapa centimeter belakangan ini, jadi seharusnya Kyuhyun sudah menjadi cukup dewasa bukan?

Menyadari itu, Sungmin langsung tersentak dari fikirannya dan meletakkan kembali garpu yang digunakannya untuk menyuapi Kyuhyun. Sungmin kemudian mencari tissue untuk membersihkan saus pasta yang tercecer dipipi Kyuhyun. Diam-diam dia tersenyum melihat betapa menggemaskannya Kyuhyun. Wajar saja kalau Kyuhyun punya banyak teman, bukan? Buat apa Sungmin memikirkan hal itu? yang jelas saat ini Kyuhyun sedang ada bersamanya.

Masa bodoh dengan kata-kata Donghae beberapa hari lalu soal perasaan Kyuhyun yang bisa berubah sewaktu-waktu. Hei, perasaan semua orang bisa berubah sewaktu-waktu, tidak hanya perasaan Kyuhyun! Yang Sungmin tahu saat ini Kyuhyun menyayanginya dan Sungmin pun merasakan hal yang sama. Soal mereka sama-sama laki-laki, itu bisa dipikirkan belakangan nanti. Lagipula, Sungmin tidak akan menjadi pewaris perusahaan ayahnya dalam waktu dekat ini, bukan?

Tanpa sadar kini wajah Sungmin hanya tinggal beberapa centimeter saja dari Kyuhyun hingga Sungmin bisa melihat dengan jelas bayangannya sendiri dimanik mata hitam itu. Sungmin bisa melihat Kyuhyun baru saja berhasil menelan spaghetti-nya ketika bibirnya sudah menyentuh bibir Kyuhyun.

Kyuhyun nampak terkejut dan hanya terdiam pada posisinya. Sungmin tahu tidak seharusnya dia melakukan ini pada Kyuhyun yang masih dibawah umur. Tapi bisa apa dia ketika dia sudah tidak bisa menahannya? Menahan perasaannya pada Kyuhyun. Dadanya seperti dipenuhi banyak oksigen hingga membuatnya terasa membuncah. Dan hanya satu cara yang Sungmin ketahui untuk mengungkapkannya.

Melalui sebuah ciuman.

.

.

.

Sungmin menatap Kyuhyun sambil mengelus pipinya dengan penuh rasa sayang. Sekarang mereka sedang berada di kamar Sungmin karena tadi Sungmin melihat Kyuhyun mengantuk. Sementara itu Kyuhyun hanya diam setelah kejadian di dapur tadi. Anak itu masih tidak berani memandang Sungmin tepat dimatanya. Mungkinkah Kyuhyun malu? Ataukah Kyuhyun takut dengan sikap Sungmin tadi? Seharusnya memang Sungmin tidak menciumnya.

"Kyunnie…" Panggil Sungmin lembut. Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari bedcover berwarna biru muda itu dan memandang Sungmin dengan tatapan polos miliknya. "Hmm…" Jawabnya. Kemudian Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun dan mengusapnya perlahan sebelum akhirnya dia berkata lirih "Sekai de ichiban aishite iru."

Kyuhyun kaget? Tentu saja, hanya saja dia terlalu senang saat ini untuk menunjukan ekspresi terkejutnya. Jadi, dia hanya tersenyum lebar kemudian memeluk Sungmin erat. Akhirnya, Sungmin-nya mengatakan kata itu juga. Akhirnya Kyuhyun bisa merasa yakin akan perasaan Sungmin padanya. Besok saat dia bertemu dengan ikan badut itu, dia akan menunjukan siapa yang berkuasa! Pada akhirnya, Sungmin adalah miliknya! Hey, Sungmin baru saja bilang bahwa hanya Kyuhyun yang paling dia cintai di duni ini! Well, mungkin Kyuhyun akan menari tarian tradisional Korea didepan ikan itu untuk merayakannya. Sampai dia ingin muntah kalau perlu!

"Kyunnie itu punya Minnie, jadi jangan dekat-dekat lagi dengan Changmin dan Seohyun!" lirih Sungmin tepat ditelinga Kyuhyun. Membuat Kyuhyun merasakan sensasi yang sedikit aneh tiba-tiba saja terjadi dalam perutnya. Seperti ada banyak kupu-kupu yang beterbangan didalamnya. Geli tapi entah mengapa menyenangkan.

"Tapi Changmin itu teman Kyunnie. Dan dia punya banyak komik dan kaset video game terbaru!" Protes Kyuhyun ketika dia memikirkan soal kemungkinan berkurangnya supply video game dan komik yang biasa Changmin pinjamkan padanya.

"Tetap saja tidak boleh dekat-dekat dengannya!' Balas Sungmin lagi. Digenggamnya tangan Kyuhyun yang bebas itu dan didekatkannya pada bibirnya. Sungmin mengecup jemari itu ringan dengan tatapannya mengunci mata anak dihadapannya itu. Kyuhyun hanya diam, masih sibuk berfikir bagaimana cara agar dia bisa terus mendapatkan stock video game dan komik terbaru tanpa harus bertemu dengan Changmin. Tidak sadar akan intensitas pandangan Sungmin yang masih terfokus pada wajahnya.

Sementara Kyuhyun berfikir, Sungmin menyibukkan diri dengan menghirup aroma yang keluar dari pergelangan tangan Kyuhyun. Sungmin yakin pagi tadi Kyuhyun pasti menyemprotkan farfum yang biasa dipakai Heechul pada pergelangan tangannya, karena Sungmin bisa mencium wangi yang sama disini. Kemudian Sungmin membalikkan telapak tangan Kyuhyun dan kembali menciumnya. Ternyata wangi ini menenangkan juga, pikir Sungmin.

Awalnya, Sungmin hanya ingin sampai disitu saja. Tapi begitu dia melihat ekspresi yang ditunjukan Kyuhyun saat ini, Sungmin rasanya tidak bisa menahannya lagi. Jadi, tanpa pikir panjang, Sungmin mendekat kearah Kyuhyun dan membelai lembut pipi anak itu sebelum akhirnya kembali menempelkan bibirnya di bibir Kyuhyun yang sudah sedikit terbuka. Damn everything Sungmin-ah! Just Damn everything!

.

.

.

Ciuman itu terasa ringan dan lembut. Hanya Sungmin yang bermain disana. Berusaha dengan sabar agar tidak melukai bibir innocent Kyuhyun. Namun, betapa kagetnya Sungmin ketika Kyuhyun memiringkan kepalanya sedikit untuk memudahkan Sungmin menjamah setiap lekuk bibirnya. Sungmin sedikit terkejut ketika dia merasakan Kyuhyun membalas ciumannya. Dia tidak menyangka bahwa Kyuhyun mengerti bagaimana cara mencium yang baik dan benar. Demi apapun, Kyuhyun baru sepuluh tahun! Bagaimana mungkin dia mengerti cara mencium seseorang? Pekik Sungmin dalam hati. It's not that he complains, so…yeah.

Tapi Sungmin terlalu menikmatinya hingga dia tidak sadar bahwa Kyuhyun sudah menjamah setiap sudut bibirnya yang kini sibuk mencari bibir Kyuhyun. Sepertinya Sungmin mulai bisa merasakan Kyuhyun semakin mendekatkan tubuh kecil itu kearahnya. Tangan yang masih lebih pendek darinya itu berusaha untuk menekan tengkuk Sungmin untuk memperdalam permainan bibir mereka. Dan Sungmin merasa semakin gila ketika Kyuhyun membuka bibirnya sedikit dan mengeluarkan benda lunak berwarna merah muda itu untuk menjelajah setiap sudut bibir Sungmin. Demi apapun, Sungmin sudah tidak bisa menahan dirinya lagi.

.

.

.

Kyuhyun

Ini terasa aneh. Ketika bibir Sungmin menyapa bibirku aku yakin bahwa 'kegiatan' ini akan sama seperti kegiatan kami yang sebelumnya. Hey, aku ini masih polos! Jangan menghakimiku seperti itu. Bahkan hanya dengan Sungmin menyantap es krim dengan sendok yang sama denganku saja itu sudah aku hitung sebagai ciuman –ciuman tidak langsung. Tapi tetap saja itu namanya ciuman!

Yah, walaupun Changmin bersikeras bahwa itu hanyalah sebuah ciuman tidak langsung. Aku berani bersumpah, anak itu terlalu banyak membaca komik 'special' miliknya hingga mengetahui –dan dengan sangat antusias menjelaskan secara detail- apa arti ciuman yang sebenarnya padaku. Oh! Dia tahu soal hubunganku dengan Minimi. Err…sebenarnya hampir semua orang sudah kuberitahu tentang hal yang membanggakan ini. Tapi sayangnya hampir semua orang tidak percaya padaku. Hanya Seohyun dan Changmin –tentu saja Changmin akan setuju dengan semua pendapat Seohyun- yang percaya pada kata-kataku. Minus Sunny yang terang-terangan menertawakanku. Gadis kebanyakan energy itu memang persis seperti sepupu ikannya. !

Terima kasih atas semua video milik Heechul hyung yang aku pinjam secara diam-diam, aku jadi tahu apa itu French Kiss yang di klaim Changmin sebagai ciuman yang sebenarnya. Saat melihatnya, aku benar-benar merasa tidak nyaman. Rasanya aneh saat aku melihat orang-orang itu memainkan anggota tubuh yang lentur didalam mulut mereka untuk saling mendorong. Entahlah rasanya seperti eeerr… agak sedikit menjijikan bagiku. Apalagi saat mereka bertukar cairan bening yang Professor Shim, guru biologi sekaligus ayah Changmin, sebut sebagai saliva. Euwh!

Tapi mengapa semuanya terasa benar saat bibir merah muda Sungmin bertemu dengan bibirku? Apa karena bibir Sungmin yang terasa manis? Tapi kan kami baru saja menyantap spaghetti yang agak pedas tadi, rasanya ajaib sekali jika justru rasa manislah yang justru terasa dominan saat ini. Dan ketika aku merasakan bahwa posisiku tidak lagi nyaman, aku memiringkan kepalaku sedikit agar aku bisa lebih mudah untuk menjangkau bibir ranum dihadapanku itu. Aku benar-benar harus berterima kasih pada Heechul hyung nanti. Film itu sangat membantuku.

Tanpa sadar aku merasakan tubuhku mendekat dengan sendirinya kearah Sungmin dan berusaha untuk meraih tengkuknya dan semakin menekankan bibirku pada bibirnya. Lalu entah muncul keberanian dari mana, aku membawa lidahku untuk menjelajahi tiap lekukan bibirnya. Dan setelah itu, aku tidak ingat lagi apa yang terjadi padaku, karena mendadak semuanya terasa berputar.

Namun satu hal yang aku ingat adalah bisikan Sungmin didekat telingaku. "Aku milikmu, Kyunnie."

.

.

.

Keesokan harinya

Kyuhyun menatap laki-laki tampan dihadapannya dengan tatapan penuh harap, seolah mencoba untuk membaca apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki itu. Meskipun Kyuhyun terlihat tenang dari luar, namun siapapun yang mempunyai kekuatan membaca fikiran orang, pasti tidak ingin berada dalam radius seratus meter dari Kyuhyun. Karena fikiran Kyuhyun sekarang sedang sibuk berteriak lantang pada pemiliknya. Memprotes bagaimana bisa seorang genius sepertinya berubah menjadi orang paling bodoh sedunia.

Heechul, laki-laki yang sedang dipandangnya, kini tengah menatapnya dengan penuh selidik. Laki-laki yang masih mengenakan seragam sekolahnya itu sedang memegang benda-benda yang menjadi sumber masalah Kyuhyun hari ini. Benda yang awalnya menjadi harta karun untuk Kyuhyun. Benda yang diam-diam dipinjamnya dari Heechul. DVD-DVD itu kini berserakan dihadapannya. Dan Kyuhyun sepertinya dapat menebak sendiri nasibnya kali ini.

"Kau belum menjawab pertanyaanku, Kyu." Kata Heechul datar. Digesernya letak bantal sofa itu sejenak sebelum akhirnya dia duduk dan menyilangkan kaki panjang miliknya pada sofa hitam di ruang tamu kediamannya. Sementara matanya masih tidak lepas memandang Kyuhyun yang dia yakini sedang merangkai alasan didalam kepalanya.

"Buat apa aku menjawab? Kau juga pasti akan menyimpulkan sendiri!" Balas Kyuhyun masih tidak bergerak dari posisinya sejak sepuluh menit yang lalu. Ya, Kyuhyun sedang membaca komik yang dipinjamkan Changmin padanya –sebenarnya Kyuhyun sedang mengulang hal yang terjadi padanya dan Sungmin semalam- ketika tiba-tiba saja kakaknya itu datang dan langsung menghampirinya dengan wajah yang sangat tidak bersahabat.

Tunggu, wajah Heechul memang selalu seperti itu kapanpun dan dimanapun, jadi seharusnya Kyuhyun tidak terkejut dengan tampilan wajah kakaknya itu. Hanya saja, sesuatu yang dibawa Heechul lah yang membuat semua otot-otot dalam tubuhnya menegang sempurna. Mungkin jika rambut jamur kebanggaannya itu memiliki otot, mereka semua akan langsung berdiri setelah melihat apa yang disodorkan Heechul padanya. Ini benar-benar buruk, pikir Kyuhyun.

"Aku tidak akan mengizinkanmu pergi kemanapun dan dengan siapapun jika kau masih belum menjawab pertanyaanku tiga puluh detik dari sekarang." Jelas Heechul santai sambil mengikir kuku jari tangan kirinya yang –menurut Heechul- sudah tidak terlihat cantik. Sementara benda yang menjadi masalah untuk Kyuhyun itu kini tergeletak begitu saja pada meja putih yang memisahkan dirinya dengan Heechul.

Kyuhyun panik. Dia tahu bahwa Heechul saat ini sedang dalam kondisi serius dan tidak sedang bercanda. Hey, Heechul yang sedang mengikir kuku itu lebih menyeramkan dibandingkan dengan Heechul yang sedang mabuk. Kenapa? Karena pengikir kuku itu bisa berpindah dengan cepat kesalah satu anggota tubuh milik Kyuhyun tanpa Kyuhyun sadari sama sekali. Dan Kyuhyun yakin telinganya yang sensitive adalah incaran utama kakaknya itu.

Jadi, alasan apa yang akan diberikan Kyuhyun pada Heechul? 'Aku tidak sengaja menemukannya tergeletak begitu saja dikamarmu, jadi aku hanya berusaha untuk mengamankannya untukmu.' Tidak, itu bukan ide yang bagus sama sekali. Kamar Heechul adalah kerajaan miliknya, bisa mati Kyuhyun kalau Heechul tahu dia sembarangan memasuki zona rahasia itu.

'Aku melihat Heebum bermain dengan benda itu dan aku hanya menyelamatkan Heebum agar tidak tersedak.' Pikir Kyuhyun lagi. Tidak juga, Heechul itu punya hubungan yang aneh dengan kucingnya. Mungkin saja Heebum langsung mengatakan pada Heechul jika Kyuhyun berbohong dan bahwa dia –Heebum- sama sekali tidak terlibat dalam kasus ini.

Jika saja Heechul tidak ada dihadapannya kini, mungkin saja Kyuhyun sudah mengacak-acak rambutnya frustasi. Bagaimana mungkin dia bisa begitu bodoh sembarangan meletakannya. Sekarang alasan apa yang harus dia berikan pada Heechul?

"Waktumu tinggal sepuluh detik lagi, Kyu." Kata Heechul lagi, tangannya masih sibuk mengukur kuku jari kelingkingnya. Sesekali Heechul meniup buku-buku jarinya sambil memperhatikan Kyuhyun yang masih seperti manekin.

Tanpa sadar Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. Dia sudah terpojok. Matanya menatap Heechul kesal. Mungkin sebaiknya Kyuhyun jujur. Meskipun Kyuhyun tahu bahwa kadang jujur itu menyakitkan, tapi lebih menyakitkan lagi jika pengikir kuku merah muda itu bersarang ditelinganya.

"Hyung…sebenarnya aku…"Kyuhyun nampak ragu-ragu dengan penjelasannya ketika Heechul berhenti melakukan kegiatannya dan memandang Kyuhyun tajam. Kyuhyun menelan salivanya ketika matanya bertatapan langsung dengan mata indah –yang kini nampak menyeramkan- milik kakaknya.

"Maafkan aku Hyung, aku tidak bermaksud untuk…aku…aku…tidak sengaja melihatmu menonton film itu dan aku penasaran, lalu aku meminjamnya dan…"

"Tidak perlu kau lanjutkan, aku sudah tahu kemana arah pembicaraanmu." Potong Heechul. Pria dengan rambut cokelat gelap itu berjalan menghampiri Kyuhyun dan menepuk ringan kepalanya. Kyuhyun menatapnya canggung, ada rasa takut yang terlihat dimata hitam indah miliknya. Kyuhyun berfikir mungkin inilah akhir dari semua kebebasannya.

Tidak ada lagi waktu bermain dengan Changmin. Tidak ada waktu lagi bermain video game. Tidak ada lagi latihan vocal dengan manusia aneh yang sangat cinta dengan kura-kuranya. Parahnya lagi, tidak ada lagi waktu baginya untuk kencan dengan Sungmin-nya. Dan ikan badut itu pasti akan dengan mudah mengambilnya dari Kyuhyun. Tidakkk! Teriak Kyuhyun kencang. Tentu saja dalam fikirannya.

"Maafkan aku, Hyung…" lirih Kyuhyun lagi. Kali ini dia menundukan kepalanya siap untuk mendengar omelan monster dihadapannya. Dalam diam, Kyuhyun mencoba untuk menguatkan hatinya.

"Kau tahu Kyunnie…"Mulai Heechul lagi sambil berusaha untuk tidak memeluk erat adik kecilnya yang benar-benar terlihat menggemaskan ini. Mana tega Heechul membuat adik kesayangannya ini bersedih. Lagipula itu hanya sebuah film yang kurang begitu bagus. Dan Heechul tidak begitu menyukainya. "Jika kau mengatakan langsung padaku sejak awal, aku pasti akan memberikan film yang lebih bagus untukmu." Tambah Heechul dan sukses membuat Kyuhyun tersedak tiba-tiba.

Kyuhyun memandangnya heran. Apakah ini benar-benar kakaknya yang mirip monster itu? Apakah ini benar-benar Heechul yang tidak suka berbagi itu? Apakah orang yang ada dihadapannya ini adalah orang yang ingin menguburnya hidup-hidup hanya karena memergoki Heechul berciuman dengan pacarnya dulu?

"Ya! Berhenti menatapku seperti itu! Aku hanya senang, akhirnya adikku yang sedikit autis ini tumbuh menjadi pria dewasa juga!" seru Heechul sambil memandang Kyuhyun. Jari lentik miliknya kini menekan leher Kyuhyun pelan tepat ditempat yang warnanya sedikit berbeda. Benar-benar sudah dewasa, gumam Heechul pada dirinya sendiri.

"Hyung, jangan bicara seperti itu!" Seru Kyuhyun sambil menutupi wajahnya yang kini mulai memerah. Dia tidak mengira bahwa Heechul malah akan bersikap seperti ini padanya. Kyuhyun sudah memprediksi paling tidak Heechul akan menarik telinganya hingga nyaris putus ketika dia tahu bahwa Kyuhyun mencuri tiga keping film 'special' miliknya. Tapi apa maksud dari kata-kata Heechul barusan?

"Sudahlah Kyunnie. Ayo berdiri!" Pinta Heechul sambil menarik tangan Kyuhyun yang masih menutupi wajahnya. Dengan berat hati Kyuhyun menuruti perintah kakaknya itu. Sudah bersiap dengan segala kemungkinan terburuk yang akan dihadapinya di ruang penyiksaan yang sudah disiapkan oleh Heechul.

"Kita mau kemana?" Tanya Kyuhyun Khawatir. Heechul memutar matanya kemudian mendorong sedikit dahi Kyuhyun kebelakang dengan telunjuknya. "Tentu saja kekamarku! Aku ingin menunjukan koleksi film-film 'special' milikku. Oh! Tenang saja Kyunnie, Hyung akan meminjamkan yang paling bagus untukmu!" Seru Heechul lagi.

Kemudian Kyuhyun bisa merasakan rahangnya terbuka lebar dan matanya membulat sempurna. Benarkah Heechul mengizinkannya untuk melihat film-film itu? Hello! Kyuhyun itu masih sepuluh tahun! Tidak Kyuhyun, ini adalah jebakan! Jangan sampai kau terlena oleh pesona iblis ini. Debat Kyuhyun dalam hati.

Namun begitu dia memasuki kamar kakaknya dan melihat koleksi-koleksi milik kakaknya, Kyuhyun tidak dapat lagi menutup matanya. Tidak saat mungkin saja suatu hari nanti Sungmin akan 'menyerangnya' lagi. Paling tidak, Kyuhyun sudah punya persenjataan yang maksimal.

Pada akhirnya adik itu tidak akan berbeda jauh dengan kakaknya, bukankah begitu?

.

.

.

-End Of Chapter 7-

.

.

A.n :

1. Okay, mau meluruskan satu hal! Kyunnie itu polos, okay! He's still innocent if you guys want to know! Lol …. But then again, it's up to you guys … XD

2. Told you guys, I can't write Angst! I prefer Fluff and Romance from now on! XD XD XD

3. Zen tahu kalian semua pasti mengutuk Zen dalam hati karena chapter 6 kemarin T_T Zen juga sedih. But, life isn't all about the rainbow! Bahkan pelangi itu muncul setelah hujan lebat. :p #pembelaan diri

4. Hey, Zen juga gak suka Angst karena hidup Zen itu genre-nya sudah Dark Angst, jadi Kyumin itu harus Fluff! Lho?

5. Say Hi to Heechul-hyung! ^^ Annyeooonggg~

6. Update lebih cepat karena –mungkin- Zen gak bisa update hari minggu nanti. Zen mau menyepi dulu sebentar dari kebisingan kota (Read : Liburan). #asikasik

7. Untuk penggunaan bahasa Jepang diatas jika tidak sesuai mohon dibantu untuk diperbaiki ya, PM aja kalo misalnya ada yang salah. Maklum masih belum kesampaian jadi orang Jepang soalnya :'(

.

.

Thanks for all the Reviewers :

-Terima kasih untuk semua orang yang udah bersedia baca dan mengikuti perjalanan kisah cinta Kyunnie sama Minnie disini. Apalagi buat yang sudah ninggalin jejak buat ngedukung Kyunnie maupun buat semua yang membantu saya untuk mengutuk kelakuan si ikan badut. Maaf gak bisa balesin satu-satu review-nya. :'(

-Sekali lagi, thanks for all your support for Kyunnie!

-Chapter ini udah panjang kan? #please say yes..puppyeyes

-Nb : Dhee~ Zen tahu kamu lagi nyiapin sesuatu! #evil glare

.

KYUMIN is REAL!

.

See you on the next Chapter ^_~ Pyong! Zen~