1

2

3

~(Start)~

_)Chunin Exam 2(_

Menma berjalan cepat bersama dengan Naruto,setelah mereka makan bersama,mereka harus cepat kalau tidak mereka tidak akan bisa mengikuti ujian Chunin.

"Kenapa kau tidak tahu bahwa ujian Chunin dilaksanakan jam 07.30,padahal kau sudah membacanya selembaran ujian itu bukan?!"tanya Menma dengan suara keras,dia sangat kesal pada adiknya itu,karena bagaimana mungkin dia tidak mengetahui jam berapa ujian pelaksanaan Chunin dilaksanakan.

Naruto menatap tajam Menma,dia sebenarnya juga kesal kepada orang itu,karena dia juga berpendapat bagaimana mungkin dia yang sudah membaca pengunguman ujian Chunin tidak mengetahui jam berapa ujian Chunin dilaksanakan, "Seharusnya aku yang bertanya kepadamu,bukankah kau sudah membaca pengunguman ujian Chunin dan harusnya aku yang mempertanyakan hal ini kepada kau!"ucap Naruto,perkataan adiknya itu memang benar dan karena itulah dia tambah kesal.

"Kau membuatku kesal!"umpat Menma.Naruto melirik Menma singkat lalu menyeringai,dia memang suka membuat Kakak angkatnya itu kesal,karena menurutnya itu menarik, "Terserah kau,karena aku tidak begitu peduli"balas Naruto.

"Apa maksud perkataanmu itu!!!"teriak Menma.

Tempat Chunin Exam

Satsuki dan Sakura sudah menunggu lama kedua pemuda itu,mereka sebenarnya kesal kepada dua pemuda itu,tetapi karena ujian Chunin sebentar lagi akan segera dimulai jadi mereka harus cepat-cepat, "Cepatlah Naruto-kun,Menma-kun!"teriak Sakura memanggil mereka berdua dipintu masuk tempat ujian chunin.

"Iya,Sakura-chan!"balas Menma.

Naruto berlari mendahului Menma dan akhirnya dia sampai lebih dahulu,pemuda itu menatap Satsuki dari kejauhan,karena perempuan itu menjaga jaraknya dari Naruto,sejak kejadian waktu itu,dimana mereka bertemu pertama kali saat Naruto bertarung dengan ninja suna.

"Hm,kita harus cepat jangan berdiri saja disitu Hime"ucap Naruto ditelinga Satsuki,dia menghirup aroma tubuh dari gadis itu dan itu membuatnya merasa aneh,tetapi dia suka itu.

"Hn,apa yang kau lakukan,dobe dan menjauhlah dariku,karena itu membuatku merasa risih jika didekatmu"Satsuki menjaga jaraknya dari Naruto,tetapi tentu saja pemuda itu tidak menyerah,dia ingin berada didekat gadis yang dia panggil Hime itu.

Seringai tercipta dibibir Naruto,dia ingin menghirup aroma tubuh itu,dia sangat menginginkannya,karena itu membuatnya senang. "Hime,aku ingin menghirup aroma tubuhmu sekali lagi,karena itu membuatku merasa bergairah"matanya menatap tajam iris mata beronyx itu,dia,Satsuki merasa sedikit takut dengan mata tajam hijau toska milik Naruto itu.

Tubuh Satsuki dihimpit tubuh Naruto dengan tangan kiri pemuda berambut akai itu yang menghentikan pergerakan putri klan Uchiha,kedua mata berbeda warna itu saling bertatapan dan sebenarnya Naruto sedikit tidak menyukai jika matanya ditatap tajam oleh gadis itu,karena dia tidak menyukai jika dirinya terintimidasi,akan tetapi dia sangat menyukai jika lawannya terintimidasi olehnya.

Wajah Naruto mendekati wajah Satsuki,gadis itu memalingkan wajahnya dari Naruto,entah kenapa dia baru pertama kali ini dia merasakan debaran jantung yang membuatnya sedikit merasa nyaman,tetapi juga tidak begitu nyaman dan itu membuatnya merasa aneh.

"Jangan menatapku dengan tatapan tajammu Hime,karena aku tidak menyukainya"bisiknya ditelinga Satsuki ketika dia telah menghirup aroma tubuh putri klan Uchiha.

"Apa yang kau lakukan Otouto?"tanya Menma saat dia melihat adiknya itu mendekap tubuh Satsuki.

Dia sedikit agak kesal dengan Menma,karena dia telah mengganggu apa yang dia lakukan,sebenarnya memang dia selalu mengganggu Naruto dan itu membuatnya kesal.

"Setiap kali aku melakukan apa yang kusukai kenapa kau selalu menggangguku,kau itu menyebalkan"ucap Naruto dengan nada datarnya lalu pergi meninggalkan Menma dan Satsuki.

'Cih,dia selalu seperti itu jika menemuiku'batin Satsuki kesal.

"Ah,teme maafkan Otoutoku ya"ucap Menma dengan senyumannya,tetapi Satsuki tidak memperdulikan ucapan maaf Menma,karena dia pergi meninggalkan pemuda bermarga Namikaze itu.

"Dua kali aku ditinggalkan seperti ini,awas mereka"umpat Menma.

Naruto memasuki ruang tes ujian Chunin tahap pertama,dia merasakan atmosfer yang membuatnya ingin segera melaksanakan ujian ini,begitu juga dengan Menma dan lainnya.

Masuklah seorang Jounin berambut kuning pucat dengan pakaian serba hitam,dia mungkin pengawas ujian Chunin tahap pertama.

"Perkenalkan namaku Yamanaka Inoichi,aku adalah pengawas ujian Chunin tahap pertama,jadi bagaimana jika kita memulainya"ucap Inoichi.

Setelah beberapa kejadian menegangkan akhirnya mereka telah menyelesaikan ujian Chunin tahap pertama dengan Menma yang menjadi kunci utamanya,yah dengan begitu Tahap pertama mereka selesaikan dengan sedikit adegan yang menegangkan dan memakan banyak pikiran.

Lalu muncullah seorang gadis yang memecahkan jendela ruang ujian tahap pertama,dia adalah pengawas ujian Chunin Tahap kedua Mitrasih Anko.

"Disini adalah Shi no Mori,ini adalah hutan yang dibentuk oleh Hokage pertama sewaktu melawan Uchiha Madara,di dalam hutan ini terdapat hewan buas yang berkeliaran didalamnya dan tanda tangan dikertas yang aku berikan"ucap Anko.

"Sebenarnya kenapa kita harus menandatangani kertas ini,apa maksud dibalik kita menandatangani kertas ini?"tanya Satsuki.

"Ini adalah bukti perjanjian bahwa Konoha tidak bertanggung jawab atas kematian kalian,karena kalian harus bunuh membunuh untuk mendapatkan gulungan yang kuberikan kepada kalian itu,di dalam gulungan itu terdapat kanji Tengoku dan Jigoku,kalian harus mengambil lawan yang mempunyai gulungan berkanji berbeda dengan milik kalian dan jika kalian mendapatkan gulungan yang sama maka kalian tidak akan mendapatkan kelulusan tahap Kedua dalam ujian kali ini"seringai tercipta dibibir Anko membuat para peserta ujian Chunin bergidik ngeri kecuali Naruto dan Satsuki.

"Ino,aku heran kenapa Otousanmu menjadi pengawas ujian Chunin pada tahap pertama?"tanya Shikamaru dengan tampang bingungnya.

Ino yang diberi pertanyaan itu hanya tersenyum, "Gommen ne Shikamaru,aku juga sebetulnya tidak mengetahui begitu jelas kenapa Otousanku menjadi pengawas ujian Chunin tahap pertama"ucap Ino.

"Kalian ini seharusnya tidak membicarakan sesuatu hal yang merepotkan seperti ini dan hilangkan pikiran tak jelas kalian dan lebih fokuslah pada ujian tahap kedua,karena aku tidak menjamin keselamatan kalian"ucap Chouji dengan wajah yang serius dan diberi anggukan oleh teman seteamnya.

Muncullah sesosok pemuda berambut hitam dengan gaya emo,dia tersenyum kepada Ino lalu mulai mendekatinya, "Ara,ara janganlah terlalu keras kepada perempuan Chouji,kau itu sangat tidak memahami perasaan perempuan yang sedang ketakutan,lihatlah wajah Ino yang tadinya manis sekarang menjadi mengeras,karena perkataan kasarmu itu"pemuda memeluk Ino dengan erat lalu membisikan sesuatu yang membuah wajah gadis itu merah merona.

"Tenanglah Hime,aku akan melindungimu dengan seluruh jiwa ragaku,karena itu terimalah bunga mawar ini yang kupetik dari bukit Konoha"ucap pemuda itu dengan memberikan bunga mawar yang dipegangnya.

"Ano,Sasuke-kun bukankah ini bunga mawar yang kau beli dari toko bungaku?"tanya Ino,sebenarnya Sasuke itu sering ketoko bunga Ino,karena dia sering sekali membeli bunga mawar yang sangat banyak sampai ayahnya heran apa Sasuke menjual bunga mawar,sebab dia membeli bunga mawar hampir setiap hari.

"Ehm,ah itu,jadi apa kau menerima bunga mawar ini Hime?"tanya Sasuke yang mengalihkan pembicaraan,karena malu.

"Um,baiklah arigato Sasuke-kun"balas Ino.

"Heh,bukankah kau Otouto dari Satsuki-san?"tanya Chouji.

Sasuke menyeringai,ternyata pemuda itu mengetahuinya,padahal banyak yang beranggapan bahwa mereka itu bukan saudara,karena mereka memiliki sifat yang berlawanan.Satsuki yang tidak peduli dengan sekitarnya dan pendiam,sedangkan Sasuke yang peduli dengan semua gadis dan banyak bicara dengan membawa nama cinta.

"Ne,jadi kau mengetahuinya ya,Akimichi Chouji"jawab Sasuke.

"Kau mengetahui namaku?"tanya Chouji.

Sasuke menyeringai dengan tatapan yang tajam, "Tentu aku mengetahui namamu,karena aku selalu waspada dengan musuhku"Uchiha itu pergi meninggalkan Chouji,tetapi sebelum dia pergi,dia berteriak, "Ganbatte Hime!! Jangan sampai kalah!!"teriak Sasuke.

Chouji menatap punggung berlambang kipas angit tersebut,dia tidak menyangka orang yang disangkanya hanyalah besar mulut,tetapi dibalik itu semua dialah yang harus mereka waspadai."Hah,sungguh mendokusai"gumam Chouji.

Gadis berambut biru lavender itu mengumpat,karena banyaknya serangga yang berada disekitarnya dan itu membuatnya merasa tidak nyaman,karena si pemilik serangga malah melarikan diri,sementara rekan yang berada disisinya malah bertengkar dengan anjing putihnya.

"Serangga bodoh pergi kau,apa aku harus menggunakan Jyuken milikku untuk membunuh kalian semua.Pergilah serangga bodoh,apa kalian mau mati hah!!"umpat gadis itu.

Sementara rekan seteamnya yang mengumpat itu malah tersenyum gembira dengan segala gumamman yang keluar dari mulutnya, "Bagus Hinata,gunakan Jyukenmu untuk membunuh serangga parasit itu,aku sudah muak dengan serangga tidak berguna itu"gumam pemuda yang bernama Shino.

Guk Guk Guk

Terdengarlah suara anjing yang ingin menyerang pemiliknya,sementara sipemiliknya ingin memukul anjing tersebut menggunakan balok yang digenggamnya.

"Apa,Akamaru! Kau mau menggigitku,hah tidak semudah itu anjing tidak berguna,seharusnya klan Inuzuka tidak merekankan anjing sebagai senjata shinobi mereka,seharusnya rekan Inuzuka itu Neko,karena aku suka sekali kucing.Kalau aku sudah menjadi pemimpin klan Inuzuka,aku akan mengganti nama klan Inuzuka menjadi Nekozuka,ha ha...ARRGGGHH! Inu bodoh!! Akan kupukul kau"umpat pemuda yang bernama Inuzuka Kiba,dia digigit Inunya sendiri dan itu membuatnya ingin menendang Inu tersebut.

Di samping kelompok tersebut terdapatlah kelompok yang lain yaitu Team 10 yang beranggotakan beberapa orang,diantaranya terdapat klan Hyuga,dia diberi julukan Prodigy,karena dia sangat pintar.

"Fu,fu ini memang hebat,sensei itu benar-benar merawat tubuhnya dengan sangat baik,mata Byakugan ini benar-benar berguna untuk menyalurkan hobi liarku,ha ha!"tawanya,setelah dia melihat lekukan tubuh seorang perempuan yang menjadi pengawas tersebut.

"Hei,Neji kau itu sama sekali tidak keren dengan hobi liarmu itu dan lagi cara berpakaian macam apa itu,pakaian itu sama sekali tidak modis dan ketinggalan zaman,kau harusnya memilih pakaian yang sama denganku dan Guy-sensei"ucap seorang pemuda berpakaian serba hijau.

"Grrggh,kalian berdua berhenti bertengkar,sebentar lagi kita akan masuk kedalam Shi no Mori itu,jadi berhentilah bertengkar untuk sesuatu hal yang bodoh"ucap seorang gadis berpakaian china.

Muncullah seorang pemuda berpakaian biru dengan lambang kipas angin dipunggungnya,dia membawa setangkai mawar merah yang dia berikan kepada gadis berpakaian china tersebut.

"Tenten,kau janganlah marah dengan ekspresi kawai tersebut,marahmu itu harus kau perlihatkan hanya kepadaku seorang,jadi maukah kau menerima mawar merah yang menjadi cinta suciku ini kepadamu"ucap Sasuke dengan memberikan setangkai mawar,tetapi setangkai mawar itu dibuang dan diinjak-injak oleh Tenten dengan ekspresi marah yang semakin menjadi-jadi.

"Diam kau Uchiha,jangan menggodaku dengan memberikan setangkai mawar ini!"bentak Tenten,tetapi bentakan Tenten bagaikan angin lalu oleh Sasuke.

"Lalu,apa yang harus kuberikan kepada gadis secantik dirimu ini?"tanya Sasuke.

Sebuah tepukan di pundak Tenten berhasil membuat gadis itu terkejut,dia membalikan tubuhnya untuk melihat siapa yang menepuk dirinya.

"Hm,ini..ambillah,aku tahu kau haus"seorang pemuda berambut akai dengan mata sehijau toskanya yang menawan hati gadis china tersebut.

"Eh,arigato ne..."gadis itu mengambil sebotol air minum itu dengan cepat dia ambil dari tangan Naruto.

"Kau bukannya,kau itu rekan dari team Oneesan-ku?"tanya Sasuke.

"Hm,Oneesan,apa kau adik dari Satsuki".

"Ya,namaku Uchiha Sasuke"Sasuke mengulurkan tangannya ke arah Naruto.

Naruto menyeringai sedikit dibibirnya, "Namaku Uzumaki Naruto"dia membalas uluran tangan Sasuke,pemuda bermarga Uchiha itu tersenyum hangat.

"Kalau begitu,aku kembali keteamku dulu,Uchiha-san"dibalas dengan anggukan kepala Sasuke.

"Uzumaki Naruto,aku berharap bertarung denganmu ditahap selanjutnya"Sasuke menyeringai dengan Sharingan bertomoe sempurna miliknya.

Mitrasih Anko melihat seluruh peserta ujian Chunin,sepertinya mereka sudah berkumpul semua,gadis berusia delapan belas tahun itu tersenyum hangat kepada seluruh peserta ujian Chunin.

"Ne,ne baiklah,aku akan mengumumkan tahap kedua Ujian Chunin dimulai!!!"teriak Anko yang diakhir dengan berlarinya seluruh peserta ujian Chunin untuk memasuki Shi no Mori.

Didalam Hutan Kematian

Team 7 dengan cepat mengumpat dari kejaran team musuh yang sepertinya sangat kuat untuk dihadapi oleh mereka,kunai dengan kertas peledak tertancap tepat di depan mereka.Mereka dengan sigap menghindari ledakan kecil itu dengan cara melompat kebatang-batang pohon yang berada disekitarnya.

"KUCHIYOSE NO JUTSU:HEBI"muncullah dua ular ukuran yang sangat besar menyerang dua pemuda berbeda warna rambut itu.

Mata Naruto membelak,dia tidak percaya apa yang dia lihat,kuchiyose hebi itu bukanlah kuchiyose yang bisa didapatkan dimana saja.Itu adalah kuchiyose langka yang hanya dimiliki oleh satu orang saja di dunia shinobi,akan tetapi ini bukanlah dunia shinobi yang dia ketahui mungkin saja kuchiyose hebi bisa didapatkan dimana saja di dunia ini.

~ Bersambung ~