Genre : Friendship/Family/Adventure Rate : T (semi M)
Mainchar : Naruto U.
Pair : lihat saja nanti Disclaimer : Naruto dkk punya Masashi Kishimoto. Fanfict ini punya saya
Summary : Bagaimana jadinya jika Uzumaki Naruto, seorang yang lemah tapi karena ingin melindungi sesuatu yang berharga baginya maka ia pun berlatih dengan keras,sehingga ia pun menjadi kuat ? Serta ia adalah Jinchuuriki dari Kyuubi? Dan ter nyata dia adalah seorang perempuan?cerita selanjutnya adalah..
Warning : OOC,fem!naru, AU semi Canon atau sebaliknya(?), ide pasaran, smart and strong!Naru, good!Kyuubi and other standard warnings : typo dan mainstream.
"Naruto berbicara"
"Batin naruto"
"Bijuu berbicara"
"-telepati-"
Sebelumnya…
"Baiklah, tim. Mulai dari Besok sampai tuju hari kedepan kita akan melakukan latihan untuk menghadapi zabuza kem~"
"Zabuza masih hidup?" ucap sakura kaget sehingga memotong ucapan kakashi.
"Hanter-nin kamarin" ucap naruto memberi jeda diucapannya. Sementara sasuke dan sakura hanya menatap naruto tidak mengerti.
"Dia mungkin adalah patner dari zabuza, karena cara kerja hanter-nin: membunuh musuh dan hanya mengambil kepalanya saja sementara tubuhnya akan dimusnahkan ditempat" lanjut naruto.
Sakura dan sasuke hanya mengangguk mengerti akan penjelasan naruto.
"Untuk sembuh dari lukanya zabuza mungkin membutuhkan waktu kurang lebih tuju hari untuk sembuh total. Dalam kurun waktu itu, kalian akan melakukan pelatihan untuk melawan zabuza dan patnernya. kalian mengerti" ujar kakashi.
"Ha'i" jawab para genin disana secara serempak.
Chapter 6
Siang hari yang cerah tanpa awan, sehingga memudahkan matahari untuk menyinari bumi dari atas langit, dengan cahanya yang terang (Plus panas)
Di desa nami no kuni. Lebih tepatnya disebuah hutan yang tidak jauh dari kediaman tazuna, saat ini tim-7 sedang bersiap untuk berlatih.
"Ok, tim. Sekarang kita akan melatih control cakra kalian. agar saat kalian nengeluarkan jutsu, kalian bisa mengoptimalkan pengeluaran cakra kalian. Dan cara pertama untuk mengontrol cakra kalian adalah dengan memanjat pohon dengan kaki yang dialiri ole~"
"Apa seperti ini, kakashi-sensei?" tanya sakura memotong ucapan kakashi.
"Bagaimana kalian bisa melakukannya?" tanya kakashi penasaran sekaligus kaget, saat melihat ke tiga muritnya sudah berdiri di puncak pohon.
Sementara yang ditanya hanya diam tidak menjawap, melain kan sasuke dan sakura menunjuk kearah naruto sebagai jawaban.
Melihat sasuke dan sakura menunjuk naruto, lantas kakashi menatap naruto, dengan tatapan meminta penjelasan.
Seakan mengerti tatapan yang diberikan kakashi, naruto langsung menjawap dengan tenang.
"Karena kakashi-sensei selalu melatih kerja sama tim kami, jadi naru menyuruh mereka untuk berlatih kontrol chakra, agar kami tidak ketinggalan dengan tim lain , soal kekuatan" jawab naruto.
"Baiklah kalau begitu, naru pergi dulu. Jaa ne" lanjut naruto. setelah mengatakan itu, naruto pergi menggunakan via sunshine.
Poof
'Semakin lama dia semakin mirip dengan mu sensei, menghilang se'enaknya sendiri' batin kakashi kesal setelah melihat kepergian naruto. Setelah itu kakashi mengalihkan perhatiannya kepada kedua muritnya yang sudah ada di depannya.
"Baiklah, sekarang kalian sudah sampai tahap mana, soal kontrol chakra?" tanya kakashi kepada muritnya yang tersisa.
"Kami sudah cukup mahir soal kontrol chakra, kakashi-sensei" balas sakura.
" apa kalian sudah mengetahui jenis perubahan chakra elemen kalian?" tanya kakashi, lagi.
"Api" jawab sasuke padat, singkat, dan gak jelas.
Sementara sakura hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
Kakashi yang sudah mendapat jawaban dari kedua muritnya langsung mengambil sesuatu dari kantung kunainya, lalu memberikan sesuatu itu pada sakura dan sasuke.
"Kertas apa ini, kakashi-sensei?" tanya sakura sambil melihat kertas kecil yang diberikan kakashi tadi. sasuke mengangguk membenarkan pertanyaan sakura, karena dirinya juga tidak tahu.
"Itu adalah kertas chakra, fungsinya untuk mengatahui jenis perubahan chakra kalian" ucap kakashi.
"Caranya" tanya sakura penasaran sekaligus antusias.
"Caranya, dengan mengalirkan chakra kalian ke kertas itu. Jika kertas itu terbelah berarti jenis chakra kalian adalah angin atau fuuton. Jika hangus berarti api atau katon. Jika basah berarti air atau suiton.
Jika berkerut berarti petir atau raiton. Jika hancur berarti tanah atau doton. Sekaran kalian cobalah!" ujar kakashi memberi perintah kepada sasuke dan sakura.
Tanpa disuruh dua kali mereka langsung mengaliri kertas itu dengan chakra mereka masing-masing. Untuk kertas milik sakura, kertas itu hancur menjadi tanah. Sementara kertas milik sasuke berkerut lalu hangus seperti terbakar.
'Sepertinya sakura memiliki elemen tanah. sementara untuk sasuke memiliki dua elemen yaitu api dan petir, sepertinya aku bisa melatihnya chidori, suatu saat nanti.'
Kakashi membatin setalah melihat perubahan chakra muritnya. Setelah itu kakashi merogoh kantung kunainya, lagi. Setelah menemukan sesuatu yang dia cari, kakashi langsung melemparkannya ke pada sasuke dan sakura.
Sasuke dan sakura yang melihat kakashi melemparkan sesuatu ke arah mereka, mereka pun menangkapnya dengan sigap.
"Gulungan apa ini, kakashi-sensei?" tanya sakura saat melihat gulungan yang diberikan kakashi.
"Itu adalah gulungan jutsu. untuk sakura, itu adalah gulungan jutsu doton rank-e sampai rank-c. Semantara sasuke, karena aku yakin kau sudah menguasai beberapa jutsu katon. Jadi aku memberikan gulungan raiton dari rank-e sampai rank-c." jawab kakashi.
Sementara sasuke dan sakura hanya menganguk sebagai balasan.
"Baiklah, selamat berlatih" ujar kakashi, setelah itu kakashi menghilang dengan via sunshine, meninggalkan sasuke dengan sakura.
"lebih baik kita latihan sekarang saja sasuke-kun" ujar sakura.
"Hn" balas sasuke.
Setelah itu mereka mulai membaca gulungan yang diberikan kakashi tadi.
Sementara dipinggir sebuah sungai, terlihat sesosok gadis berusia sekitar 13 tahunan, bersurai merah panjang yang diikat ponytail, siapa lagi kalau bukan naruto pemain utama dalam fic ini.
Saat ini naruto sedang duduk di pinggir sungai sambil membaca sebuah gulungan, setelah membaca gulungan itu naruto lalu berdiri dan membuat beberapa handseal yang cukup rumit, karena baru pertama kali. setelah itu dia merentang kan tanggannya ke depan sambil bergumam.
"Hyoton: sensatsu suisho"
Tiba-tiba disekitar naruto muncul jarum yang terbuat dari es dengan jumlah puluhan, setelah itu jarum es tadi meluncur menyebrangi sungai dan
Jlep
Jlep
Jlep
akhirnya menancap di sebuah pohon hingga pohon itu tumbang. Melihat jutsunya berhasil, naruto membuat handseal sekali lagi, setelah membuat handseal naruto lalu mengucapkan jutsunya.
"Hyoton: hissatsu hyoso"
Setelah mengucapkan itu, tiba-tiba diatas naruto muncul butiran-butiran air yang tidak lama kemudian menyatu dan mengeras menjadi sebuah paku es yang cukup besar. Melihat itu, naruto langsung menggerakkan tangannya kedepan. Seakan mendapat perintah dari naruto, paku es tadi meluncur menyebrangi sungai
Blaaaarrr
Saat menyentuh tanah paku es tadi mengakibatkan sebuah ledakan yang cukup besar dan mengakibatkan kepulan debu yang beterbangan disana. Setelah mengeluarkan jutsu itu naruto langsung jatuh terduduk dengan nafas yang tinggal satu dua.
"Hah. ...Hah…., padahal cuma ..…hah… dua jutsu hah rank-c, tapi…. hah… rasanya cakra naru …hah… sudah terkuras banyak." ucap naruto desertai nafas yang terengah.
"UNTUK ORANG YANG PERTAMA KALI MENGELUARKAN JUTSU HYOTON, DAN SUDAH BISA MENGELUARKAN DUA JUTSU SECARA BERUNTUN TANPA JEDA. KAU SUDAH CUKUP BAGUS NARU-CHAN , APALAGI UMURMU YANG MASIH BISA DIBILANG BOCAH ITU" ucap sebuah suara berat yang tiba-tiba muncul didalam kepala naruto.
"Aku rasa kau benar kyu-nii" sahut naruto pada suara berat itu yang ternyata adalah kakak angkat naruto aka kyuubi.
"SEBAINYA KAU ISTIRAHAT SEKARANG, NARU-CHAN. KAU SUDAH CUKUP KELELAHAN" nasehat kyuubi.
"Ha'i" jawab naruto.
'Tapi sebelum itu aku ingin mencoba ini terlebih dahulu' lanjut naruto didalam hati. Setelah itu naruto membuat handseal yang panjang dan rumit, setelah menyelesaikan handseal nya naruto lalu menyebutkan jutsunya sambil mengangkat tangan nya ke atas.
"Hioton: ikkaku hakugei"
Tiba-tiba sungai yang ada di depan naruto, keluar sebuah tanduk raksasa, tapi sebelum sesuatu bertanduk itu keluar dari sungai
Bruuk ….
Naruto sudah jatuh pingsan tidak sadarkan diri disamping sungai. Kyuubi yang melihat kelakuan dari adik angkatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas pasrah. "MESKIPUN SUDAH KEHABISAN CHAKRA MASIH SAJA MEMAKSAKAN DIRI" gumam kyuubi, setelah itu kyuubi melanjutkan pekerjaan sakralnya apalagi kalau bukan tidur.
Skip .
Sore hari di pinggir sebuah sungai yang jernih dan cukup besar, saat ini naruto sedang tertidur akibat kelelahan setelah melakukan latihan tadi, tapi aktifitasnya terganggu akibat dia merasakan ada yang mengguncangkan bahunya.
"Hei bangun" ucap suara lembut orang yang mengguncangkan bahu naruto.
"Engg" erang naruto, setelah itu dia membuka matanya dan yang pertama dia lihat adalah sesosok yang mempunyai wajah yang bisa dibilang cantik.
"Nee-san, siapa?" tanya naruto dengan suara serak khas seorang yang baru bangun dari kubur err… maksutnya tidur.
"Bukankah tidak sopan menanyakan nama orang lain jika yang bertanya belum memperkenalkan diri terlebih dahulu?" ucap orang yang memiliki wajah cantik tersebut.
"Ah gomen, nama naru, uzumaku naruto. Tapi nee-san bisa memanggilku naru, kalau nee-san?" ucap naruto sambil menduduk kan dirinya.
"Nama nii-san adalah haku, yuki haku. Dan perlu kau ingat gadis manis, aku ini laki-laki" ucap orang yang memiliki wajah manis tadi yang ternyata adalah haku, sambil tersenyum lembut ke naruto.
Naruto yang mendengar itu langsung melihat penampilan haku dari atas ke bawah setelahnya dia diam memikirkan sesuatu.
"Kau kenapa naru-chan?" tanya haku penasaran karena sejak tadi naruto hanya diam saja.
"Ne, nii-san. Apa naru boleh bertanya sesuatu?" tanya naruto dengan memasang wajah penasaran.
"Tanya apa?" tanya haku, balik.
"naru kan sering membaca buku cerita, dan didalamnya_" naruto menghentikan ucapannya untuk memperhatikan wajah haku yang masuk ke kategori cantik.
"Lalu" sahut haku.
"Dan didalamnya terdapat seorang pria yang seperti nii-san, yaitu memiliki wajah cantik. Jadi_" ucap naruto menggantung ucapannya.
"Jadi" beo haku semakin penasaran akan maksut naruto.
"Didalam buku itu, jika seorang pria memiliki wajah manis atau cantik biasanya pria itu termasuk kedalam kategori uke. Jadi apa nii-san termasuk ke dalam kategori pria uke" jelas naruto dengan wajah polos.
Sementara haku yang mendengar penjelasan naruto, wajahnya langsung memerah, bukan karena malu tapi karena menahan marah.
"Dengar ya, naru-chan. Aku ini masih normal, bahkan aku suka dengan dada wanita yang 'besar' " ucap haku menekan kata 'besar' , sambil menunjuk dada naruto yang tergolong besar untuk gadis seusianya.
Naruto yang mendengar ucapan haku reflek memeluk tubuhnya sendiri untuk menyembunyikan dadanya yang bisa di katakan besar untuk gadis seumurannya.
"Tapi tenang lah, aku tidak akan macam-macam dengan mu" lanjut haku.
"Benarkah" tanya naruto memastikan.
Sementara haku hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Lalu apa yang kau lakukan, hingga tertidur di sini?" tanya haku, sambil berjalan kesemak-semak yang ada disekitar sana.
"Berlatih, tapi sepertinya naru terlalu bersemangat hingga naru kelelahan dan tertidur disini. Lalu apa yang nii-san cari?" ucap naruto sambil memperhatikan haku yang sepertinya mencari sesuatu di dalam semak-semak.
"Mencari obat. Memang kau latihan untuk apa?" ucap haku sambil melirik naruto dengan ekor matanya.
"Agar naru bisa menjadi hokage yang hebat, jadi naru di akui oleh pendudu desa sebagai kunoichi yang hebat." ucap naruto dengan semangat.
"Alasan yang cukup bagus, tapi jika kau ingin menjadi kuat kau harus memiliki orang yang kau sayangi dan lindungi orang itu dengan segenap kekuatan mu, maka kau akan menjadi lebih kuat " ucap haku menasihati.
"Oh begitu, lalu nii-san mencari obat untuk siapa?" ucap naruto.
" untuk teman nii-san yang sedang terluka" ujar haku.
"Apa nii-san menguasai medis?" tanya naruto.
"Tidak, nii-san hanya mengetahuinya saja dari buku yang nii-san baca" jawab haku.
"Apa naru boleh membantu teman nii-san yang sedang terluka?"Tanya naruto.
Haku yang mendengar itu tubuhnya langsung menegang tapi itu hanya sesaat , setelah itu haku kembali mencari tanaman obat yang terakhir. Setelah mendapatkan tanaman yang terakhir, haku lalu berjalan kearah naruto.
"Tidak perlu, nii-san bisa sendiri. Kalau begitu nii-san pergi dulu, jaa-ne" setelah mengatakan itu haku lalu berjalan pergi, dan masuk kedalam hutan. Setelah cukup jauh dari tempat naruto, lantas haku menghilang menggunakan sunshine.
"Kau merasakannya kyu-nii" tanya naruto pada kyuubi, lewat telepati.
"YA, DIA ADALAH HUNTER-NIN YANG MENOLONG ZABUZA KEMARIN." jawab sang kyuubi no kitsune yang tersegel didalam tubuh naruto.
"TAPI AKU TIDAK MERASAKAN AURA JAHAT YANG ADA DI ORANG YANG BERNAMA HAKU TADI" jelas kyuubi.
"Apa naru perlu memeriksanya, kyu-nii?" tanya naruto.
"TIDAK PERLU, LEBIH BAIK KAU PULANG, HARI SUDAH HAMPIR MALAM!" perintah kyuubi.
"Ha'i" setelah itu naruto berjalan pulang ke rumah tazuna.
Sekarang naruto sedang berjalan didalam hutan, tapi jalan nya terhenti akibat mendengar suara isak tangis dari balik semak-semak. Karena rasa penarasan yang tinggi akhirnya naruto mendatangi asal dari suara isakan tangis itu.
Saat dia naruto sudah sampai di asal suara isakan tangis tadi, ternyata yang menangis adalan inari cucu dari clientnya aka tazuna.
"Kenapa kau menangis inari-kun?" tanya naruto, tapi inari tidak menjawap pertanyaan yang dilontarkan oleh naruto, hingga suasana di sekitar naruto dan inari menjadi hening.
"Kau itu lebih beruntung dari pada naru, inari-kun" kata naruto tiba-tiba. Tapi masih tidak ada jawaban dari bocah yang duduk di sampingnya.
"Kau masih memiliki orang yang masih menyayangimu" kata naruto.
" maksut nee-chan?" tanya inari.
"Ya kau lebih beruntung dari naru, karena naru sejak lahir sudah tidak punya keluarga." kata naruto.
"Dan inari-kun, lebih baik kau meminta maaf kepada keluargamu yang slalu menghawatirkan mu, karena perubahan sikapmu selama ini" lanjut naruto.
Inari yang mendengar perkataan naruto hanya mampu menundukkan kepalanya sambil menangis.
"Hiks… kau benar hiks…. nee-chan, maaf kan aku" ucap inari sambil menangis.
"Sudahlah jangan menangis, inari kan laki-laki dan laki-laki itu tidak menangis." ucap naruto menasehati.
Inari yang mendengar itu lantar menghentikan tangisannya.
"Nah, begitu lebih baik. Kalau begitu kitapulang sekarang, naru yakin saat ini kaa-san mu telah menghawatir kan diri mu, inari-kun" ujar naruto.
"Ha'i" jawab inari.
Setelah itu mereka berdua berjalan pulang.
Skip
Saat ini naruto dan inari sudah berada di depan pintu rumah tazuna, dan naruto mengetuk pintu rumah itu.
Tok Tok Tok
"Iya sebentar" sahut suara perempuan dari dalam rumah.
Tap Tap Tap
Kriet
Tak berapa lama kemudia pintu terbuka, dan menampilkan seorang permpuan cantik bersurai hitam aka stunami, ibu dari inari.
Saat stunami melihat inari, dia langsung memeluk inari tanpa pikir panjang.
"Kenapa kau pulang semalam ini, inari. Kau membuat kaa-san khawatir" ucap stunami pada inari yang berada di pelukannya sekarang.
"Gomen" hanya itu yang keluar dari muluk kecil inari.
"Gomen, karena selama ini membuat kaa-chan menghawatirkak inari" lanjut inari.
"Iya, tidak apa" ucap stunami sambil menatap naruto dengan tatapan trimakasih.
Sementara naruto yang mengerti arti tatapan stunami pada dirinya, naruto hanya mengangguk.
Lalu naruto pergi dari sana karena tidak ingin mengganggu acara dari ibu dan anak itu.
Dan disinilah sekarang naruto berada, duduk di bangku yang berada di halaman belakan rumah tazuna sambil menatap bulan yang senantiasa meneranginya di gelapnya malam dengan tatapan sendu.
"Andai kalian ada disini, apa kalian juga akan menghawatirkan ku. Seperti yang dilakukan tsunami-san kepada inari, tou-san, kaa-san?" gumam naruto.
Tapi tiba-tiba ada sepasang tangan yang memeluknya dari arah belakang.
"Kau dari mana saja naru?" tanya orang yang memeluk naruto dari belakang.
Tanpa melihat pun, naruto tahu siapa orang yang memeluk nya dari belakang.
"Dari latihan memang kenapa?" tanya balik naruto.
"Kau tahu, dari tadi aku mencarimu. Karena aku menghawatirkan dirimu" jawab sasuke, sambil merubah posisinya yaitu duduk disamping naruto.
Naruto yang mendengar ucapan sasuke langsung menatap tepat kearah mata hitam segelap langit malam tanpa awan milik sasuke.
"Arigatau" ucap naruto sambil tersenyum lembut.
Tapi sasuke tidak menjawap ucapan naruto, karena terlalu terpesona oleh mata seindah langit tanpa awan di musim panas miik naruto.
Tapi lama kelamaan sasuke memajukan kepalanya ke arah kepala naruto. Naruto yang mengetahui maksut sasuke, langsung menutup mata. Sasuke yang melihat naruto lansung mengikis jarak diantara mereka.
Cup
Hingga bibir mereka bertemu, hanya ada ciuman yang didasari oleh perasaan sayang. Tapi lama kelamaan sasuke mulai melumat bibir naruto. Dan akhirnya menggigit kecil bibir naruto.
Naruto yang mengetahui maksut sasuke, langsung membuka sedikit mulutnya, dan menyambut lidah sasuke yang menerobos masuk kemulutnya. Sambil mengalungkan ke dua tangan nya ke leher sasuke.
Setelah itu sasuke langsung mengapsen deretan gigi naruto satu-persatu dan akhirnya mengajak lidah naruto untuk berdansa dengan lidahnya.
"Engg…." desah naruto tertahan.
Tak terasa ciuman mereka telah lebih dari dua menit, karna butuh pasokan udara sasuke melepas ciumanya tersebut dari bibir naruto, dan Nampaklah Saliva yang merembes keluar dari dagu naruto.
"Ekhem" suara deheman dari belakang mereka.
Sasuke yang mendengar itu langsung menoleh kebelakang, sambil bergumam 'hn' saat melihat stunami di belakang mereka.
"Maaf mengganggu, tapi yang lain sudah menunggu di meja makan. Karena sudah waktu jam makan malam." ujar stunami, setelah itu stunami meninggalkan tempat itu.
"Kau ingin pergi makan ,atau tetap disini untuk melanjutkan yang tadi. Hm naru-koi?" goda sasuke, saat melihat naruto yang masih diam ditempat sambil menundukkan kepalanya.
"Suke no hentai" teriak naruto, setelah itu naruto langsung berlari kedalam rumah disertai muka yang memerah seperti kepiting rebus.
Sasuke yang melihat kelakuan dari kekasihnya hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil mendengus geli, setelah itu sasuke masuk kerumah tazuna mengikuti naruto.
Tbc…
