Hai!! Maaf ya kalo updatenya lama, ini udah yang paling (kurang) cepet lo!! Kali ini adalah chapter terakhir. Oh ya, saya turut mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamya atas kepergian Pak Harto. Semoga Pak Harto diterima di sisi-Nya. Baiklah, aku ngebales reviewnya dulu yach.

SKManiac-LuvsHao-sama : Makasih reviewnya. Penggemar Hao? Sama donk...Cuma saya gak gitu seneng sih...gak tau kenapa...Makanya gak saya cantumin di favorite chara.

itachi no koibito : Makasih reviewnya.

pink-violin : Ini udah diupdate. Makasih ya udah nampilin saya. Gila, saya kok jadi badung banget ya? Padahal aslinya saya gak sebadung itu lo! Tapi gapapa, fanfic kakak bagus. Maaf ya belum direview.

Yuuichi93 : Makasih reviewnya. Maaf belum sempet ngebaca ficmu soalnya gak ada waktu

Cantik-Chan : Makasih udah ngereview. Moga-moga kamu terhibur ya.

Kaizo Eroji : Makasih juga reviewnya.

DyingHerInnocence : Maaf kualitas ceritanya menurun……Otak saya emang lagi jongkok sambil boker…hehehe tapi kayaknya sekarang udah normal tuh.

AkaiSoranotsuki : Makasih selalu ngereview fic saya. Kapan-kapan saya review ficmu deh (saya udah ngereview di cerita Naruto no Treat, tapi nanti kalo ada waktu saya baca yang At Aburame's Mansion ya).

GoodBoyTobi : Masa' sih sehancur itu? Btw, thanks reviewnya.

CraZy-AneH-GiRL : Maafin kalo bahasa Inggrisnya ancur, huehehe. Kenapa kehilangan selera membaca?

Nasuma Takashi : Ganti pen-name ya? Makasih udah ngereview.

Namikaze Arika : Makasih ya reviewnya. Makasih juga udah masukin cerita ini ke favorite stories list-mu.

OK, let's begis this fanfic!


CASE 7-Finally!!

Pein dan Konan bingung, kenapa mereka tiba-tiba ada di gunung berapi. Konan dan Pein segera melakukan observasi (alaaahhhhh). Tiba-tiba ada monitor muncul gak jelas darimana (kemonotonan cerita). Tulisannya kaya' gini : "UJIAN BUAT PEIN SAMA KONAN ADALAH MENGHIBUR MASYARAKAT YANG TERKENA BENCANA GUNUNG BERAPI". Terus tuh monitor menghilang entah kemana. Pein dan Konan langsung pucat setengah mati. Gimana mau ngehibur korban bencana kalo mereka suka ngebunuh orang? Konan yang terlihat lebih pintar mencoba mencari jalan keluar. Pein yang terlihat seperti preman terlihat membetulkan tindikan di hidungnya. Tiba-tiba ide yang sama sekali tidak cemerlang terlintas di benak Konan.

"Pein, aku punya ide!!!!" Konan mengacungkan tangannya. Pein terlihat tidak peduli.

"Ide apaan?"

"Gimana kalo aku nari sebagai hiburan buat korban bencana?"

"Ide bagus tuh!" Pein sama sekali tidak tahu betapa tidak cemerlangnya ide itu. Konan hanya tersenyum dan mulai berganti kostum. Untuk referensi, Konan mencoba melihat gaya pakaian Dewi Persik ma Inul Daratista. Pein? Cuek abis!!!

Gimana tampang penari 'Konan'?

Pein yang cuek menyuruh bagian tubuhnya yang lain untuk membangun panggung buat Konan. Konan terlihat bersiap-siap. Sementara itu para korban bencana sudah siap menonton. Panggungnya terlihat tidak kokoh dan akan roboh. Tapi Pein malah cuek (inikah sikap seorang leader?).

Konan sudah siap dengan kostum panggungnya. Pein mulai memutar musik dandut. Konan pun mulai menari.

"Bapa...bapa...ibu...ibu...semua yang ada disini..." Konan mulai bergoyang dengan mengikuti gaya Dewi Persik (kok kebalik? Inul kaleee). CROT!!! Darah mimisan mulai berkeliaran, sementara para lelaki mulai terserang nafsu birahi.

Pein malah memutar lagu lain, gak main-main 'Kucing Garong'!!! Konan yang tidak tahu harus berbuat apa, kembali menari dengan gayanya Mulan Jameela. CROT! CROT! Darah kembali berkeliaran. Bahkan sinusitis seorang lelaki sampe kambuh. Konan makin bingung, apa mereka terhibur ya? Kok banjir darah begitu? Tiba-tiba Konan tertimpa timbunan sampah. Pein terkejut dan mendapati ada sebuah monitor di depannya. Ada tulisan yang gede banget, bunyinya tuh :

'PEIN MA KONAN TIDAK LULUS UJIAN KALI INI, SOALNYA KONAN MENGUMBAR AURAT! MANA ORANG-ORANG PADA MIMISAN LAGI! MENJAGA AURAT ADALAH CIRI-CIRI ORANG BERIMAN!'

Pein ma Konan sedih banget. Bukan sedih gak bisa trip ke Arab, tapi sedih karena mereka gak bisa bayar uang ke Sasori (biaya perjalanan ini tuh ditanggung Sasori).


Sasori gundah, gelisah, karena sepertinya uangnya gak akan balik lagi. Terus Sasori juga lagi sedih, abis dia ma Deidara kepisah sama tembok yang besar banget. Sasori tau dia harus menahan nafsu buat gak berhubungan ma Deidara, tapi, mana tahan??? Sasori mulai mikir tentang Deidara. Ia membayangkan Deidara jadi banci kaleng, terus Deidara nyanyi di jalan n minta duit, tapi gak dikasih duit soalnya Deidara serem sih.

"Huhuhu...Deidara, kamu manis banget sih,,," Sasori mulai mikirin tentang Deidara lagi. Sasori sampe mimisan karenanya (kalo mimisan mikirin cewek, normal. Mimisan karena mikirin cowok? Itu gak normal).

Sementara Deidara bersin-bersin dan merasa dirinya lagi dipikirin seseorang. Deidara juga rindu ma Sasori.

"Gimana kabarnya Sasori-danna yah? Kalo sekarang ada disini pasti lagi mainin operet boneka yang judulnya Phantom At Operet Boneka,yeah." Deidara mengenang masa-masa bersama Sasori. Deidara pertama kali ketemu Sasori pas lagi mungut kaleng sampah. Sasori jatuh cinta dalam pandangan pertama kepada Deidara. Kemudian Sasori mengajak Deidara masuk ke Akatsuki.

Flashback

"Rambut kuning! Nama loe sapa?"

"Hahaahhaha nama gue tuh Deidara. Nama loe siapa, rambut merah?"

"Sasori. Married yuk?" Sasori tersipu malu. Deidara langsung muntah. HOEEKKK!!!

"Loe tuh udah gila ya! Gue cowok tau!"

"Masa'? Gue kirain loe cewe. Abis loe cantik banget sih.."

"Hahahaha gue tuh cowok. Liat aja, dada gue rata khan?"

"Iya sih. Mau masuk akatsuki gak?"

"Apaan tuh?"

"Itu tuh komunitas pengemis yang gak laku,"

"Maksud?"

"Gak pernah dikasih uang ma orang, soalnya muka kita bukannya bikin orang iba malah bikin orang takut."

"hahahahahhahahhh"

"Mau masuk ga?"

"Oke deh,"

End Flashback

Itulah secuil kenangan Deidara dengan Sasori. Deidara merasa sedih dia harus dipisahin ma Sasori karena ujian keimanan yang gak berguna itu. Tiba-tiba di depan mereka berdua muncul monitor gak jelas darimana.

"Apaan nih?" kata mereka berdua bersamaan.

'KALIAN TIDAK LULUS UJIAN KEIMANAN, SOALNYA KALIAN TIDAK SABAR DALAM MENGHADAPI UJIAN KALI INI. APALAGI SASORI MASIH BERNAFSU TERHADAP SESAMA JENIS. KESABARAN DAN MENAHAN NAFSU KEPADA SESAMA JENIS ADALAH CIRI-CIRI ORANG BERIMAN,'

Sasori nangis dan berkata,

"KEMBALIIN UANGKU!!!!!"


Itachi dan Kisame masih saling menempel. Itachi khawatir banget soalnya dia takut gak bisa ke Arab lagi. Kisame kesel banget sama bau rambutnya Itachi.

"Itachi, kenapa sih minyak rambut kamu bau banget ?!"

"Ini tuh minyak tanah kualitas tinggi tau!!"

"Pantes kaya' bau kompor. Kalo kebakar gimana tuh,"

"Kamu juga bau ikan tau!! Emang kamu manusia??!!"

"Apaan tuh!! Kamu juga kaya' cewe!!"

Akhirnya mereka berantem terus. Bahkan mereka sampe adu gulat segala. Satu ronde dimenangkan Itachi, satu ronde lagi dimenangkan oleh Kisame. Tinggal satu ronde terakhir...dan tiba-tiba muncul monitor kagak jelas darimana. Terus ada tulisan gak jelas di monitor itu.

'ITACHI MA KISAME TIDAK LULUS UJIAN KARENA BERTENGKAR TERUS. ORANG YANG RUKUN ADALAH CIRI-CIRI ORANG BERIMAN,'

Itachi nangis.

"HWWWAAAA!!! AKU GAK JADI KE ARAB!!!!!!!!"


Hidan gak tahan lagi. Biasalah, Hidan tuh gak sabaran. Masalahnya, siapa sih yang tahan rambutnya ditarik selama satu jam??!!! Selama Hidan mengeluh gak jelas, Kakuzu muram banget. Dia menyesali kepalanya yang sekarang udah jadi batok eh botak dan menyendiri dengan hawa yang muram. Kakuzu menganut prinsip, 'rambut adalah mahkotamu' tapi Hidan gak setuju, habisnya rambut Kakuzu ketutup terus sih.

Akhirnya Hidan memutuskan untuk memotong rambutnya. Mending rambut jadi pendek daripada ditarikin terus.

"Kakuzu, sekarang lihat punggungku ya!! Aku ingin jadi sepertimu," kata Hidan sambil mengambil kunai dan memotong rambutnya, persis seperti manga Naruto volume 6. Kakuzu hanya muntah dan menurutnya daripada melihat punggung Hidan mending liat cacing lagi merayap di dinding.

"HHAHAHHAHAHAHAH!! UJIAN APAAN NIH!!!" Hidan tertawa setelah berhasil memotong rambutnya dan tidak lagi merasakan rasa sakit ketika rambutnya ditarik.

"Hidan...tapi di belakang kepala kamu ada pitak segede semangka!"

"EGP!"

Tiba-tiba, ada monitor muncul gak jelas darimana dan ada tulisan gak jelas di monitor itu.

'HIDAN MA KAKUZU GAK LULUS UJIAN, SOALNYA HIDAN GAK SABAR DALAM MENGHADAPI UJIAN KALI INI. SABAR ADALAH CIRI-CIRI ORANG BERIMAN.'

Hidan ma Kakuzu nangis.

"KALO GITU NGAPAIN GUE MOTONG RAMBUT GUE!?!?" Hidan mengeluh histeris.

"KEPALAKU YANG BOTAK GIMANA!???" Kakuzu gak kalah histerisnya.


Zetsu dan Tobi masih menggendong anak-anak di punggung mereka. Mereka mengeluh gak jelas. Tulang punggung Zetsu hampir patah dan Tobi gak tahan dicubitin. Akhirnya setelah main kuda-kudaan Zetsu mulai meyusun rencana. Zetsu mengusulkan untuk mengajari mereka cara membunuh menggunakan pisau secara profesional. Tobi gak setuju. Itu terlalu kejam, katanya.

"Mending kita ajarin anak-anak itu cara ngebunuh dengan clurit, dan cara mencabik kepala orang," usul Tobi mantap.

"Itu malah lebih kejam dari gue!!!"

"Ya udah, kita ajarin mereka itung-itungan yuk!!"

"Ide baguss!!" Tiba-tiba ada sebuah monitor muncul. Tulisannya berbunyi,

'KALIAN TIDAK LULUS UJIAN KARENA UJIANNYA ADALAH MENGAJARI ANAK-ANAK CARA MEMBUNUH ORANG BUKAN DISURUH NGAJARIN ANAK-ANAK CARA BERHITUNG,'

Zetsu dan Tobi langsung ngancurin tuh monitor.


Akhirnya mereka gak jadi trip ke Arab deh...X3. Kaciannnnnn...


THE END

Baiklah, saatnya kuis!!! OK, inilah pertanyaannya.

1. Chapter manakah yang kalian sukai?

2. Bagian dari manakah yang kalian suka dari chapter itu?

3. Kira-kira kalian ingin saya buat fanfic apa habis ni fic?

Jawab lewat review ya. Hahaha paling lambat jawabnya mpe bulan Maret. Nanti bulan Maret (tanggal 28) aku update chapter 8. Di chapter 8 nanti ada behind the scene sama hasil polling chapter terfavorit.

PLEASE REVIEW!!!