Jimin | Yoongi | As Sweet As Sugar's third Sequel! | This is Mpreg Family story | I don't take any profit with this chara | AU | R-18 | Beware! '-')/
.
.
Do not plagiarize!
I warned you.
.
(Hope you can) enjoy!
.
.
.
.
Yoongi bangun pagi-pagi sekali di hari sabtu ini. Entah efek obat yang diminumnya semalam atau kegiatan malamnya bersama Jimin—atau karena Jimin sudah pulang kembali pulang ke rumah, yang pasti pagi ini Yoongi semangat sekali. Lalu dengan perlahan Yoongi bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk membereskan tubuhnya. Tak lupa ia mengecup dahi Jimin yang masih terbuai di alam mimpi sana.
Yoongi membuat menu sarapan spesial pagi ini untuk keluarga kecilnya. Meskipun ia tahu kemampuan memasaknya yang masih minim, tetapi Yoongi mencoba untuk membuat sarapan sehat untuk mereka hari ini. Yoongi akan membuat nasi goreng daging ayam asap dan brokoli saus tiram. Lalu tak lupa menghaluskan sayuran dan daging dengan blender untuk Minki.
Yoongi sedang asyik membuat telur mata sapi ketika tiba-tiba Jimin menghampirinya dan seenaknya memeluk Yoongi dari belakang. Membuat Yoongi terkaget dan hampir saja menjatuhkan spatula di tangannya.
"Jimin!" Yoongi memukul kecil lengan Jimin yang sudah melingkar manis di perutnya. "Mengagetkanku, aish."
"Selamat pagi sayangnya Jimin." Jimin terkekeh. Ia menggesekkan hidungnya di tengkuk Yoongi dan membuat istrinya tertawa kecil kegelian. Setelahnya Jimin menyandarkan dagunya pada bahu kecil Yoongi untuk menatap apa yang sedang Yoongi masak. "Tak biasanya masak banyak untuk sarapan, Didi mingi pasti ada maunya nih."
Yoongi merengut kemudian. Ia mengangkat telur mata sapi yang telah jadi ke atas sebuah piring lalu mengambil telur lainnya untuk ia jadikan sama seperti sebelumnya. Masih dengan Jimin yang menempel manja padanya.
"Memangnya kenapa kalau aku ingin memintamu menemaniku untuk belanja baju baru Minki yang tambah besar?" Yoongi berucap dengan nada acuhnya seperti biasa. Tetapi Jimin dapat menemukan rajukan tersirat dari kalimat Yoongi.
"Ah baiklah~ kita akan berbelanja hari ini~" Jimin berseru riang.
Diam-diam Yoongi tersenyum kecil mendengarnya. Tetapi Jimin tak luput untuk melihat senyuman manisnya itu lalu segera mengecup pipi Yoongi dengan gemas. "Morning kiss!"
"Aish, sana bersihkan dirimu lalu lihat Minki di kamarnya sebelum aku memukulmu dengan spatula panas ini." Yoongi memulai lagi dengan perintahnya.
Jimin kemudian mengecup sekilas bahu Yoongi kemudian melepaskan pelukan belakangnya pada Yoongi untuk segera pergi ke kamar mandi. "Siap laksanakan, Nyonya Park!"
Yoongi hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Jimin pagi ini. Lelakinya itu terkadang memang terlalu kekanakkan dan begitu ceria. Seolah memiliki kepribadian ganda karena jika emosi sudah menguasainya, Jimin yang ceria akan menghilang begitu saja.
Yoongi telah menyelesaikan masakannya. Ia segera membereskan dapur dan segera mengecek Jimin dan juga si mungil kesayangannya untuk segera menikmati sarapan mereka pagi ini. Mengawali hari dengan hangatnya kebersamaan keluarga kecil yang begitu mereka banggakan.
.
.
Jimin sedang memilah-milah pakaian Minki dari lemarinya untuk anak itu pakai karena rencana siang ini adalah Jimin akan membawa Minki dan Yoongi jalan-jalan untuk berbelanja seperti yang Yoongi inginkan. Jimin merengut karena memang sepertinya sudah sebagian besar pakaian Minki sudah banyak yang kekecilan untuknya.
"Aigoo, baby Minki sudah bertambah besar~ kita harus beli baju baru!" seru Jimin riang. Minki yang berada di dekatnya hanya meniru apa yang Jimin lakukan dan mengikuti langkah Jimin kemanapun di kamar itu.
Pada akhirnya mereka bertiga telah siap untuk pergi. Jimin memakai setelan kasualnya dengan jeans biru dan kaus lengan pendek abu-abu yang berpasangan dengan Yoongi, hanya saja Yoongi memakai tambahan snapback putih favoritnya. Sedangkan Minki memakai pakaian yang senada dengan orang tuanya; kaus abu-abu pendek dan jeans untuk anak-anak batita sepertinya. Terliihat manis sekali.
Jimin membawa mereka semua pergi ke pusat perbelanjaan kota Seoul. Karena niat awal mereka memang untuk membelikan Minki pakaian, jadilah mereka mendatangi toko khusus anak-anak terlebih dahulu.
Jimin membiarkan dirinya untuk menggendong Minki dan Yoongi yang memilih pakaiannya. Mereka berjalan menyusuri setiap baju anak-anak yang terpampang disana. Yoongi terlihat sangat antusias disana.
"Jimin, menurutmu jumpsuit warna apa yang bagus untuk Minki?"
"Jimin, kaus oblong ini lucu sekali~"
"Jimin, Minki juga harus punya baju ini!"
"Jimin, bukankah Minki juga harus beli sepatu baru?"
"Jimin, aku juga mau baju baru!"
Dan yang Jimin lakukan hanya bilang, "Iya sayang, beli semua yang menurutmu bagus untuk baby Minki."
Jimin tak mempedulikan apapun selain Yoongi merasa senang karenanya meski Jimin kini mulai merasa pegal karena terus menggendong Minki sampai berjam-jam lamanya mereka berbelanja.
"Didi, sudah 'kan belanjanya? Sepertinya Minki sudah mulai lapar." Jimin berucap sembari memperagakan Minki digendongannya dengan menuntun lengan mungil itu untuk mengusap perutnya.
Yoongi terkekeh. "Baby Minki atau Dada-nya yang sudah lapar?"
"Kami berdua, Didi~" Jimin mulai merajuk.
Yoongi segera menyikut perut Jimin. "Hentikan itu. Ayo kita cari tempat makan."
.
Selagi menunggu Jimin menyelesaikan makanannya, Yoongi beralih untuk menggendong Minki dan menyuapinya bubur yang dipesannyadisana. Sedangkan Yoongi sendiri makan dengan Jimin yang menyuapinya.
"Di," panggil Jimin setelah ia menyelesaikan kunyahannya.
Yoongi menoleh, "Ada apa?"
"Tidak jadi deh, hehehe." Jimin menunjukkan eyesmilenya.
Yoongi memutar mata malas mendengarnya. Ia lalu kembali fokus untuk menyuapi Minki makanannya. "Dasar aneh. Apa kau mulai tertular Taehyungie?"
Jimin tertawa lepas kemudian. "Didi,"
"Apa lagi?" Yoongi mencoba bernada sepelan mungkin walau sebenarnya ia ingin sekali membentak Jimin. Tetapi karena ada Minki bersamanya, Yoongi tak mungkin melakukan hal itu.
"Didi, katakan jika ada sesuatu yang membuatmu tak nyaman. Makanlah, aku tak ingin melihat kau jatuh sakit seperti kemarin. Aku menyayangimu, aku takkan mengecewakan kalian." Jimin berkata begitu tulus dan tersenyum teduh pada Yoongi. Ia bahkan mengelus sayang pucuk kepala Yoongi kemudian mengecup kepala Minki yang membuat anak itu mengoceh pada Jimin.
Yoongi terlihat tersipu. Ia kemudian menganggukkan kepalanya dan tersenyum kearah Jimin. "Aku tahu dan kurasa Minki juga merasakan hal yang sama."
Jimin tersenyum lebar kemudian ia segera mengambil ponsel disakunya. "Sekarang ayo kita wefie lebih dulu~"
Jimin menarik kursinya mendekat pada Yoongi. Ia merangkul Yoongi untuk mengajaknya berpose bersama, Yoongi yang memangku Minki hanya bisa memeganginya erat ketika anak itu ingin berdiri diatas paha Yoongi, lalu mereka berpose bersama.
"satu... dua... cheese~!"
Kemudian sore itu Jimin mengunggah foto bersama Yoongi dan Minki ke akun jejaring sosialnya kemudian menuliskan caption disana;
["Jalan-jalan bersama little park fams~"]
.
.
.
Tak terasa waktu bergulir begitu cepat. Jimin sudah melewati semester terakhirnya dan ia juga akan diwisuda seperti Yoongi setahun yang lalu. Jimin sebenarnya tidak ingin mengikuti acara apapun di kampus, tetapi Taehyung yang menjadi sahabat seperjuangannya itu memaksa Jimin untuk menikmati masa kelulusan bersama, katanya. Mau tidak mau Jimin menurutinya. Lagipula Jimin pikir pesta minum bersama teman-teman kampusnya itu juga bukan hal yang buruk.
Jimin merengut malas ketika beberapa menit lagi upacara kelulusan akan dimulai, Jimin bahkan hanya bersama Taehyung yang menemaninya mengobrol. Yoongi dan Minki sedang melakukan imunisasi bersama Junsu. Ibunya juga bilang akan datang malam nanti untuk merayakan kelulusannya.
Selagi menunggu upacaranya dimulai, Jimin hanya duduk-duduk bersama Taehyung di taman kampus dengan iced cappuccino menemani mereka.
"Tae, kau sudah punya pacar lagi ya?" tanya Jimin tanpa basa-basi.
Taehyung hanya terkekeh kemudian sembari mengelus kepalanya sendiri. "Ehehehe."
Jimin yang melihat reaksi itu mengangkat satu alisnya. "Kau punya pacar baru tidak bilang-bilang padaku?!"
"kasih tahu tidak ya... kasih tahu tidak ya." Taehyung pura-pura memasang pose berpikir.
"Kim, jangan membuatku penasaran. Ayolah!" desak Jimin.
"Aku tidak sedang berpacaran sebenarnya, tetapi ada seseorang yang dekat denganku akhir-akhir ini." Taehyung memulai curhatnya.
Jimin terlihat semakin penasaran. "Siapa? Siapa? Apa dia anak kampus sini?"
"Oh, byuntae, jangan bilang kalau dia junior disini?" tebak Jimin yang segera diangguki oleh sahabat seperjuangannya itu.
"Jiminku yang jelek, itu benar sekali~"
Jimin terlihat shocked. "Hei, kau ini sebenarnya pemegang posisi atas atau bawah sih?"
"Menurutmu?" Taehyung menaik-turunkan kedua alisnya menatap Jimin.
Jimin mendengus malas. "Bajingan kau, Kim."
"Terima kasih, Tuan Park brengsek." Taehyung menjawabnya dengan manis.
Obrolan mereka terus berlanjut sampai upacara kelulusan dimulai dan mereka harus mengikutinya dengan khidmat.
.
.
Yoongi sibuk memilih bunga di sebuah florist bersama Junsu yang sedang menggendong Minki. Yoongi tidak tahu ingin memberi bunga untuk Jimin yang seperti apa karena selama ini selalu Jimin yang memberikannya bunga.
"Pilih apapun yang kau suka, Yoon. Jimin pasti akan menyukainya." Saran Junsu.
Yoongi hanya mengangguk lalu pada akhirnya ia memilih mawar merah yang dikelilingi banyak baby's breath untuk membuatnya terlihat lebih berwarna.
Kemudian mereka segera pergi dari sana untuk berpisah karena Junsu bilang ia tak bisa menemani Yoongi ke kampus untuk merayakan kelulusan Jimin karena ada yang perlu Junsu lakukan di Seoul. Ia juga titip salam pada Yoongi dan bilang bahwa akan mengunjunginya nanti malam di apartemen mereka.
Akhirnya Yoongi menaiki taksi bersama Minki menuju kampus dimana ia juga pernah lulus dari sana. Yoongi merasa gugup. Ia tak siap menghadapai orang-orang jika masih ada yang mengenalinya disana. Karena mendapati Jimin pernah dipukuli karena dirinya waktu itu saja sudah membuat Yoongi ketakutan.
Tetapi sekarang Yoongi harus menemani Jimin di hari kelulusannya. Yoongi juga tak mau membiarkan Jimin sendirian setelah upacara kelulusannya disana.
.
Yoongi menunggu di salah satu kursi taman kampus. Dulu ia sering janjian bersama Jimin disini untuk bertemu atau bahkan belajar bersama. Mengingat saat masa pacaran dulu dibanding dengan adanya Minki diantara mereka membuat Yoongi tersenyum memikirkannya.
Yoongi segera mengirim pesan pada Jimin bahwa ia menunggunya disini jika pemuda itu telah menyelesaikan acara wisudanya. Karena suasana kampus yang sepi membuat Yoongi berpikir kalau upacaranya sedang berlangsung. Maka dari itu, Yoongi lebih memilih menunggu Jimin dan mengajak Minki bermain berjalan diatas rerumputan taman.
Sampai tiba-tiba setelah beberapa lama Yoongi bermain dengan Minki disana, ada segerombolan perempuan dan lelaki melewatinya dan membicarakannya dengan keras seolah memang sengaja dilakukan agar Yoongi mendengarnya.
"Hei, bukankah itu Yoongi-sunbae? Sedang apa dia disini?"
"Lihat, dia membawa bayinya yang sudah sebesar itu, dia benar-benar hamil di luar nikah ya?"
"Oh, tentu saja dia pasti ingin bertemu suaminya yang baru saja lulus."
"Ukh, masih muda sudah punya anak, apa itu tidak akan merepotkanmu?"
"Hei hei ayo pergi, sepertinya suaminya telah datang."
Yoongi hanya bisa menunduk dalam dengan memangku Minki dan menggigit bibir bawahnya untuk meredam emosinya mendengar semua celotehan yang baru saja didengarnya itu. Yoongi mengepalkan lengannya dengan gemetar. Ia bahkan membiarkan Minki yang berceloteh padanya dan mulai bergerak gusar di pangkuannya.
Yoongi jadi berpikir, apa selama ini Jimin merasakan yang seperti ini selama ia berada di kampus? Orang-orang menggunjinginya dengan seenaknya. Jimin pasti merasa tidak nyaman. Apalagi ini semua gara-garanya...
"Didi! Baby Minki!" seruan Jimin membuat Yoongi mendongak dan menatap malas kearah Jimin kemudian. Bagaimana bisa Yoongi menikahi lelaki bocah yang kini melambai kekanakkan kearahnya dengan tampang seperti anak hilang begitu. Ditambah sahabatnya yang tak jauh berbeda kekanakkannya itu mengiringi langkah setengah berlari Jimin ke arah Yoongi. Bedanya, Taehyung lebih antusias menatap Minki di pangkuan Yoongi.
"Jimin—"
Jimin tanpa basa-basi segera saja memeluk Yoongi, oh—memeluk Yoongi dan Minki sekaligus rupanya. Membuat Yoongi menghentikan perkataannya dan kini malah tersenyum kecil merasakan Jimin yang memeluknya posesif dan menggoda Minki dengan mengecup pipinya berkali-kali dengan gemas.
"Kenapa kau terlihat murung tadi, hm?" tanya Jimin berbisik. Yoongi hanya mendorong Jimin menjauh kemudian mengalihkan Minki dipangkuannya pada Taehyung yang sudah berjongkok dibawahnya dan mengajak Minki berceloteh.
"Selamat, kalian sudah lulus sekarang." Yoongi berseru dan meraih buket bunga yang ditaruhnya di suduk kursi taman. Ia lalu memberikannya pada Taehyung sebuat buket mawar yang kecil dan memberikannya pada Jimin buket mawar yang lebih besar.
Jimin hanya terkekeh kemudian mengecup kening Yoongi dengan sayang serta berbisik lagi padanya. "Kau mengalihkan pertanyaanku, Didi."
Yoongi tak menggubris ucapan Jimin dan ia malah menghadap Taehyung yang kini berseru riang dengan Minki di gendongannya. Yoongi tak ingin menjawabnya sekarang. Sekarang adalah momen kelulusan Jimin dan Yoongi tidak mau kalau ada pembicaraan tidak mengenakkan saat ini.
"Uwaah aku juga dapat mawar dari Didi!" Taehyung tersenyum lebar dan menunjukkan bunganya pada Minki. Anak itu tertawa ceria dibuatnya.
"Taehyungie, ingin kufoto bersama Minki di hari kelulusanmu?" tawar Yoongi yang mulai mengeluarkan ponselnya.
"Mau mau!" Taehyung berseru kegirangan dan mulai berpose kearah ponsel Yoongi dan mengajak Minki untuk berpose bersama.
Jimin mendengus melihat tingkah Yoongi yang menghindarinya, tetapi Jimin tersenyum juga melihat sahabatnya yang hiperaktif dan selalu menempel dengan anaknya terlihat begitu ceria.
"Taehyung-ah, gantian sekarang kau harus memotretku dan malaikat-malaikat kesayanganku ini." Jimin tak mau kalah. Ia kini mengambil alih Minki untuk digendongnya dan memberikan ponsel yang Yoongi pegang untuk diberikan pada Taehyung.
"Ah~ baiklah. Ayo kalian bertiga berpose! aku akan memotret keluarga kecil sahabatku yang paling membahagiakan ini!" Taehyung mulai melangkah mundur untuk mencari sudut yang tepat untuk mengambil gambar terbaik untuk sahabatnya.
Jimin berdiri dengan menggendong Minki di sisi kanannya, ia lalu menarik Yoongi untuk berdiri di sisi kirinya. "Ayo Didi, pegang tanganku dan tersenyumlah."
Yoongi tanpa ragu menuruti apa yang Jimin katakan, ia menggenggam lengan Jimin untuk menggandengnya dan tersenyum bahagia.
"Oke tahan! Satu... dua... yeah!" Taehyung menekan tombol kamera berkali-kali dan ia tersenyum puas dengan hasilnya. "Sekarang ayo ganti pose!"
Taehyung memberikan ide dengan menyuruh Jimin dan Yoongi untuk berjongkok dan membiarkan Minki berdiri di tengah-tengah mereka. Kemudian Taehyung menyuruh mereka untuk mencium pipi kanan dan pipi kiri Minki masing-masing ketika ia memotretnya. Jimin sangat menyetujui idenya itu, ia sampai memaksa Yoongi dengan alasan 'demi Minki' katanya. Mau tak mau Yoongi menurutinya meski awalnya ia sempat menolak.
"baiklah! Tiga... dua... kiss~"
Jimin dan Yoongi terlihat memejamkan kedua matanya saat mengecup masing-masing kedua belah pipi anak gembil itu. Kemudian Minki yang kegelian terlihat tertawa senang dan Taehyung berhasil mengabadikan foto manis tersebut dengan wajah senyum Minki bersama gigi mungilnya yang terlihat menggemaskan.
Ah, kalau Taehyung boleh merasa iri, ia sangat iri sekali pada sahabatnya yang memiliki keluarga kecil semanis ini.
.
.
Taehyung pergi bersama keluarganya selepas mereka semua puas berfoto dan memberi salam perpisahan untuk satu angkatan. Jimin yang awalnya diundang untuk makan malam dan minum bersama dengan angkatannya memilih menolak ajakan tersebut dengan halus dan ia lebih memilih membawa Yoongi dan putra nya itu untuk pulang saja. Ada yang Jimin ingin tanyakan juga pada Yoongi tentang hal di kampus tadi.
Minki terduduk terkantuk-kantuk di car seat nya di kursi penumpang mobil yang kini Jimin kendarai dengan Yoongi yang duduk disampingnya menjaga Minki agar ia tidak terguncang ketika Jimin melewati jalanan yang agak berbelok. Membuat Jimin terlihat seperti seorang supir pribadi. Apalagi dengan pakaian formal tuksedo sehabis kelulusan tadi.
"Didi, sudah mau bercerita?" tanya Jimin dengan tanpa mengabaikan tugasnya yang sedang menyetir, ia hanya melirik Yoongi sekilas melalui spion gantung di atas dashboardnya.
Yoongi menggeleng pelan tanpa dilihat Jimin. "Tak perlu ada yang harus dibicarakan. Hanya cibiran-cibiran tak penting."
Jimin mengerutkan alisnya. "Benarkah? Apa mereka mengatai 'kita'?"
Yoongi menghela napas dengan berat. "Biarlah Jimin, yang penting kau tidak perlu datang ke kampus lagi."
"Aku tahu pasti mereka membicarakan kita. Kumohon kau jangan sampai bersedih—"
"Bawel," Yoongi memotong perkataan Jimin. "Kurasa yang akan bersedih itu dirimu."
Jimin hanya tertawa kecil mendengarnya. "Apa jagoanku telah benar-benar tertidur?" tanya Jimin kemudian.
Yoongi menatap Minki yang tertidur lucu tanpa terganggu obrolannya dengan Jimin sama sekali. Tertidur sangat pulas sekali. "Ia bahkan sudah bermimpi kalau ayahnya akan membelikan daging domba asap sebagai perayaan kelulusannya malam ini."
Jimin tertawa lepas kemudian mendengarnya. "Kurasa itu bukanlah mimpi, tetapi keinginan Didinya yang akan terwujud malam ini!"
Yoongi tersenyum kecil. Walau ia tahu diluar sana banyak yang mencibir kehidupannya yang sekarang ini bersama Jimin, tetapi ia tahu kalau rasa sayangnya pada Jimin tidak akan mempedulikan apa yang dibicarakan orang lain untuk mereka. Karena yang Yoongi tahu adalah ia mencintai Jimin dan buah hatinya tanpa perlu alasan apapun. Tak peduli apapun yang terjadi.
.
.
.
.
Hari demi hari berlalu dengan begitu tenang dan membahagiakan bahkan sampai Minki hampir menginjak usia dua tahun. Oh tidak, tidak terlalu tenang karena semakin Minki tumbuh besar sebagai seorang putra dari Park Jimin yang posesif itu menjadi semakin aktif. Berceloteh ini-itu dan hobi berlarian serta mengacak apartemen yang mereka tinggali sampai-sampai membuat Jimin pusing sendiri jika ia sedang berada dirumah dan kedapatan tugas untuk bergantian menjaga Minki karena Yoongi yang juga harus menyelesaikan pekerjaannya juga di apartemen mereka.
Kalau pemuda manis itu hanya tenang-tenang saja dan malah merasa semakin senang dengan pertumbuhan Minki yang menurutnya semakin pintar berbicara. Membuatnya terlihat terlalu menggemaskan untuk Yoongi yang tidak bisa marah padanya meski terkadang Minki suka mengganggu Yoongi ketika ia sedang seriusnya mengerjakan sebuah lagu.
Memanfaatkan kemampuan lingual Minki yang berkembang pesat dan mudah mencerna hal-hal baru untuk otaknya yang terus berkembang, Jimin pernah iseng membuat Minki untuk memanggilnya dengan sebutan 'Daddy' lalu dengan polosnya Minki benar-benar mengikuti perkataan Jimin itu sampai sekarang. Yah, meskipun kedengarannya malah seperti 'Teddy' daripada 'Daddy' dari mulut mungil Minki.
Yoongi sampai dibuat murka karena tiba-tiba di pagi hari Minki memanggil-manggil 'Teddy' yang Yoongi kira sebagai boneka beruang putih berukuran sedang di kamar Minki yang anak itu cari. Tetapi ketika Jimin menghampiri mereka dan Minki berlari memeluk kaki Jimin sambil meneriakkan kata 'Teddy' membuat Yoongi berpikir keras sampai akhirnya ia mengerti.
Minki memanggil Jimin dengan sebutan Teddy—atau lebih tepatnya adalah Daddy, Yoongi murka saat itu juga. Menginterogasi Jimin sampai ia mengakui kalau mengajari Minki dengan memanggilnya begitu. Berbicara sinis pada Jimin dan membuat suami muda itu merana beberapa hari karena Yoongi tak mengijinkannya tidur bersamanya.
Yoongi pada akhirnya menyerah dan mau tak mau menerima kenyataan pada Minki yang terus-terusan memanggil Jimin dengan sebutan 'Daddy'nya dari ajaran Jimin yang sudah melanggar kesepakatan mereka waktu itu.
Jimin hanya bisa mengemis meminta maaf pada Yoongi dan berjanji untuk tidak mengajari Minki tanpa persetujuan dari Yoongi waktu itu. Tentu saja Yoongi akan menyetujuinya apalagi setelah dukungan dari orang-orang sekeliling mereka yang menganggap Minki terlalu imut untuk memanggil Jimin dengan sebutan seperti itu. Meskipun mereka juga menyarankan Yoongi untuk dipanggil 'Mom' yang jelas-jelas Yoongi tolak mentah-mentah. Biar saja Minki tetap memanggilnya Didi seperti biasa.
.
Suara berisik yang ditimbulkan Minki yang bermain dengan mini keyboardnya itu membangunkan Yoongi dari acara melamun singkatnya yang ia lakukan diatas meja kerjanya. Yoongi terkesiap bangun dan menatap sekeliling kemudian bernapas lega ketika menemukan Minki di sudut ruangan dengan mainan keyboardnya. Yoongi kemudian menghampirinya untuk membawa Minki ke kamar mandi.
"Saatnya Minki mandi sore dan menunggu Daddy pulang." Yoongi berucap semangat selagi ia mengecupi gemas kedua pipi gembil Minki sebelum benar-benar membawanya ke kamar mandi. Park kecil itu hanya terkekeh lucu menghadapi tingkah ibunya.
Setelah selesai memandikan Minki dan bersamaan dengan Yoongi yang juga membersihkan dirinya, Yoongi menemani Minki di ruang tengah untuk mengajarkannya macam-macam warna. Junsu pernah membelikan kubus-kubus puzzle mainan berwarna-warni untuk Minki bermain dan mengenal berbagai macam warna. Jadilah sekarang Yoongi menyiapkan biskuit untuk bermain bersama Minki dengan mengejakan setiap warna kubusnya dan menyusunnya untuk membentuk sebuah puzzle huruf. Tetapi Minki tak langsung benar-benar mengikuti ucapan yang benar sesuai dengan yang Yoongi sebutkan, anak itu tetap bermain dengan ocehannya yang membuat Yoongi selalu gemas dan tak bisa untuk tak mengecup pipinya.
Saat sedang asyiknya bermain dengan Minki, tiba-tiba ponsel Yoongi berbunyi. Ada pesan masuk dari grup undergroundnya rupanya. Tak biasanya mereka merusuh di sore hari begini, pikir Yoongi. Tetapi yang mengirim pesan saat ini adalah Namjoon.
Sambil tetap mengawasi Minki, Yoongi membuka ponsel untuk membuka pesan di grupnya.
(Produser Nyonya Park, hari ini ada berita bagus! Lagumu ditengok oleh perusahaan atas!)
Yoongi agak mencibir membaca pesannya, gara-gara Taehyung kini teman-teman grupnya memanggilnya dengan sebutan seperti itu.
Yoongi segera membalas pesannya dengan cepat.
(Apa maksudmu, Namjoon?)
(Ceritanya panjang, tetapi ada dua orang yang mengaku sebagai lyricist sebuah perusahaan entertainment Korea ternyata sangat menyukai lagumu yang biasa anak sini bawakan. Namanya Zhou Mi dan sekretarisnya kesini, kau bisa mencarinya di naver untuk info tetang mereka.)
(Lalu?)
(Apa kau tertarik datang kembali kesini dan kita bisa bertukar lirik atau beat dengannya? Maksudku aku tidak memaksamu karena kini kau sudah berkeluarga dan yeah.. tetap bekerja di belakang layar seperti biasa yang sekarang.)
Yoongi terpikir sejenak. Sebenarnya yang seperti ini bisa dijadikan peluang untuk Yoongi karena jika liriknya bisa masuk ke perusahaan besar, ia akan banyak dapat keuntungan. Yoongi hanya senang jika hobinya bisa menjadikan hal yang lebih seru. Yoongi Kemudian segera membalas pesan di grupnya itu.
(Akan kupikirkan.)
Sesaat Yoongi setelah membalas pesannya, suara bel berbunyi menandakan ada seseorang yang datang. Minki yang mendengar suara bel tersebut segera menoleh kearah Yoongi dan bangkit dari posisi duduknya dan berlari kearah pintu.
"Daddy~"
Yoongi hanya tersenyum melihat Minki lalu ikut melangkah kearah pintu depan. Sepertinya Jimin sudah pulang.
Yoongi membuka pintunya ketika Minki sudah mengeluh karena lengannya tidak sampai untuk meraih gagang pintu. Yoongi lalu membuka pintunya dan benar saja Jimin telah pulang dan menyambutnya dengan senyuman sipitnya.
"Daddy pulaaaang~" Jimin menyapa ceria. Ia mengecup dahi Yoongi sekilas lalu segera memasuki apartemennya. Yoongi hanya balas menyapa dan tersenyum kecil lalu membantu Jimin membawa tas kerja dan melepas blazernya.
"Daddyyy!" Minki sudah mengangkat kedua tangannya kearah Jimin. Meminta untuk digendong.
Jimin segera membungkuk untuk membawa Minki dan mengangkatnya tinggi sebelum menggendongnya. "Baby Minki ngapain aja hari ini sama Didi, hm?"
Minki hanya berseru riang. Ia paling suka ketika Jimin mengajaknya mengobrol. Ia akan menyahutinya meski gaya bicaranya yang masih bercampur dengan bahasa bayi.
"Dad, bersihkan dulu dirimu. Aku akan memanaskan makanan untuk makan malam." Yoongi masih agak canggung jika ingin memanggil Jimin dihadapan Minki. Terdengar terlalu aneh menurut Yoongi. Tetapi ia perlu membiasakan hal tersebut.
Jimin tersenyum dan mengangguk pada Yoongi. Walaupun terlihat lelah, Jimin akan selalu tersenyum ketika di rumah. Rasa lelahnya akan hilang Jika mendapati kedua orang tersayangnya selalu ada menunggunya untuk pulang.
Yoongi jadi berpikir di dapur ketika ia sedang memanaskan makanan. Yoongi jadi bimbang apa ia harus bilang pada Jimin kalau ia ingin kembali berkumpul dengan teman-temannya karena ajakan seperti yang dibilang Namjoon. Yoongi ingin sekali ikut dan bertemu, tetapi ia tak yakin kalau Jimin akan mengijinkannya karena tak ada yang menjaga Minki dirumah.
Ah, Yoongi jadi bimbang.
.
.
.
To be continued...
.
.
.
.
Nb : hello kawan, maaf jika ini sangat sangat mengecewakan. Saya benar-benar merasa waktu luang untuk mengetik itu benar-benar sedikit karena kesibukan yang menyita :") maaf. Tapi ini akan tetap saya lanjutkan, yah paling tidak sampai sepuluh chapter hehehe. Karena lepas dari minyoon itu gak gampang. Mereka udah candu banget gak bisa lepas /alay detected/
Okelah, terima kasih buat kamu semua yang masih support cerita ini dan masih setia berkomentar disini huhuhu love you so much :"
Gbrlchnerklhn | Song Hyura | Lee Jinnie | BabyByunie | hanvc | michaelchildhood | CandytoPuppy | XiayuweLiu | ym | MiniMinyoonMini | lunch27 | Ynchoi | Dessy574 | TyaWuryWK | applecrushx | btssvt | HamirohLangen | minyoonlovers | Fujimoto Yumi | cupid | MinJiSu | 07 | Chocokim Cullinan | shanyi | Jimsnoona | amaliah | A Y P | .shoot | BinnieHwan | Jimiestry | exoinmylove | syubsyubchim | kyuminmi | Yonsy Fajar S | Se – Na | whalme160700 | zulierieztina | naranari II | Rezarphael Kozakura | Min819 | Jinjin22 | Guest | MINSEPHINEPARK9995 | dfrzykprt | Rizuku | peachpetals | hlyeyenpls | Siska Yairawati Putri | Lukailukaidelapan | Guesteu | cindyvelicia99 | vhopeisreal | wulancho95 | chriseume | ildaselli9gmail | siscaMinstalove | HelloLSn | Jang Taeyoung | yymin | syub0393 | Viyomi | Bebekunyu | SugarMint | indriwin175 | dianafaizy | Guest | csupernova | KSY | fujhosiakut | PoppoMing | Minyoogijjangjjangmanbbobbong | VampireDPS | asyanha | miparkland | Dyah Cho | skyrlexxsugar | Anggun95z | BangdeulD | silviadlv | Panda Item | shiroohan | Yoonginugget | Guest | Linkzaccount | Guest .
thank you.
.
.
With love and respect,
:3
