Umbrella X Sword (OkiKagu Drabbles) by Collaboration of Shiroyasha Shena & D.N.A. Girlz
Gintama by Sorachi-sensei
We just own this fic, the prompts are from the OkiKagu Event on LINE & FB. The disclaimer belongs back to its own.
Warning: Last (but not least) chap—NEED SOME LOVE, JEALOUSY, AND OKIKAGU!
Pairing: Okita X Kagura 4EVER (+ Yorozuya Fams & Shinsengumi fams as the side charas)
Rating: T+
Genre (this chapter): Romance/Fluff/Comedy
Asli dari pemikiran author. Jika iya, itu dikarenakan oleh ketidak sengajaan, mohon dimaklumi. Kalau ada typo, kritik dan saran, tolong bilang ya~
Long Live Gintama Fandom and be creative in any supporting way ^_^
Suka tapi mau review? Yah silahkan review x3
Suka tapi gak mau review? Silahkan Fav~ :D
Gak suka tapi mau review? Ampun jangan flame xC
DLDR! WDGAF LOL
Happy reading guys~
BGM for this Chapter: Maiko Fujita – Takaramono
.
.
.
Malam hari di Edo pada waktu itu sangat menenangkan
Sunyi dan hening ketika matahari bergantian shift dengan bulan untuk menyinari bumi, apalagi ketika bulan purnama menampakkan wujudnya sepenuhnya—cocok untuk bersantai sambil meminum sake, atau pun menatap langit indah penuh bintang bersama orang terdekat. Yah, meskipun banyak orang bodoh yang tidak peduli dengan suasana seperti itu—asalkan mereka bisa tertidur dengan tenang.
Salah satunya adalah bos Yorozuya yang kita kenal. Dia berniat untuk mengunjungi dunia mimpi penuh parfait—
—kalau saja teriakan dari anak angkatnya tidak terdengar oleh telinga.
"GIN-CHAAAAAAAN!"
Dia mendengar teriakan gadis Yato sekeras mungkin, tidak peduli dengan keadaan sekitar. Sang pelaku menggebrak keras pintu shoji kamar Gintoki, masuk tanpa di undang—dan langsung mengguncang-guncangkan badan kekar milik samurai berambut perak itu tanpa henti.
"Gin-chaaann~~~ Bantu aku-aru. Aku kebingungan!~" ujar Kagura masih melanjutkan kegiatannya mengguncang tubuh Gintoki.
"Gin-san yang harusnya kebingungan, bocah bodoh..!" bentak Gintoki sambil melepaskan tangan gadis itu yang ada di pundaknya.
Dia getok kepala jingga Kagura dan menatapnya kesal—sambil duduk dengan malas. "Ada apa kau teriak-teriak seperti itu, ha? Ini sudah malam, semua orang ingin tidur. Mengganggu saja…" sambungnya sinis.
Kagura merengut sambil mengelus-ngelus kepalanya yang digetok Gintoki.
"Apaan sih.. Aku hanya mau minta saran-aru..." gumamnya pelan sambil menunduk, sedikit merasa bersalah.
Sedikit, oke—sedikit.
Seperti satu titik debu.
Oke, kembali.
Gintoki memperhatikan Kagura sesaat lalu menghela nafas. Dia membenarkan posisi duduknya dan menatap Kagura serius.
"Ada apa, hah? Percepat saja agar Gin-san bisa tidur." ucapnya santai.
Kagura mendongak dan menatap ayah angkatnya itu dengan kebingungan—tidak tahu mau berbicara mulai darimana.
"Etto... Gin-chan, besok adalah hari anniversaryku bersama si Sadist. Aku ingin memberikan sesuatu untuknya, tapi tidak tahu apa." Kagura menunduk lagi sambil memainkan jari-jarinya.
"E-Eh? Apa kau bilang? Anniversary? Gin-san tidak tahu kalau kau berhubungan dengan bocah sadist sialan itu." Gintoki menatap tajam Kagura, meminta penjelasan sebagai ayah yang sangat protektif.
Ehem.
"Eh?" Kagura gelagapan.
Dia sudah melupakan sesuatu hal yang sangat penting.
Sial, aku lupa kalau Gin-san tidak tau hubunganku dengan Sadist, batin Kagura sambil keringat dingin.
Dia menggali otak terdalamnya, mencari alasan yang cocok untuk di ucapkan di saat seperti ini.
Keheningan tercipta sebelum Gintoki memecahkan suasana itu dengan helaan nafas.
"Aku sudah menduganya. Kau tidak usah bingung seperti itu, Kagura."
Gintoki mengelus kepala Kagura dengan lembut. "Coba kau beri dia pedang kendo. Untuk latihan—tidak buruk, bukan?" lanjutnya dengan senyuman tipis.
Pedang kendo… Benar sekali. Kenapa aku tidak memikirkannya dari tadi, pikir Kagura saat dapat ide tersebut. Dia langsung berdiri dengan wajah sumringah—senang karena mendapat pencerahan.
"Kau benar, Gin-chan! Aku akan ke dojo Shinpachi besok." ucapnya antusias, sebelum menoleh ke Gintoki lalu tersenyum.
"Maaf sudah mengganggumu, Gin-chan. Selamat tidur." sambungnya sambil pergi meninggalkan Gintoki yang akhirnya tidur kembali.
Hehehe… Sadist, semoga kau senang dengan hadiahku, batin Kagura. Senyuman kecil terbentuk di wajahnya, dia tidak sabar untuk bertemu dengan pangeran sadist tercintanya besok.
.
.
.
[Keesokan Harinya, Markas Shinsengumi…]
Sang Kapten Divisi 1 Shinsengumi—Okita Sougo; masih dengan santainya terlelap di futon empuk miliknya. Dia diberikan hari libur oleh Kondo karena sudah bekerja terus-menerus tanpa henti—meskipun sebenarnya dia hanya tidur dan membiarkan Hijikata yang mengerjakannya.
Sungguh anak buah yang baik.
Setelah matahari sudah menampakkan wujud sepenuhnya, pemuda tampan itu perlahan membuka eyemask-nya dan duduk di futon.
Sougo menguap lalu menoleh ke kalender.
Tanggal 5 September. Hari anniversary dia bersama China bodoh tercintanya.
"Oh… Jadi hari ini, ya? Untung saja aku libur." gumamnya pelan.
Sougo berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi. Setelah beberapa menit dia keluar telanjang dada dan langsung memakai yukata miliknya. Pemuda itu selipkan katananya di pinggang. Dia akan ke Yorozuya dan mengajak kekasihnya itu untuk jalan-jalan berdua.
Sougo berjalan santai sambil menatap langit di atasnya. Tidak terasa dia sudah menjalin hubungan dengan Kagura sangat lama. Mungkin hari ini dia tidak akan menjahili gadis Yato itu dan akan menuruti keinginannya.
Pengecualian di hari anniversary? Boleh juga.
Senyuman tipis terukir di wajah tampan Sougo, karena sudah mempersiapkan semuanya untuk hari ini. Sougo akan melakukan apa pun—demi kekasihnya itu bahagia di hari anniversary mereka.
Selagi terus memikirkan Kagura, Kapten Divisi Shinsengumi itu secara tidak sadar sudah sampai di depan kedai Otose.
Sougo berjalan menuju tangga dan menaiki tangga tersebut. Dia berniat untuk mengetuk pintu di hadapannya, sebelum pintu itu terbuka dari dalam—memperlihatkan gadis Yato yang dicintainya.
"Gin-chan, aku pergi dulu-aru. Jangan tidur ter-S-SADIST!?"
Kagura terkejut ketika menyadari Sougo ada di hadapannya.
Kenapa dia ada disini? Kalau begini aku tidak bisa mengambil hadiahnya-aru, batin Kagura.
Dia tidak menyadari kalau kepanikannya terlihat jelas oleh pemuda jenius berotak encer—katanya sih.
"Kau kenapa panik seperti itu, China?" tanya Sougo datar sambil menatap lurus manik safir Kagura.
Dia bisa langsung tau dari tingkah gadis Yato itu kalau dia menyembunyikan sesuatu.
"E-Ehh? Aku tidak panik-aru." balas Kagura sedikit terbata-bata. Dia tidak mau menatap Sougo karena takut kejutannya ketahuan.
Sougo melipatkan tangannya di depan dada, memperhatikan gelagat kekasihnya itu.
Hmm. Sudah terlihat jelas sekali kalau dia berbohong.
"A-apa, Sadist? K-Kenapa kau ada disini-aru?" Kagura mendongak, memberanikan diri untuk menatap Sougo.
"Aku hanya ingin mengajakmu sepertinya kau akan pergi ke suatu tempat, hm?"
"A-aku mau bertemu Soyo-chan sebentar. Dia memintaku untuk datang ke Kastil." jawab Kagura, dia mencoba untuk tenang agar pangeran sadis itu mempercayainya.
Tapi itu percuma, Sougo tidak akan percaya begitu saja.
Kalau dia mau ke tempat Soyo-hime, untuk apa dia gugup seperti itu, bukan?
Itu aneh sekali.
"Aku mengerti. Kau tidak akan ikut bersamaku 'kan? Kalau begitu aku pergi. Selamat bersenang-senang dengan Hime." ucap Sougo dengan tawa sarkastik.
Dia menatap sinis Kagura lalu pergi dari tempat tersebut, meninggalkan Kagura yang terpaku.
"Ehh, dia marah? Bahaya-aru. Aku harus segera mengambil hadiahnya dan membuat Sadist senang-aru." gumam Kagura pelan.
Tanpa membuang waktu lagi, dia langsung berlari secepat mungkin ke Dojo Shinpachi—
—Tak mengetahui kalau sebenarnya Sougo bersembunyi di belakang tangga dan berniat untuk mengikutinya dari belakang.
Sougo menyeringai jahat lalu mengikuti Kagura dari kejauhan. Dia sesekali bersembunyi di tempat terdekat kalau Kagura menoleh ke belakang. Jangan remehkan kekuatan menguntitnya.
Dia akan membongkar kebohongan kekasihnya.
Sougo sebenarnya kesal, sangat kesal.
Dia sudah mempersiapkan semuanya untuk hari ini—sedangkan Kagura malah melupakan hari anniversary mereka dan bilang mau ke kastil bertemu Soyo.
Bukannya meluangkan waktu untuknya, dia malah ingin bersenang-senang sendiri.
Dasar perempuan sialan!
Umpatan Sougo dalam hati membuat teriakan menggema dalam sanubarinya yang tak kuat menahan kepo dan emosi. Sang Kapten Divisi tersebut terus mengikuti Kagura dan menyadari sesuatu yang tidak beres.
Aneh.
Aneh sekali.
Itu bukan jalan untuk ke kastil.
Apa Kagura salah jalan? Atau dia ingin membeli Sukonbu terlebih dulu baru ke Kastil?
Entahlah.
Yang pasti, Sougo harus terus mengikuti gadis Yato itu dan memastikan perkataan Kagura itu benar atau hanya kebohongan semata.
Pemuda sadis itu seketika terpaku ketika melihat Kagura berhenti di depan dojo dan berbicara begitu riangnya dengan pemuda berkacamata yang dia kenal.
Eh, apa maksudnya ini?
Bukannya tadi dia bilang akan ke Kastil?
Kenapa dia malah bertemu dengan Shinpachi?
Pertanyaan-pertanyaan itu berputar di kepala bulat dan jenius milik seorang Okita Sougo.
Satu kemungkinan yang sangat besar muncul di kepalanya.
Kagura berselingkuh dengan Shinpachi?
Tidak. Tidak mungkin.
Kagura pernah bilang kalau dia hanya menganggap Shinpachi sebagai kakaknya di Bumi. Selain itu, Sougo lebih keren dan handsome dari Shinpachi, ya 'kan?
Jangan kepedean mas. *slap*
Ntar Kagura jadi jijique #janganalay
Oke, lanjut.
Sougo mencoba untuk berpikiran positif. Mungkin kekasihnya itu hanya mau bertemu dengan Otae.
Ya, mungkin itu alasannya.
Sougo mengangguk singkat, sangat yakin dengan pemikirannya.
Namun dalam sekejap pemikiran itu hancur berkeping-keping.
Manik rubi Sougo membesar ketika melihat kekasih tercintanya itu memeluk Shinpachi dengan ekspresi yang belum pernah dia lihat. Kagura terlihat begitu bahagia saat melakukannya.
Sougo mendadak merasa kesal dan jengkel. Emosinya bertambah ketika Shinpachi membalas pelukan Kagura.
Sougo menggigit bibir bawahnya keras, kedua tangannya dia kepalkan kuat.
Pangeran sadis itu memandang Kagura dan Shinpachi dengan tatapan kosong. Kilasan ingatan sewaktu Kagura panik saat dirinya datang menemuinya terlintas di kepalanya.
Oh… Jadi ini alasannya, geram Sougo dalam hati.
Dia tertawa miris lalu memukul tiang listrik yang ada di dekatnya sekuat tenaga
Tanpa penjelasan dari Kagura pun dia sudah bisa mengetahuinya.
Alasannya sudah jelas bukan?
Pertama; salah tingkah ketika Sougo bertanya dia mau kemana.
Kedua; dia berbohong bilang mau pergi ke Kastil tetapi malah bertemu Shinpachi.
Ketiga; adegan saling berpelukan di depan kedua matanya Sougo sendiri.
Cukup sudah rasa sakitku sampai disini. Uhuk.
Apa ada kemungkinan kalau dirinya hanya salah sangka?
Tentu saja ada.
Namun Sougo tidak mau menerimanya—karena itu tetap tidak akan merubah fakta kalau gadis Yato itu sudah membohonginya dan memeluk laki-laki lain di belakangnya.
Dengan emosi yang masih meluap, Sougo pergi dari tempat itu.
Dia akan kembali ke markas dan melampiaskan semua emosi nya ke anggota Shinsengumi yang lain. Terutama Hijikata yang sangat dia benci.
.
.
.
[Di Dojo Shimura...]
Kagura sudah masuk ke dalam Dojo bersama Shinpachi. Dan saat ini, gadis Yato berambut jingga itu sedang memilih-milih pedang kendo mana yang akan diberikannya nanti untuk hadiah anniversary-nya bersama Sougo.
"Shinpachi, apa benar tidak apa-apa kalau aku mengambil slah satu dari pedang ini-aru?" tanya Kagura ragu—merasa tidak enak karena merepotkan Shinpachi.
"Tidak apa-apa kok, Kagura-chan. Pedang kendo itu masih bagus, belum pernah dipakai sekali pun. Sayang bukan kalau terus di simpan, bisa berjamur." jawab Shinpachi sambil tersenyum dan mengelus lembut kepala Kagura.
"Okita-san pasti akan senang menerimanya." Sambungnya setelah melepaskan elusan dari kepala sang adik angkat.
"Hmm… Semoga dia senang-aru." Kagura menunduk, memeluk pedang kendo yang sudah di bungkus sarungnya itu. Ekspresinya terlihat sedikit sedih.
"Eh? Kau kenapa, Kagura-chan? Apa sesuatu terjadi?" Shinpachi duduk di hadapan Kagura dan menatap khawatir Kagura.
"Tadi Sadist datang ke Yorozuya, Shinpachi. Karena aku belum mengambil pedang ini jadi aku berbohong kepadanya kalau aku akan mengunjungi Soyo-chan di kastil."
Shinpachi terdiam sejenak, membiarkan Kagura menceritakan semua keluh kesahnya.
"Ekspresi Sadist tadi seperti kecewa. Dia menatapku sinis dan langsung pergi-aru. Aku harus apa nanti…" Kagura menggenggam pedang itu sedikit kuat.
Aku merasa bersalah karena sudah membohongi Sadist, ujar batin Kagura yang dipenuhi rasa bersalah.
"Kau hanya tinggal meminta maaf kepada Okita-san, bukan, Kagura-chan? Okita-san pasti memakluminya. Apalagi kau sudah mempersiapkan hadiah ini untuknya."
Shinpachi tersenyum dan menepuk pundak Kagura pelan. "Temui dia, Kagura-chan. Mungkin dia sedang menunggumu di markas Shinsengumi." lanjutnya sambil memotivasi Kagura.
Mendengar kalimat tersebut, gadis Yato itu mengembangkan senyum dan langsung berdiri.
"Terima kasih, Shinpachi. Aku pergi dulu-aru."
"Ya, semoga berhasil, Kagura-chan." Shinpachi ikut berdiri lalu mendorong punggung Kagura pelan.
Gadis Yato itu mengangguk dan langsung berlari ke markas Shinsengumi, sambil membawa pedang kendo itu tentunya—
—tanpa mengetahui kalau sebentar lagi badai akan melandanya nanti.
.
.
.
[Markas Shinsengumi...]
Sougo sedang mengamuk hebat di markas yang luas itu.
Sbeelum ia datang, anggota-anggota Shinsengumi yang lain sedang berlatih kendo di Dojo Khusus yang ada disana—lalu tiba tiba Sougo muncul.
Aura hitam mengelilingi pangeran Sadist tersebut.
Seketika semua anggota yang ada disana—termasuk Hijikata dan Kondo—merasakan ada yang tidak beres dengan kapten divisi yang satu itu.
Sougo dengan seringaian jahatnya merebut salah satu pedang kendo dan langsung mengajak anggota yang lain untuk berduel dengannya.
Karena semuanya tahu Sougo sedang tidak berpikir jernih alias emosi, semuanya menolak permintaan itu.
Mendengar permintaannya ditolak, senyuman Sougo menghilang dan dia langsung menyerang semua anggota disana. Ada yang tersungkur ke lantai, terpental, bahkan membentur tembok dojo dengan keras.
Malangnya, anggota-anggota Shinsengumi yang tidak berdosa itu. Mereka semua terkena luapan emosi seorang Okita Sougo. Bahkan Hijikata dan Kondo pun kewalahan menenangkan Sougo.
Semua ini salah Kagura yang sudah membohonginya.
"Sougo, tenanglah! Hentikan semua ini!" seru Kondo sambil menahan Sougo dari belakang.
"Apa, Kondo-san? Kau berlebihan menahanku seperti ini. Aku hanya berlatih dengan mereka." balas Sougo dengan senyuman dingin. Tatapan matanya masih kosong.
Kilasan ketika Kagura memeluk Shinpachi terus berputar di kepalanya.
Sialan kau, China! Lihat saja kalau kau menemuiku, pikir Sougo emosi.
Sougo berontak dari tahanan Kondo dan langsung menyerang Hijikata dengan tiba-tiba.
Karena Sougo membencinya selama ini, dia bisa dijadikan korban untuk melampiaskan amarah, bukan?
Setidaknya Sougo berpikiran seperti itu untuk melampiaskan emosinya.
"HIJIKATAAAAAAA, MATILAAAHHHH!"
Sougo menerjang Hijikata—dan dengan mudahnya Hijikata menangkis serangan tersebut.
"Yamazaki, cepat carilah China Musume! Sepertinya Sougo seperti ini karena ada hubungannya dengan dia!" seru Hijikata sambil menyerang balik Sougo.
Yang diperintah langsung berdiri dan keluar dari Dojo untuk mencari Kagura.
Entah karena kebetulan atau memang sudah direncanakan—orang yang akan dicari olehnya—Kagura—datang dengan sendirinya ke markas.
Gadis Yato itu ada di depan gerbang Shinsengumi, tengah celingak-celinguk mencari seseorang yang bisa diajak bicara.
Yamazaki pun mendekatinya.
"China Musume-san, kau datang tepat waktu! Okita-taichou sedang mengamuk di dojo. Dia tidak mau berhenti! Tolong hentikan dia!" sahut Yamazaki panik ketika menghampirinya.
Kagura menatap Yamazaki kebingungan.
Sadist mengamuk? Ja-Jangan jangan dia tahu kalau aku berbohong?!
Teriakan batin Kagura membuatnya makin bersalah.
Keringat dingin muncul di pelipisnya. Kagura tidak menyangka kebohongannya akan membuat si Pangeran Sadist sampai mengamuk membara.
"B-Benarkah..? Dimana dia sekarang-aru?"
"Okita-taichou masih ada di dojo—sedang bertarung dengan Fukuchou. Ayo cepat ikuti aku!" Yamazaki berjalan terlebih dahulu, menunjukkan dimana letak dojo. Kagura mengangguk dan mengikutinya di belakang.
Sesampainya di dojo, Kagura dan Yamazaki terpaku melihat keadaan tempat itu yang sudah sangat kacau.
Korban amarah Sougo bertambah, lantai dan tembok dojo nya pun rusak karena pertarungan Sougo dan Hijikata yang sangat sengit. Bahkan, sampai sekarang pertarungan itu masih berlangsung sengit.
"Sadist, apa yang kau lakukan, bodoh?" gumam Kagura pelan dengan keheranan.
Kondo yang mendengar suara familiar itu langsung menoleh dan mendekati sang gadis.
"Oh, China Musume—kau sudah datang. Aku mohon hentikan Sougo! Kalau dia terus seperti ini, Tot-san bisa memarahiku karena dojo ini rusak. Kau tahu 'kan kenapa Sougo bisa seperti ini?"
Kondo mendadak panik meminta bantuan, membuat Kagura menghela nafas lalu menyerahkan pedang kendo yang dibawanya ke komandan Shinsengumi tersebut. "Pegang ini sebentar-aru."
Kagura langsung berlari dan menendang punggung Sougo dengan kuat—membuat sang empunya terlempar ke tembok.
Gadis Yato itu mendekati Sougo dan menarik yukatanya kasar.
"Apa yang kau lakukan, Chihuahua bodoh?!" bentak Kagura keras sambil mengguncang-guncangkan tubuh Sougo keras.
Yang dimaksud bukannya menjawab—malah menatap kosong Kagura.
Sougo menendang Kagura, membuat gadis itu terpental beberapa meter dari tempat sebelumnya di lantai dojo.
"Kenapa kau kemari, ha?" tanya Sougo dingin sebelum berdiri, dan perlahan-lahan mendekati Kagura yang masih meringis karena ditendang tiba-tiba.
Gadis Yato itu mendongak dan menatap lurus manik rubi Sougo dengan garang.
"Tentu saja untuk menemuimu, memangnya apalagi alasanku, ha?!" Kagura menjawab balik sambil terbawa emosi.
Dia ikut berdiri dan membiarkan Sougo mendekatinya.
Kini mereka berdua berdiri saling berhadapan dan menatap tajam satu sama lain.
"Hee~… Begitukah? Untuk apa kau menemuiku,hmm?"
"Apa kau lupa? Sekarang kan hari—"
Perkataan Kagura terpotong ketika Sougo mencengkram pipi nya dengan kasar dengan satu tangan.
Dia tarik wajah cantik Kagura ke dekat wajahnya yang bersih.
"Kau yang lupa, China. Pagi ini aku sengaja mendatangimu di Yorozuya untuk mengajakmu pergi. Tapi kau menolaknya bukan? Kau bilang akan ke Kastil menemui Hime? Hah, omong kosong."
Sougo mendorong kasar Kagura—sampai membuat punggung gadis Yato itu, hingga terbentur ke lantai dojo yang sudah rusak. Para anggota Shinsengumi—termasuk Kondo dan Hijikata, hanya menatap pertengkaran pasangan itu dari luar dojo. Mereka tidak berani untuk ikut campur ke dalam pertarungan dua monster.
Sudah kuduga si Sadist ini tahu kalau aku berbohong, batin Kagura dalam diam. Gadis Yato itu menghela nafas panjang dan menatap Sougo serius.
"Aku bisa menjelaskannya, Sadist. Aku berbohong karena mau—"
"Ah, ya, ya~ Kau berbohong karena mau menemui si Megane Yaro itu 'kan?" Sougo memotong perkataan Kagura lagi. Sorot matanya terlihat sangat tajam—bagaikan silet yang baru dibuka dari bungkusnya.
"Hoo… Kau tahu aku juga menemui Shinpachi? Dasar stalker." ejek Kagura dengan seringaian jahat.
Perempatan siku-siku muncul di pelipis Sougo.
Karena tidak bisa menahan emosinya lebih lama lagi, pemuda sadis itu mengayunkan pedang kendonya ke arah Kagura.
Dengan cepat Kagura menghindar, lalu menendang pedang kendo yang digenggam Sougo—membuat alat latihan itu terlempar jauh.
"Sudah kubilang dengarkan penjelasanku-aru!" Kagura menarik yukata Sougo dan membanting pemuda itu keras ke lantai.
"Mau menjelaskan apa lagi, hah? Kalau kau selingkuh dengan si Megane itu, haa?" ucap Sougo geram.
Eh?
Kagura mengerjap-ngerjapkan matanya, mencoba untuk mencerna kata-kata yang baru saja keluar dari mulut Sougo.
"Ha? Aku selingkuh?"
Selagi Kagura kehilangan fokus, Sougo menyeringai dan menggenggam pergelangan tangan Kagura. Dia lempar gadis itu keluar dojo. Sekumpulan penonton yang ada diluar—segera mundur memberikan jalan untuk Sougo mendekati Kagura.
Kapten divisi itu keluar dan mencengkram baju oriental Kagura.
"Hmph… Jadi kau selingkuh, bukan? Sampai berpelukan segala. Cih." Sougo berdecih sambil membuang muka jijik dengan kilasan ingatan itu.
Kagura hanya terdiam beberapa saat sebelum tertawa terbahak-bahak.
"Pfft—Ahahahahaha… A-Apa? Hahaha… Kau bilang aku berselingkuh dengan Shinpachi? Hahahahaha… Lucu sekali-aru!" Kagura memukul-mukul permukaan tanah sambil terus tertawa tak berhenti.
Membuat Sougo makin kesal dibuatnya.
"Kenapa kau tertawa, China? Ini tidak lucu." sahut Sougo dingin.
Kenapa orang ini malah ketawa? Apa ada yang lucu, ha?!
Sougo di dalam hati geram dan jengkel kuadrat dikarenakan reaksi Kagura.
"Iya, ini lucu-aru! Kau cemburu dengan Shinpachi sampai mengira aku berselingkuh? Bagaimana itu tidak lucu? Hahahahaha..."
"Apa maksudmu? Aku tidak cemburu. Aku melihat dengan kepala dan mataku sendiri kalau kau berpelukan dengan Megane itu!" bantah Sougo masih kesal.
Dia cengkram baju oriental Kagura lebih kuat seraya berkata, "Terus bisa kau jelaskan kenapa kau berbohong kepadaku? Sampai berpelukan dengan orang itu di belakangku, hm?" lanjut Sougo sambil menatap serius Kagura, memincingkan mata dengan curiga.
"Mungkin karena ini, Sougo."
Kondo melemparkan pedang kendo yang di berikan Kagura sebelumnya—sebelum Sougo dengan sempurna menangkap pedang itu lalu menatapnya datar.
Apa ini? Pedang?
Sougo mendadak penasaran dalam kekepoan yang hakiki. Dia keluarkan benda itu dari sarungnya.
Manik rubinya membesar ketika melihat tulisan 'Sadist' di gagang pedang kendo itu.
"Sepertinya China Musume menemui Megane itu untuk mengambil pedang itu, Sougo." sahut Hijikata sambil menghisap rokoknya.
Sougo yang masih tidak percaya—langsung mengalihkan pandangan ke Kagura.
"China, ini—"
"Ya, itu untukmu, Chihuahua bodoh." jawab Kagura memotong perkataan Sougo.
"Happy Anniversary for us, Okita Sougo." Kagura mengucapkannya dengan senyuman termanis—makin membuat Sougo tertegun, masih tidak bisa menyimpulkan semuanya sekaligus.
"Kalau kau hanya mengambil pedang ini, kenapa kau sampai memeluknya?" tanya Sougo yang masih belum puas dengan jawaban Kagura.
Kalau dia belum mendapat alasan yang masuk akal, Sougo tetap tidak akan percaya begitu saja.
Haduh, curigaan amat jadi orang. Goblok banget—dibilang jenius, malah idiot. Dibilang idiot, tapi memang jenius. Aneh.
Kagura terkekeh lalu menangkup kedua pipi Sougo dengan tangannya.
"Kau masih saja bertanya soal itu? Itu hanya pelukan terimakasih antar keluarga-aru. Aku sangat senang karena Shinpachi mau membantuku menyiapkan hadiah untukmu, Sadist. Selain itu, kau lebih keren dari kacamata bertubuh manusia itu. Tidak mungkin aku berselingkuh dengannya 'kan?" jelas Kagura sambil menggoda kekasihnya itu.
Sougo terdiam sambil menatap Kagura dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan.
Mukanya jadi seperti tanpa ekspresi dan dideskripsikan.
Jadi selama ini dia hanya salah paham?
Memang. Makanya jangan menarik kesimpulan terlalu cepat, bang.
Oke kembali.
Melihat kekasihnya hanya terdiam dan tidak merespon, satu ide muncul di kepala jingga Kagura.
Dia harus memanfaatkan kesempatan ini untuk membully pangeran sadist tercintanya, bukan? Kesempatan seperti ini jarang sekali untuk didapat. Dia harus membullynya sekarang juga.
Yosh. Kita mulai.
"Tapi aku tidak menyangka, kau akan cemburu seperti itu-aru. Ternyata kau sangat mencintaiku, hah?" celetuk Kagura dengan senyuman jahil.
Sougo langsung menatap Kagura, sedikit salah tingkah.
"A-Aku tidak mungkin cemburu." jawab Sougo sok tegas.
Seringaian terbentuk di wajah Kagura, dia mau terus membully kekasihnya itu sampai puas.
"Hmm… Benarkah? Menurutku, kau cemburu sekali sampai mengamuk disini."
Kagura menoleh ke sekitar, menatap anggota-anggota Shinsengumi yang ada disana satu-persatu. "Bagaimana menurut kalian, hm? Kapten Divisi kalian yang satu ini emosi dan cemburu 'kan tadi?" sambungnya dengan senyuman licik.
"Yep. Sougo cemburu." Hijikata menyahut pertama, menghisap rokoknya.
"Haha, aku tidak menyangka Sougo akan cemburu sampai segitunya—tapi iya." Kali ini Kondo yang menyambung.
"Okita-taichou, ternyata kau bisa cemburu juga. Betul 'kan, minna?" Yamazaki ikut berpendapat dan bertanya ke semuanya. Anggota yang lain mengangguk, setuju dengan pernyataan Yamazaki.
"Lihatlah, Sadist. Semuanya bilang kalau kau cemburu-aru. Masih mau membantahnya?" deklar Kagura masih dengan nada mengejek sambil menoleh padanya.
Sialan. Lihat saja kalian semua, aku akan balas dendam, batin Sougo sedikit dongkol.
Dia perlahan menunduk, semburat merah terlihat di pipinya. Sougo pun merasa malu sendiri karena sudah salah paham.
Puas dengan reaksi kekasihnya, Kagura terkekeh lalu memeluk tubuh Sougo.
"Aku menyukaimu, Okita Sougo. Mulai dari sekarang dan seterusnya, aku berharap kita bisa selalu bersama-aru." ujar Kagura lembut di telinga Sougo.
Pemuda bersurai coklat itu tertegun sebelum tersenyum dan membalas pelukan Kagura.
Dia mengalah.
Untuk pertama kalinya, Sougo mengakui kalau ini adalah kekalahannya.
Dengan suara lembut, pangeran sadist itu membalas pernyataan cinta Kagura.
"Aku juga menyukaimu, Kagura. Aku akan terus bersamamu sampai kapanpun. Karena kau hanyalah milikku."
Sorak sorai dan tepuk tangan terdengar dari sekeliling mereka. Penonton yang melihat pemandangan indah itu ikut bahagia—tak terkecuali dengan Hijikata, Yamazaki, serta Kondo yang ikut bahagia melihat romansa mereka.
Seusai badai, selalu ada matahari yang bersinar.
Karena kecemburuan Sougo—walaupun sampai mengamuk dan dojo rusak—Kagura semakin mencintai pangeran sadistnya. Begitu juga sebaliknya; yang sampai membully dengan senang hati.
Sougo tidak akan pernah melepas Kagura dari genggamannya.
Ikatan mereka sudah terlalu kuat untuk dipisahkan.
Bagaikan perisai dan pedang.
.
.
.
- END-
.
[BONUS CHAPTER]
.
.
.
[Apa yang sebenarnya terjadi di depan dojo Shinpachi…]
"Kagura-chan, aku sudah mendengarnya dari Gin-san kalau hari ini adalah hari anniversary-mu bersama Okita-san." ujar Shinpachi ketika Kagura datang ke tempatnya.
"Iya, tidak terasa aku sudah menjalin hubungan lama dengannya." Kagura tersenyum dan menjawabnya dengan bahagia. "Apa kau mau membantuku mencari hadiahnya Shinpachi?"
"Pedang kendo, 'kan? Tenang saja, aku menyimpan bebrapa pedang yang masih bagus kualitasnya. Kau boleh memberikannya sebagai hadiah untuk Okita-san."
Mendengar itu, Kagura berbinar matanya.
"Benarkah, Shinpachi? Aahhh, terimakasih!~" ucap Kagura sambil memeluk kakak angkatnya.
Shinpachi tertawa kecil dan membalas pelukannya.
"Sama-sama. Semoga kau bahagia dengan Okita-san ya, Kagura-chan." Shinpachi mengelus punggung adik angkatnya lembut lalu masuk ke dojo untuk mengambil pedang kendo yang dimaksud.
Karena Sougo tidak mendengar percakapan mereka, Kapten Divisi 1 Shinsengumi itu mengira Kagura berselingkuh.
Oh cemburu, pahit di awal manis di akhir.
Maka ingatlah, kawan. Jikalau cemburu adalah salah satu bukti bahwa pasangan kita benar-benar mencintai kita.
.
.
.
-REAL END-
Thank you for reading~
===D.N.A. Girlz===
HAAAIIIII~~~ WELCOME BACK DENGAN SHENA DAN SHINJU~
Gak kerasa hari ini adalah hari terakhir dan prompt terakhir dengan Jealousy wkwkwk Haduh kok berasa sedih ya hehehe XD
Semoga saja dengan ff ini, kalian meresa terhibur dan menjadi makin suka ya—apalagi menebarkan cinta OkiKagu ini!~
MAAFKAN BILA ADA KESALAHAN MAU ITU OMONGAN KASAR, TYPO DLL. MOHON DIMAAFKAN YA, MINNA! GOMENASAI! #ojigi
Dan untuk partner in crime-ku Shena, maafkan daku yang cuma bisa mengedit saja dan tambah—dan makasih udah bersedia juga mau collab denganku! Love you sis~~~ *gives love*
Maafkan AN terakhir yang pendek ^^" TERIMA KASIH KARENA SUDAH MEMBACA DAN REVIEW SMPAI AKHIR BUAT YANG MELIHAT FF INI DANMENILAINYA X3 WE BOTH LOVE YOU!
Shene, otsukare! Minna, otsukare!
Thanks for all of your love, supports, hopes, and advices for both of us!~
Dan untuk yang baca, LOVE YOU FULL ALL!~~~
Regards,
D.N.A. Girlz
.
.
.
===Shiroyasha Shena===
HOLLAAAAAAAAAA SHENA AND SHINJU COMEBACK!
Kami membawa FF OKIKAGU WEEK DAY 7 LAST PROMPT ~JEALOUSY~ nih...
Tidak terasa kalau hari ini adalah hari terakhir OKIKAGU WEEK~~~ *ko sedih ya wkwkwk
Karena ini adalah Prompt terakhir, aku dan Shinju sengaja membuat plotnya berisi OKIKAGU yang merayakan Anniversary nya..
Kalian pasti ada yang bertanya tanya kenapa bukan pas day 5 aja plot ini dipake? Kan OKIKAGU DAY? Jawabannya simpel ko, karena yang indah lebih bagus ditaruh di akhir. Uhuk.
Dan Sougo disini... Ehem... Ciee ciee cemburu buta~~~~
Sampai ngamuk segala mas.. Kasian tuh anggota Shinsengumi yang tidak berdosa apa apa kena imbas... Wkwkwkwk..
Masih sempet sempetnya lagi nyerang Hijikata meskipun keselnya sama Kagura... Julukan BAKAISAR memang cocok untukmu Sougo.. Karena dia itu jenius tapi idiot.. Jadi sebenernya jenius atau idiot? Entahlah wkwkwk..
Selagi ngetik ff ini, aku ketawa ketawa sendiri kaya orang gila...
Suka bikin Sougo cemburu kaya gitu...
Dan untungnya, ide untuk prompt hari ini terus mengalir bagaikan air terjun... Ehem... /
Kami harap FF ini bisa membuat para reader merasakan kebahagiaan OKIKAGU sewaktu merayakan Anniversary mereka ya~~ *meskipun mereka berantem dulu*
Well itu sudah biasa... Bukan OKIKAGU kalau tidak bertengkar... Benar?
Dan untuk para reader tercintah, yang sudah membaca, mereview, dan memfav ff aku dan Shinju... MAKASIH BANYAK
Kata kata kalian begitu berharga bagi aku dan Shinju...
Mungkin ini memang Last Day OKIKAGU WEEK, tapi jangan sampai rasa cinta kita ke OKIKAGU menghilang yaaaaa... ALWAYS LOVE THIS PAIR UNTIL THE END... 3
Semoga Sorachi-sensei membuat mereka menjadi CANON~~~ *harus*
Buat Shinju, My Partner...
MAKASIH BANGET UDAH MAU COLLAB SAMA AKU DAN MEMPERLIHATKAN SEBERAPA BESAR RASA CINTA KITA UNTUK SOUGO DAN KAGURA!
Maaf kalau aku ngetiknya lama... Intinya THANK YOU AND LOVE YOU SO MUCH!
Untuk para reader juga yang setia menunggu FF kami sampai Prompt Terakhir... WE LOVE YOUUU FULL~~~
Dan mungkin sampai disini saja AN dariku... Panjang banget ya.. Gapapa lah.. Wkwkwk...
SAMPAI BERTEMU LAGI DI LAIN WAKTU!
BYE BYE MINNA~~~~~~~~~
SHINJU! OTSUKAREEEEE
WE LOVE OKITA SOUGO X KAGURA FOREVER
.
.
.
JANGAN LUPA REVIEW YAK BUAT KRISAR~ THANKS!~
See you next time!~
Love,
Shena & Shinju
