Aku sudah tahu sejak awal
Aku tidak yakin dengan apa yang terdengar seperti takdir
Cinta untukku dan waktu akan membawamu
Selamanya tanpa perpisahan
Aku pikir aku sedang bermimpi, ini benar-benar seperti mimpi
Aku sangat mengingat hari saat pertama kali kita bertemu
Bersinar dan menyilaukan mata, Memberi hari yang indah untukku
Terima kasih kau sudah datang kepadaku
Aku benar-benar berterima kasih
-In Your Eyes – Onew SHINee (Ost. To the Beautiful You)
Love Lesson (REMAKE)
Cast : Lee Sungmin (29th) , Cho Kyuhyun (19th), Jung Yunho (30th)
Disclaimer : Cerita ini murni saya ambil dari K-Movie "Love Lesson" yang disutradarai oleh Ko Kyung-a, namun disini saya hanya mengubah cast menjadi OTP kita tercinta, Kyuhyun dan Sungmin, dan sedikit tambahan ide dari saya untuk penyesuaian jalan cerita
Warning : GS! Sex Activity! Typo's! Tidak sesuai EYD!
Note : Mulai chapter ini ceritanya udah saya tulis berdasarkan tuangan ide dari saya sendiri. Semoga ini tidak mengecewakan kalian semua.
DON'T BE SILENT READERS!
DON'T BASH! DON'T LIKE, DON'T READ!
~Happy Reading~
.
.
.
Jam masih menunjukkan pukul 02.00 dini hari namun Kyuhyun dan Sungmin kini masih sibuk dengan ramyeon panas mereka akibat keduanya mendadak lapar setelah aktivitas panas mereka berakhir 1 jam yang lalu. Sungmin yang sudah lebih dulu menghabiskan ramyeonnya pun beralih untuk menatap Kyuhyun yang sibuk menyeruput kuah ramyeon yang ia buat.
"Aku akan ke Pulau Nami selama 3 hari ini." Ucapan Sungmin sontak membuat Kyuhyun menoleh kemudian meletakkan sendok putih miliknya.
"Sendirian saja? Aku akan menemanimu."
"Tidak perlu. Fokus saja pada sekolahmu. Bukankah sebentar lagi kau akan memasuki ujian akhir?" Tolak Sungmin secara halus hingga mau tak mau Kyuhyun pun mengiyakan ucapan Sungmin. Namun melihat jika ada sesuatu yang Sungmin sembunyikan entah mengapa membuat Kyuhyun sedikit curiga hingga namja tampan itu pun memicingkan matanya. "Tapi, apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?"
Sungmin yang melihat laga Kyuhyun yang seperti anak kecil itu pun hanya dapat terkekeh geli kemudian menggelengkan kepalanya tak lupa dengan senyuman manisnya. "Pulang dari sana aku janji akan menceritakan semuanya padamu."
Mendengar itu Kyuhyun pun hanya dapat mengangguk mengerti kemudian memilih untuk menggeser mangkuk kotornya dari hadapannya. "Baiklah. Kapan kau akan berangkat?"
"Esok pagi mungkin."
"Tapi kenapa mendadak seperti ini? Bahkan kau belum beristirahat."
"Tak apa. Kau mengkhawatirkanku? Manis sekali…" Tiba-tiba saja Sungmin menarik sebelah pipi Kyuhyun hingga berhasil membuat Kyuhyun berjengit kaget namun entah mengapa namja itu mendadak gugup berhadapan dengan Sungmin. "T-tentu saja."
"Wajahmu merah…" Goda Sungmin lagi sambil menusuk-nusuk pipi Kyuhyun dengan telunjuk lentiknya hingga membuat namja itu melayangkan protes kepada Sungmin.
"Seonsaengnim-…"
"Jangan panggil aku seonsaengnim lagi."
"Wae?"
"Panggil Noona saja. Aku lebih suka dengan panggilan itu. Coba panggil aku Noona?" Wanita itu pun kembali memancing namja tersebut sekedar untuk menggodanya hingga lagi-lagi berhasil membuat Kyuhyun tak bisa berkutik dan memilih pasrah untuk menghadapi tingkah wanita tersebut.
"N-noona?" Kyuhyun berujar ragu namun Sungmin malah menanggapi dengan wajah antusias. "Ne, Kyunnie." Wanita itu pun berujar girang kemudian tanpa Kyuhyun duga tangan lentik itu kembali menarik kedua pipinya hingga membuat Kyuhyun kembali mendelikkan matanya sebal.
"Ya! Aku sudah dewasa. Jangan perlakukan aku seperti anak kecil."
"Kau memang masih kecil. Bukankah ketika bercinta kau yang lebih tumbang duluan hingga selama 1 jam aku bermain sendiri?"
BLUSSHH!
Bukannya marah, mendadak wajah Kyuhyun kembali memerah bahkan warna nya lebih kontras dari sebelumnya. Ia sungguh merasa malu dengan perkataan Sungmin yang kelewat jujur dan frontal bahkan ingin sekali Kyuhyun menyumpal bibir sexy itu dengan bibirnya hingga wanita itu berhenti menggodanya #Eh?
"Ya! Suatu saat aku akan membuktikkan padamu jika aku bisa memuaskanmu Noona. Lihat saja!" Kali ini Kyuhyun hanya dapat berujar tegas berharap jika Sungmin tak akan lagi berpikir untuk meremehkannya hingga wanita itu hanya dapat terkekeh kembali kemudian perlahan mendekatkan tubuhnya kepada namja tersebut. Kyuhyun yang sadar dengan kedatangan Sungmin pun sontak memundurkan tubuhnya hingga merapat ke sofa dibelakangnya. Wajah wanita itu kini sudah berada disebelah kanannya bahkan terdengar bisikan halus dari bibir sexy wanita tersebut.
"Ne, aku tunggu dewasamu, Kyunnie…" Goda Sungmin lagi hingga berhasil membuat Kyuhyun kembali berjengit. "Ya!"
"Ahahahahah…" Namun Sungmin hanya tertawa melihat tingkah konyol Kyuhyun hingga malam singkat itu pun mereka habiskan untuk bersenang-senang bersama.
.
.
.
Sungmin saat ini tengah sibuk dengan PC miliknya. Sesekali wanita itu bersenandung sambil menuliskan notasi lagu baru yang ia buat hingga tanpa ia sangka ia sudah hampir menyelesaikan sebuah lagu yang ia kira sangat memuaskan untuknya.
3 hari Sungmin menghabiskan waktu sendirian di Pulau Nami untuk sekedar mencari inspirasi demi pembuatan lagu barunya. Beruntung keadaan Pulau Nami yang sekarang tidak sedang ramai pengunjung hingga memberikan ketenangan tersendiri bagi Sungmin bahkan ia merasa sangat betah untuk tinggal sementara di Pulau ini. Ia berpikir jika suatu saat ia ingin sekali menghabiskan banyak waktu di Pulau ini bersama dengan seseorang yang terkasih untuknya.
Berbicara tentang seorang yang terkasih entah mengapa pikirannya kini tertuju pada seorang namja tampan yang selama 3 hari ini tidak ia kabari, padahal sungguh ia merindukan namja tersebut. Entah mengapa senyuman memikat Kyuhyun membuat wanita itu sulit untuk melupakannya hingga lagu yang ia buat saat ini ia rasa tertuju sepenuhnya untuk namja tersebut.
Drrttt…
Suara getaran ponsel diatas meja membuat Sungmin yang semula melamun sontak menolehkan wajahnya. Dilihatnya ID caller Kyuhyun disana sontak membuat senyum manis mengembang dibibirnya hingga wanita itu mendial panggilan tersebut dengan raut senang.
PIP!
"Yeobeosseyo?"
"Noona, bagaimana kabarmu? Aku merindukanmu…" Sungmin hanya terkekeh geli mendengar nada mendayu yang Kyuhyun berikan untuknya. Wanita itu pun memilih untuk memperbaiki posisi duduknya kemudian menatap pemandangan desa yang begitu hijau dan asri dibalik kaca rumah klasik yang ia tempati kini.
"Aku juga merindukanmu. Bagaimana denganmu? Apa kau bersekolah dengan baik disana?"
"Tentu saja. Bahkan hari ini aku berhasil mencapai nilai tertinggi untuk mata pelajaran matematika antar kelas. Bukankah aku hebat?"
Sungmin hanya sedikit mendecih mendengar kenarsisan namja tersebut bahkan jika namja itu saat ini sedang berada disampingnya, bisa saja Sungmin menyentil dahi lebar itu hingga memerah. "Tidak usah terlalu percaya diri. Fokus saja pada persiapan ujianmu. Bukankah minggu depan kau akan mulai ujian hari pertama?"
"Ne, pasti. Jaga kesehatan disana. Cepatlah kembali. Aku menunggumu."
"Eum."
PIP!
Sungmin pun memilih untuk menutup panggilannya dengan senyum yang senantiasa terpatri di kedua sudut bibirnya. Wanita itu pun memilih untuk menatap selembar notasi lirik yang selama 3 hari ini ia buat hingga ia baru menyadari jika lirik itu hanya perlu diberi judul untuk sentuhan akhirnya.
Wanita itu pun mengetuk-ngetukkan sebuah pena ke dahinya berulang kali, berharap jika ia akan menemukan judul yang pas. Hingga sebuah judul yang Ia rasa pas untuk lagunya pun ia tulisankan tepat dibagian atas kertas miliknya.
-In Your Eyes-
Setelah membuang nafasnya lega, wanita itu pun memilih untuk membereskan peralatannya diatas meja kemudian bersiap untuk segera berkemas. Ia rasa 3 hari ini sudah cukup untuknya berlibur dan saatnya untuk memberi kabar kepada Kyuhyun bahwa malam ia sudah akan berada di Seoul.
.
.
.
.
.
.
Ting tong…
CEKLEK!
"Noona!"
HUP!
Setelah pintu flat apartemen itu terbuka, namja yang menjadi tamu pada pagi hari ini pun sontak menerjang wanita yang membukan pintu kepadanya bahkan Kyuhyun sang pelaku memberikan pelukan yang kelewat erat untuk Sungmin.
"Kau bilang ingin belajar menjadi dewasa. Kenapa selama 3 hari ini kau masih saja bertingkah seperti anak-anak, eoh?" Cibir Sungmin tepat ditelinga sebelah kiri Kyuhyun walaupun kedua tangannya kini ikut mengeratkan pelukannya hingga namja tersebut pun terkekeh sambil menyelusupkan wajahnya tepat diperpotongan leher Sungmin.
"Tidak masalah aku bertingkah seperti ini jika karena aku terlalu merindukanmu."
Sungmin kembali terkekeh mendengar ucapan polos tersebut kemudian memilih untuk menarik tubuhnya hingga pelukan itu pun terlepas. Wanita itu pun mencolek hidung mancung Kyuhyun hingga berhasil membuat Kyuhyun sedikit mendengus sebal. "Ne, arasseo."
"Kau bilang ada pesta kan? Apa ini pesta untuk kedatanganmu atau bagaimana?" Tanya Kyuhyun sambil mengingat-ingat pesan Sungmin yang tadi malam wanita itu kirimkan untuknya. Tampak jika wanita itu menyunggingkan senyum tipisnya kemudian menarik pergelangan tangan Kyuhyun untuk ikut bersamanya duduk diatas sofa.
"Wae? Apa ada masalah?" Tanya Kyuhyun ketika melihat raut yang berbeda dari wajah cantik Sungmin. Nampak jika wanita itu membuang nafasnya sebentar kemudian memilih untuk menatap Kyuhyun sambil menyilangkan kakinya.
"Kau tau? Lagu yang kubuat pertama kali dengan judul 'Ah-yeah' kemarin sudah diplagiat oleh coach kami sendiri."
"Maksudmu oleh Kim Jungmo?" Kyuhyun berusaha menebak-nebak karena entah mengapa nama Jungmo tiba-tiba saja terlintas dari otaknya. Namun siapa sangka jika wanita itu mengangguk lesu hingga berhasil membuat Kyuhyun mendadak kesal terlebih wajah menyebalkan Jungmo tiba-tiba saja muncul tepat didepan wajahnya. "Ya! Kenapa dia begitu jahat! Aku akan memberi pelajaran padanya sekarang-…"
"Tidak perlu. Biarkan saja. Lagi pula selama di Pulau Nami aku sudah mendapatkan sebuah lagu baru yang ku yakin 200% lebih bagus dari laguku sebelumnya. Kau mau mendengarnya?" Kyuhyun yang awalnya tengah mencapai puncak emosinya pun sontak mencairkannya akibat usapan halus dari jemari lentik Sungmin dipunggung tangannya. Nampak jika namja tersebut berpikir sejenak hingga ia pun mengangguk walaupun dengan wajah yang sedikit ragu.
"Apa aku jadi yang pertama untuk mendengarkan lagumu?" Tanpa disangka wanita itu pun mengangguk antusias dengan wajah polos yang baru kali ini Kyuhyun lihat. Tak ada yang tau jika segaris merah jambu kini menghiasi wajah tampannya bahkan Kyuhyun sempat tertegun kala melihat sisi lain dari diri Sungmin. Sampai saat ini pun ia tak menyangka jika Sungmin adalah seorang wanita yang usianya hampir kepala tiga bahkan jika wanita itu mengenakan pita dirambutnya ia akan menyangka jika Sungmin hanyalah seorang remaja berumur belasan tahun sama sepertinya.
Makin terkejutlah Kyuhyun kala ia baru menyadari jika lagu yang akan ia dengarkan ini adalah lagu perdana oleh Sungmin hingga membuat namja tersebut merasa diistimewakan oleh wanita disampingnya. Kyuhyun pun kembali mengulumkan senyum saat wanita itu kembali menuntunnya untuk bangkit dari duduk kemudian berjalan pelan ke arah piano putih milik Sungmin. Wanita itu kini memilih untuk mendudukkan diri dengan menyisakan sedikit tempat untuk Kyuhyun hingga mereka kini kembali duduk berdempetan seperti yang pernah mereka lakukan dahulu.
Sungmin pun kini nampak menarik nafasnya perlahan. Setelah itu, ia pun mulai menekan-nekan tuts piano miliknya dengan mahir bahkan alunan merdu kian memenuhi ruangan tersebut. Namun tanpa sadar seolah sebelumnya pernah mendengar lagu ciptaan Sungmin, Kyuhyun pun kini tengah bersenandung merdu terlebih saat wanita itu tengah memainkan reff pada notasi lagunya.
"Kau bersenandung?" Tanya Sungmin seketika setelah menghentikan permainannya kemudian menoleh kearah Kyuhyun. Namja itu pun tanpa ragu menganggukkan kepalanya sambil ikut menatap wajah Sungmin yang hanya berjarak lebih kurang 40 cm dari wajahnya. "Eum, ne. Lagumu terlalu bagus. Bahkan satu kali mendengar aku sudah bisa langsung menghapal nadanya."
Sungmin sempat terdiam mendengar ucapan Kyuhyun, bahkan bukan hanya diam bahkan kini merasa kagum terlebih mendengar respon yang Kyuhyun berikan. Padahal hanyalah senandung kecil, namun entah mengapa Sungmin rasa jika namja disampingnya ini memiliki kualitas suara yang bagus. Ia tentu tidak bodoh untuk membededakan yang mana suara seseorang yang bisa menyanyi atau tidak karena perlu kalian tahu jika selain sebagai seorang musisi, sebenarnya Sungmin juga adalah seorang guru vocal sebelum ia lebih mendalami menjadi seorang composer.
Nampak jika wanita itu berpikir sejenak kemudian menunjuk beberapa part lirik untuk Kyuhyun nyanyikan. Ia rasa dengan nada seperti Kyuhyun tadi, jenis vocalnya akan cocok dengan lagu yang ia ciptakan. "Maukah kau menyanyikan lirik ini?"
"Menyanyi?"
"Ne, bolehkah aku mendengar suaramu?" Pinta Sungmin lagi walaupun ia sempat melihat ada raut keraguan plus bingung dari Kyuhyun. Namun tanpa pikir panjang namja tampan itu pun mengangguk sambil mengusap pelan tengkuknya. "Boleh."
Sungmin pun kembali memerkan senyum cantiknya kemudian memberikan aba-aba untuk Kyuhyun. Jemari lentiknya pun memainkan beberapa part nada diiringi dengan lantunan merdu dari bibir Kyuhyun bahkan sempat membuat wanita itu terpesona. Ia tidak menyangka jika namja tersebut bisa dengan cepat menyesuaikan lirik dengan lantunan music yang Sungmin mainkan hingga wanita itu berpikir jika Kyuhyun juga memiliki darah seni, sama sepertinya.
Setelah dirasa cukup, wanita itu pun menghentikan permainannya kemudian memilih untuk menghadapkan tubuhnya kearah Kyuhyun hingga namja tersebut pun kembali menatap kedua matanya. "Kyu?"
"Eum?"
"Kau punya suara yang luar biasa bagus! Kenapa dari awal kau tak bilang jika kau bisa bernyanyi, eoh?" Sungmin berujar sedikit menyayangkan perilaku tertutup Kyuhyun namun namja itu hanya meresponnya dengan usapan ditengkuknya yang kedua kalinya.
"Mianhae. Aku tidak pernah sama sekali berpikir untuk memamerkannya kepadamu." Wanita itu hanya dapat menghela nafasnya ketika lagi-lagi mendengar ucapan kelewat jujur dari Kyuhyun hingga Sungmin pun memilih untuk kembali menyelami sepasang mata namja disampingnya.
"Sejak kapan kau bisa bernyanyi?"
"Eum, ketika aku berumur 5 tahun. Aku sering mengikuti paduan suara di gereja."
Semakin bahagia lah Sungmin kala Kyuhyun benar-benar sesuai dengan harapannya. Selain hubungan mereka kini semakin dekat, menjadi suatu keuntungan juga bagi Sungmin karena tanpa bersusah payah ia kali ini sudah mendapatkan penyanyi yang jaaauhhh luar biasa hebatnya dari penyanyi amatir yang bekerja sama dengannya sebelumnya. Bahkan Sungmin berpikir jika Kangin akan senang dengan kabar gembira yang akan ia sampaikan setelah ini. "Bagus sekali!"
"Bagus? Maksud Noona?"
"Kita habiskan 2 jam untukmu mengenali laguku. Setelah ini baru kita ke supermarket untuk berbelanja. Arachi?" Kyuhyun yang awalnya bingung pun kini hanya dapat menganggukkan kepalanya sekedar menuruti apa saja yang diinginkan oleh Sungmin. Entah mengapa ketika melihat antusiasnya wanita tersebut membuat Kyuhyun menjadi ikut bersemangat dan sama sekali tak berniat untuk melayangkan protesnya, seperti yang biasanya ia lakukan ketika di sekolah.
Di kelas ia terkenal sebagai seorang yang tak bisa diatur, menyelesaikan permasalahan dengan caranya sendiri, tidak suka diusik apalagi yang berhubungan dengan urusan pribadinya. Namun hanya dengan Sungmin, namja tersebut dengan mudahnya akan menurut bahkan melakukan apa yang Sungmin mau secara suka rela, tanpa paksaan ataupun mengharapkan imbalan. Itu saja. Asalkan selama ia bersama Sungmin, ia yakin merasa 'dirugikan' itu tak akan pernah berlaku didalam hari-harinya.
.
.
.
PIP!
"Yeobeosseyo?"
"Sungmin-ah? Kau kemana saja selama satu minggu ini? Kenapa kau susah sekali untuk dihubungi?"
"Mianhae. Tapi kau tidak perlu khawatir. Aku punya kabar gembira untuk kita berdua."
"Apa itu?"
"Aku sudah mendapatkan lagu nya bahkan aku sudah mendapatkan penyanyi yang luar biasa bagus untuk kita."
"Jeongmalyeo? Kau tidak bercanda kan?"
"Tentu saja tidak…"
"Huwaaa! Kau memang yang terbaik! Gomawo… jeongmal gomawo!"
"Tidak usah berlebihan."
"Bagaimana aku tidak sebahagia ini? Kau telah menyelamatkan kita dan perusahaan kita tentunya! Bolehkah kali ini kita benar-benar merayakan keberhasilan kita lagi? Ku harap kali ini kau tidak boleh menolaknya."
"Baiklah kalau begitu. Lagi pula dari awal aku memang akan mengajakmu untuk berpesta malam ini."
"Asa! Bar mana yang akan kita datangi hari ini? Aaa… aku punya recomendasi yang bagus untuk kita. Bagaimana jika kita pilih-…"
"Ani. Tidak usah merayakan di bar. Aku sudah memasakkan banyak menu special di apartemenku. Lagi pula aku memiliki persediaan wine yang dijamin kau akan ketagihan jika mencobanya."
"Ya! Kau pintar sekali mengambil hati orang lain. Tapi, apakah kita hanya merayakan berdua? Bukankah itu tidak asyik? Aaaa… bagaimana jika kau undang Kyuhyun juga? Paling tidak bertiga lebih terasa menyenangkan."
"Sebelum kau minta juga aku sudah lebih dulu mengajaknya." Nampak jika Sungmin melirikkan matanya kearah Kyuhyun yang saat ini sibuk menata alat panggangnya diatas meja, bahkan ruang tamunya kini hampir tersulap menjadi sebuah restoran kecil dengan aneka hidangan yang ia buat selama setengah hari penuh bersama Kyuhyun. Wanita itu pun tak menyangka jika Kyuhyun juga pandai dalam memasak hingga lebih memudahkan Sungmin dalam pekerjaannya hari ini.
Setelah menutup telponnya, wanita itu pun berjalan ke dapur untuk memastikan apakah nasi yang ia buat sudah matang atau belum kemudian beralih untuk membawa beberapa mangkuk dan alat makan lainnya ke ruang tamu.
Nampak jika Kyuhyun tengah mengibas-ngibaskan kaos bagian dadanya bahkan peluh kini telah membasahi wajah dan leher namja tersebut. Sungmin yang melihat guratan lelah dari wajah itu memilih untuk mengambil beberapa lembar tissue kemudian mengusap wajah penuh peluh itu dengan lembut.
"Kau berkeringat banyak. Apa pekerjaan kita semelelahkan ini?" Tanya Sungmin sambil terus mengusap kening Kyuhyun hingga turun ke pelipis namja tersebut bahkan sekali-kali wanita itu meniup wajah Kyuhyun berharap jika dengan itu akan mengurangi udara panasnya.
Tak taukah Sungmin dengan tingkahnya itu bukan membuat rasa panas itu berkurang, namun malahan semakin menambah kadar panasnya? Terbukti dengan memerahnya wajah Kyuhyun bahkan ia tak tau Sungmin kini tengah menggodanya atau tidak dengan kemeja tanpa lengan yang wanita itu kenakan kini 2 kancing teratasnya tengah terbuka dengan santainya. Bahkan wanita itu hanya menggunakan celana hotpants yang terlalu menggoda hingga Kyuhyun pun berpikir jika tak ada lagi yang boleh mendapati Sungmin dengan pakaian seperti ini di flat wanita tersebut terkecuali dirinya. Harus!
"K-kau bisa menghentikannya Noona! Lagipula AC disini menyala jadi kau tak harus meniup-niup wajahku terus-terusan." Kyuhyun kali ini berujar malu hingga ia pun bingung harus bagaimana lagi menyikapi tingkah Sungmin. Menolak pun tak enak, apalagi meneruskannya? Bisa-bisa namja itu menyerang Sungmin saat ini juga jika ia tak mengingat setelah ini mereka akan mengadakan pesta bersama sang produser.
Bukannya menurut, wanita itu malah semakin gencar meniup-niup wajah Kyuhyun bahkan kini semakin mendekatkan wajahnya. Dengan niatan menggoda, tanpa permisi wanita itu pun mendudukkan dirinya diatas pangkuan Kyuhyun hingga berhasil membuat telapak tangan Kyuhyun basah karena gugup.
Wanita itu masih saja mengusap-ngusap wajah Kyuhyun yang namja itu rasa usapannya menjadi sedikit berubah, dari yang lembut kini menuju kearah sensual-… sensual?
Bagaimana tidak? Wanita yang duduk diatas pangkuannya diam-diam ternyata mengusap-usap bagian dada Kyuhyun yang tertutupi oleh kaos putih bahkan kepala wanita itu kini beralih keperpotongan leher Kyuhyun kemudian meniup-niup bagian sensitive namja tersebut pelan hingga membuat namja tampan itu bergidik geli.
"Aku merindukanmu…" Lirih Sungmin dengan seduktif bahkan Kyuhyun yang mendengar tiba-tiba saja menegang ditempatnya. Kyuhyun pun berpikir, bagaimana bisa wanita itu menggodanya disaat seperti ini bahkan ini hanya terhitung 30 menit Kangin akan segera sampai ditempat ini.
Nampak jika Kyuhyun merasa tak tenang dalam posisi duduknya saat wanita itu semakin gencar memberikan serangan dibagian leher hingga menjalar kebagian telinga kanannya. Tangan lentik itu pun tak lupa untuk mengelus-elus bagian sensitive Kyuhyun hingga namja tersebut sekuat tenaga menahan hasrat ditempatnya.
"N-noona? Bisakah kau hentikan ini atau aku akan-…"
"Akan apa, hm?" Tanya Sungmin tanpa menjauhkan kepalanya dari tempat sebelumnya bahkan tangan lentik itu sudah beralih keatas bagian intim Kyuhyun kemudian mengelusnya pelan. Sungguh, tambah memerahlah wajah namja tersebut bahkan Sungmin tentu saja menyadarinya. Mendapati wajah frustasi Kyuhyun memang sudah menjadi hiburan tersendiri bagi Sungmin berhubung juga ia kebetulan memang merindukan sentuhan namja tersebut setelah kurang lebih 3 hari mereka tidak melakukannya. Menggoda namja tersebut dikeadaan genting seperti ini tidak ada salahnya bukan?
Tanpa Sungmin duga, namja itu pun mencekeram kedua sisi bahu Sungmin hingga mereka kini telah berhadapan. Bisa Sungmin lihat jika wajah Kyuhyun kini sudah semerah tomat hingga tanpa aba-aba namja tersebut pun menyerang kedua belah bibir Sungmin kemudian melumatnya ganas.
Sungmin yang mendapat serangan tiba-tiba tersebut bukannya marah, wanita itu malah meresponnya dengan senang hati bahkan kedua tangannya kini telah ia kalungkan pada leher Kyuhyun sambil merapatkan tubuh mereka berdua. Semakin gencarnya serangan Kyuhyun, jari-jemari Sungmin pun perlahan menyusuri rambut halus Kyuhyun kemudian mencekeramnya lembut kala namja itu berhasil menerobos goa hangat miliknya dengan lidahnya.
"Eunghh…" Desah Sungmin saat lidah Kyuhyun mengajaknya bergulat dengan lidahnya sendiri bahkan tangan besar itu sudah berani untuk meremas dada bagian kirinya. Suara kecipak dan desahan semakin mendominasi ruangan tersebut bahkan Sungmin dan Kyuhyun sama-sama menyadari jika posisi mereka saat ini terlalu dihimpit oleh meja dan sofa sehingga sulit bagi mereka untuk banyak bergerak.
Sekitar 10 menit mereka habiskan untuk saling bergulat lidah hingga wanita tersebut pun memilih untuk lebih dulu menghentikan aktivitas 'panas' mereka kemudian bangkit dari duduknya dengan tangan lentiknya yang menggenggam tangan Kyuhyun dengan lembut.
Wanita itu pun menarik Kyuhyun untuk mengikutinya kearah kursi santai yang sebelumnya juga pernah mereka gunakan untuk melakukan making out, kemudian Sungmin pun membaringkan tubuhnya diikuti Kyuhyun yang kini ia tarik untuk menindihnya.
Mulanya mereka hanya saling tatap satu sama lain hingga namja itu semakin mendekatkan wajahnya kemudian memilih untuk mengecup bibir yang membengkak itu pelan. Sungmin sempat memejamkan matanya kala mendapatkan kecupan ringan tersebut bahkan ia kini sudah memejamkan matanya. Namun ketika ia merasakan jika tak ada lagi 'sesuatu' yang menempel pada bibirnya, perlahan wanita itu pun membuka matanya hingga ia pun kini mendapati Kyuhyun yang masih menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Wae? Kenapa berhenti, hm?" Tanya Sungmin sambil mengelus pipi Kyuhyun pelan berharap jika namja itu akan kembali mencumbunya. Namun nampak jika Kyuhyun bahkan tak bergeming dari tempatnya hingga tanpa Sungmin sangka namja itu beralih untuk menuju bagian 2 kancing kemeja Sungmin yang masih terbuka kemudian mengancingnya pelan.
Sungmin tentu kaget dengan tingkah Kyuhyun yang sangat tak terduga ini bahkan ia kira namja itu akan membuka semua kancing kemejanya namun ternyata tidak. Setelah 2 kancing kemeja itu tertutup kembali, Kyuhyun pun memilih untuk menarik tubuh berbaring Sungmin untuk segera duduk berdampingan dengannya kemudian merapikan rambut Sungmin yang kini tengah menutupi sebagian wajah cantik wanita tersebut.
Sungmin kali ini hanya bisa tertegun ketika mendapati sikap Kyuhyun yang terlalu manis menurutnya. Bisa Sungmin lihat dengan jelas jika Kyuhyun saat ini tengah menahan hasratnya bahkan nampak jika namja tersebut merapikan tatanan rambutnya dengan tangan bergetar. Sungmin pun sebenarnya bingung dengan tingkah Kyuhyun. Jika namja itu memang ingin menuntaskan harsratnya kenapa kegiatan mereka yang sempat tertunda tadi tidak dilanjutkan saja?
Setelah dirasa cukup rapi, namja tersebut pun memilih untuk mengusap pipi kiri Sungmin dengan ibu jarinya tak lupa disertai sebuah senyum tulus yang berhasil membuat darah Sungmin kian berdesir bahkan jantungnya kini tengah memompa darahnya cepat.
'Ada apa denganku?' Pikir Sungmin kala Kyuhyun masih saja memandangnya penuh arti hingga ucapan pelan namja tersebut berhasil menyadarkan Sungmin dari acara melamunnya.
"Kau menggodaku disaat yang tidak tepat Noona. Kau lihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 6 sore dan Kangin-Hyung akan segera sampai disini bukan? Aku tak ingin ketika ia tiba disini dan malah mendapati tubuh polos mu yang sedang ku cumbu, karena kau harus tau aku tak ingin membagi 'keindahan' itu dengan siapapun. Kau mengerti maksudku kan?" Sungmin awalnya sibuk mencerna ucapan Kyuhyun hingga wanita itu baru sadar dengan apa yang namja itu katakan hingga berhasil membuat wajah Sungmin merona.
'Apa namja ini sengaja merayuku atau bagaimana?' Pikir Sungmin dan berharap jika namja didepannya ini hanya sekedar membual, sama seperti namja lainnya yang hanya menginginkan tubuh Sungmin secara cuma-cuma dan tak perduli jika harus membagi wanita itu dengan yang lain atau tidak? Namun Sungmin hanya mendapati raut ketulusan dari Kyuhyun hingga tanpa disangka kembali membuat wajahnya bersemu merah hingga usapan halus Kyuhyun dipunggung tangannya pun membuat Sungmin tersadar dari acara melamunnya.
"Bersiaplah Noona. Aku juga akan kembali ke flat ku untuk mandi dan akan segera kembali kesini. Ku harap Noona tak akan menggunakan pakaian yang tersebuka seperti ini ketika kita berpesta nanti."
CHUP~
Setelah mengecup singkat dahi Sungmin, namja itu pun memilih untuk bangkit dari duduknya dan berniat untuk pulang, meninggalkan Sungmin yang hanya dapat terdiam kaku ditempatnya. Hanya kecupan singkat didahi, namun hal manis itu sukses membuat jantung Sungmin kembali terpompa cepat bahkan ia merasakan jika wajahnya semakin memanas saja.
"Selama tiga hari ini benar-benar merubah sifatnya yang kekanakan menjadi seseorang yang lebih dewasa. Manis sekali…" Pikir Sungmin kemudian memilih untuk membersihkan diri dengan senyum manis yang tak luput dari bibirnya.
Dilain sisi, Kyuhyun sedari tadi sibuk menetralkan jantungnya bahkan little Cho sudah mendesak untuk minta dimanjakan sedari tadi namun ia sadar jika tadi bukanlah saat yang tepat. Ia sempat berpikir untuk melakukannya dilain waktu saja bersama Sungmin daripada kegiatannya nanti disaksikan oleh orang lain, lebih baik namja itu menundanya karena masih banyak waktu luang yang bisa ia habiskan bersama wanita itu nantinya.
Sambil menahan hasratnya, namja tersebut pun memilih untuk berlari dan berharap akan segera sampai di flat miliknya untuk menuntaskan hasratnya secara solo di kamar mandi.
.
.
.
"Bersulang!" Suara dentingan 2 buah gelas yang saling beradu pun menjadi kesenagan tersendiri bagi mereka semua. Nampak jika Kangin yang paling menikmati pesta tersebut sembari meletakkan gelas kecilnya kembali keatas meja. "Akhh… soju memang yang terbaik."
"Jangan katakan itu sebelum kau mencoba salah satu koleksi wine-ku." Ujar wanita cantik yang tengah mengenakan dress sepaha tanpa lengan namun lebih menutupi bagian dadanya itu tanpa memperdulikan Kyuhyun yang masih saja merutuki penampilan Sungmin. Bukankah wanita itu sudah Kyuhyun larang untuk mengenakan sesuatu yang terbuka namun wanita cantik masih saja tak menurut. Wanita itu benar-benar!
Mendengar ucapan Sungmin sontak membuat Kangin semakin membulatkan matanya hingga raut bahagia kembali mendominasinya wajahnya saat ini. "Ya! Ya! Kenapa kau hari ini membuatku menjadi luar biasa bahagia, eoh? Bisakah kau membaginya hingga besok saja?"
"Tenang saja. Aku tak akan menghabiskannya malam ini juga. Besok dan besoknya lagi ada kejutan lain yang akan menanti kita."
"Jinjja? Aku tak sabar menunggu hari itu! Ya, Kyuhyun-ah, kenapa kau tidak menyentuh soju ini eoh? Cobalah, kita bersenang-senang malam ini." Ajak Kangin dan berniat untuk menuangkan minuman beralkohol kedalam gelas Kyuhyun namun dengan sopan namja itu menolaknya hingga membuat Kangin mengangguk maklum. "Ani, aku tidak bisa menyentuh itu Hyung karena aku harus menjaga kesehatanku sampai 2 minggu kedepan."
"Apakah kau akan memulai ujianmu? Kau memang pelajar yang baik. Semoga sukses untuk ujianmu." Kangin kembali memberikan semangat untuk Kyuhyun hingga namja tersebut pun kembali merekahkan senyumnnya mendengar keramah-tamahan Kangin. Padahal baru beberapa kali mereka bertemu, namun lelaki tambun itu sudah ia anggap sebagai hyung nya sendiri karena kebaikan lelaki itu yang membuat siapapun akan nyaman jika berteman dengannya, pikir Kyuhyun. "Ne, gomapseumnida."
Sungmin yang mendapati interaksi kedua lelaki itu pun kembali mengulum senyumnya kemudian memiilih untuk meletakkan irisan daging sapi yang ia bakar kemudian meletakkannya diatas daun selada dan menggulungnya.
Wanita tersebut pun memilih untuk bangkit dengan kaki yang bertumpu pada lutut kemudian mencondongkan tubuhnya tepat kearah Kyuhyun yang berada didepannya.
"Aaaa~" Intruksi Sungmin agar namja dengan raut bingung itu segera membuka mulutnya namun Kyuhyun masih saja terdiam ditempatnya. Menyadari tingkah lucu Kyuhyun, Kangin yang berada disebelahnya pun menyenggol bahu Kyuhyun dengan bahunya sambil terkekeh geli.
"Jangan melamun saja. Bukalah mulutmu karena ada wanita cantik yang bersedia untuk menyuapimu sekarang. Palli!" Goda Kangin hingga berhasil membuat Kyuhyun perlahan membuka mulutnya hingga Sungmin pun dengan senang hati menyumpal mulut itu dengan satu gulungan penuh hingga berhasil membuat pipi Kyuhyun menggelembung.
Melihat Kyuhyun yang sulit untuk mengunyah bulgogi didalam mulutnya pun menghasilkan kekehan dari bibir Sungmin. Kangin yang menyaksikan adegan romansa itu pun ikut terkekeh kemudian memilih untuk menatap Sungmin yang sedang sibuk memanggang kembali beberapa lembar bulgoginya.
"Aku tak diberikan suapan manis juga eoh? Pilih kasih sekali." Ujar lelaki tambun itu dengan nada yang ia buat semenyedihkan mungkin hingga berhasil membuat Sungmin kembali terkekeh geli. Wanita itu pun mengulang apa yang ia lakukan tadi terhadap Kyuhyun kemudian menyumpal mulut Kangin hingga membuat lelaki tambun itu tersenyum senang.
"Gomawo~" Ujarnya walaupun dengan mulut tersumpal hingga Sungmin pun mengangguk senang tanpa menyadari Kyuhyun yang menatap cemburu interaksi kedua manusia tersebut yang harusnya hanya ia yang boleh mendapatkannya dari Sungmin.
Uri Kyuhyunnie mulai jealous, eoh?
.
"Kangin Hyung itu mabuk, kenapa kau membiarkannya pulang dengan keadaan seperti itu?"
"Biarlah. Dia memang seperti itu. Tapi aku yakin ia akan baik-baik saja ketika sampai di rumahnya. Apa malam ini kau berniat untuk menginap?" Tanya Sungmin saat mereka berdua kini sibuk membereskan peralatan makan mereka setelah 30 menit yang lalu mengakhiri pesta. Kangin yang dalam keadaan mabuk itu pun memilih untuk pulang karena besok ia masih memiliki banyak kerjaan dan sangat tidak memungkinkan baginya untuk menginap di flat Sungmin.
"Aku ingin saja. Tapi, aku takut eomma akan curiga jika aku tidak ada di kamar ketika lewat dari jam 11." Sungmin pun memilih untuk mengangkut peralatan makan yang kotor kemudian meletakkan kedalam wastafel, diikuti dengan Kyuhyun yang berada dibelakangnya. Wanita itu pun membuang sisa-sisa makanan kedalam tempat pembuangan sampah kemudian mulai mengusap peralatan makan itu dengan sabun dengan Kyuhyun yang memilih untuk membilasnya.
"Kau begitu menyayangi orang tuamu ya?" Tanya Sungmin sesekali menoleh kearah Kyuhyun hingga namja itu pun mengangguk antusias. "Tentu saja. Eomma yang terbaik untukku. Tapi, dimana orang tua Noona? Apa Noona tinggal disini sendirian?"
"Ne. Orang tuaku ada di Jepang. Sudah hampir 7 tahun aku tidak bertemu dengan mereka."
"Noona merindukan mereka?" Pertanyaan dari Kyuhyun mulanya sukses membuat Sungmin terdiam. Namun tak lama wanita itu pun mengangguk pelan bahkan terselip rasa rindu yang teramat sangat dari nada bicaranya. "Tentu saja."
Lama mereka terdiam bahkan setelah bilasan Kyuhyun yang terakhir. Sungmin pun membasuh kedua tangannya yang penuh dengan sabun kemudian mengeringkannya pada kain yang menggantung di dekat keran air. Nampak jika Kyuhyun ikut melakukan sama yang seperti Sungmin lakukan tadi hingga namja itu pun memilih untuk memandang Sungmin dengan raut yang berubah serius.
"Bisakah suatu saat Noona mengajakku untuk bertemu dengan mereka?"
"…"
Tak ada jawaban dari Sungmin hingga sempat membuat Kyuhyun berpikir yang macam-macam. Namun pikiran itu pun ia tepis saat wanita itu kembali melantunkan suara indahnya.
"Tentu. Asal kan-…" Perlahan wanita itu pun kembali mendekatkan tubuhnya kearah Kyuhyun hingga berhasil membuat namja itu mundur beberapa langkah hingga berhenti pada pintu kulkas. Sungmin pun menarik kepala Kyuhyun untuk segera mendekat kearahnya kemudian membisikkan sesuatu ditelinga kanan Kyuhyun dengan suara yang sangat pelan.
"…Selesaikan dulu pendidikanmu dengan baik. Tak mungkin aku membawa seorang anak kecil kedepan orang tuaku kan?" Goda Sungmin hingga berhasil membuat Kyuhyun kembali mengernyitkan alisnya pertanda kesal.
"Berhentilah mengataiku anak kecil Noona! Atau aku akan-…"
"Akan apa-… hmpptt!" Ucapan Sungmin kembali terhenti kala namja tampan itu kembali menyerang bibirnya untuk kedua kalinya pada hari ini.
Dengan sekali hentakan, namja itu pun membalik posisi mereka hingga Sungmin lah yang kini bersandar di pintu kulkas dengan bibir yang masih saling bertaut. Kyuhyun pun menjilat permukaan bibir Sungmin dengan seduktif hingga wanita itu dengan senang hati memberikan jalan untuk menyelusupkan lidahnya kedalam sana. Tak lupa tangan kanan Kyuhyun pun meremas payudara sebelah kanan Sungmin dengan brutal namun tetap seirama dengan lumatannya hingga berhasil membuat wanita itu mengerang tertahan untuk menyalurkan kenikmatannya. "Eumhhh…"
Kepala itu pun perlahan turun bahkan kini tengah menyusuri perpotongan leher Sungmin. Diberikannya banyak kecupan didaerah sensitive tersebut bahkan aroma vanilla kian menyeruak dari bagian yang sangat menggoda tersebut hingga berhasil membuat Kyuhyun semakin tidak tahan untuk tidak menggigitnya.
"A-akhhh…" Jerit Sungmin ketika namja itu menghisap bagian sensitive-nya bahkan ia rasa miliknya kini sudah sangat basah. Bahkan tak hanya sekali namja itu memberikan tandanya, karena Sungmin juga sudah berkali-kali menjerit disela desahan sensualnya.
10 menit berlalu hingga Sungmin yang merasa jika dirinya sudah semakin basah pun menarik Kyuhyun untuk segera menjauh dari tubuhnya. "Pukul berapa sekarang?" Tanya Sungmin tiba-tiba bahkan terdengar sangat ambigu ditelinga Kyuhyun. Memilih untuk menurut, namja itu pun melirik kearah jam tangan miliknya yang kini tengah menunjukkan pukul 9.50 PM waktu KST.
"Pukul 09.50-… Eh?" Tiba-tiba saja wanita itu menarik Kyuhyun untuk segera menuju kamarnya hingga Sungmin pun menghempaskan tubuh Kyuhyun keatas ranjang miliknya.
Dengan gerakan seduktif, wanita itu pun membuka dress putihnya tepat didepan Kyuhyun hingga menyisakan Sungmin yang masih saja tidak memakai bra namun celana dalam berwarna cream masih senantiasa menyembunyikan bagian intim miliknya.
"Masih ada 1 jam untuk kita menghabiskan malam disini. Kajja, kita bersenang-senang!"
"Ne?! Hmppttt…" Ucapan Kyuhyun benar-benar terhenti kala wanita itu dengan cepat kembali menyerang bibirnya. Tangannya pun gencar untuk melepas kaos yang Kyuhyun kenakan kemudian beralih untuk membuka reseleting Kyuhyun. Tak lupa kedua jempolnya ia selipkan kedalam celana dalam Kyuhyun hingga sekali tarikan, celana pendek plus celana dalam Kyuhyun terlepas secara bersama-sama hingga tiba-tiba sebuah peribahasa terkenal muncul didalam kepala Sungmin. 'Sekali merengkuh dayung, 2, 3 pulau terlampaui', eoh?
Kyuhyun tentu sontak membulatkan matanya kala wanita diatasnya ini benar-benar berani untuk melakukan hal yang menurutnya ekstrim tersebut. Kyuhyun sendiri tentu merasa malu jika miliknya yang memang sedang mengacung kini terpampang jelas didepan mata Sungmin, bahkan ia belum sama sekali mempersiapkan dirinya.
"Seonsaengnim, apa yang kau-… ARGHH!"
Tanpa aba-aba, wanita itu menggenggam junior Kyuhyun kemudian mengulumnya cepat. Bahkan wanita itu sempat-sempatnya untuk memainkan twinsball milik Kyuhyun dengan jarinya hingga sukses membuat Kyuhyun menggelinjang diatas ranjang Sungmin.
"Noona… eungh!" Desah Kyuhyun kala Sungmin menghisap bagian ujung miliknya dengan kuat tak lupa dengan kocokan agresif yang wanita itu berikan.
Memilih untuk pasrah, namja itu pun hanya dapat menutup matanya dengan sebelah tangannya dengan tangan satunya yang beralih untuk mencekeram sisi ranjang. Tak sadarkah Kyuhyun jika tingkah namja itu sudah sangat mirip seperti seorang anak gadis yang pasrah ketika diperkosa?
Mendapati sikap pasif dari Kyuhyun, Sungmin pun hanya dapat mengernyitkan alisnya walaupun mulutnya kini penuh akan milik namja tersebut. 'Apa hanya ini yang ia bisa lakukan ketika bercinta denganku, eoh?'
Dengan setengah jengkel, wanita itu pun melepaskan kuluman dan kocokannya hingga membuat Kyuhyun sontak menatap wanita dibawahnya. Dilihatnya Sungmin tengah mengerucutkan bibirnya pertanda sebal kemudian memilih untuk melipat tangannya didada hingga membuat Kyuhyun sontak mengernyitkan alisnya.
"Wae? Apa ada masalah?"
"Tentu saja ada! Kenapa kau tidak merespon apapun yang aku lakukan, eoh?" Bentak Sungmin walaupun masih terselip akan nada merajuk disana hingga Kyuhyun yang semula berbaring pun memilih untuk mendudukan tubuhnya.
"Jadi aku harus bagaimana?" Pertanyaan polos itu kembali Kyuhyun layangkan hingga membuat Sungmin sontak memijit jidatnya pelan. Ia tak menyangka jika Kyuhyun akan sepolos ini bahkan setelah percintaan yang dahulu mereka lakukan. Apa 'pelajaran' yang Sungmin berikan belum cukup kemarin?
Merasa jika tidak ada gunanya ia bepikir lama, wanita itu lebih memilih untuk merangkak keatas tubuh Kyuhyun hingga perlahan tubuh namja itu kembali berbaring seperti semula.
"Kau pernah mendengar posisi 69?" Telunjuk wanita itu pun kini tengah menyusuri bagian dada Kyuhyun dengan seduktif, kemudian membisikkan sesuatu ke telinga Kyuhyun hingga membuat namja itu semula mengernyitkan alisnya.
"69?" Ulang Kyuhyun sekedar memastikan pertanyaan Sungmin hingga wanita itu pun mengangguk pasti. "Aku pernah mendengarnya dari Changmin. Bukankah itu posisi terbalik ketika melakukan percintaan… maksudku dua orang yang melakukan percintaan itu sama-sama menghadapkan wajah mereka kedepan bagian selatan milik pasangannya kan? Apa aku benar?" Kyuhyun kali ini berujar polos hingga wanita itu pun dengan semangat menganggukkan kepalanya. Ia akhirnya bersyukur atas jawaban Kyuhyun, walaupun namja tersebut bisa dibilang bodoh dalam hal praktek namun Kyuhyun sangat pintar dalam hal teorinya.
Nampak jika wanita itu semakin menunjukkan smirknya hingga berhasil membuat Kyuhyun menelan ludahnya gugup. Ia hanya berharap jika tak akan ada hal buruk yang akan menimpanya setelah ini. Perlahan namun pasti, Sungmin pun kembali mendekatkan bibirnya kearah telinga kiri Kyuhyun kemudian menjilat cuping itu dengan seduktif.
"Ayo kita mencobanya!"
"Ne?!"
.
.
.
"Kyuhhh… Eumhhh"
"Minnhh…"
Posisi mereka kini mengundang siapapun untuk segera mimisan ditempat jika melihat mereka berdua. Tidak ada bedanya dengan apa yang biasa sepasang dua sejoli lakukan ketika bercinta seperti memberikan kecupan, hisapan, jilatan, namun yang membedakan kali ini adalah posisi saling tindih dengan letak kepala yang berbeda itu yang membuat percintaan Kyuhyun dan Sungmin kini semakin panas.
Sungmin yang saat ini tengah menungging diatas Kyuhyun dengan kepala yang saat ini berada didepan junior Kyuhyun, begitu juga dengan kepala Kyuhyun yang berhadapan langsung dengan bagian intim Sungmin bahkan dengan posisi seperti ini membuat aroma kewanitaan wanita itu kian menusuk indera penciumannya.
Tangan Sungmin saat ini memang tengah mengocok junior Kyuhyun tak lupa dengan kulumannya, tak berbeda dengan jauh dengan keadaan Kyuhyun yang saat ini mengapit kedua paha Sungmin erat dengan kepala yang ia tenggelamkan kedalam bagian selangkangan wanita cantik tersebut. Tentu kalian bisa menebak apa yang namja tersebut lakukan bukan sehingga author tak perlu menjelaskannya secara detail.
"Kyuhh… a-akuhh…Akhhh!" Menyadari jika Sungmin sudah mencapai puncaknya, namja itu pun dengan cepat menghisap bagian intim Sungmin hingga membuat wanita itu memekik nyaring bahkan cairan itu tumpah begitu saja hingga berhasil membasahi sebagian wajah dan dagu Kyuhyun. Namja itu pun belajar untuk menikmati sisa-sisa cairan Sungmin bahkan berusaha untuk menelannya, terlebih ketika semakin gencarnya kocokan wanita tersebut pada miliknya hingga ia pun juga ikut menumpahkan cairannya.
"eunghhh…" Lenguh mereka bersamaan bahkan Sungmin sudah terasa ingin ambruk saja dari acara menungging setengah mengangkangnya. Dengan lunglai, wanita itu memilih untuk memutar badannya hingga kini wajahnya kembali berhadapan dengan wajah lelah Kyuhyun. Wanita itu pun perlahan mengusap seduktif wajah Kyuhyun yang masih lengket dengan cairannya.
Nampak jika Kyuhyun saat ini tengah menarik nafasnya dengan terengah-engah, hingga Sungmin yang melihatnya pun sontak tersenyum kemudian mengecup bibir yang membengkak itu pelan.
"Noona? Apa kita tak akan ke bagian inti malam ini?" Tanya Kyuhyun walapun masih dengan wajah memerah hingga Sungmin pun hanya menggeleng kemudian mengusap wajah berpeluh itu pelan.
"Tidak ada cukup waktu. Kau lihat jam sekarang tengah menunjukkan pukul 10.40 yang artinya sebentar lagi kau harus pulang? Namun setelah ini ku harap kau yang akan mendominasi percintaan kita. Kau tau, kebahagiaan seorang wanita itu juga tergantung bagaimana seorang lelaki bisa memuaskannya. Arachi?"
Ucapan Sungmin kali ini kembali membuat Kyuhyun terdiam, bahkan ujung kalimat itu seolah menyindir Kyuhyun akan service yang ia berikan ternyata masih belum bisa memuaskan wanita diatasnya. Dengan perasaan bersalah, namja itu pun hanya dapat mengangguk pelan hingga Sungmin yang gemas melihat raut wajah Kyuhyun pun tak tahan untuk kembali memberikan kecupan manisnya.
CHUP~
"Ja, segeralah pakai bajumu. Setelah sampai apartemen mu jangan lupa mandi. Aku yakin jika eomma-mu akan curiga ketika anak lelakinya pulang tengah malam dengan aroma khas percintaan yang begitu kental." Goda Sungmin hingga berhasil membuat wajah Kyuhyun kembali bersemu merah. Dengan gugup setengah tak rela, namja itu pun memilih untuk memasang kembali pakaian lengkapnya yang selama kurang lebih satu jam tergeletak tak berdaya di atas lantai, diikuti Sungmin yang lebih memilih untuk memasang bathrobe miliknya.
Setelah memasang pakaiannya dengan lengkap, namja tersebut memilih untuk menatap Sungmin yang ternyata sudah lebih dulu memperhatikan gerak-geriknya. Nampak jika namja tersebut menghela nafasnya pelan kemudian mencoba untuk menetralkan detak jantungnya. "Setelah ujian bolehkah aku minta sesuatu darimu?"
Tanpa pikir panjang, wanita tersebut pun mengangguk bahkan kini wanita itu masih saja menyunggingkan senyum cantiknya. "Boleh saja. Apa itu?"
"Saranghae, Noona. Aku harap kau akan menjawabnya ketika selesai ujianku nanti."
Awalnya Sungmin hanya terdiam kala ini sudah sekian kalinya Kyuhyun menyatakan perasaan padanya, bahkan ia berpikir jika ia sudah terlalu lama menggantungan perasaan namja tersebut. Setelah menarik nafasnya pelan, wanita itu pun memilih untuk mengangguk setuju hingga menghasilkan senyum yang merekah dari bibir Kyuhyun. "Baiklah."
Sebelum Kyuhyun benar-benar pergi, wanita itu pun sempat menarik pergelangan Kyuhyun hingga namja itu pun memilih untuk menghetikan langkahnya dengan alis yang bertaut. "Besok bukankah kalian masih memasuki minggu tenang kan?"
"Ne. Wae?"
"Ikutlah aku ke studio. Bantu aku untuk menjadi penyanyi dalam laguku kali ini. Kau mau, kan?"
Tanpa pikir panjang, namja itu pun mengangguk antusias bahkan ia sangat senang dengan ajakan menurutnya sangat menguntungkan juga baginya. "Tentu saja." Wanita itu pun kembali merekahkan senyumnya, hingga namja tampan itu pun beralih untuk meninggalkan Sungmin dengan lambaian tangannya, meninggalkan wanita cantik itu yang masih senantiasa memandang punggung tegap Kyuhyun dengan senyum tulusnya.
.
.
.
Sudah 2 minggu Sungmin tidak bertemu dengan Kyuhyun dan hari ini wanita itu yakin jika Kyuhyun sudah menghabiskan ujian sekolahnya. Wanita itu pun berniat untuk menjemput namja itu di sekolahnya hari ini kemudian sudah menyiapkan rencana untuk menghabiskan waktu akhir pekan mereka hanya berdua.
Wanita itu pun segera menancapkan gasnya hingga mobil putihnya itu kini tengah menyusuri jalanan kota Seoul dengan senandung yang senantiasa mengiringi perjalanannya. "Aku tak sabar ingin bertemu denganmu." Gumam Sungmin kala mobilnya kini sudah memasuki area sekolah.
Setelah memarkir mobilnya, wanita itu pun berniat untuk segera turun dari mobil dan akan langsung mengucapkan selamat kepada Kyuhyun. Namun tiba-tiba saja gerakan Sungmin terhenti kala mendapati Kyuhyun tengah keluar dari gedung sekolah dalam keadaan tidak hanya sendiri. Ada seorang yeoja yang ini kali ketiga Sungmin lihat tengah bersama Kyuhyun bahkan dengan mesranya wanita tersebut mengapit lengan namja itu dengan erat.
DEG!
Sungmin hanya dapat terdiam kala kedua orang itu tengah berjalan menjauh dengan arah yang berlawanan dengannya. Entah Sungmin sadari atau tidak, rasa sesak kini tengah menyelimuti dadanya hingga tanpa sadar wanita itu mencekeram bagian dadanya dengan erat.
"Apa secepat ini posisiku tergantikan, bahkan ini hanya berselang 2 minggu. Apa kau telah lelah untuk menunggu jawabanku, Kyuhyun-ah?"
-to be Continued-
Hai hai! Chapter.7 is update! XD
Mianhae kalo chapter ini lebih agak lama updatenya dari chapter2 sebelumnya, yaaaa…karena masalah author yang mulai sibuk-sibuknya nyelesein tugas kuliah, jadi bisa dimaklumin lah ya? /KidipinMata~
Ini masih semi nc tapi saya harap sih enggak terlalu ngecewain karena dichaper ini udah mulai terlepas dari cerita aslinya. Mian untuk typo yang bertebaran, soalnya saya mah udah nyerah untuk masalah typo's. Biar ini mata dijeliin ampe dibuka lebar-lebar juga masih juga noh ada typonya. Jadi mohon dimaklumin (lagi) T.T /PLAK
Sampai bertemu dichapter depan chingudeul~ ^^
Big Thank's to :
Frostbee, danabeth, yuda aidenkyu, ikakyuminss, abilhikmah, Shengmin137, Cheonsa528, Harusuki Ginichi, PumpkinEvil137, TiffyTiffanyLee, cho kyumin137, alit, Joyers, park heeni, Parkhyun, nurul, Joyers, Guest (2), Pspnya kyu, KyuMin EvilAegyo, Eka yoon, ovallea, lee kyurah, gyumin1408, lee hye byung, dan reviewers yang namaya lupa kesebut ^^
