Maukah Kau Menjadi Temanku?

KuramafemNaru

Naruto ~ Masashi Kishimoto

Maukah Kau Menjadi Temanku? (2018) by Lucas Kuro

Warning : K, Berantakan, Typos bertebaran, OC, OOC, EYD tidak memenuhi, and FemNaru.

.

.

.

.

_

Flashback off...

Tiba - tiba dari arah tangga masuklah seorang pria berambut hitam diikat rendah, bermata Onyx, dan kedua keriput di sela - sela hidungnya. Auranya membuat semua orang di sana merona merah bagi kaum hawa, kecuali Naruto dan Kyuubi. Untuk Uchiha Family, mereka terkejut. "Jadi ini sebabnya kami diundang kemari." batin mereka. Mereka pun tersenyum tipis.

"Konbanwa, Minna-san." sapanya dengan senyum tebar pesona.

Flashback off...

"Namanya adalah Uchiha Itachi. Dia adalah putra sulung sahabat karibku." jelas Minato kepada para tamu undangannya.

Kyuubi hanya memandang Itachi dengan tatapan senang. Senang bahwa adik kesayangannya mendapat pria yang mapan dan baik. Ia juga menghela napas lega bahwa nanti Naruto bertunangan dengan orang yang sudah dikenal dekat oleh orang tua mereka.

Sedangkan untuk Naruto, ia hanya memandang Itachi dengan tatapan intens dan bertanya - tanya. Ia sangat familiar dengan Itachi, tapi di mana. Setelah lama berpikir, ia akhirnya tahu bahwa ia dan Itachi pernah bertemu di Restoran Konoha. Mereka saling bertabrakkan. Lalu meminta maaf dan berlalu pergi begitu saja. Tanpa mengenalkan diri masing - masing. Ia terkekeh - kekeh dalam hati. "Dunia memang sempit. Sampai - sampai orang yang kutabrak jadi jodohku." katanya dalam hati.

Berbeda dengan Naruto, Kurama hanya tersenyum datar. Ada rasa marah saat Naruto memandang Itachi dengan intens. Ia benar - benar cemburu. Katakan saja ia munafik, ia yang menjodohkan Naruto dengan Itachi tapi ia malah cemburu dengan keduanya. "Khe...Khe...Khe... Aku benar - benar munafik." kekehnya dalam hati.

Kurama pun berjalan mendekati Naruto. Lalu berbisik lirih. "Itu sahabatku dari London. Dulunya ia lahir di Jepang, namun karena ayahnya ada masalah pekerjaan, ia pindah ke London."

Naruto yang tadinya memandang Itachi beralih memandang Kurama. Betapa rindunya ia memandang wajah yang selalu tersenyum kepadanya itu. Namun, ia hilangkan pikiran itu. "Ahh... Baguslah jika begitu. Kami bisa saling mengenal dengan cepat nantinya." balas Naruto dengan senang yang dipaksakan.

Kurama hanya menatap datar dan sendu kepada Naruto. Ia merasa tak bisa melindungi gadis yang menempati peringkat kedua setelah Kaa-sannya di peringkat pertama. Ia merasa bersalah. Kurama pun pergi sambil membatin, "Gomen ne, Naru-chan. Maafkan aku yang belum bisa melindungimu ini."

Untuk Uchiha Family, mereka terkejut namun mereka tutup - tutupi dengan raut muka yang datar yang merupakan ciri khas keluarga mereka. Mereka benar - benar tidak tahu bahwa putra sulung mereka atau kakak dari Sasuke akan bertunangan dengan putri bungsu sahabat karib mereka atau Minato-Jiisama.

Walaupun begitu, itu sangat menguntungkan mereka. Mereka bisa berbesanan dan menjalin kekeluargaan yang sangat erat. Begitu juga dalam urusan pekerjaan, seperti bisnis dan juga lainnya. Uchiha Family pun menghampiri Minato yang di dekat Naruto, menunggu Itachi untuk turun menghampiri Naruto. Bersamaan dengan itu, Itachi dan Uchiha Family telah sampai di tempat Minato dan Naruto.

Minato tersenyum kepada mereka semua. "Aku rasa kalian penasaran karena aku menunangkan anak kalian dengan salah satu putriku ini." ucap Minato.

Mikoto tersenyum mendengarnya. "Tentu saja, Baka-Minato. Bagaimana bisa kau menunangkan mereka padahal mereka belum pernah ketemuan." balas Mikoto sambil mengejek ke arah Minato. "Walau begitu, ini menguntungkan karena putraku akan menikah dengan orang sudah dikenal oleh kami. Jadi, kami tidak perlu khawatir lagi untuk menjodohkannya." tambahnya.

Itachi menatap kesal Kaa-sannya. "Kalau aku tidak ditunangkan dengan Naru-chan, pasti ditunangkan dengan orang lain. Kusso." batinnya kesal.

Fugaku hanya tersenyum tipis, sanga tipis bahkan tak ada seseorang pun yang mengetahuinya. "Menurutku ini sangat bagus. Kita bisa menjalin kekeluargaan yang erat setelah Itachi dan Naruto menikah." sahutnya dengan suara berat yang bijak.

Mikoto, Minato, dan Itachi tersenyum mendengarnya. "Syukurlah Fugaku-kun/Fugaku/Tou-san menerimanya." batin mereka lega.

Untuk Naruto, ia hanya terdiam sedari tadi. Ia hanya mendengarkan pembicaraan soal calon tunangannya itu. Sedangkan Sasuke, dia hanya meneliti calon tunangan nii-sannya itu. "Terlihat sempurna. Tckk... Aku heran bagaimana bisa Baka Aniki mendapat perempuan cantik seperi dia padahal Aniki keriputan. Tua di usia muda." batin Sasuke kesal. "Aku bahakn terpesona oleh perempuan yang bernama Naruto ini." tambahnya.

Minato pun mengenalkan putrinya, Naruto kepada Itachi. "Nak, kenalkan ini putriku, calon tunanganmu. Namanya Naruto." ucap Minato. Ia mendekatkan Naruto dengan Itachi.

Naruto tersenyum paksa sambil mengulurkan tangannya ke arah Itachi. "Perkenalkan namaku Namikaze Naruto. Yoroshiku Onegaishimasu." memperkenalkan dirinya di depan Itachi sangat sulit apalagi dengan wajah datarnya yang dihiasi oleh entahlah, keriput mungkin?

Naruto pun menelitinya. Tanpa sadar ia mengucapkan "Keriput." agak keras dan dengan nada polos.

Minato, Fugaku, Mikoto, dan Sasuke hanya cengo lalu tertawa terkekeh - kekeh. Menertawakan Itachi.

Itachi yang ditertawakan hanya merengut kesal. "Kaa-san, ini bukan keriput tapi tanda lahir." katanya kesal. Ia pun membalas uluran tangan Naruto.

Naruto pun tersadar dengan apa yang ia ucapkan. Ia pun segera meminta maaf. "Gomenasai, Itachi-san. Aku tidak sadar dengan apa yang kuucapkan." ucapnya menyesal. Ia pun menundukkan kepalanya. Lalu melepaskan uluran tangannya dengan Itachi.

Itachi hanya tersenyum tipis. "Tidak apa - apa, Naru-chan. Aku tidak marah kok. Keriput ini adalah tanda lahir. Dan panggil diriku tanpa embel - embel -san." balasnya sambil memberitahu tentang keriputnya itu.

Naruto tersenyum manis. "Baiklah, Itachi-kun." sahutnya.

Itachi terdiam mematung, wajahnya merona merah. Wajah Naruto semakin manis dengan senyumnya. Ia merasa meleleh dengan senyum itu. Ia pun tersadar dengan pemikirannya yang aneh - aneh. "Ahaha... Baiklah." balasnya gugup.

Pesta itu pun berlangsung dengan meriah. Di tengah - tengah pesta pertunangan itu, Kurama dan Kyuubi berdansa berdua. Begitu juga dengan Naruto dan Itachi. Dansa mereka diiringi oleh musik romansa yang sangat indah juga dansa - dansa para pasangan. Minato dengan Kushina, Mikoto dengan Fugaku, dan Jiraiya dengan Tsunade. Sedangkan Sasuke, ia hanya memandang datar kumpulan dansa mereka. Walaupun begitu, ia bahagia di dalam batinnya.

Setelah pesta pertunangan berakhir, ruangan yang digunakan mulai dibersihkan. Para tamu undangan sudah pulang ke rumah mereka masing - masing. Untuk Uchiha Family, mereka menginap di mansion Namikaze Family. Jiraiya, Tsunade, Mikoto, Kushina, dan Sasuke telah tidur di kamar yang telah disediakan. Minato dan Fugaku berbincang - bincang karena lama tidak pernah bertemu. Itachi, Kurama, Kyuubi dan Naruto, mereka sedang ada di ruangan yang digunakan pesta pertunangan.

Mereka sedang bermain Truth or Dare. Tanda panah yang digunakan untuk menunjukkan arah korbannya diganti dengan botol bir yang telah habis minumannya. Dan sekarang ujung botol bir itu mengarah ke arah Naruto. Kurama pun mengajukan bahwa ia yang akan menantang Naruto.

"Naru." panggil Kurama penuh dengan rasa rindu yang tak diketahui oleh Kyuubi dan Itachi. "Apa kau mencintai Itachi?" tanyanya lanjut.

Naruto bergerak tidak nyaman di kursinya. Kyuubi tersenyum penuh makna pada Naruto. Sedangkan Itachi, ia terlihat was - was menanti jawaban Naruto. Kurama hanya menatapnya datar.

"Kenapa kau bertanya hal itu, Ku?" tanya balik Naruto tidak suka. Ia bahkan kini memandang tajam Kurama.

Kurama masih saja menatap datar Naruto. "Aku hanya tidak ingin sahabat kecilku ini bertunangan dan menikah karena paksaan." balas Kurama. Ia lalu menatap sendu Naruto.

Itachi dan Kyuubi bahkan kini menatap Naruto dengan tatapan penuh intens. Naruto pun membuka suara. "Yah, aku mencintai Itachi-kun." ucap Naruto tanpa keraguan. Ia balas menatap datar Kurama.

"Ohh." ucap Kurama singkat. Balasan Kurama membuat Kyuubi dan Itachi bingung, namun mereka hiraukan itu. Lain dengan Naruto yang tersenyum pedih. Karena tak ada yang mau memutarnya, Itachi pun lalu memutar botol bir itu, lalu botol bir itu berhenti di Kyuubi.

"Aku yang akan menantang Kyuubi." ucap Itachi. Ia pun bertanya kepada Kyuubi, kebohongan apa yang Kyuubi sembunyikan dari Kurama.

Kyuubi tersenyum tidak senang dengan pertanyaan Itachi. Namun, ia tetap menjawabnya sambil memegang tangan Kurama denga erat. "Kurama-kun, sebenarnya..." jeda Kyuubi. Ia terlihat ragu untuk mengatakannya. Namun, ia hilangkan keraguan itu. Ia lalu menghembuskan nafas perlahan. "Sebenarnya yang berbalas mengirim e-mail denganmu adalah Naru-chan, bukan diriku." ucap Kyuubi sambil memandang Naruto.

Kurama dan Itachi menoleh ke arah Naruto dengan tatapan intens. Kurama pun membuka suara. "Jika begitu, aku seharusnya bertunangan dengan Naruto." ucapan Kurama membuat semua yang ada di sana kaget bukan kepalang.

Naruto menatap Kurama dengan tatapan memohon. Memohon untuk tidak melanjutkan pembicaraan ini. Namun, Kurama tetap melanjutkannya dengan ucapan yang berbeda dengan isi hatinya.

"Aku hanya bercanda." kata Kurama sambil terkekeh - kekeh palsu, menutupi perasaan hancur yang ia tahan.

Itachi dan Kyuubi yang tadinya tegang, mulai tertawa perlahan - lahan. Tanpa mereka berdua ketahui, Naruto dan Kurama saling menatap sendu.

"Gomen, Kurama-kun."

"Gomen ne, Naru-chan."

To be Continue